cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kebidanan
ISSN : 23018372     EISSN : 25497081     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kebidanan Universitas Muhammadiyah Semarang (e-ISSN : 2549-7081) provides a medium for those who want to publish their scientific articles from either research results or innovations in the fields of midwifery and health
Arjuna Subject : -
Articles 277 Documents
HUBUNGAN PENGETAHUAN, STATUS SOSIAL EKONOMI, POLA ASUH ORANG TUA, PAPARAN MEDIA PORNOGRAFI DENGAN PERILAKU SEKSUAL REMAJA (Studi survey analitik di SMU Negeri Kabupaten Karawang) Farida, Yuli
Jurnal Kebidanan Vol 5, No 1 (2016): February 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.982 KB) | DOI: 10.26714/jk.5.1.2016.18-29

Abstract

Latar Belakang : Arus globalisasi dapat berdampak pada perubahan perilaku seksual remaja. Banyak faktor yang diduga berhubungan dengan perilaku seksual remaja, antara lain: pengetahuan, status sosial ekonomi, pola asuh orang tua dan paparan media pornografi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan pengetahuan, status sosial ekonomi, pola asuh orang tua, paparan media pornografi dengan perilaku seksual remaja dan menganalisis faktor manakah dari faktor-faktor tersebut yang paling berhubungan dengan perilaku seksual remaja. Metode : Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian survey analitik secara potong silang yang dilaksanakan di SMU negeri di Kabupaten Karawang pada bulan April - Mei 2013. Jumlah sampel sebanyak 364 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Pada data yang terkumpul dilakukan analisis statistik secara bivariabel dan multivariabel. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 14,8% responden telah melakukan hubungan seksual. Variabel yang berhubungan dengan perilaku seksual remaja adalah pengetahuan (p<0,001), status sosial ekonomi (p<0,001) dan pola asuh orang tua (p<0,001). Variabel yang tidak berhubungan dengan perilaku seksual remaja adalah paparan media pornografi (p=0,265). Variabel yang paling berhubungan dengan perilaku seksual remaja adalah pengetahuan (POR=4,35(CI 2,28 8,28)). Simpulan: terdapat hubungan antara pengetahuan, status sosial ekonomi, pola asuh orang tua dengan perilaku seksual remaja di Kabupaten Karawang sehingga pihak sekolah dan bidan perlu meningkatkan kerjasama dalam memberikan penyuluhan baik pada siswa maupun pada orang tua siswa.
MANFAAT STIMULUS OTOT-OTOT PAYUDARA (BREAST MASSAGE) DAN PENGELUARAN OKSITOSIN (PIJAT OKSITOSIN) TERHADAP VOLUME KOLOSTRUM PADA IBU POSTPARTUM Parmila, Naomi; Yulianingsih, Tuti
Jurnal Kebidanan Vol 6, No 2 (2017): August 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.459 KB) | DOI: 10.26714/jk.6.2.2017.108-111

Abstract

Tidak memberikan ASI pada bayinya dapat mengganggu pemenuhan kebutuhan nutrisi bayi. Selain itu, juga karena kurangnya pengetahuan ibu tentang cara-cara untuk meningkatkan volume kolostrum dan produksi ASI yang dalam hal ini yaitu mengenai stimulus otot-otot payudara dan pengeluaran oktosin. Diare erat kaitannya dengan perilaku sehat, ketersediaan air bersih, serta sanitas dasar. Pneumonia terkaid eratdengan indioor and outdoorpollution (populasi didalam dan diruangan), ventilasi, kepadatan hunian, jenis bahan bakar yang dipakai, kebiasaan merokok, status gizi, ststus imunisasi dan lam pemberian ASI (Depkes RI, 2011). Populasi dalam penelitian ini ibu pos partum yang terdaapat pada RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara.penelitian ini menggunakan teknik sampel incidental. Berdasarkan data penelitian yang diperoleh di RSUD hj. Anna Lasmanah Banjarnegara menunjukkan bahwa tindakan Stimulasi otot-otot payudara (brast massage) dan pengeluaran oksitosin ( pijat oksitosin (pijat oksitosin) berpengaruh terhadap kolostrum. Stimulus adalah perangsang organ bagian tubuh atau resseptor lain untuk menjadi aktif (Kamus Besar Indonesia, 2005). Breakst massase adalah rangsangan melalui serabut syarF memacu hipofise posterior untuk melepas hormon oksitosin dalam darah. Manfaat dari breast massage adlah melancarkan reflex let down, meningkatkan volume ASI dan encegah payudara bengkak. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dalam penelitian ini ddapt disimpulkan bahwa : terdapat manfaat yang bermakna antara stimulasi-stimulasi otot-otot payudara (brast massage) dan pengeluaran oksitosin (pijat okstosin) terhadap volume kolostrum pada ibu post partum.
HUBUNGAN UMUR, PARITAS, DAN BERAT BAYI LAHIR DENGAN KEJADIAN LASERASI PERINEUM DI BIDAN PRAKTEK SWASTA Hj. SRI WAHYUNI, S.SiT SEMARANG TAHUN 2012 Siti Dwi Endriani; Ali Rosidi; Wening Andarsari
Jurnal Kebidanan Vol 2, No 1 (2013): February 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.354 KB) | DOI: 10.26714/jk.2.1.2013.%p

Abstract

Laserasi perineum terjadi selama persalinan. Laserasi jalan lahir dapat menyebabkan perdarahan postpartum. Umur, paritas, dan berat lahir yang termasuk faktor penyebab laserasi. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan case control. Subyek dibagi pada dua kelompok, yaitu kelompok kasus (30) dan kelompok kontrol (30). Teknik sampling yang digunakan purposive sampling, memilih subyek berdasarkan kriteria tertentu. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan data sekunder. Rata-rata ibu berusia 27 tahun. Ada 63,3% dari ibu yang memiliki paritas multipara. Rata-rata berat lahir bayi adalah 3077,5 g. Uji chi square menunjukkan p = 0,795 untuk usia, p = 0,001 (OR = 6,538) untuk paritas, dan p = 0,052 untuk berat badan lahir. Tidak ada hubungan antara usia dan laserasi pada perineum. Ada korelasi antara paritas dan laserasi perineum. Tidak ada hubungan antara berat badan lahir bayi dan laserasi perineum. Semua terjadi pada persalinan normal di bidan praktek swasta Hj. Sri Wahyuni​​, S.SiT. Kata kunci: Umur, Paritas, Berat bayi lahir, Laserasi perineum
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemberian ASI Eksklusif di Puskesmas Umbulharjo I Yogyakarta Nidatul Khofiyah
Jurnal Kebidanan Vol 8, No 2 (2019): August 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.709 KB) | DOI: 10.26714/jk.8.2.2019.74-85

Abstract

Kota Yogyakarta menempati urutan terendah kedua cakupan ASI eksklusif setelah Kabupaten Gunung Kidul. Puskesmas Umbulharjo I memiliki cakupan ASI Eksklusif terendah di Kota Yogyakarta.Rendahnya presentase pemberian ASI Ekslusif di Indonesia ini berhubungan dengan kurangnya pengetahuan masyarakat di bidang kesehatan dan minimnya dukungan dari berbagai pihak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pemberian ASI Eksklusif di Puskesmas Umbulharjo I Yogyakarta.Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian observasional analitik denagn desain Crossectional. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki bayi umur 6-12 bulan yang ada di wilayah kerja Puskesmas Umbulharjo I Yogyakarta yang memenuhi criteria inklusi dan eksklusi.Teknik analisa data menggunakan uji chi square dan regresi logistik. Penelitian ini menunjukkan berdasarkan Variabel yang paling berpengaruh adalah variabel pekerjaan ibu  dengan nilai uji statistic regresi logistic didapatkan  p-value = 0,000 dan nilai OR = 5,67 (CI: 2,29-14,0) dapat diartikan bahwa ibu yang tidak bekerja berpeluang 5,67 kali untuk berhasil dalam memberikan ASI Ekslusif dibandingkan ibu yang bekerja. Variabel kedua yang paling berpengaruh adalah variabel pengetahuan ibu  dengan nilai uji statistic regresi logistic didapatkan  p-value = 0,006 dan nilai OR = 9,42 (CI: 2,29-14,0) dapat diartikan bahwa ibu yang tahu tentang ASI Ekslusif berpeluang 5,67 kali untuk berhasil dalam memberikan ASI Ekslusif dibandingkan ibu tidak tahu mengenai ASI Ekslusif.  Puskesmas Umbulharjo I Yogyakarta diharapkan dapat memberikan penyuluhan terkait ASI Eksklusif untuk meningkatkan pengetahuan para ibu yang mempunyai balita terutama  di wilayah kerja Puskesmas.
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DAN PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU PERAWATAN VULVA HYGIENE PADA WANITA DI LAPAS SEMARANG TAHUN 2014 Verawati, Verawati; Wardani, Ratih Sari; Anggraini, Novita Nining
Jurnal Kebidanan Vol 4, No 2 (2015): August 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.785 KB) | DOI: 10.26714/jk.4.2.2015.25-30

Abstract

Latar Belakang: Kesehatan reproduksi mempunyai peranan sangat penting bagi wanita, salah satunya adalah perilaku menjaga kebersihan organ genetalia eksterna (vulva). Kelompok wanita lebih rentan terkena masalah kesehatan reproduksi. Sebanyak 6 dari 10 wanita usia subur di lapas wanita Semarang pernah mengalami keputihan yang berlebihan disertai dengan rasa gatal, hal itu terjadi karena pengetahuan dan perilaku vulva hygiene yang mereka lakukan kurang benar. Berdasarkan hal di atas perlu diketahuinya hubungan pendidikan dan pengetahuan dengan perilaku perawatan vulva hygiene pada wanita usia subur. Tujuan: untuk mengetahui hubungan antara pendidikan dengan pengetahuan, pendidikan dengan perilaku, dan pengetahuan dengan perilaku perawatan vulva hygiene pada wanita usia subur.  Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah WUS di lapas wanita Semarang sebanyak 198 orang. Besar sampel sebanyak 67 orang. Variabel bebas adalah pendidikan dan pengetahuan perawatan vulva hygiene sedangkan variabel terikat adalah perilaku perawatan vulva hygiene. Uji validitas dan reliabilitas menggunakan uji expert dengan dua ahli di bidangnya. Analisis bivariat menggunakan uji Korelasi Rank Spearman. Hasil: Paling banyak wanita usia subur memiliki pendidikan menengah sebanyak 33 responden (49,3%). Terbanyak wanita usia subur memiliki pengetahuan cukup, yaitu berjumlah 29 responden (43,3%). Sebagian besar wanita usia subur memiliki perilaku baik, yaitu sebanyak 45 responden (67,2%). Ada hubungan pendidikan dengan pengetahuan tentang vulva hygiene (p-value= 0,000 <0,01). Ada hubungan pendidikan dengan perilaku tentang vulva hygiene (p-value= 0,000 <0,01). Ada hubungan pengetahuan dengan perilaku tentang vulva hygiene (p-value= 0,000 <0,01). Kesimpulan: Ada hubungan yang kuat antara pendidikan dan pengetahuan dengan perilaku perawatan vulva hygiene pada wanita usia subur di lapas wanita Semarang tahun 2014.
STATUS KESEHATAN DAN KETERATURAN PEMANFAATAN LAYANAN INFERTILITAS Rohmah, Fayakun Nur
Jurnal Kebidanan Vol 6, No 1 (2017): February 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.43 KB) | DOI: 10.26714/jk.6.1.2017.56-62

Abstract

Pendahuluan : 45% perempuan infertil primer datang ke pelayanan infertilitas setelah 12 bulan infertil, pada infertil sekunder 37% dalam 1 tahun pertama. Penelitian ini bertujuan melihat hubungan antara status kesehatan terhadap keteraturan pemanfaatan layanan. Metode : Jenis penelitian ini adalah survei analitik. Teknik pengambilan sampel menggunakan acidental sampling sebanyak 63 perempuan infertil. Analisis data bivariat menggunakan chi square. Hasil : Hasil analisis menunjukkan ada hubungan antara status kesehatan terhadap keteraturan pemanfaatan layanan infertil (p = 0,035). Kesimpulan : Kesadaran terhadap status kesehatan meningkatkan keteraturan dalam pemanfaatan layanan infertil. Kata Kunci : Infertilitas, Status kesehatan, keteraturan pemanfaatan layanan
HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI PADA IBU HAMIL DENGAN KUNJUNGAN ANC DI RUMAH BERSALIN BHAKTI IBI JL. SENDANGGUWO BARU V NO 44C KOTA SEMARANG Mulyanti, Lia; -, Mudrikatun; -, Sawitry
Jurnal Kebidanan Vol 2, No 1 (2013): February 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.844 KB) | DOI: 10.26714/jk.2.1.2013.%p

Abstract

Dari pengalaman peneliti yang telah didapatkan selama bekerja di RB Bhakti IBI peneliti menemukan kasus bahwa ada pasien persalinan yang tidak pernah memeriksakan kehamilannya dan ada beberapa ibu menyatakan malas untuk memeriksakan kehamilannya karena suami tidak mau mengantarkan dan tidak begitu peduli dengan kehamilannya. Dari kasus ini peneliti beranggapan bahwa dukungan suami mempengaruhi ibu untuk memeriksakan kehamilannya. penelitian untuk mengetahui hubungan dukungan suami pada ibu hamil dengan kunjungan ANC di Rumah Bersalin Bhakti IBI Semarang. Penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasi dengan rancangan crossectional ini menggunakan sampel 30 ibu hamil di Rumah Bersalin Bhakti IBI Semarang. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner, yang kemudian diuji validitas serta reliabilitasnya. Penelitian dilakukan dengan cara menganalisis data dengan analisis statistik deskriptif dan chi square test. Dari analisis univariat untuk variabel dukungan suami diperoleh: responden yang tidak mendapat dukungan suami 17 orang (56,7%) sedangkan responden yang mendapat dukungan suami 13 orang (43,3%). Sedangkan kunjungan ANC: 17 orang (56,7%) melakukan kunjungan ANC dengan baik dan 13 orang (43,3%) melakukan kunjungan ANC tidak baik. Dari Chi square test diperoleh p = 0,007. Oleh karena nilai p < 0,05; maka dapat diambil kesimpulan bahwa ada hubungan antara dukungan suami pada ibu hamil dengan kunjungan ANC.Kata kunci: Dukungan suami, Kunjungan ANC
PENGARUH PENGUATAN OTOT RECTUS ABDOMINIS TERHADAP PENURUNAN TFU PADA IBU POSTPARTUM PERVAGINAM DI BPM KABUPATEN SLEMAN fitriahadi, enny
Jurnal Kebidanan Vol 8, No 1 (2019): February 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.974 KB) | DOI: 10.26714/jk.8.1.2019.61-67

Abstract

Complications that occur during childbirth usually experience bleeding, sub involusio uteri, swollen breast, nipple blisters etc. By handling and supervising the correct and precise complications during the puerperium will decrease so that morbidity and mortality in the mother will decrease. This study aims to determine the effect of rectus abdominis muscle strengthening on the decrease in uterine fundus height in vaginal postpartum mothers in BPM Sleman District. The purpose of this research is to know the decrease of fundus uteri level (TFU) before and after intervention of rectus abdominis muscle strengthening. The sample in this study amounted to 15 respondents and 15 respondents with the control group. This research method uses quasi experimental with non-randomized pretest-posttes group design. The sampling technique uses total sampling. Different test results of pre test and post test in experimental or non experimental group using Wilcoxon and Mann Whitney. The result of this research shows that the majority of TFU decrease in intervention group is fast 10 (66.6%) while in the control group decrease TFU is slow 9 (60%), and based on bivariate analysis results obtained p-value 0,003 which means there is influence of rectus abdominis to decreased TFU of postpartum mother. The main suggestion for postpartum mothers is expected to be able to perform early and regular early mobilization, especially the strengthening of abdominal rectus abdominal muscles that can decrease TFU so that the period of uterine involution can run faster.
HUBUNGAN PERSEPSI IBU TENTANG PERAN SERTA TENAGA KESEHATAN DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN PNEUMONIA PADA IBU BALITA USIA 0 – 5 TAHUN DI PUSKESMAS NGESREP KOTA SEMARANG Wahyuningsih, Heny Sapto; Puspitaningrum, Dewi; Anggraini, Novita Nining
Jurnal Kebidanan Vol 3, No 1 (2014): February 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (44.582 KB) | DOI: 10.26714/jk.3.1.2014.24-29

Abstract

Latar Belakang: Pneumonia adalah pembunuh utama balita di dunia, lebih banyak dibandingkan dengan penyakit lain seperti AIDS, malaria, campak dan akibat rendahnya kepatuhan petugas kesehatan dalam menjalankan Standar Opersional Prosedur yang belum maksimal sehingga banyak kasus pneumonia balita tidak terdeteksi merupakan topik yang sering diteliti secara akademik di bidang kesehatan masyarakat. Dari 37 Puskesmas di Kota Semarang penderita pneumonia tertinggi ada di Puskesmas Ngesrep yaitu 1257 balita ( 23,57% ).Tujuan: Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan persepsi ibu tentang peran serta tenaga kesehatan dengan perilaku pencegahan pneumonia pada ibu balita usia 0 – 5 tahun di Puskesmas Ngresep Kota Semarang. Metode: Jenis penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional, populasi 531 responden, sampel 84 ibu yang memiliki balita di Puskesmas Ngesrep. Hasil : Hasil uji statistik chi- square tentang hubungan persepsi ibu tentang peran serta tenaga kesehatan dengan perilaku pencegahan pneumonia pada ibu balita usia 0-5 tahun. Nilai person chi square 55,608 dan nilai p value = 0,000 < 0,05. Maka Ho ditolak dan hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara persepsi ibu tentang peran serta tenaga kesehatan dengan perilaku pencegahan pneumonia pada ibu balita usia 0-5 tahun di puskesmas Ngersrep kota Semarang. Simpulan: Ada hubungan yang signifikan antara persepsi ibu tentang peran serta tenaga kesehatan dengan perilaku pencegahan pneumonia pada ibu balita usia 0 – 5 tahun di puskesmas Ngesrep kota Semarang.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP SIKAP KADER KESEHATAN TENTANG IMUNISASI HPV DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PEGANDAN SEMARANG Nurjanah, Siti; Puspitaningrum, Dewi
Jurnal Kebidanan Vol 4, No 1 (2015): February 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.239 KB) | DOI: 10.26714/jk.4.1.2015.57-64

Abstract

Latar belakang : Kanker merupakan suatu penyakit tidak menular. Salah satu penyakit paling mematikan yang menghantui kehidupan perempuan adalah kanker serviks. Kanker serviks adalah kanker ketiga yang dijumpai pada sistem reproduksi wanita (Faizah, 2010). Pengetahuan yang cukup sangat penting untuk mencegah terjadinya kanker serviks sedini mungkin. Pencegahan agar terhindar dari virus HPV adalah dengan imunisasi vaksin. Perlu dilakukan upaya peningkatan tentang pendidikan kesehatan dan pengetahuan kanker serviks serta imunisasi kanker serviks dari kader kepada beberapa wanita usia subur. Tujuan : Mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap sikap kader kesehatan tentang imunisasi HPV di wilayah kerja Puskesmas Pegandan Semarang. Metode : Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 41 responden, teknik sampling yang digunakan adalah Acidental Sampling. Hasil : Pendidikan kesehatan sebagian besar diikuti oleh 33 (80,5%) responden. Sikap kader kesehatan tentang imunisasi HPV sebagian besar yaitu positif sebanyak 38 (92,7%). Kesimpulan : berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil p value sebesar 0,092, ini menunjukkan hasil yaitu tidak ada pengaruh yang signifikan pengaruh pendidikan kesehatan terhadap sikap kader kesehatan tentang imunisasi HPV di Wilayah Kerja Puskesmas Pegandan Semarang. Kata Kunci : Pendidikan Kesehatan, Sikap, Imunisasi HPV