J-Sil (Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan)
J-Sil (Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan) was established in 2016 and is managed by the Department of Civil and Environmental Engineering, IPB University, and the Institute of Engineering Indonesia (PII), Bogor. The journal aims to disseminate original and quality academic papers that have the potential to contribute to the advancement of science and technology in the field of civil and environmental engineering to support sustainable development. The journal covers any scopes within civil and environmental engineering, such as structure, irrigation, drainage, water quality, water construction, hydrology, water management, groundwater conservation, soil mechanics, foundation, soil improvement, slope stability, liquefaction, and soil modeling, road engineering, transportation management, construction management, environmental atmosphere and climate change environment (control of greenhouse gases, air quality models, climate change locally and globally), renewable energy and waste management (recovery of energy from waste, incineration, landfills, and green energy, biotechnology environment (nano-bio sensors, bioenergy, environmental eco-engineering), technology, physical, biological, and chemical (membrane technology, the process of advanced oxidation technology Physico-chemical, biological treatment of water), engineering environmental control (desalination, ICA (instruments, power, and automation), and water reuse technologies) and Applied Geomatics. The journal receives original papers from various contributors, such as academicians, scientists, researchers, practitioners, and students worldwide.
Articles
198 Documents
Crack Propagation Observation Using Digital Image Correlation (DIC) on Oil Palm Shell (OPS) Reinforced Concrete Beam
Handika, Nuraziz;
Astutiningsih, Sotya;
Sentosa, Bastian Okto Bangkit;
Gasti, Muhammad Daffa
Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 9 No. 1: April 2024
Publisher : Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan IPB
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29244/jsil.9.1.1-10
In terms of disaster risk management, crack opening and behaviour of structural elements should be predicted to prevent severe risk after the failure. To do so, structure responses, and crack propagation phenomena of concrete structural elements should be understood. Opening, re-closing, or re-opening of cracks in concrete may occur under some circumstances. Capturing the behaviour along the test, sometimes, becomes a problem. Measurement tools should be detached to prevent damage as the sample reaches failure point. A set of contactless devices, called Digital Image Correlation (DIC), has been developed in the Laboratory of Structural and Material Universitas Indonesia. In this research, experimental on Oil Palm Shell (OPS) concrete beam with 19 MPa of fc’, was conducted under four-point loading in the laboratory. OPS is a solid by-product obtained from palm oil production. This experiment uses a 300 x 15 x 250 cm3 beam under a semi-cyclic loading protocol. Load vs deflection, strain, and cracking behaviour are obtained by using the DIC system as its equipment. The conventional measurement (dial gauge) results were compared to the DIC results. The measurement from both tools has similar values. Also, this DIC system can capture deflection and measure crack opening evolution along the test.
Penerapan Buidling Information Modeling (BIM) 5D pada Proyek Gedung Simpang Temu Dukuh Atas, Jakarta Pusat
Sabil, Dairan;
Erizal
Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 8 No. 2: Agustus 2023
Publisher : Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan IPB
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29244/jsil.8.02.95-104
Building Information Modeling (BIM) merupakan sistem yang dapat menangani masalah aplikasi konvensional bidang konstruksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan pemodelan BIM hingga 5D menggunakan software Tekla Structres pada proyek Gedung Simpang Temu Dukuh Atas, Jakarta Pusat, serta melakukan analisis kinerja waktu konstruksi, membandingkan volume pekerjaan hasil perhitungan BIM dengan volume pekerjaan perhitungan BQ. Pemodelan 3D dilakukan sesuai dengan shop drawing. Pemodelan 4D dilakukan sesuai master schedule untuk melakukan visualisasi penjadwalan gedung. Pemodelan 5D dilakukan dengan report hasil volume perhitungan BIM dan dibandingkan dengan perhitungan berdasarkan dokumen BQ. Dalam pelaksanaan pembangunan proyek, terjadi keterlambatan proyek dengan keterlambatan paling besar pada bulan April 2022 dengan nilai keterlambatan sebesar -5,24%. Keterlambatan terjadi karena faktor cuaca dan dilakukan adendum dengan menambah tenaga kerja untuk mempercepat pekerjaan proyek. Perhitungan BIM didapatkan lebih kecil dibandingkan dengan perhitungan BQ dengan jumlah perbedaan volume beton sebesar 20,85% lebih kecil dan berat tulangan besi sebesar 26,32% lebih kecil dibanding BQ.
Analisis Kerentanan dan Penduduk Terdampak pada Bencana Tsunami di Pesisir Selatan Jawa, Studi Kasus: Kabupaten Cilacap
Handoyo, GTPAK;
Sutoyo;
Syafiudin, Moh Fifik
Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 8 No. 2: Agustus 2023
Publisher : Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan IPB
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29244/jsil.8.02.77-84
Indonesia memiliki banyak daerah rawan bencana. Faktor yang dapat menyebabkan terjadinya tsunami salah satunya gempa bumi yang tidak dapat dihindari mengingat posisi tata letak geografis Indonesia yang berada di Zona megathrust. Sebagian besar gempa bumi ini berpusat di dasar Samudera Hindia dan beberapa di antaranya menimbulkan gelombang laut besar (tsunami) di Pulau Jawa. Penelitian dilakukan di salah satu kabupaten yang berada di selatan Pulau Jawa yaitu Kabupaten Cilacap yang merupakan kabupaten terluas di provinsi Jawa Tengah dengan luas wilayahnya sekitar 6,2% dari total wilayah Jawa Tengah. Pemodelan tsunami dilakukan menggunakan Model Crunch untuk memprediksi tingkat risiko bencana tsunami. Metode ini merupakan hasil perkalian antara bahaya (hazard) dengan kerentanan (vulnerability). Bahaya tsunami dalam Model Crunch tersebut berupa tinggi gelombang tsunami dan luas genangan, sedangkan kerentanan berupa kepadatan penduduk, elevasi, infrastruktur, dan jarak permukiman dari pantai. Berdasarkan hasil Weighted Overlay Analysist yang dilakukan pada setiap parameter yang telah diklasifikasikan kelas kerentanannya, kerentanan wilayah pesisir Kabupaten Cilacap terhadap bencana tsunami yaitu berada pada kategori cukup rentan hingga rentan. Wilayah pesisir Kabupaten Cilacap berada pada kategori cukup rentan hingga rentan terhadap bencana tsunami, oleh karena itu perlu dilakukan penelitian lanjutan seperti alur evakuasi untuk membuat jalur evakuasi jika terjadi bencana tsunami, studi ketahanan masyarakat pesisir dalam menghadapi bencana tsunami dan upaya teknis yang dapat dilakukan melalui kegiatan relokasi, adaptasi, dan proteksi.
Analisis Pengaruh Penambahan Dinding Geser terhadap Perilaku Struktur Gedung Sistem Ganda
Nursani, Rosi;
Noor, Dheni Elyana
Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 8 No. 2: Agustus 2023
Publisher : Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan IPB
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29244/jsil.8.02.105-114
Beban gempa merupakan beban yang harus sangat diperhitungkan dalam merencanakan kekuatan struktur gedung terutama di daerah rawan gempa. Beban gempa dapat mengakibatkan bangunan mengalami gerakan pada arah horizontal dan menyerang titik lemah struktur. Dinding geser merupakan salah satu komponen struktural pada gedung yang dapat meningkatkan kekakuan gedung. Terdapat struktur gedung 7 lantai yang menggunakan sistem ganda dengan dinding geser di bagian lift. Penelitian dilakukan dengan menambahkan dinding geser pada struktur dengan tujuan membandingkan perilaku struktur sebelum dan setelah penambahan dinding geser. Perhitungan analisis struktur menggunakan bantuan perangkat lunak untuk membuat pemodelan dan mendapatkan hasil gaya dalam yang terjadi. Output gaya dalam digunakan untuk menghitung kapasitas struktur. Hasil penelitian menunjukan terdapat perbandingan antara perilaku struktur sebelum dan setelah penambahan dinding geser. Apabila simpangan horizontal, gaya geser dasar dan waktu getar alami melebihi syarat aman, maka gedung berpotensi mengalami kerusakan sampai keruntuhan. Struktur dengan penambahan dinding geser dapat menimalisir simpangan antar lantai sehingga kekakuan struktur lebih besar.
Analisis Dampak Bencana Tsunami dan Perencanaan Jalur Evakuasi (Studi Kasus: Kabupaten Sukabumi)
Suri, Sulih Almaudi;
Sutoyo;
Syafiudin, Moh Fifik
Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 9 No. 1: April 2024
Publisher : Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan IPB
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29244/jsil.9.1.11-20
Posisi geografi Indonesia berada di atas tiga lempeng aktif, yaitu lempeng Pasifik, Indo-Australia, dan Eurasia yang bergerak konstan sehingga mengakibatkan sesar. Sesar tersebar di berbagai wilayah di Indonesia, salah satunya berada di Pulau Jawa yaitu Sesar Cimandiri yang terhampar dari barat ke timur melalui Pelabuhanratu hingga Gunung Tangkubanprahu. Lokasi Sesar yang membentang di wilayah Sukabumi menyebabkan berbagai bencana, seperti gempa bumi. Sukabumi dengan garis pantai sepanjang 177 km serta potensi pergeseran sesar di wilayah pantai berpotensi menyebabkan bencana tsunami hingga ketinggian 20 m, sehingga diperlukan analisis wilayah terdampak serta jumlah penduduk terdampak. Analisis dilakukan dengan bantuan software ArcGIS dan QGIS melalui beberapa pengerjaan, seperti permodelan inundasi, permodelan kerentanan wilayah, dan analisis penduduk terdampak. Permodelan inundasi dilakukan dengan memperkirakaan ketinggian gelombang di pinggir pantai sebesar 10, 15, dan 20 meter dan kemudian dilakukan clip dengan tutupan lahan Sukabumi. Jumlah penduduk terdampak dihitung dengan data kepadatan penduduk setiap kecamatan terdampak dan dikalikan dengan luas wilayah terdampak di setiap kecamatan. Luas wilayah terdampak dengan ketinggian run-up 10 meter sebesar 6781,08 ha, pada run-up 15 meter sebesar 9703,75 ha, dan pada run-up 20 meter sebesar 12609,24 ha. Kategori tutupan yang terdampak berupa badan air, empang/tambak, hutan, lahan pertanian, lahan terbangun, lahan terbuka, perkebunan, dan semak belukar. Jumlah penduduk terdampak dengan skenario 10m, 15m, dan 20m sebanyak 74.000 hingga 135.000 jiwa. Permodelan dan analisis tersebut diharapkan memberikan informasi mengenai luasan wilayah terdampak, jenis tutupan lahan terdampak, serta jumlah penduduk terdampak sehingga penelitian dapat dikembangkan. Penelitian mengenai dampak bencana tsunami diharapkan berkembang dengan adanya perencanaan konstruksi bangunan shelter yang memenuhi standar mitigasi.
Optimasi Sistem Irigasi Bawah Permukaan untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman dan Air dengan Algoritma Genetika
Arif, Chusnul;
Caroline, Maharani Bilqist
Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 8 No. 2: Agustus 2023
Publisher : Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan IPB
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29244/jsil.8.02.85-94
Optimasi dalam sistem irigasi masih menjadi persoalan dalam budidaya tanaman hortikultura yang efektif dan efisien dalam penggunaan air. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan sistem irigasi bawah permukaan dalam meningkatkan produktifitas tanaman dan air dengan metode algoritma genetika (AG). Untuk mendapatkan data optimasi, skenario sistem irigasi dibagi menjadi 3 tinggi muka air (TMA) pada bak kontrol, yaitu 13 cm (TMA1), 10 cm (TMA2) dan 7 cm (TMA3). Dari hasil observasi menunjukkan bahwa produktivitas air (WP) tertinggi terjadi pada TMA2 sebesar 1,60 kg/m3, diikuti oleh TMA 3 dan TMA 1. Akan tetapi, dari hasil pemodelan AG didapatkan bahwa TMA yang optimum adalah 12,8 cm, 7 cm, 7,2 cm pada fase awal, tengah musim dan akhir musim. Dengan skenario ini akan didapatkan WP sebesar 1,96 kg/m3, dimana nilai ini 22,5 % lebih besar dibandingkan WP pada skenario TMA2. Oleh sebab itu, untuk membuktikan hasil pemodelan ini, perlu dilakukan uji lapangan
Penetrasi dan Sorptivitas Klorida Beton Mutu Tinggi Memadat Mandiri dengan Variasi Substitusi Metakaolin
Deni, Delista Putri;
Alfianarrochmah, 'Ilma;
Kurnianingsih, Oktavia
Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 8 No. 2: Agustus 2023
Publisher : Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan IPB
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29244/jsil.8.02.115-126
Struktur beton bertulang seringkali terekspos pada lingkungan yang mengandung zat-zat perusak seperti ion klorida. Penetrasi ion klorida akan merusak lapisan pasif pada beton dan mengakibatkan terjadinya korosi, sehingga penggunaan beton berkualitas baik sangat dibutuhkan. Pada penelitian ini, beton mutu tinggi memadat mandiri dengan variasi substitusi metakaolin terhadap berat semen sebesar 0% (kontrol); 10%; 12,5%; 15%; 17,5 %; dan 20% digunakan sebagai solusi. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi pengaruh substitusi metakaolin dan kadar optimumnya untuk meningkatkan resistensi beton terhadap penetrasi klorida. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan benda uji silinder beton berdiameter 7,5 cm dan tinggi 15 cm. Pengujian kedalaman penetrasi klorida menggunakan metode uji penetrasi klorida laboratorium dipercepat, benda uji dipaparkan pada lingkungan klorida dengan konsentrasi 2% dengan variasi waktu pemaparan 15, 37, dan 51 hari dan kemudian dianalisis menggunakan metode AgNO3 colorimetric (Fu et al., 2022). Pengujian sorptivitas klorida dilakukan berdasarkan ASTM C.1585 (ASTM International, 2013) menggunakan variasi waktu 30, 90, dan 1440 menit. Dari hasil penelitian, didapat bahwa substitusi metakaolin 15% merupakan kadar optimum untuk menurunkan penetrasi dan sorptivitas klorida pada beton sebagai kontribusi dari reaksi pozzolaniknya. Penelitian diharapkan dapat bermanfaat sebagai pencegahan kerusakan beton bertulang pada lingkungan agresif dengan menghasilkan analisis beton bermutu baik dan ramah lingkungan. Reinforced concrete structures are often exposed to environments containing corrodents such as chloride ions. The penetration of chloride ions will deteriorate the passive layer of the concrete and result in corrosion, thus the use of good-quality concrete is required. In this study, high-strength self-compacting concrete with a variation of metakaolin substitution to cement weight of 0% (control); 10%; 12.5%; 15%; 17.5%; and 20% was used as a solution. The objective of the study was to identify the effect of metakaolin substitution and its optimum level to improve concrete resistance to chloride penetration. This research used an experimental method with concrete cylindrical specimens of 7.5 cm diameter and 15 cm height. The chloride penetration depth test used the accelerated laboratory chloride penetration test method, the specimens were exposed to a chloride environment with a concentration of 2% with a variation of exposure times of 15, 37, and 51 days and then analyzed using the colorimetric AgNO3 method (Fu et al., 2022). The chloride sorptivity test was conducted based on ASTM C.1585 (ASTM International, 2013) using time variations of 30, 90, and 1440 minutes. Based on the results, it was found that 15% metakaolin substitution is the optimum level to reduce the penetration and sorptivity of chloride in concrete as a contribution to its pozzolanic reaction. The research is expected to be useful in the prevention of deterioration of reinforced concrete in aggressive environments by producing good quality and environmentally friendly concrete analysis.
Analisis Kekuatan Struktur Pada Bangunan 8 Lantai Berdasarkan Respon Spektrum SNI 03-1726-2019 Menggunakan SAP2000
Hukama, Raihan Daffa;
Erizal
Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 8 No. 3: Desember 2023
Publisher : Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan IPB
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29244/jsil.8.03.127-136
Suatu struktur bangunan gedung terdiri atas beberapa elemen struktur penyusunnya seperti kolom, balok, pelat lantai, shearwall, pondasi, dan rangka atap. Indonesia merupakan daerah rawan terhadap gempa karena dilalui oleh jalur pertemuan 3 lempeng tektonik. Provinsi Jawa Barat mengalami sebanyak 141 gempa bumi pada bulan Januari 2023 menurut Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Kabupaten Bogor mengalami gempa bumi sebanyak 16 kali dalam rentang tahun 2012-2022. Upaya mitigasi kegagalan struktur di Indonesia akibat gempa sangat perlu dilakukan untuk mengetahui kondisi kinerja struktur bangunan tersebut terhadap gempa. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan pemodelan menggunakan software SAP2000 serta menganalisis kekuatan struktur pada bangunan 8 lantai terhadap gempa dengan mengacu pada SNI 1726-2019 tentang tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk struktur bangunan gedung dan non gedung. Penelitian dilakukan dengan menggunakan tiga skenario dengan metode respon spektrum. Pengujian kuat tekan beton digunakan menggunakan hammer test. Penyesuaian as built drawing perlu dilakukan karena terdapat perbedaan antara gambar rencana dengan kondisi existing. Pada hasil identifikasi kegagalan struktur Gedung X terdapat kegagalan pada saat beban gempa diinputkan. Terdapat 2 frames yang mengalami overstress pada skenario tiga. Berdasarkan hasil analisis simpangan antar lantai dan efek P-Δ, Gedung X dinilai aman karena nilai yang didapat tidak melebihi simpangan izin dan batas stabilitas struktur. Rekomendasi ini bertujuan untuk perencanaan pembangunan berikutnya. Rekomendasi struktur berupa penambahan dimensi kolom menjadi 500 mm 500 mm, serta pembesaran diameter tulangan menjadi 32 mm.
Analisis Kenyaman Ruang Menggunakan Simulasi Software Ecotect Analysis pada Masjid Kawasan Kecamatan Bogor Tengah Kota Bogor
Fauzan Hakim, Fadli;
Febrita, Joana
Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 8 No. 3: Desember 2023
Publisher : Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan IPB
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29244/jsil.8.03.137-146
Indonesia berada di iklim tropis lembab, yang menyebabkan suhu cenderung tinggi dan kecepatan angin rendah. Keadaan ini berpengaruh pada tidak tercapainya kenyamanan ruang dalam masjid. Kenyamanan ruangan dapat meningkatkan kondisi kesehatan, kenyamanan, dan produktivitas seseorang. Tujuan penelitian ini adalah menentukan tingkat kenyamanan ruang lima masjid yang berada di Kawasan kecamatan Bogor Tengah Kota Bogor dan melakukan simulasi modifikasi menggunakan Software Ecotect Analysis. Penelitian ini dilakukan dengab pengukuran langsung di lapangan yang meliputi pengukuran suhu dan kelembapan, intensitas cahaya, dan kebisingan kemudian dilakukan modifikasi menggunakan Software Ecotect Analysis. Terdapat lima masjid yang belum memenuhi kriteria kenyamanan termal dan audial, serta terdapat tiga masjid yang belum memenuhi kenyamanan visual. Modifikasi menggunakan Timber Clad Masonry (pasangan batu bata berplaster dengan lapisan kayu) dan Concrete Block Plaster (dinding berbahan beton dengan plaster). Hasil modifikasi terbaik terdapat pada Masjid Agung dengan modifikasi 2 terjadi penurunan sebesar MRT 21,9%, penurunan menurunkan PPD sebesar 75%, meredam arah suara sebesar 49,9% dan meningkatkan pencahayan sebesar 297%.
Pengaruh Bendungan Leuwikeris dan Tanggul dalam Mereduksi Banjir di Kota Banjar
Fatma Nurkhaerani;
Cahya Suryadi;
Amalia Rizka Sugiarto
Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 8 No. 3: Desember 2023
Publisher : Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan IPB
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29244/jsil.8.03.223-232
Banjir merupakan masalah serius yang memerlukan perhatian dari pemerintah dan masyarakat. Penyebab banjir termasuk curah hujan berlebih, fluktuasi suhu, kerusakan tanggul, pelelehan salju cepat, dan gangguan aliran air. Pengendalian banjir bisa dilakukan melalui pendekatan fisik (struktur) dan non-fisik (non struktur). Waduk Leuwikeris dibangun untuk pengembangan irigasi dan air baku, serta mengurangi banjir. Pada tahun 2016, banjir di Kota Banjar mengakibatkan kerusakan rumah dan perlu kajian untuk alternatif penanggulangan banjir. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan alternatif penanggulangan banjir yang dapat mereduksi banjir yang terjadi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat efektivitas waduk dalam reduksi banjir yaitu penurunan debit puncak di titik tinjau sekitar 300 m3/s, dengan penurunan luas area genangan banjir sekitar 450 ha, penurunan rata-rata kedalaman genangan sebesar 28 cm, penurunan jumlah desa tergenang sebanyak 11 desa. Dalam pemodelannya, lebar tanggul direncanakan sebesar 6 meter, koefisien 1,66 dan Panjang masing-masing tanggul yaitu 1859.8, 3548.34, 3088.87, 3910.38 dan 1766.06.