cover
Contact Name
AKHMAD HUDA
Contact Email
itahuda78@gmail.com
Phone
+6281228552427
Journal Mail Official
itahuda78@gmail.com
Editorial Address
Jalan Balai Desa Glanggang 3 A Beji Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Indonesia
Location
Kab. pasuruan,
Jawa timur
INDONESIA
Pena Emas
Published by MAN 1 PASURUAN
ISSN : 29869447     EISSN : 2986948X     DOI : -
"Pena Emas" adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh MAN 1 Pasuruan dengan fokus pada artikel-artikel penelitian dari berbagai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Jurnal ini memuat hasil penelitian yang original dan memiliki kontribusi signifikan bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Artikel-artikel yang dimuat dalam jurnal "Pena Emas" telah melalui proses seleksi yang ketat oleh tim editor dan reviewer ahli di bidangnya. Selain artikel penelitian, jurnal ini juga memuat ulasan pustaka, review buku, dan artikel lain yang relevan dengan topik penelitian.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 45 Documents
Efektivitas Ice breaking dalam Meningkatkan Kemampuan Matematis Siswa Prihatiningtyas, Chaula
PenaEmas Vol 1 No 2 (2023): PenaEmas
Publisher : MAN 1 Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64688/jpe.v1i2.12

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas penggunaan metode ice breaking dalam meningkatkan kemampuan matematis siswa dan mengetahui ada tidaknya perbedaan kemampuan matematis siswa antara yang menggunakan metode ice breaking dengan yang tidak menggunakan. Ice breaking adalah teknik yang digunakan untuk memecah kebekuan dan membangun hubungan sosial dalam kelompok. Penelitian ini dilakukan dengan melibatkan siswa dalam kegiatan ice breaking sebelum mereka terlibat dalam pembelajaran matematika. Penilaian dilakukan sebelum dan sesudah implementasi ice breaking untuk melihat perubahan dalam kemampuan matematis siswa. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan desain eksperimen acak terkontrol. Sampel penelitian terdiri dari dua kelompok kelas siswa MAN 1 Pasuruan sebanyak 64 siswa. Kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Kelompok kontrol tidak terlibat dalam kegiatan ice breaking, sedangkan kelompok perlakuan mengikuti sesi ice breaking sebelum pelajaran matematika. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan matematis yang relevan dengan materi yang diajarkan di kelas serta kuisioner. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis uji rerata dan uji perbedaan rerata serta skala Likert untuk menganalisis hasil kuisioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok siswa yang terlibat dalam ice breaking menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kemampuan matematis dibandingkan dengan kelompok kontrol. Mereka menunjukkan pemahaman yang lebih baik tentang konsep matematika, dan kepercayaan diri yang lebih tinggi dalam menghadapi tugas matematika dan terdapat perbedaan kemampuan matematis siswa antara yang menggunakan metode ice breaking dengan yang tidak menggunakan. Oleh karena itu, disarankan guru mempertimbangkan penggunaan ice breaking sebagai strategi pembelajaran matematika untuk meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa. Kata Kunci: Ice breaking, kemampuan matematis, pembelajaran matematika, keterlibatan siswa. Abstract This study aims to test the effectiveness of using the ice breaking method in improving students' mathematical abilities and to find out whether there are differences in students' mathematical abilities between those who use the ice breaking method and those who do not use it. Ice breaking is a technique used to break the ice and build social relationships within a group. This research was conducted by involving students in ice breaking activities before they were involved in learning mathematics. Assessments were carried out before and after the implementation of ice breaking to see changes in students' mathematical abilities. This research was conducted using a randomized controlled experiment design. The research sample consisted of two class groups of MAN 1 Pasuruan students as many as 64 students. Control group and treatment group. The control group was not involved in ice breaking activities, while the treatment group attended ice breaking sessions before math class. Data was collected through tests of mathematical abilities relevant to the material taught in class and questionnaires. Data analysis was carried out using the analysis of the mean test and the mean difference test and the Likert Scale to analyze the results of the questionnaire. The results showed that the group of students involved in ice breaking showed a significant increase in mathematical ability compared to the control group. They showed a better understanding of mathematical concepts, and higher self-confidence in dealing with mathematical tasks and there were differences in students' mathematical abilities between those who used the ice breaking method and those who did not use it. Therefore, it is suggested that teachers consider using ice breaking as a mathematics learning strategy to increase student engagement and understanding. Keywords: Ice breaking, mathematical ability, learning mathematics, student engagement.
Turats Pasuruan: Studi Komparasi Nilai-nilai Pendidikan Islam Kitab Tauhid Aqo’idul Imaniyah dan Mu’taqad Seket Zubaidi, Muhammad
PenaEmas Vol 1 No 2 (2023): PenaEmas
Publisher : MAN 1 Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64688/jpe.v1i2.13

Abstract

Sebagai bentuk apresiasi dan pelestarian terhadap karya ulama Pasuruan peneliti mengungkap beberapa hal tentang karya ulama Pasuruan khususnya dalam bidang ilmu tauhid yaitu Kitab Aqoi’dul Imaniyah karya Syaikhah Mariah Ulfah, Rembang Pasuruan dan Kitab Mu’taqad Seket karya KH. Abdullah Ismail, Ngembe Beji Pasuruan. Adapun permasalahan yang diteliti dari dua karya lokal tersebut yaitu perbandingan isi pembahasan kitab, nilai-nilai pendidikan Islam yang terkadung di dalamnya, dan perkembangan dua karya tersebut hingga saat ini. Adapun metode penelitian yang dipakai adalah pendekatan historis-kualitatif dengan memanfaatkan dokumen, observasi, dan wawancara. Dari kajian studi komparasi nilai-nilai pendidikan Islam kedua kitab tersebut diperoleh hasil penelitian sebagai berikut: 1) Isi pembahasan kitab memiliki kesamaan dalam bidang ilmu tauhid, 2) Isi Kitab Aqo’idul Imaniyah terdiri dari: rukun Islam, rukun Iman, serta pasal perusak Iman. Sedangkan isi pembahasan Kitab Mu’taqad Seket: pengertian sifat wajib, mustahil dan jaiz Allah, sifat wajib Allah, pembagian sifat wajib Allah, ringkasan pembagian sifat wajib Allah, sifat wajib para rasul, sifat jaiz para rasul, serta kesimpulan akidah lima puluh, 3) Nilai-nilai pendidikan Islam Kitab Aqo’idul Imaniyah adalah Aqidah Asy’ariyyah dan Maturidiyyah, uswatun hasanan, isti’dad, ihtiyar dan tawakal, tasawuf, sedangkan dalam Kitab Mu’taqad Seket terkandung nilai Aqidah Asy’ariyyah dan Maturidiyyah, kewajiban menuntut ilmu, kredibilitas, uswatun hasanah, eksplisit dan implisit, 4) Perkembangan Kitab Aqo’idul Imaniyah sampai saat ini tersebar semakin luas karena telah diterjemahkan ke dalam bahasa Jawa dan dikenal luas salah satunya melalui tradisi Buk Gebluk, sedangkan Kitab Mu’taqad Seket tetap eksis sebagai materi pelajaran para santri serta dalam proses melengkapi dan penerbitan secara luas. Kata Kunci: Ilmu Tauhid, Nilai Pendidikan Islam
Wedang Unju’ Bisyaraba; Ekstrak Rempah Sebagai upaya Pemanfaatan Mangrove Berbasis Diversitas Produk Masyarakat Kalitara Bong Kecamatan Bangil Rakhmawati, Rani
PenaEmas Vol 1 No 2 (2023): PenaEmas
Publisher : MAN 1 Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64688/jpe.v1i2.14

Abstract

Kalitara Bong adalah salah satu daerah di Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan Jawa Timur yang menghubungkan antara Pasuruan dengan Sidoarjo melalui sungai besar. Pada zaman dahulu, Kalitara Bong dikenal sebagai tempat berlabuh dan beristirahatnya kapal-kapal besar. Daerah ini memiliki sungai yang luas, lahan pertanian dan kehutanan yang berpotensi menghasilkan tumbuh-tumbuhan konservasi seperti mangrove. Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai strategi pelestarian mangrove beserta cara pemanfaatannya membuat kawasan tersebut dibiarkan terbengkalai selama 10 tahun lamanya. Meskipun mangrove diketahui dapat mencegah erosi dan banjir, namun masyarakat masih belum mengetahui bagaimana cara pelestarian dan pemanfaatan mangrove sebagai upaya meningkatkan perekonomian dan menambah penghasilan. Metode penelitian ini adalah metode kualitatif, diantaranya; observasi lapangan (observation), diskusi kelompok terarah, wawancara terpusat (focused interviews), studi kasus (case studies), analisis data. Oleh karena itu, peneliti tertarik melakukan penelitian ini untuk menemukan solusi dari problematika mereka dan menunjukkan potensi mangrove yang jarang diketahui, strategi pelestarian serta pemanfaatannya pada masyarakat. Hasil penelitian berupa minuman Wedang Unju’ yang sedang tren di kalangan remaja, seperti halnya teh dan kopi yang banyak dikomersialkan di cafe-cafe. Bidaratus Syaroba adalah Wedang Unju’ yang dibuat dari ekstrak bidara dan bunga rosella sebagai varian aroma, serta dikombinasikan dengan jahe merah, kapulaga, sereh dst. Produk minuman ini diharapkan menjadi strategi bisnis yang tepat bagi masyarakat Kalitara Bong Bangil yang bertujuan untuk meningkatkan perekonomian dengan memanfaatkan potensi pertanian lokal di daerah tersebut. Wedang Unju’ sangat baik dikonsumsi bagi kesehatan manusia, selain itu hasil riset ini dapat menjadi upaya efektif dalam peningkatan ekonomi untuk mengoptimalkan SDGs 2030 dengan memanfaatkan potensi lokal di Kalitara Bong.
Pembelajaran Berdiferensiasi untuk Mengoptimalkan Potensi dan Kompetensi Siswa Kelas X–B MAN 1 Pasuruan pada Mata Pelajaran Ekonomi Masruroh, Nafisatul
PenaEmas Vol 1 No 2 (2023): PenaEmas
Publisher : MAN 1 Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64688/jpe.v1i2.15

Abstract

Abstrak Pembelajaran berdiferensiasi merupakan pendekatan pembelajaran yang memungkinkan guru untuk mengakomodasi perbedaan individual dalam kelas. Namun, pemerintah mengevaluasi bahwa tujuan dan harapan dari Kurikulum 2013 di satuan pendidikan masih belum tercapai dengan baik. Maka, pada pembelajaran fleksibel saat ini, pembelajaran berdiferensiasi menjadi salah satu fokus utama dalam proses pembelajaran dan asesmen bagi guru dan siswa di kelas. Dari beberapa penelitian yang ada, belum banyak ditemukan praktik baik (best practice) pembelajaran berdiferensiasi dipraktikkan pada mata pelajaran (mapel) Ekonomi di jenjang Madrasah Aliyah. Hal inilah yang menarik peneliti untuk mempraktikkan pembelajaran berdiferensiasi dan mengidentifikasi lebih mendalam dampaknya pada siswa. Pendekatan praktik baik atau dikenal istilah best practice menjadi metodologi penelitian ini dengan tujuan untuk menyajikan hasil implementasi pembelajaran berdiferensiasi dan menggali lebih mendalam dampaknya terhadap pengembangan potensi dan kompetensi siswa kelas X-B di MAN 1 Pasuruan. Hasil yang diperoleh melalui asesmen formatif menunjukkan bahwa potensi dan kompetensi siswa kelas X-B dapat berkembang dengan baik. Demikian pula, hasil refleksi yang mereka berikan menunjukkan semangat dan keceriaan dalam proses belajarnya. Oleh karena itu, pembelajaran berdiferensiasi ini sangat direkomendasikan untuk dilaksanakan oleh guru di jenjang Madrasah Aliyah pada semua mapel agar potensi dan kompetensi siswa dapat terfasilitasi dengan baik sesuai dengan karakter uniknya. Kata kunci: Diferensiasi, Kompetensi, Pembelajaran, Potensi Abstract Differentiated learning is a learning approach that allows teachers to accommodate individual differences in the classroom. However, the government evaluates that the goals and expectations of the 2013 Curriculum in educational units have still not been achieved properly. So, in today's flexible learning, differentiated learning is one of the main focuses in the learning and assessment process for teachers and students in the classroom. From several existing studies, there have not been many good practices (best practices) for differentiated learning practiced in Economics subjects at the Madrasah Aliyah level. This is what attracts researchers to practice differentiated learning and identify more deeply its impact on students. The good practice approach or what is known as best practice is the methodology for this research with the aim of presenting the results of the implementation of differentiated learning and exploring more deeply its impact on developing the potential and competence of class X-B students at MAN 1 Pasuruan. The results obtained through formative assessments show that the potential and competencies of class X-B students can develop well. Likewise, the reflection results they provide show enthusiasm and joy in the learning process. Therefore, this differentiated learning is highly recommended to be implemented by teachers at the Madrasah Aliyah level in all subjects so that students' potential and competencies can be well facilitated according to their unique character. Key words: Competency, Differentiation, Learning, Potential
Relevansi Empat Pilar Pendidikan dengan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan lil’ Alamin (P5PPRA) Yosi, Fauziyah; Oktaviani, Yosi
PenaEmas Vol 1 No 2 (2023): PenaEmas
Publisher : MAN 1 Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64688/jpe.v1i2.16

Abstract

P5PPRA merupakan salah satu inovasi dari implementasi Kurikulum Merdeka. Proyek tersebut berfokus pada pembentukan karakter siswa melalui praktik langsung yang di dalamnya terdapat kegiatan yang berpusat pada dimensi-dimensi Profil Pelajar Pancasila. Tahapan P5PPRA memiliki relevansi dengan empat pilar pendidikan yang dicetuskan oleh UNESCO yaitu; 1) learning to do, 2) learning to know, 3) learning to be, dan 4) learning to live together. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi P5PPRA di madrasah serta relevansi dengan empat pilar pendidikan. Metodologi penelitian yang digunakan ialah studi kepustakaan. Teknik pengumpulan datanya menggunakan sumber utama, seperti buku, artikel pada jurnal, laporan, dan lain sebagainya. Kemudian, dilakukan pencatatan, pengolahan, dan penganalisisan data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi P5PPRA memiliki relevansi terhadap empat pilar pendidikan. Misalnya terdapat pada proses kegiatan belajar, penentuan tema, sampai dengan asesmen yang digunakan.
Implementasi Learning Cycle 7E untuk Meningkatkan Literasi Siswa Materi Pernikahan Kelas XI IBB MAN 1 Pasuruan hafidzoh, ulya
PenaEmas Vol 1 No 2 (2023): PenaEmas
Publisher : MAN 1 Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64688/jpe.v1i2.17

Abstract

Abstrak Literasi pernikahan penting dipahami siswa pada jenjang Madrasah Aliyah (MA) untuk menjadi bekal dalam membina rumah tangga yang baik di masa depan serta menekan jumlah pernikahan dini yang banyak terjadi di kalangan remaja. Melihat masih banyaknya siswa yang kesulitan memahami materi pernikahan karena banyaknya istilah-istilah asing yang kurang dimengerti. Oleh sebab itu, perlu dilakukan peningkatan terhadap literasi materi pernikahan pada siswa khususnya di MAN 1 Pasuruan. Salah satu solusi yang bisa diterapkan untuk meningkatkan literasi tersebut dengan penerapan model pembelajaran learning cycle 7E yang dilakukan di kelas XI IBB. Model pembelajaran learning cycle 7E merupakan pembelajaran aktif dengan 7 tahapan di dalamnya yaitu Elicit (Memperoleh), Engage (Menghubungkan), Explore (Menyelidki), Explain (Menjelaskan), Elaborate (Mengembangkan), Evaluate (Mengevaluasi), Extend (Memperluas) yang diterapkan pada siklus 1 dan 2. Berdasarkan dua siklus tersebut peneliti dapat menyimpulkan bahwa, penerapan model learning cycle 7E di kelas XI IBB MAN 1 Pasuruan sudah dipraktikkan sepenuhnya sesuai dengan kajian pustaka dan mampu meningkatkan literasi siswa di kelas tersebut secara signifikan baik pada aspek pengetahuan maupun aspek keterampilan, sehingga indikator keberhasilan nilai rata-rata siswa kelas XI IBB pada kedua aspek tersebut sebesar >70% terpenuhi dengan baik. Peneliti memiliki saran yang perlu disampaikan untuk penelitian selanjutnya, pertama, model learning cycle 7E mudah diterapkan dalam proses pembelajaran mata pelajaran (mapel) agama khususnya dalam meningkatkan kemampuan berpikir siswa sehingga mereka lebih mudah dalam menyampaikan gagasannya di depan orang lain. Kedua, perlu adanya penelitian lanjutan pada mata pelajaran lain dengan menerapkan model learning cycle 7E atau memodifikasinya dengan strategi yang lain.
Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Team Achievement Divisions untuk Meningkatkan Keterampilan Menyelesaikan Limit Trigonometri Kelas XII MIA-1 MAN I Pasuruan Nurfida, Rita
PenaEmas Vol 1 No 2 (2023): PenaEmas
Publisher : MAN 1 Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64688/jpe.v1i2.18

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi situasi pembelajaran matematika di MAN 1 Pasuruan, yang saat ini menunjukkan partisipasi dan pencapaian rendah. Tujuannya adalah mendeskripsikan peningkatan aktivitas dan ketrampilan siswa dalam menyelesaikan soal matematika melalui pendekatan pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD), terutama pada materi Limit Trigonometri. Penelitian dilakukan dengan Pendekatan Tindakan Kelas (PTK) selama dua siklus, terdiri dari empat pertemuan. Tahapan PTK mencakup perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan refleksi pada setiap siklus. Data hasil tes tertulis untuk mengukur prestasi belajar, serta data aktivitas siswa dan guru melalui lembar observasi, dianalisis dengan menggunakan lembar data aktivitas siswa, observasi pembelajaran, dan daftar nilai. Dari temuan, disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif STAD signifikan meningkatkan keterampilan dan hasil belajar siswa di kelas XII.MIA-1 MAN 1 Pasuruan semester ganjil Tahun Pelajaran 2019/2020. Temuan ini memiliki implikasi positif terhadap penggunaan pendekatan kooperatif dalam pembelajaran matematika.
Analisis Efektivitas Program Pembelajaran Simulasi Demokrasi dalam Meningkatkan Minat dan Partisipasi Siswa dalam Kegiatan Kewarganegaraan santoso, heri
PenaEmas Vol 1 No 2 (2023): PenaEmas
Publisher : MAN 1 Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64688/jpe.v1i2.19

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas program pembelajaran simulasi demokrasi dalam meningkatkan minat dan partisipasi siswa dalam kegiatan kewarganegaraan di MAN 1 Pasuruan kelas 10. Penelitian ini menggunakan desain penelitian pra-eksperimental dengan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian adalah 36 siswa kelas 10 MAN 1 Pasuruan yang mengikuti program simulasi demokrasi. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan observasi partisipatif. Hasil analisis data kuesioner menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam minat dan pemahaman siswa tentang kegiatan kewarganegaraan setelah mengikuti program. Selain itu, hasil analisis data observasi partisipatif mengungkapkan peningkatan yang signifikan dalam tingkat partisipasi siswa dalam kegiatan kewarganegaraan. Dalam kesimpulannya, program simulasi demokrasi terbukti efektif dalam meningkatkan minat dan pemahaman siswa tentang kewarganegaraan, serta meningkatkan partisipasi siswa dalam kegiatan tersebut. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk mengintegrasikan program simulasi demokrasi secara teratur dalam kurikulum PKN, mendorong partisipasi aktif siswa, melibatkan komunitas dan lembaga eksternal, melakukan evaluasi dan peningkatan berkelanjutan, serta melakukan penelitian lebih lanjut untuk melihat dampak jangka panjang program. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan metode pembelajaran PKN yang lebih inovatif dan relevan dengan kebutuhan siswa. Kata Kunci: simulasi demokrasi, minat, partisipasi, kewarganegaraan. Abstract This study aims to analyze the effectiveness of the democracy simulation learning program in increasing student interest and participation in citizenship activities in grade 10 high school. This study used a pre-experimental research design with a quantitative approach. The research subjects were 10th grade high school students who took part in a democracy simulation program. Data was collected through questionnaires and participatory observation. The results of the analysis of the questionnaire data showed that there was a significant increase in students' interest in and understanding of citizenship activities after participating in the program. In addition, the results of the participatory observational data analysis revealed a significant increase in the level of student participation in citizenship activities. In conclusion, the democracy simulation program proved effective in increasing students' interest and understanding of citizenship, as well as increasing student participation in these activities. Based on the research results, it is suggested to integrate democracy simulation programs regularly in the PKN curriculum, encourage active participation of students, involve the community and external institutions, carry out continuous evaluation and improvement, and carry out further research to see the program's long-term impact. This research is expected to contribute to the development of PKN learning methods that are more innovative and relevant to students' needs. Keywords: democracy simulation, interest, participation, citizenship.
Penerapan Strategi Problem Based Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Teks Hiwayah Siswa Kelas X 3 MAN 1 Pasuruan Amaliyah, Rohis
PenaEmas Vol 1 No 2 (2023): PenaEmas
Publisher : MAN 1 Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64688/jpe.v1i2.20

Abstract

Abstrak Dalam pembelajaran bahasa Arab dibutuhkan proses pembelajaran yang berkualitas dengan memanfaatkan berbagai media pembelajaran yang ada di sekolah, menggunakan strategi yang tepat, dan asesmen yang tepat pula. Akan tetapi, prestasi belajar yang rendah, utamanya pada keterampilan menulis, masih menjadi permasalahan utama. Pada penelitian ini, penulis melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) untuk meningkatkan kompetensi menulis siswa pada materi Hiwayah kelas X.3 MAN 1 Pasuruan. Setelah pelaksanaan PTK siklus 1 dan siklus 2, maka dapat disimpulkan, pertama, pelaksanaan model Problem Based Learning di kelas X-3 MAN 1 Pasuruan dapat sepenuhnya dipraktikkan sesuai dengan panduan yang telah dituangkan dalam kajian pustaka. Kedua, implementasi model Problem Based Learning secara signifikan mampu meningkatkan kompetensi menulis siswa kelas X-3 MAN 1 Pasuruan baik pada aspek kognitif maupun psikomotorik. Pada aspek kognitif, terjadi peningkatan yang sangat signifikan. Hal yang sama juga terjadi pada aspek psikomotorik meskipun tidak terlalu signifikan. Dengan demikian indikator keberhasilan yang kedua dan ketiga di mana rerata nilai kelas X-3 pada aspek kognitif dan psikomotorik sebesar >80% terpenuhi dengan baik. Saran untuk penelitian selanjutnya, pertama, model Problem Based Learning sangat layak dipraktikkan dalam proses belajar mengajar pada mata pelajaran bahasa Arab dan juga mapel yang lain, karena model ini mampu meningkatkan kualitas berpikir siswa dalam menulis suatu teks. Kedua, modelling sangat diperlukan sebagai petunjuk awal bagi siswa agar lebih mudah dalam mempraktikkan secara mandiri ketika menulis teks-teks yang lain. Terakhir, diperlukan penelitian lanjutan pada mapel yang lain, selain bahasa Arab, dengan memanfaatkan Problem Based Learning atau menggabungkan dengan model pembelajaran yang lain. Kata Kunci: Hiwayah , Maharah Kitabah, Problem Based Learning
Implementasi Windows Shopping untuk Meningkatkan Penguasaan Materi Persamaan Dasar Akuntansi Kelas XII–IIS 2 MAN 1 Pasuruan churianah, Lilik
PenaEmas Vol 2 No 1 (2024): PenaEmas
Publisher : MAN 1 Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64688/jpe.v2i1.21

Abstract

Abstrak Pembelajaran yang berpusat pada guru (teacher center) hingga saat ini masih dipakai dalam pembelajaran sehingga menyebabkan siswa pasif. Hal ini berdampak pada rendahnya kemampuan penguasaan materi peserta didik. Salah satu solusi yang dapat mengatasi kesulitan dalam pembelajaran adalah model pembelajaran dengan strategi kooperatif tipe Windows Shopping. Penelitian yang dilakukan dengan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini bertujuan untuk menerapkan strategi Windows Shopping pada kelas XII-IIS 2 di MAN 1 Pasuruan pada semester ganjil tahun pelajaran 2023-2024. Berdasarkan hasil pelaksanaan siklus 1 dan siklus 2, peneliti menyimpulkan, pertama, pelaksanaan strategi Windows Shopping di kelas XII-IIS 2 MAN 1 Pasuruan dapat sepenuhnya (100%) dipraktikkan sesuai dengan acuan atau panduan yang telah dituangkan dalam kajian pustaka. Kedua, penerapan strategi Windows Shopping secara signifikan mampu meningkatkan penguasaan materi konsep persamaan dasar Akuntansi peserta didik kelas XII-IIS 2 MAN 1 Pasuruan baik pada aspek pengetahuan (kognitif) maupun aspek keterampilan (psikomotorik). Pada aspek kognitif terjadi peningkatan yang sangat signifikan dari siklus 1 ke siklus 2. Hal yang sama juga terjadi pada aspek psikomotorik meskipun tidak terlalu signifikan. Dengan demikian indikator keberhasilan yang kedua dan ketiga di mana rerata nilai kelas XII-IIS 2 pada aspek kognitif dan psikomotorik sebesar >75% terpenuhi dengan baik. Kata Kunci: Dasar Akuntansi, Penguasaan Konsep, Strategi Window Shopping Abstract Until now, teacher-centered learning is still used in learning, causing students to be passive. This has an impact on students' low ability to master the material. One solution that can overcome difficulties in learning is a learning model with window shopping type cooperative strategies. This research, which was carried out using the Classroom Action Research (PTK) approach, aims to implement a cooperative windows shopping type strategy in class XII-IIS 2 at MAN 1 Pasuruan in the odd semester of the 2023-2024 academic year. Based on the results of the implementation of cycle 1 and cycle 2, the researcher concluded, first, the implementation of the cooperative windows shopping type strategy in class Second, the implementation of the windows shopping type cooperative strategy was able to significantly increase the mastery of basic accounting equation concept material for students in class XII-IIS 2 MAN 1 Pasuruan both in the knowledge (cognitive) and skills (psychomotor) aspects. In the cognitive aspect, there was a very significant increase from cycle 1 to cycle 2. The same thing also happened in the psychomotor aspect, although it was not very significant. Thus, the second and third indicators of success, where the average score for class XII-IIS 2 in cognitive and psychomotor aspects was >75%, were met well. Keywords: basic accounting, concept mastery, Window Shopping