cover
Contact Name
Ayu Suraduhita
Contact Email
ayusuraduhita@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalabkpmi2025@gmail.com
Editorial Address
Jl. Joe No. 7 Lenteng Agung Jakarta Selatan 12610
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Teknologi Bank Darah
ISSN : -     EISSN : 26210568     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Teknologi Bank Darah merupakan media publikasi ilmiah yang dikelola dan diterbitkan oleh UPPM Akademi Bakti Kemanusiaan Palang Merah Indonesia (ABK PMI) yang memiliki fokus pada penelitian, kajian, dan inovasi terkait teknologi, manajemen, serta praktik terbaik dalam bidang transfusi darah dan pelayanan bank darah. Jurnal ini ditujukan untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan melalui pemanfaatan teknologi dan riset terkini dari para akademisi maupun praktisi. Cakupan topik : Teknologi bank darah. Sistem informasi manajemen dalam bidang pelayanan darah. Inovasi perangkat medis untuk penyimpanan, pengolahan, dan distribusi darah. Manajemen mutu dan keamanan darah. Teknologi laboratorium medis. Kebijakan, regulasi, dan standar pelayanan darah. Pendidikan, pelatihan, dan pengembangan SDM di bidang transfusi darah. Kesehatan Masyarakat dalam bidang pelayanan darah. Psikologi dalam bidang pelayanan darah.
Articles 20 Documents
ANALISA FAKTOR PENYEBAB PENOLAKAN CALON PENDONOR WANITA BERDASARKAN KADAR HB Sahruni; Dewi Kusuma Astuti
Jurnal Teknologi Bank Darah JTBD Vol.3 No.2 (Desember 2024)
Publisher : Akademi Bakti Kemanusiaan Palang Merah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65228/jtbd.v3i2.11

Abstract

Pelayanan transfusi darah adalah salah satu bentuk layanan kesehatan yang menggunakan darah manusia sebagai bahan untuk perawatan demi tujuan kemanusiaan. Pada proses seleksi calon pendonor ada beberapa syarat yang harus dipenuh. Adapun salah satu faktor penyebab utama pada penolakan seleksi donor diantaranya adalah kadar hemoglobin (Hb). Setiap individu memiliki tingkat hemoglobin yang bervariasi, dan ini bisa dipengaruhi oleh berbagai aspek, seperti kebiasaan hidup seseorang. Beberapa di antaranya adalah kurangnya istirahat, pola makan yang tidak seimbang (tidak cukup mengonsumsi makanan kaya protein dan zat besi), serta konsumsi kafein. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa factor penyebab penolakan calon pendonor wanita berdasarkan Hb. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif dengan metode accidental sampling yaitu berupa suatu pengambilan data pada saat yang diambil secara kebetulan pada waktu tertentu, penelitian dilakukan di UTD PMI Kabupaten Bekasi. Jumlah penolakan terhadap calon pendonor perempuan karena kadar Hb yang rendah di UTD PMI Kabupaten Bekasi pada bulan Juni mencapai 18 orang. Penelitian menunjukkan hasil dengan persentase kadar hemoglobin terendah yaitu 10,0 gr/dL sebesar 5,5%. Selain itu, faktor yang paling tinggi berasal dari menstruasi dengan presentase 94 %.
ANALISIS PASIEN THALASEMIA YANG MELAKUKAN PERMINTAAN DARAH DI UTD PMI KABUPATEN BEKASI Devi Rahmawati; Robby Nur Aditya
Jurnal Teknologi Bank Darah JTBD Vol.3 No.2 (Desember 2024)
Publisher : Akademi Bakti Kemanusiaan Palang Merah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65228/jtbd.v3i2.13

Abstract

Latar Belakang: Thalasemia adalah penyakit kelainan pada darah yang diperoleh secara genetik dari kedua orangtuanya, menyebabkan sel darah merah cepat hancur atau hemolisis. Transfusi darah tindakan yang sering dilakukanpasien thalasemia, karena kebanyakan dari pasien thalasemia mempunyai kadar hemoglobin kurang dari normal.Tujuan penelitian: untuk mengetahui gambaran karakteristik pasien thalasemia yang melakukan permintaan darahdi UTD PMI Kabupaten Bekasi berdasarkan jenis kelamin, usia, volume kebutuhan darah, jenis komponen darahdan permintaan pasien dalam sebulan. Jenis penelitian: deskriptif analisis menggunakan data sekunder pasienthalasemia di UTD PMI Kabupaten Bekasi. Subyek penelitian: data pasien thalasemia yang melakukan permintaandarah di UTD PMI Kabupaten Bekasi pada tahun 2020. Hasil penelitian: menunjukkan pasien thalasemia yangmelakukan permintaan darah di UTD PMI Kabupaten Bekasi berdasarkan jenis kelamin terbanyak adalahperempuan 45 pasien (51%), berdasarkan usia tertinggi 0 – 5 tahun dan 10 – 17tahun 27 pasien (30%),berdasarkan volume kebutuhan darah terbanyak 250 ml 61 pasien (69%), jenis produk darah dengan permintaandropping PRC Leucodepleted NAT 1.812 kantong (64%) dan permintaan datang di UTD PRC Leucodepleted 612kantong (22%) dan rata –rata permintaan setiap pasien dalam sebulan minimal adalah 1 kali dan maksimal 3 kali.Kesimpulan: karakteristik pasien thalasemia yang melakukan permintaan darah di UTD PMI Kabupaten Bekasipada tahun 2020, jumlah terbanyak berjenis kelamin perempuan, usia 0 – 5 tahun dan 10 -17 tahun, volumekebutuhan darah 250 ml, jenis produk darah dengan permintaan dropping adalah PRC Leucodepleted NAT danpermintaan yang datang ke UTD adalah PRC Leucodepleted, rata – rata permintaan darah dalam sebulan minimal1 kali dan maksimal 3 kali.
GAMBARAN ANTIBODI YANG TERDETEKSI PADA PEMERIKSAAN IDENTIFIKASI AB IRREGULER DI UDD PMI DKI JAKARTA TAHUN 2017-2022 Muhamad Ilham Fauzan; Ayu Suraduhita
Jurnal Teknologi Bank Darah JTBD Vol.3 No.2 (Desember 2024)
Publisher : Akademi Bakti Kemanusiaan Palang Merah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65228/jtbd.v3i2.14

Abstract

Pasien dengan transfusi berulang diduga membentuk antibodi ireguler pada sel darah merah yang dapat menyulitkan pada pencocokan darah pasien dengan donor pada uji kompatibilitas. Unit Donor Darah DKI Jakarta melakukan pemeriksaan identifikasi antibodi terhadap sampel yang telah dinyatakan inkompatibel pada pemeriksaancrossmatching. Dengan tujuan menganalisa antibodi ireguler yang sering terdeteksi pada pemeriksaan identifikasiantibodi di unit donor darah DKI Jakarta tahun 2017-2022. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif dengancara mengumpulkan data yang diperoleh dari hasil pengkajian data terhadap jenis antibodi ireguler yang terdeteksipada pemeriksaan identifikasi antibodi di unit donor darah DKI Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dataterhadap ireguler antibodi yang terdeteksi pada pemeriksaan identifikasi antibodi di unit donor darah DKI Jakartaselama 5 tahun dari 2017-2022 didapatkan total sampel inkompatibel sebanyak 4160, ditemukan 49 jenis antibodiireguler dan antibodi non spesifik pada sampel pasien inkompatibel, termasuk sampel pasien dengan multipelantibodi telah terdeteksi, antibodi Anti-E sebagai antibodi dengan proporsi tertinggi di tiap tahunnya yakni sebanyak779 (18,73%) sampel, dengan hasil persentase trend Anti-E yaitu pada bulan juni 2017-mei 2018 sebanyak 119(15,28%), juni 2018-mei 2019 sebanyak 159 sampel (20,41%), juni 2019-mei 2020 sebanyak 186 sampel(23,88%), juni 2020-mei 2021 sebanyak 133 sampel (17,07%), juni 2021-mei 2022 sebanyak 182 sampel (23,36%).Pembahasan Penting dilakukan pemeriksaan lanjutan antibodi ireguler dengan pemerikaan identifikasi antibodi,untuk mencegah terjadinya reaksi. Kesimpulan dari hasil penelitian didapatkan antibodi Anti-E pada Juni 2017 –Mei 2020 terus terjadi peningkatan, namun terjadi penurunan pada rentang waktu berikutnya yakni Juni 2020 – Mei2021, kemudian kembali meningkat di bulan Juni 2021-Mei 2022.
GAMBARAN KEJADIAN KASUS WARM AUTOIMMUNE HEMOLYTIC ANEMIA (AIHA) DI UPD RSUP FATMAWATI Kustilinarsih; Nur Arsy; Martha Iskandar
Jurnal Teknologi Bank Darah JTBD Vol.3 No.2 (Desember 2024)
Publisher : Akademi Bakti Kemanusiaan Palang Merah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65228/jtbd.v3i2.15

Abstract

AIHA (Autoimmune Hemolytic Anemia) adalah salah satu jenis gangguan darah yang ditandai dengan pengrusakan sel darah merah akibat reaksi dari sistem imun itu sendiri. Pada kasus AIHA dengan tipe hangat, antibodi (biasanya IgG)mengikat eritrosit pada suhu tubuh normal (kira-kira 37°C), yang selanjutnya memicu proses hemolisis melalui cara ekstravaskular. Situasi ini bisa menyebabkan anemia yang parah dan memerlukan penanganan yang cepat serta tepat,termasuk penyediaan transfusi darah yang aman dan sesuai. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan prosedur pengelolaan transfusi pada individu yang mengalami AIHA tipe hangat, serta hambatan teknis yang muncul. Pemeriksaankeberadaan antibodi pada pasien dengan menggunakan metode gel card menunjukkan hasil positif pada panel sel 5 dan 8,yang menunjukkan bahwa terdapat antibodi irreguler dalam serum pasien. Pembacaan antigram menunjukkan adanyaantibodi anti-E, sehingga pemeriksaan fenotipe antigen E dilakukan. Hasil yang diperoleh menunjukkan negatif,menandakan bahwa pasien tidak memiliki antigen E, sehingga produksi antibodi anti-E mungkin disebabkan oleh transfusidarah sebelumnya.
GAMBARAN KEJADIAN PENANGANAN KASUS MULTIRANSFUSI DI UPD RSUP FATMAWATI Kustilinarsih; Nur Arsy; Martha Iskandar
Jurnal Teknologi Bank Darah JTBD Vol.3 No.2 (Desember 2024)
Publisher : Akademi Bakti Kemanusiaan Palang Merah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65228/jtbd.v3i2.16

Abstract

Transfusi darah adalah salah satu aspek medis yang memiliki dampak signifikan bagi pasien. Dalam tahapan pemberian kepada pasien, harus mengikuti prinsip yang menyatakan bahwa keuntungan bagi pasien jauh lebih besar ketimbang efek dan risiko yang mungkin timbul. Salah satu kasus kejafian pada transfusi berulang adalah multitransfusi. Multitransfusi dapat terjadi pada pasien yang rutin menjalani transfusi, hal ini dapat menyebabkan peningkatan kemungkinan terjadinya alloimunisasi terhadap sel darah merah dan terbentuknya antibodi irreguler. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penanganan kasus multitransfusi di UTD RSUP Fatmawati. Hasil menunjukkan Pasien dengan diagnosis gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis menunjukkan adanya reaksi antara serum dari donor dan sel darah merah pasien. Tes DCT menghasilkan hasil positif untuk IgG, yang menunjukkan bahwa ada antibodi IgG yang terdapat di permukaan sel darah merah. Skrining antibodi menunjukkan kemungkinan keberadaan anti-c dan anti-Jka, simpulannya adalah pasien dengan CKD (kegagalan ginjal kronis) adalah individu yang sering mendapatkan transfusi darah, sehingga berpotensi untuk menghasilkan alloantibodi, contohnya anti-c. Akibatnya, hasil dari tes silang serasi menjadi tidak kompatibel dan tercipta antigram yang tidak spesifik disebabkan oleh kemungkinan adanya multialoantibodi.
GAMBARAN HASIL PEMERIKSAAN NUCLEIC ACID TEST (NAT) PERIODE OKTOBER SAMPAI DESEMBER TAHUN 2021 DI UDD PMI KOTA DEPOK Variena Intansari; M. Arip Budiman
Jurnal Teknologi Bank Darah JTBD Vol.4 No.1 (Juni 2025)
Publisher : Akademi Bakti Kemanusiaan Palang Merah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65228/jtbd.v4i1.17

Abstract

Latar belakang: pengamanan darah dilakukan di UDD PMI untuk memberikan darah yang aman untuk pasien maka, setiap darah donor dilakukan pemeriksaan terhadap Human Immunodeficiency (HIV), Hepatitis B dan Hepatitis C dengan metode Nucleic Acid Tes (NAT) untuk mendeteksi adanya materi genetik virus berupa DNA/RNAdan mendeteksi masa jendela (window periode) lebih dini. Metode: deskriptif kuantitatif dengan pendekatan analitik data sekunder yang berasal dari pemeriksaan NAT) Di UDD PMI Kota Depok Tahun 2021. Hasil: uji saring InfeksiMenular Lewat Transfusi Darah (IMLTD) dengan metode NAT di UDD PMI Kota Depok periode Oktober sampai Desember tahun 2021 dengan total pemeriksaan sebanyak 890 pendonor dan didapatkan hasil non reaktif sebanyak867 darah donor, reaktif sebanyak 11 pendonor dan invalid sebanyak 12 pendonor. Hasil reaktif NAT terbanyak pada bulan November, yaitu sebanyak (45,46%) dan terendah pada bulan Oktober dan Desember sebanyak(27,27%). Kesimpulan: hasil pemeriksaan IMLTD metode NAT periode Oktober sampai Desember di UDD PMI Kota Depok tahun 2021 sebanyak 890 donor dengan hasil non reaktif NAT tertinggi pada bulan Desember sebanyak (44,06%), reaktif tertinggi pada bulan November sebanyak (45,46%) dan invalid tertinggi pada bulan Desembersebanyak (83,33%) terhadap 3 (tiga) parameter yaitu HIV, HBV dan HCV.
EVALUASI JUMLAH PRODUK TIDAK RELEASE PADA KOMPONEN DARAH PRC (PACKED RED CELL) DI UDD PMI PROVINSI DKI JAKARTA TAHUN 2019-2021 Diana Novita; Nurhijriyani
Jurnal Teknologi Bank Darah JTBD Vol.4 No.1 (Juni 2025)
Publisher : Akademi Bakti Kemanusiaan Palang Merah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65228/jtbd.v4i1.18

Abstract

Komponen Packed Red Cell merupakan komponen darah yang telah diperoleh setelah hampir sebagian plasma yang terdapat pada whole blood dipisahkan dengan bermacam metode yang ada dan memiliki nilai hematokrit sebesar 80%. Komponen darah yang sudah diolah menjadi beberapa produk darah harus melakukan pemeriksaan uji saring IMLTD, uji konfirmasi golongan darah, dan untuk menentukan darah release atau tidak harus melalui pemeriksaan produk release. Apabila produk darah tidak memenuhi persyaratan/kriteria penerimaan maka produk darah tidak release, sebaliknya jika produk darah sesuai dengan persyaratan tersebut maka darah release dan dapat ditransfusikan. Metode: yang digunakan deskriptif kuantitatif berupa data sekunder dari UDD PMI Provinsi DKI Jakarta Tahun 2019-2021. Hasil: pada tahun 2019 produk yang tidak release sebanyak 114 (0,21%) produk,pada tahun 2020 sebanyak 247 (0,24%) produk, dan pada tahun 2021 sebanyak 8 (0,01%) produk. Kesimpulan: komponen PRC tidak release terbanyak di Tahun 2020 sebesar 0,24% dan terendah di Tahun 2021 sebesar 0,01%.Kriteria fisik yang menjadi penyebab mayoritas komponen PRC tidak release pada Tahun 2019-2021 adalah volume lebih.
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN PENDONOR TENTANG SISTEM GOLONGAN DARAH DI UDD PMI KOTA DEPOK TAHUN 2022 Tetra Anestasia Putri; Nurul Fitri
Jurnal Teknologi Bank Darah JTBD Vol.4 No.1 (Juni 2025)
Publisher : Akademi Bakti Kemanusiaan Palang Merah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65228/jtbd.v4i1.19

Abstract

Golongan darah merupakan salah satu substansi genetik yang ada dalam tubuh manusia. Pemeriksaan golongan darah yang dilakukan pada setiap Unit Donor Darah (UDD) sampai saat ini adalah golongan darah ABO dan Rhesus. Rendahnya pengetahuan tentang golongan darah yang dimiliki seseorang dapatmengakibatkan penanganan dalam tindakan transfusi darah menjadi terlambat hingga menyebabkan kematian. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan pendonor tentang sistem golongan darah di UDD PMI Kota Depok Tahun 2022. Metode: digunakan adalah deskriptifdengan teknik pengumpulan data berupa penyebaran kuesioner. Sampel pada penelitian ini berjumlah 99 responden yang merupakan pendonor di UDD PMI Kota Depok. Kesimpulan: dari penelitian ini menunjukkan bahwa hasil pengetahuan dengan kategori baik berdasarkan umur didapatkan sebesar (19,2%)pada umur 25-44 tahun, pengetahuan dengan kategori baik berdasarkan pendidikan didapatkan sebesar (16,2%) pada pendidikan SMA/sederajat, dan pengetahuan dengan kategori baik berdasarkan sumber informasi didapatkan sebesar (15,2%) pada dokter/petugas kesehatan.
GAMBARAN ANGKA KEJADIAN PASIEN POLISITEMIA VERA DENGAN TERAPI METODE DONOR PLEBOTOMI DI UNIT DONOR DARAH PALANG MERAH INDONESIA DKI JAKARTA TAHUN 2017-2022 Shifarizka Rahmi; Ayu Suraduhita
Jurnal Teknologi Bank Darah JTBD Vol.4 No.1 (Juni 2025)
Publisher : Akademi Bakti Kemanusiaan Palang Merah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65228/jtbd.v4i1.20

Abstract

Angka kejadian PV negara maju 2,3 per 100.000 penduduk dalam setahun, di Indonesia belum ada laporan terkait angka kejadian. penelitian ini bertujuan untuk melihat angka kejadian di DKI Jakarta dan melihat tren terjadi tiap tahun. Metode: bersifat kuantitatif bersifat deskriptif dan data diambil tahun 2017-2022. Hasil: pasien PV melakukan terapi metode donor plebotomi berdasarkan jenis kelamin pria berjumlah 416 pasien dan wanita berjumlah 84 pasien. Usia pasien PV melakukan terapi metode donor plebotomi paling banyak usia 50-59 tahun berjumlah 142 pasien dan paling sedikit usia 18-29 tahun berjumlah 25 pasien dan tren usia 18-29 tahun mengalami peningkatan. Repetisi pasien PV melakukan pengulangan terapi metode donor plebotomi paling banyak pengulangan 1-4 kali sebanyak 448 dan paling sedikit pengulangan 9-12 kali berjumlah 8. Kesimpulan: angka kejadian pasien PV laki-laki lebih banyak daripada wanita dan tren tiap tahun pada wanita mengalami peningkatan. angka kejadian paling banyak usia 50-59 tahun dan paling sedikit usia 18-29. angka kejadian pasien pv melakukan repetisi paling banyak pada pengulangan 1- 4 kali dan paling sedikit pengulangan 9-12 kali.
ANALISA PRODUK TIDAK LOLOS RILIS DI UDD PMI KOTA DEPOK BULAN APRIL - JUNI TAHUN 2025 Kartono Wijoyo Kusumo; Widya Astriyani
Jurnal Teknologi Bank Darah JTBD Vol.4 No.1 (Juni 2025)
Publisher : Akademi Bakti Kemanusiaan Palang Merah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65228/jtbd.v4i1.21

Abstract

Transfusi Packed Red Cell (PRC) sangat dibutuhkan oleh pasien yang mengalami anemia. Penilaian kualitas komponen darah yang merupakan aspek penting dalam memastikan keamanan dan efektivitas transfusi darah. Berbagai komponen darah, seperti whole blood (darah utuh), packed red cell (sel darah merah pekat), thrombocytesconcentrates (konsentrat trombosit), dan fresh frozen plasma (plasma segar beku), harus memenuhi standar minimalpengendalian kualitas untuk dapat digunakan dalam prosedur medis. Pada penelitian ini dilakukan pengambilan dataterhitung dari bulan April-Juni 2025 ydi UDD PMI Kota Depok. Diperoleh hasil yaitu 9.804 kantong darah PRC yang rilis pada bulan April – Juni. Berdasarkan jumlah tersebut terdapat 28 kantong darah yang tidak lolos produk rilis. Data menunjukkan bahwa total produksi kantong darah dari April-Juni adalah: PRC lolos : 9.804 kantong(99,71%), Lipemik : 24 kantong (0,24%), Clot (pembekuan) : 2 kantong (0,02%), Ikterik : 2 kantong (0,02%). Secara keseluruhan, tingkat kegagalan produk darah PRC sebesar 0,28% (28 kantong dari 9.804), walau terbilangkecil, namun tetap menjadi indikator penting dalam evaluasi mutu pelayanan di UDD PMI Kota Depok. Temuan ini menekankan bahwa proses pengendalian mutu harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya di tahappascaproduksi, tetapi juga sejak awal seleksi donor, prosedur pengambilan, penyimpanan, hingga pemeriksaan produk.

Page 2 of 2 | Total Record : 20