cover
Contact Name
Novia Zalmita
Contact Email
noviazalmita@usk.ac.id
Phone
+628116873338
Journal Mail Official
noviazalmita@usk.ac.id
Editorial Address
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee, Kopelma Darussalam, Kec. Syiah Kuala
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi
ISSN : 30909147     EISSN : 30909139     DOI : -
urnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi (JIMPGEO) is a scientific journal which is a place for publication of the results of research on the final project of undergraduate (S1) students in the Department of Geography Education. JIMPGEO publishes one volume and four numbers in a year, namely in February, May, August and November. FOCUS AND SCOPE 1. Geographical Education. 2. Geography (Physical Geography dan Social Geography). 3. Classroom Action Research of Geograpy Studies. 4. Development of Geographical Learning Model. 5. Development of Geographical Learning Method. 6. Studies of Geographical Learning Content. 7. Studies of Geographical Education Policy. 8. Application of Remote Sensing and GIS for Education Purposes. 9. Education Philosophy and Geography Philosophy.
Articles 338 Documents
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOPERATIF TIPE TALKING STICK DENGAN MODEL KOPERATIF TIPE NUMBER HEADS TOGETHER BERBANTUAN MEDIA TEKA-TEKI SILANG PADA PELAJARAN IPS TERPADU KELAS VIII SMP NEGERI 6 BANDA ACEH Harahap, Imansyah; Harun, M Yusuf; Abdi, Abdul Wahab
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 3, No 4 (2018): November 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v3i4.13215

Abstract

Model pembelajaran adalah suatu perencanaan yang dipakai guru untuk arahan dalam proses pembelajaran. Di antara beberapa model pembelajaran yang bisa diterapkan dalam proses pembelajaran ialah model pembelajaran Talking Stick dan Number Heads Together yang dapat melatih siswa meningkatkan kerjasama dalam kelompok, dan meningkatkan kemampuan siswa dalam menyampaikan pendapat, yang akhirnya akan menghasilkan kemampuan terhadap hasil belajar. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah hasil belajar IPS terpadu yang menggunakan model pembelajaran Talking Stick lebih baik dibandingkan dengan model pembelajaran number heads together pada siswa kelas VIII SMP Negeri 6 Banda Aceh. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah hasil belajar mata pelajaran IPS terpadu yang menggunakan model pembelajaran Talking Stick lebih baik dibandingkan dengan model pembelajaran Number Heads Together berbantuan teka teki silang pada siswa kelas VIII SMP Negeri 6 Banda Aceh. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 6 Banda Aceh yang berjumlah 238 siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Purposive Sampling, diambil hanya dua kelas yakni kelas VIII-2 sebanyak 30 siswa dan kelas VIII-3 sebanyak 29 siswa. Teknik pengumpulan data berupa pemberian test kepada siswa, yakni pre-test dan post-test. Teknik pengolahan data dilakukan dengan uji-t. Hasil pengolahan data penelitian diperoleh thitung = 2,51 dan ttabel = 1,67 pada taraf signifikansi 5% dan dk = 37, artinya thitung ttabel sehingga Ha diterima. Simpulan penelitian adalah hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran Talking Stick lebih baik dibandingkan dengan hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran Number Heads Together pada mata pelajaran IPS terpadu kelas VIII SMP Negeri 6 Banda Aceh. Disarankan pada guru mata pelajaran IPS terpadu untuk menggunakan model pembelajaran koperatif tipe Talking Stick agar siswa lebih aktif dan termotivasi dalam belajar.Kata Kunci: perbandingan, hasil belajar, ips terpadu, Talking Stick, Number Heads Together
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE PROBLEM BASED LEARNING DAN SPONTANEOUS GROUP DISCUSION DALAM PELAJARAN GEOGRAFI KELAS XI DI SMA NEGERI 12 BANDA ACEH Maulidin, .; Amri, Amsal; Kamaruddin, Thamrin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 3, No 4 (2018): November 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v3i4.13216

Abstract

Kegiatan belajar mengajar menjadikan guru sebagai contoh untuk mendukung dan membimbing siswa agar berhasil menempuh pendidik annya. Karena itu dalam proses pembelajaran guru harus menyajikan model-model pembelajaran yang berpaut pada keaktifan siswa sehingga mendapatkan hasil yang baik. Model yang baik digunakan ialah model pembelajaran Kooperatif Tipe Problem Based Learning dan Spontaneous Group Discussion. Rumusan dalam penelitian ini yaitu apakah belajar siswa yang diajarkan memakai model pembelajaran Kooperatif Tipe Problem Based Learning lebih bagus dibandingkan dengan hasil belajar dengan memakai model pembelajaran Spontaneous Group Discussion dalam mata pelajaran Geografi. Capaian penelitian ini yakni agar mengetahui apakah hasil belajar siswa yang diajarkan menggunakan cara pembelajaran Kooperatif Tipe Problem Based Learning lebih bagus dibandingkan dengan perolehan hasil belajar dengan menggunakan cara pembelajaran Spontaneous Group Discussion dalam pelajaran Geografi kelas XI di SMA Negeri 12 Banda Aceh. Pemeriksaan ini memakai pedekatan hitungan dengan jenis penelitian eksperimen. Jumlah data adalah semua siswa kelas XI IS di SMA Negeri 12 Banda Aceh sebanyak 74. Pegambilan data dengan cara sampling puiposive, dua kelas yaitu XI-IS I sebanyak 26 dan XI-IS II sebanyak 25. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan tes kepada siswa, yaitu pre-test dan post-test. Cara olahan data memakai rumus uji beda, diperoleh nilai tthitung= -1,01 ttabel =1,68 pada taraf signifikasi 0,05 dengan dk = 49 berarti thitung ttabel, akibatnya Ha ditolak. Kesimpulan dari yang di teliti yakni hasil belajar siswa yang diajarakan dengan model Kooperatif Tipe Problem Based Learning tidak lebih baik atau sama dengan hasil belajar siswa memakai model Spontaneous Group Discussion pada pelajaran geografi di SMA Negeri 12 Banda Aceh.Kata kunci: perbandingan, hasil belajar, geografi, Problem Based Learning,Spontaneous Group Discussion
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING MENGGUNAKAN MEDIA KARTU PADA MATERI PETA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN IPS KELAS IV SD MUHAMMADIYAH BANDA ACEH Linasari, Cut; Abdi, Abdul Wahab; Harun, M Yusuf
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 3, No 4 (2018): November 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v3i4.13211

Abstract

Bentuk penyelidikan ini melambangkan penelitian tindakan kelas (PTK) yaitu satu pencermatan terhadap tindakan menggali ilmu berbentuk sebuah perbuatan, yang terencana ada dan berlangsung dalam sebuah aras. Tajuk dalam penyelidikan ini merupakan pelajar kelas IV SD Muhammadiyah Banda Aceh yang berjumlah 28 siswa. Pemungutan data dilakukan dengan memakai: Eksperimen buatan berlatih pelajar, lembaran pemantauan kegiatan guru dan siswa, lembaran pemeriksaan keahlian guru menggarap pengajian dan daftar pertanyaan tanggapan siswa memerlukan model penelaahan Cooperative Learning. Berdasarkan pengolahan data, buatan penyelidikan memperlihatkan bahwa bagian tandas ala pribadi beranjak dari 75% naik 96% siswa yang berakhir belajar, bagian selesai klasikal pun naik dari 60% naik 90%. Kegiatan guru dan siswa berbatas peredaran I hingga peredaran II menduga memantulkan aplikasi model pengajian Cooperative Learning. Kapasitas guru dalam berkelakuan pendedahan dengan memerlukan model pengkajian Cooperative Learning bertambah dari pendapatan angka pada umumnya 2,71 dengan golongan bagus memerankan 2,93 atas golongan bagus dan respon siswa terhadap model pengkajian Cooperative Learning bisa dinyatakan bagus. 89,2 bagian dari 28 siswa beranggapan bahwa dengan belajar melampaui model pengkajian Cooperative Learning bisa menaikkan kesadaran mereka terhadap materi kegiatan masyarakat Indonesia yang menduga dipelajari. Berlandaskan hasil analisis data di atas, temuan ini boleh disimpulkan bahwa meningkatnya hasil belajar IPS siswa kelas IV SD Muhammadiyah dengan penerapan model pembelajaran Cooperative Learning.Kata Kunci: PTK, model pembelajaran Cooperative Learning, hasil belajar, IPS
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE CONSEPT MAPPING DENGAN MODEL DISCOVERY TIPE GUIDED DISCOVERY SISWA SMA NEGERI 11 BANDA ACEH Nataya, Dina; Hasmunir, .; Kamaruddin, Thamrin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 3, No 4 (2018): November 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v3i4.13213

Abstract

Tujuan penataran sangat tergantung pada proses penelaahan, salah 1 cara yang dilaksanakan pengajar saat penataran adalah pemilihan metode dan model yang cocok maksudnya para pengajar bisa mengambil model yang cocok dan efektif agar menggapai target penataran. Terdapat banyak model penelaahan yang dapat dijadikan pilihan, diantaranya adalah model pembelajaran Consept Mapping dan Guided Discovery yang dapat meningkatkan hasil belajar, berpikir kritis dan jeli dalam menjawab soal. Rumusan masalah saat studi ini ialah apakah hasil belajar murid yang mempergunakan model pembelajaran Consept Mapping lebih baik dibandingkan dengan hasil belajar murid yang menggunakan model Guided Discovery pada materi keragaman budaya Indonesia mapel Geografi di SMAN 11 Banda Aceh. Tujuan studi ini adalah agar mengetahui hasil belajar murid mempergunakan model pembelajaran Consept Mapping lebih baik dibandingkan dengan hasil belajar murid yang menggunakan model Guided Discovery dalam mapel Geografi di SMAN 11 Banda Aceh. Studi ini mempergunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis telaah eksperimen. Populasi di studi ini ialah murid ruang 11 yang berjumlah 67 murid dengan reprensentatif yaitu Kelas XI-1 sebanyak 22 murid dan Kelas XI-2 sebanyak 20 murid. Teknik pengumpulan data berupa pre-test dan post-test. Teknik pengolahan data dilakukan dengan menggunakan rumus uji-t. Hasil pengolahan diperoleh dan . Sesuai dengan kriteria pengujian terima jika . Berasaskan hasil pengolahan data diketahui sehingga diterima. Maka hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini dapat diterima, yaitu Hasil belajar Geografi dengan menggunakan model pembelajaran Consept Mapping lebih baik dibandingkan dengan menggunakan model pembelajaran Guided Discovery.Kata Kunci: perbandingan, hasil belajar, geografi, consept mapping, guided discovery
HUBUNGAN KECERDASAN EMOSIONAL DAN KECERDASAN SPIRITUAL DENGAN PENGETAHUAN AYAT-AYAT ALQURAN TENTANG GEOGRAFI PADA MAHASISWA PENDIDIKAN GEOGRAFI FKIP UNIVERSITAS SYIAH KUALA BANDA ACEH Masyithah, Siti Hajril; Hasmunir, .; Amri, Amsal
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 3, No 3 (2018): Agustus 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v3i3.13208

Abstract

Allah menciptakan manusia dengan kemampuan analisis untuk mengurai rahasia di balik fenomena alam, melalui perintah bacalah ayat quraniyah maupun ayat kauniyah, kecerdasan manusia baik berupa kecerdasan intelektual, emosional, serta spiritual dapat dipicu untuk terus berkembang. Penelitian ini memiliki rumusan masalah yaitu apakah terdapat hubungan kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual dengan pengetahuan ayat-ayat Alquran tentang geografi pada mahasiswa jurusan pendidikan Geografi FKIP Universitas Syiah Kuala Banda Aceh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual dengan pengetahuan ayat-ayat Alquran tentang geografi pada mahasiswa jurusan pendidikan Geografi FKIP Universitas Syiah Kuala Banda Aceh. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian adalah kuantitatif dengan jenis korelasi. Populasinya adalah mahasiswa jurusan pendidikan Geografi FKIP Unsyiah yang telah mengambil mata kuliah Geografi Agama sebanyak 65 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik slovin dan jumlah sampel sebanyak 39 mahasiswa. Pengumpulan data dengan teknik angket dan tes. Teknik pengolahan data memakai rumus koefisien korelasi ganda. Sesuai pengolahan data, hasil koefisien korelasi ganda diperoleh sebesar 0,98 pada kategori kuat dengan koefisien determinasi (r2) = 96%. Hasil uji menunjukkan bahwa terdapat korelasi yang signifikan. Hal ini telah dibuktikan dengan Fhitung = 4,80 dan Ftabel = 3,26 pada taraf signifikansi () 5% dengan dkpembilang = 2 dan dkpenyebut = (39-2-1)=36 maka Fhitung Ftabel sehingga Ha diterima. Menurut temuan ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan dan positif kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual dengan pengetahuan ayat-ayat Alquran tentang geografi pada mahasiswa jurusan pendidikan Geografi FKIP Universitas Syiah Kuala. Saran dalam penelitian inidisusunnya diktat yang dapat menunjang sumber pengetahuan ayat-ayat Alquran tentang Geografi untuk mahasiswa.Kata Kunci: hubungan, kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual, ayat Alquran tentang geografi
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODELPEMBELAJARAN PERMAINAN LUDO DAN GEO-MONOPOLY DALAM MATA PELAJARAN GEOGRAFI DI SMA NEGERI 5 BANDA ACEH Sutriani, .; Abdi, Abdul Wahab; Kamaruddin, Thamrin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 3, No 3 (2018): Agustus 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v3i3.13209

Abstract

Penggunaan model pembelajaran yang beragam menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan motivasi belajar siswa yang akan berdampak pada prestasi belajar. Salah satunya penggunaan model pembelajaran yang menitikberatkan pada aktivitas siswa seperti penerapan model pembelajaran berbasis game kooperatif permainan ludo dan Geo-monopoly. Rumusan masalah adalah apakah hasil belajar siswa dengan model pembelajaran permainan ludo lebih baik jika dibandingkan dengan hasil belajar siswa dengan model pembelajaran Geo-monopoly dalam mata pelajaran Geografi di SMA Negeri 5 Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuai perbandingan hasil belajar siswa dengan model pembelajaran permainan ludo dibandingkan dengan hasil belajar dengan model pembelajaran Geo-monopoly pada mata pelajaran geografi di SMA N 5 Banda Aceh. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen (true experimental design). Populasi yang diambil dalam penelitian ini adalah siswa kelas X yang terdiri dari 237 siswa. Sampel diambil berdasarkan teknik porpusive sampling, dan hanya diambil 2 kelas yaitu 28 siswa dari kelas X-IS-2 dan 25 siswa dari kelas X-IS-3. Hipotesis penelitinan ini adalah hasil belajar dengan model permainan ludo lebih baik jika dibanding dengan hasil belajar siswa menggunakan model Geo-Monopoly mata pelajaran geografi di SMA Negeri 5 Banda Aceh. Teknik pengumpulan data dengan metode pre-test dan post-test. Data diolah dengan model matetika uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dan pada taraf signifikan = 5% dengan dk = 51, sehingga dapat disimpulkan artinya terima (uji pihak kanan). Dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa dengan model pembelajaran permainan ludo lebih baik dibanding dengan hasil belajar siswa dengan model pembelajarn permainan Geo-Monopoly pada materi dinamika litosfer terhadap kehidupan.Kata Kunci: perbandingan, hasil belajar, permainan ludo, geo-monopoly, geografi.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN STAD BERBANTUAN MEDIA KOTAK KARTU MISTERI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VIII-B MTsS OEMAR DIYAN INDRAPURI Fajrina, Rizki; Abdi, Abdul Wahab; Rahmani, Dyah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 3, No 3 (2018): Agustus 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v3i3.13207

Abstract

STAD merupakan model pembelajaran yang menekankan kepada proses kerjasama dalam kelompok dan saling membantu dalam menguasai materi pelajaran. Tujuan yang ingin dicapai dalam penerapan model ini tidak hanya keberhasilan siswa secara individu dalam menguasai materi belajar, namun harus adanya unsur kerjasama untuk menguasai materi belajar. Media kotak kartu misteri adalah salah satu jenis media yang dikombinasikan dengan permainan bahasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Peningkatan hasil belajar siswa; (2) Aktifitas guru dan siswa; (3) Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran; (4) Respon siswa terhadap penerapan model pembelajaran STAD berbantuan media kotak kartu misteri. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII-B MTsS Oemar Diyan Indrapuri yang berjumlah 34 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan (1) Soal pre-test dan post-test; (2) Lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa; (3) Lembar pengamatan keterampilan guru; dan (4) Lembar respon siswa. Analisis data menggunakan statistik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Persentase ketuntasan secara individual meningkat dari 24 siswa tuntas pada siklus I, 27 siswa tuntas pada siklus II dan 30 siswa tuntas pada siklus III, persentase ketuntasan klasikal juga meningkat dari 60% pada siklus I, 70% pada siklus II, dan 90% pada siklus III; (2) Aktivitas guru dan siswa meningkat dari perolehan skor 2,58 pada siklus I dengan kategori sedang, 2,91 siklus II dengan kategori baik, dan 3,11 pada siklus II dengan kategori baik; (4) Respon siswa terhadap model pembelajaran STAD berbantuan media kotak kartu misteri dapat dikatakan baik. 88,82% atau pada umumnya menyatakan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran STAD berbantuan media kotak kartu misteri sangat menyenangkan dan membantu siswa dalam memahami materi pelajaran. Penelitian ini membuktikan bahwa penerapan model pembelajaran STAD berbantuan media kotak kartu misteri dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII-B MTsS Oemar Diyan Indrapuri.Kata Kunci: STAD, Kotak Kartu Misteri, Hasil Belajar, IPS Terpadu
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM QUIZ DENGAN MODEL PEMBELAJARAN TEAM GAMES TOURNAMENT (TGT) PADA MATA PELAJARAN IPS TERPADU KELAS VIII DI SMP NEGERI 11 BANDA ACEH Hanum, Lailisa; Kamaruddin, Thamrin; Ridha, Muhammad Okta
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 3, No 3 (2018): Agustus 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v3i3.13204

Abstract

Penelitian ini berjudul perbandingan hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe team quiz dengan model pembelajaran team games tournament pada mata pelajaran IPS Terpadu Kelas VIII di SMP Negeri 11 Banda Aceh. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah hasil belajar siswa yang ditbelajarkan menggunakan model pembelajaran team quiz lebih baik dibandingkan dengan hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran team games tournament pada mata pelajaran IPS Terpadu Kelas VIII SMP Negeri 11 Banda Aceh.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran Team Quiz lebih baik dibandingkan hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran Team Games Tournament dalam mata pelajaran IPS Terpadu Kelas VIII SMP Negeri 11 Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen. Populasi dalam peneliitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII-1 dan VIII-3 SMP Negeri 11 Banda Aceh dan jumlah sampel ditentukan dengan menggunakan Purposive sampling yaitu memilih kelas eksperimen 1 dan kelas eksperimen 2. Pengumpulan data dilakukan dengan tes, yaitu pretest dan post-test. Hipotesis diuji dengan menggunakan rumus statistik uji-t. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh nilai thitung =2,88 dan ttabel = 1,68 untuk taraf signifikansi 5% (uji satu pihak) dengan derajat kebebasan (dk = 20 + 19 2 = 37) sesuai dengan kriteria uji terima Ha jika thitung ttabel. Sesuai dengan hasil yang diperoleh di atas maka thitung ttabel hipotesis Ha diterima,, ini berarti bahwa hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran Team Quiz lebih baik dibandingkan dengan hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran Team Games Tournament (TGT) pada mata pelajaran IPS terpadu kelas VIII SMP Negeri 11 Banda Aceh.Kata Kunci: Perbandingan, IPS Terpadu, Team Quiz, Team Games Tournament
HUBUNGAN DUKUNGAN ORANG TUA DAN MOTIVASI DENGAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SMA NEGERI 1 TRUMON KABUPATEN ACEH SELATAN Rasyidah, .; amri, Amsal; Abdi, Abdul Wahab
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 3, No 3 (2018): Agustus 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v3i3.13205

Abstract

Dukungan orang tua adalah dimana orang tua memberi dukungan atau kesempatan kepada anak dalam mengembangkan potensi yang dimilikinya. Motivasi belajar adalah pendorong atau daya penggerak didalam kehidupan murid dimana akan mendorongnya kelangsungan dalam belajar dan terwujudnya kegiatan belajar. Judul penelitian ini adalah hubungan dukungan orang tua dan motivasi dengan hasil belajar geografi murid SMA Negeri 1 Trumon Kabupaten Aceh Selatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh data yang relevan antara dukungan orang tua dan motivasi dengan hasil belajar geografi SMA Negeri 1 Trumon Kabupaten Aceh Selatan. Penelitian ini mengaplikasikan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Simple Random Sampling yang dipilih secara acak tanpa memperhatikan strata dan jumlah sampel ditentukan dengan menggunakan rumus Taro Yamane yaitu sebanyak 53 murid. Pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik angket dan dokumentasi. Hasil koefisien korelasi 0,349 pada uji hipotesis menunjukkan bahwa Fhitung lebih besar dari Ftabel yaitu, 3,40 3,19 yang berarti Ha diterima. Simpulannya diperoleh hubungan yang relevan antara dukungan orang tua dan motivasi dengan hasil belajar geografi SMA Negeri 1 Trumon Kabupaten Aceh Selatan.Kata Kunci : hubungan, dukungan orang tua, motivasi, hasil belajar geografi
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH BERBANTUAN MEDIA SPELLING PUZZLE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 3 BANDA ACEH Jannah, Raudhatul; Abdi, Abdul Wahab; Rahmani, Dyah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 3, No 3 (2018): Agustus 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v3i3.13206

Abstract

Model pembelajaran Make a Match adalah suatu teknik pembelajaran mencari pasangan sambil belajar mengenai suatu konsep atau topik sehingga semua siswa aktif dalam pembelajaran. Spelling Puzzle merupakan media berupa puzzle yang terdiri atas gambar-gambar dan huruf-huruf acak untuk dipasangkan menjadi gambar dan kosakata yang benar. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah; (1) Bagaimana peningkatan hasil belajar siswa; (2) Aktivitas guru dan siswa; (3) Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran; serta (4) Respon siswa terhadap model pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Peningkatan hasil belajar siswa; (2) Aktivitas guru dan siswa; (3) Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran; dan (4) Respon siswa terhadap model pembelajaran Make a Match berbantuan media Spelling Puzzle. Dalam penelitian ini yang menjadi subjek adalah seluruh siswa kelas VIII-2 SMP Negeri 3 Banda. Adapun data yang dikumpulkan adalah dengan menggunakan (1) Lembar pre-test dan post-test; (2) Lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa; (3) Lembar pengamatan keterampilan guru; dan (4) Angket respon siswa. Analisis data menggunakan statistik deskriptf persentase. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa (1) Prsentase ketuntasan secara individual meningkat dari 50% pada siklus I menjadi 70% pada siklus II, dan 93% pada siklus III. Prsentase ketuntasan klasikal meningkat dari 40% pada siklus I menjadi 70% pada siklus II, dan 90% pada siklus III; (2) Jumlah aktivitas guru dan siswa meningkat dari 5 aktivitas sesuai pada siklus I menjadi 8 aktivitas sesuai pada siklus II, dan 10 aktivitas sesuai pada siklus III; (3) Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran meningkat dari skor 2,5 dengan kategori sedang pada siklus I menjadi 3,14 dengan kategori baik pada siklus II, dan 3,45 dengan kategori baik pada siklus III; (4) Pada umumnya atau sebanyak 96% siswa menyatakan setuju bahwa pembelajaran Make a Match berbantuan media Spelling Puzzle sangat menarik dan membantu siswa dalam memahami materi pelajaran.Kata Kunci: penerapan, make a match, spelling puzzle, hasil belajar, IPS terpadu