cover
Contact Name
Patar Gultom
Contact Email
pataraprizal@gmail.com
Phone
+6281361744012
Journal Mail Official
paramathetes75@gmail.com
Editorial Address
Jl. Gereja No. 38 Medan-Helvetia, Sumatera Utara, 20126 Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Paramathetes : Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani
ISSN : -     EISSN : 29640946     DOI : https://doi.org/10.64005/jtpk
Paramathetes adalah jurnal yang menjadi wadah publikasi hasil penelitian teologi dan pendidikan kristen yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Sola Gratia Medan. Kajian Jurnal Paramathetes meliputi : Teologi Biblika,Teologi Sistematika,Teologi Pastoral, Teologi Misi dan Apologetika dan Pendidikan Kristiani.
Articles 42 Documents
Implementasi Prinsip-Prinsip Kecerdasan Spiritual berdasarkan 1 Samuel 3 di Kalangan Anak-Anak Sekolah Minggu Sembiring, Rasmalem Raya; Manik, Robbye; Gurusinga, Aslinawati
Paramathetes : Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 2 No. 1 (2023): November 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sola Gratia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64005/jtpk.v2i1.22

Abstract

Perikop 1 Samuel 3 mendaftarkan beberapa dimensi kecerdasaan spirtual, yaitu: mempunyai pendirian rohani yang kokoh; seorang pendengar yang baik; dapat dipercaya, dan setia dalam tanggungjawab yang dipercayakan. Apabila dimensi–dimesi kecerdasan ini diimplementasikan oleh seorang anak, maka hal itu akan meningatkan kualitas hidup anak tersebut. Penelitian ini akan membahas tentang Implementasi Prinsip-prinsip kecerdasan spiritual di kalangan anak-anak sekolah minggu. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan metode survey dengan pendekatan explanatori-konfirmatori. Setelah uji normalitas dan uji linieritas dilakukan, dilanjutkan dengan uji hipotesis. Dan hasilnya: implementasi prinsip-prinsip kecerdasan spiritual berada pada rentang nilai Lower–upper Bound sebesar 57.24 s/d 67.73, rentang nilai ini berada pada kategori sedang di dalam table klas interval; dimensi yang paling dominan diimplementasikan dari prinsip-prinsip kecerdasan spiritual berdasarkan 1 Samuel 3 adalah dimensi setia dengan tanggungjawab; nilai dari analisis data CRT sebesar 71.070 kali; dan katagori latar belakang yang dominan dalam Implementasi prinsip-prinsip kecerdasan spiritual berdasarkan 1 Samuel 3 adalah Kerohanian, nilai dari CRT sebesar 34.695 kali.
Aspek Spiritual dan Aspek Politik Kepemimpinan Samuel sebagai Model Pemimpin dalam Membangun Sebuah Tatanan Baru pada Pilkada dan Pilpres 2024 Sipayung, Gerhard
Paramathetes : Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 2 No. 1 (2023): November 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sola Gratia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64005/jtpk.v2i1.23

Abstract

Dalam konteks politik Indonesia yang akan menghadapi Pilkada serentak dan Pilpres tahun 2024, penelitian ini relevan untuk mengeksplorasi karakteristik pemimpin yang dapat membawa masyarakat ke arah yang lebih baik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah  kualitatif dengan tinjauan kepustakaan. Data diperoleh dari literatur mengenai kepemimpinan, literatur tentang kepemimpinan dalam konteks Alkitab, dan analisis terhadap kepemimpinan Samuel dalam aspek spiritual dan politik. Kepemimpinan Samuel meliputi dua hal. Pertama, Aspek spiritual yang dibentuk oleh keluarga yang saleh dan peran imam Eli sebagai mentor rohani. Samuel tumbuh dalam lingkungan yang hidup dalam kehidupan spiritual, menciptakan dasar yang kuat untuk kepemimpinannya. Kepemimpinan spiritual Samuel ditandai dengan ketaatan pada firman Tuhan, pembentukan mezbah, dan penolakan terhadap sinkritisme. Kedua, dalam aspek politik, Samuel menghadapi tantangan dalam memimpin bangsa Israel. Dia rela melepaskan kekuasaan, tenang dalam situasi konflik, mengakomodir aspirasi rakyat, berperan dalam transisi kepemimpinan, dan tidak menyalahgunakan kekuasaan,  mengambil risiko dalam mentransisikan kepemimpinan dari Saul ke Daud. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pemahaman kepemimpinan yang holistik, mencakup aspek spiritual dan politik. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi referensi bagi pemimpin modern, terutama dalam konteks Indonesia yang membutuhkan pemimpin yang mampu membawa perubahan positif dalam semua lapisan kehidupan.    
Kajian Teologis Etika dan Prinsip Pelayanan Paulus berdasarkan 1 Korintus 9:16 dan Implementasinya bagi Pelayanan Gerejawi di Era Modern Patasik, Harif
Paramathetes : Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 2 No. 1 (2023): November 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sola Gratia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64005/jtpk.v2i1.26

Abstract

Pelayanan dalam sebuah gereja sangat diperlukan untuk membawa gereja tersebut dapat bertumbuh dengan baik. Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini ialah untuk menemukan etika dan prinsip pelayanan yang dimiliki oleh Paulus dalam 1 Korintus 9:16 kemudian diimplementasikan bagi pelayanan gerejawi pada era modern saat ini. Adapun metode penelitian yang digunakan di dalam penelitian ini ialah metode penelitian kualitatif deskriktif dan kajian literature dengan mengakses beberapa jurnal teologi dan buku-buku yang relevan dengan topic ini. Adapun hasil yang ditemukan dalam tulisan ini ialah teladan Paulus dalam melakukan pelayannya merupakan hal yang sangat relevan untuk diterapkan dalam kegiatan pelayanan era modern pada saat ini. Etika dan prinsip yang dimiliki oleh Paulus di dalam pelayanannya dapat mengajarakan pelayan untuk mengangkat tanggung jawab dengan baik  
Kajian Eksegetikal Iman yang Teruji dalam Penganiayaan Berdasarkan Wahyu 2:8-11 Jimmy Sabtu; Hendi
Paramathetes : Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 2 No. 1 (2023): November 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sola Gratia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64005/jtpk.v2i1.27

Abstract

Penderitaan tidak selalu memiliki makna hukuman Tuhan atas dosa. Penderitaan dan penganiayaan yang dialami oleh jemaat Smirna bukan karena hukuman Tuhan atas dosa. Penderitaan dan penganiayaan yang dialami oleh jemaat Smirna adalah penderitaan dan penganiayaan oleh iman kepada Kristus. Penderitaan ini menunjukan iman yang dimurnikan sebab iman yang murni adalah iman yang teruji. Kristus yang tahu semua yang dialami oleh jemaat Smirna, memberikan pengharapan atas mereka yang menang atau mereka setia dalam iman kepada Kristus yakni mahkota kehidupan. Namun bagi mereka yang tidak setia kepada Kristus akan disakiti oleh kematian kedua. Tujuan dari penelitian ini agar pembaca dapat memahami Spiritual meaning dalam kitab Wahyu 2:8-11. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dan mengunakan metode eksegesis 4 lapisan makna Alkitab. 4 lapisan makna Alkitab yaitu historia, theoria, moral dan anagogic. Itu sebabnya hasil dari penelitian ini adalah iman yang murni adalah iman yang teruji. Iman mendatangkan pengharapan, dan pengharapan mendatangkan kehidupan kekal yakni mahkota kehidupan. Namun hal ini dilakukan dengan kesetiaan dalam penderitaan yang dikuasai oleh iblis. Jika seseorang menang atas pencobaan ini, maka ia akan memperoleh mahkota kehidupan yakni kehidupan kekal bersama dengan Kristus. Jadi penderitaan dan penganiayaan terhadap jemaat Smirna adalah penderitaan dan penganiayaan terhadap iman yang akan memurnikan spiritual yang berkenan kepada Kristus.
Larangan Perempuan dalam Pelayanan Gereja: Analisis Surat 1 Timotius 2:11-12 dalam Konteks Isu Kesetaraan Gender Gulo, Syutriska; Yayan Indrawan
Paramathetes : Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 2 No. 1 (2023): November 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sola Gratia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64005/jtpk.v2i1.28

Abstract

Perdebatan mengenai kepemimpinan wanita masih terus berlanjut hingga saat ini. Salah satu teks yang paling kontroversial yang sering digunakan untuk mendukung argumen tentang kepemimpinan wanita terdapat dalam 1 Timotius 2:11-12. Teks ini dianggap mengandung perintah universal yang menyatakan bahwa perempuan tidak diperbolehkan terlibat dalam pelayanan gereja, sehingga muncul beberapa asumsi yang menganggap Rasul Paulus sebagai tokoh yang menentang peran perempuan. Tujuan penulisan ini adalah untuk memahami maksud dan tujuan sebenarnya dari Paulus dalam 1 Timotius 2:11-12. Metode penelitian yang digunakan dalam artikel ini adalah pendekatan analisis teks yang berfokus pada teks tersebut, dibandingkan dengan teks-teks kitab lain, serta beberapa buku dan artikel jurnal terkait. Dengan menggunakan metode ini, diharapkan pembaca dapat memahami maksud dan tujuan yang ingin disampaikan oleh Paulus mengenai peran perempuan dalam pelayanan gereja. Hasil penelitian teks berdasarkan 1 Timotius 2:11-12 menunjukkan bahwa Paulus sebenarnya tidak mendiskriminasi peran perempuan dalam pelayanan gereja dalam segala hal. Larangan yang diungkapkan oleh Paulus dalam teks ini sebenarnya merupakan tanggapan terhadap situasi yang sedang terjadi dalam jemaat saat itu, sehingga teks ini tidak relevan jika diterapkan secara mutlak pada zaman sekarang.
Nubuatan Mesianik dalam Persepektif Kerajaan dalam Kitab Yesaya Manalu, Angel; Hutagalung, Derisna; Manalu, Hieronymus Poltak
Paramathetes : Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 2 No. 1 (2023): November 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sola Gratia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64005/jtpk.v2i1.29

Abstract

Sebagian ahli ada yang menyebutkan bahwa Kitab Yesaya merupakan Injil dalam Perjanjian Lama. Nubuatan Mesianik diungkapkan dalam berbagai peristiwa dan waktu dalam Kitab Yesaya. Nubuatan tersebut disampaikan oleh nabi Yesaya sebagai nubuatan kedatangan Sang Mesias untuk keselamatan bagi umat manusia. Dalam penelitian ini, Penulis melakukan analisis teks Kitab Yesaya dan dengan melakukan studi literature dari tulisan para ahli sehubungan dengan nubuatan Mesianik dalam kitab Yesaya. Nubutan tersebut berkaitan dengan konsep Mesias raja sehingga dilihat dari perspektif Kerajaan. Pada beberapa teks kedatangan Mesias dalam Kitab Yesaya dikaitkan dengan situasi bangsa Yehuda pada masa itu yang sedang dalam ancaman sehingga ada janji pertolongan Tuhan berikan melalui pemberitaan Nabi Yesaya. Konteks tantangan dan situasi Yehuda tersebut menjadi landasan profetik bagi kedatangan sang tokoh Mesianik yang akan datang kelak. Yakni kedatangan Mesias yang akan datang untuk memulihkan tongkat Kerajaan Daud sekaligus untuk memberi keselamatan bagi umat manusia melalui pemerintahanNya yang kekal.
Penggembalaan Menurut Injil Yohanes 10 : 1 - 18 dan Implementasinya bagi Gereja Manalu, Gerhayani
Paramathetes : Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 1 No. 2: Mei 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sola Gratia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64005/jtpk.v1i2.30

Abstract

Gereja sebagai komunitas umat merupakan “kawanan domba” yang senantiasa membutuhkan penggembalaan dengan baik, dan tugas seorang gembala sangat urgen dibutuhkan disetiap masa gereja. Zaman boleh berganti dan tantangannya berubah, namun apapun , dimanapun dan kapanpun era gereja berada, harus ada selalu pedoman utama bagi setiap gembala yang berlaku universal di setiap zaman dengan aplikasinya yang disesuaikan dalam perkembangan zaman. Keteladanan Yesus Kristus sebagai Gembala yang baik dalam Injil Yohanes 10 : 1 – 18 merupakan model yang berlaku di setiap zaman bagi setiap pemimpin umat. Penulis melakukan kajian hermeneutik terhadap teks tersebut dan melakukan studi literatur yang memperkaya pandangan dalam penelitian ini. Dari analisa teks secara eksegesis, ditemukan hal-hal yang penting dimiliki senantiasa oleh setiap pemimpin gereja ( gembala ) sehingga pertumbuhan kerohanian umat senantiasa terjaga di tengah tantangan yang ada.
Konsep Pengendalian Diri Menurut St. Maximos The Confessor: Proses Untuk Menyatu Dengan Allah Gulo, Raymond Iman Putra; Tiopan
Paramathetes : Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 2 No. 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sola Gratia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64005/jtpk.v2i2.32

Abstract

Artikel ini merupakan analisis terhadap konsep pengendalian diri dari gagasan oleh St. Maximos The Confssor : Proses untuk menyatu dengan Allah. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif penulis mengkaji apa yang St. Maximos The Confessor tawarkan tentang konsep pengendalian diri bagi manusia. Ia mengatakan bahwa penguasaan diri tidak hanya berorientasi pada pembatasan tubuh terhadap nafsu semata. Lebih daripada itu, St. Maximos menjelaskan bahwa penguasaan diri adalah karunia Tuhan bagi tubuh untuk tidak berjalan serupa dengan duniawi, sehingga tubuh harus dibawa dalam rasa hening dimana manusia dapat berelasi dan merasakan hadirat Allah. Karena  tanpa adanya sumber energi dari Allah  maka sebesar apapun kekuatan  yang dilakukan manusia akan menuju pada kesia-siaan. Oleh sebab itu, St. Maximos ingin memaparkan sebuah penguasaan diri sejati yang diperoleh di dalam relasi dengan Allah sampai pada akhirnya dapat membawa hidup pada satu kekekalan yang sejati bersama Allah.
Membangun Pemahaman Yang Benar Mengenai Sifat Pengampunan Allah Dalam Konteks Iman Kristen Lawolo, Andianus; Lahagu, Niwanti; Novalina, Martina; Pogo, Patrecya
Paramathetes : Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 2 No. 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sola Gratia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64005/jtpk.v2i2.33

Abstract

Abstract. This research looks at the phenomenon of Christians who live carelessly, sin and commit moral offences by assuming that God is all-forgiving and that His forgiveness is unlimited and unconditional. Therefore, the purpose of this article emphasises on developing a correct understanding of God's forgiving nature and the positive impact of a correct understanding of God's forgiving nature. Furthermore, the method used is descriptive qualitative with library research, literature studies can be found from sources such as books, journal articles and studying and understanding theories from various literatures in order to solve problems related to research. Finally, the results obtained from this study, hopefully by understanding the true nature of God's forgiveness, can awaken and encourage Christians not to live in sin by repeating repeated mistakes that can hurt God's heart, In addition, by understanding the true nature of God's forgiveness, it is hoped that our way of life can change by living responsibly, growing in faith and experiencing character changes from time to time to become the character of Christ, and living in God's holiness. Abstrak. Penelitian ini melihat fenomena orang Kristen yang hidup sembarangan, dan berbuat dosa serta melakukan pelanggaran moral dengan menganggap bahwa Allah maha pengampun dan tidak terbatas pengampunan Allah serta tak bersyarat pula pengampunan-Nya. Untuk itu, tujuan dalam artikel ini menekankan perihal membangun pemahaman yang benar mengenai sifat pengampunan Allah serta dampak positif dari pemahaman mengenai sifat pengampunan Allah yang benar. Selanjutnya, metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan library research, Studi pustaka dapat ditemui dari sumber seperti dari buku-buku, artikel jurnal serta mempelajari dan memahami teori-teori dari berbagai literatur agar dapat memecahkan permasalahan yang berhubungan dengan penelitian. Akhirnya, Hasil yang didapat dari penelitian ini, kiranya dengan memahami sifat pengampunan Allah yang benar, dapat menyadarkan dan mendorong orang Kristen untuk tidak hidup di dalam dosa dengan mengulang kesalahan yang berulang-ulang yang dapat melukai hati Allah, Selain itu dengan memahami sifat pengampunan Allah yang benar, diharapkan cara hidup kita dapat berubah dengan hidup bertanggung jawab, bertumbuh dalam iman dan mengalami perubahan karakter dari waktu ke waktu menjadi karakter Kristus, serta hidup di dalam kekudusan Allah.
Media dan Teknologi Pendidikan di Surat- Surat Paulus dan Kitab Wahyu Manalu, Angel; Hutagalung, Derisna; Manalu, Hieronymus
Paramathetes : Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 2 No. 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sola Gratia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64005/jtpk.v2i2.35

Abstract

Media dan Teknologi tidak terlepas dari peradaban manusia termasuk dalam dunia Alkitab. Kajian ini akan menjelaskan tentang media dan teknologi khususnya dalam Surat-Surat Paulus dan Kitab Wahyu. Dengan menggunakan metode penelitian literature, Penulis mengkaji penggunaan media surat untuk mengajar jemaat yang masa itu sangat efektif karena bisa menyampaikan pesan pengajaran kepada jemaat baik berupa ajaran, perintah, teguran, atau nasehat dan penghiburan. Begitu juga dalam penggunaan media tulis dalam kitab Wahyu dengan sastra apokaliptiknya. Media dan Teknologi sangat berpengaruh besar dalam perkembangan dunia terutama dalam dunia pendidikan sehingga membuat umat kristen merasa tertantang dalam melayani. Dalam hal ini dapat dikatakan bahwa orang kristen harus memiliki ketertarikan terhadap media dan teknologi dalam dunia pendidikan mengingat bahwa di zaman saat ini media dan teknologi itu sendiri berkembang pesat dalam kehidupan peradaban manusia kini. Tujuan dari pembahasaan ini untuk memberikan pemahaman kepada orang Kristen bagaimana media dan teknologi pendidikan diberlakukan dalam Surat-surat Paulus dan Kitab Wahyu.