cover
Contact Name
Andy Riski Pratama
Contact Email
andyrezky24@gmail.com
Phone
+6283801672042
Journal Mail Official
andyrezky24@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tan Malaka RT. 01 RW. 05 Kelurahan Bukik Cangang Kayu Ramang Kecamatan Guguak Panjang Bukittinggi Sumatera Barat
Location
Kota bukittinggi,
Sumatera barat
INDONESIA
Journal of Science and Clinical Pharmacy Research
ISSN : 30902150     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Journal of Science and Clinical Pharmacy Research (JSCPR) is a peer-reviewed scientific journal that publishes original research articles, review papers, and short communications in the field of pharmacy and related sciences. The journal aims to disseminate current and innovative research in pharmaceutical sciences, clinical pharmacy, and other health-related fields to support the advancement of knowledge and practice in healthcare. The journal covers, but is not limited to, the following topics: Pharmaceutical Sciences Clinical Pharmacy Pharmacology and Toxicology Drug Formulation and Delivery Pharmacokinetics and Pharmacodynamics Pharmaceutical Chemistry Pharmacognosy and Phytochemistry Community and Hospital Pharmacy Pharmacy Practice and Patient Care Biotechnology and Nanotechnology in Pharmacy Health Policy and Pharmacy Regulation Traditional and Herbal Medicine in Clinical Applications JSCPR welcomes submissions from researchers, practitioners, and academics from around the world, with an emphasis on originality, scientific rigor, and relevance to the field of pharmacy.
Articles 10 Documents
TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN PESERTA BPJS KESEHATAN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT ISLAM IBNU SINA BUKITTINGGI Anida, Niki; Armal, Khairil; Farnandi, Rido
Journal of Science and Clinical Pharmacy Research Vol. 1 No. 1 (2025): February 2025
Publisher : LPPM Universitas Mohammad Natsir Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepuasan pasien merupakan keluaran “outcome” layanan kesehatan tentang peningkatan kualitas layanan kesehatan. Kepuasan pasien diartikan sebagai suatu tingkat perasaan pasien yang timbul sebagai akibat dari kinerja layanan kesehatan yang diperolehnya pasien membandingkan dengan apa yang diharapkannya. Badan penyelenggara jaminan sosial atau yang lebih dikenal dengan BPJS merupakan sebuah badan hukum untuk menyelenggarakan program jaminan sosial untuk menjamin seluruh rakyat agar dapat memenuhi kebutuhan dasar hidup yang layak. Instalasi farmasi adalah unit pelaksanaan fungsional yang menyelenggarakan seluruh kegiatan pelayanan kefarmasian di Rumah Sakit, Instalasi Farmasi bertanggung jawab pada penggunaan obat yang aman dan efektif di Rumah Sakit secara keseluruhan.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode sampling probabilitas, penelitian dilakukan dengan jumlah sampel 100 responden dan menggunakan kuesioner sebagai alat ukur dimana responden diminta untuk mengisi kuesioner adalah pasien rawat jalan peserta BPJS kesehatan..Tingkat kepuasan pasien rawat jalan peserta BPJS terhadap pelayanan kesehatan kefarmasian di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Bukittinggi ketanggapan 80,8% (Puas), kehandalan 80,6% (Puas), kepastian 80,2% (Puas), empati 80,6% (Puas)dan bukti langsung 84,4% (Sangat Puas) dengan tingkat kepuasan rata-rata adalah 81,12% dan termasuk dalam kategori sangat puas. Uji karakteristik responden yaitu jenis kelamin, umur, pendidikan, pekerjaan, dan penghasilan tidak mempengaruhi tingkat kepuasan pasien rawat jalan peserta BPJS kesehatan terhadap pelayanan kefarmasian di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Bukittinggi. Kata kunci: Kepuasan Pasien, BPJS Kesehatan, Instalasi Farmasi
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN PASIEN DENGAN RASIONALITAS PENGGUNAAN OBAT SWAMEDIKASI BATUK DI APOTEK NUSANTARA KOTA BUKITTINGGI Puti Munyati Thahirah; Devahimer Harsep Rosi; Armal, Khairil
Journal of Science and Clinical Pharmacy Research Vol. 1 No. 1 (2025): February 2025
Publisher : LPPM Universitas Mohammad Natsir Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1144/jscpr.v1i1.261

Abstract

Tingkat ketidakrasionalan masyarakat dalam melakukan swamedikasi cukup tinggi. Tingginya prevalensi penggunaan obat yang tidak rasional pada swamedikasi menyebabkan jumlah masyarakat yang tidak mendapatkan perawatan dengan bantuan tenaga kesehatan sebesar 68,9%. Ketidak rasionalan pengobatan ini dapat terjadi karena kurangnya tingkat pengetahuan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara tingkat pengetahuan pasien dengan penggunaan obat swamedikasi batuk di Apotek Nusantara Kota Bukittinggi. Pendekatan yang digunakan adalah cross sectional. Populasi pasien swamedikasi batuk pada bulan September 2024, teknik sampling yang digunakan adalah teknik purpose sampling yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu dengan jumlah sampel yaitu 50 pasien. Metode pengumpulan data menggunakan kuisioner. Uji Statistik menggunakan uji chi-square. Dari penelitian disimpulkan tingkat pengetahuan pasien Apotek Nusantara Kota Bukittinggi memiliki kategori Baik. Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan rasionalitas penggunaan obat batuk di Apotek Nusantara Kota Bukittinggi. Dengan hasil uji statistik tingkat pengetahuan pasien didapat p value 0,00 < 0,05 dan terdapat hubungan tingkat pengetahuan pasien dengan rasionalitas penggunaan obat batuk di Apotek Nusantara Kota Bukittinggi. Kata kunci : Swamedikasi, Batuk, Rasionalitas, Pengetahuan
TINGKAT KEPUASAN DOKTER, PETUGAS FARMASI, DAN PASIEN RAWAT JALAN TERHADAP SISTEM PELAYANAN RESEP ELEKTRONIK DI RUMAH SAKIT OTAK DR. Drs. M. HATTA BUKITTINGGI Juliasmi, Riri; Deswati; Afriani, Tika
Journal of Science and Clinical Pharmacy Research Vol. 1 No. 1 (2025): February 2025
Publisher : LPPM Universitas Mohammad Natsir Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan resep elektronik merupakan salah satu strategi untuk mengurangi kesalahan pengobatan (medication error) guna meningkatkan kualitas pelayanan di rumah sakit. Namun, dalam implementasinya, masih terdapat tantangan terkait interaksi antara teknologi dan sumber daya manusia, serta pengelolaan dan evaluasi yang belum optimal. Peresepan elektronik memungkinkan dokter menulis resep secara digital dan mengirimkannya langsung ke apotek dalam jaringan sistem peresepan elektronik. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan metode probability sampling. Sampel penelitian terdiri atas 30 dokter, 35 petugas farmasi, dan 100 pasien rawat jalan yang diberikan kuesioner sebagai alat ukur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan terhadap sistem pelayanan resep elektronik di Rumah Sakit Otak Dr. Drs. M. Hatta Bukittinggi sangat tinggi, dengan persentase kepuasan sebesar 90% pada dokter, 88% pada petugas farmasi, dan 86,8% pada pasien rawat jalan. Analisis statistik menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan signifikan antara faktor demografi (jenis kelamin, usia, pendidikan, pekerjaan, dan penghasilan) dengan tingkat kepuasan responden (p > 0,05). Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan efektivitas sistem peresepan elektronik dalam pelayanan kesehatan. Kata kunci : Kepuasan, Resep Elektronik, Dokter, Petugas Farmasi, dan Pasien Rawat Jalan
KAJIAN HUBUNGAN RASIONALITAS PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI DENGAN LUARAN KLINIS DI PUSKESMAS MALALAK PERIODE APRIL-JUNI 2024: STUDY OF THE RELATION BETWEEN THE RATIONAL USE OF ANTIHYPERTENSIVE DRUGS WITH CLINICAL OUTCOMES AT MALALAK HEALTH CENTER FOR THE PERIOD APRIL - JUNE 2024 kia, Zakiah Nurfitri; Afriani, Tika; Efmisa, Ariesta
Journal of Science and Clinical Pharmacy Research Vol. 1 No. 1 (2025): February 2025
Publisher : LPPM Universitas Mohammad Natsir Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi adalah keadaan dimana terjadinya peningkatan tekanan darah yang melebihi batas normal yaitu tekanan darah sistolik melebihi 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan rasionalitas penggunaan obat antihipertensi dengan luaran klinis di Puskesmas Malalak Periode April - Juni 2024. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan rancangan Cross Sectional dengan pendekatan restrospektif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien hipertensi di Puskesmas Malalak periode April - Juni 2024 yaitu sebanyak 104 rekam medis pasien. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 104 rekam medis pasien. Hasil pada penelitian ini didapatkan karakteristik pasien berdasarkan rekam medik mayoritas berjenis kelamin perempuan 64 pasien (61,5%),usia paling banyak rentang yaitu 41-60 tahun sebanyak 73 pasien (70,2%), diagnosa hipertensi stage 1 sebanyak 59 pasien (56,7%) dan golongan obat Calcium channel blocker (CCB) sebanyak 38 pasien (36,5%) dengan terapi obat Amlodipin. Rasionalitas penggunaan obat antihipertensi menunjukkan 100% tepat pasien, tepat indikasi 100%, tepat obat 93,3% dan tepat dosis 99%. Pasien yang menerima terapi antihipertensi yang rasional sebanyak 96 pasien (92,3 %) dan hasil luaran klinis berupa tercapainya target tekanan darah pasien sebanyak 97 pasien (93,3 %). Penelitian ini menggunakan analisa statistik chi-ssquare menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan pada rasionalitas penggunaan obat antihipertensi dengan luaran klinis yaitu dengan nilai p < 0,05. Kata Kunci : Hipertensi, rasionalitas obat antihipertensi , luaran klinis
HUBUNGAN PELAYANAN INFORMASI OBAT TERHADAP TINGKAT KEPATUHAN PASIEN DALAM PENGGUNAAN ANTIBIOTIK DI PUSKESMAS RASIMAH AHMAD KOTA BUKITTINGGI: The Relationship Between Drug Information Services and the Level of Patient Compliance in the Use of Antibiotics at the Rasimah Ahmad Health Center in Bukittinggi City Azqiya, Maharani; Armal, Khairil; Afriani, Tika
Journal of Science and Clinical Pharmacy Research Vol. 1 No. 1 (2025): February 2025
Publisher : LPPM Universitas Mohammad Natsir Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1144/jscpr.v1i1.275

Abstract

Pelayanan Informasi Obat (PIO) merupakan kegiatan penyediaan dan pemberian informasi, rekomendasi obat yang independen, akurat, tidak bias, terkini dan komprehensif yang dilakukan oleh Apoteker kepada dokter, Apoteker, perawat, profesi kesehatan lainnya serta pasien dan pihak lain di luar Rumah Sakit. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pelayanan informasi obat terhadap kepatuhan penggunaan antibiotik di Puskesmas Rasimah Ahmad. Jenis penelitian ini merupakan penelitian dengan rancangan penelitian korelatif dengan cara mengukur dua variabel. Hasil uji analisa univariat menunjukkan yang mengkonsumsi antibiotik terbanyak pada usia 17-25 tahun sebanyak 19 responden dengan persentase (38,0%), jenis kelamin perempuan 28 responden dengan persentase (56,0%), pekerjaan sebagai pelajar 19 responden dengan persentase (38,0%), jenis penyakit adalah demam sebanyak 28 responden dengan persentase (56,0%), jenis antibiotik yang dikonsumsi adalah amoxicillin sebanyak 39 responden dengan persentase (78,0%). Tingkat kepatuhan penggunaan antibiotik di Puskesmas Rasimah Ahmad Kota Bukittinggi tergolong baik, diketahui bahwa dari 50 responden didapatkan 28 responden tergolong patuh dengan persentase (56,0%) lebih dari separuh responden tergolong patuh dalam penggunaan antibiotik. Hasil bivariate menggunakan hasil uji Chi-Square menunjukkan hasil p-value sebesar 0,007 sehingga dapat disimpulkan terdapat hubungan signifikan antara pelayanan informasi obat terhadap tingkat kepatuhan dalam penggunaan antibiotik di Puskesmas Rasimah Ahmad Kota Bukittinggi. Kata kunci : pelayanan informasi obat (PIO), kepatuhan, antibiotik.
PROFIL PENGGUNAAN STATIN TERHADAP RESIKO ATHEROSCHLEROSIS CARDIOVASCULAR DISEASE PADA PASIEN RAWAT JALAN DENGAN DIABETES MELITUS DI RSUD DR. ADNAAN WD PAYAKUMBUH Zeni, Izza Fildza; Rido Farnandi; Devahimer Harsep Rosi; Deswati Deswati
Journal of Science and Clinical Pharmacy Research Vol. 1 No. 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : LPPM Universitas Mohammad Natsir Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1144/jscpr.v1i2.284

Abstract

Diabetes Melitus adalah penyakit metabolik kronis dan dapat menyebabkan komplikasi penyakit lain seperti kerusakan pada jantung, pembuluh darah, mata, ginjal dan syaraf. Pasien dengan kondisi diabetes melitus dua kali lipat lebih beresiko mengalami penyakit ASCVD atau atheroschlerosis cardiovascular disease. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan jenis retrospektif dilakukan pada 60 rekam medis yang memenuhi kriteria inklusi dan dijadikan sampel. Pada penelitian ini juga ditemukan pasien diabetes melitus tipe II dengan komorbid. Hasil penelitian menyatakan dari 60 sampel yang diteliti sebanyak 8,3% pasien termasuk kategori resiko sangat tinggi, 46,7 % kategori resiko tinggi, dan 45% kategori resiko sedang. Atas dasar resiko tersebut maka dipertimbangkan pemakaian statin terhadap semua sampel penelitian tetapi hanya sebesar 61,7 % yang mendapatkan terapi statin dengan angka ketepatan pemberian jenis statin sesuai resiko ASCVD sebesar 33,3 %. Profil statin yang ditemukan pada penelitian ini adalah kelompok statin intensitas sedang yaitu atorvastatin 20 mg dan simvastatin 20 mg dan kelompok statin intensitas rendah yaitu simvastatin 10 mg. Tidak ditemukan satupun statin dengan intensitas tinggi.
PENGARUH EDUKASI TERHADAP PENGETAHUAN, SIKAP DAN KEPATUHAN PADA PENGGUNAAN ANTIBIOTIK DI APOTEK “X” DESA SARILAMAK KABUPATEN LIMA PULUH KOTA Yuzia Febri Wahidah; Ariesta Kirana Efmisa; Rido Farnandi
Journal of Science and Clinical Pharmacy Research Vol. 1 No. 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : LPPM Universitas Mohammad Natsir Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1144/jscpr.v1i2.289

Abstract

Antibiotik saat ini merupakan obat yang paling diresepkan, dijual dan digunakan diseluruh dunia. Pemakaian antibiotik yang tidak perlu dapat mengakibatkan masyarakat menggunakan obat dengan indikasi yang tidak jelas, sehingga dapat memberikan kontribusi perkembangan resistensi antimikroba. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh edukasi tingkat pengetahuan, sikap dan kepatuhan dalam penggunaan antibiotik tanpa resep dokter di apotek “X” Desa Sarilamak Kabupaten Lima Puluh Kota. Penelitian dilakukan di Apotek “X” Desa Sarilamak menggunakan quasi experiment design dengan rancangan penelitian one group pretest and posttest design dan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan yaitu purposeve sampling dengan jumlah responden sebanyak 40 orang. Analisis statistik menggunakan Uji Wilcoxon. Dari penelitian ini diperoleh tingkat pengetahuan responden pada saat pretest rata-rata adalah sedang (7,17) sedangkan tingkat pengetahuan responden saat posttest rata-rata adalah tinggi (8,87). Sikap pada saat pretest (28,75) sedangkan saat posttest adalah (34,95) dan tingkat kepatuhan pretest (5,875) dan  saat posttest adalah (6,625). Berdasarkan hasil uji Wilcoxon diperoleh nilai p = 0,000 sehingga menunjukkan adanya pengaruh edukasi terhadap peningkatan pengetahuan, sikap dan kepatuhan pasien.
ANALISIS PENGARUH KEPUASAN PASIEN TERHADAP LOYALITAS PASIEN DI INSTALASI FARMASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT UMUM MADINA BUKITTINGGI Andriani, Chory Rahma; Khairil Armal; Miftahul Jannah
Journal of Science and Clinical Pharmacy Research Vol. 1 No. 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : LPPM Universitas Mohammad Natsir Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1144/jscpr.v1i2.291

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya persaingan dalam industri rumah sakit, pentingnya loyalitas pasien, peran kepuasan pasien sebagai faktor kunci, pengaruh kualitas pelayanan dan kepercayaan, serta belum adanya data mengenai pengaruh kepuasan terhadap loyalitas pasien di Rumah Sakit Umum Madina Bukittinggi. Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien, dan pengaruh kepuasan pasien terhadap loyalitas Pasien di instalasi farmasi rawat jalan Rumah Sakit Umum Madina bukittinggi. Penelitian dilakukan secara Observation Research, dengan desain penelitian cross sectional. Populasi penelitian yaitu pasien rawat jalan di Rumah Sakit Umum Madina Bukittinggi. Sementara sampel penelitian diambil dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian dalam pengumpulan data menggunakan kuesioner Teknik analisis data memakai rumus persentase dan uji chi-square. Hasil Penelitian menujukan bahwa: kepuasan pasien pada dimensi kepastian dikategorikan baik dengan presentase 52%, dimensi bukti langsung dikategorikan baik dengan presentase 58%, dimensi daya tanggap dikategorikan baik dengan presentase 70%, dimensi keandalan dikategorikan baik dengan presentase 64%, dimensi empati dikategorikan baik dengan 75%, dan; Terdapat pengaruh yang signifikan antara kepuasan pasien terhadap loyalitas pasien di Instalasi Farmasi Rawat Jalan Rumah Sakit Umum Madina Bukittinggi dengan nilai p-value 0 < 0,05.
ANALISIS POTENSI INTERAKSI OBAT PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RUANG RAWAT INAP RS ISLAM IBNU SINA BUKITTINNGGI PERIODE SEPTEMBER 2023 – AGUSTUS 2024 Athiyya Zahara; Ariesta Kirana Efmisa; Khairil Armal; Miftahul Jannah
Journal of Science and Clinical Pharmacy Research Vol. 1 No. 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : LPPM Universitas Mohammad Natsir Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1144/jscpr.v1i2.295

Abstract

Diabetes adalah penyakit metabolisme yang bersifat jangka panjang dan ditandai oleh tingginya kadar glukosa dalam darah. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat mengakibatkan kerusakan yang serius pada jantung, pembuluh darah, mata, ginjal, serta sistem saraf. Jenis diabetes yang paling umum adalah diabetes melitus tipe 2, yang biasanya terjadi pada orang dewasa. Diabetes melitus dapat menimbulkan berbagai komplikasi yang berpotensi menambah keluhan serta menimbulkan penyakit baru sehingga memerlukan pengobatan untuk setiap gejala yang muncul, yang menyebabkan pasien harus mengonsumsi lebih dari satu jenis obat. Hal ini berisiko menciptakan pola pengobatan yang tidak rasional yang dapat memicu overprescribing atau polifarmasi. Akibatnya, terdapat peningkatan risiko terjadinya interaksi antar obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui obat yang berpotensi menimbulkan interaksi obat dan untuk mengetahui hubungan jumlah obat dan penyakit penyerta dengan kejadian interaksi obat pada pasien diabetes melitus tipe 2 di ruang rawat inap RS Islam Ibnu Sina Bukittinggi periode September 2023 – Agustus 2024. Penelitian dilakukan secara retrospektif yaitu data diambil dari rekam medis pasien diabetes melitus tipe 2 yang di rawat di Ruang Rawat Inap RS Islam Ibnu Sina Bukittinggi periode September 2023 – Agustus 2024. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian cross sectional, menggunakan rancangan analisis deskriptif. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik total sampling, dimana semua rekam medis pasien yang memenuhi kriteria inklusi diambil sebagai penelitian yaitu sebanyak 50 pasien. Identifikasi interaksi obat dilakukan menggunakan drugs.com dan buku drugs interactions stockley’s. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan potensi kejadian interaksi obat sebanyak 100% dengan interaksi berdasarkan tingkat keparahan yang paling banyak yaitu moderat sebanyak 76,24% dan berdasarkan mekanismi interaksi obat yang paling banyak yaitu farmakodinamik sebanyak 69,97%. Obat yang paling berpotensi menimbulkan interaksi obat pada penelitian ini adalah sucralfate dengan insulin aspart, omeprazole dengan glimepiride, sucralfate dengan glimepiride, sucralfate dengan bicarbonat, codein dengan ondansentrone, ranitidine dengan paracetamol dan furosemide dengan glimepiride. Penelitian ini tidak dapat dianalisis hubungan jumlah obat dan penyakit penyerta dengan kejadian interaksi obat karena semua sampel penelitian mengalami interaksi obat.
PEMBUATAN DAN KARAKTERISTIK MULTIKOMPONEN KRISTAL IBUPROFEN DAN ASAM SITRAT DENGAN METODE SOLVENT EVAPORATION Sonya Fiola; Rido Farnandi; Linda Hevira; Devahimer Harsep Rosi
Journal of Science and Clinical Pharmacy Research Vol. 1 No. 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : LPPM Universitas Mohammad Natsir Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1144/jscpr.v1i2.306

Abstract

Ibuprofen merupakan obat antiinflamasi non-steroid (NSAID) yang tergolong dalam Biopharmaceutical Classification System (BCS) kelas II, yaitu memiliki kelarutan rendah dan permeabilitas tinggi. Salah satu untuk meningkatkan kelarutan dan disolusi ibuprofen adalah melalui pembentukan multikomponen kristal dengan koformer yang sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan terbentuknya multikomponen kristal ibuprofen dengan asam sitrat melalui metode solvent evaporation serta mengevaluasi karakteristik fisikokimia dan profil disolusinya. Hasil FT-IR menunjukkan pergeseran bilangan gelombang yang mengindikasikan adanya interaksi intermolekul berupa ikatan hidrogen. Hasil XRD menunjukkan terbentuknya fase kristalin baru. Penetapan kadar ibuprofen dalam multikomponen kristal menunjukkan nilai 98,83%, yang sesuai dengan standar Farmakope Indonesia (97–103%). Uji disolusi dilakukan dalam medium dapar fosfat pH 7,2. Persentase zat terdisolusi ibuprofen pada menit ke-30 adalah 42,21%, sedangkan multikomponen kristal mencapai 88,27%. Rata-rata efisiensi disolusi (ED) ibuprofen sebesar 25,53%, sementara multikomponen kristal sebesar 84,25%, menunjukkan peningkatan yang signifikan. Uji statistik menggunakan independent t-test dengan SPSS versi 26 menunjukkan nilai signifikansi p < 0,05 untuk kedua sampel (ibuprofen dan multikomponen kristal), yang mengindikasikan adanya perbedaan yang signifikan antara keduanya dalam laju disolusi.

Page 1 of 1 | Total Record : 10