cover
Contact Name
Nugra Irianta Denashurya
Contact Email
ndenashurya@faperta.untan.ac.id
Phone
+62816330029
Journal Mail Official
sustainability.nexus@untan.ac.id
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. H. Hadari Nawawi, Pontianak, Kalimantan Barat, Indonesia 78124
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Sustainability Nexus: Journal of Agriculture
ISSN : -     EISSN : 30908221     DOI : https://doi.org/10.26418/snja
Core Subject : Agriculture,
Sustainability Nexus: Journal of Agriculture terbit pertama kali pada tahun 2025. Jurnal ini diterbitkan oleh Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura, Pontianak, Indonesia. Fokus utama jurnal ini adalah publikasi hasil penelitian di bidang pertanian, termasuk agronomi, agroteknologi, agribisnis (sosial ekonomi pertanian), ilmu dan teknologi pangan, ilmu tanah, peternakan, dan bidang terkait lainnya. Jurnal ini bertujuan untuk menyebarluaskan temuan-temuan ilmiah terbaru yang dapat meningkatkan kualitas dan keberlanjutan sektor pertanian, baik di Indonesia maupun secara global. Dengan proses peer review, Sustainability Nexus: Journal of Agriculture menyediakan wadah bagi para peneliti untuk berbagi inovasi dan solusi terkait isu-isu pertanian modern, serta perkembangan teknologi di sektor tersebut. Diharapkan jurnal ini dapat mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan memberikan dampak positif bagi pembangunan pertanian di Indonesia. Sustainability Nexus: Journal of Agriculture mempublikasi isu utama berupa artikel penelitian, artikel review and semua penelitian dalam cakupan bidang pertanian. Periode terbit jurnal ini pada bulan Maret, Juni, Oktober dan Desember.
Articles 60 Documents
Pengaruh Suhu dan Waktu Ekstraksi Terhadap Rendemen Ekstrak Serbuk Kayu Meranti Merah (Shorea Leprosula)
Sustainability Nexus: Journal of Agriculture Vol 2, No 3 (2026): In Press June
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/snja.v2i3.103955

Abstract

Kayu meranti merah (Shorea leprosula) merupakan salah satu jenis kayu hutan tropis yang berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber senyawa bioaktif melalui proses ekstraksi. Salah satu parameter penting dalam proses ekstraksi adalah rendemen, yang dipengaruhi oleh kondisi ekstraksi seperti suhu dan waktu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu dan waktu ekstraksi terhadap rendemen ekstrak serbuk kayu meranti merah. Penelitian ini dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor yaitu suhu dan waktu. Suhu ekstraksi yang digunakan adalah 40, 50, 60, 70°C. Waktu ekstraksi yang digunakan adalah 30 menit dan 60 menit. Serbuk kayu meranti merah diekstraksi sesuai perlakuan, kemudian filtrat yang diperoleh dikeringkan hingga menghasilkan ekstrak kering. Rendemen ekstrak dihitung berdasarkan perbandingan berat ekstrak kering terhadap berat awal bahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan suhu dan waktu ekstraksi cenderung meningkatkan rendemen hingga kondisi optimum tertentu. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa pengaturan suhu dan waktu ekstraksi yang tepat sangat penting untuk memperoleh rendemen ekstrak kayu meranti merah yang optimal. Penelitian ini direkomendasikan sebagai dasar dalam pengembangan proses ekstraksi yang lebih efisien untuk pemanfaatan kayu meranti merah.
Respon Pertumbuhan dan Hasil Jagung Manis Akibat Konsentrasi Paclobutrazol dan Pupuk Nitrogen di Tanah Gambut
Sustainability Nexus: Journal of Agriculture Vol 2, No 3 (2026): In Press June
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/snja.v2i3.105766

Abstract

Abstrak Jagung merupakan tanaman pangan selain gandum dan padi. Upaya peningkatan produksi jagung manis di tanah gambut menghadapi kendala serius. Gambut bersifat sarang (porous) sehingga mempunyai kemampuan menyangga sangat rendah, mengandung asam-asam organik yang menyebabkan pH gambut sangat rendah, menyebabkan kandungan hara relatif rendah. Upaya mengatasi kendala tersebut, diperlukan perbaikan kualitas tanah menggunakan kebutuhan nitrogen. Mengatasi rebahnya jagung manis agar tidak menurunkan produksi dan tidak menurunkan kualitas tongkol dengan memberikan zat pengatur tumbuh Paclobutrazol. penelitian bertujuan untuk mendapatkan interaksi antara konsentrasi Paclobutrazol dan dosis pupuk nitrogen yang memberikan pertumbuhan dan hasil jagung manis terbaik pada tanah gambut. Penelitian dilaksanakan di lahan yang berada di patok 13, Desa Rasau Jaya 1, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya. Penelitian berlangsung selama 3 bulan. Penelitian ini menggunakan rancangan pola Rancangan Acak Kelompok pola Faktorial yang terdiri dari 2 faktor perlakuan. Faktor pertama yaitu paclobutrazol (A) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan, serta faktor yang kedua yaitu dosis pupuk urea (B) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan. Masing-masing diulang sebanyak 3 kali dan masing-masing unit percobaan terdiri dari 5 sampel tanaman perlakuan terdiri dari : Konsentrasi Paclobutrazol (A) terdiri dari: a1 = 0 ppm, a2 = 1500 ppm, a3 = 3000 ppm. Dosis Pupuk Nitrogen (B) terdiri dari: b1 = 100 kg/ha atau 28,2 g/petak, b2 = 200 kg/ha atau 56,4 g/petak, b3 = 300 kg/ha atau 85,2 g/petak. Variabel pengamatan terdiri dari tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, luas daun total, kehijauan daun, berat kering tanaman, volume akar, berat tongkol per petak, berat tongkol berkelobot, berat tongkol tanpa kelobot, panjang tongkol, diameter tongkol. Hasil analisis keragaman perlakuan Paclobutrazol berpengaruh tidak nyata pada seluruh variabel pengamatan. Hasil analisis keragaman perlakuan pupuk nitrogen berpengaruh nyata terhadap variabel berat kering tanaman, dan panjang tongkol. Namun berpengaruh tidak nyata pada tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, luas daun, volume akar, kehijauan daun, berat tongkol berkelobot, berat tongkol tanpa kelobot, diameter tongkol, dan berat tongkol per petak. Hasil penelitian Dosis pupuk nitrogen memberikan peningkatan terhadap tinggi tanaman, berat kering tanaman, panjang tongkol. Dosis pupuk nitrogen 100 kg/ha atau 14,1 g/petak merupakan dosis terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil jagung manis. Kombinasi perlakuan Paclobutrazol dan pupuk nitrogen pada berbagai dosis memberikan pengaruh yang sama.
Soil–Plant Nutrient Correlations of Mature Oil Palm on Peatlands
Sustainability Nexus: Journal of Agriculture Vol 2, No 3 (2026): In Press June
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/snja.v2i3.105409

Abstract

Peat soils develop under prolonged water-saturated conditions and are typically characterized by very acidic pH, high organic carbon content, high cation exchange capacity, and limited availability of essential macronutrients, conditions that can constrain crop productivity. This study was conducted in Bintang Mas Village, Kubu Raya Regency, to examine the relationship between soil nutrient availability and leaf nutrient concentrations in oil palm stands aged 8 and 13 years, as well as to formulate appropriate fertilizer and liming recommendations. Soil and leaf samples were analyzed for key physical and chemical properties, and the data were evaluated using Pearson correlation analysis. The results indicated weak to moderate relationships between soil nutrients, leaf nutrient concentrations, and yield, none of which were statistically significant. Based on the observed nutrient status, fertilizer and liming applications were proposed to improve soil pH and nutrient availability, thereby supporting more sustainable oil palm production on peat soils.
Pengaruh Bokashi Ampas Tahu dan Inokulan Rhizobium terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kedelai pada Tanah Podsolik Merah Kuning
Sustainability Nexus: Journal of Agriculture Vol 2, No 3 (2026): In Press June
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/snja.v2i3.105682

Abstract

Kedelai (Glycine max (L.) Merr.) adalah komoditas tanaman pangan utama di Indonesia yang berperan penting dalam ketahanan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis interaksi yang terbaik dari pemberian bokashi ampas tahu dan inokulan Rhizobium terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai pada tanah Podsolik Merah Kuning. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola faktorial. Perlakuan terdiri dari dua faktor yaitu dosis Bokashi Ampas Tahu (b) dengan 3 taraf, yaitu: b1 = 10 ton, b2 = 15 ton/ha, b3 = 20 ton/ha dan dosis Inokulan Rhizobium (i) dengan 3 taraf, yaitu: i1 = 5 g/kg benih, i2 = 10 g/kg benih, i3 = 15 g/kg benih. Setiap interaksi perlakuan diulang sebanyak 4 kali, menghasilkan 36-unit percobaan. Setiap unit percobaan terdapat 4 tanaman sampel. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah cabang, umur berbunga tanaman, persentase bintil akar efektif, volume akar, berat kering tanaman, jumlah polong per tanaman, berat polong per tanaman, dan berat per 100 biji. Hasil penelitiancmenunjukkan bahwa interaksi antara bokashi ampas tahu 10 ton/ha dan inokulan Rhizobium 5 g/kg benih merupakan dosis interaksi yang efektif dan efisien serta interaksi antara bokashi ampas tahu 20 ton/ha dan inokulan Rhizobium 5 g/kg benih merupakan dosis interaksi yang terbaik terhadap volume akar.
Pengaruh Tepung Cangkang Kerang Laut dan NPK Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Pakcoy Pada Tanah Gambut
Sustainability Nexus: Journal of Agriculture Vol 2, No 3 (2026): In Press June
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/snja.v2i3.105615

Abstract

Sawi pakcoy (Brassica rapa L.) adalah salah satu jenis sayuran daun yang populer dikalangan masyarakat dan memiliki prospek bila dikembangkan karena permintaan pasar dan harga jual tinggi dibandingkan dengan jenis sawi lainnya. Penggunaan gambut sebagai media tanam budidaya pakcoy dihadapkan dengan beberapa kendala antara lain sifat kimia yang kurang baik antara lain pH rendah, rendahnya kandungan unsur hara, kapasitas tukar kation (KTK) tinggi, dan kejenuhan basa rendah menyebabkan tanah menjadi kurang subur dan miskin akan unsur hara. Salah satu upaya untuk mengatasi kendala yang ada pada gambut sebagai media tanam yakni dengan memperbaiki pH tanah dan pemupukan dengan memanfaatkan tepung cangkang kerrang laut dan pupuk NPK. Penelitian ini bertujuan mengetahui dosis interaksi pemberian tepung cangkang kerang laut dan NPK terhadap pertumbuhan dan hasil pakcoy pada tanah gambut. Penelitian dilaksanakan di lahan penelitian Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura selama 2 bulan, menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor perlakuan yaitu faktor tepung cangkang kerang laut (T) dengan taraf 3 perlakuan dan NPK (N) terdiri dari 3 taraf perlakuan, diulang sebanyak 3 kali ulangan dan setiap perlakuan diambil 3 sampel, sehingga jumlah keseluruhan yakni 81 tanaman. Variabel pada penelitian yaitu jumlah daun, luas daun, volume akar, berat segar tanaman dan berat kering tanaman. Interaksi tepung cangkang kerang laut 15 ton/ha dan pupuk NPK 400 kg/ha merupakan dosis interaksi terbaik yang mempengaruhi volume akar, luas daun, berat kering tanaman, jumlah daun dan berat segar tanaman.
Evaluasi Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit di Tanah Gambut Akibat Aplikasi Pupuk Kandang Ayam dan Tailing Bauksit
Sustainability Nexus: Journal of Agriculture Vol 2, No 3 (2026): In Press June
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/snja.v2i3.105145

Abstract

Kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) merupakan komoditas penting dalam sektor perkebunan di Indonesia. Pembibitan memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan produktivitas tanaman. Dalam penelitian ini, tanah gambut digunakan sebagai media tumbuh yang berpotensi menimbulkan kendala karena memiliki pH rendah dan porositas tinggi. Pemberian pupuk kandang ayam dapat memperbaiki struktur dan kesuburan tanah gambut, sedangkan penambahan amelioran seperti tailing bauksit bertujuan untuk meningkatkan pH tanah. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh dosis interaksi terbaik antara pemberian pupuk kandang ayam dan tailing bauksit terhadap pertumbuhan kelapa sawit pada pembibitan tahap Pre-Nursery di tanah gambut. Penelitian dilaksanakan di Jalan Reformasi, Gang Pertanian, Bansir Darat, Kecamatan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Penelitian berlangsung selama tiga bulan, yaitu dari bulan Juni hingga Agustus. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama adalah dosis pupuk kandang ayam yang terdiri atas a1 (30 ton/ha), a2 (40 ton/ha), dan a3 (50 ton/ha). Faktor kedua adalah dosis tailing bauksit yang terdiri atas tiga taraf perlakuan, yaitu b1 (12 ton/ha), b2 (18 ton/ha), dan b3 (24 ton/ha). Variabel pengamatan dalam penelitian ini meliputi tinggi tanaman (cm) dan volume akar (cm³). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara pemberian pupuk kandang ayam dan tailing bauksit pada semua variabel pengamatan. Namun, penggunaan pupuk kandang ayam dengan dosis 30 ton/ha tanpa penambahan tailing bauksit merupakan perlakuan yang efektif dalam mendukung pertumbuhan bibit kelapa sawit fase pre-nursery pada tanah gambut
Pengaruh Tailing Bauksit Dan Pupuk MKP Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Rosella pada Tanah Gambut
Sustainability Nexus: Journal of Agriculture Vol 2, No 3 (2026): In Press June
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/snja.v2i3.99278

Abstract

Tanaman Rosella (Hibiscus sabdariffa L.) merupakan salah satu tanaman herbal yang sangat berpotensi untuk dikembangkan karena khasiat medisnya dan nilai nutrisinya yang tinggi. Pengembangan Tanaman Rosella Pada tanah Gambut dihadapkan pada sejumlah kendala kesuburan tanah. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan memberikan Tailing Bauksit dan Pupuk MKP. Penelitian Bertujuan untuk mendapatkan dosis interaksi Tailing Bauksit dan Pupuk MKP yang memberikan pertumbuhan dan hasil rosella terbaik pada tanah gambut. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial. Faktor pertama adalah Tailing Bauksit (M) yang terdiri dari 3 taraf, yaitu: t1 = 5 ton/ha setara dengan 156 gram/polybag, t2 = 10 ton/ha setara dengan 312,5 gram/polybag, t3 = 15 ton/ha atau setara dengan 469 gram/polybag. Faktor kedua adalah pupuk MKP yang terdiri dari 3 taraf yaitu: k1 = 32 kg/ha atau setara dengan 1 g/tanaman, k2 = 64 kg/ha setara dengan 2 g/tanaman, k3 = 96 kg/ha setara dengan 3 g/tanaman. Hasil penelitian menunjukkan Interaksi tailing bauksit dengan dosis 10 ton/ha dan pupuk MKP 96 kg/ha merupakan interaksi terbaik yang memberikan rerata jumlah bunga tertinggi yakni 34,00 buah. Pemberian Tailing bauksit dengan dosis 5 ton/ha memberikan rerata berat kering tanaman tertinggi yakni 131,30 g dan dosis tailing bauksit10 ton/ha memberikan rerata berat segar bunga tertinggi yakni 257,00 g. Pemberian pupuk MKP dengan dosis 96 kg/ha merupakan dosis terbaik yang memberikan pertumbuhan dan hasil terbaik rosella terhadap volune akar, jumlah bunga dan berat segar bunga.
Teknologi Perendaman Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) Alami Air Kelapa Terhadap Pertumbuhan Stek Jeruk Pamelo (Citrus grandis L.)
Sustainability Nexus: Journal of Agriculture Vol 2, No 3 (2026): In Press June
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/snja.v2i3.105770

Abstract

Perbanyakan tanaman jeruk pamelo (Citrus grandis L.) secara vegetatif melalui stek sering dilakukan untuk memperoleh bibit yang seragam dan berkualitas. Namun keberhasilan stek sangat dipengaruhi oleh penggunaan zat pengatur tumbuh (ZPT). Salah satu sumber ZPT alami yang mudah diperoleh adalah air kelapa yang mengandung hormon auksin dan sitokinin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama perendaman air kelapa sebagai ZPT alami terhadap pertumbuhan stek jeruk pamelo. Penelitian dilaksanakan di Greenhouse Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa selama tiga bulan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan lima perlakuan lama perendaman, yaitu P0 (kontrol), P1 (2 jam), P2 (4 jam), P3 (6 jam), dan P4 (8 jam), dengan tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi persentase stek hidup, umur muncul tunas, dan panjang tunas. Data dianalisis menggunakan analisis varians (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji BNT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan perendaman air kelapa berpengaruh terhadap pertumbuhan stek jeruk pamelo. Perlakuan terbaik diperoleh pada perendaman selama 8 jam (P4) dengan persentase hidup mencapai 100% dan waktu muncul tunas tercepat yaitu sekitar 11 hari setelah tanam. Berdasarkan hasil penelitian, penggunaan air kelapa sebagai ZPT alami dengan lama perendaman yang tepat dapat meningkatkan keberhasilan pertumbuhan stek jeruk pamelo.
SERANGAN HAMA ULAT GRAYAK JAGUNG (Spodoptera frugiperda) PADA TANAMAN JAGUNG DI SENTRA PERTANAMAN JAGUNG KABUPATEN BENGKAYANG
Sustainability Nexus: Journal of Agriculture Vol 2, No 3 (2026): In Press June
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/snja.v2i3.101471

Abstract

Ulat grayak jagung (Spodoptera frugiperda) merupakan hama invasif yang menyerang tanaman jagung dan dapat menyebabkan kerusakan berat serta kehilangan hasil panen secara signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat serangan dan intensitas kerusakan, serta preferensi hama terhadap umur tanaman jagung di sentra pertanaman jagung di Kabupaten Bengkayang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari - Juli 2025 di Desa Bange, Lembang, dan Sinar Tebudak. Data dikumpulkan melalui survei dengan pendekatan systematic sampling pola diagonal pada tanaman umur 0–2 MST, 2–4 MST, dan 4–6 MST. Variabel yang diamati meliputi persentase serangan, intensitas kerusakan (skala TNAU), dan kepadatan populasi larva. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh lokasi pengamatan terserang dengan tingkat serangan mencapai 100%. Intensitas kerusakan tertinggi terjadi pada tanaman umur 3 MST (50,8%), diikuti 2 MST (38,0%), dan 6 MST (38,8%). Kepadatan populasi larva relatif rendah, diduga dipengaruhi oleh peran musuh alami terutama predator, serta penggunaan pengendalian kimiawi di lokasi penelitian.
Pengaruh Ekstrak Streptomyces GBSR1 Terhadap Periode Inkubasi Buah Pepaya California (Carica Papaya L) Pascapanen Terserang Colletotrichum Gloeosporioides
Sustainability Nexus: Journal of Agriculture Vol 2, No 3 (2026): In Press June
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/snja.v2i3.105241

Abstract

Buah pepaya California (Carica papaya L.) merupakan komoditas hortikultura penting yang rentan mengalami kerusakan pascapanen akibat infeksi Colletotrichum gloeosporioides, sehingga mempercepat perkembangan penyakit dan menurunkan mutu serta umur simpan buah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh ekstrak Streptomyces GBSR1 dalam memperpanjang periode inkubasi penyakit sebagai upaya pengendalian antraknosa yang efektif, aman, dan berkelanjutan. Penelitian dilaksanakan di Lab. Penyakit Tanaman Fakultas Pertanian UNTAN. Penelitian ini berlangsung sekitar 3 bulan, yaitu bulan juli 2025 sampai September 2025. Penelitian mengunakan rancangan acak lengkap (RAL). Perlakuan terdiri 5 taraf perlakuan yang merupakan konsentrasi ekstrak, yaitu a1= 500 ppm, a2= 750 ppm, a3= 1000 ppm, a4= 1250 ppm, a5= 1500 ppm, dan 2 buah kontrol yaitu hanya dicelupkan akuades dan dicelupkan dalam larutan heksakonazol 1500 ppm. Pengamatan dilakukan setiap hari untuk melihat gejala awal munculnya penyakit antraknosa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dengan konsentrasi 500 ppm dan 750 ppm memberikan hasil terbaik dengan nilai periode inkubasi 2,67 hsi, diikuti oleh konsentrasi 1000 ppm dan perlakuan heksakonazol 2,33 hsi. Sedangkan konsentrasi 1250 ppm dan 1500 ppm merupakan periode inkubasi yang cenderung lebih pendek bahkan sama dengan kontrol akuades yaitu 2,00 hsi