cover
Contact Name
Alwendi
Contact Email
alwendi60@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
alwendi60@gmail.com
Editorial Address
Journal Editorial Address: Jln. Kolonel Hamzah Lubis, No 30 Kota Padangsidimpuan, Provinsi Sumatera Utara Contact : 081270214014
Location
Kota padangsidimpuan,
Sumatera utara
INDONESIA
Statika
ISSN : 2541027X     EISSN : 27749509     DOI : https://doi.org/10.64168/statika.v6i1
Core Subject :
Statika adalah jurnal teknik Sipil, dengan Nomor ISSN 2541-027X (Media Cetak) dan ISSN 2774-9509 (Media Online) terbit dalam setahun dua kali yaitu bulan April dan September. Artikel dapat berupa hasil penelitian, pemikiran ilmiah, atau studi kasus dengan ruang lingkup rekayasa struktur, pengembangan sumber daya air, rekayasa transportasi, geoteknik dan manajemen rekayasa konstruksi. Penulis dapat menulis artikel dengan template dan mengirimkan artikel secara online dengan menggunakan sistem OJS. Segala hal yang berkaitan dengan penggunaan software, kutipan dan izin hak cipta yang dibuat oleh penulis artikel, dan konsekuensi hukum yang ditimbulkannya, sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis artikel.
Arjuna Subject : -
Articles 119 Documents
PENGARUH PENGGUNAAN BIJI POHON KARET SUBTITUSI AGREGAT KASAR TERHADAP KUAT TEKAN BETON Rossandi Syaputra; Mhd. Rahman Rambe; Rizky Febriani Pohan
STATIKA Vol. 9 No. 1 (2026): Statika Vol 9 No 1 April 2026
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64168/statika.v9i1.1832

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan biji karet sebagai substitusi sebagian agregat kasar terhadap kuat tekan beton. Penelitian dilakukan dengan tahapan awal berupa pengujian sifat fisik agregat kasar, agregat halus, serta biji karet meliputi berat isi, kadar air, dan gradasi. Selanjutnya dilakukan perencanaan campuran (mix design) beton dengan mutu K-225, menggunakan benda uji silinder berdiameter 15 cm dan tinggi 30 cm, yang kemudian diuji kuat tekannya pada umur 7, 14, dan 28 hari. Variasi campuran yang digunakan adalah 0 % (beton normal), 5 %, dan 10 % biji karet terhadap berat agregat kasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan biji karet menyebabkan penurunan kuat tekan beton. Nilai kuat tekan rata-rata pada umur 28 hari untuk beton normal sebesar 17,13 MPa, variasi 5 % sebesar 15,50 MPa, dan variasi 10% sebesar 12,24 MPa. Penurunan nilai kuat tekan ini disebabkan oleh permukaan biji karet yang halus dan kedap air, sehingga mengurangi daya ikat antara agregat dan pasta semen. Penurunan kuat tekan pada variasi 5 % sebesar 9,5 %, dan pada variasi 10 % sebesar 28,5 % dibandingkan beton normal. Beton dengan campuran biji karet 5% masih dapat dipertimbangkan untuk bangunan non-struktural, sementara variasi 10 % kurang direkomendasikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan biji karet memiliki potensi sebagai bahan alternatif agregat, meskipun perlu pertimbangan dari segi kekuatan. .
ANALISA PENGARUH PENAMBAHAN LIMBAH ABU BATU TERHADAP KUAT TEKAN BETON DARI WILAYAH BATU TAMBUN KAB. PADANG LAWAS UTARA DIBANDINGKAN DENGAN PASIR BATU NADUA Putra Rana Dian Harahap; Suryanti Suraja Pulungan; Nurhasanah Siregar
STATIKA Vol. 9 No. 1 (2026): Statika Vol 9 No 1 April 2026
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64168/statika.v9i1.1833

Abstract

Pembuatan konstruksi yang menggunakan abu batu sebagai campuran beton, hasilnya lebih ekonomis untuk digunakan di pabrik bila dibandingkan dengan beton yang tidak menggunakan abu batu. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mesdeskripsikan pengaruh dan perbandingan kuat tekan beton berbahan abu batu dengan variasi pengganti agregat halus normal untuk pasir Batu Nadua 20 % dan 40 %. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eskperimental dengan memanfaatkan abu batu sebagai pengganti sebagian pasir batu nadua pada beton variasi normal 20 % dan 40 %. Dari hasil penelitian dan analisis data yang dilakukan maka didapat nilai kuat tekan rata-rata pada setiap umur pengujian seperti diketahui pada umur 7 hari kuat tekan beton terbesar adalah kuat tekan beton variasi 20 % dengan nilai sebesar 6,29 N/mm2 dan nilai kuat tekan terendah yaitu kuat tekan beton variasi 40 % dengan nilai sebesar 3,67 N/mm2. Sedangkan pada umur 14 hari kuat tekan beton normal yaitu 4,52 N/mm2 dan nilai kuat tekan beton variasi 20% yaitu 6,41 N/mm2 dan variasi 40% nilai kuat tekan betonnya yaitu 3,77 N/mm2, Pada umur pengujian 28 hari kuat tekan beton normal dengan nilai sebesar 4,52 N/mm2, Untuk variasi 20% kuat tekan dengan nilai 7,13 N/mm2, dan nilai kuat tekan beton variasi 40% yaitu 4,62 N/mm2. Kuat tekan beton yang menggunakan abu batu dari Batu Tambun tidak memenuhi standar mutu beton f 'c 18.
ANALISA PERBANDINGAN BIAYA DAN WAKTU PELAKSANAAN PELAT LANTAI BONDEK TERHADAP PELAT LANTAI KONVENSIONAL KONVENSIONSIONAL PADA GEDUNG DUA LANTAI DI KABUPATEN PADANG LAWAS UTARA Sahrul Hasian Farizi Rambe; Julianto Lubis; Ferawati Artauli Hasibuan
STATIKA Vol. 9 No. 1 (2026): Statika Vol 9 No 1 April 2026
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64168/statika.v9i1.1834

Abstract

Dimasa kini banyak terdapat pekerjaan pembangunan gedung berbagai tipe dan ukuran, begitu juga tidak terlepas dari rencana anggaran biaya yang bervariasi untuk setiap bangunan yang direncankan. Tugas akhir perbandingan ini bertujuan untuk mendapatkan selisih Perbandingan Analisa Perbandingan Biaya Dan Waktu Pelaksanaan Pelat Lantai Bondek Terhadap Pelat Lantai Konvensional Konvensionsional Pada Gedung Dua Lantai Di Kabupaten Padang Lawas Utara. Penelitian ini pelaksanaannya diawali dengan mengumpulkan data kualitatif mengambil data dengan cara survey lapangan, perhitungan, serta mengumpulkan data terkait, kemudian mengumpulkan data dengan cara kuantitatif yaitu mencari sumber data berupa tulisan dan jurnal terkait, setelah data dikumpulkan selanjutnya data diolah dengan cara menghitung volume pekerjaan, selanjutnya dilakukan analisa pada setiap harga dan item pekerjaan. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa total biaya pekerjaan pelat lantai konvensional adalah sebesar Rp 84.129.841,1 sedangkan total biaya pekerjaan pelat lantai bondek adalah sebesar Rp 95.207.567,4. Dengan demikian, terdapat selisih biaya sebesar Rp 11.077.726,3. Dimana pelat lantai konvensional lebih ekonomis dibandingkan pelat lantai bondek. Adapun waktu pelaksanaan untuk pekerjaan pelat bondek selama 5 hari sedangkan pelat konvensional selama 13 hari sehingga selisih waktu pelaksanaan diperoleh selama 8 hari.
ANALISIS KUALITAS TROTOAR DALAM MENINGKATKAN KENYAMANAN BAGI PEJALAN KAKI DI KAWASAN RUAS JALAN SISINGAMANGARAJA KOTA PADANGSIDIMPUAN Harry Sulaiman Sagala; Noni Paisah; Ferawati Artauli Hasibuan
STATIKA Vol. 9 No. 1 (2026): Statika Vol 9 No 1 April 2026
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64168/statika.v9i1.1858

Abstract

Perkembangan perkotaan yang pesat mengakibatkan peningkatan volume lalu lintas kendaraan bermotor, namun seringkali tidak diimbangi dengan penyediaan infrastruktur pedestrian yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi fisik trotoar dan mengetahui persepsi kenyamanan pejalan kaki terhadap trotoar di Ruas Jalan Sisingamangaraja Kota Padangsidimpuan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan survei lapangan dan penyebaran kuesioner kepada 54 responden pengguna trotoar. Pengukuran kondisi fisik trotoar dilakukan pada segmen sepanjang ± 1 km yang dibagi menjadi tiga titik pengamatan (Titik A, B, dan C). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi trotoar di Jalan Sisingamangaraja belum memenuhi standar yang ditetapkan. Tinggi trotoar bervariasi antara 6-9 cm, tidak sesuai dengan standar minimal 10-15 cm. Permukaan trotoar banyak yang tidak rata dan berlubang. Terdapat penggunaan trotoar yang tidak sesuai fungsi seperti untuk berjualan dan parkir kendaraan yang mengganggu sirkulasi pejalan kaki. Berdasarkan hasil kuesioner, persepsi kenyamanan pejalan kaki menunjukkan tingkat kenyamanan sebesar 55,56% dan tingkat kepuasan terhadap fasilitas pendukung sebesar 59,26%. Sebanyak 83,33% responden menyatakan perlunya peningkatan efektivitas trotoar. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pengelolaan yang lebih baik, penertiban penggunaan trotoar, serta peningkatan kualitas fisik dan fasilitas pendukung untuk menciptakan kenyamanan bagi pejalan kaki.
ANALISA KINERJA SIMPANG TIGA JALAN ABDUL JALIL LUBIS-JALAN RAJA INAL SIREGAR KOTA PADANGSIDIMPUAN Riski Saihotma Nasution; Sahrul Harahap; Wirna Arifitriana
STATIKA Vol. 9 No. 1 (2026): Statika Vol 9 No 1 April 2026
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64168/statika.v9i1.1860

Abstract

Persimpangan jalan merupakan tempat bertemunya arus lalu lintas dari dua jalan atau lebih. Kinerja jaringan jalan harus memperhitungkan tundaan akibat adanya simpang, baik itu simpang bersinyal maupun simpang tak bersinyal. Pada simpang tidak bersinyal ini, terjadi kemacetan yang disebabkan oleh hambatan samping, tingginya populasi kendaraan yang tidak diimbangi dengan ketersediaan infrastruktur (prasarana) jalan yang memadai. Menganalisa kapasitas dan tingkat kinerja suatu simpangan tidak bersinyal maka diperlukan data data dari lapangan, berupa data geometrik simpang (lebar tiap kaki simpang), jenis dan jumlah kendaraan yang melintasi persimpangan setelah dikalilkan dengan angka ekivalensi dari masing masing kendaraan, sehingga diperoleh keseragaman dalam satuan mobil penumpang (SMP). Kemudian dihitung kapasitas dan tingkat kinerja persimpangan yang meliputi derajat kejenuhan, dan tundaan simpangan dengan metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI 1997). Hasil analisa yang diperoleh, nilai kapasitas (C) 2668,33 (smp/jam), derajat kejenuhan (DS) sebesar 0,74 det/smp, dan tundaan (D) simpangan sebesar 11,74 det/smp. Maka diperoleh tingkat pelayanan pada Kinerja Simpang Tiga Jalan Abdul Jalil Lubis-Jalan Raja Inal Siregar Kota Padangsidimpuan masih mampu menampung volume lalu lintas, akan tetapi untuk kedapannya harus ada pnelitian lebih lanjut karena dalam penelitian yang dilaukan nilai derajat kejenuhan sudah mendekati nilai standar derajat kejenuhan.
ANALISIS PENGARUH PENAMBAHAN SERAT KULIT BAMBU TERHADAP KUAT TEKAN BETON Salsa Fitri; Mhd. Rahman Rambe; Rizky Febriani Pohan
STATIKA Vol. 9 No. 1 (2026): Statika Vol 9 No 1 April 2026
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64168/statika.v9i1.1861

Abstract

Penggunaan serat kulit bambu dalam campuran beton merupakan salah satu inovasi untuk menghasilkan beton yang lebih ramah lingkungan. Serat kulit bambu dipilih karena berasal dari bahan alami yang mudah diperoleh dan dapat diperbarui, sehingga mendukung konsep pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kuat tekan beton yang dihasilkan dari penambahan serat kulit bambu sebagai pengganti sebagian agregat halus pada umur 28 hari dengan variasi 2,50 % dan 5,00 %, serta membandingkan hasil kuat tekan beton dengan beton normal tanpa penambahan serat kulit bambu. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan serat kulit bambu terhadap kuat tekan beton, apakah dapat meningkatkan atau justru menurunkan kekuatan beton yang dihasilkan, sehingga dapat menjadi pertimbangan dalam penerapan serat kulit bambu pada campuran beton di lapangan. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa penambahan serat kulit bambu sebagai pengganti sebagian agregat halus pada beton menghasilkan kuat tekan yang lebih rendah dibanding beton normal. Pada umur 28 hari, kuat tekan beton dengan variasi 2,50 % adalah 8,27 N/mm² dan variasi 5,00 % adalah 7,10 N/mm², sedangkan beton normal mencapai 10,00 N/mm². Perbandingan penurunan kuat tekan pada variasi 2,50% sebesar 17,30 % dan variasi 5,00 % sebesar 29,00 % dibanding beton normal. Hal ini menunjukkan bahwa penambahan serat kulit bambu belum memberikan hasil yang baik, karena semakin tinggi persentasenya maka semakin besar penurunan kuat tekan beton yang terjadi.
PENGARUH DIMENSI BATU BATA TERHADAP PEMBANGUNAN RUANG LABORATORIUM SD NEGERI 101230 DESA SABABANGUNAN KECAMATAN PADANG Muhammad Jailani; Mhd. Rahman Rambe
STATIKA Vol. 9 No. 1 (2026): Statika Vol 9 No 1 April 2026
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64168/statika.v9i1.1862

Abstract

ditentukan penelitian ini memetakan kualitas batu bata berdasarkan komposisi dan bahan pembakar yang tanah dari batu bata. Kemudian sampel ini dikelompokkan beberapa menjadi tipe dan dilakukan pengujian terhadap sampel berdasarkan standar. Pengemlompokkan tersebut menghasilkan tujuh tipe yang memiliki komposisi tanah, lempung, dan dibakar menggunakan sekam, kayu. batu bata yang baik yang kebanyakan berada di tapanuli selatan. Salah satu material yang banyak digunakan adalah yaitu batu bata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dimensi batu bata terhadap pembangunan ruang LAB SD Negeri 101230 untuk mengidentifikasi hubungan antara dimensi batu bata, seperti ukuran dan, dapat mengetahui efisiensi dan pembangunan suatu struktur. Berdasarkan rumusan masalah di atas maka tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mendapatkan perbandingan antara harga dengan metode SNI, dan metode AHSP pada pembangunan. Metode penelitian ini pendekatan penelitian, proses, hipotesisi, turun kelapangan, dan analisa data dan kesimpulan samapai dengan penulisannya. Dan dari hasil analisa yang dilakukan diperoleh Untuk bata dengan ukuran dimensi AHSP dan SNI (22 x 11 x 5) cm dibutuhkan 6.576 buah, sedangkan dengan bata biasa I (18 x 9 x 4) dibutuhkan 9,366 buah, untuk bata biasa II (18,5 x 9,5 x 4) dibutuhkan 9,132 buah, dan untuk bata biasa ke III (21 x 10 x 5) Dibutuhkan 6,868 buah Pekerjaan pasangan dinding bata pada pembangunan LAB memakai analisa AHSP di peroleh Rp= 17.189.862,59 dan dilakukan perhitungan memakai analisa SNI sebesar Rp= 17.189.862,59 dikarenakan tidak dapat koefisien antara analisa AHSP dan SNI.
ANALISA PERBANDINGAN BIAYA DAN WAKTU PELAKSANAAN DINDING BATU BATA, BATAKO DAN BATA RINGAN PEMBANGUNAN RUANG ARSIP DINAS PEKERJAAN UMUM DAN TATA RUANG KAB. PADANG LAWAS UTARA Rizky Fitrah Siregar; Mhd. Rahman Rambe; Rizky Febriani Pohan
STATIKA Vol. 9 No. 1 (2026): Statika Vol 9 No 1 April 2026
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64168/statika.v9i1.1864

Abstract

Dinding adalah elemen vertikal ruang bagian struktur yang menjadi alat penyekat antar ruang maupun penyekat antar bagian dalam gedung dengan bagian luar gedung. Bahan penyusun dinding bangunan sudah umum kita lihat dari dulu hingga kini adalah batu bata. Bahan material ini, hingga sekarang masih menjadi pilihan utama masyarakat meskipun sudah banyak penemuan baru dalam bidang teknologi bahan seperti batako, bata ringan dan sebagainya. Batako atau bata ringan adalah campuran antara semen, agregat, dan air dengan atau tanpa bahan tambahan. Untuk itu perlu perkembangan di bidang properti tersebut, diiringi dengan semakin meningkatnya akan kebutuhan material bahan bangunan terutama material dinding. Dalam pembangunan, diperlukan kualitas material bahan bangunan seperti : batako dan bata ringan. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui biaya dan waktu pelaksanaan pekerjaan dinding batu bata, batako dan bata ringan Pembangunan Ruang Arsip Dinas Pekerjaan Umum Dan Tata Ruang Kab. Padang Lawas Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Analisa Harga Satuan Pekerjaan Tahun 2022. Dari hasil analisis data dapat diambil kesimpulan, yaitu: biaya yang dibutuhkan Pembangunan Ruang Arsip dengan menggunakan batu bata sebesar Rp.45.125.745,10, batako sebesar Rp.56.672.974,93 dan Bata Ringan sebesar Rp.73.976.929,04 dengan luas dinding yang sama yaitu 89,64 m2. Adapun perbandingan biaya pelaksanaan menggunakan batu bata dengan batako sebesar 25.59 % dan batu bata dengan bata ringan sebesar 69.94 %. Sedangkan waktu pelaksanaan antara batu bata dengan batako sama selama 12 hari sedangkan pemasangan bata ringan selama 13 hari dengan jumlah tukang sebanyak 3 orang.
ANALISIS PERBANDINGAN BIAYA DAN WAKTU PEKERJAAN DINDING PASANGAN BATA MERAH DAN BATAKO LAB IPA SMP BERDASARKAN JUKNIS TAHUN 2024 DI KOTA PADANGSIDIMPUAN Rofaldo; Mhd. Rahman Rambe; Rizky Febriani Pohan
STATIKA Vol. 9 No. 1 (2026): Statika Vol 9 No 1 April 2026
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64168/statika.v9i1.1865

Abstract

Dinding adalah elemen vertikal ruang bagian struktur yang menjadi alat penyekat antar ruang maupun penyekat antar bagian dalam gedung dengan bagian luar gedung. Bahan penyusun dinding bangunan sudah umum kita lihat dari dulu hingga kini adalah batu bata. Bahan material ini hingga sekarang masih menjadi pilihan utama masyarakat meskipun sudah banyak penemuan baru dalam bidang teknologi bahan seperti batako, bata hebel dan sebagainya. Batako atau bata hebel adalah campuran antara semen, agregat, dan air dengan atau tanpa bahan tambahan. Untuk itu perlu perkembangan di bidang properti tersebut, diiringi dengan semakin meningkatnya akan kebutuhan material bahan bangunan terutama material dinding. Dalam pembangunan, diperlukan kualitas material bahan bangunan seperti : beton atau batako.Adapun tujuan penelitian ini yaitu mengetahui jumlah biaya dan waktu pelaksaan yang diperlukan pada pekerjaan pasangan dinding bata merah dan batako LAB IPA SMP berdasarkan Juknis Tahun 2024. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Analisa Harga Satuan Pekerjaan Tahun 2016. Dari hasil analisis data, dapat diambil kesimpulan, yaitu : biaya pemasangan dinding bata merah sebesar Rp.91.316.522,72 sedangkan pemasangan dinding batako sebesar Rp.132.923.743,78 sehingga diperoleh perbandingan biaya antara keduanya sebesar Rp.41.616.221,06. Jika ditinjauu dari waktu pelaksanaan, pemasangan dinding bata merah di butuhkan selama 29 hari sedangkan pemasangan dinding batako selama 31 hari sehingga diperoleh perbandingan waktu pelaksanaan antara keduanya selama 2 hari dengan jumlah tukang yang sama yaitu 4 orang per hari.

Page 12 of 12 | Total Record : 119