cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kebidanan
ISSN : 23018372     EISSN : 25497081     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kebidanan Universitas Muhammadiyah Semarang (e-ISSN : 2549-7081) provides a medium for those who want to publish their scientific articles from either research results or innovations in the fields of midwifery and health
Arjuna Subject : -
Articles 277 Documents
HUBUNGAN PENDIDIKAN, PARITAS, DAN PEKERJAAN IBU DENGAN STATUS GIZI IBU HAMIL TRIMESTER III DI PUSKESMAS BANGETAYU KECAMATAN GENUK KOTA SEMARANG TAHUN 2011 Bunga Widita Kartikasari; Mifbakhuddin Mifbakhuddin; Dian Nintyasari Mustika
Jurnal Kebidanan Vol 1, No 1 (2012): February 2012
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.903 KB) | DOI: 10.26714/jk.1.1.2012.9-18

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pendidikan, paritas, dan pekerjaan ibu dengan status gizi ibu hamil trimester III di Puskesmas Bangetayu Kota Semarang. Penelitian ini merupakan jenis penelitian analitik dengan pendekatan crossectional menggunakansampel 36 ibu hamil trimester III di Puskesmas Bangetayu Kota Semarang pada bulan Juli-Agustus 2011. Data diperoleh melalui wawancara dengan pengisian kuesioner. Temuan hasil penelitian ini dilakukan dengan cara menganalisis hubungan antara pendidikan dengan status gizi ibu hamil trimester III diperoleh hasil penghitungan menggunakan Rank Spearman dengan nilai r = 0,195 dan diperoleh nilai p = 0,255 (p>0,05), sehingga dapat disimpulkan tidak ada hubungan yang signifikan antara pendidikan dengan status gizi ibu hamil trimesterIII. Analisis hubungan antara paritas dengan status gizi ibu hamil trimester III diperoleh hasil penghitungan menggunakan Rank Spearman dengan nilai r = 0,157 dan diperoleh nilai p = 0,361 (p>0,05), sehingga dapat disimpulkan tidak ada hubungan yang signifikan antara paritas dengan status gizi ibu hamil trimester III. Analisis hubungan antara pekerjaan dengan status gizi ibu hamil trimester III diperoleh hasil penghitungan menggunakan uji koefisien korelasi point biserial didapatkan nilai p = 0,004 (p<0,05), sehingga dapat disimpulkanbahwa ada hubungan yang signifikan antara pekerjaan dengan status gizi ibu hamil trimester III. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara pendidikan dan paritas ibu dengan status gizi ibu hamil trimester III. Ada hubungan yang signifikan antara pekerjaan ibu dengan status gizi ibu hamil trimester III.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN PEMILIHAN ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM (AKDR) PADA PASANGAN USIA SUBUR (PUS) DI KELURAHAN PURWOYOSO KECAMATAN NGALIYAN KOTA SEMARANG Sri Mularsih; Laelatul Munawaroh; Dewi Elliana
Jurnal Kebidanan Vol 7, No 2 (2018): August 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.341 KB) | DOI: 10.26714/jk.7.2.2018.144-154

Abstract

Jumah penduduk di Indonesia terus bertambah. Perlu adanya suatu upaya untuk mencegah ledakan jumlah penduduk dengan cara Keluarga Berencana (KB). Ada berbagai jenis kontrasepsi, salah satunya alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR). Efektifitasnya yang tinggi dapat diandalkan sebagai metode kontrasepsi namun jumlah akseptornya sangat rendah dibandingkan metode lain. Terdapat berbagai faktor yang mempengaruhi antara lain tingkat pengetahuan dan dukungan suami. Kontrasepsi adalah menghindari atau mencegah terjadinya kehamilan sebagai akibat pertemuan sel telur yang matang dengan sel sperma. AKDR adalah suatu benda kecil yang terbuat dari plastik yang lentur, mempunyai lilitan tembaga atau juga mengandung hormon dan dimasukkan ke dalam rahim melalui vagina dan mempunyai benang. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 68 pasangan usia subur, diambil dengan teknik simple random sampling. Analisis bivariat menggunakan uji chi square dengan kemaknaan p < 0,05. Enam puluh delapan PUS diambil sebagai subjek penelitian dengan memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Tingkat pengetahuan baik sebanyak 14 responden (20,6 %), sedang 36 responden (52,9 %), buruk 18 responden (26,5 %). Suami yang memberi dukungan sebanyak 49 responden (72,1 %) dan yang tidak mendukung 19 responden (27,9 %). Responden yang memakai AKDR sebanyak 62 resonden (91,2 %) dan non AKDR 6 respon (8,8 %). Uji bivariat menggunakan uji chi square diperoleh p value = 0,000 (p < 0,05) pada tingkat pengetahuan dan p = 0,175 (p > 0,05) pada dukungan suami Terdapat hubungan bermakna antara tingkat pengetahuan dengan penggunaan AKDR dan tidak terdapat hubungan antara dukungan suami dengan penggunaan AKDR.
STUDI KUALITATIF TENTANG PERILAKU PACARAN SISWI SMA PASCA TINDAKAN ABORSI DI KECAMATAN BELIK Restia Zulfawati; Fitriani Nur Damayanti; Indri Astuti Purwanti
Jurnal Kebidanan Vol 2, No 2 (2013): August 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.752 KB) | DOI: 10.26714/jk.2.2.2013.93-97

Abstract

Latar Belakang : Setiap tahun tercatat 2,6 juta kasus aborsi. Sebanyak 700.000 pelaku aborsi adalah remaja atau perempuan yang berusia di bawah 20 tahun, dimana 11,13% dari semua kasus aborsi yang dilakukan karena kehamilan yang tidak diinginkan (unwanted pregnancy). Terdapat 3 orang siswi SMA di Kecamatan Belik yang pernah melakukan tindakan aborsi. Mereka adalah RM (17), NK (17) dan AP (16). Keterangan dari mereka menyatakan melakukan tindakan aborsi karena rasa takut apabila orang tua tahu, perasaan malu kepada teman-teman atau akan mendapatkan sanksi dari pihak sekolah apabila mereka diketahui sedang hamil. Maka dari itu peneliti tertarik untuk meneliti perilaku pacaran pasca tindakan aborsi yang dilakukan oleh siswi SMA. Tujuan :Mendeskripsikan gaya berpacaran, faktor pemungkin perilaku pacaran dan faktor yang menguatkan perilaku pacaran pasca tindakan aborsi Metode :Jenis penelitian kualitatif dengan teknik snowball sampling. Peneliti mendapatkan tiga informan utama dan tiga informan pendukung. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam (in depth interview). Data dianalisis dengan analisis taksonomi, uji kredibilitas data dengan triangulasi dan perpanjangan pengamatan.Hasil :Hasil penelitian menunjukan dua informan memilih untuk tetap berpacaran sampai tahap intercoursedengan alasan akan dinikahi serta setiap berhubungan selalu memakai kondom, sedangkan satu informan memilih tidak berpacaran dengan alasan dilarang orang tua. Tempat berpacaran kedua informan memilih di villa atau hotel. Faktor penguat perilaku pacaran yang paling berpengaruh dalam hal ini adalah pacar, meskipun ada salah satu teman dekat/sahabat yang tidak mendukung berpacaran lagi.Simpulan :Dua informan melakukan pacaran sampai tahap intercourse sedangkan satu informan tidak melakukan pacaran pasca tindakan aborsi. Tempat pacaran adalah di villa atau hotel. Pacar dan teman dekat adalah penguat.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELENGKAPAN IMUNISASI DASAR PADA BAYI USIA 9 - 11 BULAN DI DESA SUMBEREJO KECAMATAN MRANGGEN DEMAK Nur Azizah; Mifbakhuddin Mifbakhudin; Lia Mulyanti
Jurnal Kebidanan Vol 4, No 1 (2015): February 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (77.461 KB) | DOI: 10.26714/jk.4.1.2015.17-24

Abstract

Latar Belakang : Imunisasi telah terbukti sebagai salah satu upaya kesehatan masyarakat yang sangat penting. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kelengkapan imunisasi dasar meliputi beberapa hal seperti pengetahuan, motif, pengalaman, pekerjaan, dukungan keluarga, fasilitas posyandu, lingkungan, sikap, tenaga kesehatan, penghasilan dan pendidikan. Tujuan : Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kelengkapan imunisasi dasar pada bayi usia 9 - 11 bulan di Desa Sumberejo Kecamatan Mranggen Demak. Metode : Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang mempunyai anak usia 9 - 11 bulan di Desa Sumberejo Kecamatan Mranggen Demak dengan jumlah 42 orang. Teknik samplingnya adalah total populasi. Hasil : Dari hasil penelitian diketahui bahwa tidak ada hubungan yang antara faktor pendidikan ibu dengan kelengkapan imunisasi pada anaknya (p=0,714), tidak ada hubungan yang antara faktor pendapatan dengan kelengkapan imunisasi pada anaknya (p=1,000), ada hubungan yang bermakna antara faktor pengetahuan dengan kelengkapan imunisasi pada anaknya, (p=0,000) dan ada hubungan yang bermakna antara faktor sikap dengan kelengkapan imunisasi pada anaknya di Desa Sumberejo Kecamatan Mranggen Demak (p=0,000). Kesimpulan : Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara pendidikan dan pendapatan dengan kelengkapan imunisasi pad anak, ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan dan sikap dengan kelengkapan imunisasi pada anak. Tenaga kesehatan diharapkan dapat melakukan promosi kesehatan dengan gencar seperti melakukan penyuluhan secara berkala terhadap masyarakat khususnya berkaitan dengan perlunya imunisasi dasar lengkap terhadap bayi. Tenaga kesehatan ini dapat bekerja sama dengan pihak kelurahan setempat dalam memberikan penyuluhan terhadap warga.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN SIKAP IBU HAMIL TENTANG INISIASI MENYUSU DINI DI PUSKESMAS JETIS KOTA YOGYAKARTA Dwi Ernawati; Djauhar Ismail; Dewi Rokhanawati
Jurnal Kebidanan Vol 5, No 2 (2016): August 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.407 KB) | DOI: 10.26714/jk.5.2.2016.94-102

Abstract

Inisiasi menyusu dini (IMD) memiliki berbagai manfaat selain bisa menurunkan angka kematian, resiko hipotermi, kejadian diare, kejadian ISPA pada bayi, serta menjaga stabilitas suhu dan cardiovascular pada bayi prematur. Di Kota Yogyakarta tingkat pelaksanaan IMD berdasarkan hasil survei Riskesdas 2013 yaitu 43,1%. Penelitian yang dilakukan tahun 2013 di 5 Puskesmas Kota Yogyakarta di dapatkan hasil tingkat pengetahuan ibu hamil tentang IMD adalah buruk 29,8%, kurang 48,8%, sedang 19%, dan baik 2,5%. Mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan sikap ibu hamil tentang IMD di Puskesmas Jetis Kota Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode observasional dengan rancangan penelitian cross sectional. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 86 responden yang diambil dengan teknik accidental sampling. Analisis data univariat dipaparkan dengan menggunakan tabel distribusi frekuensi, analisis data bivariat dengan uji statistik chi square dan analisis data multivariat dengan uji statistik regresi logistik. Ibu hamil di Puskesmas Jetis sebagian berpengetahuan tinggi sebesar 62,8% dan sebagian besar memiliki sikap positif tentang IMD sebesar 79,1%. Tingkat pengetahuan dengan sikap ibu hamil tentang IMD di Puskesmas Jetis Kota Yogyakarta memiliki hubungan yang bermakna dengan nilai p value =0,018,CI = 1,011-1,739, PR = 1,326. Sikap ibu hamil tentang IMD dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan ibu, pendidikan ibu dan dukungan keluarga.
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DAN PENGETAHUAN IBU TENTANG KANKER SERVIKS DENGAN PEMERIKSAAN PAP SMEAR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PEGANDAN KOTA SEMARANG TAHUN 2011 Yulia Puspitasari; Nuke Devi Indrawati; Ninik Pujiati
Jurnal Kebidanan Vol 1, No 1 (2012): February 2012
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.19 KB) | DOI: 10.26714/jk.1.1.2012.67-72

Abstract

Mengetahui hubungan pengetahuan dan tingkat pendidikan ibu tentang kanker serviks dengan pemeriksaan Pap Smear di Puskesmas Pegandan Kota Semarang Tahun 2011. Jenis penelitian adalah analitik. Penelitian ini menggunakan deskriptif analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Jumlah populasi 7218 responden. Sampel penelitian menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi. Uji Statistik yang digunakan Chi-Squere.Jumlah sampel 99 responden dan kuesioner sebagai instrumennya. Mayoritas responden yang berpengetahuan baik tentang kanker serviks sebanyak 50 responden (50%). Mayoritas responden memiliki tingkat pendidikan menengah yaitu sebanyak 51 responden (51,5%). Mayoritas responden tidak pernah melakukan pemeriksaan Pap Smear yaitu sebanyak 82 responden (82,8%). Hasil uji hubungan yaitu tidak adahubungan tingkat pengetahuan bermakna antara tingkat pengetahuan ibu tentang kanker serviks dengan pemeriksaan Pap Smear dan tidak ada hubungan bermakna antara tingkat pendidikan ibu dengan pemeriksaan Pap Smear.
PENGARUH PEMBERIAN SUSU KEDELAI TERHADAP PENINGKATAN PRODUKSI ASI PADA IBU NIFAS DI RB BINA SEHAT BANTUL Elika Puspitasari
Jurnal Kebidanan Vol 7, No 1 (2018): February 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (36.012 KB) | DOI: 10.26714/jk.7.1.2018.54-60

Abstract

Produksi ASI yang sedikit menjadi masalah utama para ibu yang baru melahirkan, selain masalah puting susu tenggelam atau datar, payudara bengkak, bayi enggan menyusu karena teknik yang kurang benar atau bayi yang berlidah pendek . Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian susu kedelai terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu nifas di RB Bina Sehat Bantul tahun 2015. Penelitian ini menggunakan metode quasi experiment dengan rancangan One Group Pretest-Postest. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Responden yang digunakan adalah ibu nifas empat sampai sepuluh hari post partum. Analisis bivariat yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji beda nonparametrik dengan uji Wilcoxon. Hasil penelitian ini menunjukkan sebagian besar responden tidak bekerja sebanyak 30 orang (75%). Diawal proses menyusui responden yang mengalami masalah diantaranya 17 orang (37,5%) puting lecet dan 15 orang (42,5%) pengeluaran ASI belum lancar. Dari 40 orang responden, sebelum diberikan intervensi susu kedelai sebanyak 14 orang (35%) mengeluh ASI-nya sedikit lancar. Peningkatan produksi ASI sesudah diberikan susu kedelai sebanyak 35 orang (77,5%) dengan kategori ASI sangat lancar dan 5 orang (12,5%) ASI lancar. Hasil analisis bivariat dengan membandingkan nilai pre dan posttest menunjukkan nilai p=0,000 (p<0,05). Simpulannya pemberian susu kedelai berpengaruh positif terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu nifas.
HUBUNGAN PERAN KELUARGA DENGAN KELENGKAPAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 10-12 BULAN DI DESA BATURSARI RW 3, 4, 5 DAN 32 KECAMATAN MRANGGEN KABUPATEN DEMAK TAHUN 2013 Giantiningsih Giantiningsih; Dewi Puspitaningrum; Novita Nining Anggraini
Jurnal Kebidanan Vol 2, No 2 (2013): August 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (51.404 KB) | DOI: 10.26714/jk.2.2.2013.42-49

Abstract

Latar Belakang: Studi pendahuluan yang dilakukan pada hari minggu, 14 April tahun 2013 kepada 10 keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan anak. Orang tua yang mempunyai balita usia 10-12 bulan yang tidak melakukan imunisasi dasar lengkap dikarenakan kurangnya pengetahuan tentang pentingnya imunisasi bagi bayi, faktor ekonomi dan segi pekerjaan. Dari 10 keluarga yang saya datangi, terdiri dari 6 keluarga yang mengatakan bahwa tidak setuju dan waktu untuk melakukan imunisasi pada bayinya tidak ada, dikarenakan kondisi bayi yang sehat dan dilakukan imunisasi menjadi sakit, 1 keluarga mengatakan karena ekonomi, 3 keluarga mengatakan karena waktu untuk melakukan imunisasai tidak ada. Sehingga imunisasi yang diberikan pada bayi menjadi tidak lengkap.Tujuan : Untuk mengetahui hubungan peran keluarga dengan kelengkapan imunisasi dasar lengkap pada bayi usia 10-12 bulan di Desa BatursariRW 3, 4, 5 dan 32 Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak Tahun 2013.Metode : Jenis penelitian yang digunakan adalah Analitik korelasi dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Rancangan cross sectional merupakan rancangan penelitian yang pengukurannya atau pengamatannya dilakukan secara simultan pada satu saat/sekali.Hasil : Berdasarkan hasil Uji Chi Square di dapatkan nilai fisher exact dengan p value sebesar (0,204) < α (0,05). Hal ini menunjukkan adanya hubungan peran keluarga dengan kelengkapan imunisasi dasar pada bayi usia 10-12 bulan didesa batursari RW 3, 4, 5, an 32 Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak tahun 2013. Simpulan : Ada hubungan peran keluarga dengan kelengkapan imunisasidasar lengkap pada bayi usia 10-12 bulan di desa batursari RW 3, 4, 5, dan 32 Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak.
STUDI DESKRIPTIF TINGKAT PENGETAHUAN SUAMI TENTANG KONTRASEPSI KONDOM DI RW XIII KELURAHAN SENDANGMULYO KECAMATAN TEMBALANG KOTA SEMARANG Sherkia Ichtiarsi Prakasiwi
Jurnal Kebidanan Vol 8, No 2 (2019): August 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (38.671 KB) | DOI: 10.26714/jk.8.2.2019.143-150

Abstract

ABSTRAK Berdasarkan data BKKBN tingkat penggunaan kondom pada laki – laki masih sangat rendah, hanya 1,3 persen dari akseptor KB, dan pencapaian peningkatan penggunaan kondom pada pasangan usia subur tahun 2017 pun belum sesuai target. Pemerintah menargetkan pengguna kondom meningkat 300 persen dari tahun 2015, menjadi 976 ribu pada 2017. Namun, hingga saat ini peningkatannya baru mencapai 41 persen. Jumlah pengguna kondom untuk peserta baru KB per September 2017 di Indonesia hanya mencapai 58.757, berada di nomor tiga setelah KB suntikan 302.459 dan pil 186.439. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan suami tentang kontrasepsi kondom di RW XIII Kelurahan Sendangmulyo Kecamatan Tembalang Kota Semarang. Penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan populasinya adalah seluruh suami yang bertempat tinggal di RW XIII Kelurahan Sendangmulyo. Sampel yang digunakan yaitu 45 responden dengan cara sample random sampling. Instrumen penelitan menggunakan kuesioner. Variabel yang diteliti adalah tingkat pengetahuan suami tentang kontrasepsi kondom. Hasil validitas pada 10 responden dari 20 item didapatkan hasil rhitung > rtabel, rtabel yaitu 0,632 sehingga hasilnya valid dan reliabel karena hasil Alfa Crobanch 0,965. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan suami tentang kontrasepsi kondom di RW XIII Kelurahan Sendangmulyo Kecamatan Tembalang Kota Semarang yang berpengetahuan cukup sebanyak 26 orang (57,8%), berpengetahuan baik 18 orang (40%) dan pengetahuan kurang  satu orang (2,2%). Kata kunci       : Tingkat Pengetahuan, Suami, Kontrasepsi Kondom 
HUBUNGAN ANTARA PENDIDIKAN, PEKERJAAN DAN PENGETAHUAN IBU DENGAN TEKNIK MENYUSUI YANG BENAR DI DESA LETEH KECAMATAN REMBANG KABUPATEN REMBANG Azzade Ellyn Dardiana; Mifbakhudin Mifbakhudin; Dian Nintyasari Mustika
Jurnal Kebidanan Vol 3, No 2 (2014): August 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (39.868 KB) | DOI: 10.26714/jk.3.2.2014.20-25

Abstract

Latar Belakang :Teknik menyusui merupakan salah satu factor yang mempengaruhi produksi ASI dimana bila teknik menyusui tidak benar maka akan terjadi kegagalan dalam proses menyusui dan kegagalan tersebut sering disebabkan karena beberapa masalahpada ibu maupun bayinya. Masalah dari ibu disebabkan dari beberapa factor yaitu pendidikan, pekerjaan dan pengetahuan. Tujuan :Penelitian untuk mengetahui adanya hubungan pendidikan pekerjaan dan pengetahuan ibu dengan teknik menyusui yang benar di Desa Leteh Kecamatan Rembang Kabupaten Rembang. Metode : Jenis Penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian analitik explanatory study dengan pendekatan cross sectional. Variable independen pendidikan, pekerjaan dan pengetahuan ibu tentang teknik menyusui dan variable dependen: teknik menyusui yang benar. Uji statistic yang digunakan dalam penelitian ini adalah Ch- square.Jumlah populasi 37 ibu menyusui (0-6) bln, dengan kuesioner dan cheklist sebagai instrumen. Hasil : Penelitian yang diperoleh dari 37 responden, didapatkan 22 responden (62,2%) dengan pendidikan menengah yang dimiliki oleh ibu menyusui yang mempunyai teknik menyusui yang benar, ibu menyusui yang bekerja sebagian besar mempunyai teknik menyusui yang benar sebanyak 19 responden (51,4%), dan ibu menyusui yang mempunyai pengetahuan baik sebesar 17 (45,9%). Uji statistik yang digunakan Chi squaredi peroleh p value sebesar 0,000(p value< 0,05). Simpulan : Ada hubungan yang signifikan antara pendidikan, pekerjaan dan pengetahuan ibu dengan teknik menyusui yang benar, Ada hubungan yang bermmakna antara pendidikan, pekerjaan dan pengetahuan dengan teknik menyusui yang benar.Kata Kunci: Pendidikan, Pekerjaan, Pengetahuan dan Teknik Menyusui yang Benar