cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kebidanan
ISSN : 23018372     EISSN : 25497081     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kebidanan Universitas Muhammadiyah Semarang (e-ISSN : 2549-7081) provides a medium for those who want to publish their scientific articles from either research results or innovations in the fields of midwifery and health
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2014): February 2014" : 10 Documents clear
HUBUNGAN PRAKTIK PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN DENGAN KENAIKAN BERAT BADAN PADA BAYI USIA LEBIH DARI 6 BULAN DI DESA PAMONGAN KECAMATAN GUNTUR KABUPATEN DEMAK Ratna Tirtaning Tyas; Fitriani Nur Damayanti; Siti Istiana
Jurnal Kebidanan Vol 3, No 1 (2014): February 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (32.319 KB) | DOI: 10.26714/jk.3.1.2014.30-33

Abstract

Latar belakang : Air Susu Ibu (ASI) adalah makanan terbaik untuk bayi yang nilainya tidak bias digantikan oleh apapun juga. Pemberian ASI ikut memegang peranan dalam menghasilkan manusia yang berkualitas. Dengan bertambahnya usia bayi, bertambah pula kebutuhan akan zat-zat gizi. Oleh karena itu mulai umur 6 bulan, selain ASI bayi perlu diberi makanan lain. Makanan ini disebut Makanan Pendamping ASI. Tujuan : Penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Praktek Pemberian Makanan Tambahan Dengan Kenaikan Berat Badan Pada Bayi Usia Lebih Dari 6 Bulan di Desa Pamongan Kecamatan Guntur Kabupaten Demak Tahun 2013. Metode : Penelitian ini yang berupa studi deskriptif analitik. Rancangan penelitian ini, penulis menggunakan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah bayi usia lebih dari 6 bulan dengan praktik pemberian makanan tambahan berjumlah 19 responden, dengan teknik sampling jenuh. Hasil : Ibu bayi di Desa Pamongan Kecamatan Guntur Kabupaten Demak sebagian besar mempunyai praktik pemberian makanan tambahan yang baik sebanyak 13 responden (68,4%). Sebagian besar mengalami kenaikan berat badan sebanyak 11 responden (57,9%). Simpulan : Ada hubungan yang bermakna Praktik pemberian makanan tambahan dengan kenaikan berat badan pada bayi usia lebih dari 6 bulan Di Desa Pamongan Kecamatan Guntur Kabupaten Demak Tahun 2013.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI WANITA USIA SUBUR (WUS) DALAM PEMILIHAN KONTRASEPSI HORMUNAL DI DESA BATURSARI KECAMATAN MRANGGEN KABUPATEN DEMAK Dian Nintyasari; Novita Kumalasari
Jurnal Kebidanan Vol 3, No 1 (2014): February 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.625 KB) | DOI: 10.26714/jk.3.1.2014.8-13

Abstract

Latar belakang : Upaya pemerintah menetapkan program keluarga berencana pada pasangan usia subur bertujuan untuk mencegah kehamilan, terutama kehamilan yang tidak diinginkan dan kehamilan risiko tinggi. Tujuan : Untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi wanita usia subur (WUS) dalam pemilihan kontrasepsi hormonal di Desa Batursari Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak. Metode : Jenis dan rancangan penelitian adalah observasional analiti. Sampel dalam penelitian ini adalah keseluruhan populasi sebanyak 151 akseptor KB. Pengujian hipotesis dengan uji Chi – Square (α = 0,05). Hasil : Umur responden termasuk kategori risiko rendah (20-35 tahun) yaitu sebanyak 87 orang (57,6%), sebagian responden merupakan multipara di mana responden memiliki dua anak atau lebih (2-5 anak) yaitu sebanyak 110 orang (72,8%). Sebagian besar responden berpendidikan lanjut (SMA dan perguruan tinggi) yaitu sebanyak 88 orang (58,3%). Jenis kontrasepsi yang digunakan oleh responden sebagian besar adalah kontrasepsi hormonal sebanyak 110 orang (72,8%). 110 orang terbagi dalam 81 orang akseptor suntik, 24 orang akseptor pil, dan 5 orang akseptor implant. Simpulan : tidak ada hubungan antara umur dengan pemilihan kontrasepsi hormonal dengan nilai p = 0,466, tidak ada hubungan antara jumlah anak dengan pemilihan kontrasepsi hormonal dengan nilai p = 0,389, dan ada hubungan antara pendidikan dengan pemilihan kontrasepsi hormonal dengan nilai p = 0,000.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU POST PARTUM DENGAN MINAT PEMAKAIAN ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM DI BIDAN PRAKTIK MANDIRI (BPM) Ny. D DESA SUKOMULYO KECAMATAN KALIWUNGU SELATAN KABUPATEN KENDAL Enggar Rossyanna; Suprapti Suprapti; Siti Nurjanah
Jurnal Kebidanan Vol 3, No 1 (2014): February 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.599 KB) | DOI: 10.26714/jk.3.1.2014.34-40

Abstract

Latar belakang : Gerakan Keluarga Berencana Nasional yaitu mewujudkan keluarga kecil bahagia sejahtera yang menjadi dasar bagi terwujudnya masyarakat yang sejahtera melalui pengendalian kelahiran dan pertumbuhan penduduk Indonesia. Jumlah peserta KB aktif di Jawa Tengah yaitu sebanyak 5.080.926 orang atau sebesar 78,37% dari jumlah PUS sebanyak 6.483.189 orang yang menggunakan Alat Kontrasepsi Dalam Rahim hanya sebanyak 445.718 orang atau sebesar 8,77%. Tujuan :Untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan Ibu postpartum dengan minat pemakaian Alat Kontasepsi Dalam Rahim di BPM Ny. D Desa Sukomulyo Kecamatan Kaliwungu Selatan Kabupaten Kendal. Metode : Jenis penelitian adalah analitik dengan rancangan cross sectional ini menggunakan sampel 39 ibu postpartum dari bulan April-Juni 2011. Data diperoleh dari kuesioner yang diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil analisis univariat Ibu yang berpengetahuan cukup sebanyak 19 orang (48,8%), yang berpengetahuan kurang sebanyak 10 orang (25,6%) dan yang berpengetahuan baik sebanyak 10 orang (25,6%). Ibu yang tidak minat memakai Alat Kontrasepsi Dalam Rahim sebanyak 20 orang (51,3%), yang minat sebanyak 19 orang (48,7%). Dari hasil Fisher exact menunjukkan hasil bahwa nilai p-value = 0,000 (< a=0,05). Simpulan : Ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan minat pemakaian Alat Kontrasepsi Dalam Rahim.
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT STRES DENGAN KEJADIAN HIPEREMESIS GRAVIDARUM PADA IBU HAMIL TRI MESTER I DI BPS NY. SAYIDAH KENDAL Sulistyowati Sulistyowati; Edy Soesanto; Indri Astuti Purwanti
Jurnal Kebidanan Vol 3, No 1 (2014): February 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.22 KB) | DOI: 10.26714/jk.3.1.2014.14-18

Abstract

Latar belakang :Gangguan mual muntah biasanya berlangsung hingga minggu ke dua puluh kehamilan yang ditandai dengan mual tidak terkendali serta muntah-muntah hampir sepuluh kali tiap hari, hal ini lebih dikenal dengan istilah hiperemesis gravidarum. Stres dianggap sebagai salah satu faktor penyebab terjadinya hiperemesis gravidarum dimana stres ini merupakan bentuk psikologik yang memegang peranan yang penting pada penyakit. Data yang didapatkan peneliti di BPS Ny. Sayidah Kendal menunjukkan terdapat 110 ibu hamil dengan keluhan mual muntah sebanyak 57 ibu hamil. Tujuan : mengetahui hubungan antara tingkat stres dengan kejadian hiperemesis gravidarum pada ibu hamil trimester I di Bidan Praktik Swasta (BPS) Ny. Sayidah Kendal. Metode :Jenis penelitian ini adalah analitik korelasi. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil trimester I yang melakukan kunjungan ANC di BPS. Ny. Sayidah Kendal pada Juli 2011-Juni 2012 yang berjumlah 387 orang. Teknik samplingnya adalah quota sampling dengan jumlah 79. Hasil : penelitian ini menunjukkan sebagian besar tingkat stress yang dialami oleh ibu adalah dalam kategori ringan (79,7%) yang ditandai oleh seringnya merasa kesulitan untuk tenang setelah sesuatu yang mengganggu, sebagian besar tidak terjadi hiperemesis (78,5%). Simpulan : hubungan yang bermakna antara tingkat stress dengan kejadian hiperemesis pada ibu hamil tri mester I di BPS Ny. Sayidah Kendal.
HUBUNGAN UMUR DAN PARITAS DENGAN KEJADIAN PREEKLAMSIA PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS BANGETAYU KOTA SEMARANG Novida Hidayati; Titik Kurniawati
Jurnal Kebidanan Vol 3, No 1 (2014): February 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.738 KB) | DOI: 10.26714/jk.3.1.2014.41-48

Abstract

Latar Belakang : Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator penilaian status kesehatan. Menurut Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2007, angka kematian ibu melahirkan 228 per 100.000 kelahiran hidup .AKI masih jauh dari target MDG’s tahun 2015 yaitu 102 per 100.000 kelahiran hidup, sehingga diperlukan berbagai upaya untuk pencapaian target. Faktor utama kematian ibu kasus akut pada penderita melahirkan adalah perdarahan (28%), eklampsia (24%), dan infeksi (11%). Data dari Dinkes Kota Semarang bahwa angka kematian tertinggi di Puskesmas Bangetayu sebanyak 3 ibu nifas karena eklamsia. Oleh sebab itu di perlukan perhatian serta penanganan yang serius terhadap ibu hamil dengan penyakit preeklamsia. Tujuan : Untuk mengetahui hubungan umur dan paritas dengan kejadian preeklamsia pada ibu hamil di Puskesmas Bangetayu Kota Semarang. Metode : Jenis penelitian ini adalah penelitian studi korelasi dengan menggunakan rancangan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 225 orang ibu hamil. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Bangetayu Kota Semarang pada bulan Maret 2012. Sampel yang dipakai dalam penelitian ini adalah simple random sampling sebanyak 69 responden. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder, cara pengumpulan data menggunakan cheklist. Analisa data menggunakan analisa univariat dan analisa bivariat dengan menggunakan uji statistik chi square. Hasil : Penelitian ini menunjukkan bahwa Sebagian besar responden berumur antara 20-35 tahun sebanyak 58 (84,1%) responden; sebagian besar responden dengan paritas multipara sebanyak 46 (66,7%) responden; sebagian besar responden tidak mengalami preeklamsia sebanyak 54 (78,3%) responden dibandingkan dengan responden yang mengalami preeklamsia Simpulan : Ada hubungan umur dengan kejadian preeklamsia pada ibu hamil di Puskesmas Bangetayu Kota Semarang, didapatkan Chi square sebesar 9,335 dengan p value sebesar 0,009 dan Ada hubungan paritas dengan kejadian preeklamsia pada ibu hamil di Puskesmas Bangetayu Kota Semarang, didapatkan Chi square sebesar 20,456 dengan p value sebesar 0,000.
HUBUNGAN PARITAS DAN STATUS NUTRISI DENGAN HIPEREMESIS GRAVIDARUM PADA IBU HAMIL TRIMESTER I DI RB “NH” KUWARON GUBUG KABUPATEN PURWODADI Risma Karlina Putri; Edy Soesanto; Dwi Wahyuni
Jurnal Kebidanan Vol 3, No 1 (2014): February 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.594 KB) | DOI: 10.26714/jk.3.1.2014.19-23

Abstract

Latar belakang : Kehamilan yang sehat merupakan suatu kondisi sehat fisik dan mental ibu dan janin yang dikandungnya. Status kesehatan ibu hamil mempunyai peranan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan janin yang dikandungnya. Jumlah kehamilan dan jarak kehamilan juga berpengaruh terhadap kesehatan ibu selama hamil. Dan pada saat hamil seorang ibu memerlukan asupan nutrisi lebih banyak, ibu hamil harus memberikan nutrisi yang cukup untuk sang janin, agar meminimaliskan kemungkinan kecil terjadi komplikasi mual dan muntah secara berlebihan khususnya pada kehamilan trimester I. Berdasarkan studi pendahuluan yang didapatkan di RB Nur Hikmah Gubug, pada bulan januari – maret sebanyak 44 ibu hamil menderita hiperemesis gravidarum dari total 87 ibu hamil. sebanyak Tujuan : penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan paritas dan status nutrisi dengan hiperemesis gravidarum pada ibu hamil trimester I di RB “NH” Kuwaron Gubug kab. Purwodadi. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian Analitik dengan menggunakan rancangan restrospective. Subyek penelitian adalah 30 orang ibu hamil trimester I di RB “NH” kuwaron gubug kab. purwodadi yang diambil secara proportional stratified random sampling. Variabel bebas adalah paritas dan status nutrisi. Variabel terikat adalah hiperemesis gravidarum. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan observasi. Uji statistik menggunakan uji kolerasi chi square dan fisher exact. Hasil : Sebanyak 53,3% responden tergolong primigravida, 46,7% responden tergolong multigravida, 76,7% responden mengalami status nutrisi kurang, 23,3% responden mengalami status nutrisi normal, 63,3% responden tergolong tingkat I hiperemesis gravidarum, dan 36,7% responden tergolong tingkat II hiperemesis gravidarum. Simpulan : ada hubungan yang signifikan antara paritas dan status nutrisi dengan hiperemesis gravidarum pada ibu hamil trimester I.
PENGARUH PAPARAN SITUS JEJARING SOSIAL FACEBOOK TERHADAP SIKAP SEKSUAL REMAJA DI KOTA SEMARANG Agustin Rahmawati; Erna Kusumawati
Jurnal Kebidanan Vol 3, No 1 (2014): February 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.121 KB) | DOI: 10.26714/jk.3.1.2014.49-57

Abstract

Latar belakang : Remaja adalah masa transisi antara masa kanak-kanak dan dewasa, dimana terjadi pacu tumbuh, timbul ciri-ciri seksual sekunder, tercapainya fertilitas, dan terjadi perubahan-perubahan psikologi dan kognitif. Masalah yang sering menonjol di kalangan remaja masih seputar TRIAD KRR antara lain seksualitas (seks pranikah, kehamilan tidak didinginkan, aborsi), Infeksi Menular Seksual (IMS), HIV dan AIDS dan penyalahgunaan NAPZA. (Masri Muadz, 2009). Dari beberapa media online seperti vivanews dan detikcom yang mengulas seputar penyalahgunaan jejaring sosial seperti dalam kurun waktu satu tahun terakhir menyebutkan prostitusi anak di jejaring sosial melibatkan remaja SMP dan SMA. Tujuan : ingin meneliti Pengaruh paparan situs jejaring sosial facebook terhadap sikap seksual remaja di Kota Semarang tahun 2013. Metode : penelitian analitik korelasional dengan menggunakan metode surve dan pendekatan cross sectional. Besar sampel 387 pelajar SMAN di Kota Semarang. Hasil : Berdasarkan hasil uji statistik dengan menggunakan korelasi Chi Square nilai p sebesar 0,814 (p > 0,05) tidak ada hubungan yang bermakna antara intensitas penggunaan facebook dengan sikap seksual remaja, nilai p sebesar 0,019 (p >< 0,05) ada hubungan yang bermakna antara motif penggunaan facebook dengan sikap seksual remaja, nilai p sebesar 0,000 (p > 0,05) ada hubungan yang bermakna antara penggunaan facebook dengan sikap seksual remaja, nilai p sebesar 0,000 (p < 0,05) ada hubungan yang bermakna antara kesadaran diri / awareness penggunaan facebook dengan sikap seksual remaja. Variabel kesadaran diri / awareness mempunyai pengaruh yang paling kuat terhadap sikap seksual remaja dengan nilai p=0,000 . Simpulan : remaja yang memiliki kesadaran tinggi / awareness terhadap akun facebook mempunyai kemungkinan 2,1 kali bersikap lebih permisif terhadap seksualits dibandingkan remaja yang memiliki kesadaran . awareness rendah terhadap akun facebooknya.
HUBUNGAN PERSEPSI IBU TENTANG PERAN SERTA TENAGA KESEHATAN DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN PNEUMONIA PADA IBU BALITA USIA 0 – 5 TAHUN DI PUSKESMAS NGESREP KOTA SEMARANG Wahyuningsih, Heny Sapto; Puspitaningrum, Dewi; Anggraini, Novita Nining
Jurnal Kebidanan Vol 3, No 1 (2014): February 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (44.582 KB) | DOI: 10.26714/jk.3.1.2014.24-29

Abstract

Latar Belakang: Pneumonia adalah pembunuh utama balita di dunia, lebih banyak dibandingkan dengan penyakit lain seperti AIDS, malaria, campak dan akibat rendahnya kepatuhan petugas kesehatan dalam menjalankan Standar Opersional Prosedur yang belum maksimal sehingga banyak kasus pneumonia balita tidak terdeteksi merupakan topik yang sering diteliti secara akademik di bidang kesehatan masyarakat. Dari 37 Puskesmas di Kota Semarang penderita pneumonia tertinggi ada di Puskesmas Ngesrep yaitu 1257 balita ( 23,57% ).Tujuan: Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan persepsi ibu tentang peran serta tenaga kesehatan dengan perilaku pencegahan pneumonia pada ibu balita usia 0 – 5 tahun di Puskesmas Ngresep Kota Semarang. Metode: Jenis penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional, populasi 531 responden, sampel 84 ibu yang memiliki balita di Puskesmas Ngesrep. Hasil : Hasil uji statistik chi- square tentang hubungan persepsi ibu tentang peran serta tenaga kesehatan dengan perilaku pencegahan pneumonia pada ibu balita usia 0-5 tahun. Nilai person chi square 55,608 dan nilai p value = 0,000 < 0,05. Maka Ho ditolak dan hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara persepsi ibu tentang peran serta tenaga kesehatan dengan perilaku pencegahan pneumonia pada ibu balita usia 0-5 tahun di puskesmas Ngersrep kota Semarang. Simpulan: Ada hubungan yang signifikan antara persepsi ibu tentang peran serta tenaga kesehatan dengan perilaku pencegahan pneumonia pada ibu balita usia 0 – 5 tahun di puskesmas Ngesrep kota Semarang.
PENGARUH PENYULUHAN MENSTRUASI TERHADAP KECEMASAN MENGHADAPI MENARCHE PADA REMAJA PUTRI KELAS VII SMP N 2 PUNGGELAN BANJARNEGARA Grhasta Dian Perestroika; Rin Widya Agustin; Erindra Budi C
Jurnal Kebidanan Vol 3, No 1 (2014): February 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.784 KB) | DOI: 10.26714/jk.3.1.2014.58-65

Abstract

Latar belakang : Pada masa pubertas terjadi perubahan fisik dan mental remaja. Pada masa ini hormon seksual yaitu estrogen dan progesterone meningkat kuat. Hormon seksual tersebut menyebabkan perubahan dalam tubuh remaja putri seperti menstruasi pertama atau menarche. Perubahan hormonal yang dramatis dapat mempengaruhi kondisi emosi. Hal tersebut dapat menimbulkan perasaan bingung, berbagai pertanyaan, ketakutan dan kecemasan. Oleh karena itu diperlukan pemberian informasi kesehatan reproduksi remaja (KRR) khususnya tentang menstruasi dan salah satu caranya melalui penyuluhan. Tujuan : untuk mengetahui adanya pengaruh penyuluhan menstruasi terhadap kecemasan menghadapi menarche pada remaja putri kelas VII SMP N 2 Punggelan Banjarnegara. Metode: Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan model rancangan non equivalent control group. Subyek dalam penelitian ini adalah remaja putri kelas VII SMP N 2 Punggelan Banjarnegara tahun 2011 yang berjumlah 60 siswi, dimana kelompok perlakuan 30 siswi dan kelompok kontrol 30 siswi yang diambil dengan cara systematic sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan kuisioner skala tingkat kecemasan yang dibuat oleh peneliti. Analisis data menggunakan uji beda t-test yaitu independent t-test. Hasil: Hasil penelitian dengan statistik independent t-test menunjukan t hitung sebesar 6,377 dengan df = 58, t tabel =2,04. nilai signifikansi (p) sebesar 0,000. Nilai p < 0,05 (0,000 <0,05) artinya ada perbedaan yang signifikan antara kecemasan pada kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol. Simpulan : ada pengaruh positif penyuluhan menstruasi terhadap kecemasan menghadapi menarche pada remaja putri kelas VII SMP N 2 Punggelan Banjarnegara.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELENGKAPAN IMUNISASI DASAR PADA BAYI USIA 9 - 11 BULAN DI DESA SUMBEREJO KECAMATAN MRANGGEN DEMAK Nur Azizah; Mifbakhuddin Mifbakhuddin; Lia Mulyanti
Jurnal Kebidanan Vol 3, No 1 (2014): February 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.642 KB) | DOI: 10.26714/jk.3.1.2014.1-7

Abstract

Latar Belakang : Imunisasi telah terbukti sebagai salah satu upaya kesehatan masyarakat yang sangat penting. Berdasarkan penelitian awal yang dilakukan di Desa Sumberejo, didapatkan data cakupan imunisasi selama tahun 2011 adalah BCG sebesar 14%, DPT I sebesar 7%, DPT II sebesar 6%, DPT III sebesar 11%, Polio I sebesar 12%, Polio II sebesar 8%, Polio III 8%, Polio IV sebesar 12%, Campak sebesar 9%, dan Hepatitis B sebesar 13%. Berdasarkan cakupan imunisasi tersebut maka dapat dinyatakan bahwa cakupan imunsasi balita di Desa Sumberejo tergolong rendah. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kelengkapan imunisasi dasar meliputi beberapa hal seperti pengetahuan, motif, pengalaman, pekerjaan, dukungan keluarga, fasilitas posyandu, lingkungan, sikap, tenaga kesehatan, penghasilan dan pendidikan. Tujuan : Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kelengkapan imunisasi dasar pada bayi usia 9 - 11 bulan di Desa Sumberejo Kecamatan Mranggen Demak. Metode : Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang mempunyai anak usia 9 - 11 bulan di Desa Sumberejo Kecamatan Mranggen Demak dengan jumlah 42 orang. Teknik samplingnya adalah total populasi. Hasil : Dari hasil penelitian yang dianalisis menggunakan chi-square diketahui bahwa tidak ada hubungan yang antara faktor pendidikan ibu dengan kelengkapan imunisasi pada anaknya (p=0,714), tidak ada hubungan yang antara faktor pendapatan dengan kelengkapan imunisasi pada anaknya (p=1,000), ada hubungan yang bermakna antara faktor pengetahuan dengan kelengkapan imunisasi pada anaknya, (p=0,000) dan ada hubungan yang bermakna antara faktor sikap dengan kelengkapan imunisasi pada anaknya di Desa Sumberejo Kecamatan Mranggen Demak (p=0,000). Simpulan : Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara pendidikan dan pendapatan dengan kelengkapan imunisasi pada anak, ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan dan sikap dengan kelengkapan imunisasi pada anak. Tenaga kesehatan diharapkan dapat melakukan promosi kesehatan dengan gencar seperti melakukan penyuluhan secara berkala terhadap masyarakat khususnya berkaitan dengan perlunya imunisasi dasar lengkap terhadap bayi. Tenaga kesehatan ini dapat bekerja sama dengan pihak kelurahan setempat dalam memberikan penyuluhan terhadap warga

Page 1 of 1 | Total Record : 10