cover
Contact Name
Neneng
Contact Email
neneng@malahayati.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
neneng@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Midwifery Journal
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 2775393X     EISSN : 27467953     DOI : https://doi.org/10.33024/mj.v5i3
Core Subject : Health,
MJ : Midwifery Journal, dengan nomor E-ISSN 2746-7953 (media online) dan P-ISSN 2746-7953 (media cetak) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh LPPM Universitas Malahayati MJ: Midwifery Journal merupakan jurnal yang memiliki fokus utama pada hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dikembangkan dengan pendekatan interdispliner dan multidisiplin. Proses penerimaan naskah selalu terbuka setiap waktu, naskah yang sudah disubmit oleh penulis akan direview oleh reviewer yang ahli dalam bidang kebidanan dan kesehatan. MJ : Midwifery Journal telah menggunakan Open Journal System dimana penulis, editor dan reviewer bisa memantau proses naskah secara online. Dalam satu tahun MJ : Midwifery Journal terbit sebanyak 4 kali yaitu pada bulan Maret, Juni, September, Desember.
Articles 147 Documents
Efektifitas Edukasi aplikasi online Berbasis android terhadap suami ibu hamil tentang ASI eksklusif Putriana, Yeyen; Pranajaya, R; Mujab, Saiful
MIDWIFERY JOURNAL Vol 3, No 2 (2023): Volume 3 Nomor 2 Juni 2023
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v3i2.10387

Abstract

Background: The failure of exclusive breastfeeding is mostly caused by the mother’s lack of knowledge and the absence of family support, especially husbands and in-laws or birth mothers. So far, pregnant women who visit health centers and midwives who practice independently have received education about exclusive breastfeeding through the KIA book media. However, family knowledge, especially husbands, have not received the same understanding of exclusive breastfeeding. Online applications about exclusive breastfeeding have been widely circulated in the community. However, it is not yet known how the effectiveness of this online application on the knowledge of the husband of pregnant women. Purpose :The research objective was to know the differences in knowledge and attitudes of husbands of pregnant women towards exclusive breastfeeding before and after using online media applications based on android.Method:The study used a quasi-experimental research design. The activity was carried out at the Kemiling Bandar Lampung puskesmas. The research subjects were husbands of pregnant women. The sample size used a purposive sampling formula of 30 respondents according to the inclusion criteria of the study. Data analysis used univariate and bivariate analysis using paired T test. The android based application is designed by the researcher. With the name sipenyu. The web network used is the Poltekkes Tanjungkarang web and can be downloaded from the play store. Conclusion: The results showed that there was an increase in the knowledge and attitudes of the husbands of pregnant women towards exclusive breastfeeding with p = 0.000. before and after the appSuggestion : the use of the Sipenyu application can be used to increase the knowledge and attitude of pregnant husbands towards exclusive breastfeeding Key words: apliction, online, android, husband, pregnant women, eclusiv berastfeeding AbstrakLatar Belakang :Kegagalan ASI ekslusif banyak disebabkan oleh kurangnya pengetahuan ibu dan tidak ada adanya dukungan keluarga terutama suami dan mertua atau ibu kandung . Selama ini ibu hamil yang berkunjung ke puskesmas dan bidan praktik mandiri telah mendapatkan edukasi tentang ASI ekslusif melalui media buku KIA. Namun pengetahuan keluarga terutama suami  belum mendapatkan pengertian yang sama tentang ASI ekslusif. Aplikasi online tentang ASI esklusif telah banyak beredar di masyarakat. Namun belum diketahui bagaimanakan efektitas aplikasi online tersebut terhadap pengetahuan  suami ibu hamil.Tujuan penelitian diketahuniya perbedaan pengetahuan dan sikap suami  ibu hamil terhadap ASI ekslusif sebelum dan sesudah  menggunakan media aplikasi online berbasis android.Metode :Penelitian menggunakan rancangan enelitian quasi eksperimen  . Kegiatan   dilaksanakan di puskesmas Kemiling Bandar Lampung. Subyek penelitian adalah suami ibu hamil . Besar sampel menggunakan rumus purposive sampling sebanyak 30 reponden yang sesuai dengan kriteria inklusi penelitian  . Analisa data menggunakan analisa univariate dan bivariate dengan menggunakan uji T paired. Aplikasi berbasis android dirancang sendiri oleh peneliti. Dengan nama sipenyu. Jaringan web yang digunakan adalah web poltekkes Tanjungkarang dan dapat diunduh di play store. Hasil: penelitian didapatkan terdapat peningkatan pengetahuan dan sikap suami ibu hamil terhadap asi eklsusif dengan p= 0.000. sebelum dan sesudah diberikan aplikasi.Saran : penggunaan aplikasi sipenyu  dapat digunakan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikaf suami hamil terhadap asi eklusifKata Kunci : aplikasi, online, android, suami, ibu hamil, asi ekslusif.
Penundaan Pemotongan Tali Pusat Terhadap Kadar Hemoglobin Pada Bayi Baru Lahir Triani, Agustina; Maternity, Dainty; Fitria, Fitria
MIDWIFERY JOURNAL Vol 2, No 1 (2022): Volume 2 nomor 1, Maret 2022
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v2i1.6475

Abstract

Background: Infection is one of the causes of infant mortality in Indonesia, including respiratory tract infections which cause the iron in the body to decrease, which can lead to iron deficiency anemia. Infant mortality caused by infection at every neonatal age continued to increase, ages 0-6 days were 2%, ages 7-28 days were 5.45%, and ages <28 days - <1 year increased by 10.07%.Purpose: The purpose of this study was to determine the effect of delaying umbilical cord cutting on hemoglobin levels in newborns in the Work Area of the Karya Jitu Community Health Center, Rawajitu Selatan District, Tulang Bawang Regency in 2020.Methods: This type of research is quantitative, post test only with control group design. The population in this study were all mothers giving birth. The sample in this study were 30 mothers who gave birth, the sample was divided into two groups, each of which was 15 respondents, the intervention group and the control group, the sampling technique was using pourposive sampling. Independent variable: effect of delay in cutting the umbilical cord, dependent variable: hemoglobin levels. The data analysis used was univariate and bivariate analysis using the Paired Sample T-Ttest.Results: of this study were the distribution of the average frequency of hemoglobin levels in newborns, which delayed cutting of the umbilical cord was 19.47 g / dl. The effect of delaying the cutting of the umbilical cord on hemoglobin levels in newborns in the Work Area of the Puskesmas Gedung Karya Jitu , Rawajitu Selatan District, Tulang Bawang Regency in 2020 (p-value 0.000 <0.05).Conclusion: There is an effect of delaying the cutting of the umbilical cord on hemoglobin levels in newborns in the Work Area of the Puskesmas Gedung Karya Jitu, Rawajitu Selatan District, Tulang Bawang Regency in 2020 Keywords: Delay In Cutting The Umbilical  Cord, Hemoglobin Level, Cord ABSTRAK Latar Belakang: Infeksi adalah salah satu penyebab angka kematian bayi di Indonesia, termasuk infeksi saluran nafas yang menyebabkan zat besi dalam tubuh akan berkurang sehingga dapat menyebabkan anemia defisiensi besi. Kematian bayi yang disebabkan oleh infeksi pada setiap usia neonatal terus mengalami peningkatan, usia 0-6 hari sebesar 2%, usia 7-28 hari sebesar 5.45%, dan usia <28 hari - <1 tahun meningkat sebesar 10,07%.Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah diketahui tentang pengaruh penundaan pemotongan tali pusat terhadap kadar hemoglobin pada bayi baru lahir di Wilayah Kerja Puskesmas Gedung Karya Jitu Kecamatan Rawajitu Selatan Kabupaten Tulang Bawang Tahun 2020.Metode: Penelitian kuantitatif, post test only with control group desain. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh  ibu bersalin. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 ibu bersalin, sampel dibagi dua kelompok masing-masing 15 responden kelompok intervensi dan kelompok kontrol, teknik pengambilan sampel dengan cara pourposive sampling. Variabel independent: pengaruh penundaan pemotongan tali pusat, variabel dependent: kadar hemoglobin. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat menggunakan uji Paired Sample T-Ttest.Hasil: Hasil dari penelitian ini adalah distribusi frekuensi rata rata kadar hemoglobin  pada bayi baru lahir dilakukan penundaan pemotongan tali pusat sebesar 19,47 g/dl. Pengaruh penundaan pamotongan tali pusat terhadap kadar hemoglobin pada bayi baru lahir di Wilayah Kerja Puskesmas Gedung Karya Jitu Kecamatan Rawajitu Selatan Kabupaten Tulang Bawang Tahun 2020 (nilai p-value 0.000 <  0.05).Kesimpulan: Ada pengaruh penundaan pamotongan tali pusat terhadap kadar hemoglobin pada bayi baru lahir di Wilayah Kerja Puskesmas Gedung Karya Jitu Kecamatan Rawajitu Selatan Kabupaten Tulang Bawang Tahun 2020 Kata Kunci  : Penundaan Pemotongan Tali Pusat, Kadar Hemoglobin, Tali Pusat 
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG DISMINOREA Mulyana, Desi Nurlaela; Indriyani, Devia
MIDWIFERY JOURNAL Vol 1, No 3 (2021): Vol 1.No.3 September 2021
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v1i3.4885

Abstract

Dysmenorrhea is a symptomatic phenomenon that includes abdominal pain, cramps, and back pain. Gastrointestinal symptoms such as nausea and diarrhea may occur as a symptom of menstruation. The purpose of this study was to determine the factors associated with the level of knowledge of young women about dysmenorrhea in RT 001, Kp. Tambun Kapling, Setia Pahlawan Village, Tarumajaya District, Bekasi Regency in 2020.The research is descriptive quantitative analysis, the sample in this study were 38 young women, data collection by distributing questionnaires and analyzed using Chi Square test.From the results of the research, there were 15 girls (39.5%) with good knowledge, 23 people (60.5%). And among the variables of menarche age at >12 years (57.9%) <12 years 16 (42.1%), sources of information through electronic media 22 (57.9%) non-electronic media 16 (42.1%), the role of parents are quite 27 (71.1%) good 11 (28.9%), and the nutritional status of thin 9 (23.7%) normal 29 (76.3%) .The results of the analysis of this study showed that there was no relationship between age, source of information and nutritional status with knowledge, but there was a relationship between the role of parents and the knowledge of adolescent girls about dysmenorrhea, from the analysis results obtained OR = 2.1 (95% CI: 0.463- 9,839) adolescents with "enough" parental roles are at risk of lacking knowledge of dysmenorrhea 2.1 times compared to adolescents with "good" parenting roles.The conclusion is that there is no relationship between age, source of information and nutritional status on adolescent knowledge, but there is a relationship between parental roles and knowledge of young women about dysmenorrhea. the role of "good" parents .It is recommended to young women, in order to increase knowledge about dysmenorrhea through media and non-media and increase the role of parents who have young women to increase their knowledge.. Keywords: Dysminorrhea, adolescent girls ABSTRAKDisminorea merupakan suatu fenomena simpomatik yang meliputi nyeri abdomen, kram, dan sakit punggung. Gejala gastroinstetinal seperti mual dan diare dapat terjadi sebagai gejala menstruasi. Tujuan Penelitian ini adalah Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat pengetahuan remaja putri tentang disminorea di RT 001, Kp. Tambun Kapling, Desa Pahlawan Setia, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi Tahun 2020.Penelitian bersifat analisis deskriptif kuantitatif, sampel dalam penelitian ini adalah 38 remaja putri, pengambilan data dengan cara membagikan kuesioner serta di analysis menggunakan uji Chi Square.Dari hasil penelitian remaja putri yang berpengetahuan baik yaitu 15 orang (39,5%) berpengetahuan kurang yaitu 23 orang (60,5%). Dan diantara variabel usia menarche pada >12 tahun (57,9%) <12 tahun 16(42,1%), sumber informasi melalui media elektronik 22 (57,9%) non media elektronik 16(42,1%), peran orangtua cukup 27(71.1%) baik 11(28,9%), dan status gizi kurus 9(23,7%) normal 29(76,3%).Hasil analisis penelitian ini menunjukkan tidak ada hubungan anatara usia, sumber informasi dan status gizi dengan pengetahuan, akan tetapi ada hubungan antara peran orangtua dengan pengetahuan remaja putri tentang disminorea, dari hasil analisis diperoleh nilai OR= 2,1 (95% CI: 0,463-9,839) remaja dengan peran orangtua “cukup” beresiko kurang pengetahuan disminorea 2,1  kali dibandingkan remaja dengan peran orang tua “baik”.Kesimpulan tidak ada hubungan anatara usia, sumber informasi dan status gizi terhadap pengetahuan Remaja, akan tetapi terdapat hubungan antara peran orangtua dengan pengetahuan remaja putri tentang disminorea, remaja putri dengan peran orangtua “cukup” beresiko kurang pengetahuan tentang disminorea 2,1  kali dibandingkan remaja dengan peran orang tua “baik”Disarankan kepada remaja putri, agar dapat meningkatkan lagi pengetahuan tentang disminorea melalui media dan non media serta meningkatkan peran orang tua yang memiliki remaja putri untuk meningkatkan pengetahuannya.Kata Kunci : Disminorea, remaja putri
Hubungan Prenatal Yoga Terhadap Kecemasan Ibu Hamil Trimester III Di TPMB Tri Imawati S.ST., Bdn Kota Metro Fadilah, Intan; Kurniasari, Devi; Zarma, Zarma
MIDWIFERY JOURNAL Vol 5, No 3 (2025): Volume 5 Nomor 3 September 2025
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v5i3.22385

Abstract

Anxiety in pregnant women in the third trimester is a psychological problem that often occurs before childbirth. High levels of anxiety can have a negative impact on the condition of the mother and fetus. Prenatal yoga is a non-pharmacological intervention that has been proven effective in reducing anxiety during pregnancy.This study aims to determine the relationship between prenatal yoga and anxiety levels in pregnant women in their third trimester at TPMB Tri Imawati SST., Bdn Metro City. This study uses a quantitative approach with a cross-sectional design. The sample consisted of 20 pregnant women in their third trimester who were selected using  accidental  sampling.  Data  were  collected  using  the  Prenatal  Anxiety  Screening  Scale  (PASS) questionnaire and analyzed using the Chi-Square test.The results showed that of the 10 pregnant women who participated in prenatal yoga, the majority experienced mild anxiety and none experienced anxiety. In contrast, of the 10 pregnant women who did not participate in prenatal yoga, all experienced severe anxiety. The analysis results showed a significant relationship between prenatal yoga and anxiety levels (p < 0.05).There is a significant relationship between prenatal yoga and anxiety levels in pregnant women in their third trimester. Prenatal yoga can be used as an alternative intervention to reduce anxiety before childbirth. Keywords: Prenatal yoga, anxiety, pregnant women, third trimester ABSTRAK Kecemasan pada ibu hamil trimester III merupakan permasalahan psikologis yang sering terjadi menjelang persalinan. Tingkat kecemasan yang tinggi dapat berdampak buruk terhadap kondisi ibu dan janin. Prenatal yoga merupakan intervensi non- farmakologis yang terbukti efektif dalam mengurangi kecemasan selama kehamilan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara prenatal yoga terhadap tingkat kecemasan pada ibu hamil  trimester  III  di  TPMB  Tri  Imawati  SST.,  Bdn  Kota  Metro.  Penelitian  ini  menggunakan  pendekatan kuantitatif  dengan  desain  cross-  sectional.  Sampel  terdiri  dari  20  ibu  hamil  trimester  III  yang  dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Prenatal Anxiety Screening Scale (PASS) dan dianalisis dengan uji Chi-Square.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 10 ibu hamil yang mengikuti prenatal yoga, mayoritas mengalami kecemasan ringan dan tidak ada kecemasan. Sebaliknya, dari 10 ibu hamil yang tidak mengikuti prenatal yoga, seluruhnya mengalami kecemasan berat. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan  antara prenatal yoga dengan tingkat kecemasan (p < 0,05).Terdapat hubungan yang signifikan antara prenatal yoga dengan tingkat kecemasan pada ibu hamil trimester III. Prenatal yoga dapat dijadikan sebagai alternatif intervensi dalam menurunkan kecemasan menjelang persalinan Kata Kunci: Prenatal yoga, kecemasan, ibu hamil, trimester III
Background: Diarrhea is still a major health problem for children under five in Indonesia and is also the most common health problem for toddlers. The prevalence of diarrhea in children under five (based on the diagnosis of health workers) is 11% with a Sari, Devi Ratna; Andoko, Andoko; Setiawati, Setiawati
MIDWIFERY JOURNAL Vol 3, No 1 (2023): Volume 3 Nomor 1 Maret 2023
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v3i1.8966

Abstract

Background:  Diarrhea is still a major health problem for children under five in Indonesia and is also the most common health problem for toddlers. The prevalence of diarrhea in children under five (based on the diagnosis of health workers) is 11% with a disparity between provinces between 5.1% (Riau Islands) and 14.2% (North Sumatra), while Lampung Province ranks 13th with a percentage of 8.8%.Purpose:  To find out the relationship between mother's knowledge and emergency handling of children under five with diarrhea in the Long Health Center in Bandar Lampung City in 2022.Methods: This type of research uses quantitative, analytical survey research design with a cross sectional approach. The population and sample are mothers who have children aged under five in the Long Health Center Work Area, the sampling technique uses purposive sampling. Data analysis using univariate and bivariate using chi square.Results : Most of the knowledge of mothers about handling diarrhea as many as 121 respondents (58.7%) with poor knowledge. Most of the handling of diarrhea as many as 116 respondents (56.3%) handled diarrhea inappropriately. Conclusion: The results of the chi-square test obtained a p-value of 0.000 (≤0.05), which means that there is a relationship between mother's knowledge and emergency handling of children under five who experience diarrhea in the Panjang City Health Center Work Area, Bandar Lampung in 2022.Suggestion Further research needs to be carried out with different numbers and methods, as well as being able to examine other factors that influence the incidence of diarrhea, namely beliefs and traditions and it is hoped that this research will serve as a comparison material for future researchers. Keywords  : Knowledge, Emergency Management, Diarrhea ABSTRAK Pendahuluan: Penyakit diare masih menjadi masalah kesehatan utama pada balita di Indonesia dan juga merupakan masalah kesehatan paling banyak terjadi pada balita. Prevalensi diare pada balita (berdasarkan diagnosis tenaga Kesehatan) sebesar 11% dengan disparitas antar provinsi antara 5,1% (Kepulauan Riau) dan 14,2% (Sumatera Utara), sedangkan untuk Provinsi Lampung dengan urutan ke 13 dengan persentase 8,8%Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu dan penanganan kegawadaruratan pada anak balita yang mengalami diare di Wilayah Kerja Puskesmas Panjang Kota Bandar Lampung Tahun 2022.Metode: Jenis penelitian menggunakan kuantitatif, rancangan penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dan sampel adalah ibu yang memiliki anak usia balita di Wilayah Kerja Puskesmas Panjang, teknik sampling menggunakan purposive sampling. Analisa data menggunakan univariat dan bivariat menggunakan chi square.Hasil : Sebagian besar pengetahuan ibu tentang penanganan diare sebanyak 121 responden (58,7%) dengan pengetahuan kurang baik. Sebagian besar penanganan diare sebanyak 116 responden (56,3%) melakukan penanganan diare secara tidak tepat.Simpulan: Hasil uji chi square didapat nilai p-value 0,000 (≤0,05) yang artinya ada hubungan pengetahuan ibu dan penanganan kegawadaruratan pada anak balita yang mengalami diare di Wilayah Kerja Puskesmas Panjang Kota Bandar Lampung Tahun 2022.Saran Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan jumlah dan metode yang berbeda, serta dapat meneliti faktor lain yang mempengaruhi kejadian diare yaitu kepercayaan dan tradisi dan diharapkan penelitian ini dijadikan sebagai bahan pembanding bagi peneliti selanjutnya. Kata Kunci : Pengetahuan, Penanganan Kegawat Daruratan, Diare
PIJAT OKSITOSIN TERHADAP TANDA KECUKUPAN ASI PADA BAYI Ningsih, Astri Cahya; Rosmiyati, Rosmiyati; Isnaini, Nurul; Mariza, Ana
MIDWIFERY JOURNAL Vol 1, No 4 (2021): Volume 1 Nomor 4, Desember 2021
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v1i4.4460

Abstract

Background: Breast feeding for babies has an important meaning, especially concerning sufficiency of nutrition and other substances required for body immunity against diseases. Oxytocin massage is one solutions to overcome lack of breast milk production, where oxytocin hormone takes a role.Purpose:The objective of this research was to find out the influence of oxytocin massage to breast milk sufficiency for babies in Wirahayu, S.Tr., Keb private midwifery in Panjang of Bandar Lampung in 2020.  Methods: This was a quantitative research by using quasi-experiment design and one group pretest and posttest approach. Population was 20 mothers with babies of 3-6 months old visiting Wirahayu, S.Tr.,Keb in Panjang of Bandar Lampung. 20 respondent samples were taken by using purposive sampling. Data were collected by using questionnaires and observations and analyzed by using univariate and bivariate analyses by using paired t-test.  Result: The result showed that the average (mean) of breast milk sufficiency before and after oxytocin massage were 5.50 and 9.05 respectively. Statistic test result showed that there was an influence of oxytocin massage to breast milk sufficiency for babies in Wirahayu, S.Tr., Keb private midwifery in Panjang of Bandar Lampung in 2020 with p-value 0.000.Conclusion: There was an influence of oxytocin massage to breast milk sufficiency for babies in Wirahayu, S.Tr., Keb private midwifery in Panjang of Bandar Lampung in 2020.Suggestions for health workers to improve health services on how to increase signs of breast milk adequacy, by providing health education about the importance of doing oxytocin massage and providing classes for breastfeeding mothers and classes for oxytocin massage  Keywords            : oxytocin massage and breast milk sufficiency signs Latar Belakang: Pemberian ASI pada bayi mempunyai arti sangat penting ,terutama menyangkut pemenuhan kebutuhan gizi dan zat lain pembentuk kekebalan tubuh terhadap penyakit. Pijat oksitosin merupakan salah satu solusi untuk mengatasi ketidak lancaran produksi ASI, hormone yang berperan yaitu hormon oksitosin.Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui pengaruh pijat oksitosin terhadap tanda kecukupan ASI pada bayi di PMB Wirahayu, S.Tr.,Keb Panjang Bandar Lampung Tahun 2020.Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasi Experiment dengan pendekatan one group pre test and post test design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang mempunyai bayi usia 3-6 bulan di PMB Wirahayu, S.Tr.,Keb Panjang Bandar Lampung yang berjumlah 20 responden. 20 sampel diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan dengan lembar kuesioner dan observasi. Data dianalisa dengan analisa univariat dan bivariat dengan uji paired T-Test.Hasil: Hasil penelitian menunjukan diketahui rata-rata (mean) tanda kecukupan ASI sebelum pijat oksitosin 5,50 dan rata-rata (mean) tanda kecukupan ASI sesudah pijat oksitosin 9,05. Berdasarkan hasil uji statistic didapatkan ada pengaruh pijat oksitosin terhadap tanda kecukupan ASI pada bayi di PMB Wirahayu, S.Tr.,Keb Panjang Bandar Lampung Tahun 2020 dengan p-value 0,000.Kesimpulan: Ada pengaruh pijat oksitosin terhadap tanda kecukupan ASI pada bayi di PMB Wirahayu, S.Tr.,Keb Panjang Bandar Lampung Tahun 2020.Saran petugas kesehatan agar dapat meningkatkan pelayana kesehatan tentang cara bagaimana meningkatkan tanda kecukupan ASI, dengan cara memberikan pendidikan kesehatan tentang pentingnya melakukan pijat oksitosin serta menyediakan kelas ibu menyusui dan kelas pijat oksitosin Kata Kunci          : Pijat Oksitosin & Tanda Kecukupan ASI 
PENGETAHUAN REMAJA TENTANG HIV/AIDS Kumalasary, Diyanah
MIDWIFERY JOURNAL Vol 1, No 2 (2021): Vol.1 No.2 Juni 2021
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v1i2.4447

Abstract

Background : Human Immunodeficiency Virus (HIV) is a virus that causes decreased immunity and can cause a set of symptoms of a disease called Acquired immuno deficiency syndrom (AIDS). The phenomenon of people living with HIV/AIDS tends to increase in both developed and developing countries, including Indonesia. A total of 324 new cases were found throughout 2020 in Cirebon City.Objective : Adolescent knowledge about HIV/AIDS is expected to inhibit or prevent the spread of HIV/AIDS. Methods : The research design used is descriptive with cross sectional approach. Sampling with stratified random sampling technique. The number of samples was determined using the slovin formula, in order to obtain a sample of 142 adolescents who met the inclusion criteria. Result : The majority of adolescents who have sufficient knowledge are 92 people, the majority of respondents are 13-15 years old, 109 people are middle-school teenagers, 78 parents are included in the middle school education, 85 parents have high jobs, 82 respondents said they didn’t obtain information related to HIV/AIDS, based on information sources, the majority of adolescents get information related to HIV/AIDS from schools/lessons.Conclusion : From 142 respondents, the majority are in the age range of 13-15 yaers who are middle-aged adolescents and have sufficient knowledge related to HIV/AIDSSuggestion With a good level of knowledge related to HIV/AIDS, the hope is that it can prevent and reduce the incidence of HIV/AIDS among adolescents.  Keywords : Knowledge, adolescent characteristics, HIV/AIDS. ABSTRAK Latar belakang : Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan virus yang menyebabkan penurunan kekebalan tubuh dan dapat menimbulkan sekumpulan gejala penyakit yang disebut Aquired imuno deficiency syndrom (AIDS). Fenomena orang dengan HIV/AIDS jumlahnya cenderung meningkat baik di Negara maju maupun Negara berkembang termasuk Indonesia. Sebanyak 324 kasus baru ditemukan sepanjang 2020 di Kota CirebonTujuan : Pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS diharapkan dapat menghambat atau mencegah penyebarluasan HIV/AIDS.Metode : Desain penelitian yang digunakan adalah deskriftif dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dengan teknik Stratified Random Sampling. Jumlah sampel ditetukan menggunakan rumus Slovin, sehingga diperoleh sampel sebanyak 142 remaja yang memenuhi kriteria inklusi.Hasil penelitian : Mayoritas remaja yang memiliki pengetahuan cukup sebanyak 92 orang, umur responden mayoritas 13-15 tahun sebanyak 109 orang yang merupakan remaja menengah, pendidikan orangtua yang termasuk menengah terdapat 78 orang, sebanyak 85 orangtua mempunyai pekerjaan yang tergolong tinggi, 82 responden menyatakan tidak mendapatkan informasi terkait HIV/AIDS, berdasarkan sumber informasi, mayoritas remaja mendapatkan informasi terkait HIV/AIDS dari sekolah/pelajaranKesimpulan : Dari 142 responden, mayoritas berada pada rentang umur 13-15 tahun yang merupakan kelompok remaja menengah dan dengan tingkat pengetahuan cukup terkait HIV/AIDSSaran Dengan adanya tingkat pengetahuan yang baik terkait HIV/AIDS harapannya adalah dapat mencegah dan menurunkan angka kejadian HIV/AIDS pada kalangan remaja.   Kata Kunci : Pengetahuan, karakteristik remaja, HIV/AIDS. 
Analisis Risiko Kesehatan Lingkugan (ARKL) Pajanan Mangan (Mn) Pada Air Sumur Gali Masyarakat Sebagai Sumber Air Minum Izza, Nurul; Karbito, Karbito; Fikri, Ahmad; Masra, Ferizal
MIDWIFERY JOURNAL Vol 5, No 2 (2025): Volume 5 No 2 Juni 2025
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v5i2.21079

Abstract

Latar Belakang: Kendala yang paling sering ditemui dalam menggunakan air tanah adalah masalah kandungan Zat Mangan (Mn) yang terdapat dalam air baku. Mangan dalam air biasanya terlarut dalam bentuk senyawa atau garam bikarbonat, garam sulfat, hidroksida dan juga dalam bentuk koloid atau dalam keadaan bergabung dengan senyawa organik. Adanya kandungan Mangan (Mn) dalam air menyebabkan warna air tersebut berubah menjadi kuning-coklat setelah beberapa saat kontak dengan udara. Disamping kandungan Mangan (Mn) dapat mengganggu kesehatan juga menimbulkan bau yang kurang enak serta menyebabkan warna kuning pada dinding bak serta bercak-bercak kuning pada pakaian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar Mangan (Mn) dan melakukan Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan terhadap pajanan Mangan (Mn) pada air sumur gali sebagai air minum masyarakat di Desa Sudimoro, Kecamatan Semaka, KabupatenTanggamus. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian Deskriptif, yaitu melakukan pemeriksaan dan analisis risiko kesehatan lingkungan pada air sumur gali yang mengandung kadar Mangan (Mn) sebagai sumber air minum yang dikonsumsi dalam kehidupan sehari-hari.di Desa Sudimoro, Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus. Hasil: Hasil penelitian ini diketahui bahwa kadar Mangan (Mn) pada 5 sampel air sumur gali di Desa Sudimoro Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus adalah sumur I (0,2 mg/l), sumur II (0,5 mg/l), sumur III (0,5 mg/l), sumur IV (0,6 mg/l) dan sumur V (0,2 mg/l). Hasil Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan untuk pajanan Mangan (Mn) di air sumur gali yang digunakan masyarakat pada orang dewasa maupun anak–anak dengan konsentrasi tersebut masuk dalam kategori Aman / Berisiko Rendah karena memperoleh hasil RQ < 1. Kesimpulan: Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan didapatkan hasil Tingkat risiko pajanan Mangan (Mn) di air sumur gali pada masyarakat dewasa maupun anak – anak dengan konsentrasi tersebut, Aman / Berisiko Rendah karena memperoleh hasil RQ < 1. Kata Kunci: Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan, Sumur Gali, Mangan (Mn), Sudimoro    
Konsumsi Makanan Bergizi Dalam Pencegahan Stunting Terhadap Kadar Hemoglobin Dan LILA Pada Remaja Jumiatun, Jumiatun; Setyaningsih, Pujiati
MIDWIFERY JOURNAL Vol 3, No 4 (2023): Volume 3 Nomor 4 Desember 2023
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v3i4.13486

Abstract

Adolescent girls are one of the specific targets for interventions to accelerate the reduction of stunting in Indonesia. During this period, attention is needed for nutritional issues due to increasing nutritional needs, lifestyle changes, and eating habits. Nutritional deficiencies during this time, both quantitatively and qualitatively, can lead to metabolic disorders and the onset of diseases. Adolescence is also a crucial period for physical and cognitive development, making good nutritional intake essential for both aspects. In contrast, improper nutrition can have lifelong effects. Nutritional problems during adolescence include chronic energy deficiency and anemia. Chronic energy deficiency generally occurs because adolescents eat too little due to fear of gaining weight or being less attractive. Anemia is a micronutrient deficiency, specifically iron, in adolescent girls. Iron is necessary for the formation of red blood cells, which are converted into hemoglobin, subsequently distributed throughout the body tissues as an oxygen carrier.This research aims to determine whether there is a relationship between the behavior of consuming nutritious foods in preventing stunting with hemoglobin levels and upper arm circumference (UAC) in adolescent girls at SMA Muhammadiyah 4 Kendal. The study involved distributing questionnaires to female students in the first and second grades to determine the variables of adolescent behavior in consuming nutritious foods for stunting prevention, while hemoglobin and UAC variables were assessed by directly measuring hemoglobin levels and the upper arm circumference of female students. This descriptive correlational study used a cross-sectional approach, with a sample size of 28 adolescent girls. Adolescent behavior variables were grouped into two categories: good behavior and less desirable behavior. Good behavior includes practicing a nutritious eating pattern, taking iron supplements, and maintaining good personal hygiene, while less desirable behavior involves unhealthy eating patterns, inadequate iron supplement intake, and poor personal hygiene. Hemoglobin level variables were categorized as normal and abnormal, while UAC variables were classified as normal if equal to or greater than 23.5 cm and abnormal if less than 23.5 cm. The analysis employed both univariate and bivariate methods. The statistical test used was the Spearman test due to the non-normal distribution of the data.The analysis results for the behavior variable revealed that the majority of adolescent girls had good behavior. The results of hemoglobin level examinations mostly fell into the normal category, and the UAC measurements mostly showed normal values. Bivariate analysis results indicated no relationship between the consumption of nutritious foods and hemoglobin levels or UAC. This suggests that not only eating patterns influence hemoglobin levels and UAC. Low hemoglobin levels can be caused by various factors, including bleeding, insufficient iron levels in the blood, folate deficiency, vitamin B12 deficiency, worm infestations, leukemia, and chronic diseases. On the other hand, UAC measurements are less influenced by long-term nutritional deficiencies (chronic).  ABSTRAK Latar Belakang: Remaja putri merupakan salah satu sasaran intervensi spesifik dalam percepatan penurunan stunting di Indonesia. Pada masa ini membutuhkan perhatian dalam masalah gizi disebabkan kebutuhan gizi semakin meningkat, perubahan gaya hidup serta kebiasaan makan. Kekurangan gizi pada masa ini baik secara kuantitatif maupun kualitatif dapat menyebabkan gangguan metabolisme dan timbulnya suatu penyakit. Masa remaja juga merupakan masa penentuan bagi perkembangan fisik dan kognitif, sehingga asupan gizi yang baik sangat penting bagi kedua aspek ini, sedangkan asupan gizi yang tidak tepat dapat memberikan efek seumur hidup. Masalah gizi yang terjadi pada masa remaja diantaranya kurang energi kronis dan anemia. Kurang energi kronis pada umumnya terjadi karena remaja makan terlalu sedikit karena takut gemuk atau kurang seksi. Anemia merupakan kekurangan mikronutrien berupa zat besi pada remaja putri. Zat besi diperlukan untuk membentuk sel-sel darah merah yang dikonversi menjadi hemoglobin, yang selanjutnya diedarkan ke seluruh jaringan tubuh sebagai pembawa oksigen.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara perilaku mengkonsumsi makanan bergizi dalam pencegahan stunting dengan kadar hemoglobin dan lingkar lengan atas (LILA) pada remaja putri di SMA Muhammadiyah 4 Kendal.Metode Penelitian: Penelitian ini dilakukan dengan membagikan kuesioner kepada siswa putri kelas satu dan dua untuk mengetahui variabel perilaku remaja mengkonsumsi makanan bergizi dalam pencegahan stunting, sedangkan variabel kadar hemoglobin dan LILA dilakukan dengan cara pemeriksaan secara langsung kadar hemoglobin dan mengukur lingkar lengan bagian atas siswa putri. Jenis penelitian ini menggunakan deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional, dengan jumlah sampel 28 remaja putri. Variabel perilaku remaja dikelompokkan menjadi dua yaitu perilaku baik dan perilaku kurang baik, perilaku baik apabila remaja melakukan praktik pola makan yang bergizi, minum tablet tambah darah dan PHBS baik, perilaku kurang baik apabila remaja melakukan praktik pola makan yang bergizi, minum tablet tambah darah dan PHBS kurang baik. Variabel kadar hemoglobin dikategorikan menjadi kategori normal dan tidak normal. Sedangkan variabel LILA dikategorikan normal apabila lebih dari atau sama dengan 23,5 cm dan tidak normal apabila LILA kurang dari 23,5 cm.  Analisis yang digunakan adalah univariat dan bivariat. Uji statistiuk yang digunakan yakni uji Spearman karena data berdistribusi tidak normal. .Hasil: Hasil analisis dari variabel perilaku diperoleh sebagian besar remaja putri dengan kategori perilaku baik, hasil pemeriksaan kadar hemoglobin sebagian besar kategori normal, dan hasil pengukuran LILA sebagian besar dengan kategori normal. Hasil analisis bivariat diperoleh tidak ada hubungan antara perilaku konsumsi makanan bergizi dengan kadar hemoglobin dan LILA. Hal  ini  menunjukan  tidak  hanya pola  makan  yang  mempengaruhi kadar hemoglobin  dan LILA. Kurangnya kadar hemoglobin disebabkan oleh berbagai macam faktor antara lain terjadinya perdarahan, kurangnya kadar zat besi dalam darah, kekuarangan asam folat, kekurangan vitamin B12, kecacingan, leukimia, serta adanya penyakit kronis. Sedangkan hasil pengukuran LILA yang kurang dipengaruhi oleh kekurangan makanan yang berlangsung menahun (kronis).Kesimpulan: Tidak ada hubungan perilaku konsumsi makanan bergizi dengan kadar hemoglobin dan LILA. Kata Kunci : Makanan, Bergizi, Hemoglobin, Lila 
EFEKTIVITAS KELAPA HIJAU TERHADAP PENURUNAN NYERI HAID PADA REMAJA PUTRI Harahap, Mustika Hana
MIDWIFERY JOURNAL Vol 1, No 4 (2021): Volume 1 Nomor 4, Desember 2021
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v1i4.5660

Abstract

Background : The most common complaint of gynecological patients is dysmenorrhea, which affects 75% of the world. Of all affected women 50% report mild symptoms, 30% have moderate symptoms and 20% have severe symptoms. Purpose : The purpose of this study was to determine the effect of green coconut on the reduction of menstrual pain in young women. Method : This type of research is quantitative research, the research method is Pre Experimental Design. When the research was conducted in January - Juny 2021. The population with the sample in this study was 18 people with total sampling technique. The research instrument used an observation sheet. Data analysis using T-Dependent test. Result : Based on the results of statistical tests, it was obtained that the P value = 0.000, it can be concluded that there was a significant effect between menstrual pain before giving green coconut and menstrual pain after giving green coconut to young women. Conclusion : The conclusion of this study is that there is a significant effect on giving green coconut to menstrual pain. Suggestion : SuIt is hoped that young women will consume green coconut because it is healthy and consume a balanced nutritious diet to increase productivity in the future and it is recommended that the Mukhlisin Tambang cooperate with local health services to provide health education to adolescents. Keywords: Green Coconut, Menstrual Pain, Young Women   ABSTRAK Latar Belakang : Keluhan pasien ginekologi yang paling umum adalah dismenore, yang mempengaruhi 75% dunia. Dari semua wanita yang terkena, 50% melaporkan gejala ringan, 30% memiliki gejala sedang dan 20% memiliki gejala parah.Tujuan : Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas kelapa hijau terhadap penurunan nyeri haid pada remaja putri.Metode : Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, metode penelitian adalah Pre Experimental Design. Waktu penelitian dilakukan pada bulan Januari – Juni 2021. Populasi dengan sampel dalam penelitian ini adalah 18 orang dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi. Analisis data menggunakan uji T-Dependent.Hasil Penelitian : Berdasarkan hasil uji statistik diperoleh nilai P = 0,000 maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara nyeri haid sebelum pemberian kelapa hijau dan nyeri haid setelah pemberian kelapa hijau pada remaja putri.Kesimpulan : dari penelitian ini adalah ada pengaruh yang signifikan pemberian kelapa hijau terhadap nyeri haid.Saran : Diharapkan remaja putri mengkonsumsi kelapa hijau karena sehat dan mengkonsumsi makanan bergizi seimbang untuk meningkatkan produktivitas di masa depan dan disarankan agar Mukhlisin Tambang bekerjasama dengan dinas kesehatan setempat untuk memberikan pendidikan kesehatan kepada remaja.Kata Kunci : Kelapa Hijau, Nyeri Haid, Remaja Putri