Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice)
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) is published twice a year in March and October, containing research articles, review and short communication in the pharmacy science field, including medicinal chemistry, analytical chemistry, biological pharmacy, pharmaceutical sciences, and clinical pharmacy researches; the practice of pharmacy in industry, clinic and community, such as pharmacies, distributors and pharmacy education.
Articles
8 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 7 No. 2 (2020): Oktober"
:
8 Documents
clear
Uji Kestabilan Fisik Krim Tabir Surya Ekstrak Etanol Biji Jintan Hitam (Nigella sativa L.)
Subaidah, Windah Anugrah
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol. 7 No. 2 (2020): Oktober
Publisher : Faculty of Pharmacy, Widya Mandala Surabaya Catholic University, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33508/jfst.v7i2.2363
Jintan hitam (Nigella sativa L.) diketahui memiliki kandungan flavanoid yang dapat menangkal radikal bebas karena adanya gugus kromofor (ikatan rangkap terkonjugasi). Gugus kromofor pada falavonoid dalam jintan hitam (Nigella sativa L.) mampu menyerap radiasi sinar UVA dan UVB. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kestabilan fisik krim tabir surya ekstrak etanol biji jintan hitam (Nigella sativa L) dengan variasi emulgator polisorbat 60 dan sorbitan 60 setelah penyimpanan dipercepat. Ekstrak biji jintan hitam (Nigella sativa L) yang diperoleh dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Aktivitas tabir surya ekstrak biji jintan hitam (Nigella sativa L) ditentukan dengan mengukur nilai persen transmisi eritema (%Te) dan nilai persen transmisi pigmentasi (%Tp) menggunakan spektrofotometer UV. Ekstrak biji jintan hitam (Nigella sativa L) diformulasikan kedalam sediaan krim kemudian di evaluasi sifat fisik sebelum dan sesudah penyimpanan dipercepat. Hasil penelitian menunjukkan Ekstrak biji jintan hitam (Nigella sativa L.) masuk kedalam kategori sunblock dengan nilai transmisi eritema sebesar 0,5707% dan nilai transmisi pigmentasi sebesar 0,7074%. Ekstrak biji jintan hitam (Nigella sativa L.) yang diformulasikan kedalam sediaan krim dengan variasi emulgator polisorbat 60 dan sorbitan 60 setelah penyimpanan dipercepat tidak mengalami perubahan organoleptis, homogenitas dan tipe emulsi. Perubahan terjadi pada viskositas dan pH sediaan krim.
Formulasi Pasta Gigi Ekstrak Etanolik Herba Ashitaba (Angelica keiskei)
Juliantoni, Yohanes;
Subaidah, Windah Anugrah;
Wirasisya, Dyke Gita
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol. 7 No. 2 (2020): Oktober
Publisher : Faculty of Pharmacy, Widya Mandala Surabaya Catholic University, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33508/jfst.v7i2.2365
Ashitaba (Angelica keiskei) memiliki khasiat sebagai antibakteri Streptococcus aureus mutans yang merupakan penyebab karies gigi. Pasta gigi merupakan salah satu bentuk sediaan untuk pembersih gigi. Penelitian ini dilakukan untuk membuat formulasi ekstrak herba ashitaba dalam bentuk pasta gigi. Metode maserasi digunakan untuk mengekstraksi ashitaba dengan larutan penyari etanol 96%. Pasta gigi dibuat dengan tiga variasi konsentrasi dari karbopol 940 secara berurutan yaitu 1% (formulasi I), 2% (formulasi II), dan 3% (formulasi III). Parameter uji formula pasta gigi meliputi pH, homogenitas, tinggi busa, dan uji hedonik. Rendemen ekstrak etanol ashitaba diperoleh sebesar 18,13%. Hasil uji sifat fisik tiga sediaan pasta gigi menunjukkan bahwa ketiga formula homogen, memenuhi syarat pH, dan Formula II memiliki nilai respon kesukaan yang paling baik.
Review: Sintesis Senyawa Turunan Andrografolid pada Gugus Hidroksil C-14
Sabila, Rusydina;
Megantara, Sandra;
Saputri, Febrina Amelia
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol. 7 No. 2 (2020): Oktober
Publisher : Faculty of Pharmacy, Widya Mandala Surabaya Catholic University, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33508/jfst.v7i2.2508
Andrografolid merupakan suatu diterpenoid lakton yang terkandung dalam tanaman sambiloto (Andrographis paniculata) sebagai senyawa aktif utama. Andrografolid memiliki banyak aktivitas biologis, diantaranya sebagai antiinflamasi, antikanker, hepatoprotektor, antioksidan, antidiabetes, antihiperlipidemia, antibakteri, dan antivirus. Untuk meningkatkan sifat fisikokimia dan mengoptimalkan aktivitas terapeutik dari andrografolid, diperlukan modifikasi struktur andrografolid. Pada review ini akan dibahas mengenai metode yang dapat dilakukan dalam memodifikasi struktur andrografolid terutama pada gugus hidroksil C-14 dan membandingkan potensi dari aktivitas biologisnya setelah dimodifikasi. Terdapat dua metode modifikasi yaitu dengan cara memproteksi gugus hidroksil C-3 dan C-19 terlebih dahulu untuk menghasilkan senyawa 3,19-isopropiliden andrografolid yang kuat terhadap serangan nukleofil dan cara kedua yaitu langsung mereaksikannya dengan klorida asam dengan bantuan amina tersier seperti trietilamin dan piridin. Dari hasil review didapatkan bahwa modifikasi terhadap gugus hidroksil C-14 dapat meningkatkan potensi aktivitas biologis andrografolid dan metode yang paling baik untuk memodifikasi andrografolid pada gugus hidroksil C-14 yaitu dengan cara memproteksi gugus hidroksil C-3 dan C-19 terlebih dahulu serta mereaksikannya dengan klorida asam atau anhidrida asam agar diperoleh rendemen yang lebih banyak.
Analisis Implementasi Pelayanan Informasi Obat Pasien Rawat Jalan di Rumah Sakit DR. Soedarso Pontianak Tahun 2020
Puspasari, Heny;
Suryaningrat, Dani
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol. 7 No. 2 (2020): Oktober
Publisher : Faculty of Pharmacy, Widya Mandala Surabaya Catholic University, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33508/jfst.v7i2.2629
Pelayanan informasi obat merupakan suatu kegiatan untuk memberikan pelayanan informasi obat yang akurat dan objektif dalam hubungannya dengan perawatan pasien, pelayanan informasi obat sangat penting dalam upaya menunjang budaya pengelolaan dan penggunaan obat secara rasional. Pelayanan kefarmasian adalah salah satu syarat dari pengobatan untuk mencapai tujuan keberhasilan terapi yang dapat meningkatkan kualitas hidup pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai realisasi implementasi pelayanan informasi obat pasien rawat jalan di rumah sakit umum dr Soedarso Pontianak tahun 2020 dengan target yang diinginkan sesuai standar pelayanan kefarmasian di rumah sakit. Penelitian ini dilakukan dengan desain penelitian analisis deskriftif dengan unit analisis bagian instalasi farmasi rumah sakit. Pengambilan data secara prosfektif kepada sejumlah pasien rawat jalan yang mendapat resep dari dokter dengan pemberian kuesioner serta pengamatan langsung. Hasil dari penelitian diketahui bahwa pelayanan informasi obat pada pasien rawat jalan di RSUD Dr. Soedarso, masih terjadi kesenjangan negatif atau realisasinya belum mencapai target yang diinginkan sebesar 97% untuk indikator efek samping obat dan 99% untuk kepatuhan minum obat. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa masih kurang lengkapnya pelayanan informasi obat oleh pertugas farmasi kepada pasien dalam memberikan komponen informasi obat seperti jenis sediaan obat, khasiat obat dan terutama pada efek samping obat dan informasi kepatuhan minum obat.
Sintesis O-(Isoleusil) Parasetamol dan Uji Aktivitas Analgesik terhadap Mencit (Mus musculus) dengan Metode Hot Plate
Parwitha, Ida Ayu Andri;
Siswodihardjo, Siswandono
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol. 7 No. 2 (2020): Oktober
Publisher : Faculty of Pharmacy, Widya Mandala Surabaya Catholic University, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33508/jfst.v7i2.2676
Parasetamol merupakan obat analgesik lini pertama yang digunakan dalam tata laksana nyeri. Penggunaan obat tersebut dalam jangka waktu panjang dengan dosis besar berpotensi memunculkan efek samping hepatotoksik. Guna meminimalkan efek samping dan meningkatkan aktivitas analgesik dari Parasetamol maka dilakukan modifikasi struktur –OH pada gugus parasetamol. Tujuan dari penelitian ini adalah mensintesis senyawa O-(isoleusil)parasetamol melalui reaksi Schotten Baumann antara Parasetamol dan Isoleusil klorida. Senyawa sintesis tersebut diuji aktivitas analgesiknya pada Mencit. Pemurnian senyawa hasil sintesis melalui proses rekristalisasi menggunakan campuran pelarut etanol:air (1:2) dan diperoleh senyawa berbentuk serbuk berbau menyengat dengan rendemen hasil 32%. Setelah senyawa terbukti murni maka dilanjutkan dengan identifikasi struktur senyawa menggunakan spektrofotometer inframerah dan spektrometer 1H-NMR. Hasil uji menunjukkan bahwa senyawa hasil síntesis sesuai yang diharapkan. Pengujian aktivitas analgesik senyawa dilaksanakan pada Mencit (Mus musculus) dengan metode hot plate. Dosis yang digunakan dalam penelitian ini adalah 12,5; 25; 50; 100; 200 mg/kg BB diberikan secara intraperitoneal dan parasetamol dengan dosis sama sebagai senyawa pembanding. Hasil penelitian menunjukkan nilai ED50 O-(isoleusil) parasetamol 50 mg/kg BB dan ED50 parasetamol adalah 66 mg/kg BB. Berdasarkan nilai ED50 dapat disimpulkan bahwa O-(isoleusil)parasetamol memiliki aktivitas analgesik yang lebih tinggi dibanding parasetamol. Hasil uji statistik Tukey HSD menunjukkan bahwa aktivitas analgesik parasetamol dan O-(isoleusil)parasetamol tidak berbeda bermakna.
Formulasi Ekstrak Kering Kulit Buah Delima (Punica granatum L.) Sebagai Masker Wajah dalam Bentuk Peel-Off Gel
Wattimena, Jeane Hobertina;
Darsono, Farida L.;
Hermanu, Liliek S.
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol. 7 No. 2 (2020): Oktober
Publisher : Faculty of Pharmacy, Widya Mandala Surabaya Catholic University, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33508/jfst.v7i2.2792
Kulit wajah memerlukan pemeliharaan yang khusus karena kulit wajah merupakan organ yang sensitif terhadap perlakuan dan rangsangan. Berbagai faktor lingkungan seperti cuaca, kosmetik, makanan obat-obatan, serta faktor stres dan kelelahan dapat menjadi penyebab gangguan kesehatan kulit wajah. Salah satu cara untuk mengatasi masalah kesehatan kulit adalah dengan menggunakan sediaan kosmetik perawatan wajah (skin care) yaitu masker wajah. Bahan alam yang dapat digunakan adalah delima (Punica granatum L.). Kandungan tanin pada kulit buah delima berfungsi sebagai adstrigensia yang banyak digunakan sebagai pengencang kulit dalam kosmetik. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh peningkatan konsentrasi ekstrak kering kulit buah delima terhadap mutu fisik, efektivitas dan keamanan sediaan masker wajah dalam bentuk gel peel-off. Konsentrasi yang digunakan adalah 10%, 15% dan 20%. Hasil penelitian menunjukan bahwa peningkatan konsentrasi ekstrak kering kulit buah delima (Punica granatum L.) mempengaruhi hasil uji secara signifikan, terhadap hasil uji mutu fisik sediaan yaitu pH, viskositas dan daya sebar; efektivitas sediaan yaitu waktu kering, kekencangan masker, elastisitas lapisan film dan kemudahan dibersihkan serta stabilitas sediaan yaitu stabilitas pH dan viskositas dari sediaan masker wajah bentuk gel peel-off. Sediaan yang terbaik adalah sediaan dengan konsentrasi ekstrak 10%.
Analisa Pengendalian Persediaan Dengan Metode EOQ, JIT dan MMSL DiInstalasi Farmasi Rumah Sakit XXX Kota Mojokerto
Doso, Tri;
Sunarni, Titik;
Herdwiani, Wiwin
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol. 7 No. 2 (2020): Oktober
Publisher : Faculty of Pharmacy, Widya Mandala Surabaya Catholic University, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33508/jfst.v7i2.2793
Pengendalian persediaan (managemen inventory) obat sangat penting karena persediaan obat merupakan permasalahan yang sangat krusial dalam manajemen operasional rumah sakit. Hal ini dikarenakan pengendalian persediaan obat yang tepat dapat berdampak yang kuat terhadap perolehan kembali atas investasi agar dapat melayani pasien dengan baik. Maka persediaan perlu dikelola dengan metode diantaranya Economic Order Quantity (EOQ), Just In Time ( JIT), dan Minimum Maximum Stock Level (MMSL). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengendalian persediaan obat di Instalasi Farmasi Rumah Sakit XXX Kota Mojokerto serta pengaruh metode EOQ, JIT, dan MMSL terhadap nilai persediaan dan Inventory Turn Over Ratio (ITOR).Rancangan penelitian ini dilakukan secara deskriptif non eksperimental dengan pengambilan data secara retrospektif di Instalasi Farmasi Rumah Sakit XXX tahun 2016-2018. Analisa hasil dengan melakukan pengelompokan persediaan berdasarkan kategori ABC yang selanjutnya diterapkan metode EOQ, JIT, dan MMSL kemudian dibandingan nilai persediaan dan ITOR antara nilai riil dengan nilai perhitungan.Berdasarkan hasil penelitian diperoleh rata-rata nilai persediaan pada tahun 2016-2018 diperoleh nilai persediaan paling efisien dengan selisih paling besar bila dibandingkan dengan nilai persediaan riil yaitu pada metode EOQ dengan nilai persediaan Rp 15.262.175.782,00. Sedangkan pada perhitungan ITOR diperoleh nilai 28,26 kali. Hal ini berarti bahwa pengendalian persediaan pada Instalasi Farmasi Rumah Sakit XXX sudah efisien. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pengendalian persediaan obat dan alat kesehatan di Instalasi Farmasi Rumah Sakit XXX Kota Mojokerto sudah efisien bila dibandingkan dengan menggunakan metode EOQ.
Pengaruh Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) terhadap Tingkat Pengetahuan Pasien Pediatri Penyakit Diare di Puskesmas “X” Wilayah Surabaya Timur
Missa, Margareta Maria Alacoque;
Surdijati, Siti;
Trisnani, Retno
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol. 7 No. 2 (2020): Oktober
Publisher : Faculty of Pharmacy, Widya Mandala Surabaya Catholic University, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33508/jfst.v7i2.2794
Diare merupakan salah satu masalah kesehatan yang masih sering menjadi Kejadian Luar Biasa ( KLB ) karena dapat menyebabkan kematian. Penyebab utama kematian diare adalah dehidrasi akibat kehilangan cairan dan elektrolit melalui feses. Penyakit diare masih menjadi masalah global dengan derajat kesakitan dan kematian yang tinggi di berbagai negara terutama di negara berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) terhadap tingkat pengetahuan pasien penyakit diare di Puskesmas “X” Wilayah Surabaya Timur periode Maret hingga Agustus 2019. Penelitian bersifat deskriptif dan Analisis metode paired sample T test dengan pengambilan data secara purposive sampling. Sumber data adalah pasien pediatri penyakit diare dengan rentang usia 0-17 tahun. Hasil penelitian dari 40 responden yang memenuhi kriteria inklusi, yaitu jumlah responden berjenis kelamin laki-laki (7,5%) dan perempuan (92,5%), sebagian besar berusia 31-35 tahun (47,5%) dan 25-30 tahun (27,5%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 40 responden yang memenuhi kriteria inklusi sebelum KIE diperoleh tingkat pengetahuan baik (15%), tingkat pengetahuan cukup (77 %) , dan tingkat pengetahuan kurang sebesar (7,5 %). Sesudah KIE diperoleh tingkat pengetahuan baik (75%), dan tingkat pengetahuan cukup (25%). Berdasarkan hasil penelitian terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan pemberian Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) terhadap pasien pediatri penyakit diare yang dilakukan di puskesmas “X” Wilayah Surabaya Timur.