cover
Contact Name
Reno Fernandes
Contact Email
socialemperical@ppj.unp.ac.id
Phone
+6281261444136
Journal Mail Official
socialemperical@ppj.unp.ac.id
Editorial Address
Departemen Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang (Integrated Classroom B UNP Air Tawar Padang) Jl. Prof. Dr. Hamka, Air Tawar, Padang
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Social Empirical
ISSN : -     EISSN : 30630703     DOI : https://doi.org/10.24036
Social Empirical merupakan wadah yang penting untuk mempublikasikan artikel-artikel ilmiah yang dihasilkan dari seminar nasional maupun internasional. Dengan fokus pada ilmu sosial dan humaniora, prosiding ini menjadi platform yang sangat relevan bagi para peneliti dan akademisi dalam bidang tersebut untuk berbagi pengetahuan, temuan, dan pemikiran terkini. Melalui prosiding ini, berbagai disiplin ilmu seperti sosiologi, ilmu Pendidikan, psikologi, komunikasi, antropologi, sejarah, ekonomi, dan ilmu politik dapat bersatu dalam satu wadah untuk memperluas cakupan dan memperdalam pemahaman terhadap beragam isu sosial dan humaniora yang sedang berkembang. Dengan demikian, Prosiding Social Empirical tidak hanya menjadi tempat untuk mempublikasikan hasil penelitian, tetapi juga menjadi ajang untuk merangsang diskusi, kolaborasi, dan pertukaran gagasan yang dapat mengarah pada perkembangan ilmu pengetahuan yang lebih lanjut di bidang ini.
Articles 129 Documents
Dinamika Tantangan dalam Praktik Street Photography di Era Digital Ramadhani Yussania; Fitri Khairani Daulay; Hafizhah Zulfha; Azalia Evandriani; Anggara Okta Syahputra; Ayu Adriyani
Social Empirical Vol. 2 No. 2 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i2.402

Abstract

Street photography merupakan jenis fotografi yang merekam aktivitas kehidupan sehari-hari di ruang publik secara spontan dan apa adanya. Dalam praktiknya, street photography menghadapi berbagai tantangan yang semakin berkembang, terutama seiring dengan kemajuan teknologi dan perubahan norma sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan membahas tantangan yang dihadapi fotografer jalanan dalam praktik street photography masa kini. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan menelaah berbagai literatur akademik, seperti artikel jurnal dan buku yang membahas street photography. Hasil kajian menunjukkan bahwa fotografer jalanan menghadapi berbagai persoalan yang saling berkaitan, meliputi aspek etika, moral subjek, hukum, dan dampak teknologi. Tantangan etika muncul dari pertentangan antara kebebasan berekspresi fotografer dan penghormatan terhadap privasi serta martabat subjek foto. Dari sisi hukum, aturan mengenai fotografi di ruang publik berbeda-beda di setiap wilayah hukum, sehingga memengaruhi praktik fotografi yang dilakukan. Selain itu, perbedaan budaya menuntut fotografer untuk memahami norma dan aturan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman. Penyebaran foto melalui media digital juga menimbulkan pertanyaan mengenai tanggung jawab fotografer terhadap subjek dan komunitas yang difoto. Penelitian ini menyimpulkan bahwa praktik street photography masa kini membutuhkan keseimbangan antara kebebasan berekspresi dan tanggung jawab sosial, serta kesadaran fotografer terhadap dampak dari foto yang mereka ambil dan bagikan.
Ruang Spasial dan Aktivitas Sosial di Pasar Kurai Taji Kota Pariaman Eva Dwi Iswari; Elsa Putri Hardyanti; Atiqah Mufidah; Fauzi Ariansyah; Zuama Furgani; Rani Kartika
Social Empirical Vol. 2 No. 2 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i2.472

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji pemanfaatan ruang spasial dan aktivitas sosial-ekonomi di Pasar Kurai Taji Kota Pariaman sebagai pasar tradisional yang berfungsi tidak hanya sebagai ruang transaksi, tetapi juga sebagai ruang sosial masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan konfigurasi ruang pasar, bentuk aktivitas sosial-ekonomi, profil pelaku pasar, serta kondisi fasilitas yang menyertai dinamika ruang tersebut. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan jenis studi fenomenologi. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan dokumentasi, dengan informan yang dipilih secara purposive, meliputi pedagang tetap, pedagang musiman, pekerja pasar, dan pengelola pasar. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ruang Pasar Kurai Taji terbagi ke dalam dua zona utama, yaitu area dalam yang dikelola secara formal dan beroperasi setiap hari, serta area luar yang dimanfaatkan secara temporer pada hari Senin sebagai hari pasaran. Aktivitas ekonomi berlangsung dinamis dengan variasi waktu operasional, sementara interaksi sosial antar pedagang ditandai oleh praktik saling membantu dan solidaritas. Kondisi fasilitas pasar menjadi bagian dari pengalaman ruang yang memengaruhi cara pedagang beradaptasi dalam menjalankan aktivitasnya. Penelitian ini menegaskan bahwa ruang pasar terbentuk melalui interaksi antara pengaturan formal dan praktik sosial-ekonomi pelaku pasar.
Duta Alumni sebagai Strategi Komunikasi Humas dalam Menjangkau Siswa Pedesaan: Studi pada Program Studi Ilmu Komunikasi UNP Gusri Rahma Dika; Ibnu Aprijas Maulana; Syifa Elysia Dwi Putri; Annisa Khaylila; Valensia Audhika Putri; Ziankha Humairah Ziankhanaum; Radithya Rizky Enda; Mira Hasti Hasmira
Social Empirical Vol. 3 No. 1 (2026): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v3i1.49

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis hambatan informasi siswa pedesaan dalam mengenal Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Padang (UNP) dan merumuskan strategi komunikasi humas melalui peran duta alumni. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik Focus Group Discussion (FGD), wawancara mendalam, dan studi dokumen. Informan dipilih secara purposive, yaitu lima mahasiswa atau alumni Ilmu Komunikasi UNP yang berasal dari sekolah pedesaan di Sumatera Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media digital membantu siswa memperoleh pengetahuan awal tentang program studi, tetapi belum cukup kuat untuk membangun keyakinan dan keputusan memilih program studi. Hambatan utama meliputi minimnya informasi formal dari sekolah, keterbatasan internet, rendahnya pengenalan masyarakat terhadap Ilmu Komunikasi, kekhawatiran keluarga, serta hambatan ekonomi dan geografis. Komunikasi interpersonal melalui alumni terbukti lebih dipercaya karena adanya kesamaan pengalaman, bahasa, dan latar sosial. Alumni dapat berperan sebagai opinion leader sekaligus jembatan kepercayaan antara kampus, siswa, dan keluarga. Penelitian ini merekomendasikan program duta alumni berbasis daerah, sosialisasi langsung ke sekolah, mentoring calon mahasiswa, serta campus expo daerah sebagai strategi humas yang lebih kontekstual untuk menjangkau siswa pedesaan.
Strategi Kampanye Media Sosial Berbasis Visual Storytelling dalam Meningkatkan Brand Awareness Program Studi Ilmu Komunikasi UNP Novita Ayu Wardhan; Rayhand Fadhillah; Nasywa Huriyah; Dea Amanda; Mira Hasti Hasmira
Social Empirical Vol. 3 No. 1 (2026): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v3i1.51

Abstract

Penelitian ini bertujuan merancang kampanye media sosial berbasis visual storytelling untuk meningkatkan brand awareness siswa SMA perkotaan terhadap Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Padang (UNP). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis perancangan kampanye. Data dikumpulkan melalui Focus Group Discussion (FGD), dokumentasi, dan tinjauan pustaka. Informan penelitian adalah delapan mahasiswa aktif Ilmu Komunikasi UNP yang sebelumnya bersekolah di SMA perkotaan dan aktif menggunakan Instagram. Hasil FGD menunjukkan tiga temuan utama: eksposur Ilmu Komunikasi UNP di media sosial masih rendah, Instagram menjadi sumber informasi utama bagi calon mahasiswa, serta prospek kerja dan aktivitas mahasiswa menjadi informasi yang paling dibutuhkan. Berdasarkan temuan tersebut, kampanye dirancang dengan nama "Penentu Arah" melalui format short movie dan Instagram reels. Rancangan kampanye mencakup target audiens, persona, pesan utama, tone and manner, pilar konten, storyboard, dan call to action. Secara konseptual, kampanye ini selaras dengan model AISAS karena mendorong attention, interest, search, action, dan share. Penelitian ini berkontribusi sebagai rancangan awal kampanye digital untuk program studi baru, tetapi masih memerlukan uji efektivitas kepada siswa SMA secara langsung.
Resiliensi Masyarakat Pesisir Pascabanjir Melalui Pemanfaatan Material Sisa Banjir di Pantai Parkit Kota Padang Rahmat Maulana Kurniawan; Delmira Syafrini; Salsabila Luthfiyana; Rianto Rofendra Nababan; Rena Asmiranda; Refni Junita Sari
Social Empirical Vol. 3 No. 1 (2026): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v3i1.541

Abstract

Banjir yang terjadi di Pantai Parkit Kota Padang menyebabkan menumpuknya material sisa banjir berupa kayu dan ranting yang mengganggu aktivitas masyarakat pesisir, terutama nelayan. Kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada lingkungan pesisir, tetapi juga menurunkan aktivitas ekonomi masyarakat yang bergantung pada sektor perikanan. Penelitian ini bertujuan menganalisis resiliensi masyarakat pesisir pascabanjir melalui pemanfaatan material sisa banjir di Pantai Parkit Kota Padang. Penelitian menggunakan perspektif Teori Resiliensi Sosial Neil Adger dengan pendekatan kualitatif dan desain studi kasus. Informan penelitian dipilih secara purposive sebanyak 10 orang yang terdiri atas nelayan, pedagang kawasan pantai, dan warga yang terlibat dalam pemanfaatan material sisa banjir. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumen, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat memanfaatkan material sisa banjir melalui kegiatan pengumpulan, pemilahan, pengolahan, dan penjualan kayu yang masih memiliki nilai guna. Pemanfaatan tersebut menjadi sumber pendapatan alternatif ketika aktivitas melaut terganggu. Dalam perspektif resiliensi sosial, masyarakat menunjukkan kemampuan bertahan, beradaptasi, dan melakukan pemulihan melalui pemanfaatan sumber daya lokal serta dukungan pemerintah dalam pembersihan kawasan pesisir. Temuan ini menunjukkan pentingnya pemanfaatan sumber daya lokal dalam memperkuat resiliensi masyarakat pesisir pascabencana.
Perubahan Sosial Masyarakat Pasca Bencana di kawasan Batu Busuk Kecamatan Pauh Kota Padang Yola Handayani; Zakiyati Zahra; Siti Faizah Atika Maisyah; Syahrurozi Maulana Putra; Delmira Syafrini
Social Empirical Vol. 3 No. 1 (2026): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v3i1.542

Abstract

Bencana alam yang terjadi di kawasan Batu Busuk, Kecamatan Pauh, Kota Padang tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik dan kerugian ekonomi, tetapi juga memengaruhi kehidupan sosial masyarakat setempat. Perubahan kondisi lingkungan pasca bencana menyebabkan terjadinya perubahan dalam pola interaksi sosial, solidaritas, aktivitas sosial, serta hubungan antar anggota masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan kehidupan sosial masyarakat Batu Busuk pasca bencana ditinjau dari perspektif perubahan sosial. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan penelitian dipilih secara purposive dengan mempertimbangkan keterlibatan dan pengalaman mereka terhadap dampak bencana. Jumlah informan dalam penelitian ini sebanyak 5 orang yang terdiri dari Masyarakat yang terdampak bencana. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bencana telah mendorong terjadinya perubahan sosial dalam kehidupan masyarakat Batu Busuk. Perubahan tersebut terlihat dari meningkatnya solidaritas dan gotong royong dalam proses pemulihan pasca bencana, perubahan pola interaksi sosial antar warga, penyesuaian mata pencaharian sebagian masyarakat akibat perubahan kondisi lingkungan, serta meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mitigasi dan kesiapsiagaan bencana. Selain itu, masyarakat juga menunjukkan kemampuan beradaptasi melalui penguatan jaringan sosial dan kerja sama dalam menghadapi berbagai tantangan pasca bencana. Dari perspektif perubahan sosial, bencana menjadi faktor eksternal yang mempercepat terjadinya perubahan dalam struktur sosial, pola hubungan sosial, dan perilaku masyarakat. Meskipun menghadapi berbagai keterbatasan dan tantangan, masyarakat Batu Busuk mampu beradaptasi serta membangun kembali kehidupan sosialnya secara bertahap menuju kondisi yang lebih tangguh terhadap risiko bencana di masa mendatang.
Masyarakat dan Kesiapsiagaan Bencana: Perubahan Sosial Pascabencana di Batu Busuk, Kecamatan Pauh Nabila Zavrilia; Delmira Syafrini; Nafisa Reva Arianto; Neza Rahma Dianti; Putri Rahma Dani; Salsabila Ramadhani Sitompul
Social Empirical Vol. 3 No. 1 (2026): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v3i1.547

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesiapsiagaan masyarakat sebelum bencana, menganalisis dampak bencana terhadap kehidupan sosial dan ekonomi, mengidentifikasi bentuk solidaritas dan gotong royong masyarakat pasca bencana, serta mengetahui peran bantuan pemerintah dan harapan masyarakat dalam proses pemulihan pasca bencana. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana serta munculnya perubahan sosial setelah terjadinya banjir bandang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap masyarakat terdampak bencana. Data dianalisis menggunakan teknik analisis interaktif Miles dan Huberman melalui tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapsiagaan masyarakat sebelum bencana masih rendah karena kurangnya pengetahuan mitigasi bencana dan tidak adanya sistem peringatan dini. Bencana banjir bandang memberikan dampak besar terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat, seperti kerusakan rumah, hilangnya mata pencaharian, serta terganggunya aktivitas masyarakat. Namun, pasca bencana terjadi peningkatan solidaritas sosial dan gotong royong masyarakat dalam proses pemulihan lingkungan. Selain itu, bantuan pemerintah dan relawan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar dan mendukung proses pemulihan pasca bencana.
Perubahan Sosial Masyarakat Pasca Galodo 2025 di Keluarahan Lubuk Minturun Kecamatan Koto Tangah Kota Padang Nindya Shafwa; Delmira Syafrini; Mela Yuliana; Rahma Juita; Priskila Natasia Br. Saragih; Sabrina Asifa U Nabila
Social Empirical Vol. 3 No. 1 (2026): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v3i1.550

Abstract

Bencana galodo yang terjadi di Kelurahan Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang pada tahun 2025 tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik dan kerugian ekonomi, tetapi juga mempengaruhi kehidupan sosial masyarakat. Kondisi ini mendorong terjadinya berbagai bentuk perubahan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan sosial yang terjadi pada masyarakat pasca galodo 2025, bentuk resiliensi dan strategi bertahan hidup yang dilakukan dalam proses pemulihan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Informan penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling yang melibatkan 8 orang informan. Adapun kriteria pemilihan informan yaitu masyarakat yang terdampak galodo di Kelurahan Lubuk Minturun. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) meningkatnya solidaritas sosial dan gotong royong (2) kehilangan mata pencarian (3) ketergantungan pada bantuan eksternal (4) pembangunan infrastruktur mitigasi bencana. Namun demikian, masyarakat menunjukkan resiliensi melalui pembangunan kembali sumber mata pencaharian, pemanfaatan jaringan sosial dan kekerabatan, serta meningkatnya kesadaran terhadap mitigasi dan kesiapsiagaan bencana.
Peran Sistem Peringatan Dini Berbasis Masyarakat terhadap Perubahan Sosial dalam Kesiapsiagaan Bencana: Studi Kasus di Nagari Malalak Selatan Kabupaten Agam Lirra Dwinaya Rachma; Exelly Ananda Rinzzy; Hanifa Yulia Putri; Alycia Safana Milanda; M. Arkhan Rodhiah; Delmira Syafrini; Muhammad Hidayat
Social Empirical Vol. 3 No. 1 (2026): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v3i1.553

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran sistem peringatan dini berbasis masyarakat terhadap perubahan sosial dalam kesiapsiagaan bencana di Nagari Malalak Selatan, Kabupaten Agam. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya risiko bencana longsor dan galodo di wilayah tersebut serta pentingnya keterlibatan masyarakat dalam membangun kesiapsiagaan bencana. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem peringatan dini berbasis masyarakat memiliki peran penting dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat melalui penyebaran informasi yang cepat menggunakan pengeras suara masjid, grup WhatsApp, telepon, dan komunikasi langsung antarwarga. Selain itu, keberadaan sistem peringatan dini juga memengaruhi perubahan sosial masyarakat, seperti meningkatnya solidaritas sosial, pola komunikasi yang lebih aktif, kepedulian antarwarga, serta meningkatnya kesadaran kolektif terhadap pentingnya kesiapsiagaan bencana. Namun demikian, penelitian ini juga menemukan beberapa kendala, seperti masih adanya masyarakat yang kurang peduli terhadap informasi bencana dan keterbatasan jaringan komunikasi saat cuaca buruk. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sistem peringatan dini berbasis masyarakat tidak hanya berfungsi sebagai sarana mitigasi bencana, tetapi juga berperan dalam membentuk perubahan sosial dan memperkuat ketahanan masyarakat dalam menghadapi bencana.
Perubahan Persepsi Risiko Bencana Masyarakat Pascagalodo di Batu Busuk Kota Padang Dyanatul Arsyi; Delmira Syafrini; Muhammad Hidayat; Aulia Uzzaki; Difa Afriani Salsabila; Muhammad Yahya; Zola Fernando
Social Empirical Vol. 3 No. 1 (2026): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v3i1.554

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan persepsi risiko bencana masyarakat pascagalodo di Batu Busuk, Kota Padang. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara langsung dan observasi lapangan. Informan dalam penelitian merupakan masyarakat yang terdampak langsung oleh bencana galodo, baik yang mengalami kerusakan rumah, kehilangan mata pencaharian, maupun perubahan kondisi sosial dan psikologis setelah bencana terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa galodo memberikan dampak besar terhadap kehidupan masyarakat, terutama pada aspek ekonomi, sosial, dan psikologis. Kerusakan rumah, hilangnya lahan pertanian, serta terganggunya aktivitas ekonomi menjadi dampak utama yang dirasakan masyarakat. Selain itu, pengalaman menghadapi galodo menyebabkan perubahan persepsi masyarakat terhadap risiko bencana. Masyarakat menjadi lebih waspada terhadap cuaca ekstrem, lebih memperhatikan kondisi lingkungan, dan mulai menyadari pentingnya kesiapsiagaan bencana. Penelitian ini menunjukkan bahwa pengalaman bencana dapat membentuk kesadaran baru masyarakat dalam memahami risiko bencana serta pentingnya mitigasi untuk mengurangi dampak bencana di masa mendatang secara lebih efektif dan berkelanjutan.

Page 11 of 13 | Total Record : 129