cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kebidanan
ISSN : 23018372     EISSN : 25497081     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kebidanan Universitas Muhammadiyah Semarang (e-ISSN : 2549-7081) provides a medium for those who want to publish their scientific articles from either research results or innovations in the fields of midwifery and health
Arjuna Subject : -
Articles 277 Documents
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA PUTRI KELAS XI TERHADAP PENCEGAHAN ANEMIA SEBELUM DAN SESUDAH PENYULUHAN DI SMA FILIAL NEGERI 1 GUBUG Zela Ubaidillah; Budi Santosa; Agustin Rahmawati
Jurnal Kebidanan Vol 4, No 1 (2015): February 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.938 KB) | DOI: 10.26714/jk.4.1.2015.25-30

Abstract

Latar belakang : Menurut Moore (1997) yang dikutip oleh Tarwito dkk (2009) anemia pada remaja dapat berdampak pada menurunnya produktifitas kerja ataupun kemampuan akademis di sekolah karna tidak adanya gairah belajar dan konsentrasi. Menurut hasil penelitian yang dilakukan Nursari (2009) pada remaja putri SMP N 18 Bogor, seluruh informasi mengalami anemia tingkat sedang dengan kadar Hb antara 8,7 gr%  sampai 10,8 gr% memiliki beberapa gejala dan tanda anemia yaitu 5L, pusing, mudah  ngantuk, pucat pada kuku, bibir dan kelopak mata. Tujuan: Untuk mengetahui pengetahuan dan sikap remaja putri terhadap pencegahan anemia sebelum dan sesudah penyuluhan pada siswi kelas XI di SMA Filial Negeri 1 Gubug. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian diskriptif. Variabel yang digunakan adalah pengetahuan dan sikap tentang pencegahan anemia sebelum dan sesudah penyuluhan. Populasi dalam penelitian ini remaja putri kelas XI di SMA Filial Negeri 1 Gubug yang berjumlah 49 orang. Pengumpulan data dengan kuesioner. Hasil : Tingkat pengetahuan responden yang berpengetahuan kurang sebelum di lakukan penyuluhan sebanyak 32 orang (65,3 %) dan setelah di lakukan penyuluhan yang berpengetahuan baik sebanyak 28 orang (57,1%). Sikap terhadap pencegahan anemia dengan tingkat pengetahuan positif sebanyak 25 orang (51,0%) setelah dilakukan penyuluhan sikap terhadap pencegahan anemia dengan tingkat positif sebanyak 35 orang (71,4%). Simpulan : Jumlah responden yang memiliki pengetahuan baik adalah 57% dan yang memiliki sikap positif adalah 71,4% setelah dilakukan penyuluhan. Kata Kunci : pengetahuan, sikap dan anemia
KAJIAN NIAT IBU HAMIL DALAM MELAKUKAN VOLUNTARY COUNSELING AND TESTING (VCT) DI PUSKESMAS KOTA SEMARANG Nurina Dyah Larasaty; Indri Astuti Purwanti
Jurnal Kebidanan Vol 5, No 2 (2016): August 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (575.099 KB) | DOI: 10.26714/jk.5.2.2016.103-113

Abstract

Latar Belakang Data Kementrian Kesehatan RI menunjukkan peningkatan kasus HIV sejak tahun 2011 hingga tahun 2014. Jawa Tengah menempati posisi ke-6 sebagai provinsi dengan angka HIV tertinggi. Kota/kabupaten di Jawa Tengah yang memiliki kasus HIV tertinggi adalah Kota Semarang. Kasus HIV-AIDS tertinggi berada di wilayah Semarang Timur. Ibu hamil dengan HIV positif mempunyai kemungkinan menularkan virus ini ke bayinya sebesar 45%. Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji niat ibu hamil di Kota Semarang melakukan Voluntary Counseling Test/VCT. Metode Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan survey dan wawancara mendalam. Pendekatan waktu yang akan digunakan adalah crossectional. Informan penelitian ini adalah ibu hamil di Semarang Timur yaitu di puskesmas Gayamsari, puskesmas Halmahera dan puskesmas Karangdoro yang bersedia dan tidak bersedia melakukan tes HIV secara sukarela.Hasil penelitian Ada beberapa alasan yang melatar belakangi informan untuk melakukan VCT seperti keamanan kelahiran, faktor biaya (gratis) dan saran dari bidan. Sebagian besar informan mengungkapkan alasan mereka melakukan VCT yaitu untuk keamanan dan keselamatan saat melahirkan nantinya. Hanya sebagian kecil informan yang tahu tujuan dilakukannya VCT yaitu untuk mengetahui status HIV mereka (positif HIV atau negatif HIV).Simpulan Sebagian besar informan mengungkapkan alasan mereka melakukan VCT yaitu untuk keamanan dan keselamatan saat melahirkan nantinya. Selain alasan keselamatan dan keamanan saat proses kelahiran, faktor biaya (gratis) juga menjadi salah satu alasan informan untuk melakukan VCT.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KINERJA KADER POSYANDU BALITA DALAM PELAKSANAAN POSYANDU DI KECAMATAN MRANGGEN KABUPATEN DEMAK TAHUN 2011 Nora Rosalina Armydewi; Herry Suswanti Djarot; Indri Astuti Purwanti
Jurnal Kebidanan Vol 1, No 1 (2012): February 2012
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.451 KB) | DOI: 10.26714/jk.1.1.2012.59-66

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja kader Posyandu balita dalam pelaksanaan Posyandu. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan menggunakan pendekatan point time approach. Populasi 56 responden dengan kriteria inklusi sehingga didapatkan 44 responden. Variabel bebas yaitu masa kerja, sikap dan motivasi sedangkan variabel terikat yaitu kinerja kader Posyandu. Menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji korelasi Spearman Rank. Sebagian besar masa kerja kader < 10 tahun (54,5%) dengan sikap yang baik (56,8%) dan juga motivasi yang baik(56,8%) serta kinerja yang baik pula (79,5%). Dari uji korelasi, didapatkan hasil ; ada hubungan antara masa kerja dengan kinerja kader (p=0,000), ada hubungan antara sikap dengan kinerja kader (p=0,001) dan ada hubungan antara motivasi dengan kinerja kader (p=0,001). Ada hubungan antara masa kerja, sikap dan motivasi dengan kinerja kaderPosyandu dalam pelaksanaan Posyandu.
PENGARUH PIJAT BAYI TERHADAP PENINGKATAN FREKUENSI DAN DURASI MENYUSU PADA BAYI USIA 1 – 3 BULAN Farida Farida; Mardianti Mardianti; Komalasari Komalasari
Jurnal Kebidanan Vol 7, No 1 (2018): February 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.26 KB) | DOI: 10.26714/jk.7.1.2018.61-68

Abstract

Angka kejadian gizi kurang di Indonesia tahun 2010 sebanyak 17,9%. Angka kejadian BGM (Bawah garis merah) pada bayi di kabupaten karawang tahun 2012 sebanyak 11,43 %.Kepala Puskesmas Cikampek menyatakan bahwa sebanyak 14 balita di kecamatan cikampek terindikasi menderita gizi buruk. Kurang gizi pada bayi dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangannya. Sehingga tidaklah salah bila banyak kecemasan orang tua terfokus pada kenaikan berat badan bayi khususnya dalam tahun-tahun pertama kehidupannya.  Kenaikan berat badan bayi. sangat dipengaruhi oleh asupan nutrisi. Pijat bayi mudah dipelajari dan umumnya dengan beberapa kali latihan para orang tua sudah mahir, disamping murah karena hanya memerlukan minyak/baby oil, juga banyak manfaatnya. Salah satu dari manfaat pijat bayi adalah peningkatan nafsu makan ini ditambah dengan peningkatan aktivitas nervus vagus/saraf pengembara (system saraf otak yang bekerja untuk daerah leher ke bawah sampai dada dan rongga perut) dalam menggerakkan sel peristaltic (sel di saluran pencernaan yang menggerakkan dalam saluran pencernaan. Dengan demikian, bayi cepat lapar atau ingin makan karena pencernaannya semakin lancar.Air susu ibu (ASI) merupakan asupan nutrisi utama pada bayi khususnya bayi dibawah 6 bulan.  ASI diproduksi atas hasil kerja gabungan antara hormone Oksitoksin,  Prolaktin dan Reflek Let Down. Sehingga faktor psikologis ibu dan faktor bayi sangat berkaitan dengan produksi ASI.   Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan jenis penelitian yang digunakan yaitu Quasy experimenntal (eksperimen semu) berupaya mengungkapkan hubungan sebab akibat antara variabel bebas (prediktor) denagn variabel tergantung (efek) dalam periode waktu tertentu. Populasi dalam penelitian ini adalah semua bayi 1-3 bulan di Puskesmas Cikampek Karawang.Pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eklusi. Untuk menganalisis pengaruh pijat bayi terhadap frekuensi dan durasi menyusu pada bayi 1-3 bulan di Puskesmas Cikampek Kabupaten Karawang dengan menggunakan Uji T test. Hasil penelitian diperoleh data bahwa ada pengaruh antara pijat bayi dengan frekuensi menyusu pada bayi dengan nilai P (0,000) dan tidak ada pengaruh antara pijat bayi dengan durasi menyusu pada bayi ( P value 0,563 ). Diharapkan bidan dapat terus memotivasi ibu untuk melakukan pijat bayi sehingga akan meningkatkan frekuensi menyusui pada bayinya dan memotivasi untuk tetap memberikan ASI Eklusif pada Bayinya.
HUBUNGAN POLA ASUH ORANGTUA DENGAN KEJADIAN KEHAMILAN DILUAR NIKAH PADA REMAJA DI KECAMATAN RANDUDONGKAL TAHUN 2013 Nia Novanti; Tri Anasari; Amik Khosidah
Jurnal Kebidanan Vol 2, No 2 (2013): August 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.336 KB) | DOI: 10.26714/jk.2.2.2013.50-55

Abstract

Latar Belakang :Orangtua memiliki peran penting untuk pembentukan kepribadian seorang anak, dan setiap orang tua harus berpikir atas pengasuhan yang akan memberikan untuk mengajar dan membentuk kepribadian anak mereka di dalam keluarga. Orangtua adalah salah satu penyebab di luar kehamilan pernikahan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan orangtua untuk luar nikah kehamilan pada remaja di kecamatan randudongkal tahun 2013. Metode: Penelitian ini menggunakan metode analitik survey dengan desain cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh remaja di kecamatan randudongkal sebesar 15,830. Sampel yang digunakan adalah 100 responden yang mengambil untuk proportional random sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan lembar kuesioner. Penelitian ini menggunakan analisis univariat dan bivariat. analisis kuis menggunakan chi square . Hasil: Parenting orangtua remaja di sebagian besar memiliki demokratis sebesar 49 ( 49 % ) . Deskripsi luar nikah kehamilan pada remaja paling tidak mengalami kehamilan tempel menikah sebesar 54 ( 54 % ) . Hasil uji chi square diperoleh p value sebesar 0,00 . Dengan α = 0,05 dimana nilai p < satu yang penting ada pola hubungan dengan ibu tua dengan luar nikah kehamilan pada remaja . Simpulan : Tersedia pola ibu tua dengan luar nikah kehamilan pada remaja di distrik randudongkal 2013 dengan menghargai p value 0,00.
Pemilihan Alat Kontrasepsi dalam Rahim (AKDR) pada akseptor Keluarga Berencana Meilani, Mita; Tunggali, Ade Putranto Prasetyo Wijiharto
Jurnal Kebidanan Vol 9, No 1 (2020): February 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.717 KB) | DOI: 10.26714/jk.9.1.2020.31-38

Abstract

Family Planning is the most basic and primary preventive health service effort. One of the acceptable contraceptives in Indonesia is the Contraceptive Intra Uteri Device (IUD), which is the most effective, safe and comfortable contraception for many women. Use of contraception is still dominated by short-term contraceptives, especially injections which reach 31.2% and pills 13.4%. While the level of use of the Long-Term Contraception method, the IUD reaches 4.8%. In 2013, based on the results of the KB prevalence survey with MKJP of 64.6%. Overall, there were still 16 provinces that reached the position of family planning prevalence with MKJP lower than the national figure (> 64.6%). This study aims to determine the relationship of maternal characteristics with the selection of contraceptives Intra Uteri Device (IUD) on family planning acceptors at the Kramatwatu Health Center in Serang, Banten. This quantitative study uses a cross sectional approach with 82  acceptor respondents and uses a check list instrument. The results of the research prove that with the results of statistically significant tests showing that there is a relationship between maternal age, maternal parity, maternal education and occupation with the selection of contraceptives intra uteri device on family planning acceptors with p-value 0.004 <0.05, p-value 0.007 <0 .05, p-value 0.006 <0.05 and p-value 0.007 <0.05. The conclusion in this study there is a relationship between maternal characteristics with the IUD selection so that health workers can optimize counseling about family planning, especially the use of intra uterine devices (IUD).
Efektivitas langkah-langkah peregangan (stretching) untuk menurunkan nyeri dismenore di wilayah Sleman Yogyakarta Sherkia Ichtiarsi Prakasiwi
Jurnal Kebidanan Vol 9, No 1 (2020): February 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.52 KB) | DOI: 10.26714/jk.9.1.2020.1-6

Abstract

Dysmenorrhea is an imbalance of the hormone progesterone in the blood, causing pain to arise. Women have experienced 90% of dysmenorrhea, this disturbs 50% of women of reproductive age and 60-85% in adolescence, which results in many absences in schools and offices. Non-pharmacological solutions are seen as safer, one of which is stretching which aims to make muscles and joints flexible and elastic. This is due to increased levels of endorphins, epinephrine, dopamine and serotonin produced by the brain due to exercise. This study aims to determine stretching steps to reduce dysmenorrhea pain in the Sleman region. The method of this research is a different test study with a cross sectional type of research. The research sample was 60 female students. The sampling technique was purposive sampling, bivariate analysis techniques using the Mann Whitney statistical test using SPSS software. The results of the Mann Whitney test in the control group and the intervention group showed a p-value of 0,000 (ɑ <0.05) indicating that there were differences between the control and intervention groups in decreasing the level of pain in dysmenorrhea where the mean pain level of dysmenorrhea was 4 50 while in the intervention group the average is only 0.13 so that it gets ∆ mean of -4.37. This proves that stretching is more influential in decreasing the level of pain in dysmenorrhea than in stretching.
Pengaruh kompres hangat terhadap intensitas nyeri persalinan kala I fase aktif Suyani Suyani
Jurnal Kebidanan Vol 9, No 1 (2020): February 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.932 KB) | DOI: 10.26714/jk.9.1.2020.39-44

Abstract

Pain is an integral part of labor and childbirth which is normal due to physiological and psychological factors. Labor pain can affect uterine contractions through secretion of catecholamine and cortisol levels which increase sympathetic nervous system activity, changes in blood pressure, heart rate, breathing, and consequently affect labor duration. This study aims to determine the effect of warm compresses on the intensity of labor in the first phase of active labor. The design of this study was quasi-experimental with one group pre-test and post-test design. The population in this study were all labor women at BPM Tri Rahayu Setyaningsih Sleman, with incidental sampling techniques and 18 samples were obtained. A compress was carried out in the lower abdomen using hot bladders. Data analysis using Paired T test. Based on the research results obtained, the mean pain score before treatment was 8.66 and the mean pain score after treatment was 5.83. The results of statistical analysis of different pain intensity tests before and after treatment showed a significant difference (p = 0,000; 95% CI -3,352 - (- 2,314). This shows that warm compresses can reduce the intensity of pain in labor during the active phase. warmth can be used as one way to reduce the intensity of labor pain
Faktor perilaku meningkatkan resiko keputihan Salamah, Umi; Kusumo, Djati Wulan; Mulyana, Desi Nurlaela
Jurnal Kebidanan Vol 9, No 1 (2020): February 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.429 KB) | DOI: 10.26714/jk.9.1.2020.7-14

Abstract

Reproductive health is a complete state of physical, mental and social well-being. Cleanliness of the female area for women is very important because it can make women feel comfortable and can prevent infectious diseases and infections. This research to determine the relationship of behavioral factors (urinary habits, use of irritants, habits during menstruation, use of underwear), and environmental factors (toilet hygiene) with the occurrence of vaginal discharge in students of the Great Achievement Midwifery Academy. This research uses analytic type with cross sectional approach. The sample of this research is 190 students of the Great Achievement Midwifery Academy, bivariate analysis using chi square. It was found that 134 (70.5%) respondents experienced vaginal discharge, there was a significant relationship between the use of irritants and vaginal discharge (p value = 0,000 and OR = 27.7), there was a significant relationship between the habit of urination and vaginal discharge (p value = 0,000 and OR = 34) , there is a significant correlation between the use of underwear with vaginal discharge (p value = 0.002 and OR = 36), there is a significant relationship between menstrual habits and vaginal discharge (p value = 0.006 and OR = 2.9). The use of irritants, urinary habits, underwear and voiding habits are risk factors for vaginal discharge.
Peran kader Ranting 'Aisyiyah Cabang Kota Yogyakarta dalam pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan Hidayati, Ririn Wahyu; Mahmudah, Nurul
Jurnal Kebidanan Vol 9, No 1 (2020): February 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.351 KB) | DOI: 10.26714/jk.9.1.2020.15-22

Abstract

Health cadres have a role to assist the government in improving community health status, reducing MMR and IMR. One of his roles is to become a Posyandu cadre in Aisyiyah. But in reality, cadres have a dual role. Therefore, the researcher intends to find out how far the participation of Health cadres is in Branch Aisyiyah, Yogyakarta City Branch. This research is a qualitative study and was conducted at the Branch of ‘Aisyiyah Yogyakarta City Branch in 2017. The number of participants was taken to have a saturated answer from the cadre of isy Aisyiyah. Test analysis with content analysis. The results obtained that the cadres ‘Aisyiyah collaborated with educational institutions both ‘Aisyiyah or Muhammadiyah to provide health education, health checks and treatment. Health related activities are carried out both in the activities of recitation, social gathering, study or routine meetings of warga Aisyiyah residents. Other programs that are running are TB Knocking, assistance in taking medicine, Posyandu Elderly Sakinah, and early detection of non-communicable diseases. ‘Aisyiyah cadres play a role in mutual cooperation" from, for and by the community ". The number of cadres and the age of keder ‘Aisyiyah is not a barrier to their performance. Complementarity and cooperation are the keys to the implementation of work programs in accordance with the aim of improving the level of public health. Young cadres as implementers, senior cadres as advisors. Based on the results of the study it can be concluded that Aisyiyah cadres play an active role to improve public health despite having a dual role.