cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Pra Desain Pabrik Precipitated Calcium Carbonate (PCC) dari Limbah Sludge Industri Penyamakan Kulit Di Magetan dengan Proses Karbonasi Pambudi, Belinda Alifiya; Ramadhani, Naufal; Nurkhamidah, Siti; Rahmawati, Yeni; Rahmawati, Yeni
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 2 (2024): IN PRESS (Artikel masih bisa bertambah)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i2.122199

Abstract

Pabrik precipitated calcium carbonate (PCC) dilakukan melalui proses karbonasi. Pabrik PCC ini direncanakan untuk berjalan dengan kapasitas 42 ton/tahun sepanjang 330 hari per tahun. Pabrik ini diharapkan akan menghasilkan PCC untuk memenuhi kebutuhan PCC pada industri kertas. Bahan baku yang digunakan dalam pembuatan pabrik PCC adalah sludge kering dari industri penyamakan kulit. Pabrik ini direncanakan akan dibangun berdampingan dengan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Lingkungan Industri Kulit (LIK) Magetan, hal tersebut dengan beberapa pertimbangan salah satunya terdapat pertimbangan aspek bahan baku. Pembuatan PCC dengan proses karbonasi dilakukan pada suhu 30°C dan pada tekanan 2 bar menggunakan reaktor bubble column dengan tingkat konversi sebesar 75%. Dari studi evaluasi ekonomi pabrik ini, disimpulkan bahwa didapatkan penaksiran modal (CAPEX) sebesar Rp14.090.400.000; biaya operasional (OPEX) sebesar Rp6.262.400. Berdasarkan analisa ekonomi terhadap pabrik ini menunjukkan laju pengembalian modal (IRR) didapatkan sebesar -5,9% dengan bunga pinjaman 8,06% per tahun dan WWAC 11,1%. Waktu pengembalian modal (POT) tidak ditemukan karena cumulative free cash flow selalu negatif sepanjang umur pabrik. NPV yang didapatkan juga bernilai negatif. Jadi dapat disimpulkan dari data analisa kelayakan di atas bahwa pabrik ini tidak layak untuk didirikan.
Pra Desain Pabrik Tepung Porang dengan Metode Microwave Assisted Extraction (MAE) Pangestu, Zen Maulana; Putri, Sekar Langit Widya; Aparamarta, Hakun Wirawasista
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 2 (2024): IN PRESS (Artikel masih bisa bertambah)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i2.122598

Abstract

Pra Desain Pabrik Tepung Porang (Amorphophallus oncophyllus) ini direncanakan mulai beroperasi tahun 2027 dengan kapasitas produksi sebesar 1000 ton/tahun. Lokasi pendirian pabrik ini direncanakan di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Kabupaten Nganjuk dipilih menjadi lokasi pendirian pabrik karena menghasilkan bahan baku umbi porang sebesar 8704,04 ton/tahun dengan luas lahan 1544 Ha dan dalam rencana pengembangan hingga 60.000 Ha pada 2022. Dalam pemenuhan kapasitas tahunan, pabrik akan beroperasi kontinyu 24 jam per hari selama 330 hari. Dengan bahan baku sebesar 1067,79 kg/jam dapat dihasilkan produk glukomanan sebesar 126,26 kg/jam. Proses produksi glukomanan dari umbi porang dapat diuraikan menjadi 3 tahapan proses. Proses pertama adalah pembuatan tepung porang dari umbi porang. Tahap kedua yaitu proses pemurnian tepung porang menjadi tepung glukomanan. Tahap ketiga adalah tahap peningkatan kadar protein. Karena untuk menjangkau mutu tepung terigu sebesar 7% sehingga diperlukan untuk meningkatkan kadar protein pada tepung porang. Pra Desain Pabrik Tepung Porang ini dirancang sebagai perusahaan yang berbadan hukum Perseroan Terbatas (PT) dengan sistem organisasi garis dan staff. Untuk dapat mendirikan pabrik dengan kapasitas produksi sebesar 1000 ton/tahun, maka diperlukan total modal investasi sebesar Rp 203.492.064.329,34 dan total biaya produksi sebesar Rp 106.617.904.393,09 dengan estimasi hasil penjualan sebesar Rp 200.000.000.000,00 per tahun. Estimasi umur pabrik ini adalah 12 tahun dengan Internal Rate of Return (IRR) sebesar 21,26%, Pay Out Time (POT) 4,24 tahun, dan Break Even Point (BEP) sebesar 25,62%.
Pra Desain Pabrik Ekstrak Kulit Manggis sebagai Obat Herbal dengan Metode Microwave Assisted Extraction (MAE) Sanjaya, Muhammad Rizky; Azimatarrusydi, Rigen; Aparamarta, Hakun Wirawasista
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 2 (2024): IN PRESS (Artikel masih bisa bertambah)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i2.122622

Abstract

Manggis (Garcinia Mangostana) adalah anggota dari genus Garcinia, yang terutama tumbuh di Thailand, Vietnam, Malaysia, Indonesia, Filipina dan negara-negara Asia Tenggara lainnya. Daging buah ini sering dikonsumsi segar, sedangkan biji dan kulitnya dibuang dan menjadi limbah. Komponen kimia yang terkandung dalam biji dan kulit manggis, terutama senyawa xanthone, telah dibuktikan sebagai antioksidan yang baik secara in vitro ataupun in vivo. Secara umum proses pembuatan senyawa antioksidan dari kulit manggis meliputi tahap pre-treatment, dan tahap ekstraksi. Pada pra desain pabrik ini, digunakan metode microwave assisted extraction (MAE) dalam proses ekstraksi senyawa bioaktif dalam kulit manggis dengan bantuan solvent campuran air, ethanol, dan etil asetat dengan perbandingan 1:2:2 serta rasio antara solute dan solvent sebesar 1:16. Waktu ekstraksi dilakukan selama 30 menit pada suhu 50 derajat celcius dan tekanan 1 atm. Hasilnya didapatkan ekstrak kulit manggis yang mengandung lebih banyak zat bioaktif hasil dari proses ekstraksi karena zat zat pengotor telah dilarutkan dan dibuang selama proses ekstraksi berlangsung. Pabrik direncanakan akan didirikan di Kabupaten Bogor dengan masa konstruksi selama dua tahun mulai dari tahun 2023 hingga tahun 2025 dan akan mulai beroperasi pada tahun 2026. Diinginkan kapasitas produksi pabrik pada kisaran dua ton per tahun dengan kebutuhan kulit manggis sekitar 2,3 ton per tahunnya. Operasi pabrik dlakukan selama 300 hari per tahun dengan jam kerja harian delapan jam kerja. Utilitas yang digunakan dalam pabrik ini yaitu steam bertekanan sebagai pemanas udara untuk kebutuhan udara kering pada dryer. Sumber investasi pabrik Biodiesel dari Biji Nyamplung berasal dari 30% dana pribadi dan 70% dana pinjaman dari Bank (Bank Mandiri). Dengan perincian analisa ekonomi sebagai berikut: Net Present Value (NPV) Rp.198.325.804.854 ,laju pengembalian modal 33,92 %, waktu Pengembalian Modal 1,03 Tahun, Break Even Point 13 %. Dengan hasil analisa ekonomi yang telah dilakukan, didapatkan kesimpulan bahwa pabrik layak untuk didirikan.
Pra Desain Pabrik Pupuk NPK dari Amonia, Asam Fosfat, dan Kalium Klorida dengan Metode Mixed Acid Route Alqoffan, Iswaar Farroosa; Siregar, Mohd Azmi Fadhi; Sumarno, Sumarno; Airlangga, Bramantyo
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 2 (2024): IN PRESS (Artikel masih bisa bertambah)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i2.122771

Abstract

Pupuk NPK merupakan pupuk majemuk yang terdiri dari beberapa unsur yaitu nitrogen, fosfor dan kalium. Proses produksi pupuk NPK dilakukan dengan metode mixed acid route. Pada pra desain pabrik ini dilakukan perancangan pabrik pupuk NPK dengan kapasitas 510.000 ton/tahun yang akan didirikan di Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur pada tahun 2028 dengan pertimbangan akses bahan baku dan distribusi produk. Proses pembuatan pupuk NPK terdiri dari persiapan bahan baku, netralisasi, granulasi, pengeringan, pemisahan, pendinginan, dan pelapisan produk. Pabrik ini dirancang beroperasi secara kontinu selama 300 hari/tahun dengan basis waktu kerja 24 jam/hari. Dari analisis perhitungan ekonomi untuk mendirikan pabrik pupuk NPK ini membutuhkan modal tetap (Fixed Capital) sebesar Rp1.334.914.138.191,45 dan modal kerja (Working Capital) sebesar Rp235.573.083.210,26. Waktu pengembalian modal (Pay Out Time) yaitu selama 3,4 tahun dengan titik impas (Break Even Point) sebesar 42,7%, laju pengembalian modal (Internal Rate of Return) sebesar 34,95%, dan nilai Net Present Value (NPV) sebesar Rp1.294.142.666.358,61. Berdasarkan segi teknis dan ekonomi, secara keseluruhan pabrik pupuk NPK ini layak untuk didirikan.
Pemulihan Kondensat Sebagai Feedwater Boiler Untuk Meningkatkan Efisiensi Boiler pada Pabrik Pakan Ikan dengan Menggunakan Metode Flash Steam Megasari, Gabrilla Ulfa; Satria, Muhammad Duta Albany; Prajitno, Danawati Hari
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 2 (2024): IN PRESS (Artikel masih bisa bertambah)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i2.123741

Abstract

Manajemen energi sangat dibutuhkan untuk mengoptimalkan penggunaan energi sehingga cost atau biaya yang digunakan dapat diatur dengan baik. Di Industri steam banyak digunakan sebagai sumber energi utama, namun di dalam sistemnya sering kali terjadi kerugian panas. Salah satu alasan kerugian tersebut terjadi adalah pemulihan kondensat yang buruk. Pada penelitian ini dilakukan peninjauan terkait kondisi kondesat yang ada di industri sehingga dapat dipulihkan dan digunakan kembali dengan metode flash steam tank. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan solusi terkait permasalahan yang terjadi di industri. Permasalahan yang terjadi adalah efisiensi boiler yang sangat rendah dan kondensat yang dibuang langsung ke lingkungan. Kondensat ini masih memiliki nilai energi yang cukup untuk dimanfaatkan.Kondensat dengan suhu 120°C dan tekanan 2 bar akan ditampung menjadi satu di tangki kondensat sebelum dipulihkan 100%. Selanjutnya steam yang tersisa dari kondensat akan dialirkan dari tangki kondensat menuju ke tangki flash steam. Di dalam tangki flash steam akan terjadi pelepasan kalor laten. Selanjutnya, steam yang telah tercampur dengan air akan di distribusikan menuju tangki feedwater boiler. Berdasarkan perhitungan neraca massa dan neraca energi, penggunaan sistem flash steam dapat mengurangi kebutuhan air dan batubara sebagai bahan bakar serta dapat meningkatkan efisiensi boiler sebesar 55,63%. Selain itu, didapatkan penghematan biaya penggunaan air dan batubara sebagai bahan bakar sebesar Rp 25.255.488.419 per tahun dan pengembalian modal awal (payback period) selama 1 bulan melalui perhitungan analisa ekonomi.
Analisis Umur Lelah Kapal Akibat Perambatan Retak pada Bracket Ruang Muat Putera, Fardhan Jaya; Sujiatanti, Septia Hardy
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 2 (2024): IN PRESS (Artikel masih bisa bertambah)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i2.152381

Abstract

Kegagalan struktural seperti kelelahan (fatigue) dapat menyebabkan keretakan pada kapal. Ketika suatu struktur mencapai batas umur kelelahannya, struktur akan mengalami initial crack hingga akhirnya struktur mengalami fracture. Pada kapal tanker, kelelahan struktural sering terjadi pada area-area kritis seperti pada sambungan bracket inner bottom dengan hopper sloping plate (end bracket). Analisis umur lelah kapal dilakukan dengan bantuan software finite element. Di mana perhitungan pembebanan dan pemodelan mengacu pada Common Structural Rules for Double Hull Oil Tankers (CSR-T). Untuk pembebanan pada model global menggunakan beban sloshing muatan tangki (beban internal). Sedangkan pemodelan global pada software finite element menggunakan tiga kompartemen ruang muat dengan end bracket sebagai model lokal. Dari hasil analisis model global dengan metode elemen hingga, diperoleh nilai tegangan normal maksimum pada area end bracket. Selanjutnya nilai tegangan dari hasil analisis model global digunakan untuk analisis model lokal. Hasil analisis model lokal berupa nilai Stress Intensity Factor (SIF) yang digunakan untuk perhitungan umur lelah dengan metode fracture mechanics. Nilai SIF dengan initial crack 10 mm pada model lokal end bracket existing sebesar 528,84 MPa√mm. End bracket model existing menunjukkan umur lelah dengan 519.206,809 cycles yang dikonversi dalam bentuk hari sebesar 631,942 hari.
Desain Gelanggang Olahraga Terapung Serbaguna di Sungai Musi, Palembang Sakti, Nusa Bima; Kurniawati, Hesty Anita; Kurniawati, Hesty Anita; Utama, Danu
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 2 (2024): IN PRESS (Artikel masih bisa bertambah)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i2.146766

Abstract

Olahraga adalah bagian integral dari masyarakat Indonesia. Olahraga tidak hanya meningkatkan daya tahan tubuh, tetapi juga membantu agar tetap sehat, melepaskan diri dari rutinitas sehari-hari, dan mengurangi stres. Olahraga dan kesehatan sangat terkait satu sama lain. Menurut Undang-Undang RI nomor 11 tahun 2022, pemerintah pusat dan pemerintah daerah bertanggung jawab untuk memastikan ketersediaan, pengelolaan, dan pemeliharaan sarana dan prasarana olahraga. Namun, fasilitas olahraga tidak tersebar merata di Palembang, Sumatera Selatan. Palembang juga merupakan kota tertua di Indonesia yang memiliki beragam seni dan budaya. Maka, dalam Tugas Akhir ini akan dibahas Gelanggang Olahraga Terapung Serbaguna sebagai sarana olahraga bagi masyarakat serta dapat memfasilitasi berbagai macam kegiatan seperti kesenian dan hiburan yang diharapkan dapat menarik wisatawan lokal dan mancanegara untuk berkunjung, hal ini dapat membantu meningkatkan daya tarik wisata di kota Palembang. Desain ini dilakukan dengan beberapa langkah yang meliputi desain lapangan olahraga dan tribun penonton yang sesuai dengan peraturan, survei langsung ke GOR pembanding, menentukan lokasi penempatan, dan analisis teknis. Hasil dari desain gelanggang olahraga terapung ini adalah berupa pontoon dan memiliki ukuran utama LOA: 70 m, B: 21 m, H: 8 m, T: 4.2 m. Kapasitas sebesar 720 orang dengan 700 pengunjung dan 20 orang awak. Kemudian dilanjutkan dengan mendesain Rencana Garis, Rencana Umum, Perencanaan Keselamatan, dan Model 3D. Pada Tugas Akhir ini juga dilakukan analisis ekonomis dengan total biaya pembangunan sebesar Rp 35,845,306,312 dengan biaya operasional sebesar Rp 6,802,518,424 Selain itu, dilakukan juga perhitungan revenue dan didapatkan nilai Net Present Value (NPV) sebesar Rp 35,999,957,054, Internal Rate of Return (IRR) senilai 25%, dan Payback Period selama 4 Tahun 6 Bulan.
Analisis Lokal Sambungan Kritis Akibat Pengaruh Scouring pada Tripod Jacket Platform Khabibah, Lindah; Hadiwidodo, Yoyok Setyo; Handayanu, Handayanu
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 2 (2024): IN PRESS (Artikel masih bisa bertambah)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i2.147148

Abstract

Kegagalan struktur lepas pantai dapat terjadi apabila dalam perencanaan desain tidak melakukan analisa terhadap faktor yang mempengaruhinya. Salah satu parameter yang harus ditinjau adalah kemampuan struktur dalam menahan beban ketika terjadi scouring. Peristiwa scouring dapat mengakibatkan penurunan daya dukung pondasi baik secara vertikal maupun lateral sehingga akan mengurangi kekuatan struktur. Karena itu, penelitian tugas akhir ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh scouring terhadap struktur tripod jacket platform. Analisis awal dilakukan untuk mengetahui maksimum kedalaman scouring yang dapat diterima struktur serta integritas struktur karena pengaruh scouring. Salah satu luaran yang dihasilkan pada analisis tersebut adalah sambungan kritis yang nantinya akan digunakan dalam analisis distribusi tegangan. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, didapatkan maksimum kedalaman scouring agar struktur tetap layak beroperasi berada pada kedalaman 2,4 m. Member kritis terjadi pada member 130-202L dengan Unity Check (UC) 0,997 dan sambungan kritis terjadi pada joint 203L dengan besar UC 0,536 pada maksimum kedalaman scouring. Nilai Safety Factor pada masing-masing pile sudah melebihi 1,5. Tegangan maksimum sambungan kritis berlokasi pada daerah saddle dengan kondisi non scouring bernilai 205,51 Mpa dan kondisi max scouring bernilai 213,81 Mpa. Karena itu, struktur dikatakan masih layak beroperasi untuk 20 tahun ke depan saat mengalami scouring dengan maksimum kedalaman 2,4 meter.
Analisis Dinamis dan Kekuatan pada Fase Instalasi Struktur Well Jumper Kurniawan, Ilham; Prastianto, Rudi Walujo; Murdjito, Murdjito; Rachmadiarto, Fajar
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 2 (2024): IN PRESS (Artikel masih bisa bertambah)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i2.147376

Abstract

Untuk menyalurkan gas alam dari sumur bawah laut menuju processing platform diperlukan pipa penyalur antara x-mas tree dan PLEM, yaitu pipa well jumper. Proses instalasi Well jumper sangat berisiko, karena bentuknya yang panjang dan sangat langsing sehingga cukup lentur. Penanganan yang tidak tepat bahkan bisa menyebabkan kegagalan pada pipanya. Penelitian ini menganalisis secara dinamis kekuatan struktur saat fase penurunan well jumper dengan simulasi numerik menggunakan software. Selama proses instalasi analisis dilakukan pada tiga kondisi: saat di udara (in air), fase di splash zone, hingga tenggelam (submerged). Pada tiap fase diidentifikasi tension dan lokasi kritis tegangan pada struktur untuk beberapa arah (heading) pembebanan. Hasil analisis menunjukkan tension terbesar pada sling terjadi pada saat kondisi in air dan akan berkurang saat memasuki splash zone, dan semakin berkurang ketika sudah tenggelam 100%. Hal ini akibat efek gaya apung dari struktur tersebut. Meskipun tension sling terbesar terjadi pada kondisi in air, tegangan terbesar pada struktur justru terjadi pada saat di splash zone. UC (unity check) terbesar terjadi pada lifting point (LS 3) pada saat kondisi sebesar 0,25 dan meningkat menjadi 0,286 pada saat di splash zone. Bearing stress dan shear stress yang terjadi pada padeye (LS 3) masih dalam kondisi aman, dengan stress ratio sebesar 0,1 dan 0,15.
Identifikasi Faktor Penentu Kesuksesan dan Hambatan pada Program Inkubasi Nirlaba untuk Early-Stage Startup Digital di Indonesia Sucipto, Hadi; Dinariyana, A.A.B.
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 2 (2024): IN PRESS (Artikel masih bisa bertambah)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i2.152099

Abstract

Seiring dengan perkembangan teknologi, startup digital yang berada pada tahap Early-Stage memerlukan pembekalan dan pembinaan untuk memperkuat pondasi bisnis mereka. Salah satu lembaga yang dapat memberi wadah bagi Early-Stage startup digital untuk berkembang adalah inkubator nirlaba. Paper ini mengulas studi literatur terhadap 86 referensi untuk memetakan faktor penentu keberhasilan dan hambatan yang dialami oleh inkubator nirlaba dalam pembinaan startup digital. Terdapat 12 faktor penentu keberhasilan dan 10 faktor penghambat inkubator nirlaba yang perlu dinilai relevansinya dalam konteks di Indonesia. Berdasarkan penilaian expert inkubator nirlaba di Indonesia, maka 3 (tiga) faktor prioritas penentu keberhasilan adalah komposisi dan ukuran tim startup (relevansi 100,00%, ranking 1), kebijakan dan regulasi SAINTEK (relevansi 93,33%, ranking 2), dan profil dan rekam jejak startup (relevansi 86,67%, ranking 3). Sedangkan, pada variabel faktor penghambat utama, terdiri dari kondisi tren pasar yang tidak menentu (relevansi 86,67%), kompetensi manajemen rendah (relevansi 86,67%), dan rendahnya pengalaman founders startup (relevansi 86,67%). Dengan mengetahui adanya faktor penentu keberhasilan dan penghambat, maka inkubator nirlaba di Indonesia dapat fokus mempertimbangkan faktor-faktor tersebut agar program inkubasi dapat berjalan efektif.