cover
Contact Name
Patar Gultom
Contact Email
pataraprizal@gmail.com
Phone
+6281361744012
Journal Mail Official
paramathetes75@gmail.com
Editorial Address
Jl. Gereja No. 38 Medan-Helvetia, Sumatera Utara, 20126 Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Paramathetes : Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani
ISSN : -     EISSN : 29640946     DOI : https://doi.org/10.64005/jtpk
Paramathetes adalah jurnal yang menjadi wadah publikasi hasil penelitian teologi dan pendidikan kristen yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Sola Gratia Medan. Kajian Jurnal Paramathetes meliputi : Teologi Biblika,Teologi Sistematika,Teologi Pastoral, Teologi Misi dan Apologetika dan Pendidikan Kristiani.
Articles 41 Documents
Mengakomodasi Kebutuhan Rohani Anak Berkebutuhan Khusus di GBI Bethel Bandung Wihardja, David Aripin; Hermanto, Yanto Paulus
Paramathetes : Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 3 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sola Gratia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64005/jtpk.v3i2.209

Abstract

Abstract. The problem of children with special personalities should be our common concern because they also have the right to life and attention and need to grow and develop fully according to the dignity and human dignity that God has given them. As holistic creatures, they also need attention not only in terms of physiology, but also in terms of their spirituality. Children with special needs are often a burden for their parents because many parents do not understand how to educate these children, especially spiritually. The researcher in this case conducted research at the church where the researcher worships because the worship of children with special needs has started in Sunday school. The problem studied is about the follow-up of the worship of children with special needs and aims to improve the spirituality of children with special needs. The research methodology used is a qualitative method with a field survey involving direct data collection at the research location, such as through observation, interviews, and group discussions. From the research, it was found that the worship of children with special needs can improve children's spirituality and foster a sense of sociality among children with special needs. The results of the study will be applied at the Bethel Indonesia Church in Bandung. Abstrak. Masalah anak berkepribadian khusus akhir-akhir ini mencuat lagi ke permukaan , dikarenakan dengan kemajuan zaman dan obat-obatan. Anak- anak berkebutuhan khusus sering menjadi beban bagi orang tuanya dikarenakan banyak dari orang tua yang tidak mengerti bagaimana cara mendidik anak-anak tersebut terutama secara rohani. Peneliti dalam hal ini melakukan penelitian baik secara langsung di gereja tempat peneliti beribadah karena ibadah anak berkebutuhan khusus sudah dimulai di sekolah minggu. Masalah yang diteliti adalah tentang penindak lanjutan dari ibadah anak berkebutuhan khusus tersebut dan tujuan adanya peningkatan kerohanian pada anak-anak tersebut, dapatlah dismpulkan bahwa usulan dari peneliti dapat dilakukan di Gereja Bethel Indonesia Bandung.
Anugerah Penyucian : Orang Percaya Menjadi Orang Suci dan yang Harus Berusaha untuk Hidup Suci Johnny Parthotan Simamora; Robbye Manik; Thomson Siallagan; Rika Kartika; Jamli Barus
Paramathetes : Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 3 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sola Gratia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64005/jtpk.v3i2.219

Abstract

Abstract. This paper aims to explain and reveal the concept of sanctification based on the Bible in relation to salvation. Through a correct understanding of the concept of sanctification, a believer will be able to place where the grace that is entrusted and received as the only requirement for salvation. Considering the grace to enter Heaven as something that cannot be reduced, but will still glorify good deeds as something that needs to be fought for and must not ignore the time to talk about salvation. Through the concept of sanctification helps us not to clash two important sides, namely grace and charity. Because the Bible very clearly sees the importance of the two sides. By understanding the concept of sanctification, namely the existence of positional sanctification, sanctification in experience, and final sanctification, it will help and resolve the old debate between whether salvation can be lost because of the sins of believers. Arminianism and Calvinism can be two good friends because both are truly true. Systematic theology method. Approach by searching and digging up sources from the Bible. Collecting data from books that touch on the topic being discussed, comparing, and concluding it. A method also called the inductive approach. Sources come from the Bible. In this writing it is concluded that grace and works are one. Grace is the only way to enter Heaven, good deeds, obedience to God's laws regarding the reward, the crown that will be obtained by someone. A believer will not lose the gift of salvation, but can lose to get the reward and crown provided for every believer. Abstrak. Tulisan ini bertujuan untuk mengungkapkan dan menjelaskan konsep penyucian berdasarkan Alkitab dalam kaitannya dengan keselamatan. Melalui pemahaman konsep penyucian dengan benar, seorang percaya akan dapat menempatkan di mana anugerah diletakkan dan diterima sebagai satu-satunya syarat untuk diselamatkan. Mengagungkan anugerah untuk masuk Surga adalah sesuatu yang tidak dapat dikurangi, tetapi akan tetap memuliakan perbuatan baik sebagai sesuatu yang perlu diperjuangkan dan tidak boleh diabaikan sewaktu membicarakan tentang keselamatan. Melalui konsep penyucian menolong kita untuk tidak membenturkan dua sisi yang penting yaitu anugerah dan perbuatan. Karena Alkitab dengan sangat jelas melihat pentingnya dua sisi tersebut. Dengan memahami konsep penyucian, yakni adanya penyucian posisional, penyucian dalam pengalaman, dan penyucian akhir, akan menolong dan menyelesaikan perdebatan lama antara apakah keselamatan dapat hilang oleh karena dosa orang percaya. Arminianisme dan Calvinisme dapat menjadi dua sahabat baik karena keduanya sesungguhnya bisa diharmoniskan.  Metode yang dipakai melalui pendekatan dengan mencari dan menggali sumber dari Alkitab, mengumpulkan data dari kitab-kitab yang menyinggung pokok yang dibicarakan, membandingkan, dan menyimpulkannya. Metode ini juga disebut dengan pendekatan induktif. Sumber-sumber berasal dari Alkitab. Dalam tulisan ini disimpulkan bahwa anugerah dan perbuatan adalah satu kesatuan. Anugerah adalah jalan satu-satunya untuk memasuki surga, perbuatan baik, ketaatan terhadap hukum-hukum Tuhan berkenaan dengan upah, mahkota yang akan diperoleh oleh seseorang. Seorang percaya tidak akan kehilangan anugerah keselamatan, tetapi bisa kehilangan untuk mendapatkan upah dan mahkota yang disediakan bagai setiap orang percaya.  
Dampak Pemahaman Tentang Kasih Karunia Berdasarkan Roma 5 : 1-11 Terhadap Perilaku Hidup Orang Percaya Sembiring, Rasmalem; Baskita Ginting; Theresia Hutauruk; Robbye Manik; Aslinawati
Paramathetes : Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 3 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sola Gratia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64005/jtpk.v3i2.221

Abstract

Abstract. The behavior of believers is influenced by various factors. One of them is the believers’ understanding of the word of God. The believers’ understandingof the owrd of God about God’s grace based on Romans 5:1-11 certainly influences the believers’ behavior. This study aims to determine the impact of the believers’ understanding on believers’ behavior. The understanding of grace is based on Romans 5:1-11 and the understanding of the believers’ understandingof the believers’ behavior is based on various literature. This study was conducted among the congregation of the Moria Chritstian in Medan (GKMI) with a sample 68 people.From the results of the study, it was found  that the impact of believers’understanding of grace on Romans 5:1-11 signifcantly affects thee behavior of believers. This result is in accordance with exixsting hypothesis. Believers’ understanding of God’s grace that has been bestowed upon them has lived in peacewith God, obtained access to grace, boasted in tribulation, will be saved from the wrath of God; and will certainly be saved by His life, of course, has an impact on the behavior of believers. Abstrak. Perilaku hidup orang percaya dipengaruhi oleh berbagai faktor. Salah satu di antaranya adalah pemahaman orang percaya atas firman Allah. Pemahaman orang percaya atas firman Allah tentang kasih karunia Allah berdasarkan Roma 5:1-11 tentu mempengaruhi perilaku hidup orang percaya. Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui dampak pemahaman orang percaya terhadap perilaku hidup orang percaya. Pemahaman tentang kasih karunia didasarkan pada Roma 5:1-11 dan  pemahaman terhadap perilaku hidup orang percaya didasarkan pada berbagai literature. Penelitian ini dilaksanakan di kalangan jemaat Gereja Kristen Moria Medan (GKMI) dengan sampel sebesar 68 orang.  Dari hasil penelitian diperoleh bahwa dampak pemahaman orang percaya tentang Kasih Karunia berdasarkan Roma 5:1-11 secara signifikan mempengaruhi perilaku hidup orang percaya. Hasil ini sesuai dengan hipotesa yang ada. Pemahaman orang percaya tentang kasih karunia Allah yang dianugereahkan kepadanya: telah hidup dalam damai sejahtera dengan Allah; beroleh jalan masuk kepada kasih karunia; bermegah dalam kesengsaran; akan diselamatkan dari murka Allah; dan pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya tentu berdampak terhadap perilaku hidup orang percaya.
Dimensi-Dimensi Iman dalam Ibrani 11:1–31 : Kajian Eksegetikal Teks Yunani Koine untuk Penguatan Teologi Iman Kristen. Sipayung, Gerhard; Gultom, Patar Aprizal
Paramathetes : Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 3 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sola Gratia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64005/jtpk.v3i2.223

Abstract

Abstract. This Journal examines the dimensions of faith in Hebrews 11:1–31 through an exegetical analysis of the original Koine Greek text. The study aims to explore the theological meaning of the word pistis (faith) within the various narrative contexts of Old Testament figures mentioned in the passage, as well as its implications for the life of Christian believers today. The methodology includes morphological, syntactical, and semantic analysis of the Greek text, along with a literature review of scholarly journals and reputable biblical commentaries. The findings indicate that faith in Hebrews 11 is portrayed as an active ontological-epistemological reality, encompassing an integral ethical-relational dimension, and oriented toward an enduring eschatological hope that sustains the life of the faithful. Abstrak. Jurnal ini mengkaji dimensi iman dalam Surat Ibrani 11:1–31 berdasarkan analisis teks asli Yunani Koine secara mendalam secara eksegetikal. Penelitian ini bertujuan menggali makna kata πίστις (iman) dalam berbagai konteks naratif tokoh Perjanjian Lama yang disebutkan, serta implikasi teologisnya bagi kehidupan beriman umat Kristen masa kini. Metode yang digunakan adalah analisis morfologi, sintaksis, dan semantik teks Yunani, serta kajian pustaka dari jurnal ilmiah dan komentar Alkitab terkemuka. Hasil kajian menunjukkan iman sebagai realitas ontologis-epistemologis yang aktif, dimensi etis -relasional yang integral, serta pengharapan eskatologis yang berkelanjutan.  
Membangun Komitmen Iman Melalui Kajian Hermeneutik Kritik Naratif Kejadian 22 : 1-19 Sebagai Model Pelayan Tuhan Tiwang, Betania B.A.; Masambe, Helen Gratia
Paramathetes : Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 4 No. 1 (2025): Vol 4 No 1 : November 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sola Gratia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64005/jtpk.v4i1.225

Abstract

Artikel ini membahas tindakan Abraham dalam narasi Kejadian 22:1-19 sebagai model komitmen iman dan ketaatan para pelayan Tuhan sekarang ini. Dengan menggunakan metode pendekatan hermeneutik kritik naratif untuk menggali secara dalam makna komitmen iman pelayan yang setia dan rela berkorban. Kisah Abraham juga kiranya dapat menjadi teladan pelayan masa kini dalam melayani dengan iman, pengorbanan, dan kepercayaan penuh kepada Allah. Kisah dari Abraham ini menunjukkan bahwa ketaatannya lahir dari komitmen iman yang mendalam dan menjadi model bagi pelayan Tuhan untuk melayani bukan karena kewajiban tetapi karena relasi yang intim serta cintanya yang besar kepada Allah. Kajian ini sekaligus merekomendasikan kontribusi yang praktis dalam membangun paradigma pelayanan yang berakar pada komitmen iman yang tulus.
Merekonstruksi Paradigma Pneumatologi Jemaat melalui Perspektif Berteologi Stephen Tong Loway, Wiratama Nehemia; Tombeng, Ineke M.
Paramathetes : Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 4 No. 1 (2025): Vol 4 No 1 : November 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sola Gratia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64005/jtpk.v4i1.227

Abstract

Penelitian kualitatif deskriptif ini menganalisis perubahan paradigma pneumatologi di Jemaat GMIM Solafide Kali, Minahasa, dari tradisi Calvinisme Reformed ke pengaruh teologi Kharismatik. Melalui lensa pneumatologi Stephen Tong, studi ini mengidentifikasi tiga ketegangan kritis, pergeseran otoritas dari Verbum Scriptum (Firman Tertulis) ke Verbum Experientum (pengalaman subjektif), tekanan komunitas terhadap manifestasi karunia spektakuler sebagai bukti kepenuhan Roh, dan perubahan tata ibadah dari Calvinis menuju ekspresivitas emosional. Temuan risiko menunjukkan erosi otoritas Alkitab, subjektivisme teologis, dan potensi disintegrasi identitas konfesional GMIM. Tong menawarkan solusi berdasarkan tiga pilar: primasi Alkitab, kedaulatan Roh dalam distribusi karunia, dan karya Roh yang menghasilkan kesejahteraan. Rekomendasi operasional meliputi reformasi materi katekisasi, desain liturgi integratif, dan pemuridan komunal berbasis buah Roh. Penelitian ini menekankan urgensi rekonstruksi pneumatologi alkitabiah untuk mengembalikan identitas Reformed dan kedewasaan spiritual jemaat.
Menanamkan Nilai-Nilai Estetika Berbasis Ekoteologi Dalam Pengelolaan Taman Gereja Geradus, Gratia; Runtuwene, Hendry C. M.
Paramathetes : Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 4 No. 1 (2025): Vol 4 No 1 : November 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sola Gratia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64005/jtpk.v4i1.228

Abstract

Taman gereja tidak hanya berfungsi sebagai ruang hijau, tetapi juga sebagai sarana spiritual yang mencerminkan keindahan ciptaan Allah. Pendekatan ekoteologi dipilih untuk menekankan hubungan harmonis antara manusia, lingkungan, dan Tuhan, sehingga pengelolaan taman tidak sekadar memperhatikan aspek visual, tetapi juga aspek teologis dan ekologis. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan nilai-nilai estetika berbasis ekoteologi menciptakan taman yang bukan hanya indah secara fisik, tetapi juga mendukung kesadaran ekoteologis jemaat, membangun etika ekologis, serta memperkuat peran gereja dalam menjaga kelestarian ciptaan. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan konsep pengelolaan ruang gereja yang ramah lingkungan dan bermakna teologis
Merekonstruksi Kepemimpinan Pelayan Gereja Melalui Kajian Hermeneutik Markus 10:35-45 Laloan, Rivaldo Joshua; Sendow, Mieke Nova
Paramathetes : Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 4 No. 1 (2025): Vol 4 No 1 : November 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sola Gratia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64005/jtpk.v4i1.230

Abstract

Kepemimpinan pelayan menjadi salah satu isu penting dalam kehidupan bergereja, terutama di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks. Artikel ini mengkaji Markus 10:35–45 guna menelusuri ajaran Yesus tentang kepemimpinan yang tidak berorientasi pada kekuasaan, tetapi pada kerendahan hati, pengorbanan, dan pelayanan yang tulus. Perikop ini menampilkan kontras antara ambisi para murid yang menginginkan posisi kehormatan dan tanggapan Yesus yang justru menekankan bahwa yang terbesar adalah yang bersedia menjadi pelayan. Melalui narasi ini, Yesus tidak hanya membentuk kembali pemahaman para murid-Nya, tetapi juga menantang gereja masa kini untuk meninggalkan paradigma kepemimpinan yang otoriter dan menggantinya dengan pola kepemimpinan yang melayani. Artikel ini memberikan kontribusi teologis dan praktis dalam membangun gaya kepemimpinan gerejawi yang kontekstual dan relevan, serta mendorong pemimpin-pemimpin gereja untuk mengikuti teladan Kristus dalam melakukan pelayanan yang ditujukan kepada banyak orang untuk melayani dan bukan untuk dilayani.
Pekerjaan Sebagai Ladang Misi: Menggali Komitmen Holistik Kaum Muda Kristen Di Era Job Hopping Kawet, Sansay; Luas, Luosje
Paramathetes : Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 4 No. 1 (2025): Vol 4 No 1 : November 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sola Gratia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64005/jtpk.v4i1.255

Abstract

ABSTRACT This article aims to explore and unearth the meaning of the job-hopping phenomenon among Christian youth, redefining the trend of job mobility driven by the search for meaningful work through the lens of Missio Dei (God's Mission). The primary objective is to examine and understand how young people can maintain holistic commitment and integrity, ensuring that their mobility becomes a legitimate mission strategy and not merely an escape or ego-driven opportunism. In essence, this study seeks to ensure that this mobility is directed as a strategy of God's Mission (Missio Dei), not merely the satisfaction of personal ambition. Using a qualitative literature study methodology, this study establishes that all work is inherently missionary and has dignity as an expression of God's ongoing work of creation and redemption. These findings highlight that life, work, and service are part of God's mission in the world. However, maintaining a holistic mission commitment requires addressing three crucial ethical challenges: misguided motivation, the risk of low commitment, and the loss of a true service orientation. Keywords: Job Hopping; Missio Dei; Christian Young People; Holistic Commitment. ABSTRAK Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menggali makna fenomena job hopping di kalangan Kaum Muda Kristen yang merumuskan kembali tren mobilitas kerja yang didorong oleh pencarian pekerjaan bermakna melalui lensa Missio Dei (Misi Allah). Tujuan utamanya adalah menguji dan memahami bagaimana kaum muda dapat menjaga komitmen holistik dan integritas, memastikan bahwa mobilitas mereka menjadi strategi misi yang sah dan bukan sekadar pelarian diri atau oportunisme yang didorong oleh ego. Intinya, penelitian ini berupaya memastikan bahwa mobilitas ini diarahkan sebagai strategi Misi Allah (Missio Dei), bukan hanya sebagai pemuasan ambisi pribadi. Menggunakan metodologi studi pustaka kualitatif, penelitian ini menetapkan bahwa semua pekerjaan pada dasarnya bersifat misioner dan memiliki martabat sebagai ekspresi dari karya penciptaan dan penebusan Allah yang berkelanjutan. Temuan ini menyoroti bahwa bahwa hidup, pekerjaan, dan pelayanan adalah bagian dari misi Allah di dunia Namun, mempertahankan komitmen misi yang holistik menuntut penanganan tiga tantangan etis yang krusial yaitu motivasi yang salah, risiko rendahnya komitmen, dan hilangnya orientasi pelayanan sejati. Kata Kunci: Job Hopping; Missio Dei; Kaum Muda Kristen; Komitmen Holistik.
Teologi Intergratif: Model Refleksi Teologis untuk Menjembatani Ortodoksi dan Kontekstualitas dalam Teologi Kontemporer Tambunan, Fernando
Paramathetes : Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 4 No. 1 (2025): Vol 4 No 1 : November 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sola Gratia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64005/jtpk.v4i1.256

Abstract

Abstract. This study aims to formulate the model of Intergrative Theology as a new paradigm in theological reflection, seeking to bridge the tension between orthodoxy (that which is held to be true) and contextuality (that which is relevant) in contemporary theology. This effort is motivated by the polarization between overly abstract classical systematic theology and contextual theology that is often deemed too readily adaptable. Conceptually, "Intergrative Theology" is defined as a faith reflection occurring between God's grace and human reality. The study employs a qualitative-reflective approach utilizing a theological-hermeneutical framework, where the methodology is developed through a critical-hermeneutical lens involving a reciprocal dialogue among text, context, and the subject of faith. The primary novelty of this research lies in the formulation of six interconnected stages of theological reflection, ranging from Biblical Orientation to Evaluation and Renewal which establish a dynamic cycle between text and context. This model functions as a grace-centered evaluative synthesis, aiming to construct a theology that remains faithful to Biblical authority, systematic, and relevant to the realities of the modern age. Abstrak. Penelitian ini bertujuan merumuskan model Teologi Intergratif sebagai paradigma baru refleksi teologis untuk menjembatani ketegangan antara ortodoksi (kebenaran yang diyakini) dan kontekstualitas (relevansi) dalam teologi kontemporer, yang dimotivasi oleh polarisasi antara teologi sistematika klasik yang abstrak dan teologi kontekstual yang terlalu mudah beradaptasi. Secara konseptual, "Teologi Intergratif" didefinisikan sebagai refleksi iman yang terjadi di antara anugerah Allah dan realitas manusia. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif-reflektif dengan kerangka kerja teologis-hermeneutik , yang metodologinya dikembangkan melalui pendekatan hermeneutik-kritis yang melibatkan dialog timbal balik antara teks, konteks, dan subjek iman. Kebaruan (novelty) utama penelitian ini terletak pada perumusan enam tahap refleksi teologis yang saling berhubungan, mulai dari Orientasi Biblis hingga Evaluasi dan Pembaruan yang membentuk siklus dinamis antara teks dan konteks. Model ini berfungsi sebagai sintesis evaluatif yang berpusat pada anugerah dan bertujuan membangun teologi yang setia pada otoritas Alkitab, sistematis, dan relevan terhadap realitas zaman modern.