cover
Contact Name
Haryo Kunto
Contact Email
haryowibisono@unesa.ac.id
Phone
+6281211037758
Journal Mail Official
innovant@unesa.ac.id
Editorial Address
Jl. Ketintang, Universitas Negeri Surabaya, Surabaya, Provinsi Jawa Timur, 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Inovasi Administrasi Negara Terapan
ISSN : -     EISSN : 30261805     DOI : -
Jurnal Inovasi Administrasi Negara Terapan (Inovant) adalah jurnal peer-review yang diterbitkan tiga kali dalam setahun dengan akses terbuka. Inovant diterbitkan sejak tahun 2023 oleh Prodi Sarjana Terapan Administrasi Negara, Fakultas Vokasi, Universitas Negeri Surabaya. Jurnal ini mencakup pembahasan terkait Kebijakan Publik, Manajemen Pelayanan Publik, Pemerintahan, Manajemen Kepegawaian, dan Inovasi terapan di sektor publik.
Articles 185 Documents
Inovasi Pelayanan Pengambilan Paspor Drive Thru SIGAP: Studi Pada Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Blitar Rinanti, Maghalita Rinanti; noviyanti
Jurnal Inovasi Administrasi Negara Terapan Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Blitar menyelenggarakan inovasi layanan pengambilan paspor drive thru SIGAP untuk memudahkan pemohon dalam pengambilan paspor dan mengurangi antrean pada ruang tunggu layanan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis inovasi pelayanan pengambilan paspor secara drive thru SIGAP di Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Blitar. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini yakni penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Fokus penelitian ini menggunakan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 91 Tahun 2021 tentang Pembinaan Inovasi Pelayanan Publik dengan indikator kriteria inovasi antara lain: memiliki kebaruan, efektif, bermanfaat, mudah disebarkan, dan berkelanjutan. Sumber data diperoleh dari data primer melalui wawancara, observasi, dan data sekunder melalui dokumentasi berupa data dari Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Blitar, artikel ilmiah, serta aturan terkait inovasi layanan drive thru. Data yang didapatkan kemudian dianalisis dengan tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi drive thru SIGAP pada Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Blitar memiliki nilai kebaruan. Namun, sosialisasi, informasi mengenai alur mekanisme dan syarat ketentuan inovasi ini masih kurang, serta pelaksanaan belum sejalan dengan SOP. Inovasi ini belum berjalan efektif dikarenakan jumlah antrean masih banyak. Pelayanan drive thru SIGAP bermanfaat bagi pemohon karena layanan yang cepat, tepat, dan efisien. Namun petugas hanya 1 orang sehingga mengalami kesulitan dalam pelayanan. Inovasi ini baik dan mudah untuk direplikasi oleh instansi lain, serta mendapatkan dukungan dari pengguna layanan sehingga memenuhi aspek keberlanjutan. The Class II Non-TPI Immigration Office Blitar has implemented the SIGAP drive-thru passport collection service to facilitate applicants in collecting their passports and to reduce queues in the service waiting room. This study aims to describe and analyze the innovation of the SIGAP drive-thru passport collection services at the Class II Non-TPI Immigration Office Blitar. The research method used in this study is descriptive research with a qualitative approach. This research focuses on the Regulation of the Minister of Administrative and Bureaucratic Reform Number 91 of 2021 on the Development of Public Service Innovation with innovation criteria indicators consisting of novelty, effectiveness, usefulness, ease of dissemination, and sustainability. Data sources were obtained through primary data via interviews, observations, and secondary data through documentation in the form of data from the Class II Non-TPI Immigration Office Blitar, scientific articles, and regulations related to drive-thru service innovation. The data obtained were then analyzed through the stages of data collection, data reduction, data presentation, and conclusions. The results of the study indicate that the SIGAP drive-thru service innovation at the Class II Non-TPI Immigration Office Blitar is novel. However, the socialization and information regarding this innovations mechanisms flow and terms are still lacking, and the implementation is not yet aligned with the SOP. This innovation has not yet been effective due to the high queues. The SIGAP drive-thru service is beneficial for applicants because it provides fast, accurate, and efficient service. However, with only 1 office, there are difficulties in service provision. This innovation is very good and easy to replicated by other agencies, and it has gained support from service users, thereby meeting the sustainability aspects.
Analisis Inventarisasi Aset pada Mesin Fingerprint di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Surabaya Lestari, Cintya Cindy; Isbandono, Prasetyo
Jurnal Inovasi Administrasi Negara Terapan Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inventarisasi merupakan kegiatan untuk pendataan, pencatatan, dan pelaporan hasil pendataan pada Barang Milik Daerah (BMD). Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui sistem inventarisasi aset dan kendala selama inventarisasi aset pada mesin fingerprint Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Surabaya sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 47 Tahun 2021 Tentang Cara Pelaksanaan Pembukuan, Inventarisasi, dan Pelaporan Barang Milik Daerah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dengan teknik pengumpulan data secara triangulasi (observasi, wawancara, dokumentasi) yang dilakukan di BKPSDM Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data dengan cara reduksi data yang sudah di kumpulkan, menyajikan informasi data penelitian dan menarik kesimpulan. Temuan hasil penelitian ini berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 47 Tahun 2021 Tentang Tata Cara Pelaksanaan Pembukuan, Inventarisasi, dan Pelaporan Barang Milik Daerah dengan tahapan inventarisasi tahap persiapan (pembentukan tim dan penyiapan data awal), tahap pelaksanaan (pendataan, identifikasi, monitoring dan evaluasi), tahap pelaporan, dan tahap tindak lanjut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Pembentukan tim inventarisasi BKPSDM Kota Surabaya sudah dilakukan namun belum adanya rencana kerja pada tugas dari tim inventarisasi BKPSDM Kota Surabaya. 2) Penyiapan data awal di BKPSDM Kota Surabaya antara lain seperti Kartu Inventaris Barang (KIB), Kartu Stock, Kartu Inventaris Ruangan (KIR), berita acara penerimaan barang melalui aplikasi SIJAKA dan SIMBADA. 3) Pendataan dan identifikasi sudah dilakukan namun terkendala pada ketidaksingkronan antara data inventarisasi. 4) Monitoring belum dilaksanakan secara rutin dan tidak ada evaluasi. 5) Pelaporan internal di BKPSDM Kota Surabaya dilakukan satu tahun sekali dan lima tahun sekali di BPKAD. 6) Tindak lanjut inventarisasi aset di BKPSDM Kota Surabaya sudah dilaksanakan namun terdapat kendala pada tahap tindak lanjut koreksi, dan pencatatan. Kata Kunci : inventarisasi aset, mesin fingerprint, pendataan, pelaporan. Inventory is an activity for data collection, recording, and reporting the results of data collection on Regional Property (BMD). This research was conducted to find out the asset inventory system and obstacles during asset inventory on the Surabaya City Personnel and Human Resources Development Agency (BKPSDM) fingerprint machine in accordance with the Regulation of the Minister of Home Affairs (Permendagri) Number 47 of 2021 concerning How to Implement Bookkeeping, Inventory, and Reporting of Regional Property. This research uses a qualitative method with a descriptive approach with triangulation data collection techniques (observation, interviews, documentation) conducted by BKPSDM Surabaya City. This research uses data analysis techniques by reducing the data that has been collected, presenting research data information and drawing conclusions. The findings of this study are based on the Regulation of the Minister of Home Affairs of the Republic of Indonesia Number 47 of 2021 concerning Procedures for the Implementation of Bookkeeping, Inventory, and Reporting of Regional Property with the inventory stages of the preparation stage (team formation and preparation of initial data), the implementation stage (data collection, identification, monitoring and evaluation), the reporting stage, and the follow-up stage. The results of this study show that: 1) the formation of the Surabaya City BKPSDM inventory team has been carried out but there is no work plan for the tasks of the Surabaya City BKPSDM inventory team. 2) Preparation of initial data at BKPSDM Surabaya City includes the Goods Inventory Card (KIB), Stock Card, Room Inventory Card (KIR), minutes of receipt of goods through the SIJAKA and SIMBADA applications. 3) Data collection and identification have been carried out but are constrained by the inconsistency between inventory data. 4) Monitoring has not been carried out regularly and there is no evaluation. 5) Internal reporting at BKPSDM Surabaya City is carried out once a year and once every five years at BPKAD. 6) Follow-up of asset inventory in BKPSDM Surabaya City has been carried out but there are obstacles at the follow-up stage of correction, and recording. Keywords: asset inventory, fingerprint machine, data collection, reporting.
Efektivitas Program Identitas Kependudukan Digital Dalam Menunjang Pelayanan Publik Pada Masyarakat di Kelurahan Pagesangan Kusuma Wardani, Dinda Pramesti; Isbandono, Prasetyo
Jurnal Inovasi Administrasi Negara Terapan Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemerintah sebagai penyedia layanan publik yang dibutuhkan oleh masyarakat memiliki tanggung jawab untuk terus berupaya memberikan pelayanan yang terbaik demi meningkatan pelayanan publik. Melalui program IKD diharapkan bisa meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam pelayanan administrasi kependudukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan analisis secara detail mengenai efektivitas Program Identitas Kependudukan Digital (IKD) dalam mempermudah pelayanan publik kepada masyarakat di Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Jambangan, Kota Surabaya. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menghambat atau mendukung pelaksanaan program. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian yang dilakukan menggunakan teori efektivitas menurut Duncan yang meliputi 3 indikator yaitu pencapaian tujuan, integrasi dan adaptasi. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa efektivitas program IKD di Kelurahan Pagesangan sudah cukup efektif. Penetapan efektivitas program ini didasarkan pada indikator-indikator yang sudah berkinerja baik, antara lain Pencapaian tujuan dengan sub indikator kurun waktu dan dasar hukum, Integrasi dengan sub indikator prosedur, Adaptasi dengan sub indikator peningkatan kemampuan pegawai dan sarana prasarana. Meskipun sudah terlaksana dengan baik, namun program ini masih menghadapi banyak tantangan, antara lain tujuan program yang tidak sesuai dengan hasil yang diharapkan, masyarakat yang tidak memiliki perangkat dengan spesifikasi mendukung dan program yang kurang diketahui masyarakat. Rekomendasi yang diperoleh dari penelitian ini menyarankan perluasan upaya sosialisasi terkait Identitas Kependudukan Digital. Selain itu, disarankan untuk meningkatkan kemampuan petugas pelayanan melalui pelatihan dan bimbingan teknis untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan dalam memfasilitasi aktivasi Identitas Kependudukan Digital. Selain itu, disarankan untuk memaksimalkan saluran komunikasi yang digunakan dalam program sosialisasi.
PENGEMBANGAN PELAYANAN ADMINISTRASI DESA MELALUI PENERAPAN “SI EDO” DI DESA DOLOPO KECAMATAN DOLOPO KABUPATEN MADIUN Agustin, Cindy Pramita; Lestari, Yuni
Jurnal Inovasi Administrasi Negara Terapan Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan administrasi merupakan hal penting yang dibutuhkan oleh masyarakat. Berdasarkan hasil observasi, Pelayanan administrasi di Desa Dolopo masih menggunakan cara manual. Alur pelayanan administasi mengharuskan masyarakat untuk datang langsung ke Kantor Desa Dolopo. Oleh karena itu, Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalisasi pelayanan administrasi di Desa Dolopo dengan menerapkan aplikasi SI EDO. Aplikasi SI EDO merupakan pelayanan surat online yang berbasis whatsapp dan website. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu research and development dengan model pengembangan ADDIE. Hasil analisis pengembangan aplikasi SI EDO diantaranya yaitu Desa Dolopo belum memiliki aplikasi pelayanan surat kepada masyarakat yang berbasis online. Surat yang banyak diajukan oleh masyarakat yaitu SKCK, Ijin Keramaian, dan surat keterangan. Berdasarkan hasil pengembangan, aplikasi SI EDO mendapatkan nilai uji validasi ahli materi sebesar 100. Hasil uji validasi ahli media sebesar 91,66667. Sedangkan hasil uji praktikalitas pada penerapan aplikasi SI EDO kepada masyarakat mendapatkan nilai 80,5 dengan keterangan sangat layak digunakan.
Efektivitas “Program Pelayanan Sayang Warga” Untuk Meningkatkan Kesadaran Warga Surabaya Taat Administrasi Kependudukan di Kelurahan Krembangan Selata imron, huda maulana; Isbandono, Prasetyo
Jurnal Inovasi Administrasi Negara Terapan Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji Efektivitas “Program Pelayanan Sayang Warga” dalam meningkatkan kesadaran warga Surabaya taat Administrasi Kependudukan di Kelurahan Krembangan Selatan. Dalam konteks Pelayanan Publik, Pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memberikan layanan terbaik kepada masyarakat, sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik. Administrasi Kependudukan menjadi krusial dalam memastikan legalitas, perlindungan, dan keakuratan data penduduk. Penelitian ini juga menggambarkan upaya Pemerintah Kota Surabaya dalam meningkatkan aksesibilitas dan kualitas Pelayanan Administrasi Kependudukan melalui “Program Pelayanan Sayang Warga”. Program ini dirancang untuk mendekatkan Pelayanan kepada masyarakat dengan menjadikan Balai RW sebagai pusat Pelayanan. Penelitian ini menganalisis Program tersebut serta respons dari berbagai pihak terkait, termasuk para petugas pelayanan dan warga. Identifikasi masalah dalam penelitian ini meliputi kurangnya sarana prasarana di Balai RW, kurangnya sumber daya manusia yang paham tentang Administrasi Kependudukan, kurangnya disiplin waktu pegawai staf kelurahan, dan kurangnya sosialisasi kepada masyarakat tentang “Program Pelayanan Sayang Warga". Dalam Penelitian ini menggunakan Metode Kualitatif Deskriptif yang bertujuan untuk mencari, menganalisis dan mengelola dari peristiwa langsung. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa program ini telah berhasil mencapai sebagian besar tujuannya dalam meningkatkan kesadaran dan aksesibilitas masyarakat terhadap Administrasi Kependudukan. Kemudahan akses layanan di Balai RW dan peningkatan jumlah pengunjung mencerminkan keberhasilan program dalam mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Sosialisasi yang dilakukan melalui media sosial dan tokoh masyarakat dinilai efektif meskipun ada tantangan dalam menjangkau kelompok lansia dan masyarakat yang kurang paham teknologi. Pemantauan program dilakukan oleh lurah dan keterlibatan berbagai pihak dalam evaluasi program menunjukkan komitmen yang tinggi terhadap keberhasilan program.Kata Kunci : Efektivitas, Program Pelayanan Sayang Warga, Administrasi Kependudukan
EFEKTIVITAS IMPLEMENTASI PERATURAN DESA TENTANG STRATEGI PENCEGAHAN PERKAWINAN ANAK DI DESA GEMAHARJO KECAMATAN WATULIMO KABUPATEN TRENGGALEK Wulansari, Kiki; Lestari, Yuni
Jurnal Inovasi Administrasi Negara Terapan Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkawinan anak ialah perkawinan yang dilakukan ketika seseorang berada dibawah usia yang ditetapkan dalam undang-undang. Desa Gemaharjo merupakan desa di Kabupaten Trenggalek yang turut menyumbang angka perkawinan anak dan menetapkan Peraturan Desa Nomor 6 Tahun 2022 tentang Strategi Pencegahan Perkawinan Anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan Implementasi Peraturan Desa Tentang Strategi Pencegahan Perkawinan Anak di Desa Gemaharjo, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek berdasarkan teori Kadji (2015) dengan prinsip “empat tepat” mulai dari ketepatan kebijakan, ketepatan pelaksanaan, ketepatan target, dan ketepatan lingkungan. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menjelaskan, ketepatan kebijakan terdapat peraturan dan SOP, serta kebijakan telah dibuat oleh lembaga yang sesuai. Ketepatan pelaksanaan, kebijakan bersifat pemberdayaan masyarakat dan memperhatikan aspek kesejahteraan masyarakat, tetapi belum berjalan dengan optimal dikarenakan adanya pemrioritasan anggaran sehingga berdampak pada keterbatasan infrastrukstur dan berpengaruh pada kurangnya pemanfaatan sosialisasi melalui banner, spanduk, dan pamflet. Ketepatan target, mayoritas menerima, dalam kondisi siap, dan kebijakan bersifat baru. Ketepatan lingkungan adanya kekuatan otoritas, komposisi jejaring, pengaturan implementasi, dan presepsi publik memberikan tanggapan positif. Saran yang dapat disampaikan oleh peneliti pada Implementasi Peraturan Desa di Desa Gemaharjo seperti perlu diperhatikan kembali terkait pelaksanaan kebijakan setiap indikator keefektifan implementasi, karena apabila terdapat satu indikator dalam implementasi kebijakan yang kurang sesuai, maka akan mempengaruhi keberhasilan pelaksanan kebijakan sehingga berjalan tidak opimal. Saran lainnya juga disampaikan oleh peneliti terkait pemanfaatan sosialisasi dapat menggunakan metode visualisasi melalui media cetak seperti banner, pamflet, dan media online sebagai sarana pendukung sosialisasi dan pelaksanaan kebijakan.
Evaluasi Tata Kelola Website Desa Guna Mewujudkan Keterbukaan Informasi Publik (Studi Kasus : Desa Kauman, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro) Aulia Rosida, Nabila; noviyanti
Jurnal Inovasi Administrasi Negara Terapan Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pemerintah Desa Kauman mewujudkan keterbukaan infromasi publik dengan menyediakan infromasi melalui situs website desa. Informasi publik yang terdapat pada website Desa Kauman belum sepenuhnya dilakukan dengan masimal. Di dalam website desa masih ada beberapa informasi publik yang belum disampaikan seperti berita desa, layanan publik desa, dan informasi umum desa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi tata kelola website desa dalam mewujudkan keterbukaan infromasi publik di Desa Kauman Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi dikaitkan dengan teori menurut Richard Eko Indrajid yang memiliki tiga elemen penting dalam mencapai tujuan E-Government antara lain Support, Capacity, dan, Value. Hasil penelitian menunjukkan indikator support yang meliputi pencapaian visi dan misi, tersedia alokasi sumber daya manusia, finansial, dan dukungan infrastruktur serta suprastruktur sudah tercukupi dalam mendukung keterbukaan infromasi publik melalui webiste desa. Namun masih minimnya sosialisasi dari kalangan birokat desa dan minimnya informasi yang tersedia di webiste desa seperti informasi beasiswa dan promosi desa wisata. Pada indikator capacity, sumber daya finansial sudah terpenuhi dalam tata kelola webiste desa. Namun tim PPID masih belum melakukan tugasnya dengan baik, kecepatan wifi masih belum memenuhi kebetuhan masyarakat desa dalam mendapatkan layanan berbasis webiste desa dan tidak adanya password wifi desa. Pada indikator value, masyarakat mendapatkan manfaat yaitu inovasi lapak desa dan inovasi anjungan layanan mandiri. Namun layanan anjungan mandiri masih belum ada pembuatan SKTM. Begitu pula dilapak desa pada sistem jual beli masih dilakukan secara direct dan belum seperti E-Comerce pada umumnya. Kata Kunci: Keterbukaan Informasi Publik, E-Government, Website Desa
Strategi Peningkatan Pelayanan Bus Trans Jatim Sebagai Moda Transportasi Pada Wilayah Gerbangkertosusila (Studi Kasus Bus Trans Jatim Koridor II Mojokerto-Surabaya) Setya Widasari, Nindia; Rosdiana, Weni
Jurnal Inovasi Administrasi Negara Terapan Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bus Trans Jatim Koridor II merupakan layanan transportasi publik yang diselenggarakan oleh Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur untuk memenuhi kebutuhan angkutan di wilayah Gerbangkertosusila dengan metode scrapping layanan Bus Hijau. Masih ditemui permasalahan dalam optimalisasi pelayanan yang diberikan dan diperlukan strategi peningkatan layanan. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan strategi peningkatan pelayanan Bus Trans Jatim Koridor II. Metode penelitian yang digunakan yaitu Deskriptif Kualitatif dengan Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Peneliti menggunakan teori David Osborne dan Plastrik berdasarkan 5 indikator yang terdiri dari strategi inti (core strategy), strategi konsekuensi (consequences strategy), strategi pelanggan (customer strategy), strategi pengawasan (controlling strategy), dan strategi budaya (culture strategy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bus Trans Jatim Koridor II dapat terlaksana dengan baik namun belum maksimal. Indikator strategi inti menunjukkan pelayanan belum maksimal disebabkan Dinas Perhubungan Kota Surabaya dan angkutan eksisting menolak operasional sehingga layanan rute belum terwujud sesuai rencana. Strategi konsekuensi menunjukkan bahwa upaya penciptaan tanggungjawab melalui konsekuensi telah terlaksana namun diperlukan pemberian aturan tertulis terkait rewards. Strategi pelanggan menunjukkan peningkatan layanan telah dilaksanakan dan berjalan namun belum maksimal karena fasilitas halte tidak lengkap dan merata. Strategi pengawasan telah terlaksana dengan baik melalui pengawasan Manajemen Trans Jatim namun diperlukan peninjauan ulang terkait waktu operasional layanan. Strategi budaya telah dimanfaatkan dengan baik melalui upaya peningkatan layanan penggunaan istilah sebagai ikon layanan, kecanggihan teknologi, dan budaya 5S. Oleh karena itu Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur perlu memberbaiki komunikasi dengan Dinas Perhubungan Kota Surabaya dan angkutan eksisting yang menolak operasional Bus Trans Jatim Koridor II, memberikan aturan tertulis terkait rewards, memberikan fasilitas halte yang lengkap dan merata, peninjauan waktu operasional layanan, dan mempertahankan agar budaya dan perilaku organisasi tetap diberlakukan Kata Kunci: strategi peningkatan, optimalisasi layanan, Trans Jatim Koridor II
Evaluasi Pelaksanaan Program Keluarga Harapan di Desa Plumpang Kecamatan Sukodadi Kabupaten Lamongan Maulania, Maghfiroh Izzani; Isbandono, Prasetyo
Jurnal Inovasi Administrasi Negara Terapan Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Keluarga Harapan adalah program pemberian bantuan sosial bersyarat kepada keluarga atau seseorang miskin dan rentan yang terdaftar dalam data terpadu program penanganan fakir miskin, diolah oleh Pusat Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial dan ditetapkan sebagai keluarga penerima manfaat PKH. Tujuan penelitian ini unturk mernganalisis hasil Ervalurasi Perlaksanaan Program Kerlurarga Harapan Di Dersa Plurmpang Kercamatan Surkodadi Kaburpatern Lamongan. Penelitian ini mengunakan teori Evaluasi oleh William N.Dunn yaitu Efektifivitas, Efesiensi, Kecukupan, Kesamaan, Responsivitas dan Ketepatan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Narasumber dari penelitian ini adalah Koordinator PKH Kabupaten Lamongan, Kepala Desa Plumpang, Pendamping PKH Desa Plumpang, penerima manfaat PKH dan bukan penerima manfaat PKH. Sumber data primer penelitian ini adalah wawancara, dokumentasi dan observasi. Sumber Data Sekunder adalah peraturan, buku pedoman, arsip, website dan literature lainnya. Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah purposive sampling . Teknik analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini adalah Efektivitas, pelaksanaan Program Keluarga Harapan sudah cukup efektif namun masih terdapat miskoordinasi antara pendamping dan kepala desa; Efisien, pelaksanaan program sudah sesuai dengan Keputusan Direktur Jaminan Sosial: Kecukupan, dalam pelaksanaan terkait pada kecukupan tergantung pada kebutuhan setiap individu; Kesamaan, pelaksanaan program masih belum sepenuhnya merata dalam pemilihan penerima manfaat; Responsivitas, perlu adanya perubahan data agar tepat sasaran penerimaan; Ketepatan, ketepatan sosialisasi dan RTSM sudah tepat namu dalam pemilihan penerima manfaat masih belum tepat.
ANALISIS KUALITAS STANDAR PELAYANAN (STUDI KASUS : SAHAJA ONLINE (SATU HARI JADI) DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN KEDIRI) Nur Anesta, Nadiva; Prastyawan, Agus
Jurnal Inovasi Administrasi Negara Terapan Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dispendukcapil Kabupaten Kediri melakukan inovasi layanan kependudukan Sahaja Online yang bertujuan untuk memudahkan dalam pelayanan adminduk. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis Kualitas Standar Pelayanan Dispendukcapil melalui Sahaja Online. Penelitian mengacu PERMENPAN & RB RI Nomor 15 Tahun 2014. Jenis penelitian ini deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analis data dengan cara pengumpulan, reduksi, penyajian, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan komponen persyaratan cukup baik walau saat proses verifikasi masih sering terdapat kendala. Sistem, mekanisme, prosedur kurang baik sistem sering eror, mekanisme dan prosedur kurang luas penyebaran informasinya. Jangka waktu pelayanan, jaminan pelayanan kurang baik karena terdapat pengguna layanan yang mendapatkan jangka waktu lebih dari 1 hari. Biaya pelayanan tidak ada. Produk pelayanan sudah baik aplikasi terdapat berbagai menu pengajuan adminduk. Penanganan pengaduan sangat baik, pegawai tanggap menyikapi aduan. dasar hukum sudah ada landasan dalam pembuatan aplikasi, sarana prasarana sangat baik dan tampilan aplikasi mudah di pahami, pegawai berkompeten dan melaksanakan sesuai bidang serta jaminan kemanan pelayanan terjamin dan mempunyai evaluasi kinerja yang sangat baik. Dispendukcapil sudah sesuai standart pelayanan maupun pengelolaan, namun masih ada beberapa kendala dari sistem, mekanisme, prosedur, dan jangka waktu pelayanan.

Page 8 of 19 | Total Record : 185