Articles
2,279 Documents
PEMODELAN JUMLAH KASUS HIV DAN AIDS DI KOTA SURABAYA MENGGUNAKAN BIVARIATE GENERALIZED POISSON REGRESSION
Suprianto Simanjuntak;
Purhadi Purhadi
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (306.713 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.24975
HIV dan AIDS merupakan penyakit yang menjadi perhatian di Indonesia, jumlah kasus HIV dan AIDS sejak 1987 sampai 2014 menunjukkan bahwa Provinsi Jawa Timur berada pada urutan ke dua dengan jumlah kasus HIV dan AIDS tertinggi di Indonesia. Kota Surabaya merupakan kota yang memliki jumlah kasus baru HIV dan AIDS terbanyak di Provinsi Jawa Timur. Jumlah kasus HIV di Kota Surabaya memiliki hubungan linier dengan jumlah kasus AIDS, sehingga disebut bivariate. Kedua jumlah tersebut termasuk variabel random yang memiliki varians lebih besar dari nilai rata-ratanya. Ukuran ini disebut overdispersi. Oleh karenanya, kedua variabel tersebut tidak dapat didekati dengan distribusi Poisson yang memiliki nilai varians dan rata-rata yang sama. Pendekatan distribusi lain yang memungkinkan yaitu bivariate generalized Poisson. Dalam rangka mengidentifikasi variabel-variabel prediktor yang berpengaruh signifikan terhadap jumlah kasus HIV dan AIDS, analisis regresi yang diterapkan juga disesuaikan dengan distribusi variabel-variabel respon. Meng-aplikasikan bivariate generalized Poisson regression, berdasarkan hasil analisis, diperoleh simpulan bahwa faktor yang berpengaruh signifikan terhadap jumlah kasus HIV adalah persentase penduduk pengguna kondom, persentase penduduk yang tamat SMA, persentase penduduk kelompok umur 25-29 tahun dan persentase kegiatan penyuluhan kesehatan masyarakat. Faktor yang berpengaruh signifikan terhadap jumlah kasus AIDS adalah persentase penduduk yang memiliki jaminan kesehatan masyarakat miskin. Model terbaik yang diperoleh adalah model yang melibatkan semua variabel prediktor dengan nilai AIC sebesar 220,038.
Estimasi Value at Risk dalam Investasi Saham Subsektor Perbankan di Bursa Efek Indonesia dengan Pendekatan Extreme Value Theory
Salisa Minchatur Rohmah;
Agus Suharsono
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (209.859 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.24983
Investasi di pasar modal merupakan salah satu cara alternatif untuk meningkatkan aset sebesar-besarnya di masa mendatang dengan risiko tertentu. Salah satu aset financial yang banyak diminati adalah investasi dalam bentuk saham. Pengukuran risiko merupakan hal yang sangat penting berkaitan dengan investasi dana yang cukup besar. Dalam berinvestasi, investor diharapkan mampu mengestimasi tingkat risiko sebelum melakukan investasi. Oleh karena itu diperlukan penelitian untuk menghitung tingkat risiko pada bidang keuangan. Metode yang digunakan dalam menghitung risiko yaitu metode Value at Risk (VaR). Namun pada kenyataannya, data terkait bidang keuangan sering kali mengandung nilai-nilai ekstrem, sehingga diperlukan analisis lebih lanjut untuk mengatasi hal tersebut, yaitu dengan metode Extreme Value Theory (EVT). Pada penelitian ini, perhitungan tingkat risiko dilakukan dengan dua pendekatan EVT yaitu Block Maxima (BM) dan Peaks Over Threshold (POT). Diperoleh hasil tingkat risiko yang dihasilkan oleh metode BM lebih besar dibanding tingkat risiko dari POT. Namun hasil backtesting menyatakan bahwa metode POT lebih akurat dibanding metode BM.
Pemodelan Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tingkat Pengangguran Terbuka di Provinsi Jawa Timur Tahun 2015 Menggunakan Regresi Spasial
Ida Puspita Ningtias;
Santi Puteri Rahayu
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (279.554 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.24984
Pada penelitian ini, regresi spasial digunakan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pengangguran terbuka di Provinsi Jawa Timur tahun 2015. Aspek spasial diduga sebagai salah satu faktor yang berpengaruh terhadap tingkat pengangguran terbuka. Pengangguran terbuka terjadi karena jumlah penduduk meningkat sehingga menyebabkan jumlah angkatan kerja meningkat namun jumlah penduduk yang bekerja tidak meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan karakteristik faktor-faktor yang diduga mempengaruhi tingkat pengangguran terbuka di Provinsi Jawa Timur kemudian dilanjutkan dengan pemodelan menggunakan regresi spasial. Data yang digunakan bersumber dari website Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur serta publikasi Keadaan Angkatan Kerja di Jawa Timur Agustus 2015. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, tingkat pengangguran terbuka pada kabupaten dan kota terhadap kategori tinggi memusat di Provinsi Jawa Timur sebelah timur laut sedangkan untuk kategori sedang dan rendah tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Timur. Hasil pemodelan regresi spasial diperoleh spatial error model menggunakan bobot rook contiguity merupakan model terbaik sebab memiliki nilai AIC paling rendah diantara multiple linier regression dan spatial autoregressive model. Variabel yang signifikan berpengaruh terhadap spatial error model adalah persentase penduduk miskin serta distribusi PDRB atas dasar harga berlaku menurut lapangan usaha jasa lainnya. Kabupaten Gresik dan Kabupaten Sidoarjo merupakan dua kabupaten yang paling mempengaruhi spatial error model Kota Surabaya dimana kota ini sebagai ibukota Provinsi Jawa Timur.
Pemodelan PDRB Di Indonesia Menggunakan Pendekatan Regresi Nonparametrik Spline
Puspita Khanela;
Madu Ratna;
I Nyoman Budiantara
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (176.931 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.24985
Pertumbuhan ekonomi pada tahun 2015 mengalami perlambatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya, penyebab perlambatan ekonomi terlihat dari berbagai sisi yaitu sisi pengeluaran pada konsumsi rumah tangga dan konsumsi pemerintah. Pertumbuhan ekonomi adalah suatu kondisi dimana terjadi peningkatan suatu produk domestik bruto, pertumbuhan ekonomi suatu daerah dikatakan meningkat apabila terjadi kenaikan Produk Domestik Regional Bruto. Faktor yang diduga mempengaruhi PDRB sebagai indikator laju pertumbuhan ekonomi yaitu TPAK, Penanaman Modal Asing, Realisasi Belanja Modal dan Realisasi Belanja Pegawai. Faktor yang berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia diindikasikan tidak adanya jaminan yang menunjukan adanya pengaruh salah satu faktor dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi ataupun sebaliknya sehingga penelitian ini dapat dilakukan menggunakan analisis pendekatan Regresi Nonparametrik Spline. Setelah dilakukan analisis didapatkan bahwa model terbaik menggunakan kombinasi knot 2-3-2-3 memenuhi asumsi IIDN dan diapatkan R2 sebesar 99,207%.
Pemodelan Angka Buta Huruf di Kabupaten/Kota se-Jawa Timur dengan Metode Geographically Weighted t Regression
Nindya Kemala Astuti;
Purhadi Purhadi;
Shofi Andari
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (482.367 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.25005
Pendidikan merupakan suatu elemen yang sangat penting dalam perkembangan suatu bangsa. Beberapa upaya yang dilakukan pemerintah dalam hal pendidikan dimaksudkan agar dapat memberantas buta huruf atau buta aksara. Indikator yang digunakan untuk mengukur tingkat buta huruf adalah Angka Buta Huruf. Namun rata-rata angka buta huruf di Indonesia masih tergolong tinggi (4,27%). Pengukuran angka buta huruf merupakan nilai yang kontinu dan berdistribusi t. Penelitian ini menggunakan metode regresi t untuk menyesuaikan distribusi variabel responnya. Mempertimbangkan adanya aspek spasial yang muncul pada data, perlu dilakukan modifikasi pada pemodelan regrei t, yaitu dengan menerapkan pembobot spasial. Oleh karena itu, metode regresi yang diusulkan dalam penelitian ini yaitu model regresi terboboti atau GWtR. Variabel yang signifikan pada pemodelan regresi t merupakan angka partisipasi murni tingkat SD, rasio murid-guru, tingkat pengangguran terbuka, persentase penduduk miskin dan persentase balita gizi buruk. Sedangkan variabel yang signifikan pada pemodelan GWtR adalah angka partisipasi murni tingkat SD, rasio murid-guru, tingkat pengangguran terbuka dan persentase penduduk miskin. Perbandingan kebaikan kedua model menunjukkan bahwa metode terbaik untuk memodelkan angka buta huruf di kabupaten/kota se-Jawa Timur adalah GWtR.
Analisis Kecenderungan Zona Nilai Tanah di Wilayah Surabaya Menggunakan Multiple Correspondence Analysis
Desy Ariyanti;
Agus Suharsono
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (215.496 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.25046
Kota Surabaya memiliki jumlah penduduk yang terus menigkat setiap tahunnya. Sedangkan ketersediaan lahan di Surabaya tidak sebanding dengan pertambahan jumlah penduduk. Hal ini mengakibatkan kebutuhan akan lahan tanah sebagai tempat tinggal akan meningkat sehingga harga tanah akan semakin tinggi. BPN sebagai lembaga pemerintah yang bertugas di bidang pertanahan menetapkan Zona Nilai Tanah (ZNT) sebagai acuan dalam penentuan harga tanah di wilayah Kota Surabaya. Penentuan ZNT didasarkan pada harga pasar tanah di wilayah tertentu. Selain itu harga tanah juga dipengaruhi oleh wilayah dan tersedianya fasilitas umum. Untuk mengetahui kecenderungan variabel ZNT, banyaknya fasilitas umum dan pembagian wilayah di Kota Surabaya dilakukan penelitian dengan menggunakan analisis kecenderungan dua / lebih variabel kategori dengan menggunakan Multiple Correspondence Analysis (MCA). Dalam analisis ini didapatkan bahwa ZNT memiliki hubungan saling ketergantungan dengan fasilitas umum dan pembagian wilayah. Dalam analisis ini didapatkan bahwa ZNT memiliki kedekatan dengan fasilitas umum dan pembagian wilayah. Hasil MCA menunjukkan terbentuk kelompok-kelompok yang memiliki tingkat kecenderungan yang tinggi yaitu wilayah Surabaya Barat berada di ZNT3 dengan banyaknya fasilitas umum lebih dari 15 unit. Wilayah Surabaya Timur memiliki kecenderungan pada ZNT 2. Sedangkan Surabaya Selatan cenderung pada ZNT 4 dengan jumlah fasilitan umum antara 3 hingga 15 unit.
Identifikasi Risiko Green Supply Chain Management di PT Petrokimia Gresik
Senja Azari;
Imam Baihaqi;
B. W. Bramanti
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (137.1 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v7i1.28447
Supply chain management (SCM) merupakan hal yang penting dikarenakan melibatkan semua elemen yang berpartisipasi. Gangguan atau risiko dalam SCM akan berdampak negatif dalam jangka panjang terhadap kinerja perusahaan. PT Petrokimia Gresik, merupakan perusahaan milik negara yang sadar akan tanggung jawab moral dan sosial terhadap lingkungan dalam aktivitas bisnis mereka yang diwujudkan dalam upaya pengelolaan proses bisnis yang lebih ramah lingkungan. Risiko-risiko yang muncul dalam keseluruhan proses bisnis secara berkelanjutan dapat diminimalisir dengan melakukan identifikasi risiko khususnya yang mempertimbangkan aspek lingkungan di dalam manajemen rantai pasok (green supply chain management). Hasil dari penelitian ini teridentifikasi sebanyak 70 risiko dan 78 agen risiko.
Analisis Business Model Canvas Pada Operator Jasa Online Ride-Sharing (Studi Kasus Uber di Indonesia)
Mathias Rainaldo;
Berto Mulia Wibawa;
Yani Rahmawati
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (224.962 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.25277
Model bisnis merupakan metode yang membantu perusahaan untuk bercerita mengenai kondisi internal perusahaan. Melalui Business Model Canvas, perusahaan dapat menampilkan secara sederhana namun menyeluruh terhadap sembilan komponen esensial dari bisnis. Sehingga metode ini dapat digunakan untuk menganalisis model bisnis perusahaan kelas dunia seperti Uber. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model bisnis dari Uber menggunakan analisis Business Model Canvas. Data didapatkan dari hasil wawancara terhadap 15 mitra pengemudi Uber di Kota Surabaya dan hasil studi literatur pendukung. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah Uber mendapatkan keuntungannya dari pembagian keuntungan dengan perusahaan mitra, pembagian keuntungan dengan mitra pengemudi, keuntungan dari kartu kredit, serta keuntungan dari Google/Apple atas unduhan aplikasi.
ANALISIS SIKAP, NORMA SUBJEKTIF, DAN NIAT BELI PRODUK KOSMETIK HALAL PADA KONSUMEN MUSLIMAH DI SURABAYA
Agnesya Balques;
Bustanul Arifin Noer;
Varah Nuzulfah
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (174.584 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.25472
Pasar industri kosmetik di Indonesia bertumbuh secara positif setiap tahunnya. Hal ini sejalan dengan pertumbuhan industri kosmetik halal dengan rata-rata pertumbuhan 10% pada tahun 2015–2020. Fenomena tersebut membuat perusahaan kosmetik berlomba-lomba untuk memberikan label halal pada produknya tak terkecuali perusahaan kosmetik multinasional. Perusahaan tidak dapat bergantung hanya pada kehalalan produknya jika ingin bersaing dan bertahan dalam industri kosmetik halal. Perusahaan perlu mengetahui lebih jauh faktor apa saja yang dapat mempengaruhi niat beli produk kosmetik halal agar dapat memenangkan persaingan sehingga, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh halal awareness, religiosity, sertifikasi halal, dan pemasaran halal terhadap sikap konsumen serta pengaruh norma subjektif dan sikap terhadap niat beli produk kosmetik halal. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif-konklusif multiple cross- sectional design, serta teknik pengambilan sampel menggunakan convinience sampling. Penyebaran kuesioner dilakukan dengan menggunakan metode online dan offline kepada 273 wanita karir beragama Muslim berusia 21 – 50 tahun yang merupakan pengguna aktif kosmetik di Surabaya. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan Structural Equation Modeling (SEM) untuk menguji hipotesis. Temuan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh signifikan antara halal awareness, religiosity, sertifikasi halal, dan pemasaran halal terhadap sikap serta norma subjektif dan sikap berpengaruh signifikan terhadap niat beli produk kosmetik halal. Implikasi manajerial dapat diaplikasikan oleh perusahaan kosmetik halal untuk membentuk sikap positif dan meningkatkan pendapatan perusahaan.
PENGEMBANGAN PRODUK PADA YOUTH SEGMENT DI PT TELEKOMUNIKASI SELULAR INDONESIA
Farah Rusyda Santoso;
Imam Baihaqi
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (362.769 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.25476
Youth segment merupakan segment potensial di Indonesia, dimana penggunanya meningkat setiap tahunnya dan persebaran penduduk Indonesia didominasi oleh youth segment. Karena itu penyedia jasa layanan telepon seluler berkompetisi untuk akusisi youth segment. PT Telekomunikasi Selular memiliki brand baru yang digunakan untuk mengakusisi youth segment. Namun brand tersebut belum mampu menjawab keinginan konsumen dilihat dari jumlah market share yang masih sangat kecil. Untuk itu diperlukan pengembangan produk yang sesuai dengan keinginan konsumen agar PT Telekomunikasi Selular berhasil dalam mengakusisi youth segment. Penelitian ini bertujuan untuk mendefinisikan produk PT Telekomunikasi Selular yang sesuai dengan youth segment. Selain itu penelitian ini juga mengidentifikasi keinginan konsumen youth segment pada penggunaan telepon seluler. Penelitian ini berbentuk studi kasus kualitatif dengan menggunakan Value Proposition Design, House of Quality, dan Business Model Canvas. Data didapatkan dengan cara in-depth interview, focused group discussion, kuesioner, wawancara dan pencarian literatur pendukung. Populasi yang dipilih adalah pelajar SMP, SMA dan S1 di Indonesia atau pria maupun wanita dengan rentang usia 13-24 tahun. Adapun penelitian ini berhasil mengidentifikasi perilaku konsumen dan kebutuhan youth segment dalam menggunakan telepon seluler, dimana kegiatan utama konsumen adalah chat, email, video call, voice call secara online dan keinginan utama konsumen adalah internet cepat, kualitas sinyal bagus dan harga yang murah. Hal yang mengganggu konsumen adalah internet lambat dan harga yang mahal, dan sinyal tidak stabil. Dari analisis tersebut didapatkan bahwa konsep produk LOOP baru berfokus pada kuota yang besar dengan pendekatan komunitas.