cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kebidanan
ISSN : 23018372     EISSN : 25497081     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kebidanan Universitas Muhammadiyah Semarang (e-ISSN : 2549-7081) provides a medium for those who want to publish their scientific articles from either research results or innovations in the fields of midwifery and health
Arjuna Subject : -
Articles 277 Documents
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN DAN PERILAKU PENCEGAHAN PENULARAN HIV DARI IBU KE ANAK (PPIA) Lusa Rochmawati; Rista Novitasari
Jurnal Kebidanan Vol 5, No 1 (2016): February 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.505 KB) | DOI: 10.26714/jk.5.1.2016.46-52

Abstract

Latar belakang: HIV/AIDS merupakan permasalahan global, meningkat setiap tahunnya. Program Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak (PPIA) telah terbukti sebagai intervensi yang sangat efektif untuk mencegah penularan HIV dari ibu ke anak. Jumlah kasus ibu rumah tangga yang tahu dirinya terinfeksi HIV dan kurangnya kesadaran melakukan pemeriksaan sehingga penanganan penularan HIV dari ibu ke anak terlambat. Tujuan penelitian: untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan dan perilaku pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak (PPIA). Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan desain eksperimen semu (quasi experimental design) dan rancangan pretest-postest control group only design. Teknik sampling yang digunakan purposive random sampling. Sampel penelitian berjumlah 24 ibu hamil. Pengujian hipotesis menggunakan uji T berpasangan (paired test). Hasil: 1) Ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak (PPIA) (p value = 0,001). 2) Ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap perilaku pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak (PPIA) (p value = 0,003). 3) Ada hubungan pengetahuan dengan perilaku pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak (PPIA) (p value = 0,84). Simpulan: pendidikan kesehatan mempengaruhi pengetahuan dan perilaku ibu hamil dalam pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak (PPIA).Kata kunci: pendidikan kesehatan, pengetahuan, perilaku, PPIA
HUBUNGAN PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG ANEMIA DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN ANEMIA PADA SAAT MENSTRUASI DI SMK NUSA BHAKTI KOTA SEMARANG Sri Mularsih
Jurnal Kebidanan Vol 6, No 2 (2017): August 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.025 KB) | DOI: 10.26714/jk.6.2.2017.80-85

Abstract

Latar Belakang : Remaja putri rentan terkena anemia. Adanya siklus menstruasi setiap bulan merupakan salah satu faktor penyebab remaja putri mudah terkena anemia lebih-lebih didorong oleh pengetahuan mereka yang kurang tentang anemia . Berdasarkan studi pendahuluan dari 10 remaja putri, sebagian besar remaja putri mempunyai pengetahuan yang rendah tentang anemia, selain itu remaja putri juga belum mempunyai perilaku yang baik untuk mencegah anemia seperti konsumsi tablet tambah darah, pengaturan pola makan tinggi zat besi, dan konsumsi minuman yang menghambat penyerapan zat besi. Kondisi ini mendorong penulis melakukan penelitian untuk pengetahuan remaja putri tentang anemia dengan perilaku pencegahan anemia pada saat menstruasi di SMK Nusa Bhakti Semarang.Metode : Penelitian ini adalah penelitian korelasi. Menggunakan rancangan penelitian cross sectional. Populasi penelitian ini adalah remaja putri SMK Nusa Bhakti Semarang sebanyak 155 responden dengan teknik sampling menggunakan purposive sampling dengan sampel sebanyak 61 responden. Cara pengumpulan data yaitu dengan data primer dan data sekunder. Analisis univariat dilakukan dengan cara mendeskripsikan tiap variabel, sedangkan analisis data bivariat dilakukan dengan uji Chi Square dan menggunakan program SPSS for window versi 16.0.Hasil penelitian : pengetahuan remaja yang kurang tentang anemia sebanyak 40 remaja (65,6%), perilaku yang tidak mendukung terhadap pencegahan anemia sebanyak 36 remaja (59%). Hasil penelitian mendapatkan nilai P = 0,000, dengan demikian Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti penelitian ini menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan remaja putri tentang anemia dengan perilaku pencegahan anemia pada saat menstruasi di SMK Nusa Bhakti Semarang.Simpulan : Perlunya peningkatan pengetahuan remaja putri tentang anemia untuk pencegahan anemia pada saat menstruasi. Peran dari tenaga kesehatan, pemerintah setempat, dan institus i kesehatan terkait untuk melakukan peningkatan kesehatan terkait pencegahan anemia pada saat menstruasi pada remaja putri.
HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG POSYANDU DENGAN PARTISIPASI KADER DALAM KEGIATAN POSYANDU PURNAMA DI WILAYAH PUSKESMAS RINGINARUM KABUPATEN KENDAL 2011 Dina Dwi Septiani; Novita Kumalasari; Agustin Rahmawati
Jurnal Kebidanan Vol 2, No 1 (2013): February 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.358 KB) | DOI: 10.26714/jk.2.1.2013.%p

Abstract

Kader adalah seorang tenaga sukareka yang dipilh dari, oleh dan untuk masyarakat, yang bertugas membantu kelancaran pelayanan kesehatan. Berdasarkan data Dinas Kabupaten Kendal terdapat 212 kader di wilayah Puskesmas Ringinarum yang terdiri dari 148 kader aktif dan 74 kader kurang aktif dalam kegiatan posyandu. Untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang posyandu dengan partisipasi kader dalam kegiatan posyandu purnama di wilayah Puskesmas Ringinarum, Kabupaten Kendal. Jenis penelitian adalah analitic dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah kader posyandu yang bekerja di Wilayah Kerja Puskesmas Ringinarum Kabupaten Kendal satu tahun terakhir yang berjumlah 115 orang kader. Teknik sampel yang digunakan adalah proportionate simple random sample. Variabel bebas yaitu pengetahuan kader tentang posyandu, sedangkan variable terikat yaitu partisipasi kader dalam kegiatan posyandu. Uji statistik yang digunakan adalah uji korelasi rank spearman. Kecenderungan terjadi kenaikan partisipasi kader posyandu searah dengan makin baiknya pengetahuan kader tentang posyandu. Dari uji statistik dengan menggunakan uji korelasi rank spearman rho, dimana pada uji tersebut diperoleh nilai r = 0,703 p = 0,000. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara tingkat pengetahuan kader tentang posyandu dengan partisipasi kader dalam kegiatan posyandu purnama. Ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan tentang posyandu dengan partisipasi kader dalam kegiatan posyandu purnama di Wilayah Kerja Puskesmas Ringinarum Kabupaten Kendal. Kata Kunci : Kesadaran, Partisipasi, Posyandu
Gambaran Penggunaan Internet Dalam Pencarian Informasi Tentang HIV dan AIDS pada Remaja Herlin Fitriani Kurniawati
Jurnal Kebidanan Vol 8, No 1 (2019): February 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.28 KB) | DOI: 10.26714/jk.8.1.2019.27-37

Abstract

Kasus HIV dan AIDS mengalami trend peningkatan sedangkan masih rendahnya pengetahuan remaja menjadikan masalah terhadap penanganan kasus HIV dan AIDS, dimana ada periode tersebut merupakan periode mencoba-coba. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran Penggunaan Internet Dalam Pencarian Informasi Tentang HIV Dan AIDS Pada Remaja. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, jenis penelitian deskriptif analitik, pendekatan waktu cross sectional. Subjek penelitian ini adalah remaja yang mengakses informasi tentang HIV dan AIDS menggunakan media internet minimal dalam 6 bulan terakhir dan bersedia untuk menjadi responden dalam penelitian. Teknik pengambilan sampling dengan purposive sampling. Hasil penelitian didapat bahwa pengetahuan tentang HIV dan AIDS masih kurang terutama pada tanda dan gejala serta penularan dari HIV dan AIDS, masih terdapat stigma terhadap orang dengan HIV dan AIDS. Semua informan mengatakan mendukung dalam pencarian informasi tentang HIV dan AIDS melalui media internet. Semua informan mengatakan akses dalam pencarian informasi tentang HIV dan AIDS sangatlah mudah, biaya dalam pencarian informasi tentang HIV dan AIDS terjangkau. Semua informan mengatakan menggunakan internet atas inisiatif sendiri, sebagian besar informan mengatakan menggunakan internet kurang lebih 2-5 jam perhari, rata-rata menggunakan internet sejak lebih dari 2 tahun yang lalu. Sebagian besar responden mengatakan sudah pernah mencari informasi mengenai HIV dan AIDS walaupun tidak intens hanya apabila mereka membutuhannya. Saran bagi kader kesehatan diharapkan dapat mengusulkan untuk pembentukan Bina Keluarga Remaja (BKR) atau Pusat Informasi dan Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja (PIK-KRR) dengan bekerja sama dengan Kecamatan dan BKKN Kabupaten.
PENGARUH PENYULUHAN MENSTRUASI TERHADAP KECEMASAN MENGHADAPI MENARCHE PADA REMAJA PUTRI KELAS VII SMP N 2 PUNGGELAN BANJARNEGARA Grhasta Dian Perestroika; Rin Widya Agustin; Erindra Budi C
Jurnal Kebidanan Vol 3, No 1 (2014): February 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.784 KB) | DOI: 10.26714/jk.3.1.2014.58-65

Abstract

Latar belakang : Pada masa pubertas terjadi perubahan fisik dan mental remaja. Pada masa ini hormon seksual yaitu estrogen dan progesterone meningkat kuat. Hormon seksual tersebut menyebabkan perubahan dalam tubuh remaja putri seperti menstruasi pertama atau menarche. Perubahan hormonal yang dramatis dapat mempengaruhi kondisi emosi. Hal tersebut dapat menimbulkan perasaan bingung, berbagai pertanyaan, ketakutan dan kecemasan. Oleh karena itu diperlukan pemberian informasi kesehatan reproduksi remaja (KRR) khususnya tentang menstruasi dan salah satu caranya melalui penyuluhan. Tujuan : untuk mengetahui adanya pengaruh penyuluhan menstruasi terhadap kecemasan menghadapi menarche pada remaja putri kelas VII SMP N 2 Punggelan Banjarnegara. Metode: Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan model rancangan non equivalent control group. Subyek dalam penelitian ini adalah remaja putri kelas VII SMP N 2 Punggelan Banjarnegara tahun 2011 yang berjumlah 60 siswi, dimana kelompok perlakuan 30 siswi dan kelompok kontrol 30 siswi yang diambil dengan cara systematic sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan kuisioner skala tingkat kecemasan yang dibuat oleh peneliti. Analisis data menggunakan uji beda t-test yaitu independent t-test. Hasil: Hasil penelitian dengan statistik independent t-test menunjukan t hitung sebesar 6,377 dengan df = 58, t tabel =2,04. nilai signifikansi (p) sebesar 0,000. Nilai p < 0,05 (0,000 <0,05) artinya ada perbedaan yang signifikan antara kecemasan pada kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol. Simpulan : ada pengaruh positif penyuluhan menstruasi terhadap kecemasan menghadapi menarche pada remaja putri kelas VII SMP N 2 Punggelan Banjarnegara.
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PNEUMONIA DAN CARA PENANGANAN PADA ANAK BALITA DI WILAYAH PUSKESMAS NGESREP KOTA SEMARANG Lidya Rizcha Hasyim Hasibuan; Nuke Devi Indrawati; Wening Andarsari
Jurnal Kebidanan Vol 4, No 2 (2015): August 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (26.222 KB) | DOI: 10.26714/jk.4.2.2015.8-10

Abstract

Latar belakang   : WHO 2006 mengatakan lebih 2 juta balita meninggal akibat pneumonia. Data Indonesia 7-13% kasus berat. Menurut Dinas kesehatan Jawa Tengah tahun 2012 angka pneumonia 24,74% angka ini menurun jika dibandingkan tahun 2011 sebesar 25,5%. Puskesmas Ngesrep bulan januari-april 2014 mencatat 400 balita terkena pneumonia. Tujuan  : Mengetahui gambaran pengetahuan ibu tentang pneumonia dan cara penanganan pada anak balita diwilayah kerja puskesmas Ngesrep Kota Semarang. Metode Penelitian : Jenis penelitian deskriptif, rancangan survey, pendekatan cross sectional, populasi 46 orang , sampel jenuh 46 orang dengan menggunakan instrument kuesioner. Hasil :  Sebagian besar Pengetahuan ibu tentang pneumonia kurang yaitu sebanyak 19 orang, hal ini dikarenakan kurangnya pemberian informasi dari tenaga kesehatan. Sedangkan mayoritas pengetahuan cara penanganan tergolong cukup yaitu 17 orang , hal ini dikarenakan responden sudah diberi langsung setelah berobat oleh tenaga kesehatan. Kesimpulan : Mayoritas Pengetahuan ibu tentang pneumonia kurang sebanyak 17 orang (41,3%) sedangkan mayoritas pengetahuan ibu tentang cara penanganan cukup sebanyak17 orang (37,0%).
PENGAMBILAN KEPUTUSAN PRO LIFE PADA REMAJA DENGAN KEHAMILAN TIDAK DIINGINKAN (KTD) DI SEMARANG Lia Mulyanti
Jurnal Kebidanan Vol 6, No 1 (2017): February 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.656 KB) | DOI: 10.26714/jk.6.1.2017.28-34

Abstract

Latar Belakang: Masa remaja adalah masa transisi antara masa kanak-kanak dengan dewasa dan relatif belum mencapai tahap kematangan mental dan sosial. Remaja bisa saja mengatakan bahwa seks bebas atau seks pranikah itu aman untuk dilakukan. Namun, bila remaja melihat dan memahami akibat dari perilaku itu,ternyata lebih banyak membawa kerugian. Salah satu resikonya adalah kehamilan di luar nikah. Data yang didapat dari PILAR PKBI pada tahun 2011 dari 79 klien yang datang berkonsultasi dengan KTD terdapat 14 klien remaja yang memutuskan untuk melanjutkan kehamilan. Sedangkan pada tahun 2012 dari 63 klien yang berkonsultasi terdapat 6 klien remaja yang melanjutkan kehamilannya sampai melahirkan. Tujuan: Untuk mengetahui bagaimana pengambilan keputusan pro life pada remaja dengan KTD. Metode Penelitian: penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus untuk mengumpulkan informasi secara mendalam tentang bagaimana pengalaman pengambilan keputusan pro life pada remaja dengan KTD. Hasil: Pengambilan keputusan untuk melanjutkan kehamilan yang dialami merupakan keputusan yang dibuat oleh orang tua dengan cara menikahkan anak remajanya. Alasan informan mengikuti keputusan yang dibuat oleh orang tua untuk melanjutkan kehamilan yaitu mereka patuh dengan apa yang dikatakan orang tua, takut tambah mengecewakan orang tua. Sebagian besar proses pengambilan keputusan untuk melanjutkan kehamilan dengan kasus KTD tidak melalui konseling dengan tenaga kesehatan atau konselor tetapi orang tua mengambil dari pengalaman riil disekitar yaitu jika ada anak remaja perempuan hamil diluar nikah maka harus segera dinikahkan. Kesimpulan: Pengambilan keputusan pro life pada remaja dengan KTD didasarkan karena mengikuti keputusan yang dibuat oleh orang tua remaja tersebut. Konsekuensi yang ditimbulkan dalam mengambil keputusan untuk melanjutkan kehamilannya antara lain konsekuensi pada pendidikan, psikologis, dan sosial.Kata kunci: Remaja, KTD, Pengambilan Keputusan Pro Life
EFEKTIVITAS PENYULUHAN TENTANG TANDA BAHAYA KEHAMILAN PADA WANITA USIA SUBUR (WUS) PRANIKAH DI DESA TAMBAKHARJO KOTA SEMARANG TAHUN 2012 Liya Muslimatul Farichah; Agus Sartono; Fitriani Nur Damayanti
Jurnal Kebidanan Vol 2, No 1 (2013): February 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.472 KB) | DOI: 10.26714/jk.2.1.2013.%p

Abstract

Tanda bahaya kehamilan sering menjadi penyebab kematian ibu hamil sehingga meningkatkan Angka Kematian Ibu (AKI). Mengenal tanda bahaya kehamilan itu memiliki peranan penting untuk mencegah atau menurunkan kematian ibu, sebab ibu dapat meminta pertolongan kepada tenaga kesehatan secara cepat dan tepat. Pada kenyataanya banyak ibu hamil yang kurang mengetahui tanda bahaya kehamilan. Pengetahuan ibu tentang tanda bahaya kehamilan secara dini perlu diberikan melalui upaya pendidikan kesehatan kepada WUS pranikah. Penelitian ini untuk mengetahui efektivitas penyuluhan tentang tanda bahaya kehamilan pada WUS pranikah di Desa Tambakharjo Semarang Tahun 2012. Jenis penelitian yang digunakan adalah pre-experiment dan rancangan yang digunakan adalah pre test and post test group tanpa menggunakan kelompok pembanding (kontrol). Jumlah populasi 37 WUS Pranikah dan semuanya dijadikan subjek penelitian sehingga tidak dilakukan pengambilan sampel dengan kriteria inklusi meliputi bersedia untuk menjadi responden atau sehat dan kriteria ekslusi meliputi tidak bersedia atau sakit. Pengetahuan WUS Pranikah tentang tanda bahaya kehamilan sebelum mendapat penyuluhan rata-rata adalah 52,35 dan 23 orang (62,2%) memiliki pengetahuan kurang. Sesudah dilakukan penyuluhan rata-rata pengetahuan WUS Pranikah naik menjadi 93,16 dan 35 orang (94,6%) memiliki pengetahuan baik. Uji Wilcoxon membuktikan adanya perbedaan yang signifikan antara pengetahuan WUS Pranikah sebelum dan sesudah penyuluhan (pvalue = 0,000) Ada Efektivitas penyuluhan tentang tanda bahaya kehamilan pada WUS Pranikah di Desa Tambakharjo Semarang Tahun 2012.
Korelasi Ibu Hamil Resiko Tinggi Dengan Kesiapan Program Premarital Skrining di Puskesmas Kota Semarang Dewi Puspitaningrum; Nuke Devi Indrawati; Indri Astuti Purwanti
Jurnal Kebidanan Vol 7, No 2 (2018): August 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.088 KB) | DOI: 10.26714/jk.7.2.2018.155-160

Abstract

Pengantar: Salah satu indikator kesehatan adalah Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia, menurut SDKI 2012 mengalami peningkatan AKI menjadi 359 kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup namun menurut hasil SUPAS 2015 AKI mengalami penurunan menjadi 305 kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup. Angka Kematian Ibu (AKI) di Kota Semarang. Data tahun 2017 masih banyak resiko yang ditimbulkan pada masa kehamilan yang nanti bisa berdampak pada kelanjutan persalinan, nifas dan bayi yang dilahirkan. Program premarital di Puskesmas sudah ada namun AKI masih tinggi, sehingga kajian tentang pelayanan untuk premarital skrining sangat perlu dikaji pengaruh program premarital skrining dengan kejadian hamil resiko tinggi di Puskesmas Kota SemarangMetodologi penelitian: Penelitian ini dilakukan di Kota Semarang dengan melalui Puskesmas Kota Semarang sebanyak 37. Dan menggunakan metode kuantitatif dan observasi dengan menggunakan korelasi untuk mengetahui pengaruh program premarital skrining dengan kejadian ibu hamil resiko tinggi di Puskesmas Kota Semarang.Hasil: Bahwa kejadian infertilitas sekunder anak ke-2 > 5 tahun mempunyai korelasi dengan kesiapan program premarital dengan nilai p value < 0,05 (korelasi spearmen) yaitu p value= 0,044. Kesimpulan: Perlunya upaya promotif dan preventif dalam pemberian layanan kesehatan yang komprehensif dan efektif bagi wanita sebelum menikah, sehingga bisa mencegah kesulitan saat kehamilan, persalinan dan nifas serta membentuk perencanaan keluarga yang sehat.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELENGKAPAN IMUNISASI DASAR PADA BAYI USIA 9 - 11 BULAN DI DESA SUMBEREJO KECAMATAN MRANGGEN DEMAK Nur Azizah; Mifbakhuddin Mifbakhuddin; Lia Mulyanti
Jurnal Kebidanan Vol 3, No 1 (2014): February 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.642 KB) | DOI: 10.26714/jk.3.1.2014.1-7

Abstract

Latar Belakang : Imunisasi telah terbukti sebagai salah satu upaya kesehatan masyarakat yang sangat penting. Berdasarkan penelitian awal yang dilakukan di Desa Sumberejo, didapatkan data cakupan imunisasi selama tahun 2011 adalah BCG sebesar 14%, DPT I sebesar 7%, DPT II sebesar 6%, DPT III sebesar 11%, Polio I sebesar 12%, Polio II sebesar 8%, Polio III 8%, Polio IV sebesar 12%, Campak sebesar 9%, dan Hepatitis B sebesar 13%. Berdasarkan cakupan imunisasi tersebut maka dapat dinyatakan bahwa cakupan imunsasi balita di Desa Sumberejo tergolong rendah. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kelengkapan imunisasi dasar meliputi beberapa hal seperti pengetahuan, motif, pengalaman, pekerjaan, dukungan keluarga, fasilitas posyandu, lingkungan, sikap, tenaga kesehatan, penghasilan dan pendidikan. Tujuan : Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kelengkapan imunisasi dasar pada bayi usia 9 - 11 bulan di Desa Sumberejo Kecamatan Mranggen Demak. Metode : Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang mempunyai anak usia 9 - 11 bulan di Desa Sumberejo Kecamatan Mranggen Demak dengan jumlah 42 orang. Teknik samplingnya adalah total populasi. Hasil : Dari hasil penelitian yang dianalisis menggunakan chi-square diketahui bahwa tidak ada hubungan yang antara faktor pendidikan ibu dengan kelengkapan imunisasi pada anaknya (p=0,714), tidak ada hubungan yang antara faktor pendapatan dengan kelengkapan imunisasi pada anaknya (p=1,000), ada hubungan yang bermakna antara faktor pengetahuan dengan kelengkapan imunisasi pada anaknya, (p=0,000) dan ada hubungan yang bermakna antara faktor sikap dengan kelengkapan imunisasi pada anaknya di Desa Sumberejo Kecamatan Mranggen Demak (p=0,000). Simpulan : Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara pendidikan dan pendapatan dengan kelengkapan imunisasi pada anak, ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan dan sikap dengan kelengkapan imunisasi pada anak. Tenaga kesehatan diharapkan dapat melakukan promosi kesehatan dengan gencar seperti melakukan penyuluhan secara berkala terhadap masyarakat khususnya berkaitan dengan perlunya imunisasi dasar lengkap terhadap bayi. Tenaga kesehatan ini dapat bekerja sama dengan pihak kelurahan setempat dalam memberikan penyuluhan terhadap warga