cover
Contact Name
AKHMAD HUDA
Contact Email
itahuda78@gmail.com
Phone
+6281228552427
Journal Mail Official
itahuda78@gmail.com
Editorial Address
Jalan Balai Desa Glanggang 3 A Beji Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Indonesia
Location
Kab. pasuruan,
Jawa timur
INDONESIA
Pena Emas
Published by MAN 1 PASURUAN
ISSN : 29869447     EISSN : 2986948X     DOI : -
"Pena Emas" adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh MAN 1 Pasuruan dengan fokus pada artikel-artikel penelitian dari berbagai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Jurnal ini memuat hasil penelitian yang original dan memiliki kontribusi signifikan bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Artikel-artikel yang dimuat dalam jurnal "Pena Emas" telah melalui proses seleksi yang ketat oleh tim editor dan reviewer ahli di bidangnya. Selain artikel penelitian, jurnal ini juga memuat ulasan pustaka, review buku, dan artikel lain yang relevan dengan topik penelitian.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 45 Documents
Efektivitas Laboratorium Virtual dan Laboratorium Nyata selama Pandemi Covid-19 pada Materi Vektor SMA Nasrudin; Khumaidi, Alifudin; Siska Amalia
PenaEmas Vol 1 No 1 (2023): PenaEmas
Publisher : MAN 1 Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64688/jpe.v1i1.1

Abstract

Pendidikan selama pandemi Covid-19 harus tetap berlanjut dengan segala konsekuensi dan keterbatasan. Kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh merupakan solusi yang diberikan oleh pemerintah dalam kondisi ini, salah satu madrasah di Jawa Timur yakni MAN 1 Pasuruan melaksanakan pembelajaran dengan pembatasan jumlah siswa, sehingga guru dituntut untuk membuat pembelajaran dengan dua metode, yaitu online dan offline. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas pembelajaran dengan Laboratorium Virtual berupa simulasi dan animasi interaktif untuk kelas online dan Laboratorium Nyata untuk kelas offline pada materi vektor. Metode penelitian yang digunakan adalah metode campuran dengan membandingkan efektivitas hasil belajar siswa, hasil kuesioner, temuan selama proses pembelajaran, dan wawancara dengan perwakilan siswa dari tiga kelas dengan total sampel sebanyak 89 orang. Analisis menunjukkan adanya perbedaan hasil belajar antara kelas online dan offline. Kemudian siswa di kelas offline dapat berkomunikasi lebih banyak dengan guru, berlatih keterampilan motorik, dan rentang skor siswa tidak jauh, sedangkan kelas online dapat lebih memahami dengan belajar mandiri, kurangnya komunikasi dengan guru, dan rentang skor siswa sangat jauh. Kata Kunci: Covid-19, Laboratorium Nyata, Laboratorium Virtual, Vektor. Abstract Despite the limitations and consequences brought about by the Covid-19 pandemic, education must continue. In this situation, the government has introduced the Distance Learning Policy, which has led to one madrasah, namely MAN 1 Pasuruan in East Java, to limit the number of students. As a result, teachers were required to employ two methods, namely online and offline, in creating learning experiences. The study conducted aims to compare the effectiveness of learning through Virtual Laboratories, which make use of simulations and interactive animations, for online classes, and Real Laboratories for offline classes, in teaching vector material. The research was carried out using a mixed method, which involves the comparison of the effectiveness of student learning outcomes, questionnaire results, findings during the learning process, and interviews with student representatives from three classes with a total sample of 89 people. The analysis of the data showed a significant difference in learning outcomes between online and offline classes. Students in offline classes were able to communicate better with teachers, practice their motor skills, and achieved scores that were more uniform. On the other hand, online classes were able to achieve a better understanding through self-learning, although they lacked communication with teachers, resulting in a wider range of student scores. Kata Kunci: Covid-19, Real Laboratories, Virtual Laboratories, Vector.
Urgensi Think Globally Act Locally (Tgal) dalam Konservasi Lingkungan dari Sampah Plastik di MAN 1 Pasuruan Yuniati, Dwi; Dwi Indahwati, Rossy; Chotimatus, Chotimatus; Nursilah, Siti
PenaEmas Vol 1 No 1 (2023): PenaEmas
Publisher : MAN 1 Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64688/jpe.v1i1.2

Abstract

Salah satu permasalahan lingkungan yang membutuhkan solusi segera adalah sampah plastik. Upaya konservasi lingkungan merupakan salah satu cara penyelesaian masalah penumpukan sampah plastik. Urgensi konservasi lingkungan dalam rangka menyelamatkan bumi dari bahaya sampah plastik dapat dilakukan di MAN 1 Pasuruan dengan menggunakan konsep Think Globally Act Localy (TGAL). Untuk menjaga kelestarian lingkungan sekitar melalui aksi lokal dan berpikir tentang kelestarian global. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan prosedur pengumpulan data menggunakan kuisioner link google form, observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian dilakukan di MAN 1 Pasuruan terhadap civitas akademika MAN 1 Pasuruan, dengan mengambil sampel 25% dari total populasi secara acak pada siswa, maka diperoleh hasil bahwa siswa MAN 1 Pasuruan sudah mendapatkan pendidikan tentang lingkungan hidup di Madrasah dan dari media sosial, sudah memahami tentang urgensi konservasi lingkungan. Tetapi belum berdampak secara signifikan terhadap perilaku kepedulian terhadap konservasi lingkungan di sekitarnya. Terbukti masih ada siswa yang masih menggunakan bahan plastik, tidak memperhatikan jenis plastiknya, tidak memperhatikan kode daur ulang dari bahan plastik yang digunakan. Dan 95% siswa mengetahui bahaya sampah plastik bagi lingkungan tetapi mereka tetap memilih menggunakan bahan plastik sebagai kemasan makanan dan minuman. Hal tersebut memberi gambaran jika pemberian pendidikan lingkungan hidup dan konservasi lingkungan bagi siawa-siswi masih belum menyentuh terhadap perubahan perilaku siswa-siswi MAN 1 Pasuruan. Untuk itu, urgensi konservasi lingkungan menggunakan konsep TGAL merupakan hal yang mendesak untuk dilakukan dalam upaya melestarikan lingkungan dari bahaya sampah plastik. Kata Kunci: TGAL, konservasi lingkungan, sampah plastik. Abstract One of the environmental problems that requires an immediate solution is plastic waste. Environmental conservation efforts are one way to solve the problem of plastic waste accumulation. The urgency of environmental conservation in order to save the earth from the dangers of plastic waste can be carried out at MAN 1 Pasuruan using the Think Globally Act Localy (TGAL) concept. To preserve the surrounding environment through local action and think about global sustainability. This study uses a qualitative descriptive approach, with data collection procedures using a Google form linked questionnaire, observation, interviews and documentation. The research was conducted at MAN 1 Pasuruan on the academic community of MAN 1 Pasuruan, by taking a random sample of 25% of the total population on students, the results were obtained that students of MAN 1 Pasuruan had received education about the environment in Madrasas and from social media, had understood about environmental conservation urgency. But it has not had a significant impact on the behavior of concern for the conservation of the surrounding environment. It is proven that there are still students who still use plastic materials, regardless of the type of plastic, do not pay attention to the recycling code of the plastic materials used. And 95% of students know the dangers of plastic waste for the environment but they still choose to use plastic as food and beverage packaging. This gives an illustration if the provision of environmental education and environmental conservation for students still has not touched on changes in the behavior of students of MAN 1 Pasuruan. For this reason, the urgency of environmental conservation using the TGAL concept is an urgent thing to do in an effort to preserve the environment from the dangers of plastic waste. Keywords: Thingking Globally Act Locally, Konservasi lingkungan, Sampah plastik
Perancangan E-Modul Bahasa Indonesia Kelas XI Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2022-2023 Berbasis Android dengan Menggunakan Kodular HUDA, AKHMAD
PenaEmas Vol 1 No 1 (2023): PenaEmas
Publisher : MAN 1 Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64688/jpe.v1i1.3

Abstract

Tujuan dari penelitiani ini adalah untuk menghasilkan sebuah modul elektronik berbasis android pada pelajaran Bahasa Indonesia kelas XI Semester Ganjil. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian Research and Development (R&D). Tahapan dalam penelitian ini yaitu tahap identifikasi masalah, tahap pengumpulan data, tahap desain hasil, validasi ahli, revisi produk, uji coba skala terbatas, dan uji coba hasil dalam skala luas. produk e-modul bahasa Indonesia berbasis android dengan menggunakan aplikasi Kodular dapat diklasifikasikan layak untuk dipergunakan dalam kegiatan pembelajaran. Hal ini dinyatakan dengan adanya nilai yang sudah didapatkan dari para ahli sebesar 92% tergolong dalam klasifikasi sangat valid. Ahli pengajaran sebesar 90% tergolong dalam klasifikasi sangat valid, pada hasil implementasi kepada peserta didik memperoleh nilai sebesar 84% tergolong dalam klasifikasi valid untuk diterapkan pada sekolah serta dikembangkan secara bersamaan. Kata kunci : E-Modul, Android, Kodular, Bahasa Indonesia Abstract The purpose of this research is to produce an android-based electronic module for Indonesian language lessons in class XI in odd semesters. The method used in this research is the Research and Development (R&D) method. The stages in this research are the problem identification stage, the data collection stage, the results design stage, expert validation, product revision, limited scale trials, and large scale results trials. Android-based Indonesian e-module products using the Kodular application can be classified as appropriate for use in learning activities. This is stated by the value that has been obtained from experts by 92% belonging to the very valid classification. Teaching experts at 90% belong to a very valid classification, in the implementation results students obtain a value of 84% belonging to a valid classification to be applied to schools and developed simultaneously. Keywords: Keywords: E-Module, Android, Kodular, Indonesian Language
Menulis Novelet dengan Teknik Pembelajaran CABUK BULAN Di Kelas XII IBB MAN 1 Pasuruan Tahun Pelajaran 2021-2022 Wahyuni, Iva
PenaEmas Vol 1 No 1 (2023): PenaEmas
Publisher : MAN 1 Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64688/jpe.v1i1.5

Abstract

Pembelajaran menulis acapkali kurang diminati peserta didik. Padahal menulis itu bagian dari keterampilan berbahasa yang produktif. Di samping itu pembelajaran menulis sangatlah penting bagi peserta didik karena dengan menulis menjadikan peserta didik berkreasi dan berimajinasi salah satunya dalam menulis novelet. Untuk mewujudkan hal itu seorang guru dituntut untuk mampu berkreasi dalam menggunakan teknik pembelajaran. Seorang guru dituntut untuk menggunakan teknik pembelajaran yang tepat sehingga membantu peserta didik lebih kreatif dan produktif. Salah satunya “CABUK BULAN” yaitu sebuah teknik yang dibuat penulis dengan merangkai akronim dari CA, BU, K, BU dan LAN. CA; Cari inspirasi, BU; Buat alur berbentuk peta konsep sesuai dengan jalan cerita, K; Kembangkan menjadi beberapa kalimat BU; Buku. LAN; Kumpulan/antologi. Teknik ini penulis gunakan dengan tujuan agar mampu meningkatkan keterampilan menulis novelet bagi peserta didik kelas XII IBB di MAN 1 Pasuruan tahun pelajaran 2021/2022. Dengan menggunakan teknik “CABUK BULAN” berhasil meningkatkan hasil belajar peserta didik. Penerapan teknik “CABUK BULAN” dapat meningkatkan rata-rata nilai peserta didik dari 77 menjadi 83. Selain itu nilai tertinggi peserta didik pun mengalami peningkatan dari 87 menjadi 93. Sedangkan prosentase ketuntasan pada kondisi awal 63 % kemudian mengalami peningkatan menjadi 85%. Oleh karena itu penggunaan teknik “CABUK BULAN” di kelas XII IBB MAN 1 Pasuruan tahun pelajaran 2021-2022 dapat meningkatkan hasil keterampilan menulis novelet yang disajikan dalam bentuk Best Practice. Kata Kunci: Model Pembelajaran “CABUK BULAN”, novelet Abstract Learning to write is often less attractive to students. Even though writing is part of a productive language skill. In addition, learning to write is very important for students because writing makes students creative and imaginative, one of which is writing novelettes. To realize this, a teacher is required to be able to be creative in using learning methods. Therefore teachers are required to use appropriate learning models so as to help students be more creative and productive. One of them is "PUBLIC OF THE MOON". The author uses this method with the aim of being able to improve the skills of writing novelettes for class XII IBB students at MAN 1 Pasuruan in the 2021/2022 academic year, the implementation of which uses the 2013 curriculum, syllabus and lesson plans for class XII Indonesian, as well as novelette text material using the learning method "CABUK MONTH" shows success in improving student learning outcomes. The application of the "CABUK MONTH" learning model can increase the average score of students from 77 to 83. In addition, the highest score of students also increases from 87 to 93. While the percentage of completeness in the initial conditions is 63% then increases to 85%. Therefore it can be said that the use of the "CABUK BULAN" learning method in class XII IBB MAN 1 Pasuruan for the 2021-2022 academic year can improve the results of novelette writing skills presented in the form of Best Practice. Keywords: Learning Model "DISPECT THE MOON", novelette
Relevansi Pemikiran Paulo Freire dan Ki Hajar Dewantara dalam Kurikulum Merdeka Belajar Fadlie, Faishal
PenaEmas Vol 1 No 1 (2023): PenaEmas
Publisher : MAN 1 Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64688/jpe.v1i1.6

Abstract

Artikel ini membahas relevansi pemikiran Paulo Freire dan Ki Hajar Dewantara terkait Kurikulum Merdeka Belajar (KMB), menggunakan metode kajian pustaka sebagai pendekatan penelitian. Penulis mengkaji berbagai literatur tentang pemikiran Paulo Freire dan Ki Hajar Dewantara serta KMB untuk menemukan hubungan antara ketiganya. Hasil kajian pustaka menunjukkan bahwa pemikiran Paulo Freire dan Ki Hajar Dewantara memiliki relevansi yang kuat terkait pengembangan KMB. Paulo Freire menekankan pada pentingnya pendidikan yang kritis dan pembebasan, sedangkan Ki Hajar Dewantara mengajarkan konsep pendidikan karakter yang holistik dan terintegrasi. Keduanya memiliki pandangan yang serupa dalam hal pengembangan manusia yang mandiri, kritis, dan berkarakter.Dalam penerapannya, KMB memadukan pendekatan pendidikan kritis dan pembebasan Paulo Freire serta pendidikan karakter Ki Hajar Dewantara untuk mengembangkan siswa yang mandiri, kritis, dan berkarakter. KMB memberikan ruang dan kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan diri, mengeksplorasi potensi diri, dan mengembangkan kemampuan interpersonal yang baik. Selain itu, KMB juga menekankan pada pengembangan sikap bertanggung jawab, saling menghargai, dan memperkuat nilai-nilai yang berlandaskan pada keberagaman dan persatuan. Kata Kunci: Pemikiran Paulo Freire, Ki Hajar Dewantara, KMB, Pendidikan kritis, Pendidikan pembebasan, Pendidikan karakter Abstract This article discusses the relevance of Paulo Freire and Ki Hajar Dewantara's thoughts in the Merdeka Belajar curriculum, using a literature review method as a research approach. The author examined various literature on the thoughts of Paulo Freire and Ki Hajar Dewantara as well as the Merdeka Belajar curriculum to find the relationship between them. It is show that Paulo Freire and Ki Hajar Dewantara's thoughts strongly relevance in the development of the Merdeka Belajar curriculum. Paulo Freire emphasizes the importance of critical education and liberation, while Ki Hajar Dewantara teaches the concept of holistic and integrated character education. Both have similar views on the development of independent, critical, and characterful humans. In its application, the Merdeka Belajar curriculum combines Paulo Freire's critical education and liberation approach with Ki Hajar Dewantara's character education to develop independent, critical, and characterful students. The Merdeka Belajar curriculum provides space and opportunities for students to develop themselves, explore their potential, and develop good interpersonal skills. In addition, the Merdeka Belajar curriculum also emphasizes the development of responsible attitudes, mutual respect, and strengthening values based on diversity and unity. Keywords: Paulo Freire's thoughts, Ki Hajar Dewantara, Merdeka Belajar curriculum, Critical education, Liberation education, Character education
Pembelajaran Menulis Deskripsi Mata Pelajaran Bahasa Inggris Pada Peserta Didik MAN 1 Pasuruan Menggunakan Teknik ATK (Amati-Tiru-Kembangkan) Khamidah, Nur
PenaEmas Vol 1 No 1 (2023): PenaEmas
Publisher : MAN 1 Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64688/jpe.v1i1.7

Abstract

Menulis teks deskripsi merupakan salah satu kompetensi dasar yang sangat penting untuk diajarkan dan dikuasai oleh peserta didik dalam mata pelajaran Bahasa Inggris di Sekolah Menengah Atas. Sehubungan dengan hal tersebut, penulis menerapkan teknik pembelajaran menulis teks deskripsi dengan teknik ATK (Amati-Tiru-Kembangkan) yang diadopsi dari teori copy the master. Best practise ini merupakan laporan pengalaman penulis dalam proses pembelajaran menulis teks deskripsi yang melibatkan 36 siswa kelas X-7. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa penggunaan Teknik ATK (Amati -Tiru- Kembangkan) memberikan kontribusi yang baik dalam meningkatkan kemampuan peserta didik dalam menulis teks deskripsi di MAN 1 Pasuruan. Dari 36 peserta didik, 8 diantaranya (25%) mendapatkan kategori sangat baik. Sementara 26 lainnya (71%) masuk dalam kategori baik dan 2 peserta didik (4%) dengan kategori cukup baik. Secara umum peserta didik dikategorikan telah mampu menulis teks deskripsi dengan tepat. Hal tersebut dapat dilihat berdasarkan aspek isi, struktur teks,unsur kebahasaan, penguasaan kosa kata serta mekanik dari teks yang dihasilkan. Terdapat beberapa kekurangan dan kelemahan dalam proses penulisan teks deskripsi yaitu pada koherensi dan penggunaan unsur kebahasaan. Kata Kunci: Teks Deskripsi, Teknik ATK (Amati-Tiru-Kembangkan) Abstract Writing descriptive text is one of the most important basic competencies to be taught and mastered by students in English subjects in senior high schools. In connection with this, the authors apply learning techniques to write descriptive texts with the ATK (Observe-Imitate-Develop) technique adopted from the copy the master theory. This best practice is a report on the author's experience in the process of learning to write descriptive text involving 36 students of class X-7. The results obtained show that the use of the ATK technique (Observe -Imitate-Develop) makes a good contribution in improving students' ability to write descriptive texts at MAN 1 Pasuruan. Of the 36 students, 8 of them (25%) got the very good category. Meanwhile, 26 students (71%) were in the good category and 2 students (4%) were in the fairly good category. In general, students are categorized as having been able to write descriptive text appropriately. This can be seen based on aspects of content, text structure, linguistic elements, vocabulary mastery and the mechanics of the resulting text. There are several shortcomings and weaknesses in the process of writing descriptive text, namely in the coherence and use of linguistic elements. Keywords: Description Text, ATK Technique (Observe-Imitate-Develop)
Gel Biodesel dari Pemanfaatan Limbah Kulit Pisang Kepok (Musa Paradisiacal) dan Minyak Jelantah sebagai Bahan Bakar Alternatif Mustofa, Bukhori; Rohmawati, Uun; Hawa Maharani, Aqina; Sal Sabila, Aura; Ali Mashabi, Muhammad
PenaEmas Vol 1 No 1 (2023): PenaEmas
Publisher : MAN 1 Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64688/jpe.v1i1.8

Abstract

Di Indonesia, produksi dan konsumsi minyak bumi semakin meningkat yang menyebabkan ketersediaannya semakin menipis. Oleh karena itu diperlukan alternatif sumber energi terbarukan. Salah satunya memanfaatkan limbah kulit pisang kepok (Musa paradisiacal) dan minyak jelantah menjadi biodesel. Penelitian ini bertujuan mengetahui proses dan kualitas biodesel yang dihasilkan limbah kulit pisang kepok dan minyak jelantah. Proses pembuatannya menggunakan metode esterifikasi-transesterifikasi. Rancangan penelitian terdapat lima perlakuan yaitu S0: solar murni, S1: biodesel kulit pisang, S2: biodesel minyak jelantah, S3 : biodesel kulit pisang kepok dan minyak jelantah (1:1), S4 : biodesel kulit pisang kepok dan minyak jelantah (2:1). Parameter diukur dari kualitas warna, lama pembakaran dan warna api. Hasil penelitian ini memiliki karakteristik, yaitu viskositasnya 2.31 mm2/s, flash point sebesar 130 0C dan densitas pada suhu 40 0C yaitu 850 kg/m3. Biodesel kulit pisang kepok memiliki karakteristik viskositas 2.80 mm2/s, flash point sebesar 130 0C dan densitas suhu pada 40 0C yaitu 870 kg/m3. Karakteristik gel biodesel yang dihasilkan setiap perlakuan S0, S1, S2, S3 dan S4 secara berurutan yaitu memiliki warna kuning jernih, kuning kecoklatan (++), kuning kecoklatan sedikit keruh (+++), kuning kecoklatan keruh (++++). Lama pembakaran per 10 mL pada perlakuan S0, S1, S2, S3 dan S4 secara berurutan yaitu pada suhu normal ±25 0C tidak bisa menyala, S1 lama pembakaran 2 menit 13 detik, S2 : 2 menit 3 detik, S3 : 2 menit 23 detik, sedangkan S4 : 2 menit 46 detik. Kesimpulan bahwa kulit pisang dan minyak jelantah bisa menghasilkan gel biodesel sehingga dapat menghasilkan sumber energy terbarukan. Kata kunci: biodesel, kulit pisang kepok, minyak jelantah. Abstract In Indonesia, the production and consumption of petroleum is increasing from year to year, causing its availability to decrease. Therefore an alternative is needed by developing renewable energy. One of them is by utilizing waste kepok banana peels (Musa paradisiacal) and used cooking oil to become biodiesel. This study aims to determine the process and quality of biodiesel produced from kepok banana skin waste and used cooking oil. The process of making kepok banana skin biodiesel and used cooking oil uses the esterification-transesterification methods. The research design consisted of 5 treatments, namely S0: pure diesel fuel, S1: banana peel biodiesel, S2: used cooking oil biodiesel, S3: kepok banana peel biodiesel and used cooking oil (1:1), S4: kepok banana peel biodiesel and used cooking oil (2 :1). Parameters are measured from the quality of the color, burning time and the color of the fire. The results of the research on used cooking oil biodiesel have characteristics, namely the viscosity is 2.31 mm2/s, the flash point is 130 0C and the density at 40 0C is 850 kg/m3. Kepok banana skin biodiesel has a viscosity characteristic of 2.80 mm2/s, flash point of 130 0C and density at 40 0C of 870 kg/m3. The characteristics of the biodiesel gel produced by each treatment S0, S1, S2, S3 and S4 sequentially are clear yellow, brownish yellow (++), slightly cloudy brownish yellow (+++), cloudy brownish yellow (++++) . Burning time per 10 mL in treatments S0, S1, S2, S3 and S4 sequentially i.e. at normal temperature ±25 0C can not ignite, S1 burning time 2 minutes 13 seconds, S2 : 2 minutes 3 seconds, S3 : 2 minutes 23 seconds , while S4 : 2 minutes 46 seconds. It can be concluded that banana peels and used cooking oil can produce biodiesel gel. Keywords: biodiesel, kepok banana peel, used cooking oil.
Strategi Efektif untuk Mempromosikan Pendidikan Multikultural di Lingkungan Sekolah Shobakhul Falakh, Muhammad
PenaEmas Vol 1 No 1 (2023): PenaEmas
Publisher : MAN 1 Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64688/jpe.v1i1.9

Abstract

Artikel ini membahas mengenai strategi efektif dalam mempromosikan pendidikan multikultural di lingkungan sekolah dengan menggunakan metode kajian pustaka. Tujuan dari artikel ini adalah untuk memberikan pemahaman mengenai pentingnya pendidikan multikultural di lingkungan sekolah dan bagaimana menerapkan strategi yang efektif untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan aman bagi semua siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian pustaka dan literatur review yang dilakukan dengan melakukan analisis terhadap beberapa penelitian dan studi kasus terkait pendidikan multikultural di lingkungan sekolah. Dari hasil analisis, ditemukan beberapa strategi efektif yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah, yaitu: (1) Membangun kesadaran akan perbedaan dan keragaman di antara siswa dan staf pengajar, (2) Mendorong dialog dan diskusi terbuka tentang perbedaan budaya, agama, dan ras, (3) Mengintegrasikan pendidikan multikultural dalam kurikulum dan pembelajaran di kelas, (4) Membuat lingkungan belajar yang ramah multikultural dengan memajukan kegiatan sosial dan budaya di sekolah, (5) Melibatkan orangtua siswa dalam mendukung pendidikan multikultural dan mempromosikan kolaborasi antara rumah dan sekolah. Menerapkan strategi ini dapat membantu siswa untuk memahami dan menghargai perbedaan budaya, agama, dan ras, sehingga menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan aman bagi semua siswa. Hal ini sejalan dengan visi pendidikan nasional Indonesia yang menekankan pentingnya pengembangan potensi siswa secara holistik dan menciptakan generasi yang memiliki kemampuan menghargai dan menghormati perbedaan. Kata kunci: pendidikan multikultural, lingkungan sekolah, inklusif Abstract This article discusses effective strategies in promoting multicultural education in schools using literature study methods. The purpose of this article is to provide an understanding of the importance of multicultural education in schools and how to implement effective strategies to create an inclusive and safe learning environment for all students. The research method used is literature review and literature study by analyzing several studies and case studies related to multicultural education in schools. From the analysis, several effective strategies were found that can be applied in schools, namely: (1) Building awareness of differences and diversity among students and teachers, (2) Encouraging open dialogue and discussion about cultural, religious, and racial differences, (3) Integrating multicultural education into the curriculum and classroom learning, (4) Creating a multicultural-friendly learning environment by promoting social and cultural activities in school, (5) Involving parents in supporting multicultural education and promoting collaboration between home and school. Implementing these strategies can help students understand and appreciate cultural, religious, and racial differences, thereby creating an inclusive and safe learning environment for all students. This is in line with the national education vision in Indonesia which emphasizes the importance of developing students' potential holistically and creating a generation that has the ability to appreciate and respect differences. Keywords: multicultural education, school environment, inclusive
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATRIKS MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN MEET BALL PADA PESERTA DIDIK KELAS XI-E DI MAN 1 PASURUAN Lutfa, Zuyyina
PenaEmas Vol 2 No 2 (2024): PenaEmas
Publisher : MAN 1 Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64688/jpe.v2i2.10

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI-E di MAN 1 Pasuruan pada materi matriks dengan menggunakan model pembelajaran Meet Ball. Model pembelajaran ini diterapkan untuk membuat proses belajar mengajar lebih interaktif dan menyenangkan, sehingga diharapkan dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep-konsep matriks. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain pretest-posttest kelompok tunggal. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI-E di MAN 1 Pasuruan. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar sebelum dan sesudah penerapan model pembelajaran Meet Ball, serta observasi dan angket untuk mengukur respons siswa terhadap model pembelajaran yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada hasil belajar siswa setelah diterapkannya model pembelajaran Meet Ball. Selain itu, siswa juga menunjukkan respons positif terhadap metode ini, yang tercermin dari meningkatnya partisipasi dan antusiasme mereka selama proses pembelajaran. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Meet Ball efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi matriks.
Peningkatan Motivasi Belajar Dengan Model Discovery Learning Materi Jenis Batuan Kelas X-7 MAN 1 Pasuruan Isnuryati, Siti
PenaEmas Vol 1 No 1 (2023): PenaEmas
Publisher : MAN 1 Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64688/jpe.v1i1.11

Abstract

Abstrak Dalam kegiatan pembelajaran motivasi belajar memiliki kedudukan yang fundamental, tanpa motivasi yang kuat materi tidak bisa tersampaikan secara maksimal pada peserta didik. Sehubungan dengan hal tersebut maka penulis menerapkan model pembelajaran discovery learning. Hasil yang diperoleh melalui pengamatan menunjukkan adanya perubahan pada motivasi belajar siswa dengan menerapkan model discovery learning sub bab jenis-jenis batuan pada kelas X7 MAN 1 Pasuruan. Tingginya motivasi belajar ditunjukkan dengan antusiasme yang sangat tinggi saat pembelajaran dengan tidak ditemui lagi peserta didik yang melamun atau mengantuk. Melalui model discovery learning siswa melaksanakan proses belajar dengan semangat dan menyenangkan sehingga dapat menciptakan pengalaman tersendiri bagi peserta didik dalam mengenali jenis-jenis batuan secara langsung tidak hanya teori saja. Kata Kunci: Discovery Learning, Jenis-Jenis Batuan, Motivasi Belajar