cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
PROSIDING SEMINAR NASIONAL
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,509 Documents
PARTNERSHIP-BASED TEACHING FACTORY LEARNING Tho'at Tho'at
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2018: PROCEEDING 1ST INSELIDEA INTERNATIONAL SEMINAR ON EDUCATION AND DEVELOPMENT OF ASIA (INseIDEA)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.571 KB)

Abstract

This research aims to describe and analyze the planning, organizing, implementing and monitoring of the partnershipbasedteachingfactory in SMK NU Ma'arif Kudus. This research is a qualitative research using case study approach. Thesubjects of the research were determined purposively including principal, vice principal, skill program chiefs, chairmen /TEFA Managers, some productive teachers, students and representatives from industry partners. Data collection techniquesused in-depth interviews, observations and document studies. Data analysis used Milles & Huberman model that is datacollection, data reduction, data display and conclusion. The results of the research are as follows: 1) TEFA planning carriedout jointly by SMK and industry (PT.ADMI) through synchronization and integration of curriculum contents with industryneeds. 2) Organizing is done collaboratively by providing the role of industry representatives & teachers as consultants,assessors and facilitators. While the students there acted as manager, administration, production and MR. 3) Theimplementation of TEFA is implemented by the students in their respective roles and positions in accordance withestablished standard procedures and receiving guidance / consultation from industries and productive/ practices teachers bycreating an atmosphere / replica of actual industry work. 4) Supervision is done jointly by the School and industry throughadministrative and non-administrative approaches to ensure the implementation of activities in accordance withpredetermined plans. Keywords: Learning, Teaching Factory (TEFA), partnerships, vocational schools (SMK)
Faktor - Faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan Wanita Penjaja Seks (WPS) Melakukan Skrining IMS (lnfeksi Menular Seksual) di Resosialisasi Argorejo Semarang Nik Amah
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2011: PROSEDING SEMINAR NASIONAL KEPERAWATAN PPNI JATENG
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.508 KB)

Abstract

Latar belakang - Infeksi menular seksual (IMS) dan Infeksi Saluran Reproduksi (ISR) merupakan satu diantara penyebab penyakit utama di dunia dan telah memberi dampak luas pada masalah kesehatan berupa kesakitan dan kematian, masalah sosial dan ekonomi. IMS merupakan pintu gerbang masuknya infeksi HIV, sehingga dengan mengetahui IMS dapat untuk mencegah infeksi HIV. Skrining IMS merupakan langkah awal untuk mengetahui adanya IMS pada WPS. Untuk itu faktor – faktor  yang mempengaruhi kepatuhan WPS mengikuti skrining perlu diketahui sebagai langkah antisipasi meluasnya kasus IMS. Tujuan-Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor - faktor yang mempengaruhi kepatuhan WPS untuk mengikuti skrining IMS. Metode - Penelitian dilakukan dengan desain case control. Penelitian melibatkan 31 kasus yaitu WPS yang tidak rutin mengikuti skrining IMS (tidak patuh) dan 31 kontrol, yaitu WPS yang rutin mengikuti skrining IMS. Teknik sampling menggunakan simple random sampling. Analisis bivariat dan multivariat dilakukan untuk mengetahui pengaruh faktor yang sedang diamati dengan kepatuhan mengikuti skrining IMS. Hasil - Hasil uji multivariat, variabel yang berpengaruh adalah: pendidikan, pengetahuan dan kelompok dukungan sebaya, dengan memberi kontribusi terhadap kepatuhan. WPS melakukan skrining IMS sebesar 81,4 %. Diskusi - Untuk meningkatkan kepatuhan WPS mengikuti skrining IMS perlu adanya upaya peningkatan pengetahuan WPS tentang IMS dengan cara komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) secara rutin dan WPS selalu didampingi dalam pelayanan kesehatan. Kata kunci - Wanita Penjaja Seks, Skrining IMS, Kepatuhan
LAMA WAKTU PENGOMPOSAN SAMPAH RUMAH TANGGA BERDASARKAN JENIS MIKRO ORGANISME LOKAL (MOL) DAN TEKNIK PENGOMPOSAN Ulfa Nurullita; - Budiyono
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2012: SEMINAR NASIONAL HASIL PENELITIAN 2012
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.579 KB)

Abstract

Pada penelitian ini akan dicoba pemanfaatan mol untuk proses pengomposan. Jenis penelitianadalah pra eksperimental dengan tujuan mengetahui adanya perbedaan lama waktupengomposan sampah rumah tangga dengan penambahan berbagai jenis mol dan teknikpengomposan. Jenis mol yang digunakan berasal dari bahan sederhana yang banyak ditemui ditingkat rumah tangga, meliputi mol campuran (berisi kotoran sapi, dedak, mollase, EM4, danair), mol tape nanas, mol nasi basi, dan mol sludge. Teknik pengomposan yang dipilih adalahteknik keranjang takakura dan teknik drum berputar. Kualitas kompos yang dideskripsikanberupa bau, warna, dan bentuk fisik kompos. Lama pengomposan diperhitungkan berdasarkanwaktu yang diperlukan untuk penyusutan berat kompos menurun sampai dengan 60% dari beratawal. Untuk tiap jenis perlakuan berat sampah yang diujikan 1,5 kg. Hasil penelitianmenunjukkan suhu kompos sesuai untuk proses dekomposisi yaitu berkisar 30-38°C, pH sesuaiuntuk dekomposisi yaitu 7, bau kompos hanya ada 3 yang sesuai bau tanah yaitu mol campurandengan teknik keranjang takakura dan drum berputar serta mol tape nanas dengan teknikkeranjang takakura. Warna kompos semua sesuai warna tanah kecuali pada kelompok kontroldengan teknik keranjang takakura. Lama waktu pengomposan minimal 8 hari, maksimal 31hari, rata-rata 12,25 hari, dengan standar deviasi, 6,49. Uji anova dua arah disimpulkan adaperbedaan lama waktu pengomposan berdasarkan jenis mol (p value=0,000), ada perbedaanlama waktu pengomposan berdasarkan teknik pengomposan (p value=0,000), dan ada interaksiantara jenis mol dan teknik pengomposan (0,000).
Reflective Pedagogy: Case Study of Organic Chemistry at the University of Muhammadiyah Semarang Eko Yuliyanto; Fitria Fatichatul Hidayah; Enade Perdana Istyastono; Yosef Wijoyo; Titien Siwi Hartayu
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2017: Proceeding 3rd ISET 2017 | International Seminar on Educational Technology 3rd 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (667.045 KB)

Abstract

The development of the modern age is a lot of changes in education is the paradigm of teacher-centered learninginto student-centered learning which has a very important role in maximizing its competence in classroom management. One of the lessons in chemistry education that has problems is organic chemistry courses. Based onthe reflections applied to teachers and students "What has been gained from the learning process?", "What is thevalue obtained while the process is underway?" And "What will be done next (implementation)?". The results arestill very unsatisfactory, this is due to the limited ability of lecturers in the learning process. Associated with these conditions, then of course required intensive changes and planned for comprehensive improvement associated with the input to be generated. Efforts to be made is to improve the paradigm of learning. The selected learning paradigm is Reflective Pedagogy Paradigm (PPR). Reflective Pedagogy Paradigm was chosen because based on the results of research can improve the performance of lecturers in teaching, improve the readiness of lecturers in teaching, and make students able to reflect the learning process, and students become more active. The research was conducted following a workshop with lecturers who have implemented Reflective Pedagogy at Sanata Dharma University Yogyakarta. Stages in Reflective Pedagogy are context, experience, reflection, action and evaluation. It is expected by the end of two meetings. To be able to apply PPR, a lecturer needs to be equipped with special training on PPR-based teaching strategies as well asreflection skills (ICAJE, 1993, Gwaza et al., 2010; Schaub-de Jong dkk.2011; Wijoyo et al., 2016). Based on the results of the teacher reflection, it is increasingly realized that the preparation of learningis very important, and it is realized. While based on the results of reflection students stated that the purpose oflearning is clear, the material relevant to the profession of students, and understanding of the material becomeseasier, and the moral values for students. This case study is also in line with previous research that John Dewey(1933), He argued that learning from experience is enriched by reflecting on experience and Donald A. Schön (1987) theorized that reflective practice represents an important factor to improve professional activity. Jack Mezirow, (1991, 2000) gives reflection a central role in learning because through it we become aware of the ways in which we interpret reality and give meaning to actions and behavior. Writing-to-learn tasks should encourage students to conceptualize writing in a way that emphasizes exploration, expressive inquiry, discovery, problem-solving, decision making and knowledge construction.Key Word: Reflective Pedagogy Paradigm, case study, Organic Subject
PENERAPAN GERAKAN KARAKTER SEHAT UNTUK MENINGKATKAN SOFT SKILLS MAHASISWA DIII KEBIDANAN PADA PRAKTIK KLINIK KEBIDANAN Nunung Nurjanah
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2016: PROSIDING KONTRIBUSI HASIL PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT DALAM PROGRAM SUSTAINABLE DEVE
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.325 KB)

Abstract

Karakter dan soft skills mahasiswa DIII Kebidanan pada praktik klinik kebidanan yang selama ini berjalan terbukti belum sesuai dengan harapan masayarakat dan stakeholder. Salah satu upaya untuk meningkatkan soft skills mahasiswa pada praktik klinik kebidanan dengan adanya gerakan karakter SEHAT untuk menggerakan civitas akademika dalam menanamkan nilai -nilai karakter yang baik melalui 5 (lima) gerakan yaitu pengungkapan nilai karakter, disiplin kampus, artikel dinding, olahraga dan metamorfosa. Nilai karakter yang dikembangkan adalah nilai tanggung jawab, disiplin, empati, komunikasi dan antisipatif. Metode yang digunakan adalah Action reseach atau penelitian tindakan dengan desain pre-post design dilakukan sebanyak 3 siklus. Populasi pada penelitian ini adalah mahasiswa semester V Akbid panti Wilasa YAKKUM Semarang 62 mahasiswa dan mahasiswa semester III Akbid Ar-Rum Salatiga 34 mahasiswa. Sampel pada penelitian ini total populasi 96 mahasiswa. Analisis data untuk nilai karakter, soft skills dilakukan dengan uji T berpasangan dan uji Wilcoxon disesuaikan dengan jenis datanya. Analisis data nilai karakter tanggung jawab, disiplin, empati, komunikasi dan antisipatif terhadap soft skills dengan uji korelasi pearson dan Spearman Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat peningkatan nilai karakter tanggung jawab, disiplin, empati, komunikasi dan antisipatif dengan nilai p=0,000 (p< 0,05), Terdapat peningkatan soft skills mahasiswa dengan nilai p=0,000 (p<0,05), terdapat korelasi antara nilai karakter tanggungjawab, disiplin, empati, komunikasi dan antisipatif dengan soft skills dengan nilai kemakna P=0,000 (p< 0,05). Gerakan Karakter SEHAT berpengaruh sebesar 56,55 % terhadappeningkatan soft skills mahasiswa DIII Kebidanan pada Praktik Klinik Kebidanan. Simpulan terdapat peningkatan nilai karakter tanggung jawab, disiplin, empati, komunikasi dan antisipatif.Terdapat peningkatan soft skills mahasiswa setelah penerapan Gerakan Karakter SEHAT. Terdapat korelasi Gerakan Karakter SEHAT dengan soft skills mahasiswa DIII Kebidanan pada Praktik Klinik Kebidanan.Kata Kunci : Gerakan Karakter SEHAT , PKK, Soft skills
ANALISIS KEBUTUHAN PERAWATAN DI RUMAH UNTUK PENDERITA HIV/AIDS ANAK Ernawati Ernawati; Yunie Armiyati
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL - HASIL PENELITIAN & PENGABDIAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.834 KB)

Abstract

Proporsi anak-anak dan keluarga yang terkena dampak HIV/AIDS menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan.Risiko kematian secara umum anak dengan HIV positifsangat besar. Hal ini karena infeksi yang tidak diobatiatau bahkan banyak kasus anak terinfeksiHIV tidak terdeteksi dan meninggal sebelum mendapatkan perawatan yang optimal.Pengasuhanoleh keluarga adalah yang paling umum dan sering diterima penderita Aids di banyaknegara.Keluarga memainkan peran penting dalam menentukan bagaimana individu danmasyarakat mengatasi Aids dan konsekuensinya dalam meningkatkan status kesehatan,menyediakan berbagai akses kesehatan formal dan informal serta perawatan psikososial didalam rumah, termasuk memberikan perawatan dan pengobatan, pemenuhan  nutrisidankebutuhaan lainnya.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan perawatan di rumah pada penderitaHIV/Aids sehingga diketahui standar materi edukasi di keluarga dalam merawat penderitasebagai upaya tindakan promotif dan preventif yang akan mengurangi kebutuhan rawat inap dirumah sakit.  Metode penelitian kualitatif dengan studi kasus melalui wawancara mendalam padapengasuh dan observasi kondisi fisik anak sebagai respon primer yang ditentukan secarapurposive melalui key person.Sedangkan triangulasi sumber data dilakukan wawancaramendalam pada anggota tim VCT RSUD Kudus dan wawancara mendalam pada Manajer Kasus(MK) pendamping penderita dan ketua Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) serta Focus groupDiscuss (FGD) pada masyarakat. Hasil penelitian menemukan bahwa Permasalahan keluarga dalam merawat anakHIV/Aids sangat komplek dan anak membutuhkan perawatan fisik untuk mencegah terjadinyainfeksi oportunistik, nutrisi adekuat, perawatan medis khusus, kesehatan emosional, kebutuhansosial bermain dalam lingkungan yang tidak menstigma serta diskriminasi dan perawatanspiritual. .Kata kunci: HIV/Aids, Perawatan di Rumah, keluarga.
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN TENTANG JATUH DENGAN MOTIVASI MENCEGAH JATUH PADA LANJUT USIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BAKI, KABUPATEN SUKOHARJO Agus Sudaryanto; Irfan Kurniawan
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2014: PROSIDING KONFERENSI NASIONAL PPNI JAWA TENGAH
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.077 KB)

Abstract

Jatuh merupakan salah satu isu utama untuk masalah kesehatan lanjut usia. Lanjut usia harus memilikipengetahuan tentang jatuh serta intervensi pencegahan jatuh yang tepat. Jatuh adalah kejadian yang tidakdisadari oleh seseorang yang terduduk di tempat yang lebih rendah tanpa disebabkan oleh hilangnya kesadaran, storke, atau kekuatan yang berlebih. Penyebab tersering dari jatuh adalah masalah dalam diri lanjut usia sendiridan didukung dengan keadaan lingkungan rumah yang berbahaya Tujuan penelitian adalah mengetahuihubungan pengetahuan  tentang jatuh dengan motivasi mencegah jatuh pada lanut usia di wilayah kerja Puskesmas Baki, Kabupaten Sukoharjo. Jenis penelitian ini kuantitatif bersifat deskriptif korelasi menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah lanjut usia yang tinggal di wilayah kerja Puskesmas Baki,Kabupaten Sukoharjo sebanyak 99 lanjut usia, teknik pengambilan sampel menggunakan teknik proposionalsampel. Instrumen penelitian berupa kuesioner. Kuiesoner yang dipakai adalah kuiesoner pengetahuan tentangjatuh dan kuiesoner motivasi mencegah jauh. Analisa deskriptif dilakukan distribusi frekuensi dan prosentase,sedangkan analitik dilakukan menggunakan uji statistik chi-square. Hasil penelitian diketahui dari 99 responden, mayoritas responden memiliki pengetahuan tentang jatuh dalam kategori cukup dengan motivasisedang, yaitu sebanyak 22 lanjut usia. Uji Chi-Aquare menunjukan p=0.21 (p<0,05). Kesimpulannya adalah Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang jatuh denan motivasi mencegah jatuh padalanjut usia di wilayah Kerja Puskesmas Baki, Kabupaten Sukoharjo.
PENGARUH KONDISI LABORATORIUM TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA SMA NEGERI 11 SEMARANG (DESKRIPTIF KUALITATIF) Kunnti Afifah; Andari Puji Astuti
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2017: Prosiding Seminar Nasional Pendidikan, Sains dan Teknologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.15 KB)

Abstract

Laboratorium adalah suatu tempat untuk melakukan kegiatan praktikum, penelitian, teknologi baru yang menunjang proses belajar dan mengajar untuk pelayanan pada masayarakat. Proses pembelajaran IPA menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah. Sains sebagai suatu proses ilmiah mempunyai arti bahwa untuk memperoleh pengetahuan tentang alam semesta diperlukan suatu proses yang harus diajalani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kondisi laboratorium terhadap keterampilan proses sains siswa SMA Negeri 11 Semarang. Penelitian ini dilaksanakan di SMA negeri 11 Semarang dengan menggunakan pendekatan penelitian kulitatif. Teknik pengambilan data dengan cara menggunakan metode triangulasi data yaitu observasi, wawancara dan kuisioner (angket). Subjek penelitian ini adalah pengelola laboratorium, guru, dan siswa kelas XII MIPA 5 dan XII MIPA 6 SMA Negeri 11 Semarang tahun pelajaran 2016/2017. Data yang diambil dari penelitian ini adalah 1) Standarisasi laboratorium kimia dan 2) Kegiatan di Laboratorium. Kata Kunci :  Laboratorium, Keterampilan Proses Sains Siswa
PEMBERDAYAAN PELAKU USAHA MIKRO DENGAN MEMBERIKAN PELATIHAN PEMBUKUAN SEDERHANA DI DESA BANGUNREJO KECAMATAN PATEBON KABUPATEN KENDAL Endang Dwi Wahyuningsih; Ira Setiawati; Teguh Adi Prasojo
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2017: Prosiding Seminar Nasional Publikasi Hasil-Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1012.218 KB)

Abstract

Keberadaan Usaha Mikro dan Usaha Kecil yang tangguh dan tahan terhadap krisis ekonomi mampu menyerap tenaga kerja, sehingga berkontribusi signifikan mengurangi pengangguran. Tujuan awal dari pelaksanaan pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pelaku usaha tersebutdapat mengetahui dan membuat Laporan Keuangan sesuai standar akuntansi yang berlaku. Pada umumnya pelaku usaha mikro di Desa Bangunrejo, kec. Patebon Kendal, tidak melakukan pencatatan atas transaksi usahanya. Pembukuan masih dianggap remeh serta tidak adanya pemisahan antara harta pribadi dengan harta usahanya. Sebagian besar pelaku usaha tersebut  masih kurang memahami akuntansi dan pelaporan keuangan serta urgensi penggunaannya. Mereka masih cenderung untuk mengambil keputusan berdasarkan intuisi dan pengalaman. Berdasarkan permasalahan yang sering muncul, maka salah satu solusi yang dapatdiberikan adalah memberdayakan para pengusaha kecil dan mikro di Desa Bangunrejo dengan memberikan pelatihan pembukuan  keuangan sederhana. Metode pelaksanaan pengabdian pada masyarakat di desa Bangunrejo ini terbagi menjadi tiga tahap, yakni tahap awal interview dan observasi lapangan, tahap keduaadalah pelaksanaan pelatihan, serta tahap akhir yaitu monitoring.Keyword : pembukuan sederhana, transaksi usaha, usaha mikro, usaha kecil
HUBUNGAN SANITASI LINGKUNGAN DAN FAKTOR BUDAYA DENGAN KEJADIAN DIARE PADA ANAK BALITA DI DESA TORIYO KECAMATAN BENDOSARI KABUPATEN SUKOHARJO Siti Amaliah
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2010: Bio Molekuler, Analis Kesehatan, Keperawatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.878 KB)

Abstract

Background: Occurrence of diarrhoea is high, specially for the five under years child at Bendosari Public Health Centre, which 30 % from Toriyo village.It caused probably by bed environment saniatation and cultural factor or habitual behaviour. Obyective: To analyse the correlation among environment sanitation and cultural factor with the  occurrence of diarrhea. Methods: The cross sectional design with cluster random sampling. The samples are 68 respondence of housewife.Independent variable are the environment sanitation and cultural factor. Dependent variable is incidence of diarrhea.Statistical analyse with Chi Square test. Result: The water supply using well dig 76,5 %, water of PDAM  23,5%. Faeces disposal with good latrine 45,58 %, no having latrine 54,42 %. Drinking water which not be braised 52,9%,stewed 47,1%.Cleaning the hand after defecate with soap 39,7%,  not with soap 60,3%; cleaning the hand with soap before eating 54,4%, not cleaning the hand 45,6 %. Treatment diarrhoea by self 58,8%, treatment by Public Health Centre 41,2 % There are significant correlation among clean water supply, coverage of bed latrine, drinking uncooked water, cleaning the hand with soap habits, and treatment by self with occurrence of diarrhoea (p < 0,05). Conclusion: There are significant correlation among environment sanitation and cultural factor with occurrence of diarrhoea.Keywords: diarrhoea, cultural factor, sanitation.

Page 76 of 151 | Total Record : 1509


Filter by Year

2004 2021


Filter By Issues
All Issue 2021: Proceeding The 12th International Conference On Lesson Study (ICLS-XII) 2018: PROCEEDING 1ST INSELIDEA INTERNATIONAL SEMINAR ON EDUCATION AND DEVELOPMENT OF ASIA (INseIDEA) 2018: SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN SAINS DAN TEKNOLOGI 2017: Proceeding 3rd ISET 2017 | International Seminar on Educational Technology 3rd 2017 2017: Proceeding International Seminar of Occupational Health and Medical Sciences (I-SOCMED) 2017 â 2017: Proceeding International Seminar of Occupational Health and Medical Sciences (I-SOCMED) 2017 “ 2017: Prosiding Seminar Nasional Pendidikan, Sains dan Teknologi 2017: PROSIDING IMPLEMENTASI PENELITIAN PADA PENGABDIAN MENUJU MASYARAKAT MANDIRI BERKEMAJUAN 2017: Prosiding Seminar Nasional Publikasi Hasil-Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat 2016: Proceeding of International Seminar on Education Technology (ISET) 2016 2016: PROSIDING KONTRIBUSI HASIL PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT DALAM PROGRAM SUSTAINABLE DEVE 2015: Prosiding Bidang MIPA dan Kesehatan The 2nd University Research Colloquium 2015: Prosiding Bidang Sosial Ekonomi dan Psikologi The 2nd University Research Colloquium 2015: Prosiding Student Paper Presentation The 2nd University Research Colloquium 2015: Prosiding Bidang Pendidikan,Humaniora dan Agama The 2nd University Research Colloquium 2015: Prosiding Bidang Teknik dan Rekayasa The 2nd University Research Colloquium 2014: PROSIDING KONFERENSI NASIONAL PPNI JAWA TENGAH 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL KEPERAWATAN 2014: PROSIDING | Seminar & Call For Paper “Tata Kelola Organisasi dan Arah Pembangunan Ekonomi Indo 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL - HASIL PENELITIAN & PENGABDIAN 2013: PROSIDING SEMINAR NASIONAL STATISTIKA 2013 2013: PROSIDING: SEMINAR INTERNASIONAL LINGUISTIK TRANSDISIPLINER 2013: PROSIDING KONFERENSI NASIONAL PPNI JAWA TENGAH 2012: SEMINAR NASIONAL HASIL PENELITIAN 2012 2012: PROCEEDING SEMINAR NASIONAL KEPERAWATAN : Penggunaan Herbal Dalam Kesehatan Perempuan 2011: PROSEDING SEMINAR NASIONAL KEPERAWATAN PPNI JATENG 2011: PROSIDING SEMINAR NASIONAL EKONOMI 2010: Sain, Teknologi, Kimia Sosial dan Humaniora, Kimia 2010: PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL-HASIL PENELITIAN 2010: Bio Molekuler, Analis Kesehatan, Keperawatan 2010: Kesehatan Masyarakat, Olahraga, Gizi, dan Pangan 2008: CONTINUING MEDICAL AND HEALTH EDUCATION (CMHE) | Peran Biomolekuler dalam Penegakan Diagnosis 2004: PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL-HASIL PENELITIAN More Issue