cover
Contact Name
Reno Fernandes
Contact Email
socialemperical@ppj.unp.ac.id
Phone
+6281261444136
Journal Mail Official
socialemperical@ppj.unp.ac.id
Editorial Address
Departemen Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang (Integrated Classroom B UNP Air Tawar Padang) Jl. Prof. Dr. Hamka, Air Tawar, Padang
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Social Empirical
ISSN : -     EISSN : 30630703     DOI : https://doi.org/10.24036
Social Empirical merupakan wadah yang penting untuk mempublikasikan artikel-artikel ilmiah yang dihasilkan dari seminar nasional maupun internasional. Dengan fokus pada ilmu sosial dan humaniora, prosiding ini menjadi platform yang sangat relevan bagi para peneliti dan akademisi dalam bidang tersebut untuk berbagi pengetahuan, temuan, dan pemikiran terkini. Melalui prosiding ini, berbagai disiplin ilmu seperti sosiologi, ilmu Pendidikan, psikologi, komunikasi, antropologi, sejarah, ekonomi, dan ilmu politik dapat bersatu dalam satu wadah untuk memperluas cakupan dan memperdalam pemahaman terhadap beragam isu sosial dan humaniora yang sedang berkembang. Dengan demikian, Prosiding Social Empirical tidak hanya menjadi tempat untuk mempublikasikan hasil penelitian, tetapi juga menjadi ajang untuk merangsang diskusi, kolaborasi, dan pertukaran gagasan yang dapat mengarah pada perkembangan ilmu pengetahuan yang lebih lanjut di bidang ini.
Articles 129 Documents
Ketimpangan Pengetahuan Lingkungan antara Masyarakat Kota dan Desa Dian Aulia Purnama; Alifia Izmi Azzahra; Ani Agustina; Aliya Syaputry; Farhan Alhu Linadri; Delmira Syafrini; Muhammad Hidayat
Social Empirical Vol. 3 No. 1 (2026): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v3i1.555

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan dekonstruksi sosiologis terhadap fenomena ketimpangan pengetahuan lingkungan yang terjadi antara masyarakat perkotaan dan pedesaan di Indonesia. Secara mendalam, kajian ini hendak memetakan sejauh mana disparitas posisi sosial dan aksesibilitas wilayah mempengaruhi derajat penguasaan informasi krisis ekologi serta kesiapsiagaan bencana. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif yang berlandaskan paradigma interpretatif, dengan menerapkan studi perbandingan antara karakteristik wilayah urban dan rural. Data dikumpulkan melalui teknik triangulasi yang meliputi wawancara mendalam terhadap informan lintas generasi, observasi partisipatif pada fasilitas publik, serta studi dokumentasi literatur sekunder terkini. Hasil penelitian mengungkap bahwa masyarakat perkotaan memiliki keunggulan akses informasi berbasis teknologi digital serta literasi lingkungan teoretis-global. Sebaliknya, masyarakat pedesaan mengalami kendala infrastruktur digital dan "kemiskinan informasi", tetapi memiliki keunggulan dalam pengetahuan praktis yang berakar kuat pada kearifan lokal, norma adat, dan sensitivitas ekologis langsung. Kesenjangan pengetahuan ini diperburuk oleh pola komunikasi kebijakan pemerintah yang terlalu elitis dan bersifat dari atas ke bawah (top-down), sehingga istilah ilmiah sulit dipahami masyarakat bawah. Studi ini menyimpulkan pentingnya peran mahasiswa sebagai jembatan informasi untuk merumuskan model komunikasi kebijakan yang inklusif, partisipatif, dan transformatif guna mengintegrasikan pengetahuan saintifik modern dengan kearifan lokal demi mewujudkan keadilan ekologis serta pembangunan yang berkelanjutan.
Transformasi Estetika dan Makna Ruang Publik: Studi Pantai Parkit Padang Pasca Banjir 2025 Ghina Asyifa Rahmadani; Aulia Nabila Sarweni; Avisenna Jemika; Aliya Rhamadani; Aulia Agustina W; Delmira Syafrini
Social Empirical Vol. 3 No. 1 (2026): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v3i1.556

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji transformasi estetika dan makna ruang publik Pantai Parkit Padang pasca bencana galodo (banjir bandang) yang terjadi pada November 2025. Penelitian ini penting dilakukan mengingat bencana tersebut menyebabkan perubahan morfologi pesisir yang ekstrem, termasuk terbentuknya pulau baru akibat sedimentasi dan mundurnya garis pantai, sehingga mendorong perubahan signifikan dalam cara masyarakat memandang, menggunakan, dan memaknai ruang publik tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe studi kasus yang dilaksanakan di Pantai Parkit, Kota Padang pada tahun 2026. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi, dengan uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan metode. Informan dipilih secara purposive sampling sebanyak enam orang, terdiri dari empat pengunjung, satu pelaku UMKM, dan satu masyarakat lokal. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banjir 2025 mengubah kondisi fisik, sosial, dan ekonomi kawasan secara bersamaan: kondisi kebersihan menurun akibat tumpukan kayu dan sampah plastik, namun terbentuknya pulau baru justru melahirkan daya tarik wisata baru yang meningkatkan keragaman pengunjung. Perubahan ini turut memengaruhi pola penggunaan ruang publik, memunculkan solidaritas sekaligus konflik pemanfaatan sumber daya, serta mendorong adaptasi ekonomi bagi pelaku UMKM. Yang menarik dari penelitian ini adalah bagaimana sebuah bencana alam secara paradoks tidak hanya merusak, tetapi juga menciptakan makna ruang publik baru yang berbasis fenomena geomorfologis unik di tengah masyarakat urban pesisir.
Transformasi Kehidupan Sosial Masyarakat Pasca Banjir Bandang di Lubuak Minturun Kota Padang Aisyah Zahra; Adzmy Altha Azkiya; Zuama Furgani; Atiqah Mufidah; Marwatil Husna; Delmira Syafrini
Social Empirical Vol. 3 No. 1 (2026): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v3i1.559

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi kehidupan sosial masyarakat pasca banjir bandang di kawasan Air Dingin, Kelurahan Lubuak Minturun, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang. Penelitian ini penting dilakukan karena banjir bandang tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik dan kerugian ekonomi, tetapi juga memengaruhi pola kehidupan sosial masyarakat yang terdampak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Pemilihan informan dilakukan secara purposive sampling dengan melibatkan sepuluh (10) orang informan yang terdiri dari masyarakat terdampak banjir bandang dan tokoh masyarakat setempat. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini dianalisis menggunakan teori strukturasi Anthony Giddens untuk memahami hubungan antara tindakan masyarakat dan perubahan struktur sosial pascabencana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banjir bandang telah mendorong terjadinya transformasi kehidupan sosial masyarakat yang ditandai dengan menguatnya pola interaksi sosial melalui meningkatnya solidaritas dan gotong royong antarwarga, perubahan mata pencaharian sebagai bentuk adaptasi ekonomi pascabencana, serta meningkatnya kesadaran lingkungan dan kewaspadaan terhadap risiko bencana. Selain itu, masyarakat juga membangun ketahanan sosial melalui komunikasi dan kesiapsiagaan berbasis komunitas. Temuan penelitian menunjukkan bahwa masyarakat tidak hanya menjadi korban bencana, tetapi juga berperan sebagai agen yang mampu beradaptasi dan membentuk struktur sosial baru yang lebih tangguh dalam menghadapi risiko bencana di masa mendatang.
Transformasi Fungsi Ruang Pesisir dan Dinamika Ekonomi Lokal Pascabanjir Bandang di Pantai Parkit Kelurahan Air Tawar Barat Kota Padang Ratu Fitri Aisyah; Hawa Fadillah Islami; Tasya Martasari; Fatimah Azzahra; Habibi Bil Ma'ruf; Delmira Syafrini
Social Empirical Vol. 3 No. 1 (2026): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v3i1.572

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana transformasi fungsi ruang pesisir terjadi pascabanjir bandang, bagaimana dinamika ekonomi lokal berkembang, serta bagaimana masyarakat beradaptasi dalam mempertahankan kehidupan mereka. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan nelayan, pedagang, masyarakat sekitar, serta pengunjung Pantai Parkit. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pascabanjir bandang terjadi perubahan fungsi ruang pesisir dari kawasan yang sebelumnya lebih banyak dimanfaatkan oleh masyarakat lokal menjadi ruang publik yang ramai dikunjungi wisatawan karena perubahan bentang alam yang dianggap menarik. Perubahan tersebut turut memengaruhi kehidupan ekonomi masyarakat. Aktivitas perikanan mengalami berbagai kendala akibat sedimentasi dan kerusakan alat tangkap, tetapi di sisi lain muncul peluang ekonomi baru melalui pemanfaatan kayu sisa banjir, aktivitas jasa, dan meningkatnya kunjungan wisatawan. Selain itu, masyarakat juga melakukan berbagai bentuk adaptasi, seperti menjaga kebersihan lingkungan, mengatur aktivitas pengunjung, serta memanfaatkan sumber daya yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan hidup. Penelitian ini menyimpulkan bahwa banjir bandang telah mendorong terjadinya transformasi ruang pesisir yang berdampak pada perubahan sosial dan ekonomi masyarakat, sekaligus melahirkan berbagai strategi adaptasi untuk mempertahankan keberlangsungan kehidupan di tengah kondisi pascabencana.
Resiliensi Masyarakat terhadap Perubahan Sosial Pasca Bencana Galodo di Lubuk Minturun Adellia Mutiara Putri; Delmira Syafrini; Nora Susilawati; Elsa Putri Hardyanti; Fara Aisyah Zalma; Nur Aisyah; Aget Sapriadi; Tommy Adam
Social Empirical Vol. 3 No. 1 (2026): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v3i1.575

Abstract

Bencana galodo tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik, tetapi juga mempengaruhi kondisi sosial dan ekonomi masyarakat terdampak. Pascabencana, masyarakat dihadapkan pada perubahan kondisi lingkungan, terganggunya aktivitas ekonomi, serta munculnya rasa takut dan kekhawatiran terhadap kemungkinan terjadinya bencana kembali. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya memahami resiliensi masyarakat dalam menghadapi perubahan sosial pascabencana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis resiliensi masyarakat terhadap perubahan sosial pascabencana Galodo di Lubuk Minturun.. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis resiliensi masyarakat terhadap perubahan sosial pascabencana Galodo di Lubuk Minturun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe studi kasus. Pemilihan informan dilakukan menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah tujuh orang informan masyarakat terdampak Galodo. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan  dokumentasi. Teknik analisis data  menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat mengalami perubahan sosial pada kondisi lingkungan, aktivitas ekonomi, dan kehidupan sosial pascabencana Galodo. Meskipun masyarakat mengalami ketakutan, kerugian material, dan penurunan aktivitas ekonomi, masyarakat tetap mampu membangun resiliensi sosial melalui kegiatan gotong royong, solidaritas sosial,  mempertahankan mata pencaharian, serta dukungan dari pemerintah dan  relawan dalam proses pemulihan pascabencana. Penelitian ini menunjukkan bahwa resiliensi masyarakat pascabencana Galodo tidak hanya terlihat dari kemampuan masyarakat bertahan menghadapi krisis, tetapi juga dari kemampuan masyarakat mempertahankan solidaritas sosial dan keberlangsungan kehidupan sosial di tengah perubahan sosial akibat bencana.Bencana galodo tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik, tetapi juga mempengaruhi kondisi sosial dan ekonomi masyarakat terdampak. Pascabencana, masyarakat dihadapkan pada perubahan kondisi lingkungan, terganggunya aktivitas ekonomi, serta munculnya rasa takut dan kekhawatiran terhadap kemungkinan terjadinya bencana kembali. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya memahami resiliensi masyarakat dalam menghadapi perubahan sosial pascabencana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis resiliensi masyarakat terhadap perubahan sosial pascabencana Galodo di Lubuk Minturun.. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis resiliensi masyarakat terhadap perubahan sosial pascabencana Galodo di Lubuk Minturun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe studi kasus. Pemilihan informan dilakukan menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah tujuh orang informan masyarakat terdampak Galodo. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan  dokumentasi. Teknik analisis data  menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat mengalami perubahan sosial pada kondisi lingkungan, aktivitas ekonomi, dan kehidupan sosial pascabencana Galodo. Meskipun masyarakat mengalami ketakutan, kerugian material, dan penurunan aktivitas ekonomi, masyarakat tetap mampu membangun resiliensi sosial melalui kegiatan gotong royong, solidaritas sosial,  mempertahankan mata pencaharian, serta dukungan dari pemerintah dan  relawan dalam proses pemulihan pascabencana. Penelitian ini menunjukkan bahwa resiliensi masyarakat pascabencana Galodo tidak hanya terlihat dari kemampuan masyarakat bertahan menghadapi krisis, tetapi juga dari kemampuan masyarakat mempertahankan solidaritas sosial dan keberlangsungan kehidupan sosial di tengah perubahan sosial akibat bencana.
Surau/MDTA sebagai Ruang Pembelajaran Berbasis Komunitas di Sumatera Barat Aisyah Zahra; Gusmira Wita; Adzmy Altha Azkiya; Annisya Sukma Dewi; Syiva Rezki; Marwatil Husna; Widya Trisna
Social Empirical Vol. 3 No. 1 (2026): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v3i1.576

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan berbasis surau/MDTA sebagai ruang pembelajaran berbasis komunitas dalam pembentukan karakter siswa, pewarisan nilai budaya Minangkabau, serta penguatan identitas sosial masyarakat di Nagari Sawah Tangah, Sumatera Barat. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin kuatnya arus globalisasi, perkembangan teknologi digital, dan perubahan pola interaksi sosial generasi muda yang berpotensi mempengaruhi keberlangsungan pendidikan tradisional berbasis surau. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling yang terdiri atas kepala MDTA, guru mengaji, orang tua siswa, alumni, serta siswa yang aktif mengikuti kegiatan pembelajaran di surau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan berbasis surau tidak hanya berfungsi sebagai ruang pembelajaran agama, tetapi juga menjadi media pembentukan karakter melalui pembiasaan nilai disiplin, sopan santun, tanggung jawab, penghormatan kepada guru dan orang tua, serta pembentukan perilaku religius dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, surau juga berperan penting dalam mempertahankan nilai budaya Minangkabau melalui internalisasi norma sosial dan adat yang terintegrasi dengan ajaran Islam berdasarkan falsafah Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah. Di sisi lain, modernisasi dan penggunaan teknologi digital menjadi tantangan bagi keberlangsungan pendidikan berbasis surau karena mempengaruhi minat belajar serta pola interaksi sosial anak. Namun demikian, surau tetap relevan sebagai institusi pendidikan berbasis komunitas yang mampu memperkuat karakter, moralitas, dan ketahanan budaya masyarakat di tengah perubahan zaman.
Pendidikan Berbasis Surau di MDTA Nurul ‘Ulya dalam Pembentukan Karakter dan Ketahanan Budaya Minangkabau Eva Dwi Iswari; Gusmira Wita; Metra Alvionita; Shilva Putri Mahendra; Sandro J.O Tampubolon; Tasya Martasari; Hendra Wahyudi
Social Empirical Vol. 3 No. 1 (2026): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v3i1.577

Abstract

Pendidikan berbasis surau memiliki peran penting dalam pembentukan karakter anak dan pelestarian nilai budaya Minangkabau di tengah perubahan sosial masyarakat modern. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk pendidikan berbasis surau, proses pembentukan karakter anak, serta peran MDTA Nurul ‘Ulya dalam menjaga nilai budaya Minangkabau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teori interaksionisme simbolik Herbert Blumer sebagai kerangka analisis. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi pada Mei 2026 dengan melibatkan tujuh informan yang terdiri atas guru mengaji, pengelola surau, peserta didik, dan orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MDTA Nurul ‘Ulya merepresentasikan bentuk modernisasi surau tradisional melalui penerapan kurikulum Kementerian Agama, pembiasaan ibadah, penguatan disiplin, kegiatan Didikan Subuh, serta keteladanan guru dalam aktivitas pembelajaran. Proses pembentukan karakter berlangsung melalui interaksi harian antara guru, siswa, dan orang tua, termasuk pemanfaatan grup WhatsApp sebagai media komunikasi untuk memantau tugas dan perkembangan belajar anak. Selain itu, MDTA Nurul ‘Ulya turut menjaga nilai budaya Minangkabau melalui pembiasaan sopan santun, penghormatan kepada orang yang lebih tua, etika berpakaian, serta penguatan nilai Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Temuan ini menegaskan bahwa pendidikan berbasis surau masih relevan sebagai ruang pendidikan agama, pembentukan karakter, dan ketahanan budaya lokal di tengah tantangan modernisasi.
Tansformasi Kehidupan Sosial Masyarakat Pasca Bencana Banjir Bandang di Kawasan Gunung Nago Kota Padang Riva Nasrila; Delmira Syafrini; Shilva Putri Mahendra; Metra Alvionita; Sandro J.O Tampubolon; Ratih Haifa Putri
Social Empirical Vol. 3 No. 1 (2026): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v3i1.578

Abstract

Penelitian ini menganalisis transformasi kehidupan sosial masyarakat pasca bencana di kawasan Gunung Nago, Kelurahan Lambung Bukik, Kecamatan Pauh, Kota Padang. Penelitian ini dilakukan karena masih terbatasnya kajian yang secara khusus membahas transformasi kehidupan sosial masyarakat pasca bencana di kawasan Gunung Nago, terutama yang mencakup perubahan kondisi sosial, ekonomi, solidaritas sosial, dan strategi adaptasi masyarakat secara komprehensif. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan perubahan kondisi sosial masyarakat, perubahan ekonomi dan mata pencaharian, bentuk solidaritas sosial, serta strategi adaptasi masyarakat dalam menghadapi kondisi pasca bencana. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumen. Informan penelitian berjumlah 8 (delapan) orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, terdiri atas masyarakat terdampak bencana, pedagang, pencari pasir dan batu, serta warga yang memahami kondisi sosial masyarakat pasca bencana. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan menggunakan perspektif teori struktural fungsional AGIL Talcott Parsons. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bencana telah menyebabkan transformasi kehidupan sosial masyarakat yang ditandai oleh menurunnya aktivitas sosial, munculnya trauma dan kewaspadaan kolektif, terganggunya kondisi ekonomi akibat berkurangnya mata pencaharian utama, serta berubahnya pola interaksi sosial masyarakat. Di sisi lain, solidaritas sosial masyarakat mengalami penguatan melalui kegiatan gotong royong, saling membantu, dan kerja sama dalam proses pemulihan pasca bencana. Masyarakat juga menunjukkan kemampuan adaptasi melalui pencarian sumber penghasilan alternatif, penguatan jaringan sosial, dan peningkatan kesadaran terhadap kesiapsiagaan bencana. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa bencana tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik, tetapi juga mendorong terjadinya transformasi sosial yang membentuk pola kehidupan masyarakat yang baru.
Ketimpangan Paparan Risiko Bencana: Modal Sosial dalam Resiliensi Masyarakat Pascabencana di Kelurahan Kapalo Koto Kota Padang Eva Dwi Iswari; Delmira Syafrini; Fauzi Ariansyah; Annisya Sukma Dewi; Syiva Rezki; Daffa Febrian; Roby Syafwar; Nuwirman Nuwirman
Social Empirical Vol. 3 No. 1 (2026): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v3i1.582

Abstract

Bencana banjir bandang yang terjadi di Kelurahan Kapalo Koto, Kota Padang, telah menimbulkan dampak yang signifikan dengan tingkat kerentanan yang tidak merata akibat adanya ketimpangan paparan risiko bencana. Perbedaan kondisi sosial-ekonomi, kepemilikan sumber daya, serta kapasitas adaptasi menyebabkan masyarakat mengalami kesulitan yang bervariasi dalam proses pemulihan pascabencana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketimpangan paparan risiko bencana serta mengkaji peran modal sosial dalam membangun resiliensi masyarakat pascabencana di Kelurahan Kapalo Koto. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe kajian etnosains. Informan penelitian berjumlah 8 (delapan) orang yang dipilih secara purposive sampling, terdiri dari masyarakat terdampak bencana, tokoh masyarakat, pemuda setempat, dan korban bencana. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumen yang dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketimpangan paparan risiko bencana terefleksi pada perbedaan tingkat kerusakan aset fisik, kehilangan mata pencaharian, serta kemampuan ekonomi pascabencana. Di tengah keterbatasan tersebut, modal sosial yang termanifestasi melalui praktik gotong royong, solidaritas, hubungan saling percaya, dan jaringan sosial antarwarga terbukti menjadi sumber daya kunci dalam memperkuat resiliensi kolektif. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa kebijakan manajemen bencana tidak dapat hanya bertumpu pada mitigasi fisik, tetapi harus mengintegrasikan penguatan modal sosial sebagai variabel krusial dalam pemulihan berkelanjutan (sustainable recovery). Penelitian ini memiliki limitasi pada lingkup lokus yang spesifik, sehingga disarankan bagi peneliti selanjutnya untuk memperluas cakupan wilayah penelitian dengan pendekatan kuantitatif atau metode campuran guna menguji peran kebijakan kelembagaan dan faktor ekonomi secara lebih komprehensif.
Eksistensi Pendidikan Surau dalam Pembentukan Karakter di Sumatera Barat Ratu Fitri Aisyah; Gusmira Wita; Nur Aisyah; Ratih Haifa Putri; Atiqah Mufidah; Zuama Furgani
Social Empirical Vol. 3 No. 1 (2026): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v3i1.583

Abstract

Perkembangan teknologi digital dan perubahan gaya hidup masyarakat saat ini membawa pengaruh terhadap kehidupan generasi muda, terutama dalam kebiasaan berinteraksi dan mengikuti kegiatan keagamaan di lingkungan sekitar. Anak-anak dan remaja mulai lebih banyak menghabiskan waktu dengan gadget sehingga keterlibatan mereka dalam aktivitas sosial dan pendidikan agama mengalami penurunan. Kondisi tersebut turut memengaruhi pembentukan karakter, seperti kedisiplinan, sopan santun, dan kepedulian sosial. Dalam masyarakat Minangkabau, surau sejak dahulu bukan hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi tempat belajar agama dan pembinaan akhlak bagi generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana keberadaan pendidikan surau tetap bertahan dalam membentuk karakter generasi muda di tengah perkembangan zaman modern. Penelitian dilakukan di Masjid Raya Gantiang Kota Padang dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Informan penelitian terdiri dari pengurus masjid, guru mengaji, santri, orang tua, dan alumni surau yang dipilih secara purposive. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan surau masih memiliki peran penting dalam menanamkan nilai religius dan sosial kepada anak-anak dan remaja melalui kegiatan mengaji, hafalan doa, pembelajaran akhlak, salat berjamaah, serta kegiatan remaja masjid. Proses pembelajaran yang dilakukan secara rutin membuat anak-anak terbiasa bersikap disiplin, menghormati orang tua dan guru, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial. Walaupun penggunaan gadget menjadi tantangan bagi keberlangsungan kegiatan surau, masyarakat dan pengurus masjid tetap mempertahankan kegiatan pendidikan surau sebagai bagian penting dalam menjaga nilai agama dan budaya Minangkabau di tengah kehidupan modern saat ini.

Page 12 of 13 | Total Record : 129