cover
Contact Name
Fitri Rahmasari
Contact Email
frahmasari5@gmail.com
Phone
+6282370518284
Journal Mail Official
perpustakaanstikesdarusalam@gmail.com
Editorial Address
Jalan Sultan Iskandar Muda No.24f, Kota Lhokseumawe
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Darussalam Indonesian Journal of Nursing and Midwifery
ISSN : 28281837     EISSN : 28281292     DOI : -
Core Subject : Health,
Darussalam Indonesian Journal of Nursing and Midwifery (DIJ) publishes articles that are the results of research, case studies, results of literature studies, scientific concepts, innovative and up-to-date knowledge and technology in the scope of nursing and midwifery.
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 2 (2024): September" : 15 Documents clear
Hubungan Personal Hygiene Dengan Penyakit Kulit Pada Santri di Pesantren Baitul Yatama Al-Qadri Rika Rahmatillah; Murniati; Nurliah
Indonesia Vol 6 No 2 (2024): September
Publisher : STIKes Darussalam Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit kulit merupakan peradangan kulit pada lapisan epidermis dan dermis sebagai respon terhadap faktor alergi, bakteri, ataupun jamur.Masalah-masalah kulit yang umum ditemukan diantaranya kulit kering, tekstur kasar, bersisik pada area tangan, kaki, atau wajah, ruam kulit, dermatitik kontak atau inflamasi kulit dan abrasi atau hilangnya lapisan epidermis.Timbulnya penyakit kulit dapat dipengaruhi oleh perilaku seseorang dengan faktor-faktor tertentu seperti sikap dan pengetahuan terhadap kebersihan diri yang masih kurang Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan personal hygiene dengan penyakit kulit pada santri dipesantren Baitul Yatama Al-Qadri Kecamatan Nisam Kabupaten Aceh Utara. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian analitik dengan desain cross sectional.Populasi dalam penelitian ini adalah santri dipesantren Baitul Yatama Al-Qadri dengan jumlah populasi 327 orang.Tehnik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan tehnik simple random sampling berjumlah 73 orang. Data dikumpulkan dengan cara penyebaran kuisioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar santri memiliki personal hygiene yang baik sebanyak 38 santri (52,0%), dan yang mengalami kejadian penyakit kulit sebanyak 36 santri (49,3%). Berdasarkan hasil uji Chi Square menunjukkan bahwa niilai p = 0,000 < α =0,05 maka Ha diterima dan Ho ditolakyang berarti ada hubungan personal hygiene dengan penyakit kulit pada santri dipesantren Baitul Yatama Al-Qadri Kecamatan Nisam Kabupaten Aceh Utara. Santri pondok pesantren diharapkan agar selalu menjaga kebersihan diri dan tidak menggunakan pakaian ataupun handuk secara bergantian.
Hubungan Dukungan Sosial Dengan Kesejahteraan Psikologis Remaja Natasya Fahira; Linda Adriani; Rahmad Maouliansyah
Indonesia Vol 6 No 2 (2024): September
Publisher : STIKes Darussalam Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut World Health Organization (2017) remaja di dunia berjumlah 8% dari populasi dunia (1,2 juta jiwa berusia 10 sampai 19 tahun). Mencatat bahwa jumlah remaja dengan gradasi umur 15-20 tahun di Indonesia berjumlah 22.233.393 jiwa dengan 2,5% remaja tinggal di Panti Asuhan akan terus meningkat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan sosial dengan kesejahteraan psikologis remaja di Panti Asuhan Muhammadiyah Gandapura Kabupaten Bireuen. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan menggunakan metode pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Panti Asuhan Muhammadiyah Gandapura Kabupaten Bireuen pada tanggal 19 sampai dengan 23 September 2022. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh remaja Panti Asuhan Muhammadiyah Gandapura Kabupaten Bireuen yang berjumlah 119 orang teknik total Sampling dengan jumlah sampel 92 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa frekuensi dukungan sosial pada remaja panti asuhan besar kategori tidak baik sebanyak 60 orang (65,2%). Frekuensi kesejahteraan psikologis remaja panti asuhan kategori rendah sebanyak 57 orang (62,0%). Hasil analisa statistic menggunakan chi square test didapatkan ρ value = 0,001 ˂ α = 0,05, maka H0 ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan ada hubungan dukungan sosial dengan kesejahteraan psikologis remaja di Panti Asuhan Muhammadiyah Gandapura Kabupaten Bireuen. Saran diharapkan kepada pengurus panti agar memberikan perhatian lebih yang berupa dukungan serta motivasi agar kesejahteraan psikologis remaja dapat terjaga dengan baik dan mengurangi masaah yang akan terjadi kedepan.
Perbedaan Kemampuan Bersosialisasi Anak Usia Prasekolah Antara Yang Mempunyai Riwayat Paud (Kelompok Bermain) Dan Tanpa Riwayat Paud Mentari; Hernita; Cut Linar
Indonesia Vol 6 No 2 (2024): September
Publisher : STIKes Darussalam Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semakin dini usia anak mengenal pendidikan maka semakin baik proses pertumbuhan dan perkembangan anak. Kematangan bersosialisasi akan sangat terbantu apabila anak berkesempatan mendapatkan pendidikan anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan bersosialisasi pada anak usia prasekolah antara yang mempunyai riwayat PAUD dan tanpa riwayat PAUD. Desain penelitian menggunakan metode comparative study. P opulasi penelitian adalah seluruh anak prasekolah (usia 3-6 tahun) di Desa Ulu Nuwih Kecamatan Bebesen Kabupaten Aceh Tengah. Teknik pengambilan sampel adalah quota sampling, yaitu 40 anak riwayat PAUD dan 40 anak tanpa riwayat PAUD. Penelitian telah dilakukan pada bulan Maret sampai dengan September 2022. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berjumlah 20 pertanyaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan bersosialisasi pada anak yang mempunyai riwayat PAUD sebagian besar mampu yaitu 38 orang (95%) dengan nilai rata-rata 63,45 dan standar deviasi 8,199 dan kemampuan bersosialisasi pada anak tanpa riwayat PAUD sebagian besar tidak mampu yaitu 17 orang (42,5%) dengan nilai rata-rata 51,47 dan standa rdeviasi 6,364. Hasil uji t independen menunjukkan nilai p =0,000 <0,05berarti ada perbedaan kemampuan bersosialisasi pada anak usia prasekolah antara yang mempunyai riwayat PAUD dan tanpa riwayat PAUD di Desa Ulu Nuwih Kecamatan Bebesen Kabupaten Aceh Tengah. Diharapkan bagi orang tua sebaiknya memperbaiki dan meningkatkan pola asuh anak di rumah dengan memberikan stimulasi lebih baik untuk perkembangan kemampuan bersosialisasi anak seperti sering mengajak anak untuk menaati peraturan, ramah dengan orang lain, melatih kerjasama, memberikan contoh menolong dan membantu orang lain, menjaga diri sendiri dan lingkungan, serta menghargai orang lain.
Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi Ibu Nifas Dalam Penggunaan Ramuan Tradisional Tingki Indah Safira; Cut Linar; Zeva Juwita
Indonesia Vol 6 No 2 (2024): September
Publisher : STIKes Darussalam Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Praktek budaya masyarakat dalam pemanfaatan bahan alam atau obat tradisional yang diwariskan secara turun menurun untuk pengobatan termasuk dalam masa nifas. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor - faktor yang mempengaruhi ibu nifas dalam penggunaan ramuan tradisional. Penelitian ini bersifat analitik dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian seluruh ibu nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Pegasing dari bulan Januari s/d Mei 2022 berjumlah 164 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah random sampling sebanyak 62 orang. Penelitian ini dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Pegasing Kecamatan Pegasing Kabupaten Aceh Tengah dari Juli s/d September tahun 2022. Metode pengolahan data menggunakan editing, coding, transfering, tabulating dan cleaning, dengan menggunakan sistem komputersasi dan diolah dengan SPSS versi 26 dan analisa data yang digunakan chi-square. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan faktor umur terhadap penggunaan ramuan tradisional pada ibu nifas (p value 0,306 ≥ α 0,05). Hubungan faktor jarak terhadap penggunaan ramuan tradisional pada ibu nifas (p value 0,013 < α 0,05). Hubungan faktor dukungan keluarga terhadap penggunaan ramuan tradisional pada ibu nifas (p value 0,000 < α 0,05). Hubungan faktor pengetahuan terhadap penggunaan ramuan tradisional pada ibu nifas (p value 0,002 < α 0,05). Dari hasil penelitian diharapkan ibu yang mengkonsumsi ramuan tradisional tetap memperhatikan faktor efek samping dalam mengkonsumsi ramuan tradisional tradisional, serta dianjurkan membaca referensi buku-buku kesehatan mengenai manfaat ramuan tradisonal mencari informasi dari tenaga kesehatan seperti perawat atau bidan desa.
Hubungan Aktivitas Fisik Dengan Kejadian Obesitas Pada Anak Di Wilayah Kerja Puskesmas Peudada Kabupaten Bireuen M Ryzki Ari Munandar; Hernita; Fitrayani
Indonesia Vol 6 No 2 (2024): September
Publisher : STIKes Darussalam Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Obesitas dapat dialami oleh semua golongan usia, maupun jenis kelamin. Kemajuan teknologi memberikan dampak positif dan negatif. Dampak positifnya banyak kegiatan menjadi lebih praktis dan cepat, sedangkan dampak negatifnya manusia menjadi semakin malas untuk bergerak. Berkurangnya aktivitas fisik mangakibatkan penyimpanan energi yang tersimpan dalam jaringan lemak, yang menyebabkan kegemukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis hubungan antara aktivitas fisik dengan obesitas di SD Negeri 1 Peudada Kabupaten Bireuen. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif kuantitatif. Responden adalah pasien aktif di SD Negeri 1 Peudada Kabupaten Bireuen. Jumlah responden sebanyak 59 orang. Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Berdasarkan uji korelasi Indeks Massa Tubuh (IMT) terhadap nilai aktivitas fisik dengan analisis uji Pearson diperoleh p-value 0,000 < 0,05 dan nilai koefisien korelasi r pearson -0,505 yang ini menunjukkan bahwa adanya hubungan yang signifikan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan aktivitas fisik pada pasien aktif di SD Negeri 1 Peudada Kabupaten Bireuen. Sedangkan nilai koefisien korelasi r pearson berkorelasi sedang, dan ditunjukkan dengan tanda negatif (-) yang berarti hubungan yang terjadi bersifat berlawanan arah. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan indeks massa tubuh, dimana semakin rendah aktivitas fisik maka semakin tinggi nilai IMT atau sebaliknya. Saran supaya dapat menjadi pedoman dan acuan bagi keluarga atau pembaca untuk dapat menilik perihal obesitas berdasarkan faktor aktivitas fisik.
Hubungan Stigma Dengan Perilaku Masyarakat Terhadap Penderita Gangguan Jiwa Muhammad Rauzi; Zuheri; Muammar
Indonesia Vol 6 No 2 (2024): September
Publisher : STIKes Darussalam Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prevalensi gangguan jiwa menurut WHO menunjukkan bahwa secara global diperkirakan 350 juta orang mengalami depresi, 60 juta orang menderita gangguan afektif bipolar, 21 juta orang menderita gangguan skizofrenia dan 47,5 juta orang di dunia mengalami demensia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan stigma dengan perilaku masyarakat terhadap penderita gangguan jiwa di Desa Reuleut Timu Kecamatan Muara Batu Kabupaten Aceh Utara. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan cross sectional study. Penelitian ini telah dilaksanakan tanggal 22 Maret 2022 sampai dengan 10 September 2022. Populasi adalah semua kepala keluarga di Desa Reuleut Timu Kecamatan Muara Batu Kabupaten Aceh Utara berjumlah 706 Kepala Keluarga (KK). Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah simple random sampling berjumlah 255 orang. Kuesioner stigma masyarakat yang berjumlah 12 soal valid dan perilaku masyarakat berjumlah 12 soal. Hasil uji univariat diperoleh stigma responden sebagian besar negatif dengan frekuensi 160 orang (62,7%) dan perilaku responden sebagian besar negatif dengan frekuensi 156 orang (61,2%). Hasil analisis bivariat didapatkan nilai ρ (0,000) < α (0,05), sehingga Ha diterima, yang berarti ada hubungan yang signifikan antara hubungan stigma dengan perilaku masyarakat terhadap penderita gangguan jiwa di Desa Reuleut Timu Kecamatan Muara Batu Kabupaten Aceh Utara. Berdasarkan hasil penelitian diharapkan pihak puskesmas dapat memberikan informasi dan pengetahuan seperti penyuluhan tentang gangguan jiwa kepada masyarakat, supaya masyarakat tau bagaimana memperlakukan orang dengan gangguan jiwa dan selalu memperhatikan penderita gangguan jiwa di masa akan datang.
Efektivitas Konsumsi Rutin Beras Merah Terhadap Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Fajarina; Linda Adriani; Mursyid Yahya
Indonesia Vol 6 No 2 (2024): September
Publisher : STIKes Darussalam Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes Mellitus (DM), merupakan suatu masalah kesehatan yang prevalensinya semakin meningkat, mempunyai resiko besar bila terjadi komplikasi serius, dan sering mengakibatkan kematian. DM menjadi perhatian karena termasuk kelompok metabolik dengan karakteristik hiperglikemia (tingginya kadar glukosa darah) yang terjadi salah satunya karena gaya hidup. Salah satu upaya pencegahan yang bisa dilakukan adalah pengaturan pola makan yang baik. Tujuan penelitian untuk mengetahui kadar gula darah kelompok kontrol dan kelompok intervensi sebelum dan sesudah konsumsi rutin beras merah pada pasien diabetes mellitus tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Kuala Kabupaten Bireuen. Desain Penelitian analitik eksperiment dengan pendekatan case cntrol. Teknik pengambilan sampel menggunakan quota sampling, jumlah sampel yang ditentukan sebanyak 10 orang kelompok intervensi dan 10 orang kelompok kontrol. Analisis data dilakukan dengan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Asymp.sig (2-tailed) sebesar 0,001 lebih kecil < nilai probabilitas 0,05 dapat disimpulkan bahwa Ha diterima, berarti ada pengaruh konsumsi rutin beras merah terhadap kadar gula darah pada pasien diabetes mellitus tipe 2 di Puskesmas Kuala Kecamatan Kuala Kabupaten Bireuen. Diharapkan kepada masyarakat khususnya pasien DM untuk dapat mengkonsumsi rutin beras merah sebagai salah satu upaya atau aternatif penurunan kadar gula darah.
Efektivitas Pemberian Pisang Ambon Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Di Desa Matang Sagoe Kecmatan Peusagan Kabupaten Bireuen Maya Sofiana; Muammar; Hamdiana
Indonesia Vol 6 No 2 (2024): September
Publisher : STIKes Darussalam Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan masalah yang ditemukan pada masyarakat baik di negara maju maupun berkembang termasuk Indonesia Prevalensi kejadian hipertensi di Indonesia sebesar 34.1%. Angka ini meningkat cukup tinggi dibandingkan hasil riskesdas tahun 2013 yang menyampaikan kejadian hipertensi berdasarkan hasil pengukurantekanan darah pada masyarakat Indonesia berusia 18 tahun ke atas adalah 25.8%. Tujuan penelitian ini untuk melihat efektivitas pemberian pisang ambon terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi didesa Matang Sagoe Kecmatan Peusagan Kabupaten Bireuen. Desain penelitian yang digunakan adalah preeksperimental design dengan pendekatan case control group. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penderita hipertensi yang ada di desa Matang Sagoe Kecamatan Peusangan,Kabupaten Bireuen sebanyak 69 orang. Waktu penelitian telah dimulai dari tanggal 6 Maret 2022 sampai dengan Agustus 2022. Instrumen penelitian berupa kuesioner. Tehnik pengambilan sampel yaitu dengan cara quota sampling sebanyak 30 orang pretest dan 30 orang postest. Mayoritas memiliki tekanan darah sistol >160-180 sebelum mengkonsumsi pisang ambon seabanyak 15 responden (50%). Mayoritas memiliki tekanan darah sistol 140-160 sebanyak 28 responden (93%) sesudah mengkonsumsi pisang ambon. Dari hasil analisa data menggunakan uji wilcoxon, didapatkan nilai p value (0.000) < α (0,05) maka ha diterima dan ho ditolak. dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada penurunan atau perbedaan tekanan darah sebelum dan sesudah mengkonsumsi pisang ambon. Sebagai bahan masukan kepada responden agar masyarakat dapat secara rutin mengkonsumsi pisang ambon.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Stres Kerja Perawat Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Fauziah Bireuen Jumiati; Cut Nora Fitria; Muhammad Hidayat
Indonesia Vol 6 No 2 (2024): September
Publisher : STIKes Darussalam Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stres di tempat kerja menimbulkan risiko terhadap kesehatan dan keselamatan pekerja jika aktivitas melebihi sumber daya, kemampuan, dan keterampilan bekerja dikerjakan terus-menerus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi stres kerja perawat di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah dr. Fauziah Bireuen. Penelitian ini bersifat deskriptif korelatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat di Ruang Rawat Inap RSUD dr. Fauziah Bireuen berjumlah 344 orang (data Kepegawaian RSUD dr. Fauziah bulan April 2024). Teknik pengambilan sampel adalah stratifie random sampling berjumlah 185 orang. Pengolahan data menggunakan program komputerisasi SPSS versi 2.0. Hasil univariat diperoleh umur perawat sebagian besar pada kategori 26-35 tahun dengan frekuensi 102 orang (55,1%), beban kerja perawat sebagian besar pada kategori berat dengan frekuensi 115 orang (62,2%), shift kerja perawat sebagian besar pada kategori pagi dengan frekuensi 80 orang (43,2%), masa kerja perawat sebagian besar pada kategori > 5 tahun dengan frekuensi 129 orang (69,7%), stres kerja perawat sebagian besar pada kategori sedang dengan frekuensi 90 orang (48,6%). Hasil uji statistik didapatkan ada pengaruh yang signifikan antara umur perawat terhadap stres kerja perawat.Ada pengaruh yang signifikan antara beban kerja terhadap stres kerja perawat. Ada pengaruh yang signifikan antara shift kerja terhadap stres kerja perawat. Ada pengaruh yang signifikan antara masa kerja terhadap stres kerja perawat.Diharapkan dapat menambah informasi tentang beban kerja, shift kerja, masa kerja dan stres kerja perawat sehingga dapat memberikan pelayanan yang baik.
Pengaruh Tingkat Pengetahuan Dan Tingkat Kecemasan Orang Tua Terhadap Kepatuhan Pemberian Imunisasi Pada Anak Dimasa Pendemi Covid-19 Urwatul Wusqa; Linda Adriani; Wulandari
Indonesia Vol 6 No 2 (2024): September
Publisher : STIKes Darussalam Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Imunisasi dasar lengkap (IDL) menjadi salah satu cara meningkatkan kualitas kesehatan anak sebagai asset negara. Setiap tahun, lebih dari 1,5 juta anak di dunia meninggal karena berbagai penyakit yang sebenarnya dapat dicegah dengan imunisasi. Tujuan penelitin ini untuk mengetahui pengaruh tingkat pengetahuan dan tingkat kecemasan orang tua terhadap kepatuhan pemberian imunisasi pada anak dimasa pandemi Covid-19 Di Desa Pucok Alue Sa. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan menggunakan metode pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada bulan April sampai September 2022. Populasi dan sampel yaitu orang tua yang mempunyai anak usia 0-9 bulan dengan teknik pengambilan sampel total populasi, yaitu sebanyak 45 orang. Uji validitas dilakukan di Desa Pucok Alue Barat pada tanggal 7-8 Agustus 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan orang tua tentang kepatuhan pemberian imunisasi pada anak berada pada kategori kurang sebanyak 34 orang (75,6%). Tingkat kecemasan orang tua berada pada kategori berat sebanyak 33 orang (73,3%). Hasil analisa bivariat dengan menggunakan uji chi square, tingkat pengetahuan dengan kepatuhan orang tua menunjukkan p value 0,000 <0,05), dan pengetahuan dengan tingkat kecemasan dengan p value 0,002<0,05, sehingga Ha diterima, yang berarti ada pengaruh tingkat pengetahuan dan tingkat kecemasan orang tua terhadap kepatuhan pemberian imunisasi pada anak dimasa pandemi Covid-19 di desa Pucok Alue Sa bagi responden di harapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan wawasan tentang kepatuhan pemberian imunisasi pada anak sehingga dapat dijadikan sebagai sumber referensi untuk melakukan pencegahan dan penanggulangan masalah kepatuhan pemberian imunisasi pada anak yang lebih baik.

Page 1 of 2 | Total Record : 15