cover
Contact Name
Neneng
Contact Email
neneng@malahayati.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
neneng@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Midwifery Journal
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 2775393X     EISSN : 27467953     DOI : https://doi.org/10.33024/mj.v5i3
Core Subject : Health,
MJ : Midwifery Journal, dengan nomor E-ISSN 2746-7953 (media online) dan P-ISSN 2746-7953 (media cetak) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh LPPM Universitas Malahayati MJ: Midwifery Journal merupakan jurnal yang memiliki fokus utama pada hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dikembangkan dengan pendekatan interdispliner dan multidisiplin. Proses penerimaan naskah selalu terbuka setiap waktu, naskah yang sudah disubmit oleh penulis akan direview oleh reviewer yang ahli dalam bidang kebidanan dan kesehatan. MJ : Midwifery Journal telah menggunakan Open Journal System dimana penulis, editor dan reviewer bisa memantau proses naskah secara online. Dalam satu tahun MJ : Midwifery Journal terbit sebanyak 4 kali yaitu pada bulan Maret, Juni, September, Desember.
Articles 147 Documents
Efektifitas Media Booklet Dan Whatsapp Group Dalam Promosi Kesehatan Terhadap Deteksi Dini Komplikasi Kehamilan Rosmadewi, Rosmadewi; Mugiati, Mugiati
MIDWIFERY JOURNAL Vol 2, No 4 (2022): Volume 2 Nomor 4, Desember 2022
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v2i4.8504

Abstract

Complications in pregnancy can threaten the life and health of the mother and baby. The number of maternal deaths in Central Lampung in 2020 was 22 people, an increase compared to 2019 (16 people). The causes of maternal death were 7 cases of bleeding, 1 case of infection, 2 cases of circulatory system disorders and 12 cases of other causes. This can be anticipated by early detection of complications during pregnancy. This study aims to determine the effectiveness of the implementation of health promotion using Booklet Media and Whatsapp Group Media on Early Detection of Pregnancy Complications in Central Lampung Regency in 2021. This type of quantitative analytic research uses a quasi-experimental design with a pre- and post-test design, one group design, a true experiment. The research subjects were 60 pregnant primigravida pregnant women in the first and second trimesters. Bivariate data analysis using Independent T Test. The results showed that during the Covid-19 pandemic, Whatsapp Group media with a p value of 0.005 was more effective than Booklet media with a p value of 0.007. Suggestions that midwives can increase the knowledge of pregnant women about early detection of complications in the third trimester of pregnancy through health promotion through electronic media (Smartphones) on the Whatsapp Group application, in order to prevent delays in clinical decision making in the event of complications  during pregnancy and childbirth. Keywords: Booklet, Early Detection of Complications,Whatsapp Group.  ABSTRAK Komplikasi dan penyulit pada kehamilan dapat mengancam jiwa serta kesehatan ibu dan  bayi. Kasus kematian ibu di Lampung Tengah pada tahun 2020 sejumlah 22 orang, terdapat peningkatan dibandingkan tahun 2019 (16 orang). Penyebab kematian ibu yaitu perdarahan 7 kasus, Infeksi 1 kasus, gangguan sistem peredaran darah 2 kasus dan sebab lain 12 kasus.  Hal ini dapat diantisipasi dengan deteksi dini komplikasi sejak masa kehamilan.Penelitian ini bertujuan mengetahui Efektifitas Pelaksanaan Promosi Kesehatan dengan Media Booklet dan Media Whatsapp Group Terhadap Deteksi Dini Terjadinya Komplikasi Kehamilan di Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2021 .  Jenis penelitian analitik kuantitatif menggunakan desain quasi eksperimen dengan rancangan pre dan post test one group design true eksperimen. Subyek penelitian ibu hamil primigravida trimester I dan II sejumlah 60 orang. Analisa data bivariat menggunakan T Test Independen.Hasil penelitian didapatkan bahwa pada masa pandemi Covid-19 media Whatsapp Group dengan p value 0,005 lebih efektif dibandingkan dengan media Booklet  dengan p value 0,007. Saran agar bidan dapat meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang deteksi dini komplikasi pada kehamilan trimester III melalui promosi kesehatan melalui media elektronik (Smartphone) pada aplikasi Whatsapp Group, agar dapat mencegah terjadinya keterlambatan pengambilan keputusan klinik bila terjadi komplikasi/penyulit pada masa kehamilan dan persalinan. Kata Kunci : Booklet, Deteksi Dini Komplikasi, Whatsapp Group, 
Hubungan Kejadian Demam Berdarah Dengue( DBD) Berdasarkan Faktor Lingkungan Dan Faktor Perilaku Masyarakat Retroningrum, Della; Barus, Linda; Masra, Ferizal; Indarti, Suami
MIDWIFERY JOURNAL Vol 4, No 2 (2024): Volume 4, Nomor 2 Juni 2024
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v4i2.15490

Abstract

Background: Dengue hemorrhagic fever (DHF) is an infectious disease caused by the dengue virus, transmitted through the bite of the Aedes aegypti mosquito. Purpose: To determine the relationship between environmental factors and community behavioral factors with the incidence of dengue fever in the Gedong Tataan Community Health Center Working Area, Gedong Tataan District, Pesawaran Regency. Methods: This research is an analytical type with a case control approach, with a sample size of 136 respondents consisting of 68 case respondents and 68 control respondents. The data analysis used was the Chi Square test.Results: The results of the bivariate analysis revealed that there was a statistically significant relationship between the availability of lids on containers (p-value: 0.000), the frequency of landfill drainage (p-value: 0.000), the number of plants in the home environment (p-value: 0.001), the habit of hanging clothes (p-value: 0.000), the habit of using mosquito repellent (p-value: 0.000), the habit of burying used goods (p-value: 0.041) with the incidence of dengue fever, and there is no statistically significant relationship between the presence of larvae-eating fish. (p-value: 0.174), the habit of napping at 09.00-10.00 and 16.00-17.00 2022 (p-value: 0.301) with the incidence of dengue fever.Conclusion: With the results above, there is a statistically significant relationship between the availability of lids on containers, the frequency of landfill drainage, the number of plants in the home environment, the habit of hanging clothes, the habit of using mosquito repellent/anti-mosquitoes, the habit of burying used items. Recommendations: For the Gedong Tataan Community Health Center are to encourage the community through outreach activities to always cover the landfill, drain the landfill at least ≥1 a week, keep larvae-eating fish, look after and care for plants, avoid the habit of hanging clothes in the house, avoid sleeping at midnight. 09.00-10.00 and 16.00-17.00, use mosquito repellent/anti-mosquito and bury used items that can collect rainwater. Keyword : DHF, Environment, Mosquitoes, Behavior ABSTRAK Latar Belakang: Demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue, ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan faktor lingkungan dan faktor perilaku masyarakat dengan kejadian DBD di Wilayah Kerja Puskesmas Gedong Tataan Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran.Metode: Penelitian ini merupakan jenis analitik dengan pendekatan case control, dengan jumlah sampel 136 responden terdiri dari 68 responden kasus dan 68 responden kontrol. Analisis data yang digunakan adalah uji Chi Square.Hasil: Hasil analisis bivariat diketahui adanya hubungan yang signifikan secara statistik antara ketersediaan tutup pada kontainer (p-value : 0,000), frekuensi pengurasan TPA (p-value : 0,000), banyaknya tanaman di lingkungan rumah (p- value : 0,001), kebiasaan menggantung pakaian (p-value : 0,000), kebiasaan menggunakan obat/anti nyamuk (p-value : 0,000), kebiasaan mengubur barang bekas (p-value : 0,041) dengan kejadian DBD, serta tidak ada hubungan yang signifikan secara statistik antara keberadaan ikan pemakan jentik (p-value : 0,174), kebiasaan tidur siang pada pukul 09.00-10.00 dan pukul 16.00-17.00 2022 (p-value : 0,301) dengan kejadian DBD.Kesimpulan: Dengan hasil di atas adanya hubungan yang signifikan secara statistik antara ketersediaan tutup pada container, frekuensi pengurasan TPA, banyaknya tanaman di lingkungan rumah, kebiasaan menggantung pakaian, kebiasaan menggunakan obat/anti nyamuk, kebiasaan mengubur barang bekas.Saran: Bagi pihak puskesmas Gedong Tataan untuk dapat menghimbau masyarakat melalui kegiatan penyuluhan untuk selalu memberi tutup pada TPA, melakukan pengurasan TPA minimal ≥1 dalam seminggu, memelihara ikan pemakan jentik, menjaga dan merawat tanaman, menghindari kebiasaan menggantung pakaian didalam rumah, menghindari tidur pada jam 09.00-10.00 dan 16.00-17.00, menggunakan obat/anti nyamuk dan mengubur barang bekas yang dapat menampung air hujan. Kata Kunci: DBD,Lingkungan, Nyamuk, Perilaku 
Hubungan Antara Prilaku Masyarakat Dengan Kejadian Tuberkulosis Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas Rawat Inap, Kecamatan Bumi Waras, Kota Bandar Lampung Tahun 2022 Indriyogi, Sophie Kirana; Murwanto, Bambang; Helmy, Helina; Usman, Sarip
MIDWIFERY JOURNAL Vol 3, No 2 (2023): Volume 3 Nomor 2 Juni 2023
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v3i2.10389

Abstract

Background: Pulmonary tuberculosis is a contagious infectious disease caused by Mycobacterium tuberculosis and is still a world health problem, including Indonesia and Indonesia ranks third after India and China.Various risk factors that cause pulmonary tuberculosis are age, gender, education level, occupation, smoking habits, bedroom occupancy density, lighting, ventilation, house conditions, air humidity, nutritional status, socioeconomic conditions and behavior, which environmental factors play a major role.Purpose: The purpose of this study was to determine the relationship between community behavior and the incidence of pulmonary tuberculosis in the working area of the Sukaraja Inpatient Public Health Center, Bumi Waras District, Bandar Lampung City in 2022.Methods: This type of research includes analytical research with a case control design. The case population of this study were patients with pulmonary tuberculosis recorded in medical records at the Sukaraja Inpatient Health Center as many as 119 people, while the control population in this study were non-pulmonary tuberculosis sufferers who resided in the working area of the Sukaraja Inpatient Health Center. The case sample in this study was 47 people who were recorded in the Tuberculosis case report in the Sukaaja Inpatient Health Center work area and the control sample in this study was 47 people or people who were not recorded as suffering from or had suffered from Pulmonary Tuberculosis who resided in the work area of the Inpatient Health Center Sukaraja. Results: The results of the bivariate analysis showed that the value of p = 0.123 > = 0.05 then there was no relationship between knowledge and the incidence of pulmonary tuberculosis in the working area of the Sukaraja Inpatient Health Center in 2022, p value = 0.023 < = 0.05 then there was a relationship between attitude and the incidence of pulmonary tuberculosis in the working area of the Sukaraja Inpatient Public Health Center in 2022 and the value of p = 0.023 < = 0.05, then there is a relationship between the action and the incidence of pulmonary tuberculosis in the working area of the Sukaraja Inpatient Health Center in 2022. Conclusion: In future research to determine the relationship between factors and the incidence of pulmonary tuberculosis more specifically, it is necessary to carry out further research with a better method design.Suggestion: for Community Health Centers by increasing community behavior through increasing knowledge, attitudes and behavior such as counseling and outreach. Meanwhile, for the community through the Community Health Centers, a community movement group for TB case finding and anti-TB campaigns should be formed. Keywords: Behavior, Environmental, Physical,Tuberculosis. ABSTRAK Latar Belakang: Tuberkolosis paru merupakan penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis dan masih menjadi masalah kesehatan dunia, termasuk Indonesia dan Indonesia menduduki urutan ketiga terbesar setelah India dan Cina.Berbagai faktor-faktor risiko yang menyebabkan penyakit tuberkulosis paru adalah faktor umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, pekerjaan, kebiasaan merokok, kepadatan hunian kamar tidur, pencahayaan, ventilasi, kondisi rumah, kelembaban udara, status gizi, keadaan social ekonomi dan perilaku, yang besar peranannya adalah faktor lingkungan.Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah mengetahui Hubungan Perilaku Masyarakat Dengan Kejadian Penyakit Tuberkulosis Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Rawat Inap Sukaraja Kecamatan Bumi Waras Kota Bandar Lampung Tahun 2022.Metode: Jenis penelitian ini termasuk penelitian analitik dengan desain kasus kontrol.  Populasi kasus penelitian ini adalah penderita penyakit Tuberkulosis Paru yang tercatat pada rekam medis di Puskesmas Rawat Inap Sukaraja sebanyak 119 orang sedangkan populasi kontrol dalam penelitian ini adalah bukan penderita Tuberkulosis Paru yang bertempat tinggal di wilayah kerja Puskesmas Rawat Inap Sukaraja. Sampel kasus pada penelitian ini sebanyak 47 orang yang tercatat dalam laporan kasus Tuberkulosis di wilayah kerja Puskesmas Rawat Inap Sukaaja dan sampel kontrol pada penelitian ini adalah 47 orang atau masyarakat yang tidak tercatat menderita atau pernah menderita Tuberkulosis Paru yang bertempat tinggal di wilayah kerja Puskesmas Rawat Inap Sukaraja.Hasil: Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa nilai p = 0,123 >α = 0,05 maka tidak terdapat hubungan pengetahuan dengan kejadian Tuberkulosis Paru di wilayah kerja Puskesmas Rawat Inap Sukaraja tahun 2022,, nilai p = 0,023<α = 0,05 maka terdapat hubungan sikap dengan kejadian Tuberkulosis Paru di wilayah kerja Pusekesmas Rawat Inap Sukaraja tahun 2022 dan nilai p = 0,023 <α = 0,05, maka terdapat hubungan tindakan dengan kejadian Tubekulosis Paru di wilayah kerja Puskesmas Rawat Inap Sukaraja tahun 2022.Kesimpulan: Pada penelitian selanjutnya dalam menentukan hubungan factor dengan kejadian Tuberkulosis Paru lebih sfesifik perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan design metode yang lebih baik lagi.Saran : bagi Puskesmas dengan peningkatan perilaku masyarakat melalui peningkatan pengetahuan, sikap dan perilaku seperti penyuluhan dan sosialisasi. Sedangkan bagi masyarakat melalui Puskesmas agar dibentuk kelompok gerakan masyarakat penemuan kasus TBC dan kampanye-kampanye anti TBC. Kata Kunci: Fisik, Lingkungan, Perilaku, Tuberkulosis.  
PENGARUH PEMBERIAN TERAPI MUROTTAL TERHADAP TEKANAN DARAH SISTOLE IBU POSTPARTUM DENGAN RIWAYAT PEB Nurchairina, Nurchairina; Nurlaila, Nurlaila
MIDWIFERY JOURNAL Vol 2, No 2 (2022): Volume 2 Nomor 2, Juni 2022
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v2i2.6924

Abstract

Background Hypertension in pregnancy (HDK) is one of the dominant causes of maternal death in Indonesia which has an increasing pattern from year to year. In 2010 the MMR caused by HDK was 21.5%, in 2011 it was 24.7%, in 2012 it was 26.9% and in 2013 it was 27.1% (Kemenkes, 2016). Data Characteristics of Maternal Mortality Hospital dr. H. Abdul Moeloek pointed out that the biggest cause of maternal death was PEB/eclampsia, which was 10 out of 37 maternal deaths or equivalent to 27.02%. The role of stress as a factor causing hypertension cannot be doubted. There are several ways that can be done to manage stress, namely by means of exercise, recreation and relaxation. One of the relaxation therapies in dealing with stress Islamically can be done with music therapy, namely using murottal therapyPurpose The purpose of this study was to determine the effect of murottal therapy on systolic blood pressure of postpartum mothers with a history of PEB in Dr. Hospital. H. Abdul Moeloek LampungMethods This research is an experimental study with a quasi-experimental research design. The population in this study were all postpartum mothers with a history of PEB in the Delima room at RSUD dr. H. Abdul Moeloek, while 16 samples were taken in the experimental group and 16 in the control group by purposive sampling method. Collecting data with observation sheets. Data analysis in this study used the independent sample T test.Results From the results of the study, it was found that the average decrease in blood pressure of mothers who were given murottal therapy was 6.03 mmHg with a standard deviation of 2.313 while for mothers who were not given murottal therapy, the average decrease in blood pressure was 0.66 mmHg with a standard deviation of 1.287. The results of the independent sample t-test statistical test obtained the value of Sig. (2-tailed) 0.000 < 0.05Conclusion There is an effect of giving murottal therapy on systolic blood pressure in postpartum mothers with a history of PEB in RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Lampung.Suggestion It is hoped that midwives can apply murottal therapy as complementary or companion therapy for postpartum women with a history of PEB with the same duration or more than 30 minutes every day. Keywords: Murottal Therapy, Systolic Blood Pressure, PEB Latar Belakang Hipertensi dalam kehamilan (HDK) merupakan salah satu penyebab dominan  kematian  ibu  di  Indonesia yang memiliki pola meningkat dari tahun ke tahun. Tahun 2010 AKI yang disebabkan oleh HDK 21,5 %, tahun 2011 24,7 %, tahun 2012 26,9 % dan tahun  2013   27,1   %   (KEMENKES, 2016). Data Karakteristik Kematian Ibu RSUD dr. H. Abdul Moeloek menunjukkan penyebab terbesar kematian ibu adalah PEB/eklampsia, yakni sebanyak 10 dari 37 kematian ibu atau setara dengan 27,02%. Peranan stres sebagai faktor penyebab hipertensi tidak dapat diragukan lagi. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengelola stres yaitu dengan cara olah raga, rekreasi dan relaksasi. Salah satu terapi rileksasi dalam mengatasi stres secara Islami dapat dilakukan dengan terapi musik yaitu menggunakan terapi murottalTujuan Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian terapi murottal terhadap tekanan darah sistole ibu postpartum dengan riwayat PEB di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek LampungMetode Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan rancangan penelitian quasy experiment. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu postpartum dengan riwayat PEB di ruang Delima RSUD dr. H. Abdul Moeloek, sedangkan sampel yang diambil sebanyak 16 pada kelompok eksperimen dan 16 pada kelompok kontrol diambil dengan metode purposive sampling. Pengambilan data dengan lembar observasi. Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji independent sample T test.Hasil Dari hasil penelitian didapatkan rata-rata penurunan tekanan darah ibu yang diberi terapi murottal 6,03 mmHg dengan standar deviasi 2,313 sedangkan untuk ibu yang tidak diberi terapi murottal rata-rata penurunan tekanan darah adalah 0,66 mmHg dengan standar deviasi 1,287. Hasil uji statistic independent sample t-test didapatkan nilai Sig. (2-tailed) 0.000 < 0.05Kesimpulan Ada pengaruh pemberian terapi murottal terhadap tekanan darah sistol pada ibu postpartum dengan riwayat PEB di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Lampung.Saran Diharapkan bidan dapat menerapkan terapi murottal sebagai terapi komple menter atau pendamping pada ibu nifas dengan riwayat PEB dengan durasi yang sama atau lebih dari 30 menit setiap hari.Kata Kunci                   : Terapi Murottal, Tekanan Darah Sistol, PEB
PENGARUH KONSUMSI MINUMAN JAHE TERHADAP MUAL MUNTAH PADA IBU HAMIL TRIMESTER Amran, Rovita; Isnaini, Nurul; Utami, Vida Wira; Yantina, Yuli
MIDWIFERY JOURNAL Vol 1, No 3 (2021): Vol 1.No.3 September 2021
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v1i3.5224

Abstract

Background Nausea, vomiting in pregnancy is generally called emesis gravidarum, experienced by around 70-80% of pregnant women and is a phenomenon that often occurs at 5-12 weeks of gestation. The feeling of nausea in early pregnancy can be reduced by using complementary therapies such as herbs or traditional herbs that are easily obtained such as ginger. A survey conducted in January 2019 by looking at the book visit of Pregnant Women There were 231 Pregnant Trimester I Pregnant Women, and 187 people who had emesis gravidarum (81%). The purpose of this study is to find out the effect of ginger drink on vomiting nausea in first trimester pregnant women at UPT Puskesmas Kupang Kota Kecamatan Teluk Betung Utara Bandar Lampung City in 2019.This type of research is quantitative, the research design used in this study is OnemGroup Pretest-Postest Design. The population in this study were all pregnant women who experienced nausea and vomiting as many as 187 respondents. Sample 32 people, the sampling technique used was purposive sampling. Data collection using the Rhodes Index Scale sheet and data analysis used was the T-dependent test.The results of the study revealed that the average value of nausea and vomiting before consumption of 17,718 ginger drinks and a standard deviation of 1,954. The average value of Nausea and vomiting after consumption of 6,843 ginger drinks and a standard deviation of 1,297. Conclusion Effect of Ginger Drink Consumption on Nausea and Vomiting in TM I pregnant women (p value 0,000 <0.05). Suggestions For pregnant women to be able to take advantage of herbal plants such as ginger in dealing with nausea, vomiting Keywords: Nausea Vomiting, Ginger Drink ABSTRAK  Latar Belakang Mual muntah pada kehamilan umumnya disebut emesis gravidarum, dialami sekitar 70-80% wanita hamil dan merupakan fenomena yang sering terjadi pada umur kehamilan 5-12 minggu. Rasa mual  pada awal kehamilan dapat di kurangi dengan menggunakan terapi komplementer antara lain dengan tanaman herbal atau tradisional yang mudah di dapatkan  seperti  jahe.  Survey yang lakukan pada januari Tahun 2019 dengan melihat buku  kunjungan Ibu Hamil Terdapat  Ibu Hamil Trimester I sebanyak 231 ibu hamil, dan yang mengalami emesis gravidarum sebanyak  187 orang (81%).Tujuan penelitian adalah Diketahui  Pengaruh Minuman  Jahe  Terhadap Mual Muntah pada ibu hamil trimester I di UPT Puskesmas Kupang Kota Kecamatan Teluk Betung Utara Kota Bandar Lampung Tahun 2019.Metode Penelitian jenis  kuantitatif, Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah One Group Pretest-Postest Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang mengalami mual muntah  sebanyak 187 responden. Sampel 32 orang,  Teknik sampling yang di gunakan purposive sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan lembar Skala Indeks Rhodes dan analisa data yang digunakan adalah uji T-dependent.Hasil penelitian diketahui Nilai rata-rata Mual muntah sebelum Konsumsi Minuman Jahe 17.718 dan standar deviasi 1.954. Nilai rata-rata Mual muntah Setelah konsumsi minuman jahe 6.843 dan standar deviasi 1.297.Kesimpulan Ada Pengaruh Pemberian Konsumsi minuman jahe terhadap mual muntah pada ibu hamil TM I (p value 0,000 < 0,05).Saran Bagi ibu hamil dapat agar dapat memanfaatkan tumbuhan herbal seperti jahe dalam mengatasi mual muntah. Kata Kunci : Mual Muntah, Minuman Jahe
Pengaruh Pemberian Daun Kelor Pada Ibu Hamil Dengan Peningkatan Kadar Hb Di PMB Wirahayu, S.Tr.Keb Kecamatan Panjang Bandar Lampung Tahun 2021 Novarta, Tika; Iqmy, Ledy Octaviani; Sari, Nita Evriana; Sari, Dewi Yulia
MIDWIFERY JOURNAL Vol 3, No 1 (2023): Volume 3 Nomor 1 Maret 2023
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v3i1.9530

Abstract

Daun kelor saat ini digunakan sebagai pengobatan alternative bagi ibu hamil yang mengalami anemia, hal ini dibuktikan oleh penelitian Nurcahyani (2014) menyebutkan bahwa pemberian daun kelor selama 1 bulan dapat meningkatkan kadar Hb sebesar 3,8 gr% – 4,0 gr%, dibandingkan dengan tanaman lain seperti bayam hanya meningkat 1,2 gr%, kentang 1,0gr%, brokoli 1,3 gr%, rumut laut 1,5gr%, bahkan buah bit yang mencapai hanya 1,8-2,0 gr%. Tujuan dalam penelitian ini adalah diketahui Pengaruh Pemberian Daun Kelor  Pada Ibu Hamil Terhadap Peningkatan Kadar Hb Di BPM Wirahayu, S.Tr.Keb Kecamatan Panjang Bandar Lampung Tahun 2021. Jenis penelitian yang digunakan kuantitatif, rancangan yang digunakan Quasi Experiment dengan pendekatan one group pre test and post test design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil dengan Hb 8-10 gr% Di BPM Wirahayu, S.Tr.Keb Kecamatan Panjang Bandar Lampung yang berjumlah 32 ibu hamil dengan sampel berjumlah 32 ibu hamil, dalam penelitian ini teknik sampling yang digunakan adalah Purposive Sampling Rata-rata kadar Hb responden sebelum diberikan daun kelor adalah 9,069 dan sesudah diberikan daun kelor adalah 10.684. Hasil uji pairet sample T test menunjukkan nilai P-value 0,000yaitu < 0,005 maka dapat di simpulkan ada Pengaruh Pemberian Daun Kelor Pada Ibu Hamil Terhadap Peningkatan Kadar Hb Di BPM Wirahayu, S.Tr.Keb Kecamatan Panjang Bandar Lampung Tahun 2021. Diharapkan agar dapat digunakan sebagai bahan masukan, evaluasi dan pertimbangan untuk menyusun/membuat kebijakan atau program baru dalam upaya peningkatan pelayanan antenatal yang berkualitas, seperti menyediakan fasilitas tempat/ruangan khusus ibu yang akan melakukan konseling terkait dengan peningkatan kadar Hb, serta memberikan pendidikan kesehatan tentang pentingnya daun kelor dalam meningkatkan kadar HbKata Kunci                  : Daun Kelor, Peningkatan Kadar Hb
Analisis Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Kemampuan Ibu Hamil Dalam Melakukan Deteksi Dini Resiko Preeklamsia Yulita, Emi; Fitria, Eliza
MIDWIFERY JOURNAL Vol 2, No 1 (2022): Volume 2 nomor 1, Maret 2022
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v2i1.6708

Abstract

Background: Preeclampsia is the second contributor to death after bleeding where the percentage of deaths caused by preeclampia is 24%. Deaths that occur to pregnant women and women who give birth are not only a health problem, but a big threat to women. Purpose of this study was to analyze the factors that influence the ability of pregnant women to carry out early detection of the risk of preeclampsia. Metode:This type of research is analytic observational with cross sectional design with a sample of 30 pregnant women.Results of the analysis: Based on the characteristic variables, it shows that the respondents are 20-35 years of age, education is high school education 18 Respondents and type of work is not working (IRT) 13 Respondents while the Pre-eclampsia Early Detection Ability dominates 19 respondents (63.3%). with the results of the analysis p value 0.001. Furthermore, the knowledge variable that dominates is poor knowledge (69.23%) with the ability to detect early pre-eclampsia is unable (63.3%) with the results of the analysis of p value of 0.001. Meanwhile, the variable of Information Exposure that dominates is never getting information (83.33%) and the Early Detection Ability of Pre-eclampsia is not able to (63.3%) with a p value analysis of 0.377.Conclusion: Two variables, namely the relationship between characteristics and level of knowledge, have a significant relationship with the early detection ability of ecalmsia. Meanwhile, the level of information exposure on the ability to detect pre-eclampsia does not have a significant relationshipSuggestion: The hope is to increase the dissemination of information to pregnant women regarding early detection of pre-eclampsia Keywords: Early detection, preeclampsia, the ability of pregnant womenABSTRAK Latar Belakang: Preeklamsia penyumbang kematian kedua setelah pendarahan dimana persentase kematian yang disebabkan preekalmsia sebesar 24%. Kematian yang terjadi pada ibu hamil maupun ibu bersalin bukan hanya merupakan masalah kesehatan, melainkan suatu ancaman yang besar bagi perempuan.Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor yang berpengaruh terhadap kekmampuan ibu hamil dalam melakukan deteksi dini resiko preeklamsia.Metode penelitian ini jenis penelitian adalah observasional analitik dengan desain cross sectional dengan Sampel sebanyak 30 orang ibu hamil.Hasil Analisis: Berdasarkan variabel karakteristik menunjukkan bahwa yang mendominasi pada umur 20-35 tahun responden, pendidikan adalah pendidikan SMA 18 Responden dan Jenis pekerjaan adalah tidak bekerja (IRT) 13 Responden sedangkan Kemampuan Deteksi Dini Pre eklamsia mendominasi tidak mampu 19 responden (63.3%) dengan hasil analisis p value 0.001. Selanjutnya variabel pengetahuan yang mendominasi adalah pengetahuan Kurang (69,23%) dengan Kemampuan Deteksi Dini Pre eklamsia tidak mampu (63.3%) dengan hasil analisis p value sebesar 0.001. Sedangkan variabel Keterpaparan Informasi yang mendominasi adalah tidak pernah mendapatkan informasi (83,33%) dan Kemampuan Deteksi Dini Pre eklamsia tidak mampu (63.3%) dengan hasil analisis p value sebesar 0.377.Kesmpulan: Dua variable yakni hubungan karakteristik dan tingkat pengetahuan memiliki hubungan yang signifikan terhadap kemampuan deteksi dini pere ekalmsia. Sedangkan tingkat keterpaparan informasi terhadap kemapuan mendeteksi pre eklamsia tidak memiliki hubungan yang signifikanSaran: Harapannya untuk dapat meningkatkan penyebaran informasi kepada ibu hamil terkait deteksi dini pre eklamsia Kata Kunci: Deteksi dini, preeklamsia, kemampuan ibu hamil
Vulva Hygiene Dalam Pencegahan Keputihan Di SMA Al-Amjad Medan Nurrahmaton, Nurrahmaton; Juliani, Sri
MIDWIFERY JOURNAL Vol 1, No 2 (2021): Vol.1 No.2 Juni 2021
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v1i2.4429

Abstract

Background: Leucorrhoea is one of the reproductive health experienced by young women. Many teenagers do not know about vaginal discharge, vaginal discharge occurs due to poor hygiene practices, to improve the knowledge and attitudes of young women, for this chance the students is tought about health education about vulva hygiene in the prevention of vaginal discharge. Objective: This study aims to find out the effect of health education on vulva hygiene on the knowledge and attitudes of young women in the prevention of vaginal discharge in SMA Al-Amjad. Method: This research is a quantitative study that used pre-experimental design with one group pre-test and pot-test design approach. Data was collected by using a questionnaire. The sample of this study were female teenagers of SMAAl-Amjad which were obtained through 85 stratified random sampling. Data analysis used the Wilcoxon signed rank test. Results: The showed that the knowledge of young women before being given health education had an average value of 53.85, an increase to 82.06 after being given health education. The same results showed the attitude of young women before being given health education with an average value of 68.24 an increase to 77.05 after being given health education. Statistical test results obtained p value = .000 (<.05). Conclusion: of this study is the influence of health education on vulva hygiene on the knowledge and attitudes of young women in the prevention of vaginal discharge. SuggestionThis counseling will help adolescents obtain information and increase their knowledge about reproductive health. Keywords: Health Education, Leucorrhoea, Knowledge, Youth, Attitude, Vulva Hygiene ABSTRAK Latar Belakang : Keputihan adalah salah satu kesehatan reproduksi yang dialami remaja wanita. Banyak remaja tidak mengetahui tentang keputihan. Keputihanterjadi dikarenakan praktik hygiene yang buruk. Keputihan normal tidak memerlukan pengobatan khusus dan akan membaik dengan sendirinya dengan hygiene yang benar. Namun, bila ternyata yang dialami adalah keputihan yang tidak normal, dapatberpotensi mengganggu fungsi organ kewanitaan dan mengancam kesuburan para remaja saat mereka dewasa nanti.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh health education tentang vulva hygiene terhadap pengetahuan dan sikap remaja putri dalam pencegahan keputihan di SMA Al-Amjad. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan design pre-eksperimental dengan pendekatan one group pre-test pot-test design. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Sampel penelitian ini adalah remaja putri SMA Al-Amjad yang diperoleh melaui stratified random sampling berjumlah 85 orang. Analisis data menggunakan uji wilcoxon signed rank test. Hasil: penelitian menunjukkan pengetahuan remaja putri sebelum diberikan pendidikan kesehatan memiliki nilai rata-rata 53,85 terjadi peningkatan menjadi 82,06 setelah diberikan pendidikan kesehatan. Hasil yang sama  menunjukkan sikap remaja putri sebelum diberikan pendidikan kesehatan dengan nilai rata-rata 68,24 terjadi peningkatan menjadi 77,05 setelah diberikan pendidikan kesehatan.  Hasil uji statistic didapatkan nilai p=0,000 (<0,05). Kesimpulan: Terdapat pengaruh health education tentang vulva hygiene terhadap pengetahuan dan sikap remaja putri dalam pencegahan keputihan. Saran Penyuluhan ini akan membantu remaja memperoleh informasi dan menambah wawasan mereka tentang kesehatan reproduksi. Kata Kunci : Health Education, Keputihan, Pengetahuan, Remaja, Sikap, Vulva Hygiene
Pemanfaatan Arang Kayu Kopi Sebagai Penurun Kadar Bau Pada IPAL Prianto, Nawan; Masra, Ferizal; Prihantoro, Prihantoro
MIDWIFERY JOURNAL Vol 5, No 2 (2025): Volume 5 No 2 Juni 2025
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v5i2.21098

Abstract

 ABSTRAKLatar Belakang: Limbah cair rumah sakit mengandung senyawa organik yang apabila terurai menghasilkan bau tidak sedap, salah satunya disebabkan oleh amonia (NH₃). Salah satu metode pengolahan bau limbah adalah dengan menggunakan arang aktif sebagai media adsorpsi. Penelitian ini mengevaluasi efektivitas arang aktif berbahan kayu kopi sebagai media filtrasi untuk menurunkan kadar bau (amonia) pada IPAL RSUD Alimuddin Umar.Tujuan: Mengetahui efektivitas penggunaan arang kayu kopi terhadap penurunan kadar amonia pada limbah cair rumah sakit.Metode: Penelitian eksperimen dengan perlakuan media arang aktif kayu kopi setebal 70 cm, 100 cm, dan 120 cm dengan variasi waktu kontak 5, 15, dan 20 menit. Parameter yang diukur meliputi kadar NH₃, pH, dan suhu sebelum dan sesudah proses filtrasi.Hasil: Penurunan kadar NH₃ tertinggi terjadi pada media setebal 120 cm dengan waktu kontak 20 menit (dari 10,45 mg/L menjadi 2,94 mg/L). pH berkisar antara 7,4–7,7 dan suhu antara 25–30 °C, keduanya masih dalam rentang standar.Kesimpulan: Arang aktif dari kayu kopi efektif digunakan untuk menurunkan bau limbah cair rumah sakit, khususnya kandungan amonia.Kata kunci: Arang Aktif, Amonia, Filtrasi, Limbah Cair, Kayu Kopi  
Efektifitas Terapi Musik Dalam Menurunkan Kecemasan Pada Ibu Bersalin Kala I Fase Aktif Septina, Rossi; Adrianingsih, Titim
MIDWIFERY JOURNAL Vol 4, No 1 (2024): Volume 4, Nomor 1 Maret 2024
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v4i1.14661

Abstract

Kecemasan pada tahap awal persalinan disebabkan oleh rasa takut melahirkan. Takut akan rasa sakit yang meningkat, takut akan kerusakan atau gangguan bentuk tubuh seperti episiotomi, robekan, jahitan atau operasi caesar, juga Sang ibu takut menyakiti anaknya. Faktor pemahaman ibu tentang persalinan merupakan faktor yang sangat penting yang mempengaruhi mobilitas atau tidak. Ibu yang menderita kecemasan atau stres memengaruhi hipotalamus untuk merangsang kelenjar adrenal yang mengontrol kelenjar pituitari. Terapi musik adalah proses yang menghubungkan  aspek penyembuhan musik dengan kondisi dan situasi kebutuhan fisik, emosional, spiritual, spiritual, kognitif dan sosial. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh Terapi Musik Dalam Menurunkan Kecemasan pada ibu bersalin pada kala I Fase Aktif. Jenis penelitian ini yaitu survey analitik dengan pendekatan Quasi Experimental Design yaitu dengan melihat sebelum dan sesudah diberikan terapi music dengan sampel yaitu 30 orang. Variabel dependen adalah tingkat kecemasan.Variabel independen adalah terapi musik. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji statistik chi square. Metode pengumpulan data menggunakan data primer. Didapatkan hasil tingkat kecemasan ringan sebanyak 56,7%. Ada hubungan yang signifikan antara pemberian terapi musik dengan tingkat kecemasan pada ibu bersalin dengan nilai p (0,003) dan OR (0,056). Diharapkan bidan dalam hal ini tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan di tempat praktik untuk melakukan terapi musik yang akan berguna untuk mengurangi tingkat kecemasan pada saat ibu bersalin. Kata Kunci                  : Persalinan, Terapi musik, tingkat kecemasan

Page 11 of 15 | Total Record : 147