cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kebidanan
ISSN : 23018372     EISSN : 25497081     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kebidanan Universitas Muhammadiyah Semarang (e-ISSN : 2549-7081) provides a medium for those who want to publish their scientific articles from either research results or innovations in the fields of midwifery and health
Arjuna Subject : -
Articles 277 Documents
ANALYSIS OF THE EFFECT OF UNMET NEED FOR FAMILY PLANNING ON UNINTENDED PREGNANCY AT PANTI WILASA CITARUM HOSPITAL SEMARANG Ratnaningsih, Ester
Jurnal Kebidanan Vol 7, No 2 (2018): August 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.884 KB) | DOI: 10.26714/jk.7.2.2018.80-94

Abstract

Unmet need for family planning is defined as the percentage of women of reproductive age ,either married  or in a union, who want to stop or delay childbearing until 24 months but are not using any method of contraception to prevent pregnancy.Unmet need for family planning is a multidimentional  problem because it is influenced  on various  factors. Unmet need for family planning rate at Central Java in 2015 was 10,48%.This study aims to determine relationship between the incidence of unmet need for family planning and unintended  pregnancy.This study was ananalytic  survey with cross-sectional design. This study was  conducted among pregnant women who did not use any contraception method at Panti Wilasa Citarum Hospital Semarang in September-December 2017. The study samples were pregnant women as many as 92. Study instrument used here was aquestionnaire about unmet need for family planning, pregnancy and women knowledge on the types of contraception /family planning method which contained 20 questions.The results showed that 25 women (27,2%) were pregnant because they did not use any contraception method. The results indicated that unmet need for family planning had an effect on unintended pregnancy (p=0.001). There were effects of age, number of children and knowledge about the types of contraception /family planning method on unintended pregnancy. There was no significant correlation between education  with unintended pregnancy (p-value>0.05).It can be concluded that unmet need for family planning had a correlation with unintended pregnancy.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP TERHADAP AIR SUSU IBU PERAH (ASIP) DENGAN PRAKTIK PEMBERIAN ASIP PADA IBU BEKERJA DI KELURAHAN TANDANG KECAMATAN TEMBALANG KOTA SEMARANG Wulandari, Anestesia; Meikawati, Wulandari; Kumalasari, Novita
Jurnal Kebidanan Vol 2, No 2 (2013): August 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.482 KB) | DOI: 10.26714/jk.2.2.2013.61-65

Abstract

Latar belakang :Pada ibu yang bekerja pemberian ASI terhambat pada waktumenyusui karena intensitas pertemuan antara ibu dan anak yang kurang. Ibu menjadikan alasan pekerjaan sebagai penghambat pemberian ASI. Tidak jarang wanita karir lebih memilih memberikan susu formula pada bayinya dibandingkan dengan ASI. Akibatnya bayi lebih sering mengalami sakit dikarenakan daya tahan tubuhnya kurang baik. Dengan memberikan ASI akan memberikan kekebalan tubuh bagi bayi. Tujuan :untuk mengetahui adanya hubungan pengetahuan dan sikap tentang ASIP dengan praktik pemberian ASIP pada Ibu Bekerja di Kelurahan Tandang Kecamatan Tembalang Kota Semarang. Metode :Jenis penelitian yang digunakan adalahanalitik dengan pendekatan cross sectional. Variabel bebas yaitu pengetahuan dan sikap terhadap ASIP, sedangkan variabel terikatnya adalah praktik pemberian ASIP. Populasi dalam penelitian ini adalah 35 orang ibu bekerja yang memiliki bayi usia 4-9 bulan di Kelurahan Tandang, teknik pengambilan sampling yang digunakan yaitu total sampling. Hasil :Pengumpulan data dengan kuesioner dan uji statistik yang digunakan adalah Fisher Exact. Sebagian besar pengetahuan responden di kategori baik (60%). Sikap ibu bekerja terhadap ASIP sebagian besar positif (60%), dan yang negatif (40%). Responden yang tidak melakukan praktik ASIP (71,4%) dan yang melakukan (28,6%). Simpulan :Hasil uji Fisher Exact ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu dengan praktik pemberian ASIP pada ibu). Ada hubungan antara sikap terhadap ASIP dengan praktik pemberian ASIP pada ibu bekerja.
HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN FREKUENSI KUNJUNGAN ULANG NIFAS DI WILAYAH PUSKESMAS PURWOYOSO KOTA SEMARANG Uswatun Hasanah; Dewi Puspitaningrum; Agustin Rahmawati
Jurnal Kebidanan Vol 3, No 2 (2014): August 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (42.25 KB) | DOI: 10.26714/jk.3.2.2014.38-42

Abstract

Latar belakang : Pada masa nifas merupakan masa yang paling rawan bagi ibu. Hal ini dapat dilihat dari kejadian maternal paling banyak adalah pada waktu nifas sebesar (48,65%). kunjungan nifas merupakan kunjungan yang dilakukan oleh ibu setelah melahirkan dengan jumlah 4x kunjungan. Kunjungan nifas menurut data hasil jumlah grafik puskesmas di kota semarang, Puskesmas purwoyoso memiliki angka kunjungan nifas tertinggi pada tahun 2011 dengan jumlah kunjungan lengkap yaitu (104,8%). Dalam hal ini peran serta dukungan suami sangat berpengaruh terhadap frekuensi kunjungan ulang ibu nifas. Tujuan : penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara dukungan suami dengan frekuensi kunjungan ulang nifas di Wilayah Puskesmas Purwoyoso Kota Semarang. Metode : Penelitian ini merupakan jenis penelitian analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Jumlah populasi sebanyak 79 ibu nifas dengan sampel 44 responden di Wilayah Puskesmas Purwoyoso Kota Semarang dengan menggunakan kuesioner wawancara. Teknik sampling yang di gunakan berupa Simple Random Sampling menggunakan metode teknik undian. Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat. Hasil : Berdasarkan hasil Uji Chi Square di dapatkan nilai fisher exact dengan p value sebesar (0,002) < α (0,05). Simpulan : Ada hubungan antara dukungan suami dengan frekuensi kunjungan ulang nifas di Wilayah Puskesmas Purwoyoso Kota Semarang.
PERBEDAAN PENGETAHUAN DAN SIKAP WANITA USIA SUBUR TENTANG DETEKSI DINI CA MAMMAE DI RW I KELURAHAN BERINGIN, KECAMATAN NGALIYAN, KOTA SEMARANG Zakiyah Sefiani Ridwan; Nuke Devi Indrawati; Siti Istiana
Jurnal Kebidanan Vol 5, No 1 (2016): February 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.334 KB) | DOI: 10.26714/jk.5.1.2016.53-60

Abstract

Latar Belakang: Hasil studi pendahuluan yang telah dilakukan peneliti pada 10 Wanita Usia Subur menunjukkan bahwa WUS tidak tahu tentang deteksi dini Ca mammae karena belum pernah dilakukan sosialisasi dari puskesmas tentang deteksi dini Ca mammae. Tujuan: Mengetahui perbedaan pengetahuan dan sikap Wanita Usia Subur tentang deteksi dini Ca mammae sebelum dan sesudah penyuluhan di RW I, Kelurahan Beringin, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian Quasi Experiment dengan teknik pengambilan sampling menggunakan proportional random sampling. Penelitian ini menggunakan rancangan One Group Pre Test dan Post Test Design dengan 71 responden Wanita Usia Subur usia 15-49 tahun. Hasil: Sebelum dilakukan penyuluhan WUS memiliki pengetahuan baik tentang deteksi dini ca mammae sebanyak 57,7%, dan sikap WUS sebelum penyuluhan yang tidak mendukung sebanyak 54,9%. Setelah dilakukan penyuluhan tentang deteksi dini ca mammae, pengetahuan WUS meningkat menjadi baik yaitu 91,5%, dan sikap WUS yang mendukung setelah penyuluhan menjadi 80,3%. Ada perbedaan pengetahuan dan sikap tentang deteksi dini ca mammae sebelum dan sesudah penyuluhan dengan nilai p-value 0,000. Simpulan: Ada perbedaan pengetahuan dan sikap WUS tentang deteksi dini Ca mammae sebelum dan sesudah penyuluhan di RW I Kelurahan Beringin Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang.Kata kunci : Pengetahuan, sikap, penyuluhan, deteksi dini Ca mammae
PELAKSANAAN PATIENT SAFETY DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DAN RUMAH SAKIT UMUM SWASTA BANTUL BERDASARKAN KETENTUAN UNDANG-UNDANG NOMOR 44 TAHUN 2009 TENTANG RUMAH SAKIT Yuni Fitriana; Kurniasari Pratiwi
Jurnal Kebidanan Vol 7, No 1 (2018): February 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (43.318 KB) | DOI: 10.26714/jk.7.1.2018.28-39

Abstract

Latar belakang: Keselamatan pasien sebagai suatu sistem memberikan asuhan kepada pasien lebih aman, mencegah cedera akibat kesalahan karena melakukan tindakan atau tidak melakukan tindakan yang seharusnya dilakukan. Insiden keselamatan pasien meliputi kesalahan medis (medical errors), kejadian yang tidak diharapkan (adverse event), dan nyaris terjadi (near miss). Undang-undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit bertujuan memberikan perlindungan kepada pasien, masyarakat, dan sumber daya manusia, mempertahankan dan meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit, serta memberi kepastian hukum kepada masyarakat dan rumah sakit. Program Sasaran Keselamatan Pasien mengacu pada Nine Saving Safety Solution.Tujuan :mengetahui perbedaan Pelaksanaan Patient Safety Di RSUD Dan RSU Swasta Bantul Berdasarkan Ketentuan Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 Tentang Rumah Sakit, serta cara mengatasi.Metode Penelitian : Jenis penelitian kuantitatif ,metode pendekatan analitik komparatif. Sample penelitian sebanyak 40 orang dengan teknik total sample dan simple random sample. Alat instrumen dengan kuesioner dan indept interview meliputi nine saving safety solution. Analisa data secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji T-independent wilcoxon.Hasil Penelitian : Sebagian besar pelaksanaan patient safety di RSUD dan RSU Swasta Bantul dalam kategori baik yaitu sebanyak 22 (55,0%) dan 26 (65,0%). Tidak terdapat perbedaan pelaksanaan patient safety di RSUD dan RSU Swasta Bantul, dengan uji wilcoxon nilai probabilitas sebesar 0,475 (α>0,05)Kesimpulan : Cara mengatasi hambatan dalam pelaksanaan patient safety perlu adanya pelatihan bagi Tenaga kesehatan secara berkala berkaitan dengan patient safety, adanya kerjasama dari berbagai pihak di rumah sakit serta sarana dan prasarana penunjang juga harus dilengkapi agar pelaksanaan patient safety dapat berjalan dengan baik
ANALISIS FAKTOR PENYULIT DALAM PEMBERIAN ASI SECARA ON DEMAND DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KALIMANAH KABUPATEN PURBALINGGA TAHUN 2013 Febriningsih, Ayu; Trisnawati, Yuli; Retnowati, Misrina
Jurnal Kebidanan Vol 2, No 2 (2013): August 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.546 KB) | DOI: 10.26714/jk.2.2.2013.1-7

Abstract

Latar Belakang : Menyusui pada permintaan adalah di mana ibu menyusui bayinya setiap permintaan dan bukan per jam. Kendala dalam menyusui on demand masalah dengan ibu dan bayi. Tujuan : Untuk menentukan faktor yang terkait dengan kesulitan dalam permintaan menyusui. Metode : Penelitian ini wass korelasi deskriptif dengan desain cross sectional. Sampel adalah ibu menyusui baru yang memiliki bayi berusia 0-6 bulan di Puskesmas Kalimanah Purbalingga sebagai 78 orang. Metode analisis data yang digunakan validitas isi. Hasil : Pengetahuan tentang keperawatan ibu sebagian besar cukup baik sebanyak 48 orang ( 61,5 % ) , ibu menyusui bekerja sebagian besar tidak bekerja sebanyak 49 orang ( 62,8 % ) , sikap ibu menyusui cukup baik karena sebagian besar 49 orang ( 62,8 % ) , sebagian besar ibu menyusui untuk menyusui bayinya pada permintaan sebanyak 53 orang ( 67,9 % ) , ada hubungan antara pengetahuan menyusui kesulitan dalam memberikan ibu menyusui on demand ( p = 0,005 dan 0,347 cc = ) , ada hubungan antara kesulitan pekerjaan ibu menyusui terhadap ibu dalam menyusui on demand ( p = 0,004 dan 0,308 cc = ) , ada hubungan antara sikap ibu terhadap ibu menyusui dalam kesulitan menyusui on demand ( p = 0,001 dan 0,399 cc = ). Kesimpulan : Ada hubungan antara pengetahuan, kerja dan sikap terhadap ibu menyusui dalam kesulitan menyusui on demand.
FENOMENA PERGESERAN BUDAYA DENGAN TREND PERNIKAHAN DINI DI KABUPATEN SLEMAN D.I. YOGYAKARTA yekti satriyandari
Jurnal Kebidanan Vol 8, No 2 (2019): August 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.386 KB) | DOI: 10.26714/jk.8.2.2019.105-114

Abstract

Pernikahan merupakan ikatan suci yang menyatukan antara laki-laki dan perempuan. Yogyakarta memiliki angka yang tinggi kasus pernikahan dini. Adanya pergeseran budaya menjadi salah satu penyebabnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui fenomena pergeseran budaya dengan trend pernikahan dini.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Pendekatan waktu cross sectional. Pengambilan data indepht interview. Teknik pengambilan sampel purposive sampling.Populasi adalah seluruh pasangan usia subur yang ada di Kecamatan Godean yang menikah dini usia kurang dari 16 tahun untuk perempuan dan kurang dari 19 untuk laki-laki. Subyek penelitian ini Tenaga kesehatan 1, Petugas KUA 1, Tokoh Masyrakat 1, Orangtua yang  memiliki anak menikah dini 5, dan pasangan yang menikah dini 5.Faktor remaja melakukan pernikahan dini diKecamatan Godean karena kehamilan tidak diinginkan dan saat ini fenomena pernikahan dini karena kehamilan tidak diinginkan bukan menjadi hal  tabu lagi di masyarakat meskipun itu adalah aib yang seharusnya di tutupi namun karena mengalami pergeseran budaya hal tersebut sudah menjadi fenomena biasa yang ada di masyarakat.Pasangan yang menikah dini kurang memiliki kesiapan fisik, sosial, psikologis dan spiritual. Pasangan yang menikah dini tidak dapat melanjutkan pendidikan sehingga sulit mendapatkan pekerjaan yang menimbulkan masalah keuangan dalam rumah tangga. Dampak lain kurangnya keharmonisan dalam keluarga. Dalam mengatasi hal tersebut Puskesmas dan KUA mengadakan program khusus bagi calon penganten yaitu pembinaan pra nikah dan adanya kerjasama lintas sektoral. 
PENGARUH BABY SPA TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR PADA BAYI USIA 3-6 BULAN DI MOM’ME ORGANIC BABY AND KIDS SPA KOTA SEMARANG Unggul Budi Purnamasari; Fitriani Nur Damayanti; Siti Nurjanah
Jurnal Kebidanan Vol 4, No 2 (2015): August 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.226 KB) | DOI: 10.26714/jk.4.2.2015.40-43

Abstract

Latar Belakang : Aspek tumbuh kembang pada anak adalah salah satu aspek yang diperhatikan secara serius oleh para pakar. Berdasarkan studi pendahuluan di lingkup Mom’me Organic Baby And Baby Spa menemukan 6 dari 10 bayi dicurigai mengalami keterlambatan perkembangan dengan skrining menggunakan Denver Developmental Skrinning Test II (DDST II). Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh baby spa terhadap perkembangan motorik kasar pada bayi usia 3-6 bulan di Mom’me Organic Baby And Baby Spa. Metode : Penelitian ini bersifat pre-experimental design dengan pendekatan posttest only design. Alat ukur yang digunakan yaitu dengan Denver Development Screening Test II (DDST II). Teknik sampling menggunakan accidental sampling. Hasil : Pada analisis univariat frekuensi treatment baby spa yang telah dilakukan responden usia 3-6 bulan mayoritas dilakukan 2x treatment sebanyak 9 responden (33.33%), sedangkan pada perkembangan motorik kasar mayoritas responden mengalami perkembangan yang normal sebanyak 20 responden (74.07%). Dengan menggunakan uji chi-square diperoleh hasil p value sebesar 0,000 < 0,05, maka dinyatakan Ho ditolak. Simpulan : Ada pengaruh baby spa terhadap perkembangan motorik kasar pada bayi usia 3-6 bulan di Mom’me Organic Baby And Baby Spa.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK DAN DUKUNGAN TENAGA KESEHATAN DENGAN PERILAKU WANITA USIA SUBUR (WUS) TENTANG PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) UNTUK DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA DI KELURAHAN BULUSTALAN KOTA SEMARANG Novita Nining Anggraini
Jurnal Kebidanan Vol 6, No 2 (2017): August 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.042 KB) | DOI: 10.26714/jk.6.2.2017.68-73

Abstract

Latar belakang: Masalah kanker payudara ditandai dengan masih tingginya angka kematian yang disebabkan paling utama oleh karena keterlambatan diagnosa, diikuti keterlambatan pengobatan. Keterlambatan diagnosa lebih disebabkan oleh karena kedatangan pasien di rumah sakit pada stadium lanjut. Beberapa data menunjukkan bahwa lebih dari 50% pasien datang dalam stadium lanjut (Stage III dan IV). Risiko kanker payudara akan semakin meningkat dengan bertambahnya usia. Usia termuda untuk terjadinya kanker payudara adalah usia 10 – 14 tahun dan peningkatan prevalensi kanker payudara terjadi pada kelompok usia kurang dari 45 tahun dan Masa inkubasi masa kanker payudara diperkirakan 8-12 tahun. Tujuan penelitian : mengetahui berhubungan karakteristik dan dukungan tenaga kesehatan dengan perilaku SADARI untuk deteksi dini kanker payudara pada wanita usia 20-40 tahun di Kelurahan Bulustalan Kota Semarang. Jenis penelitian : deskriptif korelasi. penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Variabel bebas adalah karakteristik umur dan pendidikan dan sebagai variabel terikat adalah perilaku wanita terhadap parktik SADARI. Sebanyak 104 wanita usia 20 – 40 tahun yang menjadi sampel penelitian. Pengumpulan data menggunakan angket. Analisis data secara univariat dan bivariat dengan uji statistik chi square. Hasil: tidak ada hubungan yang signifikan dengan perilaku SADARI (p value 0,202 dan hasil uji chi square dengan CI = 95% p value > (0,05 ) tidak ada hubungan yang signifikan terhadap perilaku SADARI dengan p value 0,096 dan hasil uji chi square dengan CI = 95% p value > (0,05), tidak ada hubungan yang signifikan antara dukungan tenaga kesehatan dengan perilaku SADARI, p value 0,113.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG HIV/AIDS DAN VCT DENGAN SIKAP TERHADAP KONSELING DAN TES HIV/AIDS SECARA SUKARELA DI PUSKESMAS KARANGDORO SEMARANG Titik Nuraeni; Nuke Devi Indrawati; Agustin Rahmawati
Jurnal Kebidanan Vol 2, No 1 (2013): February 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.31 KB) | DOI: 10.26714/jk.2.1.2013.%p

Abstract

Kasus HIV/AIDS bagaikan gunung es, yang nampak hanya permukaan belaka namun kasus yang sesungguhnya jauh lebih besar daripada kasus yang nampak.Karena HIV/AIDS sendiri merupakan salah satu penyakit yang masih ditakuti orang pada umumnya.Tidak terkecuali pada ibu hamil. Karena apabila ibu hamil mengidap HIV/AIDS, sang janin juga dapat tertular apabila tidak ada intervensi yang baik. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian analitik korelasi dengan menggunakan desain cross sectional. Subyek dalam penelitian ini adalah 45 ibu hamil yang melakukan ANC di Puskesmas Karangdoro Semarang bulan Juli-Agustus 2011. Proses pengambilan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan distribusi frekuensi dan uji Chi Kuadrat. Ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu hamil tentang HIV/AIDS dan VCT dengan sikap terhadap konseling dan tes HIV/AIDS di Puskesmas Karangdoro Semarang sebesar X2 hitung 7,240>3,841. Hasil uji korelasi Chi Square didapatkan hasil ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu hamil tentang HIV/AIDS dan VCT dengan sikap terhadap konseling dan tes HIV/AIDS secara sukarela di Puskesmas Karangdoro Semarang. Kata Kunci : ibu hamil, HIV/AIDS, VCT

Page 8 of 28 | Total Record : 277