cover
Contact Name
Samsul A Rahman Sidik Hasibuan
Contact Email
mimp@journal.marasofipublishing.co.id
Phone
+6281263453310
Journal Mail Official
mjirts@journal.marasofipublishing.co.id
Editorial Address
Jl. Pimpinan Gg. Perkauman No. 7, Desa/Kelurahan Sei Kera Hilir I, Kec. Medan Perjuangan, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara, Kode Pos: 20233
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Momentum Jurnal Inovasi dan Rekayasa Teknik Sipil (MJIRTS)
ISSN : -     EISSN : 30906458     DOI : https://doi.org/10.64123
Jurnal ini berfokus pada inovasi, pengembangan, dan aplikasi teknik rekayasa sipil seperti struktur, geoteknik, transportasi, sumber daya air, dan manajemen konstruksi.
Articles 19 Documents
Analisis Pengaruh Hambatan Samping terhadap Kinerja Ruas Jalan di Kawasan Pasar Johar Semarang Berdasarkan PKJI 2023 Iin Irawati; Etika Herdiarti; Yonika Rivani; Lindawati
Momentum Jurnal Inovasi dan Rekayasa Teknik Sipil (MJIRTS) Vol. 2 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Marasofi International Media and Publishing (MIMP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64123/mjirts.v2.i1.1

Abstract

Kemacetan lalu lintas merupakan permasalahan utama di kawasan perkotaan yang dipicu oleh ketidakseimbangan antara pertumbuhan aktivitas perkotaan dan kapasitas prasarana jalan. Kawasan pasar sebagai pusat kegiatan perniagaan memiliki intensitas bangkitan dan tarikan perjalanan yang tinggi serta hambatan samping yang signifikan, sehingga berpotensi menurunkan kinerja jalan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh hambatan samping terhadap kinerja ruas Jalan K.H. Agus Salim di kawasan Pasar Johar, Kota Semarang. Metode yang digunakan adalah analisis kinerja jalan berdasarkan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023. Data yang dikumpulkan meliputi volume lalu lintas, karakteristik geometrik jalan, pemisahan arah, hambatan samping, dan jumlah penduduk kota, yang diperoleh melalui survei lapangan pada hari kerja dan akhir pekan pada jam puncak. Hasil analisis menunjukkan bahwa kelas hambatan samping pada ruas jalan penelitian tergolong sangat tinggi, dengan nilai derajat jenuh tertinggi sebesar 0,81 pada jam puncak pagi hari kerja. Kondisi tersebut menempatkan kinerja jalan pada tingkat pelayanan (Level of Service) D, yang mengindikasikan arus lalu lintas mulai tidak stabil. Disimpulkan bahwa hambatan samping memiliki pengaruh signifikan terhadap penurunan kinerja ruas jalan di kawasan Pasar Johar. Oleh karena itu, direkomendasikan pengendalian hambatan samping melalui penataan parkir, pengaturan aktivitas bongkar muat, serta peningkatan manajemen lalu lintas. Temuan ini berimplikasi sebagai dasar perencanaan transportasi perkotaan, khususnya pada kawasan pasar dan pusat aktivitas ekonomi serupa.
Pengaruh Variasi Kadar Lumpur Pasir Cimalaka terhadap Sifat Fisik danMekanik Beton dengan Penambahan Superplasticizer FBAS Muhammad Harris Bagaskara; Agyanata Tua Munthe
Momentum Jurnal Inovasi dan Rekayasa Teknik Sipil (MJIRTS) Vol. 2 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Marasofi International Media and Publishing (MIMP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64123/mjirts.v2.i1.2

Abstract

Pasir merupakan material utama dalam konstruksi beton, namun ketersediaan pasir lokal sering kali memiliki keterbatasan kualitas. Pasir Cimalaka, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat, merupakan pasir galian dengan kadar lumpur melebihi 10%, melampaui batas maksimum 5% yang ditetapkan dalam Standar Nasional Indonesia untuk agregat halus beton. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh variasi kadar lumpur pasir Cimalaka terhadap sifat fisik dan mekanik beton dengan penambahan superplasticizer FBAS (Flowric Bintang Adi Sentosa) sebesar 1% dari berat semen. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan variasi kadar lumpur 10%, 15%, dan 20%. Pengujian meliputi daya serap air, density, kuat tekan, dan kuat tarik belah beton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kadar lumpur menyebabkan kenaikan daya serap air serta penurunan density beton. Kuat tekan dan kuat tarik belah beton meningkat pada kadar lumpur 10%, masing-masing mencapai 50,20 MPa dan 3,49 MPa, namun mengalami penurunan pada kadar lumpur 15% dan 20%. Penambahan superplasticizer terbukti mampu meningkatkan kinerja beton dengan pasir berkadar lumpur tinggi pada batas tertentu, sehingga pasir lokal masih berpotensi dimanfaatkan dalam campuran beton struktural.
Evaluasi Kualitas Infrastruktur Permukiman Berbasis Sistem Informasi Geografis Menggunakan Metode Pembobotan Multi-Kriteria di Kawasan Perkotaan Dinda Mawadda Putri; Sonia Rizkiani
Momentum Jurnal Inovasi dan Rekayasa Teknik Sipil (MJIRTS) Vol. 2 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Marasofi International Media and Publishing (MIMP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64123/mjirts.v2.i1.3

Abstract

Perkembangan kawasan perkotaan yang diikuti oleh peningkatan jumlah penduduk menimbulkan tekanan terhadap ketersediaan infrastruktur permukiman, seperti air bersih, drainase, jalan, dan fasilitas pendukung lainnya. Kondisi ini menuntut adanya evaluasi kualitas infrastruktur perumahan sebagai dasar perencanaan dan pengambilan kebijakan pembangunan wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas infrastruktur permukiman berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) menggunakan metode pembobotan multi-kriteria di kawasan LK02, Kelurahan Pahoman, Kota Bandar Lampung. Metode penelitian meliputi studi literatur, prapengolahan citra, survei lapangan, digitasi dan perancangan basis data, serta analisis spasial menggunakan metode pembobotan terhadap tujuh kriteria infrastruktur pada setiap persil. Data diolah menggunakan perangkat lunak ArcGIS 10.3 untuk menghasilkan klasifikasi kualitas infrastruktur permukiman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas persil di wilayah studi berada pada kategori sangat baik sebesar 71,74%, kategori cukup sebesar 21,74%, kategori kurang sebesar 4,35%, dan 2,17% merupakan lahan kosong. Hasil ini menunjukkan bahwa secara umum kondisi infrastruktur permukiman di wilayah penelitian tergolong baik, meskipun masih terdapat beberapa persil dengan kualitas rendah yang memerlukan peningkatan layanan dasar. Kesimpulan penelitian ini adalah SIG dengan metode pembobotan multi-kriteria efektif digunakan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi kualitas infrastruktur permukiman secara spasial. Rekomendasi penelitian ini adalah perlunya standar baku pembobotan agar hasil evaluasi dapat dibandingkan antar wilayah. Implikasi penelitian ini dapat menjadi dasar dalam perencanaan pembangunan infrastruktur permukiman yang lebih terarah dan berbasis data spasial.
Optimasi Spasi Baut terhadap Kuat Geser Sambungan Baut Ganda pada Pelat Baja Berdasarkan Uji Eksperimental Dehana Brilliani; Salsabila Maharani; Shofy Azzahra
Momentum Jurnal Inovasi dan Rekayasa Teknik Sipil (MJIRTS) Vol. 2 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Marasofi International Media and Publishing (MIMP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64123/mjirts.v2.i1.4

Abstract

Sambungan baut merupakan elemen penting dalam konstruksi baja yang berfungsi menyalurkan beban antar elemen struktur. Kesalahan dalam perencanaan spasi baut dapat menurunkan kekuatan sambungan dan meningkatkan risiko kegagalan struktur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi spasi baut terhadap kuat geser sambungan baut ganda pada pelat baja serta menentukan spasi optimal berdasarkan hasil uji eksperimental. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen laboratorium menggunakan mesin uji tarik pada lima variasi spasi baut, yaitu 20 mm, 40 mm, 60 mm, 80 mm, dan 100 mm, dengan masing-masing kelompok terdiri dari empat sampel. Data beban puncak digunakan untuk menentukan nilai kuat geser rata-rata sambungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kuat geser sambungan mengalami fluktuasi pada setiap variasi spasi baut, dengan nilai rata-rata berkisar antara 21962,50 N hingga 23725,00 N. Berdasarkan analisis regresi kuadratik (trendline), diperoleh spasi baut optimal sebesar 69,746 mm dengan kuat geser maksimum rata-rata sebesar 23533,797 N. Hasil ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan nonlinier antara spasi baut dan kuat geser sambungan. Kesimpulannya, penentuan spasi baut yang tepat dapat meningkatkan efisiensi dan kekuatan sambungan pada struktur baja. Penelitian ini memberikan implikasi penting dalam perencanaan sambungan baut pada konstruksi baja agar lebih optimal, aman, dan ekonomis sesuai ketentuan SNI 1729:2015. Disarankan agar penelitian lanjutan mempertimbangkan variasi diameter baut dan ketebalan pelat untuk mendapatkan model optimasi yang lebih komprehensif.
Pengaruh Waktu Pemeraman terhadap Kuat Tekan Bebas Tanah Lempung Bengawan Madiun yang Distabilisasi Menggunakan Abu Cangkang Sawit Firmansyah Al Bani; Sahrul Zamroni
Momentum Jurnal Inovasi dan Rekayasa Teknik Sipil (MJIRTS) Vol. 2 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Marasofi International Media and Publishing (MIMP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64123/mjirts.v2.i1.5

Abstract

Tanah lempung memiliki daya dukung rendah dan sifat plastisitas tinggi sehingga kurang baik digunakan sebagai tanah dasar konstruksi. Salah satu metode perbaikan tanah yang dapat dilakukan adalah stabilisasi menggunakan abu cangkang sawit. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh waktu pemeraman terhadap kuat tekan bebas tanah lempung Bengawan Madiun yang distabilisasi menggunakan abu cangkang sawit. Metode penelitian menggunakan pendekatan eksperimental laboratorium dengan variasi kadar abu cangkang sawit sebesar 0%, 3%, 6%, 9%, 12%, dan 15%, serta variasi waktu pemeraman 0, 1, 4, 7, dan 14 hari. Pengujian meliputi sifat fisis tanah, pemadatan standar Proctor, dan Unconfined Compression Test (UCT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan abu cangkang sawit mampu menurunkan indeks plastisitas serta meningkatkan nilai kuat tekan bebas tanah. Nilai kuat tekan optimum diperoleh pada penambahan abu cangkang sawit 12% dengan waktu pemeraman 14 hari sebesar 1,231 kg/cm². Namun, pada kadar 15% terjadi penurunan kuat tekan setelah pemeraman lebih dari 4 hari. Penelitian ini menyimpulkan bahwa abu cangkang sawit efektif digunakan sebagai bahan stabilisasi tanah lempung. Pemanfaatan limbah abu cangkang sawit juga berimplikasi pada peningkatan kualitas tanah dasar serta mendukung konsep konstruksi ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Evaluasi Kapasitas Lentur Sambungan Beton Lama–Baru Menggunakan Bonding Agent dengan Variasi Umur Beton dan Sudut Bidang Sambungan Ahmad Jecko Ferry Adi; Ichwan Dwi Rohani
Momentum Jurnal Inovasi dan Rekayasa Teknik Sipil (MJIRTS) Vol. 2 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Marasofi International Media and Publishing (MIMP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64123/mjirts.v2.i2.2

Abstract

Pengecoran beton yang dilakukan secara bertahap sering menghasilkan bidang sambungan yang berpotensi menurunkan kinerja struktur, terutama terhadap beban lentur. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh umur beton eksisting dan sudut bidang sambungan terhadap kapasitas lentur balok beton mutu rencana 20 MPa yang disambung menggunakan bonding agent. Metode penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan balok beton dengan variasi umur beton lama 14 dan 28 hari serta sudut sambungan 45° dan 60°. Permukaan sambungan dipersiapkan dengan pengasaran dan pelapisan bonding agent sebelum pengecoran beton baru. Pengujian meliputi slump, kuat tekan, dan kuat lentur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beton yang dihasilkan mencapai kuat tekan rata-rata 22,34 MPa pada umur 28 hari sehingga memenuhi mutu rencana. Balok tanpa sambungan memiliki kuat lentur rata-rata sebesar 3,02 MPa. Kapasitas lentur sambungan cenderung menurun seiring bertambahnya umur beton lama saat penyambungan. Sambungan dengan sudut 45° menunjukkan kinerja lentur lebih baik dibandingkan sudut 60°. Penggunaan bonding agent mampu meningkatkan kapasitas lentur sambungan rata-rata sebesar 12,8% dibandingkan sambungan tanpa bahan perekat. Dapat disimpulkan bahwa umur penyambungan, geometri bidang sambungan, dan penggunaan bonding agent berpengaruh terhadap kapasitas lentur balok beton. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar dalam perencanaan dan pelaksanaan sambungan konstruksi untuk mempertahankan integritas struktur pada pekerjaan pengecoran bertahap. 
Pengendalian Banjir Wilayah Sungai Kali Lamong Kabupaten Lamongan Vanezia Yuniar Caroline; Ahmad Vicky Nur Alfian Firmansyah; Elfan Wahyu P
Momentum Jurnal Inovasi dan Rekayasa Teknik Sipil (MJIRTS) Vol. 2 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Marasofi International Media and Publishing (MIMP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64123/mjirts.v2.i2.1

Abstract

Banjir merupakan salah satu bencana hidrometeorologi yang sering terjadi di Kabupaten Lamongan, khususnya pada wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Kali Lamong yang memiliki topografi relatif datar dan kapasitas sungai yang terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik banjir serta merumuskan alternatif pengendalian banjir pada wilayah Sungai Kali Lamong. Metode penelitian meliputi analisis hidrologi dan hidrolika menggunakan data curah hujan, data topografi, serta survei lapangan. Curah hujan rencana dihitung menggunakan metode distribusi Gumbel, sedangkan debit banjir rencana dianalisis dengan Hidrograf Satuan Sintetik Nakayasu. Simulasi kondisi aliran sungai dilakukan menggunakan perangkat lunak HEC-RAS 5.0.7. Hasil penelitian menunjukkan bahwa curah hujan rencana periode ulang 2, 5, 10, 25, dan 50 tahun berturut-turut sebesar 52,45 mm; 62,56 mm; 69,26 mm; 77,72 mm; dan 83,99 mm, dengan debit puncak banjir mencapai 213,9 m³/s. Hasil simulasi menunjukkan bahwa kapasitas penampang sungai pada kondisi eksisting belum mampu menampung debit banjir maksimum sehingga berpotensi menimbulkan luapan. Oleh karena itu, pengendalian banjir direkomendasikan melalui normalisasi sungai, pembangunan tanggul, pengelolaan DAS, serta penerapan sistem peringatan dini banjir. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi bahan pertimbangan dalam perencanaan dan pengelolaan infrastruktur pengendalian banjir di Kabupaten Lamongan. 
Analisis Prioritas Pemeliharaan Gedung Perkantoran Pemerintah Berdasarkan Life Cycle Cost Sekar Kartika; Anita Galla
Momentum Jurnal Inovasi dan Rekayasa Teknik Sipil (MJIRTS) Vol. 2 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Marasofi International Media and Publishing (MIMP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64123/mjirts.v2.i2.3

Abstract

Pemeliharaan gedung perkantoran pemerintah merupakan aspek penting dalam menjaga keandalan bangunan, mendukung kontinuitas pelayanan publik, serta mengoptimalkan pemanfaatan aset negara. Keterbatasan anggaran pemeliharaan sering kali menyebabkan tidak seluruh komponen bangunan dapat ditangani secara bersamaan, sehingga diperlukan penentuan prioritas berdasarkan aspek ekonomi. Penelitian ini bertujuan menganalisis prioritas pemeliharaan gedung perkantoran pemerintah menggunakan pendekatan Life Cycle Cost (LCC). Metode penelitian dilakukan melalui identifikasi kondisi komponen bangunan yang meliputi aspek arsitektural, struktural, mekanikal, elektrikal, dan housekeeping, dilanjutkan dengan perhitungan biaya pemeliharaan dan proyeksi biaya selama umur rencana 20 tahun. Analisis dilakukan untuk menentukan kontribusi biaya masing-masing komponen terhadap total biaya siklus hidup bangunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total biaya pemeliharaan selama periode analisis mencapai Rp1.816.738.344, dengan komponen struktural memberikan kontribusi terbesar sebesar 51,70%, diikuti housekeeping sebesar 22,74%, arsitektural sebesar 14,62%, mekanikal sebesar 8,01%, dan elektrikal sebesar 2,92%. Temuan ini menunjukkan bahwa komponen struktural menjadi prioritas utama dalam program pemeliharaan karena memiliki dampak terbesar terhadap kebutuhan anggaran jangka panjang. Penelitian ini merekomendasikan penerapan pendekatan LCC sebagai dasar penyusunan strategi pemeliharaan gedung guna meningkatkan efisiensi pengelolaan aset dan efektivitas penggunaan anggaran pemerintah. 
Pengaruh Penambahan Lateks Karet Alam terhadap Ketahanan Rendaman Campuran AC-WC Menggunakan Aspal Pen 60/70 Jhohansen Situmorang; Nurul Azizah; Eka Oktafia
Momentum Jurnal Inovasi dan Rekayasa Teknik Sipil (MJIRTS) Vol. 2 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Marasofi International Media and Publishing (MIMP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64123/mjirts.v2.i2.4

Abstract

Kerusakan perkerasan lentur akibat pengaruh air masih menjadi salah satu permasalahan utama yang dapat menurunkan umur layanan jalan. Upaya peningkatan ketahanan campuran beraspal terhadap pengaruh kelembapan dapat dilakukan melalui pemanfaatan bahan aditif yang memiliki sifat elastis dan daya lekat tinggi, salah satunya adalah lateks karet alam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan lateks karet alam terhadap karakteristik Marshall dan ketahanan rendaman campuran Asphalt Concrete-Wearing Course (AC-WC) menggunakan aspal penetrasi 60/70. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental laboratorium dengan variasi kadar lateks sebesar 0%, 2%, 4%, dan 6% terhadap berat aspal. Pengujian dilakukan melalui Marshall konvensional dan Marshall Immersion untuk memperoleh nilai stabilitas, flow, Void in Mix (VIM), Void in Mineral Aggregate (VMA), Void Filled with Asphalt (VFA), Marshall Quotient (MQ), serta Indeks Kekuatan Sisa (IKS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan lateks sebesar 2% menghasilkan kinerja optimum dengan nilai stabilitas dan MQ yang lebih tinggi dibandingkan campuran normal, serta memberikan nilai IKS yang memenuhi persyaratan spesifikasi sehingga menunjukkan ketahanan yang lebih baik terhadap pengaruh rendaman air. Sebaliknya, penambahan lateks yang terlalu tinggi cenderung menurunkan stabilitas dan meningkatkan rongga campuran sehingga mengurangi kinerja perkerasan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan lateks karet alam dalam jumlah optimum mampu meningkatkan daya tahan campuran AC-WC terhadap kerusakan akibat air sekaligus memperbaiki karakteristik Marshall. Oleh karena itu, penggunaan lateks sebesar 2% direkomendasikan sebagai bahan modifikasi aspal pada lapis permukaan jalan. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan karet alam lokal berpotensi mendukung pengembangan teknologi perkerasan jalan yang lebih berkelanjutan, meningkatkan nilai tambah komoditas karet, serta mengurangi ketergantungan terhadap bahan aditif sintetis. 

Page 2 of 2 | Total Record : 19