cover
Contact Name
Novia Zalmita
Contact Email
noviazalmita@usk.ac.id
Phone
+628116873338
Journal Mail Official
noviazalmita@usk.ac.id
Editorial Address
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee, Kopelma Darussalam, Kec. Syiah Kuala
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi
ISSN : 30909147     EISSN : 30909139     DOI : -
urnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi (JIMPGEO) is a scientific journal which is a place for publication of the results of research on the final project of undergraduate (S1) students in the Department of Geography Education. JIMPGEO publishes one volume and four numbers in a year, namely in February, May, August and November. FOCUS AND SCOPE 1. Geographical Education. 2. Geography (Physical Geography dan Social Geography). 3. Classroom Action Research of Geograpy Studies. 4. Development of Geographical Learning Model. 5. Development of Geographical Learning Method. 6. Studies of Geographical Learning Content. 7. Studies of Geographical Education Policy. 8. Application of Remote Sensing and GIS for Education Purposes. 9. Education Philosophy and Geography Philosophy.
Articles 338 Documents
PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN MURDER UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI DENGAN MENGGUNAKAN METODE GAME EDUKASI PERMAINAN MISKIN PADA SISWA KELAS X IPS 2 DI MAN BANDA ACEH Putri, Cut Rika; Hasmunir, .; Harun, M Yusuf
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 1, No 1 (2016): Agustus 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v1i1.419

Abstract

Metode game edukasi MISKIN dengan strategi pembelajaran MURDER hasil pengembangan pembelajaran yang bersifat edukatif dimana permainan tersebut membuat siswa lebih aktif dalam pembelajaran. Tujuan penelitian untuk mengetahui (1) Peningkatan hasil belajar siswa; (2) Aktivitas guru dan siswa dalam kegiatan pembelajaran; (3) Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran; dan (4) Respon siswa setelah mengikuti pembelajaran menggunakan strategi pembelajaran MURDER dengan menggunakan game edukasi permainan MISKIN. Subjek penelitian adalah siswa kelas X IPS 2 MAN Banda Aceh 1 berjumlah 36 siswa. Pengumpulan data menggunakan tes (pre test dan post test) hasil belajar, lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa, lembar pengamatan keterampilan guru dan angket siswa. Analisis data menggunakan statistik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan (1) Persentase ketuntasan individual meningkat pada siklus I 30 siswa tuntas, siklus II 33 siswa tuntas, dan siklus III 35 siswa tuntas sedangkan persentase ketuntasan klasikal meningkat dari 60% menjadi 90%; (2) Aktivitas guru dan siswa siklus I sampai siklus III mencerminkan penerapan strategi pembelajaran;(3) Keterampilan guru mengelola pembelajaran meningkat, pada siklus I skor 2,46, siklus II 3 dan pada siklus III 3,26 dengan kategori baik; dan (4) Respon siswa setelah mengikuti pembelajaran menjawab strategi pembelajaran menarik, 86,1 persen siswa menjawab strategi pembelajaran masih baru dan soal evaluasi baik, 80,5 persen siswa menjawab materi pembelajaran menarik dan 88,8 persen siswa menjawab penampilan guru menarik, 91,6 persen siswa menjawab suasana kelas menyenangkan, materi dapat dipahami, menumbuhkan motivasi belajar, dan berminat mengikuti strategi pembelajaran MURDER dengan menggunakan metode game edukasi permainan MISKIN.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM LEARNING BERBASIS LINGKUNGAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VII-9 SMP NEGERI 17 BANDA ACEH Asni, .; Bardi, Syamsul; Hasmunir, .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 1, No 1 (2016): Agustus 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v1i1.396

Abstract

Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yaitu suatu pencermatan terhadap pembelajaran berupa tindakan, yang sengaja dimunculkan dan terjadi dalam kelas. Model pembelajaran Quantum Learning merupakan kiat-kiat, petunjuk, strategi, dan seluruh proses yang dapat menghematkan waktu, mempertajam pemahaman dan daya ingat, serta membuat belajar sebagai suatu proses yang menyenangkan dan bermanfaat. Pembelajaran berbasis lingkungan merupakan pembelajaran yang di lakukan diluar kelas tidak hanya di dalam kelas saja, dengan tujuan agar siswa lebih nyaman dan aktif dalam proses pembelajaran. Tujuan penelitian untuk mengetahui (1) Peningkatan hasil belajar; (2) Aktivitas guru dan siswa dalam kegiatan pembelajaran; (3) Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran; dan (4) Respon siswa setelah mengikuti proses pembelajaran. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII-9 SMP Negeri 17 Banda Aceh yang berjumlah 28 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes hasil belajar, lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa, lembar pengamatan keterampilan guru dan angket respon siswa. Analisis data menggunakan statistik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Persentase ketuntasan secara individual meningkat pada siklus I terdapat 21 siswa yang tuntas, pada siklus II terdapat 26 tuntas, dan pada siklus III terdapat 28 siswa yang tuntas sedangkan persentase ketuntasan klasikal juga meningkat dari 60% pada siklus I meningkat 80% pada siklus II menjadi 90% pada siklus III (2) Aktivitas guru dan siswa dari siklus I sampai siklus III telah mencerminkan penerapan menggunakan model pembelajaran Quantum Learning berbasis lingkungan; (3) Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Quantum Learning berbasis lingkungan meningkat, hal ini terlihat pada siklus I diperoleh skor 2,72, pada siklus II diperoleh skor 3, dan pada siklus III diperoleh 3,26 dengan katagori baik; dan (4) Respon siswa terhadap model pembelajaran Quantum Learning berbasis lingkungan dapat dikatakan baik. 89,2 persen dari 28 siswa berpendapat bahwa dengan belajar melalui model pembelajaran Quantum Learning berbasis lingkungan dapat meningkatkan pemahaman mereka terhadap materi Interaksi manusia dengan lingkungan alam, sosial dan budaya.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TEAM GAMES TOURNAMENTMENGGUNAKAN MEDIA PERMAINAN INTERAKTIF LUDO UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SMA INSHAFUDDIN BANDA ACEH Rahmawati, Adelia; Abdi, Abdul Wahab; Bardi, Syamsul; Azis, Daska
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 1, No 1 (2016): Agustus 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v1i1.364

Abstract

Penelitian ini berjudul Penerapan Model Pembelajaran Team Games Tournament Menggunakan Media Permainan Interaktif Ludo Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa SMA Inshafuddin Banda Aceh. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimanakah: (1) Peningkatan hasil belajar siswa; (2)Aktivitas guru dan siswa dalam kegiatan pembelajaran; (3)Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran; dan (4)Respon siswa setelah mengikuti proses pembelajaranmenggunakan model pembelajaran TGT berbantuan media ludo interaktif. Subjek penelitian adalah siswa kelas X SMA Inshafuddin Banda Aceh yang berjumlah 29 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes hasil belajar,lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa, lembar pengamatan keterampilan guru dan angket siswa. Analisis data menggunakan statistik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan (1)Persentase ketuntasan secara individual meningkat pada siklus I terdapat 25 siswa tuntas, siklus II terdapat 27 siswa tuntas, dan siklus III terdapat 28 siswa tuntas sedangkan persentase ketuntasan klasikal juga meningkat dari 60% menjadi 90%; (2) Aktivitas guru dan siswa dari siklus I sampai siklus III telah mencerminkan penerapan menggunakan model pembelajaran; (3)Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaranmeningkat, hal ini terlihat pada siklus I diperoleh skor 2,81, siklus II diperoleh 3,07 dan dan pada siklus III diperoleh 3,11 dengan kategori baik; dan (4)Respon siswa setelah mengikuti pembelajaran antara lain 100 persen siswa menjawab model pembelajaran menarik, 86,2 persen siswa menjawab model pembelajaran tergolong baru dan soal evaluasi baik, 82,7 persen siswa menjawab materi pembelajaran menarik dan 79,3 persen siswa menjawab penampilan guru menarik, 93,1 persen siswa menjawab suasana kelas menyenangkan, materi dapat dipahami, dapat menumbuhkan motivasi belajar, dan berminat mengikuti pembelajaran menggunakan model pembelajaran TGT berbantuan media ludo interaktif.
PENGARUH MODEL INQUIRY BASED LEARNING (IBL) DALAM MATA PELAJARAN PPKn TERHADAP PENINGKATAN COLLABORATION SKILL Laila, Nadia
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 10, No 4 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v10i4.36137

Abstract

Collaboration skill merupakan kompetensi abad ke-21 yang penting dalam pembelajaran PPKn. Observasi awal di SMP Negeri 1 Bireuen menunjukkan bahwa kemampuan kolaborasi siswa masih belum optimal meskipun model Inquiry Based Learning (IBL) telah diterapkan. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas IBL dalam meningkatkan collaboration skill siswa. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi eksperimen tipe pre-test post-test control group. Sampel terdiri dari dua kelas, yaitu kelas eksperimen yang diajar menggunakan model IBL dan kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional, masing-masing berjumlah 30 siswa. Instrumen berupa tes pilihan ganda sebanyak 20 soal yang disusun berdasarkan empat indikator collaboration skill: komunikasi efektif, tanggung jawab kelompok, pengambilan keputusan bersama, serta fleksibilitas dan kompromi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang lebih tinggi pada kelas eksperimen dibanding kelas kontrol. Nilai rata-rata kelas eksperimen meningkat dari 59,50 menjadi 82,83, sedangkan kelas kontrol meningkat dari 53,67 menjadi 71,83. Uji independent sample t-test memperoleh signifikansi 0,004 0,05, yang menandakan adanya perbedaan signifikan antara kedua kelas. Analisis per indikator menunjukkan bahwa tanggung jawab kelompok merupakan aspek yang paling menonjol. Meskipun diukur menggunakan instrumen kognitif, pola jawaban siswa mencerminkan pemahaman terhadap prinsip-prinsip afektif yang mendasari perilaku kolaboratif. Dengan demikian, IBL terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan kolaborasi siswa pada pembelajaran PPKn.
MENGINTEGRASIKAN TARL, SEL, DAN PBL MENINGKATKAN LITERASI HISTORIS DAN BERPIKIR KRITIS MAHASISWA Kamza, Muhjam; Furqan, M. Hafizul; Zaki, Ammar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 10, No 4 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v10i4.36098

Abstract

Pendekatan konvensional dalam pendidikan sejarah di perguruan tinggi Indonesia seringkali memprioritaskan hafalan konten dibandingkan keterlibatan kritis dengan narasi historis, menghasilkan lulusan yang kurang memiliki literasi historis dan kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini mengkaji kerangka konseptual untuk mengintegrasikan Teaching at the Right Level (TaRL), Social-Emotional Learning (SEL), dan Problem-Based Learning (PBL) dalam meningkatkan literasi historis dan berpikir kritis mahasiswa pendidikan sejarah Universitas Syiah Kuala. Menggunakan metodologi tinjauan pustaka sistematis berdasarkan PRISMA, penelitian ini menganalisis 45 artikel peer-reviewed dari jurnal internasional yang dipublikasikan antara tahun 2021 hingga 2025. Temuan menunjukkan bahwa TaRL mengatasi heterogenitas pembelajaran melalui instruksi terdiferensiasi, SEL mengembangkan kompetensi intrapersonal dan interpersonal yang esensial untuk inkuiri historis kolaboratif, sementara PBL menyediakan konteks autentik untuk mengaplikasikan pengetahuan historis pada masalah kompleks. Integrasi ketiga pendekatan ini menciptakan sinergi pedagogis yang mentransformasi transmisi pengetahuan pasif menjadi konstruksi pengetahuan aktif. Kebaruan penelitian ini terletak pada usulan model integrasi triadik yang secara simultan menangani dimensi kognitif, afektif, dan sosial pembelajaran sejarah, mengisi kesenjangan kritis dalam literatur pendidikan sejarah yang biasanya mengkaji pendekatan-pendekatan ini secara terpisah. Kerangka integratif ini menawarkan implikasi signifikan untuk mendesain ulang program pendidikan guru sejarah di Indonesia.
IMPLEMENTATION OF PROBLEM BASED LEARNING MODEL USING COMICS TO IMPROVE GEOGRAPHY LEARNING OUTCOMES OF GRADE IX IPS STUDENTS AT MAS UMMUL AYMAN SAMALANGA Rifaizal, Muhammad; Ruliani, Ruliani; Kamil, Puspita Annaba
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 10, No 4 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v10i4.36138

Abstract

Problem-based learning (PBL) is a learning model that can stimulate student activity. The combination of the PBL model with comic media is suitable for use in geography learning. So it can attract students' attention and make it easier to understand the learning material. The purpose of this study was to determine the improvement in learning outcomes, teacher and student activities, teacher skills in managing learning and student responses to learning. The approach used in this study was Classroom Action Research (CAR). The subjects in this study were 35 students of class XI IPS MAS Ummul Ayman Samalanga. Data sources in this study were students, teachers and collaborators. Data collection was carried out through tests, observations, documentation and student response questionnaires. The results showed that individual learning outcomes in cycle I increased from 29% to 40% in cycle II, and 86% in cycle III. Classically, the percentage of completeness in cycle I reached 50%, in cycle II reached 60% and increased to 80% in cycle III. Teacher and student activities in cycle I out of 10 activities in total are 8 appropriate activities, cycle II is 9 appropriate activities and in cycle III all activities are appropriate. Teacher understanding in cycle I obtained a score of 3.3 with a good category, in cycle II obtained a score of 3.4 with a good category and in cycle III obtained a score of 4 with a very good category. Student responses in general (86%) gave a positive response and very small (14%) students gave a negative response. Thus it can be concluded that the application of the Problem Based Learning model assisted by comic media can improve the geography learning outcomes of class XI IPS MAS Ummul Ayman Samalanga to be better.
ETNOAGRONOMI DALAM PENGOLAHAN BIJI KAKAO PADA MASYARAKAT DESA CAPA PALOH, KABUPATEN PIDIE Gadeng, Ahmad Nubli; Hijaranah, Hijaranah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 10, No 4 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v10i4.35888

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana etnoagronomi dalam pengolahan biji kakao pada masyarakat Desa Capa Paloh, Kabupaten Pidie. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif bersifat verifikatif yang akan dituangkan dalam bentuk cerita atau uraian mengenai kearifan lokal masyarakat setempat terhadap pemanfaatan biji kakao di Desa Capa Paloh. Informan pada penelitian ini: petani kakao, masyarakat; dan perangkat desa berjumlah 10 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan: wawancara, observasi, studi dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan bersifat deskriptif untuk menguraikan informasi-informasi yang diperoleh di lapangan untuk menganalisis etnoagronimi dalam pengolahan biji kakao pada masyarakat Desa Capa Paloh. Adapun hasil penelitian yaitu pengolahan kakao secara tradisional masih diterapkan secara luas oleh masyarakat, dimulai dengan pemanenan buah secara manual, menggunakan alat sederhana seperti pisau atau kayu. Pengupasan buah dilakukan secara hati-hati untuk menjaga kualitas biji. Setelah itu, biji kakao dijemur di bawah sinar matahari untuk mengurangi kadar air, dengan menggunakan tikar dari anyaman bambu atau pandan, yang dinilai lebih ramah lingkungan dan menjaga keaslian rasa biji kakao. Dilanjutkan dengan proses fermentasi, menggunakan kotak kayu berlapis daun pisang, selama 5 hingga 7 hari, fermentasi dilakukan alami tanpa bahan kimia, dan berkontribusi terhadap peningkatan aroma, rasa, serta kualitas biji kakao, sehingga berdampak pada nilai jualnya di pasaran. Etnoagronomi dalam praktik pengolahan kakao mencerminkan kearifan lokal yang sarat akan nilai-nilai budaya. Semangat gotong royong sangat terasa terutama saat masa panen, di mana warga saling membantu tanpa pamrih sangat mencerminkan nilai sosial masyarakat.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN LEARNING TOGETHER BERBANTUAN MEDIA POSTER TERHADAP HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA DI MAS DARUL ULUM BANDA ACEH Salsabila, Safira; Azis, Daska; Yulianti, Fitriani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 10, No 4 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v10i4.35392

Abstract

Pendidikan merupakan fondasi penting bagi kehidupan manusia, tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar tetapi juga membentuk karakter dan nilai-nilai budaya. Pendidikan harus dimulai sejak dini untuk memastikan penerapan nilai-nilai tersebut di masa dewasa, serta mendukung perkembangan potensi individu dalam konteks sosialdanspiritual. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah model pembelajaran Learning Together berbantuan media poster berpengaruh terhadap hasil belajar geografi siswa kelas X-IPAS 3 MAS Darul Ulum Banda Aceh. Penelitian ini mengunakan metode kuantitatif, adapun jenis penelitian ini menggunakan Pre-Experimental dengan desain One-Group Pretest-Posttest, dengan sampel menggunakan teknik purposive sampling, sampelpenelitian ini adalah siswa kelas X-IPAS 3 MAS Darul Ulum Banda Aceh yang berjumlah 29 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan domukentasi. Pengujian instrument menggunakan uji validitas dan reliabilitas. Teknik analisis data uji Normalitas, Homogenitas, dan Hipotesis. Berdasarkan hasil penelitian bahwa model pembelajaran Learning Together berbantuan media poster secara signifikan lebih efektif dalam meningkatkan hasil belajar geografi kelas X-IPAS 3, sebagaimana terbukti dari nilai thitung 7,05 ttabel= 1,671 pada taraf signifikansi 5% dengan derajat kebebasan 56, sehingga Haditerima.Hal ini menunjukkan bahwa penerapan model Learning Together berbantuan media poster memberikan pengaruh positif yang nyata terhadap pencapaian belajar siswa mata pelajaran geografi kelas X-IPAS 3 MAS Darul Ulum Banda Aceh.