cover
Contact Name
Neneng
Contact Email
neneng@malahayati.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
neneng@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Midwifery Journal
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 2775393X     EISSN : 27467953     DOI : https://doi.org/10.33024/mj.v5i3
Core Subject : Health,
MJ : Midwifery Journal, dengan nomor E-ISSN 2746-7953 (media online) dan P-ISSN 2746-7953 (media cetak) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh LPPM Universitas Malahayati MJ: Midwifery Journal merupakan jurnal yang memiliki fokus utama pada hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dikembangkan dengan pendekatan interdispliner dan multidisiplin. Proses penerimaan naskah selalu terbuka setiap waktu, naskah yang sudah disubmit oleh penulis akan direview oleh reviewer yang ahli dalam bidang kebidanan dan kesehatan. MJ : Midwifery Journal telah menggunakan Open Journal System dimana penulis, editor dan reviewer bisa memantau proses naskah secara online. Dalam satu tahun MJ : Midwifery Journal terbit sebanyak 4 kali yaitu pada bulan Maret, Juni, September, Desember.
Articles 147 Documents
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG ASI EKSKLUSIF Siahaan, Vera Renta
MIDWIFERY JOURNAL Vol 1, No 2 (2021): Vol.1 No.2 Juni 2021
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v1i2.4434

Abstract

Background of this research is that breast milk is the best food for babies because it contains the most suitable nutrients for infant growth and development. Until now, there are still very few mothers who provide exclusive breastfeeding for six months and make two years with complementary foods (complementary foods). (Ministry of Health, 2014) According to data from the Ministry of Health, the national breastfeeding rate, the coverage of infants who are exclusively breastfed is 61.33%. This figure is also relatively small considering the importance of breastfeeding in children's lives.Purpose  was to describe the knowledge of mothers about exclusive breastfeeding in Tanjung Tongah Village, Pematangsiantar City.Method is descriptive with a cross-sectional design. The analysis used univariate analysis to describe knowledge. The study population was pregnant women in the third trimester of Tanjung Tongah Village. The research sample of the entire population of pregnant women in Tanjung Tongah Village in the third trimester of April to October 2019 was 45 respondents. The instrument used was a questionnaire of knowledge about exclusive breastfeedingThe results showed that most of the 26 respondents (57.8%) had less knowledge about exclusive breastfeeding. And almost half of respondents 19 respondents (42.2%) had good knowledge about exclusive breastfeeding. Health workers are expected to increase health promotion activities regarding exclusive breastfeeding so that they are expected to increase the knowledge of mothers about exclusive breastfeeding.Conclusion Most of the respondents, namely 26 respondents (57.8%) had less knowledge about exclusive breastfeeding. And almost half of the 19 respondents (42.2%) have good knowledge about exclusive breastfeeding.Suggestions It is expected that health workers will provide health education regarding exclusive breastfeeding Keywords: Knowledge, Pregnant Women, Exclusive Breastfeeding ABSTRAK Latar belakang penelitian ini adalah ASI merupakan makanan terbaik bagi bayi karena mengandung zat gizi paling sesuai untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi. Hingga saat ini, masih sedikit ibu yang memberikan ASI eksklusif selama enam bulan dan dilanjutkan hingga dua tahun dengan makanan pendamping ASI (MPASI). (Kemenkes, 2014)  Menurut data Kementerian Kesehatan angka pemberian ASI secara nasional, cakupan bayi yang mendapat ASI eksklusif sebesar 61,33%. Angka ini juga terbilang kecil jika mengingat pentingnya peran ASI bagi kehidupan anak.Tujuan Penelitian untuk megetahui gambaran pengetahuan ibu tentang ASI eksklusif di Kelurahan Tanjung Tongah Kota Pematangsiantar.Metode penelitian ini deskriptif mengunakan desain cross sectional. Analisis yang digunakan analisa univariat untuk mendeskripsikan pengetahuan. Populasi penelitian ini yaitu ibu hamil di Kelurahan Tanjung Tongah trimester III. Sampel penelitian seluruh populasi ibu hamil di Kelurahan Tanjung Tongah trimester III bulan April sampai dengan bulan Oktober 2019 sebanyak 45 responden. Instrumen yang digunakan kuesioner pengetahuan tentang ASI EksklusifHasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden 26 responden (57,8%) memiliki pengetahuan kurang tentang ASI eksklusif. Dan hampir setengahnya responden 19 responden (42,2%) memiliki pengetahuan baik tentang ASI eksklusif. Petugas kesehatan diharapkan dapat meningkatkan kegiatan promosi kesehatan mengenai ASI eksklusif sehingga diharapkan dapat menambah pengetahuan ibu tentang ASI eksklusif.Kesimpulan Sebagian besar responden yaitu 26 responden (57,8%) memiliki pengetahuan kurang tentang ASI eksklusif. Dan hampir setengahnya responden 19 responden (42,2%) memiliki pengetahuan baik tentang ASI eksklusif.Saran Diharapkan kepada petugas kesehatan untuk memberikan penyuluhan kesehatan mengenai ASI Eksklusif Kata Kunci : Pengetahuan, Ibu Hamil, ASI Eksklusif 
Pengelolaan Limbah Medis Padat Salsabila, Dinda Dwi; Karbito, Karbito
MIDWIFERY JOURNAL Vol 5, No 2 (2025): Volume 5 No 2 Juni 2025
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v5i2.21096

Abstract

Latar Belakang: Limbah medis padat dari fasilitas pelayanan kesehatan memiliki potensi besar untuk mencemari lingkungan dan menimbulkan risiko kesehatan baik bagi tenaga medis, pasien, pengunjung maupun masyarakat sekitar. Oleh karena itu, pengelolaannya harus dilakukan secara baik dan benar sesuai dengan peraturan berlaku, mulai dari tahap pengurangan, pemilahan, pewadahan, pengangkutan hingga pengolahan akhir. Rumah Sakit Azizah Kota Metro, Provinsi Lampung merupakan salah satu fasilitas pelayanan kesehatan yang menghasilkan limbah medis padat yang cukup besar sehingga berpontensi menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan limbah medis padat di Rumah Sakit Azizah Kota Metro, Provinsi Lampung.Metode: Penelitian ini merupakan adalah jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif menggunakan metode observasi dan wawancara. Data atau informasi diperoleh dari observasi langsung di lapangan dan wawancara dengan petugas pengelola limbah medis padat. Informan penelitian ini adalah 1 (satu) petugas sanitarian dan 2 (dua) petugas cleaning service. Data dan informasi dianalisis secara deskriptif kemudian dibandingkan dengan ketentuan dalam peraturan yang berlaku yaitu Permenkes No. 2 Tahun 2023. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan limbah medis padat di Rumah Sakit Azizah Kota Metro, Provinsi Lampung telah dilaksanakan dengan baik dan benar sesuai dengan Permenkes Nomor 2 Tahun 2023 pada beberapa tahapan, seperti pengurangan dengan menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), dan pewadahan yang menggunakan wadah khusus dan berlabel sesuai standar. Namun, ditemukan beberapa kekurangan, seperti masih ditemukan limbah medis dan non medis tercampur dalam satu wadah, masih digunakannya jalur umum untuk pengangkutan limbah medis padat, serta tidak semua petugas menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) secara lengkap saat bekerja. Kesimpulan: Pengelolaan limbah medis padat di Rumah Sakit Azizah Metro pada tahap pengurangan, pewadahan, dan pengolahan akhir sudah sesuai dengan Permenkes Nomor 2 Tahun 2023, sedangkan pada tahap pemilahan, pengangkutan dan penyimpanan sementara masih belum sesuai dengan Permenkes Nomor 2 Tahun 2023. Kata Kunci: Pengelolaan Limbah Medis, Rumah Sakit Azizah, Alat Pelindung Diri,      
Penggunaan Metode Kanguru Dan Bedong Kain Untuk Meningkatkan Suhu Bayi Baru Lahir Dan Mencegah Hipotermia Fadhillah, Reza Fadhillah; Nurliyani, Nurliyani; Rosmiyati, Rosmiyati; Kurniasari, Devi
MIDWIFERY JOURNAL Vol 2, No 4 (2022): Volume 2 Nomor 4, Desember 2022
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v2i4.8699

Abstract

Background : Health problems in children are one of the main problems in the world of health in Indonesia. The degree of children's health describes the degree of health of the nation, because children are the next generation of the nation who have abilities that can be developed in the development of the nation. Newborns are babies born during the first hour of birth. Newborns are babies from birth to 4 weeks of age. Birth is usually at 38-42 weeks' gestation. Hypothermia is an abnormal body temperature of a newborn (<36°C) when measuring temperature through the axillae, where the body temperature of a normal newborn is 36.5°C-37.5°C (axillary temperature). Hypothermia is a sign of danger because it can cause changes in the body's metabolism which will end in heart-pulmonary failure and death. Management that can be done in hypothermic patients is to do the kangaroo method and swaddle with cloth in regulating the baby's body temperature.Purpose : To Know the Effectiveness of Using the Kangaroo Method and Cloth Swaddles to Warm and Increase the Body Temperature of Newborns for the Prevention of Hypothermia in PMB Kemiling Region.Methods: This quantitative research applied pre-experimental method with pretest posttest research design. The sample in this study was 30 infants, conducted by purposive sampling technique. This research found that there was an increase in the temperature of newborns after being given the kangaroo and cloth swaddling method. Based on the result of swaddling the cloth there was an increase of 82.50 and when the kangaroo method was used there was an increase of 68.89 with a p-value of 0.045.Results : It can be concluded that the use of the kangaroo method and cloth swaddling can increase body temperature in newborns and the use of cloth swaddles was more influential in increasing body temperature. Therefore, it is suggested that the results of this study can be applied by midwives to reduce hypothermia in newborns. Keywords : Newborn Baby, Hypothermia, Cloth Swaddling, Kangaroo Method ABSTRAK Latar Belakang : Masalah kesehatan pada anak adalah salah satu masalah utama dalam dunia kesehatan di indonesia. Derajat kesehatan anak menggambarkan derajat kesehatan bangsa, dikarenakan anak sebagai generasi penerus bangsa yang memiliki kemampuan yang dapat di kembangkan dalam perkembangan bangsa. Bayi Baru lahir adalah bayi yang baru lahir selama satu jam pertama kelahiran. Bayi baru Lahir adalah bayi yang baru lahir sampai usia 4 minggu. Lahirnya biasanya dengan usia gestasi 38-42 minggu. Hipotermia adalah suhu tubuh bayi baru lahir yang tidak normal (<36ºC) pada pengukuran suhu melalui aksila, dimana suhu tubuh bayi baru lahir normal adalah 36,5ºC-37,5ºC (suhu aksila). Hipotermi merupakan suatu tanda bahaya karena dapat menyebabkan terjadinya perubahan metabolisme tubuh yang akan berakhir dengan kegagalan fungsi jantung paru dan kematian. Penatalaksanaan yang dapat dilakukan pada pasien hipotermia adalah dengan melakukan metode kangguru dan pembedongan dengan kain dalam pengaturan suhu tubuh bayi.Tujuan Penelitian : Diketahui Efektifitas Penggunaan Metode Kanguru Dan Bedong Kain Untuk Menghangatkan Dan Peningkatan Suhu Tubuh Bayi Baru Lahir Untuk Pencegahan Hipotermia di PMB Wilayah Kemiling.Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dengan metode Pre-eksperimental dengan rancangan penelitian pre test-post test desagn. Sample dalam penelitian ini adalah 30 bayi dengan teknik purposive sampling. Pada penelitian ini didapatkan hasil bahwa terjadi peningkatan suhu Bayi Baru Lahir setelah diberikan Metode Kangguru dan Bedong Kain. Dengan hasil saat dilakukan Bedong Kain terjadi peningkatan 82,50  dan pada saat dilakukan Metode Kangguru terjadi peningkatan 68,89 dengan P Value 0,045.Hasil Penilitian : Disimpulkan bahwa penggunaan Metode Kangguru dan Bedong Kain dapat meningkatkan suhu tubuh pada bayi baru lahir dan penggunaan Bedong Kain lebih berpengaruh  untuk menaikkan suhu tubuh. Oleh karena itu disarankan hasil penelitian ini dapat diaplikasikan oleh bidan untuk mengurangi Hipotermia pada Bayi Baru Lahir. Kata kunci : BBL, Bedong Kain, Hipotermia, Metode Kangguru
KOMPRES HANGAT BERPENGARUH TERHADAP NYERI PERSALINAN KALA I FASE AKTIF PADA IBU BERSALIN Effendy, Dhea Alaeyda; Utami, Vida Wira; Maternity, Dainty; Sunarsih, Sunarsih
MIDWIFERY JOURNAL Vol 1, No 4 (2021): Volume 1 Nomor 4, Desember 2021
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v1i4.5169

Abstract

Background In Indonesia in 2008 there were 373,000,000 pregnant women, and 107,000,000 (28.7%) experienced anxiety in the face of childbirth. Another study stated that pregnant women in facing labor experienced severe anxiety as much as 47.7%, moderate anxiety as much as 16.9% and mild anxiety as much as 35.4%. Some non-pharmacological techniques that can increase comfort in dealing with the labor process are relaxation and guided imagination, distraction, music, cutaneous stimulation which includes massage, deepback massage,warm/cold compresses, herbal tens.The purpose of this study is to know the effect of warm compresses on labor pain in the active phase of the first stage of childbirth in BPM Melita Sari, S.ST, North Sungkai District, North Lampung Regency in 2021. Methods This type of research is quantitative, the research design uses an experiment with a one group pretest-posttest design approach. The population and sample in this study were mothers who gave birth at BPM Melita Sari, S.St. North Sungkai District, North Lampung Regency with an average monthly visit of 32 mothers who gave birth. Purposive sampling technique, research using univariate analysis and bivariate independent t-test. Result The average active phase I pain in childbirth who was given the warm compress technique with a mean pretest value of 8.33 and a mean post-test of 6.33, which means that the active phase I labor pain in childbirth experienced a decrease. The average pain that was not given a warm compress technique with a mean pretest value of 8.73 and a mean post-test of 8.27, which means that the active phase I labor pain in labor experienced a decrease but was not significant and remained constant in the severe pain category. The difference in labor pain in the first stage of the active phase in maternity mothers who were given warm compresses and the control group, by looking at the mean pretest value of warm compresses of 8.33 and the mean of 8.73 in the control group.Conclusion the mean post-test for the warm compress group was 6.33 and the mean for the control group was 8.27. p-value = 0.000 <0.05 which means that there is an effect of warm compresses on labor pain in the first stage of the active phase in mothers giving birth at BPM Melita Sari, S.ST, North Sungkai District, North Lampung Regency in 2021.Suggestion  input for clients in order to know how to divert pain, pain can be eliminated without having to use medical drugs (Pharmacology) pain can be reduced by several kinds of complementary therapies such as warm compresses. Keywords : Warm Compress, Labor Pain, Stage I Active Phase  ABSTRAK  Latar Belakang di Indonesia pada tahun 2008 terdapat 373.000.000 ibu hamil, dan yang mengalami kecemasan dalam menghadapi proses persalinan ada sebanyak 107.000.000 (28,7%). Penelitian lain menyebutkan bahwa ibu hamil dalam menghadapi persalinan mengalami kecemasan berat sebanyak 47,7%, kecemasan sedang sebanyak 16,9% dan kecemasan ringan sebanyak 35,4%. Beberapa teknik non farmakologi yang dapat meningkatkan kenyamanan dalam menghadapi proses persalinan yakni relaksasi dan imajinasi terpimpin, distraksi , musik, stimulasi kutaneus yang meliputi, masase, deepback massage, kompres hangat/ dingin, tens herbal.Tujuan penlitian ini diketahui pengaruh kompres hangat terhadap nyeri persalinan kala I fase aktif pada ibu bersalin di BPM Melita Sari, S.ST Kecamatan Sungkai Utara Kabupaten Lampung Utara Tahun 2021. Metode Jenis penelitian kuantitatif, desain penelitian menggunkan eksperimen dengan pendekatan pretes postes with control group design, Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah ibu bersalin di BPM Melita Sari, S.St Kecamatan Sungkai Utara Kabupaten Lampung Utara dengan rata-rata kunjungan perbulan sebanyak 32 ibu bersalin., teknik sampling purposive sampling, penelitian menggunakan analisa univariat dan bivariat t-tesindepdnen. Hasil Rata-rata nyeri kala I fase aktif pada ibu bersalin yang diberi teknik kompres hangat dengan nilai mean pretes 8,33 dan mean postes 6,33 yang artinya nyeri persalinan kala I fase aktif pada ibu bersalin mengalami penurunan. Rata-rata nyeri yang tidak diberi teknik kompres hangat dengan nilai mean pretes 8,73 dan mean postes 8,27 yang artinya nyeri persalinan kala I fase aktif pada ibu bersalin mengalami penurunan akan tetapi tidak signifikan dan tetap konstan pada kategori nyeri berat. Perbedaan nyeri persalinan pada kala I fase aktif pada ibu bersalin yang diberi kompres hangat dan kelompok kontrol, dengan melihat nilai mean pretes kompres hangat sebesar 8,33 dan mean pada kelompok kontrol 8,73.Kesimpulan mean postes kelompok kompres hangat sebesar 6,33 dan mean pada kelompok kontrol 8,27. p-value = 0.000<0.05 yang artinya terdapat pengaruh kompres hangat terhadap nyeri persalinan pada kala I fase aktif pada ibu bersalin di BPM Melita Sari, S.ST Kecamatan Sungkai Utara Kabupaten Lampung Utara Tahun 2021.Saran  masukan bagi klien agar dapat mengetahui bagaimana cara mengalihkan nyeri, nyeri dapat dihilangkan tanpa harus menggunakan obat secara medis (Farmakologi) nyeri dapat dikurangi dengan beberapa macam terapi komplementer seperti kompres hangat. Kata Kunci          : Kompres Hangat, Nyeri Persalinan, Kala I ase Aktif
PERBEDAAN PERAWATAN TALI PUSAT DENGAN MENGGUNAKAN TOPIKAL ASI DAN METODE KERING TERHADAP LAMA PELEPASAN TALI PUSAT PADA BAYI BARU LAHIR DI BPM WILAYAH KERJA PUSKESMAS DAYAMURNI KABUPATEN TULANG BAWANG BARAT TAHUN 2019 Septiawati, Dewi; Suharman, Suharman
MIDWIFERY JOURNAL Vol 1, No 1 (2021): Volume 1 Nomor 1,Maret 2021
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v1i1.3458

Abstract

                                                                              ABSTRACT Bad cord care causes the umbilical cord to become loose for a long time. The risk if the old cord is loose is the occurrence of umbilical cord infections and tetanus neonatorum. The purpose of this study is to know the differences in umbilical cord care using topical breast milk and dry method on the length of umbilical cord release in newborns in Dayamurni Community Health Center Working Area in Bulang Barat District in 2019.Quantitative research type, quasi-experimental design, population in this study were all normal newborns in the BPM Dayamurni Health Center work area where on average one month as many as 84 newborns, the sample used in this study was 60 people 30 babies the first group received intervention with topical ASI, and 30 second group infants as the control group received intervention with the dry method. data analysis using independent t-test.The results of the average umbilical cord release using topical ASI were 5.04, the mean cord release with dry treatment was 7.04, there were differences in umbilical cord care using topical breast milk and dry methods for the length of umbilical cord release in regional BPM Dayamurni Community Health Center TulangBawang Barat Work Year 2019 (p value 0.000 <alpha 0.05). Suggestions in this study are as information material that umbilical cord care using topical ASI is faster for umbilical cord release time compared to dry treatment. Keywords              : Topical ASI, Dry Care, Release Cord PERBEDAAN PERAWATAN TALI PUSAT DENGAN MENGGUNAKAN TOPIKAL ASI DAN METODE KERING TERHADAP LAMA PELEPASAN TALI PUSAT PADA BAYI BARU LAHIR DI BPM WILAYAH KERJA PUSKESMAS DAYAMURNI KABUPATEN TULANG BAWANG BARAT TAHUN 2019 ABSTRAK Perawatan tali pusat yang tidak baik mengakibatkan tali pusat menjadi lama lepas. Resiko bila tali pusat lama lepas adalah terjadinya infeksi tali pusat dan tetanus neonatorum.TujuanpenelitianiniDiketahui Perbedaan Perawatan Tali Pusat dengan Menggunakan Topikal ASI dan Metode Kering Terhadap Lama Pelepasan Tali Pusat pada bayi baru lahir di BPM Wilayah Kerja Puskesmas Dayamurni Kabupaten Tulang Bawang Barat Tahun 2019.JenisPenelitiankuantitatif, rancangan quasi eksperimen,Populasi dalam penelitian ini adalah semua bayi baru lahir normal yang ada di BPM wilayah kerja Puskesmas Dayamurni dimana rata-rata dalam satu bulan sebanyak 84 bayi baru lahir, sampel ang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 60 orang 30 bayi kelompok yang pertama mendapatkan intervensi dengan topikal ASI, dan 30 bayi kelompok yang ke dua sebagai kelompok kontrol mendapatkan intervensi dengan metode kering. analisis data menggunakan uji t-tes independent.Hasil penelitian rata-rata pelepasan tali pusat menggunakan topical ASI sebesar 5,04, rata-rata pelepasan tali pusat dengan perawatan kering sebesar 7,04, Ada Perbedaan Perawatan Tali Pusat dengan Menggunakan Topikal ASI dan Metode Kering Terhadap Lama Pelepasan Tali Pusat di BPM Wilayah Kerja Puskesmas Dayamurni Kabupaten Tulang Bawang Barat Tahun 2019( p value 0.000 < alpha 0,05).Saran dalam penelitian ini adalah sebagai bahan informasi bahwa perawatan tali pusat dengan menggunakan topical ASI lebih cepat untuk waktu pelepasan tali pusat dibandingkan dengan perawatan kering. Kata Kunci            : Topikal ASI, Perawatan Kering, PelepasanTali Pusat
Pengaruh Teknik Relaksasi Benson Terhadap Kecemasan Ibu Multigravida Presectio Dengan Riwayat Sectiocaesaria Asmara, Lara Arlinsyah Cahya Mega; Wirautami, Vida; Susilawati, Susilawati
MIDWIFERY JOURNAL Vol 5, No 1 (2025): Volume 5, Nomor 1 Maret 2025
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v5i1.20044

Abstract

Rata-rata ibu bersalin 48 orang dengan angka kecemasan ibu bersalin dari tingkat kecemasan berat berkisar 65 %, kecemasan sedang 20% dan tingkat kecemasan ringan berjumal 15 %. (riskesdas, 2017). Berdasarkan data dinas kesehatan bandar lampung jumlah kecemasan pada ibu bersalin baik multigravida maupun primigravida mengalami tingkat kecemasan sebesar 67,71 %. Data yang diperoleh dari RSIA Mutiara Putri pada bulan Februari sebanyak 67 ibu bersalin dengan SC, Berdasarkan prasurvey yang di lakukan pada 10 ibu bersalin di RSIA Mutiara Putri didapatkan pada bulan Februari dari 10 ibu bersalin 7 orang mengatakan cemas,  karena riwayat persalinan multigravid dengan SC. Tujuan penlitian ini pengaruh teknik relaksasi benson terhadap kecemasan ibu multigravida presectio dengan riwayat sectiocaesaria di rsia mutiara putri bandar lampung tahun 2021.Jenis penelitian kuantitatif, metode pra eksperimental dengan pendekatan one group pretest – posttest, Sampel dalam penelitian ini adalah ibu multigravida dengan riwayat sectio caesaria dengan jumlah 18 responden, teknik sampling purposive sampling, analisa data univariat dan bivariat menggunakan man witney.Tingkat kecemasan pada ibu multigravida presectio dengan riwayat SC sebelum diberikan teknik relaksasi benson dengan rata-rata kecemasan 24,44. Sesudah diberikan teknik relaksasi benson dengan rata-rata kecemasan sebesar 19,11. Nilai p-value = 0.000<0.05 yang artinya terdapat pengaruh teknik relaksasi benson terhadap kecemasan ibu multigravida presectio dengan Riwayat. Memberikan pendidikan dan menjelaskan cara mengaplikasikan tehnik relaksasi benson secara intensif dan berkala dalam rangka menurunkan tingkat stres pada ibu hamil trimester 3 saat mengikuti kelas ibu hamil sehingga dapat diaplikasikan saat pasien akan dilakukan tindakan sectio caesarea.Kata Kunci           : Teknik Relaksasi Benson, Cemas, Riwayat Sectiocaesari ABSTRACT: THE EFFECT OF BENSON RELAXATION TECHNIQUES ON MULTIGRAVIDA PRESECTIO MOTHER'S ANXIETY WITH HISTORY OF SECTIOCAESARIA  On average, there were 48 mothers who gave birth, with maternal anxiety rates ranging from 65% to severe anxiety, 20% to moderate anxiety and 15% to mild anxiety. (riskesdas, 2017). Based on data from the Bandar Lampung Health Office, the amount of anxiety in maternity mothers, both multigravida and primigravida, experienced an anxiety level of 67.71%. Data obtained from RSIA Mutiara Putri in February as many as 67 mothers who gave birth by CS. Based on a pre-survey conducted on 10 mothers who gave birth at RSIA Mutiara Putri, in February of 10 mothers giving birth 7 people said they were anxious, because of a history of multigravid delivery by CS. The purpose of this study is the effect of Benson's relaxation technique on the anxiety of multigravida presectio mothers with a history of sectiocaesaria in Russia, Mutiara Putri, Bandar Lampung in 2021.This type of research is quantitative, pre-experimental method with a one group pretest – posttest approach. The sample in this study was multigravida mothers with a history of sectio caesaria with a total of 18 respondents, purposive sampling technique, univariate and bivariate data analysis using Man Witney.The level of anxiety in multigravida presectio mothers with a history of SC before being given the Benson relaxation technique with an average anxiety of 24.44. After being given the Benson relaxation technique with an average anxiety of 19.11. The p-value = 0.000 <0.05 which means that there is an effect of Benson's relaxation technique on the anxiety of multigravida presectio mothers with history. Provide education and explain how to apply Benson's relaxation techniques intensively and periodically in order to reduce stress levels in 3rd trimester pregnant women when attending classes for pregnant women so that they can be applied when the patient is going to have a caesarean section. Keywords     : Benson Relaxation Technique, Anxiety, Sectiocaesaria History 
Hubungan Antara Pengetahuan Dan Sikap Ibu Dengan Pemberian Makanan MP-ASI Di PMB Irma Suryani Kota Prabumulih Lestari, Diah Ayu
MIDWIFERY JOURNAL Vol 3, No 4 (2023): Volume 3 Nomor 4 Desember 2023
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v3i4.13328

Abstract

Background: Complementary food for breast milk (MP-ASI) is a food or drink containing nutrients, which is given to babies or children aged 6-24 months to meet nutritional needs other than breast milk (ASI). Giving MPASI too early at the age of less than 6 months is an indicator that the mother has failed to breastfeed exclusively, so it also has an impact on the coverage rate of exclusive breastfeeding which is still low. Objective: This study aims to analyze the relationship between maternal knowledge and attitudes and giving MPASI. -ASI at Pmb Irma Suryani, Prabumulih City. Research methods : This research usesstudy analytics with approachCross Sectional Study. The population of this study were all mothers who had babies aged ≥ 6 – 24 months in PMB Irma Suryani, Prabumulih City. Sampling in this study used theAccidental Sampling of 45 people. Data collection includes editing, scoring, coding, tabulating, then the data is analyzed manually and by computer with the chi-square test. Based on the results of the analysis, it was found that there was a significant relationship between knowledge and giving MPASI and gradesp-value = 0.000, and there is a significant relationship between the mother's attitude towards giving MPASI and the valuep-value = 0.000. The suggestion is that there is an increase in socialization for mothers to better understand and comprehend the importance of providing Complementary Breast Milk (MP-ASI). Keywords: MP-ASI, Knowledge, Attitude ABSTRAK Latar Belakang :Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) merupakan suatu makanan atau minuman yang mengandung zat gizi, yang diberikan kepada bayi atau anak umur 6-24 bulan guna untuk memenuhi kebutuhan zat gizi selain dari Air Susu Ibu (ASI). Pemberian MPASI terlalu dini pada usia kurang dari 6 bulan adalah indikator bahwa ibu telah gagal memberikan ASI secara eksklusif, sehingga juga berdampak pada angka cakupan pemberian ASI eksklusif yang masih rendah Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan dan sikap ibu dengan pemberian makanan MP-ASI di Pmb Irma Suryani  Kota Prabumulih. Metode penelitian : Penelitian ini menggunakan study analitik dengan pendekatan Cross Sectional Study. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu yang mempunyai bayi usia ≥ 6 – 24 bulan di PMB Irma Suryani Kota Prabumulih, Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode Accidental Sampling sebanyak 45 orang. Pegumpulan data meliputi editing, scoring, coding, tabulating, kemudian data dianasilis secara manula dan komputer dengan chi-square test. Berdasarkan hasil analisis didapatkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan pemberian MPASI dengan nilai p-value = 0,000, dan ada hubungan yang bermakna antara sikap ibu  dengan pemberian MPASI dengan nilai p-value = 0,000. Saran diharapkan ada peningkatan sosialisasi bagi ibu untuk lebih memahami dan mengerti tentang pentingnya pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI). Kata Kunci : MP-ASI, Pengetahuan, Sikap