cover
Contact Name
Reno Fernandes
Contact Email
socialemperical@ppj.unp.ac.id
Phone
+6281261444136
Journal Mail Official
socialemperical@ppj.unp.ac.id
Editorial Address
Departemen Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang (Integrated Classroom B UNP Air Tawar Padang) Jl. Prof. Dr. Hamka, Air Tawar, Padang
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Social Empirical
ISSN : -     EISSN : 30630703     DOI : https://doi.org/10.24036
Social Empirical merupakan wadah yang penting untuk mempublikasikan artikel-artikel ilmiah yang dihasilkan dari seminar nasional maupun internasional. Dengan fokus pada ilmu sosial dan humaniora, prosiding ini menjadi platform yang sangat relevan bagi para peneliti dan akademisi dalam bidang tersebut untuk berbagi pengetahuan, temuan, dan pemikiran terkini. Melalui prosiding ini, berbagai disiplin ilmu seperti sosiologi, ilmu Pendidikan, psikologi, komunikasi, antropologi, sejarah, ekonomi, dan ilmu politik dapat bersatu dalam satu wadah untuk memperluas cakupan dan memperdalam pemahaman terhadap beragam isu sosial dan humaniora yang sedang berkembang. Dengan demikian, Prosiding Social Empirical tidak hanya menjadi tempat untuk mempublikasikan hasil penelitian, tetapi juga menjadi ajang untuk merangsang diskusi, kolaborasi, dan pertukaran gagasan yang dapat mengarah pada perkembangan ilmu pengetahuan yang lebih lanjut di bidang ini.
Articles 129 Documents
Surau Sebagai Pedagogi Indigenous dalam Pembentukan Karakter dan Identitas Lokal Minangkabau Aget Sapriadi; Gusmira Wita; Hawa Fadillah Islami; Fatimah Azzahra; Daffa Febryan; Habibi Bil Maruf; Ikhsanul Ikhwan
Social Empirical Vol. 3 No. 1 (2026): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v3i1.585

Abstract

Pendidikan berbasis surau memiliki peran penting dalam pembentukan karakter dan pelestarian identitas lokal masyarakat Minangkabau di tengah tantangan modernisasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pendidikan surau sebagai model pedagogi indigenous dalam mengintegrasikan nilai-nilai Islam, adat Minangkabau, dan pembentukan karakter peserta didik di MDTA Mukhlisin Muhammadiyah Kota Padang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif, dan dokumentasi dengan melibatkan pengurus lembaga, guru, santri, orang tua, serta tokoh masyarakat. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa surau berfungsi sebagai ruang pedagogi indigenous yang menghubungkan pendidikan Islam dengan nilai budaya Minangkabau melalui pembelajaran Al-Qur’an, akidah, akhlak, fikih, sejarah kebudayaan Islam, dan bahasa Arab. Pembentukan karakter dilakukan melalui pembiasaan adab, sopan santun, penghormatan kepada orang tua dan guru, keteladanan, serta pengenalan nilai lokal seperti Sumbang Duo Baleh. Di tengah pengaruh modernisasi dan budaya digital, gerakan Kembali ke Surau menjadi strategi sosial-keagamaan untuk memperkuat identitas lokal generasi muda. Penelitian ini menegaskan bahwa keberlanjutan pendidikan surau memerlukan sinergi antara lembaga pendidikan, keluarga, dan masyarakat agar nilai Islam dan budaya Minangkabau tetap diwariskan secara berkelanjutan.
Budaya Penggunaan Tiktok dan Konstruksi Stres Digital di Kalangan Mahasiswa Sosiologi, Universitas Negeri Padang Sandro J.O Tampubolon; Hanafi Saputra; Putri Rahma Dani; Restian Oktavia; Sabrina Asyifa U Nabila; Rahma Okta Rini
Social Empirical Vol. 3 No. 1 (2026): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v3i1.595

Abstract

Perkembangan teknologi digital dan media sosial telah membawa perubahan terhadap pola komunikasi dan interaksi sosial mahasiswa, terutama melalui penggunaan aplikasi TikTok. Penggunaan TikTok yang intensif tidak hanya membentuk budaya digital baru, tetapi juga memunculkan berbagai tekanan sosial dan psikologis yang dikenal sebagai stres digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis budaya penggunaan TikTok serta konstruksi stres digital di kalangan mahasiswa Prodi Pendidikan Sosiologi Universitas Negeri Padang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap enam informan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TikTok telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari mahasiswa sebagai media hiburan, sumber informasi, sarana mengikuti tren, dan tempat menghilangkan rasa jenuh. Tingginya intensitas penggunaan TikTok membentuk pola interaksi sosial baru seperti kebiasaan mengikuti tren viral, membahas konten FYP, serta munculnya fenomena Fear of Missing Out (FOMO). Selain itu, penggunaan TikTok secara berlebihan juga berkontribusi terhadap munculnya stres digital berupa kecemasan, overthinking, insecure, kelelahan mental, dan gangguan fokus akibat tekanan sosial di media digital. Dalam perspektif Teori Konstruksi Sosial Peter L. Berger dan Thomas Luckmann, stres digital terbentuk melalui proses interaksi sosial dan budaya digital yang terus direproduksi dalam kehidupan mahasiswa sehari-hari.
Budaya Pemberian Hadiah dalam Momen Seminar Proposal: Studi Sosiologi Budaya di Kalangan Mahasiswa Nindya Shafwa; Hanafi Saputra; Mela Yuliana; Rahma Juita; Laras Andira; Siti Faizah Atika Maisyah
Social Empirical Vol. 3 No. 1 (2026): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v3i1.621

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh berkembangnya budaya pemberian hadiah pada momen seminar proposal dan ujian komprehensif di kalangan mahasiswa Universitas Negeri Padang yang telah menjadi bagian dari praktik sosial dalam lingkungan kampus. Fenomena ini tidak lagi dimaknai sebagai tindakan sukarela semata, tetapi juga sebagai simbol apresiasi, dukungan sosial, dan penanda hubungan pertemanan yang memengaruhi pola interaksi antarmahasiswa. Di sisi lain, budaya tersebut berpotensi menimbulkan tekanan sosial berupa rasa sungkan dan kewajiban tidak tertulis untuk memberikan atau membalas hadiah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna budaya pemberian hadiah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Informan penelitian berjumlah 7 mahasiswa yang pernah memberikan maupun menerima hadiah pada momen seminar proposal dan ujian komprehensif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya pemberian hadiah dimaknai sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan akademik, simbol perhatian dan dukungan emosional, serta penanda kedekatan hubungan sosial. Keberlangsungan budaya ini dipengaruhi oleh lingkungan sosial kampus, pewarisan kebiasaan antarangkatan, media sosial, dan hubungan timbal balik dalam pertemanan. Meskipun memperkuat solidaritas dan relasi sosial mahasiswa, praktik ini juga dapat menimbulkan tekanan sosial berupa rasa sungkan dan kewajiban tidak tertulis untuk membalas pemberian. Implikasi penelitian menunjukkan pentingnya membangun budaya apresiasi yang lebih menekankan ketulusan, dukungan emosional, dan kehadiran sosial daripada nilai material hadiah.
Budaya Outfit di Kalangan Mahasiswa sebagai Simbol Identitas dan Makna Sosial Sofi Yolita; Hanafi Saputra; Yaserli Amelia; Waviatul Tanzila; Yulia Yulia; Tila Tila
Social Empirical Vol. 3 No. 1 (2026): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v3i1.624

Abstract

Perkembangan teknologi digital dan tingginya penetrasi media sosial telah mengubah fungsi pakaian di kalangan mahasiswa dari sekadar kebutuhan utilitarian menjadi medium komunikasi nonverbal yang sarat makna sosial, sebagaimana tercermin dalam fenomena Outfit of The Day (OOTD) yang marak di platform Instagram dan TikTok. Kajian yang secara mendalam menganalisis fenomena ini melalui kerangka teori interaksionisme simbolik masih sangat terbatas, sehingga penelitian ini bertujuan untuk memahami dan menganalisis bagaimana mahasiswa memaknai budaya outfit sebagai simbol identitas dan makna sosial di lingkungan kampus menggunakan perspektif Interaksionisme Simbolik Herbert Blumer. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam terhadap 6 informan yang dipilih secara purposive, dan studi dokumen, serta dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama: pertama, outfit berfungsi sebagai simbol sosial yang maknanya disepakati bersama dan digunakan mahasiswa untuk berkomunikasi secara nonverbal baik dalam interaksi langsung di kampus maupun di ruang digital; kedua, outfit menjadi arena pembentukan identitas diri yang dinamis melalui mekanisme self-indication, di mana identitas mahasiswa terus dinegosiasikan antara ekspresi individual dan respons sosial dari lingkungan; ketiga, outfit dimaknai sebagai instrumen pembangunan kepercayaan diri, penanda status sosial, dan wahana pemerolehan pengakuan sosial yang maknanya terus bergeser mengikuti dinamika tren media sosial. Penelitian ini memberikan implikasi teoritis berupa perluasan teori Blumer ke arena digital, sekaligus implikasi praktis bagi institusi perguruan tinggi untuk merespons budaya outfit sebagai ekspresi kebutuhan identitas mahasiswa melalui program literasi media yang lebih inklusif.
Flexing di Kalangan Mahasiswa FIS UNP: Strategi Mencari Pengakuan Sosial di Era Media Sosial Riva Nasrila; Hanafi Saputra; Fauzanah Fauzan El Muhammady; Hafid Pradana; Ratih Haifa Putri; Nur Aisyah; Marwatil Husna
Social Empirical Vol. 3 No. 1 (2026): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v3i1.625

Abstract

Perkembangan media sosial telah mengubah pola interaksi sosial masyarakat dan melahirkan berbagai fenomena baru, salah satunya adalah flexing. Di kalangan mahasiswa, flexing tidak hanya berkaitan dengan tindakan memamerkan kepemilikan materi atau gaya hidup, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun citra diri dan memperoleh pengakuan sosial di ruang digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna flexing di kalangan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang (FIS UNP) sebagai strategi memperoleh pengakuan sosial. Kebaruan penelitian ini terletak pada upaya dalam  menjelaskan fenomena flexing secara lebih komprehensif sebagai tindakan sosial yang berkaitan dengan pengakuan sosial, identitas diri, status sosial, dan eksistensi, bukan semata-mata sebagai perilaku konsumtif sebagaimana banyak dibahas dalam penelitian sebelumnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe studi kasus dengan melibatkan delapan informan yang dipilih melalui teknik purposive. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumen,  kemudian diolah menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berangkat dari perspektif teori Interaksionisme Simbolik oleh George Herbert Mead hasil penelitian menunjukkan bahwa flexing dimaknai mahasiswa sebagai sarana memperoleh pengakuan sosial, membangun identitas diri, menunjukkan status sosial, serta mempertahankan eksistensi di era digital. Media sosial menjadi arena penting bagi mahasiswa untuk menampilkan simbol-simbol sosial yang membentuk citra diri dan memperoleh legitimasi dari lingkungan sekitarnya. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa fenomena flexing perlu dipahami sebagai bentuk interaksi sosial yang mengandung makna simbolik dalam proses pembentukan identitas dan relasi sosial mahasiswa di era digital.
Budaya Konsumsi Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sosiologi di Universitas Negeri Padang: Perspektif Sosiologi Budaya Leona Saskia; Hanafi Saputra; Fauzanah Fauzan El Muhammady; Larasta Agustina; Roni Ramadhani; Mitzy MS; Nezza EP
Social Empirical Vol. 3 No. 1 (2026): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v3i1.639

Abstract

Budaya konsumsi mahasiswa merupakan fenomena sosial yang semakin berkembang seiring dengan kemajuan teknologi, media sosial, dan perubahan gaya hidup di era digital. Konsumsi tidak lagi hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan, tetapi juga menjadi bagian dari pembentukan identitas diri, gaya hidup, dan simbol status sosial. Kondisi ini terlihat pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Negeri Padang yang tidak terlepas dari pengaruh lingkungan sosial dan media digital dalam membentuk pola konsumsi mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi pola konsumsi mahasiswa, memahami perbedaan kebutuhan dan keinginan, mengkaji makna konsumsi, serta menganalisis peran lingkungan pergaulan dalam membentuk budaya konsumsi mahasiswa. Kebaruan penelitian ini terletak pada penggunaan perspektif sosiologi budaya untuk memahami konsumsi sebagai bagian dari pembentukan identitas diri, gaya hidup, dan realitas sosial mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif. Penelitian dilaksanakan di Selasar Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang pada tanggal 4–10 Mei 2026. Informan penelitian adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Negeri Padang. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan studi dokumen. Analisis data menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya konsumsi mahasiswa dipengaruhi oleh lingkungan sosial, media digital, dan gaya hidup. Konsumsi dimaknai tidak hanya sebagai pemenuhan kebutuhan, tetapi juga sebagai sarana membangun identitas diri, mengikuti tren, dan memperoleh pengakuan sosial. Implikasi penelitian ini menunjukkan pentingnya meningkatkan kesadaran mahasiswa dalam membedakan kebutuhan dan keinginan agar lebih bijak dalam berperilaku konsumsi di tengah perkembangan budaya konsumsi modern.
Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan Lokal di Era Digital: Revitalisasi Pembelajaran Surau di Masjid Alfurqon Muaro Penjalinan Padang Adellia Mutiara Putri; Gusmira Wita; Elsa Putri Hardyanti; Fara Aisyah Zalma; Riva Nasrila; Fauzi Ariansyah; Sri Rahayu Ermadini
Social Empirical Vol. 3 No. 1 (2026): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v3i1.652

Abstract

Perkembangan teknologi digital menyebabkan perubahan pola perilaku generasi muda yang lebih banyak menghabiskan waktu di ruang digital dibandingkan mengikuti kegiatan sosial dan keagamaan di lingkungan masyarakat. Kondisi tersebut mendorong lembaga pendidikan tradisional, termasuk surau, untuk melakukan adaptasi agar tetap relevan di era digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis revitalisasi pembelajaran surau melalui program Smart Surau di Mesjid Al-Furqon Muaro Penjalinan Padang dalam mempertahankan pendidikan karakter berbasis kearifan lokal di era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian Studi Kasus. Pemilihan informan dilakukan menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah informan sebanyak 10 orang yang terdiri dari guru TPQ, pengurus mesjid, santri, dan orang tua santri. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa revitalisasi pembelajaran surau dilakukan melalui penggunaan teknologi digital sederhana seperti absensi digital, media visual pembelajaran, dan grup WhatsApp tanpa menghilangkan pembelajaran agama, pendidikan adab, serta nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Minangkabau. Pemanfaatan media digital membuat anak-anak lebih tertarik mengikuti kegiatan pembelajaran dan keagamaan di surau. Selain itu, kegiatan surau juga tetap membentuk karakter anak melalui penanaman nilai disiplin, sopan santun, tanggung jawab, serta pengawasan penggunaan teknologi dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, program Smart Surau menjadi bentuk adaptasi lembaga pendidikan tradisional terhadap perkembangan era digital tanpa menghilangkan fungsi surau sebagai ruang pendidikan karakter dan pewarisan nilai budaya lokal masyarakat Minangkabau.
Perilaku Konsumtif Mahasiswa Departemen Sosiologi UNP dalam Pembelian Barang Estetis: Studi Kasus Smart Buyer Adellia Mutiara Putri; Hanafi Saputra; Fara Aisyah Zalma; Elsa Putri Hardyanti; Shilva Putri Mahendra; Metra Alvionita; Eva Dwi Iswari
Social Empirical Vol. 3 No. 1 (2026): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v3i1.653

Abstract

Perkembangan e-commerce dan media sosial mendorong perubahan pola konsumsi mahasiswa dari konsumsi berbasis kebutuhan menuju konsumsi berbasis simbol, estetika, dan kepuasan emosional. Mahasiswa cenderung membeli berbagai barang estetis bernilai guna rendah karena dipengaruhi budaya visual digital, tren media sosial, dan strategi promosi e-commerce. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku konsumtif mahasiswa dalam pembelian barang estetis bernilai guna rendah pada platform e-commerce, memahami pembentukan identitas smart buyer melalui promo tanggal kembar, serta mengkaji rasionalisasi mahasiswa terhadap perilaku konsumtif tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Informan penelitian berjumlah tujuh orang mahasiswa Universitas Negeri Padang yang dipilih menggunakan teknik purposive. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumen. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi barang estetis telah menjadi bagian dari gaya hidup digital mahasiswa. Promo e-commerce seperti diskon, cashback, dan gratis ongkos kirim pada momentum tanggal kembar turut membentuk identitas mahasiswa sebagai smart buyer dalam aktivitas belanja online. Selain itu, mahasiswa cenderung merasionalisasi pembelian barang estetis sebagai sesuatu yang wajar karena dianggap mampu memberikan kepuasan visual dan emosional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perilaku konsumtif mahasiswa di era digital tidak lagi hanya dipengaruhi kebutuhan fungsional, tetapi juga oleh budaya konsumsi simbolik dan media sosial.
Makna Simbol Budaya dalam Pembentukan Identitas Mahasiswa di Kota Padang: Studi Kualitatif pada Mahasiswa Multikultural Ratu Fitri Aisyah; Hanafi Saputra; Hawa Fadillah Islami; Husnul Hayati; Aisyah Sri Ramadhani; Tasya Martasari
Social Empirical Vol. 3 No. 1 (2026): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v3i1.685

Abstract

Dalam lingkungan kampus yang multikultural, simbol budaya tidak hanya berfungsi sebagai penanda asal-usul budaya, tetapi juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk membangun hubungan sosial, mempertahankan identitas budaya, dan menyesuaikan diri dengan lingkungan yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna simbol budaya yang dimiliki mahasiswa serta menjelaskan peran simbol budaya dalam pembentukan identitas mahasiswa multikultural di Kota Padang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Informan penelitian dipilih secara purposive, yaitu mahasiswa Universitas Negeri Padang yang berasal dari latar belakang budaya yang berbeda. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa daerah dan logat merupakan simbol budaya yang paling dominan dimaknai mahasiswa sebagai penanda identitas diri dan asal-usul budaya. Selain itu, adat istiadat, nilai kesopanan, dan kebiasaan yang diwariskan keluarga juga menjadi bagian penting dalam pembentukan identitas mahasiswa. Interaksi dengan mahasiswa dari latar belakang budaya yang berbeda mendorong terjadinya proses negosiasi identitas, di mana mahasiswa menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial tanpa meninggalkan budaya asal yang dimilikinya. Temuan penelitian menegaskan bahwa identitas mahasiswa terbentuk melalui proses pemaknaan simbol budaya yang berlangsung dalam interaksi sosial sehari-hari, sehingga simbol budaya tidak hanya berfungsi sebagai representasi budaya, tetapi juga menjadi unsur penting dalam pembentukan identitas dan penguatan hubungan sosial di lingkungan kampus multikultural.

Page 13 of 13 | Total Record : 129