cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kebidanan
ISSN : 23018372     EISSN : 25497081     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kebidanan Universitas Muhammadiyah Semarang (e-ISSN : 2549-7081) provides a medium for those who want to publish their scientific articles from either research results or innovations in the fields of midwifery and health
Arjuna Subject : -
Articles 277 Documents
PENGARUH PEMBERIAN MINUM JAHE HANGAT DENGAN INTENSITAS NYERI PADA PERSALINAN KALA I DI RSIA KUMALASIWI KABUPATEN JEPARA Rahmawati, Ita
Jurnal Kebidanan Vol 5, No 2 (2016): August 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.273 KB) | DOI: 10.26714/jk.5.2.2016.138-142

Abstract

Latar Belakang : AKI tahun 2007 228 per 100.000 Kelahiran Hidup. (MDGs) tahun 2015 adalah sebesar 102 per 100.000. Kelahiran Hidup. Kematian ibu tersebut di Indonesia bisa terjadi pada saat kehamilan, persalinan maupun pasca persalinan. Rasa nyeri pada persalinan terjadi karena kontraksi uterus dalam kala pengeluaran janin. Yang akan berlangsung 12 18 jam. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh pemberian minum jahe hangat dengan intensitas nyeri Persalinan Kala I. Metode : Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimental dengan pendekatan one time approach. Populasi dan Sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 orang dengan terbagi menjadi 3 kelompok yaitu10 orang diberikan 50 gram jahe, 10 orang diberikan 25 gram jahe, dan 10 orang diberikan air putih. Dengan kuota sampling. Jenis data primer dan sekunder dari tanggal Januari - Maret 2016 kemudian diolah secara editing, coding dan tabulating kemudian dianalisis dengan uji one way anova. Hasil : penurunan rata-rata intensitas nyeri sebelum diberi perlakuan 7.00, dan setelah diberi perlakuan 5.00 sehingga ada pengaruh pemberian jahe dengan penurunan intensitas nyeri (p value 0,023<0,05). Kesimpulan : Pemberian jahe efektif untuk menurunkan nyeri persalinan kala 1 sehingga disarankan tenaga kesehatan untuk dapat mengaplikasikan minuman jahe dengan komposisi yang tepat khusunya dipelayanan kesehatan.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU BEKERJA DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI DESA SUMBEREJO KECAMATAN MRANGGEN KABUPATEN DEMAK TAHUN 2011 Ifa Sari; Budi Mulyono; Wening Andarsari
Jurnal Kebidanan Vol 1, No 1 (2012): February 2012
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.266 KB) | DOI: 10.26714/jk.1.1.2012.41-46

Abstract

Pemberian ASI eksklusif masih belum terlaksana dengan baik di Indonesia. Cakupan pemberian ASI eksklusif dipengaruhi beberapa hal, terutama masih sangat terbatasnya tenaga konselor ASI, belum adanya peraturan perundangan tentang pemberian ASI serta belum maksimalnyakegiatan edukasi, sosialisasi dan kampanye terkait pemberian ASI maupun Makanan Pendamping Air Susu Ibu. Penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu bekerja dengan pemberian ASI eksklusif di Desa Sumberejo Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak tahun 2011. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu bekerja yang mempunyai bayi umur 7-9 bulan di Desa Sumberejo Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak sejumlah 35 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah total populasi. Variabel bebas penelitian ini adalah tingkat pengetahuan ibu bekerja dan variable terikat adalah pemberian ASI eksklusif, Uji analisis yang digunakan adalah chi square. Hasil penelitian sebagian besar pengetahuan responden tentang ASI eksklusif dalam kategori kurang yaitu sebanyak 45,7%, sebagian besar responden tidak dapat memberikan ASI eksklusif pada bayinya hingga usia 6 bulan yaitu sebanyak 85,7%. Berdasarkan hasil uji statistik dengan uji Fisher’ exact didapatkan nilai p sebesar 0,044 < a (0,05). Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan responden dengan pemberian ASI eksklusif pada bayi hingga umur 6 bulan bagi ibu yang bekerja di Desa Sumberejo KecamatanMranggen Kabupaten Demak. Terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan responden dengan pemberian ASI eksklusif pada bayi hingga umur 6 bulan bagi ibu yang bekerja di Desa Sumberejo Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak, selanjutnya diharapkan Institusi kesehatanhendaknya selalu melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang arti penting pemberian ASI.
Ekstrak Teh Hijau Meningkatkan Ekspresi ER-alfa pada Endometrium dan Tuba Falopi Tikus Betina Yang Dipapar Sipermetrin Ririn Handayani
Jurnal Kebidanan Vol 7, No 2 (2018): August 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.975 KB) | DOI: 10.26714/jk.7.2.2018.103-110

Abstract

Infertilitas banyak terjadi pada wanita karena gangguan sistem reproduksi yang bisa disebabkan oleh pestisida (sipermentrin). Paparan sipermetrin dapat memberi dampak pada otak yang menyebabkan kerusakan hipotalamus melalui proses stres oksidatif. Kemudian dapat mempengaruhi sekresi dari GnRH, LH dan FSH pada proses umpan balik hormon endogen. Sehingga akan mempengaruhi proses folikulogenesis dan menghasilkan estrogen sedikit. Estrogen ini  akan menstimulasi pertumbuhan sel jika berikatan dengan reseptornya (ER-α). Teh hijau dengan kandungan antioksidan yang tinggi mampu menghambat radikal bebas. Jenis flavonol dari teh hijau umumnya dikenal sebagai catechin yaitu EGCG. EGCG bekerja sama dengan antioksidan endogen untuk melindungi tubuh dari reaksi stres oksidatif. Tujuan dari penelitian ini untuk membuktikan pemberian ekstrak teh hijau dapat meningkatkan ekspresi ER-α pada endometrium dan tuba falopi tikus betina yang dipapar sipermetrin. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Proses ekstraksi dengan metode maserasi. Pemeriksaan ekpresi ER-α dengan metode imunohistokimia (IHK). Data dianalisis menggunakan uji Rank Spearman. Hasil uji statistik didapatkan nilai korelasi 0,776 untuk ekspresi ER-α pada endometrium dan 0,718 untuk ekspresi ER-α pada tuba falopi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan positif searah dan cukup kuat antara pemberian ekstrak teh hijau dengan ekspresi ER-α pada endometrium dan tuba falopi. Semakin tinggi dosis yang diberikan semakin tinggi ekspresi yang dihasilkan
PENGARUH PENYULUHAN TERHADAP PENGETAHUAN IBU HAMIL TRIMESTER I TENTANG TABLET FE (STUDI DI PUSKESMAS BANGETAYU SEMARANG TAHUN 2013) Puspitasari, Rahmah Noor Putri; Suprapti, Suprapti; Istiana, Siti
Jurnal Kebidanan Vol 2, No 2 (2013): August 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (44.655 KB) | DOI: 10.26714/jk.2.2.2013.72-76

Abstract

Latar belakang :Studi pendahuluan yang telah dilakukan peneliti di Puskesmas Bangetayu Semarang terdapat 36 ibu hamil trimester 1. Hasil studi pendahuluan dari 10 responden diperoleh 3 responden menunjukkan pengetahuan baik dan 7 responden berpengetahuan rendah tentang tablet fe. Pengetahuan rendah disebabkan informasi yang kurang dipahami oleh responden tentang tablet fe. Tujuan :untuk mengetahui perbedaan pengetahuan ibu hamil trimester 1 tentang tablet fe sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan di Puskesmas Bangetayu Semarang.Metode :Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sampling jenuh. Penelitian ini menggunakan rancangan pengamatan awal dan pengamatan akhir dengan 36 responden ibu hamil trimester 1. Hasil :dapat diketahui bahwa tingkat pengetahuan responden sebelum dilakukan penyuluhan adalah berpengetahuan baik 4 responden (11,1%), berpengetahuan cukup 20 responden (55,6%) dan berpengetahuan kurang 12 responden (33,3%). Setelah dilakukan penyuluhan, tingkat pengetahuan responden menjadi baik ada 15 responden (41,7%), pengetahuan cukup 18 responden (50,0%), pengetahuan kurang (8,3%). Simpulan :ada perbedaan tingkat pengetahuan responden sebelum dan setelah penyuluhan tentang tablet fe.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG KARTU KEMBANG ANAK (KKA) DENGAN PRAKTEK STIMULASI PERKEMBANGAN PADA BALITA 1-3 TAHUN DI KELOMPOK BINA KELUARGA BALITA (BKB) PUJI LESTARI RW I KELURAHAN NGIJO KECAMATAN GUNUNGPATI SEMARANG Rustantina Rustantina; Dewi Elliana
Jurnal Kebidanan Vol 3, No 2 (2014): August 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.174 KB) | DOI: 10.26714/jk.3.2.2014.48-54

Abstract

Latar Belakang :Untuk mencapai tumbuh kembang optimal pada balita, harus dicukupi kebutuhan dasarnya yang meliputi kebutuhan biofisik dan psikososial. Pengetahuan ibu mengenai stimulasi perkembangan anak sangat diperlukan, sehingga ibu dapat melakukan praktik pemberian stimulasi perkembangan secara dini dengan menggunakan Kartu Kembang Anak (KKA) pada anak – anaknya. Tujuan :untuk mengetahui Hubungan pengetahuan ibu tentang Kartu Kembang Anak (KKA) dengan praktek sitmulasi perkembangan pada balita 1-3 tahun. Metode : Penelitian ini merupakan jenis penelitian korelasi dengan menggunakan metode penelitian crosectional Tehnik sampling yang digunakan adalah Random sampling yaitu berjumlah 44 responden, ibu yang mempunyai anak umur 1-3 tahun yang berada di wilayah kelompok Bina Keluarga Balita (BKB) Puji Lestari RW I Kelurahan Ngijo Kecamatan Gunungpati Semarang. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder, dengan menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil : penelitian dari 44 responden kelompok Bina Keluarga dan Balita (BKB) Puji Lestari RW I Kelurahan Ngijo Kecamatan Gunungpati Semarang. Distribusi frekuensi responden berdasarkan umurantara 25 – 30 tahun sebanyak 15 (48,4%); responden tamatSLTP sebanyak 15 (48,4%); responden dengan pengetahuan yang baik tentang Kartu Kembang Anak (KKA) sebanyak 28 (90,3%) dan respondendengan praktek simulasi perkembangan yang termasuk kategori melakukan sebanyak27 (87,1%). Dari uji alternatif untuk uji chi square yaitu uji fisher exact table diperoleh nilai p value sebesar0,01. Nilai p value lebih kecil dari 0,05 (0,002 < 0,05). Simpulan : ada Hubungan pengetahuan ibu tentang Kartu Kembang Anak (KKA) dengan praktek Simulasi Perkembangan pada balita 1 – 3 tahun di kelompok Bina Keluarga dan Balita (BKB) Puji Lestari RW I Kelurahan Ngijo Kecamatan Gunungpati Semarang.Kata Kunci: Tingkat Pengetahuan, Praktik Stimulasi Perkembangan
ANALISIS TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA DENGAN PRAKTEK KUNJUNGAN KE PIKKRR DI KOTA SEMARANG Titik Kurniawati; Asiyatun Martaningsih
Jurnal Kebidanan Vol 5, No 2 (2016): August 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.472 KB) | DOI: 10.26714/jk.5.2.2016.70-77

Abstract

Latar Belakang: Di Kota Semarang , tercatat jumlah remaja usia 10-19 tahun berjumlah 239.340 jiwa (16,15%) ,dengan data remaja putri berusia 10-19 tahun berjumlah 117.685 (49,17%) jiwa dari jumlah remaja putri keseluruhan (BPS ,2008). Tujuan: Untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan sikap remaja dengan praktek kunjungan ke PIKKRR di Kota Semarang Metode: Jenis penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional. Hasil: Sebagian responden mempunyai pengetahuan cukup sebanyak 28 (57,1%) responden dan pengetahuan kategori baik sebanyak 14 (28,6%) responden dan pengetahuan kurang sebanyak 7 (14,3%) , Sebagian responden mempunyai sikap tidak mendukung sebanyak 28 (57,1%) responden dan sikap mendukung sebanyak 21 (42,9%), Sebagian responden yang berkunjung tidak aktif sebanyak 41 (83,7%) responden dan kunjungan kategori aktif sebanyak 8 (16,3%), Sebagian besar responden dengan tingkat pengetahuan cukup sebesar 28 (100%) responden, dengan perincian responden yang melakukan kunjungan tidak aktif ke PIK KRR sebesar 26 (92,9%) responden dan responden yang melakukan kunjungan aktif ke PIK KRR sebesar 2 (7,1%) responden, Sebagian besar responden dengan kategori sikap tidak mendukung sebesar 28 (100%) responden, dengan perincian responden tidak aktif berkunjung ke PIK KRR sebesar 27 (96,4%) responden dan dengan kategori aktif berkunjung ke PIK KRR sebesar 1 (3,6%) responden. Sedangkan kategori Sikap mendukung sebesar 21 (100%) dengan perincian responden dengan tidak aktif berkunjung ke PIK KRR sebesar 14 (66,7%) responden dan responden dengan aktif berkunjung ke PIK KRR sebesar 7 (33,3%). Simpulan: Ada hubungan Pengetahuan dengan Praktek Kunjungan ke PIK KRR di Kota Semarang (p value 0,004<0,05), Ada hubungan sikap dengan Praktek Kunjungan ke PIK KRR (p value 0,005< 0,05).
FAKTOR RISIKO KEJADIAN PERSALINAN PREMATUR (STUDI DI BIDAN PRAKTEK MANDIRI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GEYER DAN PUSKESMAS TOROH TAHUN 2011) Dhina Novi Ariana; Sayono Sayono; Erna Kusumawati
Jurnal Kebidanan Vol 1, No 1 (2012): February 2012
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.169 KB) | DOI: 10.26714/jk.1.1.2012.33-40

Abstract

Persalinan prematur merupakan persalinan yang terjadi pada kehamilan kurang dari 37 minggu (antara 20-37 minggu) atau dengan berat janin kurang dari 2500 gram. Paritas ibu, riwayat prematur sebelumnya dan trauma ibu diduga merupakan penyebab terjadinya persalinan prematur. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui adanya hubungan antarafaktor paritas ibu, riwayat prematur sebelumnya dan trauma ibu dengan kejadian persalinan prematur. Jenis penelitian adalah analitik dengan rancangan penelitian case control. Sampel dibagi dalam 2 kelompok yaitu kelompok kasus dan kelompok kontrol. Faktor risiko paritas dan trauma ibu yaitu 41 kelompok kasus dan 41 kelompok kontrol, sedangkan faktor risiko riwayat prematur sebelumnya yaitu 26 kelompok kasus dan 26kelompok kontrol. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling yang memilih kelompok sampel sesuai dengan kriteria yang ditentukan. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian adalah tidak ada hubungan yang signifikanantara paritas ibu dengan persalinan prematur (ρ = 0,638) dan merupakan faktor protektif terjadinya persalinan prematur (OR = 0,717). Tidak ada hubungan yang signifikan antara riwayat prematur sebelumnya dengan persalinan prematur (ρ = 0,096), tetapi merupakan faktor risiko terjadinya persalinan prematur (OR = 3,022). Ada hubungan yang signifikan antara trauma ibu dengan persalinan prematur (ρ = 0,002) dan merupakan faktor risiko terjadinya persalinan prematur (OR = 5,020).
HUBUNGAN KONSUMSI FE TERHADAP KEJADIAN AMENIA PADA IBU HAMIL DI KABUPATEN KARAWANG TAHUN 2014 Juandra Darwanty
Jurnal Kebidanan Vol 7, No 1 (2018): February 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.041 KB) | DOI: 10.26714/jk.7.1.2018.14-22

Abstract

Menurut United Nation yang dikutip oleh Soegianto (1993), tingginya prevalensi anemia pada kehamilan melatarbelakangi terjadinya kematian ibu sewaktu hamil. Hasil riskesdas tahun 2013 ditemukan angka kejadian amenia pada kelompok ibu hamil sebesar 37,1 %. Di Jawa barat angka kejadian aneia 40-43%. Sedangkan angka kejadian anemia pada ibu hamil yang ada di Kabupaten Karawang adalah sebesar 45% . Hasil studi pendahuluan yang penulis lakukan dipuskesmas Tanjung pura ditemukan 40 % ibu hamil dengan anemia, sedagkan cakupan pemberian FE pada ibu hamil mencapai 87,6%. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Hoo Swie Tjiong di Rumah Sakit (RS) Dr. Cipto Mangunkusumo, frekuensi anemia dalam kehamilan banyak 18,5% , Pseudonemia 57,9% dan wanita hamil  dengan  Hb 12gr% atau lebih sebanyak 23,6%, Hb rata-rata 12,3 gr%  pada trimester satu,  11,3 gr% pada trimester dua dan 10,8 gr% pada trimester tiga. Penelitian lain yang dalakukan Nurhayati (2014) ada pengaruh pembeian FE terhadap kejadian Anemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Bagaimana hubungan antara konsumsi FE pada ibu hamil dengan kejadia anemia  pada kehamilan di kabupaten karawang. Desain penelitin ini adalah metode penelititan deskriptif analitik. Dengan pendekatan crossecsional. Teknik pengambilan sampel yang dilakukan adalah dengan teknik simple rondeon sampling pada ibu–ibu hamil trimester tiga puskesmas, dengklok, pedes, karawang kota dan purwasari kabupaten karawang, dengan jumlah sampel 111.  analisa univariat dan bivariat menggunakan uji statistik uji Chi Square dengan derajat kemaknaan 95%. Ada hubungannya kejadian anemia adalah Jumlah Fe yang dikonsumsi ibu selama hamil.
GAMBARAN PERILAKU PACARAN REMAJA DI PONDOK PESANTREN PUTRI K.H SAHLAN ROSJIDI (UNIMUS) SEMARANG Sri Pujiati; Edy Soesanto; Dwi Wahyuni
Jurnal Kebidanan Vol 2, No 2 (2013): August 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.14 KB) | DOI: 10.26714/jk.2.2.2013.13-21

Abstract

Latar belakang : Pacaran merupakan Masa pendekatan antar individu dari kedua lawan jenis, yang ditandai dengan saling pengenalan pribadi baik kekurangan dan kelebihan dari masing-masing individu. Dalam hal ini pacaran mempunyai dua jenis yaitu pacaran sehat dan pacaran tidak sehat. Pacaran sehat meliputi pacaran sehat secara fisik, psikis, dan sosial. Pacaran tidak sehat meliputi kissing, necking, petting dan intercourse.Tujuan : untuk mengetahui gambaran perilaku pacaran remaja di pondok pesantren K.H Sahlan Rosjidi. Metode : penelitian deskriptif dengan metode pendekatan cross sectional. Jumlah populasi 72 remaja yang berpacaran, kemudian pengambilan sampel dilakukan dengan teknik proportional sampling. Hasil : mayoritas berperilaku baik yaitu Perilaku pacaran sehat secara fisik baik sebanyak 68 remaja ( 94%), secara psikis baik sebanyak 49 remaja ( 68,1%), secara sosial baik sebanyak 51 remaja ( 70,8%), dan perilaku pacaran tidak sehat secara kissing sebanyak 51 remaja ( 70,8), secara necking sebanyak 55 remaja ( 70,8), secara petting sebanyak 60 remaja ( 83,3%) dan intercourse sebanyak 72 remaja ( 100%). Simpulan : perilaku pacaran remaja di pondok pesantren K.H Sahlan Rosjidi yaitu sebagian besar remaja berperilaku baik dalam berpacaran.
INTERPROFESSIONAL EDUCATION (IPE) DALAM KURIKULUM PENDIDIKAN KESEHATAN SEBAGAI STRATEGI PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN MATERNITAS Endah Sulistyowati
Jurnal Kebidanan Vol 8, No 2 (2019): August 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.56 KB) | DOI: 10.26714/jk.8.2.2019.123-131

Abstract

 Interprofessional education (IPE) telah dimulai di beberapa negara maju seperti Kanada, Inggris, Amerika, dan Australia sejak 53 tahun yang lalu. Penerapan IPE dalam kurikulum pendidikan kesehatan telah terbukti memberikan dampak positif terhadap peningkatan keterampilan komunikasi dan teamwork dari tenaga kesehatan. Penelitian ini merupakan Literature review yang bertujuan untuk mengeksplorasi dampak dari penerapan pendidikan interprofesi di kurikulum pendidikan kesehatan dalam peningkatan kualitas pelayanan maternitas. Artikel yang direview didapatkan melalui pencarian di data base elektronik seperti MEDLINE (OVID) 1996, CINAHL, and ERIC (EBSCO) menggunakan kata kunci seperti interprofessional education, curriculum, midwifery, dan maternity care. Selain itu, pencarian secara manual di Journal of Interprofessional care  juga dilakukan. Penelusuran artikel dibatasi hanya terbitan tahun 2009-2018. Dari penelusuran tersebut, didapatkan bahwa penerapan pendidikan interprofesi dalam kurikulum Pendidikan kesehatan dapat meningkatkan keterampilan komunikasi dan bekerja sama dalam tim yang merupakan kompetensi utama dalam praktik kolaborasi antar profesi kesehatan. Keterampilan ini sangat mendukung peningkatan pelayanan maternitas. Ego profesi, perbedaan budaya profesi, penjadwalan, sumberdaya pengajar, dan persepsi tentang IPE ditemukan sebagai hambatan dalam penerapan IPE. Dukungan dari institusi, kepemimpinan, dan lingkungan Pendidikan yang kondusif merupakan faktor pendukung terlaksananya IPE di institusi Pendidikan. Metode pembelajaran IPE yang dapat diterapkan dalam kurikulum kebidanan diantaranya: OSCE, diskusi studi kasus, praktik komunitas dan kegiatan ekstrakurikuler.