cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kebidanan
ISSN : 23018372     EISSN : 25497081     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kebidanan Universitas Muhammadiyah Semarang (e-ISSN : 2549-7081) provides a medium for those who want to publish their scientific articles from either research results or innovations in the fields of midwifery and health
Arjuna Subject : -
Articles 277 Documents
HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG HIV/AIDS DENGAN PEMANFAATAN PELAYANAN VCT DI PUSKESMAS GEDONGTENGEN YOGYAKARTA Luluk Rosida; Devi Pratiwi
Jurnal Kebidanan Vol 7, No 1 (2018): February 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.368 KB) | DOI: 10.26714/jk.7.1.2018.23-27

Abstract

Kelompok usia reproduktif tersebut  menyumbang lebih dari 70% kasus AIDS, namun dalam SDKI 2012 pada wanita 15-49 tahun dan pria kawin umur 15-54 tahun yang pernah mendengar tentang HIV/AIDS, tidak sesuai dengan tingkat pengetahuan tentang cara mengurangi risiko tertular HIV/AIDS. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan tentang HIV/AIDS dengan pemanfaatan layanan VCT. Desain penelitian ini adalah penelitian survei analitik, pendekatan yang digunakan adalah cross sectional. Teknik sampel yang digunakan accidental sampling  sebanyak 30 responden datang ke layanan VCT Puskesmas Gedongtengen. Teknik analisa data menggunakan uji chi square. Penelitian ini menunjukkan berdasarkan hasil Uji chi square didapatkan  hasil bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan dan pemanfaatan pelayanan VCT di Puskesmas Gedongtengen. Berdasarkan hasil dapat diambil kesimpulan yaitu terdapat hubungan antara pengetahuan dan pemanfaatan pelayanan VCT di Puskesmas Gedongtengen. Deteksi dini diri sendiri terhadap infeksi HIV dianjurkan demi terciptanya masyarakat sehat. Terutama saat akan menikah dan merencanakan kehamilan dengan mendatangi puskesmas yang menyediakan pelayanan VCT.
GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN PRAKTIK IBU POST NATAL TERHADAP KUNJUNGAN NEONATUS DI BPS Hj SRI WAHYUNI KOTA SEMARANG TAHUN 2013 Afifah Afifah; Rahayu Astuti; Wening Andarsari
Jurnal Kebidanan Vol 2, No 2 (2013): August 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.294 KB) | DOI: 10.26714/jk.2.2.2013.8-12

Abstract

Latar belakang : Masa neonatus (0-28 hari) merupakan golongan umur yang memiliki resiko gangguan kesehatan paling tinggi dan tidak tertutup kemungkinan bayi mengalami sakit, sehingga memerlukan pemantauan kesehatan melalui kunjungan neonatus. Tujuan :Penelitian ini untuk mengetahui pengetahuan, sikap dan praktik ibu post natal terhadap kunjungan neonatus di BPS Hj Sri Wahyuni Kota Semarang. Metode : Jenis Penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif dengan rancangan penelitian adalah survei deskriptif. Populasi dan sampel adalah 40 ibu post natal (28-60 hari).Pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner dan analisis data dengan menggunakan statistik deskriptif. Hasil : penelitian yang diperoleh bahwa 1) Pengetahuan tentang kunjungan neonatus pada ibu post natal di BPS Hj Sri Wahyuni memiliki pengetahuan baik sebanyak 12 orang (30%), pengetahuan cukup sebanyak 19 orang (47,5%), pengetahuan kurang sebanyak 9 orang (22,5%). 2) Sikap tentang kunjungan neonatus yang memiliki sikap positif (mendukung) sebanyak 23 orang (57,5%), sikap negatif (tidak mendukung) sebanyak 17 orang (42,5%). 3) Praktik terhadap kunjungan neonatus pada Kunjungan Neonatus I ( KN I) yang melakukan 15 orang (37,5%), tidak melakukan 25 orang (62,5%), Kunjungan Neonatus II (KN II) yang melakukan 28 orang (70%), tidak melakukan 12 orang (30%), Kunjungan Neonatus III (KN III) yang melakukan 40 orang (100%). Simpulan : 1) Pengetahuan tentang kunjungan neonatus pada ibu post natal di BPS Hj Sri Wahyuni menunjukan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan cukup sebanyak 19 orang (47,5%). 2) Sikap tentang kunjungan neonatus pada ibu post natal di BPS Hj Sri Wahyuni menunjukan bahwa sebagian besar responden memiliki sikap positif (mendukung) sebanyak 23 orang ( 57,5%). 3) Praktik terhadap Kunjungan Neonatus I (KN I) 37,5% masih sangat kurang, namun Kunjungan Neonatus II (KN II) 70% dan Kunjungan neonatus III (KN III) 100% lebih banyak.
RELATIONSHIP OF ELDERLY KNOWLEDGE LEVEL WITH PARTICIPATION IN IMPLEMENTATIONGYMNASTIC IN THE CITY OF SEMARANG dewi elliana
Jurnal Kebidanan Vol 8, No 2 (2019): August 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.728 KB) | DOI: 10.26714/jk.8.2.2019.115-122

Abstract

Old age is said to be the final stage of development in human life. Efforts to support the achievement of life expectancy begin with improving services in the field of health in the elderly. In Indonesia in 2010 there were 23,992,513 elderly people. The purpose of this study was to determine the relationship of the level of knowledge of the elderly about elderly gymnastics with participation in the implementation of elderly gymnastics in Pudakpayung Village, Banyu Manik District, Semarang City. This study used a cross sectional design and included the type of correlation. In this study the sampling technique used purposive sampling with as many as 80 respondents. The data is then analyzed using Chi Square Test. This research was conducted in May 2014. The results of the study showed that the level of knowledge of the elderly about elderly gymnastics was mostly included in the category of 37 (46.3%) respondents. While the participation in the exercise of elderly gymnastics, mostly including the category did not follow as many as 39 (48.8%) respondents. The conclusion of this study is that there is a relationship. The value of the level of knowledge of the elderly about elderly gymnastics with participation in the implementation of elderly gymnastics with a p value of 0,000. The value of p value is smaller than 0.05 (0,000 <0,05). Suggestions given to the community, especially the elderly, increase their knowledge about the benefits of elderly gymnastics by actively digging up information and knowledge about the benefits of elderly gymnastics for health both through elderly posyandu or other more accurate sources
PERBEDAAN TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG VULVA HYGIENE SEBELUM DAN SESUDAH DILAKUKAN PENYULUHAN DI SMA NEGERI 9 SEMARANG TAHUN 2012 Adila Noor Rifa; Agustin Syamsianah; Dwi Wahyuni
Jurnal Kebidanan Vol 4, No 2 (2015): August 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.19 KB) | DOI: 10.26714/jk.4.2.2015.44-51

Abstract

Latar belakang: Kesehatan reproduksi remaja khususnya wanita terutama dalam menjaga dan merawat organ reproduksi dipengaruhi oleh pengetahuan orang tua, tingkat pendidikan orang tua, dan peran orang tua terutama ibu dalam memberikan pendidikan kesehatan reproduksi sehingga remaja putri dapat mengetahui dan merawat organ reproduksi. Akibat kebersihan vulva yang tidak terjaga akan mempengaruhi seorang perempuan mengalami perasaan tidak nyaman pada vulva, yang paling sering dialami adalah timbulnya keputihan, yang terjadi akibat infeksi baik pada vulva atau mulut rahim (serviks), iritasi dan jamur, apabila berlanjut bisa terjadi kanker vulva. Tujuan: Mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan remaja putri tentang vulva hygiene sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan di SMA Negeri 9 Semarang. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen semu (Quasi Experiment) dengan rancangan penelitian One Group Pretest Posttest. Pengambilan sampel menggunakan teknik proportional stratified random sampling dan instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Sampel penelitian sebanyak 65 siswi. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa rerata pengetahuan tentang vulva hygiene sebelum penyuluhan sebesar 2,138 dengan standar deviasi 0,7043 dan rerata pengetahuan sesudah penyuluhan sebesar 1,600 dengan standar deviasi 0,6072. Berdasarkan hasil analisis data didapatkan nilai t hitung sebesar 8,641 dengan p value sebesar 0,000 < 0,05.  Simpulan: Ada perbedaan yang signifikan antara Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Tentang Vulva Hygiene Sebelum dan Sesudah Dilakukan Penyuluhan di SMA Negeri 9 Semarang Tahun 2012.
HUBUNGAN PENDAMPINGAN KELUARGA DENGAN LAMA PROSES PERSALINAN KALA I DI PUSKESMAS KARANGDORO KOTA SEMARANG Widyah Setyowati; Mursini Mursini
Jurnal Kebidanan Vol 6, No 2 (2017): August 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.681 KB) | DOI: 10.26714/jk.6.2.2017.74-79

Abstract

Latar Belakang : Support system yang diberikan kepada ibu menjelang persalinan sangat mendukung dalam menurunkan tingkat kecemasan pada ibu pada saat persalinan. Keuntungan pendamping persalinan oleh keluarga dapat mengurangi rasa cemas, mempercepat  proses persalinan, menghindari komplikasi-komplikasi pada persalinan, mengurangi nilai score APGAR < 7 pada bayi baru lahir sehingga menghindari bayi asfeksia, waktu yang di butuhkan dalam proses persalinan semakin pendek, kepuasan ibu semakin meningkat dalam pengalaman melahirkan, persalinan yang diakhiri dengan vacuum ekstraksi, fosceps, dan secsio cesaria semakin menurun. Tujuan : Mengetahui hubungan pendampingan keluarga dengan lama proses persalinan kala I di Puskesmas Karangdoro Kota Semarang. Metode : Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional dan jenis penelitian deskriptif analitik. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 39 responden, menggunakan teknik sampel Total populasi yaitu semua ibu Primipara yang bersalin di puskesmas Karangdoro Semarang sebanyak 39 responden. Analisa yang digunakan univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil : Sebagian besar ibu dalam proses persalinan kala I mendapatkan pendampingan keluarga yang baik selama proses persalinan kala 1 sebanyak 24 (72,7%) responden; Sebagian besar ibu mengalami proses persalinan kala 1 cepat sebanyak 21 (63, 6%) responden; Ada hubungan yang bermakna antara pendampingan keluarga dengan lama proses persalinan di Puskesmas Karangdoro Semarang dengan  nilai continuity correction sebesar 3,275 dengan p value fisher exact sebesar 0,044 < 0,05. Simpulan : Ada hubungan yang bermakna antara pendampingan keluarga dengan lama proses persalinan di Puskesmas Karangdoro Semarang. Masyarakat diharapkan menambah wawasan tentang pendampingan keluarga pada proses persalinan kala I, sehingga masyarakat tidak merasa tabu dan takut dalam mendampingi persalinan kala I pada ibu bersalin.Latar Belakang : Support system yang diberikan kepada ibu menjelang persalinan sangat mendukung dalam menurunkan tingkat kecemasan pada ibu pada saat persalinan. Keuntungan pendamping persalinan oleh keluarga dapat mengurangi rasa cemas, mempercepat  proses persalinan, menghindari komplikasi-komplikasi pada persalinan, mengurangi nilai score APGAR < 7 pada bayi baru lahir sehingga menghindari bayi asfeksia, waktu yang di butuhkan dalam proses persalinan semakin pendek, kepuasan ibu semakin meningkat dalam pengalaman melahirkan, persalinan yang diakhiri dengan vacuum ekstraksi, fosceps, dan secsio cesaria semakin menurun. Tujuan : Mengetahui hubungan pendampingan keluarga dengan lama proses persalinan kala I di Puskesmas Karangdoro Kota Semarang. Metode : Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional dan jenis penelitian deskriptif analitik. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 39 responden, menggunakan teknik sampel Total populasi yaitu semua ibu Primipara yang bersalin di puskesmas Karangdoro Semarang sebanyak 39 responden. Analisa yang digunakan univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil : Sebagian besar ibu dalam proses persalinan kala I mendapatkan pendampingan keluarga yang baik selama proses persalinan kala 1 sebanyak 24 (72,7%) responden; Sebagian besar ibu mengalami proses persalinan kala 1 cepat sebanyak 21 (63, 6%) responden; Ada hubungan yang bermakna antara pendampingan keluarga dengan lama proses persalinan di Puskesmas Karangdoro Semarang dengan  nilai continuity correction sebesar 3,275dengan p value fisher exact sebesar 0,044 < 0,05. Simpulan : Ada hubungan yang bermakna antara pendampingan keluarga dengan lama proses persalinan di Puskesmas Karangdoro Semarang.Masyarakat diharapkanmenambah wawasan tentang pendampingan keluarga pada proses persalinan kala I, sehingga masyarakat tidak merasa tabu dan takut dalam mendampingi persalinan kala I pada ibu bersalin.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG BENDUNGAN ASI DENGAN PRAKTIK PENCEGAHAN BENDUNGAN ASI (BREAST CARE) DI RB NUR HIKMAH KWARON GUBUG Ratna Murniati; Suprapti -; Erna Kusumawati
Jurnal Kebidanan Vol 2, No 1 (2013): February 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.79 KB) | DOI: 10.26714/jk.2.1.2013.%p

Abstract

Pemberian ASI eksklusif di Kabupaten Grobogan pada tahun 2010 hanya 65(52%). Padahal, target pencapaian pemberian ASI eksklusif adalah 80%. Pemberian ASI eksklusif tidak dapat dicapai karena bendungan ASI, sehingga pengetahuan ibu tentang praktik pencegahan bendungan ASI diperlukan. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Ada 32 responden sebagai sampel penelitian yang diambil dengan metode saturasi sampling. Variabel bebas adalah tingkat pengetahuan ibu postpartum tentang bendungan ASI, sedangkan variabel terikat adalah praktik pencegahan bendungan ASI. Penelitian ini menggunakan kuesioner dan checklist sebagai instrumen penelitian. Analisa data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat digunakan dengan uji normalitas menggunakan Shapiro-Wilk. Dan menggunakan uji Rank Spearman Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 17 (53,1%) responden mempunyai tingkat pengetahuan yang cukup tentang bendungan ASI, sementara ada 21 (65,6%) responden memiliki praktik yang kurang tentang praktik pencegahan bendungan ASI. Ada hubungan yang signifikan hubungan tingkat pengetahuan ibu nifas dengan praktik pencegahan bendungan ASI (breast care) dengan nilai p = 0,001. Kata kunci: Tingkat pengetahuan, Pembengkakan, Perawatan payudara
Hubungan Antara Lama Pemberian Asi Dengan Status Gizi Balita (Pb/U) Usia 24 – 59 Bulan di Puskesmas Sidorejo Kidul Kota Salatiga Tahun 2018 Agustin Rahmawati; Siti Istiana; Erna Kusumawati
Jurnal Kebidanan Vol 8, No 1 (2019): February 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.563 KB) | DOI: 10.26714/jk.8.1.2019.38-42

Abstract

Upaya peningkatan status gizi masyarakat termasuk penurunan prevalensi balita pendek menjadi salah satu prioritas pembangunan nasional yang tercantum di dalam sasaran pokok Rencana Pembangunan jangka Menengah Tahun 2015 – 2019. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis lama pemberian ASI dengan status gizi balita berdasar PB/U. Penelitian ini melibatkan 40 Balita usia 24 – 59 Bulan di Puskesmas Sidorejo Kidul Kota Salatiga. Analisis chi square untuk melihat adakah hubungan diantara kedua variabel tersebut. Hasil penelitian menunjukkan Lama pemberian ASI mayoritas ≥ 2th sebanyak 72,5%, Status gizi balita usia 24-59 bulan mayoritas berstatus gizi normal berdasar PB/U sebanyak 62,5%, Ada hubungan antara lama pemberian ASI dengan status gizi balita p value 0,014.
PENGARUH PAPARAN SITUS JEJARING SOSIAL FACEBOOK TERHADAP SIKAP SEKSUAL REMAJA DI KOTA SEMARANG Agustin Rahmawati; Erna Kusumawati
Jurnal Kebidanan Vol 3, No 1 (2014): February 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.121 KB) | DOI: 10.26714/jk.3.1.2014.49-57

Abstract

Latar belakang : Remaja adalah masa transisi antara masa kanak-kanak dan dewasa, dimana terjadi pacu tumbuh, timbul ciri-ciri seksual sekunder, tercapainya fertilitas, dan terjadi perubahan-perubahan psikologi dan kognitif. Masalah yang sering menonjol di kalangan remaja masih seputar TRIAD KRR antara lain seksualitas (seks pranikah, kehamilan tidak didinginkan, aborsi), Infeksi Menular Seksual (IMS), HIV dan AIDS dan penyalahgunaan NAPZA. (Masri Muadz, 2009). Dari beberapa media online seperti vivanews dan detikcom yang mengulas seputar penyalahgunaan jejaring sosial seperti dalam kurun waktu satu tahun terakhir menyebutkan prostitusi anak di jejaring sosial melibatkan remaja SMP dan SMA. Tujuan : ingin meneliti Pengaruh paparan situs jejaring sosial facebook terhadap sikap seksual remaja di Kota Semarang tahun 2013. Metode : penelitian analitik korelasional dengan menggunakan metode surve dan pendekatan cross sectional. Besar sampel 387 pelajar SMAN di Kota Semarang. Hasil : Berdasarkan hasil uji statistik dengan menggunakan korelasi Chi Square nilai p sebesar 0,814 (p > 0,05) tidak ada hubungan yang bermakna antara intensitas penggunaan facebook dengan sikap seksual remaja, nilai p sebesar 0,019 (p >< 0,05) ada hubungan yang bermakna antara motif penggunaan facebook dengan sikap seksual remaja, nilai p sebesar 0,000 (p > 0,05) ada hubungan yang bermakna antara penggunaan facebook dengan sikap seksual remaja, nilai p sebesar 0,000 (p < 0,05) ada hubungan yang bermakna antara kesadaran diri / awareness penggunaan facebook dengan sikap seksual remaja. Variabel kesadaran diri / awareness mempunyai pengaruh yang paling kuat terhadap sikap seksual remaja dengan nilai p=0,000 . Simpulan : remaja yang memiliki kesadaran tinggi / awareness terhadap akun facebook mempunyai kemungkinan 2,1 kali bersikap lebih permisif terhadap seksualits dibandingkan remaja yang memiliki kesadaran . awareness rendah terhadap akun facebooknya.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEGAGALAN IBU DALAM MEMBERIKAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI USIA 0-6 BULAN DI PUSKESMAS BANGETAYU SEMARANG Nurul Fatimah; Mifbakhuddin Mifbakhuddin; Novita Kumalasari
Jurnal Kebidanan Vol 4, No 2 (2015): August 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.785 KB) | DOI: 10.26714/jk.4.2.2015.1-7

Abstract

Latar Belakang: Menyusui sejak dini mempunyai dampak yang positif baik bagi  ibu maupun bayinya. Pemberian ASI perlu diberikan secara eksklusif sampai umur 6 (enam) bulan dan dapat dilanjutkan sampai anak berumur 2 (dua) tahun. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kegagalan ibu dalam  memberikan ASI Eksklusif pada bayi usia 0-6 bulan di Puskesmas Bangetayu Semarang.  Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan potong lintang. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang mempunyai bayi usia 0 - 6 bulan di Puskesmas Bangetayu Semarang dengan jumlah 67 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik acak sederhana. Hasil: Dari hasil penelitian diketahui bahwa sebagian besar ibu mempunyai pengetahuan yang cukup tentang pemberian ASI eksklusif sebanyak 33 responden (49,3%), sebagian besar ibu mendukung terhadap pemberian ASI eksklusif sebanyak 50 responden (74,6%), sebagian besar ibu tidak bekerja sebanyak 42 rsponden (62,7%), sebagian besar gagal dalam pemberian ASI eksklusif sebanyak 45 responden (67,2%), ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu dengan kegagalan pemberian ASI Eksklusif (p=0,011), ada hubungan yang bermakna antara sikap ibu dengan kegagalan pemberian ASI Eksklusif (p=0,032), dan tidak ada hubungan yang bermakna antara pekerjaan ibu dengan kegagalan pemberian ASI Eksklusif (p=0,133). Simpulan: Ada hubungan yang bermakna antara pengrtahuan dengan kegagalan pemberian ASI Eksklusif, ada hubungan yang bermakna antara sikap dengan kegagalan pemberian ASI Eksklusif dan tidak ada hubungan yang bermakna antara pekerjaan dengan kegagalan pemberian ASI Eksklusuf.
MANFAAT TEKNIK RELAKSASI MASSAGE MUSCULLUS TRAPEZIUS DENGAN AROMATERAPI MAWAR TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA IBU HAMIL Ernawati Ernawati; Dian Safitri
Jurnal Kebidanan Vol 6, No 1 (2017): February 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.372 KB) | DOI: 10.26714/jk.6.1.2017.23-27

Abstract

Hipertensi dalam kehamilan merupakan 5-5% penyulit kehamilan dan merupakan salah satu dari tiga penyebab tertinggi mortalitas dan morbiditas ibu bersalin di Indonesia. Terdapat 2 cara mengatasi hipertensi yang dapat dilakukan yaitu secara farmakologis dan non farmakologis. Beberapa jenis penanganan non farmakologi yang dapat dilakukan adalah akupresur (akupuntur tanpa jarum), terapi herbal, terapi jus, pijat (massage), yoga, aromaterapi, pernafasan dan relaksasi, meditasi, hypnosis dan perawatan dirumah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui manfaat teknik relaksasi massage muscullus trapezius dengan aromaterapi mawar terhadap perubahan tekanan darah pada ibu hamil. Penelitian ini menggunakan rancangan kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Subyek dalam penelitian ini berjumlah 38 ibu hamil. Penelitian yang dilakukan di RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara periode 4 Januari sampai 19 Februari 2016. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah Purposive Sampling. Data diperoleh melalui observasi langsung. Analisis data dilakukan dengan rumus t-test of related menggunakan pengolahan komputerisasi statiscal product and serve solution (SPSS 17). Hasil analisis data didapatkan nilai thitung sebesar 9,932 untuk tekanan darah sistol dan thitung 6,173 untuk tekanan darah diastole. Jika df=38-1=37 dan ?=0,05 maka didapatkan ttabel 2,042. thitung ? ttabel maka Ho diterima, Ha ditolak dan jika t hitung ? t tabel maka Ho ditolak, Ha diterima. Dalam uji hipotesis didapatkan t hitung ? t table (9,932>2,042) dan (6,173>2,042), maka dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Maka terdapat manfaat teknik relaksasi massage muscullus trapezius dengan aromaterapi mawar terhadap perubahan tekanan darah pada ibu hamil.