J-Sil (Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan)
J-Sil (Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan) was established in 2016 and is managed by the Department of Civil and Environmental Engineering, IPB University, and the Institute of Engineering Indonesia (PII), Bogor. The journal aims to disseminate original and quality academic papers that have the potential to contribute to the advancement of science and technology in the field of civil and environmental engineering to support sustainable development. The journal covers any scopes within civil and environmental engineering, such as structure, irrigation, drainage, water quality, water construction, hydrology, water management, groundwater conservation, soil mechanics, foundation, soil improvement, slope stability, liquefaction, and soil modeling, road engineering, transportation management, construction management, environmental atmosphere and climate change environment (control of greenhouse gases, air quality models, climate change locally and globally), renewable energy and waste management (recovery of energy from waste, incineration, landfills, and green energy, biotechnology environment (nano-bio sensors, bioenergy, environmental eco-engineering), technology, physical, biological, and chemical (membrane technology, the process of advanced oxidation technology Physico-chemical, biological treatment of water), engineering environmental control (desalination, ICA (instruments, power, and automation), and water reuse technologies) and Applied Geomatics. The journal receives original papers from various contributors, such as academicians, scientists, researchers, practitioners, and students worldwide.
Articles
18 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 9 No. 2: Oktober 2024"
:
18 Documents
clear
Perencanaan Konsep Zero Runoff dengan Menggunakan Sumur Resapan di Perumahan X, Kabupaten Bandung
Alsadilla, Syelfa;
Wardhani, Eka
Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 9 No. 2: Oktober 2024
Publisher : Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan IPB
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29244/jsil.9.2.147-156
Pembagunan Perumahan X di Kabupaten Bandung mengakibatkan perubahan fungsi lahan dari persawahan menjadi permukiman sehingga mengurangi daerah resapan air. Hal ini mengakibatkan terjadinya banjir. Penggunaan air tanah berlebih di perumahan ini dapat mengakibatkan berkurangnya volume air tanah dan turunnya permukaan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan sumur resapan untuk mengendalikan limpasan air hujan dan konservasi air tanah. Acuan yang digunakan dalam perencanaan sumur resapan adalah SNI 8456:2017 tentang sumur dan parit resapan air hujan. Hasil penelitian menunjukkan penerapan sumur resapan di Perumahan X dapat dilakukan karena nilai permeabilitas tanah, jarak minimum bangunan, dan kedalaman air tanah yang memenuhi persyaratan. Perencanaan sumur resapan terbagi menjadi enam zona pelayanan dengan menggunakan tipe IV beton porous. Sumur resapan yang direncanakan merupakan sumur komunal dengan kedalaman 4 m dan diameter 1. Jumlah sumur resapan yang diperlukan adalah 67 unit yang tersebar di semua area perumahan. Perencanaan sumur resapan memiliki efektivitas reduksi debit limpasan 94,81%. Biaya yang diperlukan adalah Rp283.611.000. Penelitian ini menunjukkan bahwa perencanaan sumur resapan dapat mengandalikan debit limpasan air hujan dan konservasi air tanah.
Pemetaan Kerentanan Bahaya Tsunami dengan Pemodelan Inundansi (Studi Kasus : Kabupaten Bantul)
Budiman, Michael Jayanto;
Sutoyo;
Syafiudin, Moh Fifik
Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 9 No. 2: Oktober 2024
Publisher : Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan IPB
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29244/jsil.9.2.157-166
Indonesia terletak di antara tiga pelat tektonik utama dunia yaitu Lempeng Indo-Australia, Lempeng Pasifik, dan Lempeng Eurasia yang saling berinteraksi. Dari interaksi lempeng ini, terdapat potensi gempa besar berdasarkan pemodelan gempa megathrust pada seismic gaps dengan data histori gempa serta tsunami sebelumnya. Akumulasi energi dari seismic gaps ini dapat mencapai titik kritis yang dapat menyebabkan gempa bumi berskala besar dan menimbulkan tsunami. Hasil pemodelan tsunami mecapai ketinggian maksimal 20 m dan 12 m sepanjang pesisir selatan Pulau Jawa. Tujuan penelitian pada kali ini adalah menganalisis bahaya tsunami untuk mendapatkan luas genangannya, tutupan lahan terdampak tsunami, dan jumlah penduduk yagn terdampak. Bahaya tsunami didapat dari pemodelan inundasi tsunami dengan skenario run up tsunami 10, 15, dan 20 meter. Pemodelan inundasi tsunami menggunakan bantuan tool model builder pada aplikasi ArcGIS dengan mengolah data spasial menggunakan persamaan yang dikembangkan Berryman. Data spasial yang digunakan dalam persamaan ini adalah data tutupan lahan, kelerengan, dan garis pantai. Hasil dari pengolahan ini berupa data luas genangan tsunami berbagai skenario ketinggian. Data tutupan lahan diolah dengan melakukan proses clipping dengan data hasil pemodelan inundasi tsunami. Untuk jumlah penududuk dilakukan dengan mengalikan luas genangan tsunami dengan kepadatan penduduk. Dari hasil pemodelan didapat bahwa luas genangan untuk run up tsunami 10 meter adalah 9,72 km2; run up tsunami 15 meter 15,69 km2; dan run up tsunami 20 meter 21,29 km2. Tutupan lahan berjenis padang rumput, pasir darat, perkebunan, tegalan / ladang, sawah terdampak limpasan tsunami yang luas. Terdapat total 8940 penduduk yang terdampak oleh limpasan tsunami saat ketinggian run up tsunami 10 meter, 15060 penduduk yang terdampak saat run up tsunami 15 meter, dan terdapat dan 23870 penduduk yang terdampak saat ketinggian run up tsunami 20 meter
Analisis Parameter Fisik dan Kimia Air Sungai Ciliwung Sebelum dan Sesudah Pengolahan Air
Apriwanto, Indra;
Heryansyah, Arien;
Alimuddin
Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 9 No. 2: Oktober 2024
Publisher : Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan IPB
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29244/jsil.9.2.261-274
Sungai Ciliwung merupakan salah satu sungai paling berpengaruh yang memiliki peran penting sebagai bahan baku air minum terbesar di wilayah Kabupaten Bogor. Air baku yang bersumber dari Sungai Ciliwung harus sudah melalui proses pengolahan air yang baik dan memenuhi persyaratan baku mutu air minum yang ditetapkan pada Permenkes No. 492 Tahun 2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum untuk data air pada tahun 2019-2022 dan Permenkes No. 02 Tahun 2023 tentang Kesehatan Lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis perbandingan kualitas air baku (sebelum pengolahan air) Sungai Ciliwung dan air produksi (sesudah pengolahan air) serta untuk mengevaluasi efektifitas Instalasi Pengolahan Air (IPA) Sungai Ciliwung setelah diolah oleh Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor, unit produksi Cibinong yang ditinjau dari parameter fisik dan kimia periode tahun 2019-2023. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan dasar analisis deksriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah data parameter fisik dan kimia air baku serta air produksi Sungai Ciliwung dari Laporan Uji Hasil Laboraturium Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor tahun 2019-2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa air baku berdasarkan parameter fisik yaitu TDS, kekeruhan dan suhu memiliki trend yang cenderung meningkat, sedangkan parameter warna memiliki trend yang cenderung menurun, sementara berdasarkan parameter kimia yaitu besi, mangan, pH dan sulfat air baku memiliki trend yang cenderung meningkat, sedangkan parameter alumunium dan amonia memiliki trend yang cenderung menurun. Diketahui semua parameter air permukaan Sungai Brantas yang telah melalui proses pengolahan air memenuhi standar baku mutu air minum sesuai syarat Permenkes No. 492 Tahun 2010 dan Permenkes No. 2 Tahun 2023. Dan dapat disimpulkan bahwa kualitas air minum yang bersumber dari air permukaan Sungai Ciliwung telah melalui proses pengolahan air yang baik dan efektif di IPA PERUMDA Air Minum Tirta Kahuripan Unit Produksi Cibinong
Analisis Implementasi Metode Petak Kecil terhadap Pendugaan laju Erosi Lahan Non Vegetasi
Sudewa, Wijoyo Mensen;
Romdania, Yuda;
Herison, Ahmad;
Purwadi, Ofik Taufik
Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 9 No. 2: Oktober 2024
Publisher : Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan IPB
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29244/jsil.9.2.303-314
Pengelolaan lahan yang tidak tepat kemungkinan besar akan menyebabkan kerusakan yang lebih serius terhadap lahan dan lingkungan, seperti longsor, erosi, sedimentasi, banjir ,dan kekeringan. Erosi tanah ini hasil proses alami yang terjadi karena angin kencang, hujan deras, dan air mengalir. Tujuan penelitian adalah analisis variasi intensitas hujan pada lahan tanpa vegetasi yang mempengaruhi laju erosi dan volume air limpasan serta memperkirakan besarnya laju erosi di waktu mendatang. Metode yang digunakan merupakan metode petak kecil dengan model petak yang berdimensi dengan ukuran panjang 4 m dan lebar 2 m. Dalam analisis hidrologi menggunakan metode aritmatika dan metode mononobe. Dengan variasi intensitas hujan 0,75 liter/menit, 1,00 liter/menit, 1,25 liter/menit, 1,50 liter/menit, dan 1,75 liter/menit didapatkan nilai volume air limpasan terkecil 6,44 liter dan terbesar 10,43 liter. Hal ini menunjukkan lebih banyak air yang melimpas dari pada yang meresap, sehingga energi kinetik air mengalir di permukaan meningkat menyebabkan tanah permukaan tergerus. Kemudian nilai laju erosi mengalami peningkatan seiring kenaikan intensitas hujan dan menghasilkan trendline hubungan antara intensitas hujan dan laju erosi yaitu y = 0,3827x2 + 0,0531x - 0,1828 dimana x adalah variabel intensitas hujan dan y adalah hasil laju erosi. Berdasarkan hasil perhitungan laju erosi dengan nilai intensitas hujan dalam kala ulang 2, 5, 10, 25, 50, dan 100 tahun didapatkan nilai laju erosi terbesar pada kala ulang 100 tahun sebesar 15,6186 ton/ha/tahun. Kesimpulannya adalah intensitas hujan yang tinggi meningkatkan volume air limpasan dan laju erosi dengan perbandingan kuadratik serta perkiraan laju erosi di lokasi penelitian tergolong sangat ringan hingga ringan.
Evaluasi Kapasitas Saluran Drainase Menggunakan Software EPA SWMM Versi 5.1 di Desa Suciharjo
Neda Anny Wafiyah;
Dewi, Vita Ayu Kusuma
Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 9 No. 2: Oktober 2024
Publisher : Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan IPB
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29244/jsil.9.2.241-250
Suciharjo merupakan salah satu desa di Kecamatan Parengan Kabupaten Tuban dengan tingkat pertumbuhan penduduk yang tinggi. Peningkatan penduduk berbanding lurus dengan kebutuhan terhadap lahan yang semakin tinggi sehingga menyebabkan luas hutan semakin berkurang secara terus menerus. Perubahan penggunaan lahan menyebabkan lahan terbuka pada Desa Suciharjo untuk daerah resapan air hujan menjadi berkurang sehingga menyebabkan banjir. Tahun 2012 curah hujan Desa Suciharjo sebesar 164 mm menjadi 206 mm pada tahun 2022, hal tersebut menunjukkan adanya peningkatan curah hujan di Desa Suciharjo. Intensitas curah hujan yang tinggi, perubahan penggunaan lahan, dan sistem drainase yang belum optimal menjadi penyebab terjadinya banjir pada Desa Suciharjo. Salah satu cara dalam mengatasi permasalahan banjir pada Desa Suciharjo yaitu dengan mengevaluasi kapasitas tampungan saluran drainase. Evaluasi kapasitas tampungan dimodelkan dengan bantuan aplikasi/perangkat lunak menggunakan software EPA SWMM (Environment Protection Agency Storm Water Management Model) versi 5.1. Berdasarkan hasil perhitungan distribusi hujan jam-jaman menggunakan curah hujan rencana periode ulang 10 tahun didapatkan hasil sebesar 131,98 mm/jam. Hasil dari pemodelan kapasitas saluran drainase menggunakan software EPA SWMM versi 5.1 yang terletak pada Desa Suciharjo, diketahui terdapat 13 saluran drainase yang tidak dapat menampung debit banjir rencana dari 24 total saluran drainase. Debit maskimum pada 13 titik tersebut terdapat pada titik 9 sebesar 4,826 CMS (cubic meter/second) dan debit terendah terdapat pada titik 13 dengan nilai 0,078 CMS. 13 titik tersebut mengalami jam banjir maksimum di waktu yang sama yaitu 2 jam pertama saat sedang terjadinya hujan.
Operasional Bukaan Pintu Air Pada Bendungan Pengendali Air (Bendali) Manggar Kecil sebagai Pengendalian Banjir
Putra Lufian Tiko;
Gilang Id'fi;
Muhammad Abdul Rahman;
Vita Ayu Kusuma Dewi
Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 9 No. 2: Oktober 2024
Publisher : Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan IPB
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29244/jsil.9.2.251-260
Daerah Aliran Sungai (DAS) Manggar Kecil adalah salah satu kawasan di Kota Balikpapan yang memiliki potensi banjir. Upaya pemerintah Kota Balikpapan dalam menangani masalah banjir di DAS tersebut melalui perencanaan pembangunan bendali. Dalam perencanaan bendali membutuhkan data debit banjir, maka perlu dilakukan pendekatan hidrograf. Selain itu, dalam perencanaan bendali dilakukan pengaplikasian pintu air dengan tipe sorong atau sluice gate. Terdapat 3 (tiga) tahapan dalam penelitian ini. Tahapan pertama yaitu menganalisis debit hidrologi menggunakan HSS Nakayasu secara analitik. Tahapan kedua adalah memodelkan bendali dan pintu air, dilanjut dengan menganalisis berdasarkan bukaan pintu air. Tahapan keempat adalah analisis rating curve yang digunakan untuk mengetahui elevasi muka air, elevasi jagaan dan tampungan pada bendali. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh debit periode 100 tahun metode HSS Nakayasu sebesar 212,9 m3/detik. Oleh karena itu, debit yang dipakai untuk pemodelan bendali menggunakan debit hidrograf metode Nakayasu. Berdasarkan pemodelan bendali menggunakan HEC-RAS, diperoleh penurunan elevasi muka air berada pada elevasi 18,91 meter. Pada elevasi ini, tampungan bendali dapat menampung volume air sebesar 5.236,486 m³. Selain itu, bendali secara signifikan mampu mengurangi dan mereduksi volume debit banjir sebesar 195,2 m³/detik. Hal tersebut memberikan tambahan elevasi jagaan (freeboard) yang cukup besar, sehingga bendali tidak mengalami overtopping atau luapan air yang melewati batas mercu bendali.
Analisis Tingkat Risiko Penyebab Rel Patah pada Jalur Kereta Api Wilayah Divre IV Tanjung Karang
Nur Anggita Putri, Viola;
Usman, Kristianto;
Kustiani, Ika;
Siregar, Amril Ma’ruf
Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 9 No. 2: Oktober 2024
Publisher : Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan IPB
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29244/jsil.9.2.283-292
The increase in the volume of passengers and goods in rail transportation in Indonesia has an impact on the condition of railway infrastructure, especially railway infrastructure. The main focus of this condition is the risk of rail damage, especially broken rails. So a holistic assessment approach is needed to identify the root causes and formulate appropriate treatment and improvement strategies. The aim of the research is to identify the factors causing the rail to break and analyze the causes. This research uses a risk level value analysis method by multiplying the results of probability and impact, thus producing a risk value. Risk variables such as extreme rain events, expansion in the alignment area, and mud pumping are high level risks. This is followed by medium, low and very low risks, according to the classification of each risk variable analyzed. Therefore, the priority scale for handling broken rail repairs is grouped based on the risk level value starting from the highest risk to the lowest risk. The conclusion is that risk variables such as extreme rain produce a risk value of IDR 296,881,200 with a probability value of 0.99% and an impact of IDR 29,988,000,000, expansion in the straight area produces a risk value of IDR 376,992,000 with a probability value of 1.10% and impact IDR 34,272,000,000, and mud pumping produces a risk value of IDR 394,128,000 with a probability value of 1.15% and impact IDR 34,272,000,000, these three risk variables are classified as high risk.
Analisis Tingkat Kerawanan Dan Upaya Mitigasi Bencana Tsunami Studi Kasus: Pesisir Kabupaten Tasikmalaya
Sidik, Rizqi Fahma;
Suharnoto, Yuli;
Sutoyo
Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 9 No. 2: Oktober 2024
Publisher : Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan IPB
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29244/jsil.9.2.179-188
Kondisi geografis dan geologis, menjadikan Indonesia rawan terhadap bencana geologis seperti gempa bumi dan tsunami. Secara historis, tercatat sejak tahun 1900 hingga tahun 2018, terdapat 134 kejadian tsunami yang melanda wilayah pesisir Indonesia. Salah satu wilayah pesisir yang memiliki potensi terjadinya tsunami adalah wilayah pesisir Kabupaten Tasikmalaya. Berdasarkan hal tersebut, diperlukan adanya analisis tingkat kerawanan dan upaya mitigasi tsunami di Kabupaten Tasikmalaya. Adapun tujuan dari penelitian ini, yaitu memperkirakan luas wilayah yang terdampak tsunami dengan skenario tinggi gelombang 10 m, 15 m, dan 20 m, menganalisis tingkat kerawanan tsunami, memperkirakan jumlah penduduk yang terdampak, memetakan shelter, tempat evakuasi, dan jalur evakuasi tsunami, serta merencanakan upaya mitigasi struktural. Metode yang digunakan, yaitu dengan tool model builder, weighted overlay, InaSAFE, dan Network Analyst. Hasil pemodelan menunjukkan tsunami setinggi 10, 15, dan 20 meter dapat menggenangi wilayah seluas 12,25 km2, 18,47 km2, dan 24,69 km2. Wilayah Pesisir Kabupaten Tasikmalaya didominasi oleh tingkat kerawanan rendah sebesar 54.62%, kemudian tingkat kerawanan sangat rendah sebesar 26.25%, tingkat kerawanan sedang sebesar 12.61%, tingkat kerawanan tinggi sebesar 5.30%, dan tingkat kerawanan sangat tinggi sebesar 1.22%. Jumlah penduduk terdampak tsunami setinggi 10, 15, dan 20 meter adalah sebanyak 8280, 12320, dan 17770 orang. Terdapat 59 jalur evakuasi, dimana jalur yang termasuk kategori sedang sebanyak 27 jalur, kategori dekat 14 jalur, kategori sangat dekat dan jauh masing-masing sebanyak 9 jalur. Upaya mitigasi struktural yang dilakukan adalah dengan membuat green belt dan sea wall yang efektif mereduksi tsunami dengan tinggi di bawah 15 meter.
Evaluasi Sistem Drainase Menggunakan Program SWMM 5.2 pada Perumahan Wisma Asri, Bekasi Utara
Fiani, Mufitarizka;
Pribadi, Andik
Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 9 No. 2: Oktober 2024
Publisher : Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan IPB
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29244/jsil.9.2.189-198
Selama beberapa tahun terakhir, Perumahan Wisma Asri Kota Bekasi telah mengalami banjir ketika hujan lebat dan berkepanjangan, khususnya di RW 5. Penelitian saat ini memfokuskan pada area banjir tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengevaluasi saluran drainase Perumahan Wisma Asri RW 5, Bekasi Utara serta mendapatkan desain jaringan drainase yang baik dengan mempertimbangkan limpasan yang terjadi. Metode Log Pearson III digunakan untuk menghitung curah hujan rencana, dan kajian dilaksanakan menggunakan SWMM 5.2. Nilai curah hujan yang digunakan pada analisis saluran drainase Perumahan Wisma Asri berdasarkan distribusi Log Pearson III adalah 233,19 mm, dan periode ulang yang digunakan adalah 5 tahun. Pada Perumahan Wisma Asri terdapat 11 subcatchment, 33 junction, 1 outfall, dan 50 conduit. Berdasarkan simulasi terdapat 3 saluran meluap pada saat curah hujan maksimum yaitu CN30, CN31, dan CN32. Pada saluran CN30, CN31, dan CN32 terjadi luapan karena terdapat sedimen masing-masing setinggi 0,17 m, 0,17 m, dan 0,19 m. Kapasitas saluran drainase pada saluran CN30, CN31, dan CN32 pada kondisi eksisting adalah 0,208 m3/det, 0,073 m3/det, dan 0,059 m3/det. Setelah perbaikan kapasitas saluran meningkat menjadi 0,313 m3/det, 0,110 m3/det, dan 0,097 m3/det.
Evaluasi Kinerja Struktur Gedung Bertingkat di Jakarta Menggunakan Pushover Analysis
M. Nasution, Idham;
Erizal;
Fauzan, Muhammad
Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 9 No. 2: Oktober 2024
Publisher : Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan IPB
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29244/jsil.9.2.199-210
Gempa bumi menjadi bencana yang sering terjadi di Indonesia salah satunya di wilayah DKI Jakarta. Gempa bumi diasumsikan sebagai beban lateral yang nantinya didistribusikan ke semua struktur gedung dan menyebabkan bangunan bergeser. Beban geser yang nilainya melebihi dari nilai beban geser maksimum akan membuat struktur mengalami keruntuhan sehingga perencanaan struktur sangat diperlukan untuk mengantisipasi kerusakan parah yang terjadi di struktur tersebut. Evaluasi diperlukan untuk mengetahui tingkat kinerja struktur gedung eksisting terhadap gempa. Metode yang digunakan dalam mengevaluasi tingkat kenerja struktur terhadap gempa menggunakan acuan ASCE 41-17 yang mengatur cara evaluasi seismik dan retrofit bangunan eksisting pragempa dengan tahapan pemodelan struktur (menggunakan ETABS), pembebanan gravitasi, pembebanan respon sprektrum, pemodelan sendi plastis, serta evaluasi analisis pushover. Hasil evaluasi menghasilkan bahwa gedung masih mampu menahan gaya gempa BSE-1E dan BSE-2E serta masih memiliki kekuatan untuk menahan gaya gempa sampai perpindahan target awal. Hasil simpangan yang dihasilkan memiliki nilai dibawah batas izin untuk arah-X dan Y pada level gempa BSE-1E sebesar 202,504 mm, 196,176 mm dan BSE-2E sebesar 274,352 mm, 266,56 mm. Sendi plastis terbentuk pertama kali pada elemen balok selanjutnya pada kolom. Tingkat kinerja struktur gedung untuk gempa BSE-1E berada pada level immediate occupancy (IO) dan gempa BSE-2E berada pada level Damage control (DC). Rasio daktilitas struktur gedung berada pada rentang 1,5 sampai 5,3 sehingga dapat dikatakan struktur gedung memiliki daktilitas parsial.