cover
Contact Name
Nurrahman
Contact Email
nurrahman@unimus.ac.id
Phone
+628122502964
Journal Mail Official
jurnalpangan@unimus.ac.id
Editorial Address
Sekretariat Jurnal Pangan dan Gizi Gedung Laboratorium Kesehatan Terpadu Jl. Kedungmundu Raya No. 18 Semarang 50272, Telp/Fax : (024)
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Pangan dan Gizi
ISSN : 20866429     EISSN : 26560291     DOI : https://doi.org/10.26714/jpg
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Pangan dan Gizi (JPG, P ISSN 2086-6429, EISSN 2656-0291) provides a medium for publishing scientific articles as a result of research and development in the field of food technology and nutrition by focusing on food biochemistry, food safety, food microbiology, food chemistry , nutrition, food biotechnology, food processing, and food industry management for all researchers, academics, practitioners, and industries involved in the food sector.
Articles 182 Documents
Pengaruh Penambahan Bekatul dan Ampas Kelapa Terhadap Sifat Fisikokimia dan Organoleptik Snack Bar Jantung Pisang Kepok Dita Hesti Rahayu; Nanang Nasrullah; A’immatul Fauziyah
Jurnal Pangan dan Gizi Vol 11, No 1 (2021): Kajian Pangan Dan Gizi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jpg.11.1.2021.15-29

Abstract

Jantung pisang kepok, bekatul dan ampas kelapa merupakan bahan pangan lokal yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai makanan selingan dalam mencegah atau mengendalikan obesitas karena memiliki kandungan tinggi serat pangan dan protein serta rendah lemak. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh penambahan bekatul dan ampas kelapa terhadap kandungan gizi, kadar serat pangan, tingkat kekerasan dan organoleptik pada snack bar jantung pisang kepok, serta menentukan formula terpilihnya. Penelitian ini menggunakan studi eksperimental dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan dua kali pengulangan yang terdiri dari tiga taraf perlakuan. Setiap perlakuan memiliki proporsi yang berbeda dari total berat penambahan bekatul dan ampas kelapa yaitu F1 (75%:25%), F2 (60%:40%), dan F3 (45%:55%) pada snack bar jantung pisang kepok. Analisis sifat fisikokimia dan organoleptik menggunakan uji ANOVA dan Kruskall Wallis, sedangkan penentuan formula terpilih menggunakan Metode Perbandingan Eksponensial (MPE). Hasil analisis menunjukkan bahwa penambahan bekatul dan ampas kelapa pada snack bar jantung pisang kepok berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap kadar protein, kadar serat pangan, tekstur, aroma, dan rasa. Formula terpilih terdapat pada snack bar F3 yang memiliki kadar air (18,51%), kadar abu (4,72%), kadar lemak (5,94%), kadar protein (11,14%), kadar karbohidrat (61,22%), kadar serat pangan (19,48%), dan kekerasan (5406,54 gf).
Pengembangan Roti Tawar Sumber Protein Dengan Penambahan Tepung Ampas Kelapa Dan Tepung Kedelai Wahyu Pratama; Prita Dhyani Swamilaksita; Dudung Angkasa; Putri Ronitawati; Reza Fadhilla
Jurnal Pangan dan Gizi Vol 11, No 2 (2021): Kajian Pangan dan Gizi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jpg.11.2.2021.111-124

Abstract

Pendahuluan: Penganekaragaman konsumsi pangan dapat berupa pemanfaatan pangan fungsional. Ampas kelapa dan kedelai merupakan bahan pangan fungsional dan dapat berkembang menjadi roti tawar yang memiliki nilai gizi sumber protein. Tujuan: Menganalisis daya terima dan nilai gizi hasil pengembangan roti tawar dengan penambahan tepung ampas kelapa dan tepung kedelai sumber protein. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor (AK = tepung kelapa dan K = tepung kedelai) dan empat taraf perlakuan. Perbandingan tepung ampas kelapa dan tepung kedelai yang digunakan adalah F0 (0%AK: 0% K), F1 (40% AK: 60% K), F2 (50% AK: 50% K) dan F3 (60% AK: 40% K). Analisis varian satu arah dan uji kontinu Duncan α (0,05) untuk menjawab tujuan tersebut. Hasil: Berdasarkan hasil nilai gizi, semua formulasi memiliki perbedaan secara nyata. Roti tawar sumber protein penambahan tepung ampas kelapa dan tepung kedelai yang paling disukai menjadi formula terpilih adalah F3 dimana tepung ampas kelapa 60% dan tepung kedelai 40%. Kadar protein roti tawar pilihan 12,93%, kadar serat kasar 6,57%, kadar karbohidrat 49,16%, kadar lemak 2,8%, kadar air 38,67%, kadar abu 1%. Derajat kesukaan, aroma, rasa, warna, tekstur dan keseluruhan secara berurut adalah 3,20; 3,22; 3,20; 3,24 dan 3,42 (suka). Kesimpulan: Tepung ampas kelapa dan tepung kedelai dapat dikembangkan menjadi roti tawar sumber protein yang diterima dan hampir memenuhi SNI dan Direktorat Gizi Depkes.
Total Mikroba, Kekenyalan, dan Sifat Sensori Tahu Putih Berdasakan Perbedaan Lama Perendaman dalam Larutan Belimbing Wuluh Reza Maulana; Nurrahman Nurrahman; Agus Suyanto
Jurnal Pangan dan Gizi Vol 11, No 2 (2021): Kajian Pangan dan Gizi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jpg.11.2.2021.142-150

Abstract

White tofu is one type of tofu that is often consumed by the people of Indonesia. The process of making white tofu in Indonesia is generally still manual. White tofu has complete nutritional content so it is very easy to be contaminated by microbes. Microbial growth can be inhibited by using various methods, one of which is by giving a liquid with a low pH (acid) or by using flavonoid compounds, saponins, tannins and alkaloids. These compounds are contained in starfruit fruit so that it can be used to reduce the total microbes in white tofu. The value of the total number of plates that are safe in tofu according to the Food and Agriculture Organization is 1 x106 colon /gram. The general objective of the study was to determine the inhibition of starfruit solution against microbial growth, elasticity and sensory of white tofu. When immersion with star fruit solution concentration of 15% is 0, 2, 4, 6, and 8 hours. White tofu analyzed total microbial, elasticity, and sensory properties. The treatment has an influence on the total microbial, elasticity and sensory properties with the best value of 3.3 x105 colonies, elasticity 365.018 gf/mm or 3.577 N mm, and the average sensory test value of 3.05. The conclusion of the study of white tofu immersion with 15% starfruit solution showed a real difference, so that the best immersion treatment was immersion treatment for 4 hours.
Pembuatan Snackbar sebagai Makanan Tambahan Olahraga sebagai Sumber Tinggi Kalori Shinta Shinthia Dewi; Reza Fadhilla; Mury Kuswari; Khairizka Citra Palupi; Dessy Aryanti Utami
Jurnal Pangan dan Gizi Vol 11, No 2 (2021): Kajian Pangan dan Gizi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jpg.11.2.2021.100-110

Abstract

Latar Belakang: Salah satu permasalahan yang timbul dari kekurangan stamina dan daya tahan tubuh atlet menjadi permasalahan utama pada atlet olahraga karena dapat mempengaruhi hasil prestasi olahraga atlet. Prestasi atlet oleh asupan sehari-hari atlet selain itu pada waktu 2-3 jam sebelum pertandingan dapat diberikan camilan agar mudah dikonsumsi dan mudah dibawa kemana-mana. Tujuan: Menganalisis daya terima (aroma, warna, tekstur, rasa dan keseluruhan) dan menganalisis kandungan zat gizi snackbar tepung kacang hijau dengan penambahan tepung jagung. Metode:Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan menggunakan Desain Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan membandingkan 3 formulasi dari berbagai jenis formulasi tepung kacamg hijau dan tepung jagung yang ditambahkan ke produk snackbar yaitu F0 (0gr: 100gr), F1 (50gr: 50gr), dan F2 (100gr: 0gr). pengujian Zat Gizi yang dilakukan uji kadar proksimat. Penilaian Organoleptik menggunakan Formulir Likert dengan skala 1-5 terhadap 30 panelis konsumen Uji statistik yang digunakan adalah One Way Anova dengan uji lanjut Duncan. Hasil:Berdasarkan Penilaian Hasil Zat Gizi dan panelis konsumen yang terpilih terpilih adalah F1 dengan kadar air 13,56 gr, kadar abu 1,85 gr, protein 25,56 gr, lemak 9,35 gr, karbohidrat 49,67 gr dan energi 466, 14 kkal. Kesimpulan: Adanya pengaruh penambahan tepung jagung terhadap nilai gizi snackbar. Ada perbedaan yang signifikan terhadap warna, rasa dan aroma. Kata kunci : Snackbar , tepung kacang hijau, tepung jagung, marathonLatar Belakang: Salah satu permasalahan yang timbul yaitu kurangnya stamina dan daya tahan tubuh atlet menjadi permasalahan utama pada atlet olahraga karena dapat mempengaruhi hasil prestasi olahraga atlet. prestasi atlet dipengaruhi oleh asupan sehari-hari atlet selain itu pada waktu 2-3 jam sebelum pertandingan dapat diberikan snack agar mudah dikonsumsi secara ringkas dan mudah untuk dibawa kemana-mana. Tujuan: Menganalisis daya terima (aroma, warna, tekstur, rasa dan keseluruhan) dan menganalisis kandungan zat gizi snackbar tepung kacang hijau dengan penambahan tepung jagung. Metode : Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan menggunakan Desain Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan membandingkan 3 formulasi dari berbagai jenis formulasi tepung kacamg hijau dan tepung jagung yang ditambahkan ke produk snackbar yaitu F0(0gr:100gr), F1(50gr:50gr), dan F2(100gr:0gr). pengujian Zat Gizi yang dilakukan uji kadar proksimat. Penilaian Organoleptik menggunakan Form Likert dengan skala 1-5 terhadap 30 panelis konsumen Uji statistik yang digunakan adalah One Way Anova dengan uji lanjut Duncan. Hasil : Berdasarkan  Penilaian Hasil Zat Gizi dan panelis konsumen didapat formulasi terpilih adalah F1 dengan kadar air 13,56 gr, kadar abu 1,85 gr, protein 25,56 gr, lemak 9,35 gr, karbohidrat 49,67 gr dan energi 466,14 kkal. Kesimpulan: Adanya pengaruh penambahan tepung jagung terhadap nilai gizi snackbar. Ada perbedaan yang signifikan terhadap warna, rasa dan aroma.
Warna, Kadar Air, Kadar TBA, dan Aktivitas Antioksidan Sup Jangkang (Jagung-Cangkang) Instan Dengan Perbedaan Teknik Kemasan Dan Lama Penyimpanan Afrilia Arifatul Lael; Siti Aminah; Nurhidajah Nurhidajah
Jurnal Pangan dan Gizi Vol 11, No 2 (2021): Kajian Pangan dan Gizi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jpg.11.2.2021.134-141

Abstract

Instant corn soup is included in the dry form of flour products that have the ability to easily absorb water from the environment (high hygroscopic). Water vapor transfer from the environment can cause quality degradation during storage. The decline in quality triggers chemical, enzymatic or physical reactions to changes in sensory properties. Packaging is known to be able to minimize product quality degradation. The packaging technique can be done by vacuum and non-vacuum techniques. The general objective of the study was to determine the effect of packaging techniques and storage time on the physical and chemical characteristics of instant corn soup enriched with duck eggshell flour. The experimental research method uses factorial completely randomized design (CRD), which consists of 2 factors 8 treatments, namely metallized (vacuum and non vacuum) packaging techniques and storage time (1, 2, 3, and 4 weeks). Each treatment was repeated 4 times, so that 32 units of the experiment were obtained. Data on the results of physical characteristics and chemical characteristics were analyzed using ANOVA statistical methods followed by DMRT advanced tests. The results showed there was an effect of packaging technique and storage time on TBA levels and antioxidant activity, but there was no effect on the color and water content of instant corn soup. Metallized vacuum packaging with 3 weeks storage produced color (13.56%), water content (5.72%), TBA content (0.52 mg MA / kg sample), and antioxidant activity (8,94% RSA).
Pembuatan Permen Jeli Ekstrak Jahe Merah (Zingiber officinale var. rubrum) dengan Substitusi Ekstrak Jambu Biji Merah (Psidium guajava L.) sebagai Sumber Antioksidan (Vitamin C) bagi Penderita Diabetes Melitus Della Nursakinah; Besti Verawati
Jurnal Pangan dan Gizi Vol 11, No 2 (2021): Kajian Pangan dan Gizi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jpg.11.2.2021.125-133

Abstract

Jahe merah dan jambu biji merah merupakan bahan pangan lokal dengan komoditas terbanyak di Kabupaten Kampar yang memiliki potensi untuk dikembangkan karena mengandung senyawa antioksidan seperti vitamin C. Permen jeli komersial yang terbuat dari jahe banyak dikonsumsi oleh masyarakat, namun permen tersebut memiliki rasa yang pedas serta kandungan vitamin C yang masih rendah sehingga perlu inovasi baru. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pembuatan permen jeli ekstrak jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum) dengan substitusi ekstrak jambu biji merah (Psidium guajava L.) sebagai sumber antioksidan (vitamin C) bagi penderita DM. Rancangan penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 variasi perlakuan substitusi antara ekstrak jahe merah dan ekstrak jambu biji merah yaitu P0 (100%:0%), P1 (70%:30%), P2 (50%:50%) dan P3 (30%:70%). Penelitian dilakukan pada 18 Februari-12 Juli 2021. Analisis yang dilakukan yaitu analisis deskriptif, proksimat dan vitamin C serta One Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis deskriptif permen jeli formula terbaik yaitu perlakuan P3. Analisis proksimat dan vitamin C pada permen jeli P3 yaitu mengandung kadar air 16,18%, kadar abu 1,33%, kadar gula reduksi 2,99% dan kadar vitamin C 20,10 mg. Pada hasil uji statistik One Way ANOVA terdapat perbedaan pada rasa, warna dan aroma (p<0,05) namun tidak terdapat perbedaan pada tekstur permen jeli (p>0,05). Kesimpulan penelitian yaitu permen jeli P3 dapat memenuhi 22,3% kebutuhan vitamin C orang dewasa sebanyak 90 mg/hari berdasarkan AKG. Sehingga, permen jeli P3 dapat diklaim sebagai makanan selingan sumber antioksidan (vitamin C). Saran untuk penelitian selanjutnya perlu dilakukan analisis kandungan zat gizi lainnya seperti protein, lemak dan aktivitas antioksidan pada permen jeli.
Evaluasi Mutu Fisik, Total Bakteri, Dan Sensori Minuman Sari Tempe Dengan Penambahan Bunga Kecombrang Indah Tri Minarni; Wikanastri Hersoelistyorini; Agus Suyanto
Jurnal Pangan dan Gizi Vol 11, No 2 (2021): Kajian Pangan dan Gizi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jpg.11.2.2021.151-162

Abstract

Tempe juice drink is a functional drink made from the main ingredient of tempe, which has a good nutritional composition for the body, preservation of tempeh juice drinks currently uses chemicals using benzoic acid, the use of benzoic acid can have an impact on health.Kecombrang flowers contain bioactive components such as alkaloids, polyphenols, flavonoids, essential oils, phenolics, and triterpenoids which can function as antibacterial.The addition of kecombrang flowers is intended to prolong or preserve the tempeh juice.The purpose of this study was to determine the total bacteria test, viscosity, and sensory quality of tempeh juice drink with variations in the addition of kecombrang flowers and storage time.This research is an experimental type using factorial Completely Randomized Design (CRD) with the dependent variable including the total test for bacteria, viscosity, and sensory quality, while the independent variable includes the addition of kecombrang flowers and storage time. The research stages included making kecombrang flower powder and making tempeh juice.The process of making tempeh juice drinks through cutting, milling, boiling, filtering, packaging, and storage. The treatment of adding kecombrang flowers (0%, 0.5%, 1%, 1.5%) and storage time (0 hours, 4 hours, 8 hours, 12 hours). The resulting product is carried out in the test stages for total bacteria, viscosity, and sensory quality (color, aroma, taste, consistency).The results showed that the interaction between the addition of kecombrang flowers and storage time had a significant effect on total bacteria, viscosity, aroma, taste, consistency, and had no significant effect on color.The best treatment was obtained in the addition of 1.5% kecombrang flower treatment and 8 hours of storage, with total bacteria (2.8x104 colonies / gram), viscosity (0.145 Cp), sensory (2.83). 
Pemanfaatan Tepung Kelakai Sebagai Bahan Pangan Alternatif Sumber Zat Besi Dalam Subtitusi Produk Cookies Chickpea Untuk Ibu Hamil Anemia Angestya Verani Fahriza; Ibnu Malkan Bakhrul Ilmi; Sintha Fransiske Simanungkalit
Jurnal Pangan dan Gizi Vol 11, No 2 (2021): Kajian Pangan dan Gizi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jpg.11.2.2021.88-99

Abstract

The prevalence of anemia in pregnant women in Indonesia increased significantly from 37.1% in 2013 to 48.9% in 2018. Anemia can be prevented and treated by consuming iron source foods. The purpose of this research is to utilize kelakai flour as an alternative food source of iron in the substitution of chickpea cookies products for pregnant women with anemia. The study used a Complete Randomized Design (RAL) consisting of three levels of treatment and two repetitions, namely: Comparison of chickpea flour and kelakai flour F1 (30g : 15g), F2 (27.5g: 17.5), F3 (25g : 20g). Analysis of organoleptic test data and chemical properties analysis used Kruskall Wallis test and ANOVA test. The results showed that in organoleptic testing substitution of kelakai flour had a real effect (p<0.05) on taste and aroma parameters. The result of substitution kelakai flour had a real effect (p<0.05) on ash, protein and iron content of cookies. Cookies F3 is the best formulation that had a chemical composition; 463.02 kcal of energy, 17.18% fat, 10.23% protein, 66.87% carbohydrates, 6.97mg of iron. The iron content of cookies F3 has qualified the claim of iron source of food products required by BPOM.
Total Bakteri, Angka TBA, Dan Sifat Sensoris Bumbu Dasar Putih Pasta Berdasarkan Lama Simpan Dewa Febrian Riyandi; Yunan Kholifatuddin Sya&#039;di; Nurhidajah Nurhidajah
Jurnal Pangan dan Gizi Vol 12, No 1 (2022): Kajian Pangan dan Gizi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jpg.12.1.2022.41-49

Abstract

Seasoning is a spice ingredient that is processed into dishes that have a high level of aroma and taste without losing the components of natural ingredients. The characteristics of the seasoning are yellowish white, distinctive aroma and wet texture. Seasoning damage can occur due to oxidation of fat which is influenced by humidity at room temperature. The purpose of this study was to determine the relationship between shelf life and total bacteria, TBA number, and sensory properties of the experimental type of white pasta seasoning. For making white paste seasoning, all ingredients are selected fresh and weighed, then the blanching process is carried out by soaking all ingredients in hot water at 80oC for 5 minutes. Then blend all ingredients using oil and sauté over low heat for about 30 minutes. This study used a monofactor completely randomized design, with 5 treatments of shelf life (0, 5, 10, 15, and 20 days) and 5 replications. The results of this study showed an increase in bacterial growth during 20 days of storage. At storage 0, 5, 10, and 15 days the results were not significantly different, while at storage 20 days gave significantly different results in the long storage treatment. All the old treatments for storing white pasta base spices were acceptable to the panelists.
PENGGUNAAN KONSENTRASI KUNYIT (Curcuma longa L.) YANG BERBEDA TERHADAP MUTU BEKASAM IKAN NILA (Oreochromis niloticus) Febriana Putri Rahardiyanti; Laras Rianingsih; Eko Nurcahya Dewi
Jurnal Pangan dan Gizi Vol 12, No 1 (2022): Kajian Pangan dan Gizi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jpg.12.1.2022.1-9

Abstract

ABSTRAKBekasam merupakan hasil fermentasi secara tradisional dari ikan air tawar yang ditambahkan garam dan karbohidrat. Rasanya asam dan asin akan tetapi kurang diminati oleh golongan muda sehingga kurang berkembang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbedaan konsentrasi kunyit terhadap mutu bekasam ikan nila. Metode penelitian yang digunakan adalah experimental laboratories dengan model Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan meliputi perbedaan konsentrasi kunyit (0%, 1,5%, 2%, 2,5%) dengan tiga kali ulangan. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA dan dilakukan uji BNJ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan konsentrasi kunyit memberikan pengaruh nyata, semakin tinggi konsentrasi kunyit akan menaikkan nilai total bakteri asam laktat dan total asam laktat, sehingga menurunkan nilai TPC, pH, TVBN dan hedonik. terhadap nilai total bakteri asam laktat, TPC, total asam laktat, pH, TVBN dan hedonik. Konsentrasi bekasam dengan perlakuan penambahan kunyit sebesar 2,5% memiliki mutu kimia dan mikrobiologi terbaik yaitu dengan nilai TVBN 32,06 (mgN/100ml), pH 4,83, total asam laktat 1,82%, TPC 5,68x104 (cfu/gr) dan total bakteri asam laktat 7,48x105 (cfu/gr). Hasil hedonik bekasam dengan perlakuan penambahan kunyit sebesar 2,5% memiliki nilai yaitu 5,77-6,04 yang termasuk agak disukai panelis. Kata kunci: ‘Bekasam, Fermentasi, Ikan Nila (Oreochromis niloticus), Kunyit, Mutu