cover
Contact Name
Ayu Suraduhita
Contact Email
ayusuraduhita@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalabkpmi2025@gmail.com
Editorial Address
Jl. Joe No. 7 Lenteng Agung Jakarta Selatan 12610
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Teknologi Bank Darah
ISSN : -     EISSN : 26210568     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Teknologi Bank Darah merupakan media publikasi ilmiah yang dikelola dan diterbitkan oleh UPPM Akademi Bakti Kemanusiaan Palang Merah Indonesia (ABK PMI) yang memiliki fokus pada penelitian, kajian, dan inovasi terkait teknologi, manajemen, serta praktik terbaik dalam bidang transfusi darah dan pelayanan bank darah. Jurnal ini ditujukan untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan melalui pemanfaatan teknologi dan riset terkini dari para akademisi maupun praktisi. Cakupan topik : Teknologi bank darah. Sistem informasi manajemen dalam bidang pelayanan darah. Inovasi perangkat medis untuk penyimpanan, pengolahan, dan distribusi darah. Manajemen mutu dan keamanan darah. Teknologi laboratorium medis. Kebijakan, regulasi, dan standar pelayanan darah. Pendidikan, pelatihan, dan pengembangan SDM di bidang transfusi darah. Kesehatan Masyarakat dalam bidang pelayanan darah. Psikologi dalam bidang pelayanan darah.
Articles 25 Documents
Gambaran Antibodi yang terdeteksi pada pemeriksaan Identifikasi Ab Irreguler di UDD PMI DKI Jakarta Tahun 2017 – 2022 Muhamad Ilham Fauzan; Ayu Suraduhita
Jurnal Teknologi Bank Darah JTBD Vol.4 No.2 (Desember 2025)
Publisher : Akademi Bakti Kemanusiaan Palang Merah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65228/jtbd.v5i1.23

Abstract

Pasien dengan transfusi berulang diduga membentuk antibodi ireguler pada sel darah merah yang dapat menyulitkan pada pencocokan darah pasien dengan donor pada uji kompatibilitas. Unit Donor Darah DKI Jakarta melakukan pemeriksaan identifikasi antibodi terhadap sampel yang telah dinyatakan inkompatibel pada pemeriksaan crossmatching. Dengan tujuan menganalisa antibodi ireguler yang sering terdeteksi pada pemeriksaan identifikasi antibodi di unit donor darah DKI Jakarta tahun 2017-2022. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif dengan cara mengumpulkan data yang diperoleh dari hasil pengkajian data terhadap jenis antibodi ireguler yang terdeteksi pada pemeriksaan identifikasi antibodi di unit donor darah DKI Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data terhadap ireguler antibodi yang terdeteksi pada pemeriksaan identifikasi antibodi di unit donor darah DKI Jakarta selama 5 tahun dari 2017-2022 didapatkan total sampel inkompatibel sebanyak 4160, ditemukan 49 jenis antibodi ireguler dan antibodi non spesifik pada sampel pasien inkompatibel, termasuk sampel pasien dengan multipel antibodi telah terdeteksi, antibodi Anti-E sebagai antibodi dengan proporsi tertinggi di tiap tahunnya yakni sebanyak 779 (18,73%) sampel, dengan hasil persentase trend Anti-E yaitu pada bulan juni 2017-mei 2018 sebanyak 119 (15,28%), juni 2018-mei 2019 sebanyak 159 sampel (20,41%), juni 2019-mei 2020 sebanyak 186 sampel (23,88%), juni 2020-mei 2021 sebanyak 133 sampel (17,07%), juni 2021-mei 2022 sebanyak 182 sampel (23,36%). Pembahasan Penting dilakukan pemeriksaan lanjutan antibodi ireguler dengan pemerikaan identifikasi antibodi, untuk mencegah terjadinya reaksi. Kesimpulan dari hasil penelitian didapatkan antibodi Anti-E pada Juni 2017 – Mei 2020 terus terjadi peningkatan, namun terjadi penurunan pada rentang waktu berikutnya yakni Juni 2020 – Mei 2021, kemudian kembali meningkat di bulan Juni 2021 – Mei 2022.
GAMBARAN KADAR HEMOGLOBIN PADA CALON PENDONOR PEROKOK AKTIF DAN PEROKOK PASIF DI UDD PMI KOTA YOGYAKARTA: A PICTURE OF HEMOGLOBIN LEVELS IN PROSPECTIVE DONORS WHO ARE ACTIVE AND PASSIVE SMOKERS AT THE BLOOD TRANSFUSION UNIT OF THE INDONESIAN RED CROSS YOGYAKARTA CITY Purbantini , Simpran; Zain, Kumara Rahmawati; Widyaswara, Gravinda; Tirtana, Arif
Jurnal Teknologi Bank Darah JTBD Vol.4 No.2 (Desember 2025)
Publisher : Akademi Bakti Kemanusiaan Palang Merah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65228/jtbd.v5i1.24

Abstract

Hemoglobin adalah pigmen protein pembawa oksigen yang memberi warna merah pada sel darah merah. Merokok berdampak buruk pada kesehatan dan dapat memengaruhi komponen darah seperti eritrosit, trombosit dan hemoglobin. Kandungan rokok seperti nikotin dan zat kimia dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah, mengurangi aliran oksigen ke jaringan tubuh. Tubuh akan meningkatkan produksi sel darah merah untuk mengangkut oksigen. Donor darah merupakan tindakan kemanusiaan yang penting dalam dunia medis. Seleksi donor bertujuan melindungi kesehatan pendonor. Penelitian ini bertujuan membandingkan kadar hemoglobin pada pendonor perokok aktif dan pasif di UDD PMI Kota Yogyakarta. Penelitian menggunakan metode observasional deskriptif dengan desain cross-sectional, dua variabel bebas (perokok aktif dan pasif), serta satu variabel terikat (kadar hemoglobin). Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan pengukuran kadar hemoglobin dengan automatic Hb meter. Hasil dari 100 responden menunjukkan kadar hemoglobin rata-rata perokok aktif sebesar 14,41 g/dL dan perokok pasif 14,61 g/dL.
ANALISIS PERBANDINGAN KADAR HEMATOKRIT SAMPEL DARAH SEGERA DAN TUNDA DENGAN HEMATOLOGY ANALYZER DI UTD PMI SURABAYA TAHUN 2025 Wahyuni, Nuris Sobriyanti; Kwarta, Cityta Putri; Khairoh, Miftahul
Jurnal Teknologi Bank Darah JTBD Vol.4 No.2 (Desember 2025)
Publisher : Akademi Bakti Kemanusiaan Palang Merah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65228/jtbd.v4i2.25

Abstract

Latar belakang: Hematokrit merupakan perbandingan jumlah eritrosit dengan volume darah keseluruhan yang dihitung dalam persentase. Kerusakan eritrosit dapat menyebabkan berbagai perubahan pada parameter hematologi, termasuk hematokrit. Hematokrit yang mengukur proporsi sel darah merah dapat mengalami penurunan jika ada kerusakan eritrosit yang signifikan, karena jumlah sel darah merah berkurang. Tujuan: Untuk mengetahui adakah perbedaan kadar hematokrit sampel darah segera dan tunda dengan hematology analyzer di UTD PMI Surabaya tahun 2025. Metodologi Penelitian: Jenis penelitian ini yaitu observasional analititik yang bersifat komparatif . Penelitian ini membandingkan hasil kadar hematokrit sampel darah segera dan tunda menggunakan alat hematology analyzer dengan 38 sampel darah sebagai bahan pemeriksaan. Hasil: Hasil analisis uji statistik dengan paired T-test menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan antara hasil kadar hematokrit pada pemeriksaan sampel darah segera (0 jam) dan Tunda (6 jam) dengan hematology analyzer mendapatkan nilai sign (2-tailed) = 0.379 yang berarti nilainya lebih besar dari nilai signifikansi α 0.05 atau p ˃ α (0.379 ˃ 0.05) maka Ha ditolak dan H0 diterima. Sehingga hasil uji statistik menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil kadar hematokrit sampel darah segera dan tunda dengan hematology analyzer. Kesimpulan: Tidak ada perbedaan kadar hematokrit sampel darah segera (0 jam) dan tunda (6 jam) dengan hematology analyzer di UTD PMI Surabaya Tahun 2025.
PENGARUH PENCUCIAN DARAH PADA KONFIRMASI GOLONGAN DARAH SISTEM ABO METODE TABUNG DI UTD PMI SURABAYA Wuru, Maria Yolanda; Kwarta, Cityta Putri; Khairoh, Miftahul
Jurnal Teknologi Bank Darah JTBD Vol.4 No.2 (Desember 2025)
Publisher : Akademi Bakti Kemanusiaan Palang Merah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65228/jtbd.v4i2.26

Abstract

Latar Belakang : Golongan darah sistem ABO sangat penting dalam transfusi darah untuk mencegah reaksi yang membahayakan. Metode tabung banyak digunakan untuk verifikasi golongan darah di Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Surabaya. Namun, sisa plasma pada sel darah merah dapat mengganggu hasil aglutinasi dan menurunkan akurasi pemeriksaan. Pencucian darah sebelum pengujian dilakukan untuk menghilangkan plasma dan faktor pengganggu lainnya. Tujuan: Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh pencucian darah terhadap konfirmasi golongan darah sistem ABO metode tabung di UTD PMI Surabaya. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah darah golongan AB rhesus positif sebanyak 23 sampel diambil dengan Teknik quota ampling. Pemeriksaan dilakukan dengan mengamati derajat aglutinasi menggunakan skala ordinal dari negatif hingga 4+ menggunakan ceklist dan dianalisis menggunakan uji signifikan Wilcoxon. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada darah yang tidak dicuci, 100% sampel menunjukkan tidak ada perubahan aglutinasi, sedangkan pada darah yang dicuci, terdapat perubahan aglutinasi pada 30,4% sampel dengan nilai sign.Kesimpulan : Pencucian darah memiliki pengaruh yang signifikan terhadap hasil verifikasi golongan darah sistem ABO menggunakan metode tabung di UTD PMI Surabaya, sehingga disarankan agar prosedur pencucian darah dapat diterapkan dalam praktik transfusi untuk meningkatkan akurasi pemeriksaan golongan darah.
GAMBARAN PENANGANAN DONOR DARAH CEKAL BERDASARKAN HASIL IMLTD REAKTIF DI UDD PMI PROVINSI DKI JAKARTA TAHUN 2024: Studi Deskriptif terhadap Prosedur Penanganan dan Tindak Lanjut Donor Annisa, Dwi
Jurnal Teknologi Bank Darah JTBD Vol.4 No.2 (Desember 2025)
Publisher : Akademi Bakti Kemanusiaan Palang Merah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65228/jtbd.v4i2.27

Abstract

Penanganan donor darah yang dicekal akibat hasil uji saring Infeksi Menular Lewat Transfusi Darah (IMLTD) reaktif merupakan langkah penting dalam menjaga kualitas dan keamanan darah yang akan ditransfusikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penaganan donor darah cekal berdasarkan hasil reaktif IMLTD di UDD PMI Prov. DKI Jakarta pada tahun 2024. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan data sekunder dari Sistem Informasi Transfusi Darah (SITD). Penelitian ini menunjukan hasil dari total 373.324 donasi darah, sebanyak 4.964 sampel menunjukan hasil reaktif, dengan hasil reaktif HbsAg (0,24%),HCV (0,21%), HIV (0,09%), Sifilis (0,032%) menggunakan metode ChLIA, serta NAT (0,48%). Dari 3.875 pendonor yang menerima notifikasi, 1.982 (51%) hadir untuk konseling. Metode pemberitahuan paling tinggi adalah melalui pengantar dokter (80%) dibandingkan dengan telepon (32%) dan surat (16%). Penelitian ini menunjukan perlunya pendekatan langsung dan personal dalam meningkatkan kesadaran pendonor reaktif untuk melakukan konseling dan pemeriksaan lanjutan

Page 3 of 3 | Total Record : 25