cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sains dan Seni ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 119 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2019)" : 119 Documents clear
Konsep Desain Stasiun Besar Kota Bogor dengan Pendekatan Kontekstual Muhamad Himawan Luthfillah; Bambang Soemardiono
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.048 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v8i2.49515

Abstract

Arsitektur kontekstual digunakan sebagai salah satu cara menciptakan dan menjaga keselarasan dengan lingkungan sekitarnya. Pembahasan arsitektur kontekstual erat kaitanya dengan kodisi fisik lingkungan sehingga selalu dihubungkan dengan kegiatan konservasi dan preservasi karena berusaha mempertahankan bangunan lama khususnya yang bernilai historis. Kemudian membuat koneksi dengan bangunan baru untuk menciptakan hubungan simpatik yang akan menghasilkan kontinuitas visual. Pembahasan konteks berfokus pada stasiun lama Kota Bogor yang memiliki nilai historis yang besar sebagai salah satu bangunan cagar budaya. Pada Pembahasan ini digunakan kriteria dan konsep untuk mencapai keselarasan antara stasiun baru dengan karakteristik lingkungan sekitarnya berdasarkan teori yang ada. Sehingga dihasilkan bahwa stasiun yang baru memiliki kepaduan yang selaras dengan dengan mengintepretasi unsur detail ornamen, bentuk simetris, proporsi bangunan, skala, dan pola desain bangunan stasiun lama. Maka meskipun kedua massa memiliki bentuk yang berbeda, tapi keselarasan bahasa ini dapat menimbulkan kompabilitas dan keterhubungan antara stasiun lama dan baru.
Variety Concept in Designing A Trading Area (Case Study: Dauh Puri Kangin, Denpasar City, Indonesia) Putu Bulan Ratna Anggraeni; Purwanita Setijanti; Asri Dinapradipta
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1515.025 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v8i2.49738

Abstract

Variety is the extent to which design can give a choice of activities, types of users, functions, and meanings that occur in an environment. Feasibility of variety is fundamental in supporting the design quality of the trading area, especially in regions that have priority in developing the trading area, such as in Denpasar City. The economy of Denpasar City depends mostly on the trading sector. However, Dauh Puri Kangin, as the trade center area in the city, still has physical and non-physical problems and has not been well developed.  In getting a solution, this place needs research to find design criteria that can increase environmental variety. The study used cognitive mapping methods for data collection and qualitative assessment techniques for analysis methods. The analysis process results in the conditions of the problem and the potential related to variations in the study site. Then, it becomes a consideration in the design criteria of the trading area. From the results of the analysis, the problem that occurs in the corridor facilities is have not been able to accommodate the activities of all types of users, both regular users and users with special needs. Based on the results of the analysis, some considerations for the redesign of the area proposed several design proposals related to architectural design, landscape planning, and pedestrian facilities.
Persepsi Visual dalam Rancangan Pusat Belanja Daring dan Luring Berliani Ghea Ghassani; Collinthia Erwindi
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.632 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v8i2.46404

Abstract

Saat ini Indonesia dihadapkan dengan sebuah fenomena perubahan kebutuhan masyarakat dalam berbelanja, yang dulunya berbelanja secara luring (offline), perlahan-lahan mulai beralih menjadi berbelanja secara daring (online). Hal ini akan berdampak, juga menjadi tuntutan pada rancangan sebuah obyek pusat perbelanjaan/mall. Karena sesuai namanya, yang merupakan tempat perbelanjaan, sehingga fasilitas-fasilitas didalammnya harus menunjang para pengunjungnya agar tertarik untuk berbelanja. Persepsi Visual merupakan salah satu upaya yang selalu dijadikan hal utama untuk menarik perhatian pengunjung. Karena visual merupakan indera manusia yang paling sering digunakan dengan baik. Sehingga memunculkan persepsi memalui hal-hal yang berhubungan dengan visual akan memudahkan terciptanya daya tarik masyarakat dalam hal berbelanja, khususnya berbelanja pakaian.  Dalam obyek rancangan ini, pusat perbelanjaan yang dirancang, menggabungkan antara aktivitas berbelannja daring (online) dan luring (offline), dimana dalam elemen-elemen desain rancangan ini sangat memperhatikan dan menggunakan sebuah pendekatan persepsi visual.
Arsitektur Biomimikri untuk Perawatan Paliatif: Griya Alzheimer Alia Ghinantatia Thahir; Purwanita Setijanti
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.596 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v8i2.46964

Abstract

Arsitektur Biomimikri dapat dijadikan acuan konsep dalam perancangan fasilitas perawatan penyakit Alzheimer, yaitu penyakit paliatif karena terjadinya kerusakan jaringan otak dan menyebabkan degradasi fungsi tubuh serta perubahan perilaku. Arsitektur Biomimikri mampu memberikan pengaruh penting pada perilaku. Strategi alam dapat diadopsi dalam menciptakan lingkungan positif yang dapat dipersepsi oleh penderita Alzheimer. Dengan segala perubahan perilaku penderita, lingkungan yang positif akan membantu memperlambat penyakit Alzheimer dan menstimuli psikologis penderita. Model biomimikri yang diambil yaitu Otak Penderita Alzheimer, dimana otak memiliki struktur kompleks yang sangat tertata dan dapat beradaptasi dengan cepat walaupun telah mengalami beberapa perubahan. Aspek – aspek dari otak diadopsi pada konsep perancangan fasilitas perawatan ini, yaitu Griya Alzheimer. Dari perancangan Griya Alzheimer ini, diharapkan objek rancang mampu meningkatkan kualitas hidup pengguna dan mempermudah pengguna untuk beradaptasi dengan perubahan perilakunya dalam melakukan aktivitas sehari-hari dengan memberikan berbagbeai terapi, fasilitas penunjang, dan konsep perancangan yang dapat menciptakan kenyamanan dan aktivitas berinteraksi penghuni.
Minimizing Dust in Low Rise Housing Design Through Surface: A Literature Review Rizka Tiara Maharani; Sri Nastiti Nugrahani Ekasiwi; Franciscus Teddy Badai Samodra
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.169 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v8i2.49733

Abstract

The existence of dust in a building environment can cause many problems for those who continually exposed, especially for residential housing which is located near the industrial area. There are so many kinds of dust included PM10 in which it can make upper respiratory tract infection. So, it needs a treatment process for reducing the dust intensity, one of the ways is through exploring the surface. In this paper highlighted about literature review for knowing the element surfaces that related to the way for reducing dust. Therefore, in this stage is needed for searching the surface elements that can be used in the next design process. The result of this review is the selection of building shape can help in controlling dust spread such as in courtyard typology. After that, it should consider with tilt angle of the surface in order to dust cannot be trapped and the position of surface from the direction of wind. The surface should have a minimum opening regarding to standard so that the view should face to the area where is not exposed by dust and air exchange can use shaft ventilation or hidden gap in the wall for helping to air flow.
Pengembangan Budaya Surabaya Melalui Pendekatan Sense Manusia Henriansah Wahyu Utomo; Rabbani Kharismawan
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1515.231 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v8i2.47856

Abstract

Kemajuan teknologi yang semakin berkembang di jaman globalisasi saat ini dapat mengakibatkan dampak positif dan juga negatif bagi kebudayaan di sebuah daerah. Pada saat ini muncul berbagai macam kebudayaan baru yang dihasilkan oleh jaman globalisasi. Dengan seiring jalannya waktu, budaya lama tetap ada dan beralih pada budaya baru, sehingga kurangnya minat dan keinginan untuk melestarikan budaya lama dan beralih pada budaya baru. Kebudayaan lama yang kental sering dilakukan pada masa lalu kini seakan menghilang dan berkurangnya minat pada budaya tersebut. Seharusnya kebudayaan lama tetap dilestarikan dan kebudayaan baru dapat tetap dilakukan. Terdapat banyak kebudayaan baru yang muncul, sebagai contohnya olahraga. Sehingga olahraga sangat populer dikalangan remaja dan tidak tertarik dengan kebudayaan lama. Dibutuhkan sebuah respon arsitektur yang dapat mewadahi kebudayaan lama dan kebudayaan baru di satu area, sehingga budaya lama dan masa kini tetap dilakukan dan dikembangkan. Metode trans-programming diterapkan untuk meningkatkan kualitas dan minat budaya lama. Dengan menggunakan pendekatan architecture and the sense, pengunjung dapat merekam kejadian, suasana dan aktivitas yang terjadi pada objek rancang. Sehingga pengunjung juga secara sadar atau tidak sadar dapat belajar budaya secara langsung.
Pendekatan Biofilik untuk Mengurangi Faktor Lingkungan Pemicu Asma pada Apartemen Hana Muthiara Sari; Asri Dinapradipta
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.619 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v8i2.47895

Abstract

Kini banyak muncul fenomena Sick Building Syndrome (SBS), sebuah kondisi medis di mana seseorang mengalami gejala penyakit atau perasaan tidak nyaman/sehat disebabkan oleh lingkungan dalam bangunan ia berada. Salah satu gejala dari SBS yang sering dijumpai yaitu asma. Asma adalah penyempitan saluran pernapasan yang dapat menyebabkan penurunan produktivitas dan  kualitas hidup bagi penderitanya. Faktor lingkungan penyebab asma pada apartemen dari segi fisik yaitu kualitas udara yang buruk karena polutan dan debu serta ventilasi dan paparan sinar matahari yang kurang. Sedangkan dari segi psikis yaitu dimensi ruang, pencahayaan alami, dan outdoor & communal space yang kurang yang menyebabkan stres. Untuk itu digunakan pendekatan biofilik yang dapat meningkatkan health & well-being penghuni apartemen dengan menghadirkan unsur alam pada apartemen. Penerapan biofilik dalam desain berupa sirkulasi terpusat, transitional space, green façade, cross ventilation, tipe hunian dupleks, dan interior dari objek rancang.
Pendekatan Critical Regionalism pada Bangunan Kantor Sewa Tahani Bamazroek; Endy Yudho Prasetyo
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.622 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v8i2.47913

Abstract

Revolusi industri kedua memunculkan era modernisme. Era modernisme mengantarkan arsitektur pada arsitektur yang generik atau international style. Kritik terhadap arsitektur modern yang dipopulerkan oleh Charles Jencks dengan nama post-modernism tidak membawa kita lari dari international style. Hal ini mengakibatkan mulai hilangnya sebuah identitas dari arsitektur atau “notopia”. Notopia pertama kali dikenalkan oleh The Architectural Review. Notopia adalah hilangnya identitas dan semangat budaya akibat munculnya fenomena arsitektur generik secara global. Untuk melepaskan diri dari belenggu arsitektur generik yang tiada hentinya dapat dilakukan dengan pendekatan critical regionalism. Critical regionalism merupakan sebuah pendekatan yang membawa kembali unsur lokal dan budaya ke dalam arsitektur tanpa menutup mata pada perkembangan zaman dan teknologi. Dua hal tersebut menjadi strategi desain yang kemudian dihibridisasi untuk menghasilkan rancangan bangunan kantor sewa di Indonesia.
Narasi sebagai Penyampaian Proses Secara Atraktif pada Penyadaran Potensi Diri Fadel Dzahabi; Andy Mappa Jaya
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.333 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v8i2.47970

Abstract

Manusia terlahir dengan beragam potensi. Permasalahannya, potensi tersebut tertutup oleh lingkungan sosial yang mempersulit individu meraih impiannya. Untuk membukanya, perlu mengetahui kode/makna tertentu. Dalam membuka diri untuk potensi diri membutuhkan pengalaman dan interaksi.   Penyelesaian berupa pemberian pengalaman untuk pembelajaran individu dengan penciptaaan nuansa sebagai bahan untuk berinteraksi dengan saling membuka diri agar menyadari potensi dirinya, berdasarkan prinsip membuka potensi diri dari segi terluar (Ditunjukkan bentuk kesulitan dalam meraih potensi diri) hingga segi terdalam (impian, harapan, dan tujuan meraih potensi diri). Pada arsitektur diwakili dengan fasilitas ruang, nuansa, hingga ruang ditata dengan irama, naik turun, ruang luas dan sempit, beruap, jalanan tidak rata, dsb. Dengan narasi dan pemaknaan, penyampaian proses memiliki nilai atraktif pada pengunjung dan akan memiliki keinginan bereksplorasi sambil membuka potensi diri. Ruang yang dihadirkan berupa visualisasi kebingungan diri, ruang kontemplasi, ruang harapan, ruang keseimbangan, pengembangan diri, ruang konsultasi, dan family gathering. Dengan mengenali potensi diri, manusia dapat berkompetensi dengan baik.
Penerapan Konsep Material Lightweight pada Desain Amphibious House Salsabila Adelia Putri; Wahyu Setyawan
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v8i2.48692

Abstract

Kota Pekalongan merupakan salah satu kota yang terkena bencana banjir rob setiap tahunnya. Banjir rob sendiri dalam setahun bisa melanda beberapa kali. Salah satu wilayah yang paling parah terkena dampak banjir rob ini adalah daerah pesisir Pantai Sari Pekalongan. Banjir yang merendam rumah warga menjadikan rumah cepat rusak dan permukiman warga pun menjadi terkesan kumuh, karena banyaknya rumah yang rusak dan lingkungan yang menjadi kotor akibat genangan air banjir. Dengan isu banjir yang melanda permukiman, maka warga membutuhkan solusi bagi permukiman agar bisa hidup berdampingan dengan banjir. Dilakukan redesain pada wilayah permukiman warga, dimana dibuat sistem baru untuk bangunan rumah untuk menghadapi banjir. Metode yang digunakan adalah force-based framework, dimana banjir sebagai penggerak utama dalam menentukan tujuan desain, dan konsep yang keluar pun merespon adanya banjir rob dan juga lingkungan sekitar, berupa desain unit rumah dengan material lightweight. Bangunan juga menggunakan sistem amfibi yang dikombinasikan dengan sistem modular dan memperhatikan material-material yang ramah lingkungan dan ringan agar mudah terapung.

Page 11 of 12 | Total Record : 119