cover
Contact Name
Stralen Pratasik
Contact Email
stralente@unima.ac.id
Phone
+6285124006074
Journal Mail Official
edutik@unima.ac.id
Editorial Address
Jl. Kampus Unima, Tonsaru, Tondano Sel., Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara 95618
Location
Kab. minahasa,
Sulawesi utara
INDONESIA
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi
ISSN : 2798141X     EISSN : 2798141X     DOI : -
Jurnal Edutik merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Manado. Jurnal ini hadir sebagai wadah bagi para akademisi, peneliti, dan praktisi untuk mempublikasikan hasil penelitian yang berkontribusi dalam pengembangan keilmuan di bidang Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi, Teknik Informatika, Teknologi Komunikasi, serta Ilmu Komunikasi. Dengan semangat untuk mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, Jurnal Edutik memberikan ruang bagi berbagai kajian yang berfokus pada inovasi dan penerapan teknologi dalam dunia pendidikan, perkembangan di bidang teknik informatika, serta dinamika komunikasi berbasis teknologi, termasuk isu-isu terkini yang berkaitan dengan kebijakan pendidikan berbasis digital, kecerdasan buatan dalam pembelajaran, keamanan data dalam sistem pendidikan modern, dan transformasi komunikasi digital di era informasi. Ruang lingkup Jurnal Edutik mencakup berbagai aspek dalam ranah Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi, termasuk pengembangan kurikulum berbasis teknologi, model pembelajaran digital, strategi implementasi e-learning yang efektif, serta teknologi pendidikan adaptif. Selain itu, jurnal ini juga mengakomodasi penelitian dalam bidang Teknik Informatika, yang meliputi Rekayasa Perangkat Lunak dengan fokus pada metode pengembangan agile, kecerdasan buatan dalam rekayasa perangkat lunak, serta integrasi cloud computing; Sistem Informasi, yang mencakup pengelolaan big data, keamanan sistem informasi, serta optimalisasi sistem berbasis blockchain; Jaringan dan Keamanan Komputer, yang menyoroti keamanan siber, deteksi ancaman siber berbasis AI, serta optimasi infrastruktur jaringan; serta Sistem Pendukung Keputusan, yang berfokus pada penerapan machine learning dalam pengambilan keputusan, sistem rekomendasi berbasis data, serta penerapan Internet of Things (IoT) dalam otomatisasi keputusan. Dalam ranah Teknologi Komunikasi, jurnal ini mencakup topik-topik seperti pengembangan infrastruktur komunikasi digital, teknologi 5G dan evolusi jaringan masa depan, integrasi media sosial dalam pengelolaan informasi, serta pemanfaatan platform komunikasi berbasis AI dalam interaksi sosial dan pendidikan. Sedangkan dalam bidang Ilmu Komunikasi, ruang lingkup meliputi kajian komunikasi digital, strategi komunikasi di era media baru, komunikasi antar budaya berbasis teknologi, penggunaan media digital dalam kampanye sosial dan pendidikan, serta dinamika perilaku komunikasi dalam masyarakat berbasis teknologi. Sebagai jurnal yang berorientasi pada perkembangan teknologi dan inovasi, Jurnal Edutik juga membuka peluang publikasi bagi penelitian terkait e-Government, termasuk transformasi digital dalam pelayanan publik, kebijakan keamanan data pemerintahan, serta pengelolaan administrasi berbasis AI; Aplikasi Mobile, dengan cakupan pengembangan aplikasi berbasis UI/UX, implementasi augmented reality dan virtual reality, serta aplikasi berbasis kesehatan dan pendidikan. Dengan cakupan yang luas dan multidisipliner, jurnal ini diharapkan menjadi referensi utama bagi para akademisi dan praktisi yang ingin menggali lebih dalam tentang peran teknologi dalam meningkatkan efektivitas pendidikan, pengembangan sistem berbasis digital, serta transformasi komunikasi modern. Melalui publikasi yang berkualitas, Jurnal Edutik berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam penguatan keilmuan dan kemajuan teknologi di era digital.
Articles 356 Documents
Analisis Interaksi Pengguna pada Kanal YouTube @masanjas sebagai Wadah Diskusi Sejarah Jabodetabek Nova Sahwalia; Amirrudin Saleh; Harvia Atikah Zahra
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 3 (2026): EduTIK : Juni 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i3.458

Abstract

ABSTRAK               Perkembangan media digital telah mengubah cara masyarakat mengakses dan mendiskusikan informasi sejarah. YouTube tidak hanya berfungsi sebagai media penyebaran informasi, tetapi juga sebagai ruang publik digital yang memungkinkan terjadinya interaksi dan pertukaran gagasan antar pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk interaksi pengguna pada kanal YouTube @masanjas dalam diskusi sejarah Jabodetabek serta memahami peran kanal tersebut sebagai ruang publik digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam terhadap dua informan yang merupakan penonton kanal @masanjas. Data dianalisis berdasarkan tiga dimensi ruang publik Habermas, yaitu keterbukaan, kesetaraan partisipasi, dan orientasi pada kepentingan bersama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kanal @masanjas dipandang sebagai ruang diskusi yang terbuka dan inklusif, di mana pengguna dapat mengakses informasi sejarah serta berpartisipasi dalam pertukaran pengetahuan. Meskipun tingkat keterlibatan pengguna berbeda, kedua informan menilai kolom komentar sebagai sumber informasi tambahan yang memperkaya pemahaman terhadap sejarah lokal. Selain itu, konten dan interaksi yang terjadi di dalam kanal mampu mendorong kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian sejarah Jabodetabek. Dengan demikian, kanal YouTube @masanjas tidak hanya berfungsi sebagai media edukasi sejarah, tetapi juga sebagai ruang publik digital yang mendukung pembentukan pemahaman kolektif mengenai sejarah lokal.  ABSTRACT               The development of digital media has transformed the way people access and discuss historical information. YouTube functions not only as a platform for information dissemination but also as a digital public sphere that facilitates interaction and the exchange of ideas among users. This study aims to analyze user interactions on the YouTube channel @masanjas in discussions about the history of the Greater Jakarta area (Jabodetabek) and to examine the channel's role as a digital public sphere. The research employed a qualitative approach using in-depth interviews with two informants who regularly watched content from the @masanjas channel. Data were analyzed based on Habermas’s three dimensions of the public sphere: openness, equality of participation, and orientation toward the common good. The findings indicate that @masanjas is perceived as an open and inclusive discussion space where users can access historical information and engage in knowledge-sharing activities. Although the level of user participation varies, both informants viewed the comment section as an additional source of information that enriches their understanding of local history. Furthermore, the content and interactions within the channel contribute to raising public awareness of the importance of preserving the historical heritage of Jabodetabek. Therefore, the @masanjas YouTube channel serves not only as a medium for historical education but also as a digital public sphere that supports the development of collective understanding of local history.
Analisis Routing Dinamis (Routing Information Protocol dan Open Shortest Path First) dengan Menggunakan Simulator Cisco Packet Tracer Marshel R Kapahang; Indra Rianto; Arje Cerullo Djamen
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 2 (2026): EduTIK : April 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i2.463

Abstract

ABSTRAK Berkembangnya jaringan komputer berdasarkan protokol routing juga memainkan peran penting dalam jaringan komputer dimana pun. Saat ini, internet telah digunakan oleh lebih dari 5 miliar pengguna di seluruh dunia dan menangani lebih dari 300 exabyte data setiap bulan. Berdasarkan laporan Cisco Annual Internet Report, trafik IP global diproyeksikan melampaui 400 exabyte per bulan pada tahun 2023. Volume lalu lintas data yang sangat besar ini menuntut sistem pengelolaan jaringan yang efisien. Dalam kondisi tersebut, efisiensi protokol routing menjadi faktor utama dalam menjaga stabilitas jaringan, analisis terhadap kinerja protokol routing dinamis seperti Routing Information Protocol (RIP) dan Open Shortest Path First (OSPF) menjadi penting untuk mengetahui protokol yang lebih efektif dalam menghadapi beban trafik yang besar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana waktu konvergensi routing RIP dan OSPF pada topologi jaringan di Universitas Negeri Manado baik dalam menggunakan jaringan kabel maupun nirkabel (wireless). Metode penelitian menggunakan metode eksperimental berbasis simulasi dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan dilakukan analisis deskriptif. Setelah dilakukan pengukuran waktu konvergensi dan data yang ditemukan telah dianalisis, maka di Universitas Negeri Manado yang memiliki jaringan berskala sedang sampai besar direkomendasikan untuk menggunakan routing OSPF sebagai routing internal dengan melihat waktu konvergensi. ABSTRACT The development of computer networks based on routing protocols also plays a crucial role in computer networks everywhere. Currently, the internet is used by over 5 billion users worldwide and handles over 300 exabytes of data each month. According to the Cisco Annual Internet Report, global IP traffic is projected to exceed 400 exabytes per month by 2023. This enormous volume of data traffic demands an efficient network management system. Under these conditions, routing protocol efficiency is a key factor in maintaining network stability. Analyzing the performance of dynamic routing protocols such as Routing Information Protocol (RIP) and Open Shortest Path First (OSPF) is crucial to determine which protocols are more effective in handling large traffic loads. This study aims to analyze the convergence times of RIP and OSPF routing in network topologies at Manado State University, both using wired and wireless networks. The research method used is an experimental simulation-based method with a quantitative approach and descriptive analysis. After measuring convergence times and analyzing the data, Manado State University, which has a medium-to-large network, recommends using OSPF routing for internal routing, based on convergence times.
Hubungan Penggunaan Media Sosial dengan Tingkat Kecemasan Mahasiswa Palangka Raya serta Relevansinya terhadap Kebijakan Pelayanan Kesehatan Mental di Sektor Publik Arya Hendrik Pamorja; Muhammad Yusuf Afriyanoor; M. Safawi; Febriaman Zalukhu; Muhammad Haris Alfarizi; Bhayu Rhama; Nabila Syahvalensi
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 3 (2026): EduTIK : Juni 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i3.464

Abstract

ABSTRAK  Penggunaan media sosial yang masif di kalangan mahasiswa berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan mental, terutama kecemasan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara intensitas penggunaan media sosial dengan tingkat kecemasan pada mahasiswa. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Data dikumpulkan melalui kuesioner online yang disebarkan kepada 45 mahasiswa aktif di wilayah Palangka Raya. Instrumen yang digunakan meliputi skala intensitas penggunaan media sosial dan Generalized Anxiety Disorder-7 (GAD-7). Analisis data menggunakan statistik deskriptif (mean, median, modus, persentase) dan korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata durasi penggunaan media sosial mahasiswa adalah 5,4 jam per hari, dengan frekuensi akses 17,2 kali per hari, dan platform paling dominan adalah Instagram (44,4%). Tingkat kecemasan menunjukkan 28,9% mengalami kecemasan berat, 42,2% kecemasan sedang, 28,9% kecemasan ringan, dan tidak ada responden dengan kecemasan minimal. Rata-rata skor GAD-7 adalah 12,2 (kategori sedang). Hasil uji korelasi menunjukkan hubungan positif yang kuat antara durasi penggunaan media sosial dan tingkat kecemasan (r = 0,612, p < 0,01). Kesimpulan penelitian ini adalah semakin lama durasi penggunaan media sosial, semakin tinggi tingkat kecemasan yang dialami mahasiswa. Penelitian ini merekomendasikan perlunya program literasi digital dan manajemen waktu penggunaan media sosial bagi mahasiswa. ABSTRACT  The massive use of social media among university students has the potential to cause negative impacts on mental health, especially anxiety. This study aims to analyze the relationship between the intensity of social media use and anxiety levels in university students. The method used was quantitative with a cross-sectional approach. Data were collected through an online questionnaire distributed to 45 active students in the Palangka Raya area. The instruments used included a social media use intensity scale and the Generalized Anxiety Disorder-7 (GAD-7). Data analysis used descriptive statistics (mean, median, mode, percentage) and Pearson correlation. The results showed that the average duration of social media use was 5.4 hours per day, with an access frequency of 17.2 times per day, and the most dominant platform was Instagram (44.4%). Anxiety levels showed 28.9% experienced severe anxiety, 42.2% moderate anxiety, 28.9% mild anxiety, and no respondents had minimal anxiety. The average GAD-7 score was 12.2 (moderate category). The correlation test showed a strong positive relationship between the duration of social media use and anxiety levels (r = 0.612, p < 0.01). The conclusion of this study is that the longer the duration of social media use, the higher the anxiety level experienced by university students. This study recommends the need for digital literacy programs and time management of social media use for university students.
Klasifikasi Perilaku Belajar Mahasiswa Menggunakan Random Forest Classifier Berbasis Learning Behavior Questionnaire Kebri Kein Mopudy Pajung; Trudi Komansilan; Genevieve Josevhine Cecilia Kawilarang; Marsela Juwita Thomas; Renalda Gracia Pingkan Nonga; Eirene Alexandria Sumeke; Gemi Kereh; Meiron Kiwo
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 2 (2026): EduTIK : April 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i2.466

Abstract

ABSTRAK              Perilaku belajar mahasiswa berperan penting dalam menentukan performa akademik dan keberhasilan studi. Namun, identifikasi perilaku belajar masih banyak dilakukan secara manual sehingga kurang efektif untuk mendukung deteksi dini pada populasi mahasiswa yang besar. Penelitian ini bertujuan membangun model klasifikasi perilaku belajar mahasiswa menggunakan Random Forest Classifier (RFC) berbasis Learning Behavior Questionnaire (LBQ) dengan pendekatan CRISP-DM. Data dikumpulkan dari 400 mahasiswa menggunakan instrumen LBQ yang terdiri atas 28 item dalam tiga dimensi, yaitu Learning Behavior in Classroom, Learning Motivation, dan Social Interaction Outside Classroom. Instrumen memiliki validitas dan reliabilitas yang baik dengan nilai korelasi item 0,620–0,731 dan Cronbach’s Alpha 0,88–0,95. Untuk meningkatkan performa model, penelitian menerapkan SMOTE untuk mengatasi ketidakseimbangan kelas, Optuna untuk optimasi hiperparameter, dan SHAP untuk interpretasi model. Hasil pengujian menunjukkan bahwa RFC mencapai akurasi 98,33%, F1-Macro 0,9861, dan ROC-AUC 1,0000. Analisis SHAP mengidentifikasi IPK, motivasi intrinsik belajar (B8, B10, B9), serta perilaku belajar di kelas (A2, A5) sebagai prediktor paling berpengaruh. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi CRISP-DM, SMOTE, Optuna, dan SHAP menghasilkan model yang akurat, interpretatif, dan bebas data leakage, sehingga berpotensi digunakan sebagai sistem deteksi dini perilaku belajar mahasiswa di perguruan tinggi. ABSTRACT              Student learning behavior plays an important role in academic performance and study success. However, learning behavior identification is often conducted manually, limiting its effectiveness for early detection in large student populations. This study aims to develop a student learning behavior classification model using a Random Forest Classifier (RFC) based on a Learning Behavior Questionnaire (LBQ) within the CRISP-DM framework. Data were collected from 400 undergraduate students using a 28-item LBQ covering three dimensions: Learning Behavior in Classroom, Learning Motivation, and Social Interaction Outside Classroom. The instrument demonstrated satisfactory validity and reliability, with item correlation coefficients ranging from 0.620 to 0.731 and Cronbach’s Alpha values between 0.88 and 0.95. The study employed SMOTE to address class imbalance, Optuna for hyperparameter optimization, and SHAP for model interpretability. The RFC model achieved 98.33% accuracy, 0.9861 macro F1-score, and 1.0000 ROC-AUC on the test set. SHAP analysis identified GPA, intrinsic learning motivation items (B8, B10, B9), and classroom behavior items (A2, A5) as the most influential predictors. These findings demonstrate that integrating CRISP-DM, SMOTE, Optuna, and SHAP produces an accurate, interpretable, and leakage-free model that can support early detection of student learning behavior in higher education.
Penerapan Trend-Based Content Strategy pada TikTok untuk Meningkatkan Engagement Produk Shampo Anti-Rontok Aepura Azrael Alyka Pasha; Vivien Febri Astuti
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 3 (2026): EduTIK : Juni 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i3.467

Abstract

ABSTRAK               Platform TikTok telah menjadi salah satu kanal pemasaran digital yang paling strategis di Indonesia, dengan lebih dari 160 juta pengguna aktif bulanan yang didominasi oleh kelompok usia di bawah 34 tahun. Namun demikian, kajian akademis mengenai penerapan trend-based content strategy pada brand produk perawatan rambut lokal masih sangat terbatas, khususnya dalam menganalisis bagaimana strategi ini diimplementasikan secara operasional dan dampaknya terhadap engagement audiens. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses penerapan trend-based content strategy pada konten TikTok Aepura sekaligus menganalisis efektivitasnya terhadap tingkat engagement audiens. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan strategi studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui observasi partisipatif selama enam bulan magang, wawancara mendalam dengan manajer konten dan content creator, serta dokumentasi performa konten akun TikTok Aepura. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penerapan strategi berlangsung melalui empat tahapan, yakni identifikasi tren, adaptasi narasi produk, produksi konten, serta pengunggahan dan evaluasi, dengan komposisi harian tiga konten berbasis tren dan tiga konten edukatif atau review. Dari sisi performa, konten berbasis tren menghasilkan tayangan tertinggi hingga mencapai 61.842 views, sementara format Skit/Drama mencatatkan engagement rate tertinggi sebesar 0,63%, melampaui format Talking Head dengan rata-rata engagement rate sebesar 0,07%. Temuan ini menunjukkan bahwa efektivitas trend-based content strategy tidak hanya ditentukan oleh penggunaan trending audio, melainkan juga oleh kemampuan brand dalam mengintegrasikan motivasi audiens - khususnya pendekatan empathy dan pain point - ke dalam narasi tren yang diadaptasi. Penelitian ini memberikan kontribusi pada kajian komunikasi pemasaran digital di Indonesia, khususnya dalam pengelolaan konten short-form video untuk brand produk perawatan rambut lokal. ABSTRACT               TikTok has emerged as one of the most strategic digital marketing channels in Indonesia, with over 160 million monthly active users predominantly aged under 34 years. However, academic studies examining the implementation of trend-based content strategy within local haircare product brands remain scarce, particularly in analyzing how such strategies are operationally executed and their impact on audience engagement. This study aims to describe the process of implementing trend-based content strategy on Aepura's TikTok content while analyzing its effectiveness on audience engagement levels. A descriptive qualitative approach with a case study strategy was employed, with data collected through six months of participatory observation during an internship period, in-depth interviews with the content manager and content creators, and documentation of Aepura's TikTok content performance. The findings reveal that the strategy implementation unfolds across four sequential stages: trend identification, product narrative adaptation, content production, and uploading and evaluation, with a daily composition of three trend-based contents and three educational or review-based contents. In terms of performance, trend-based content generated the highest viewership, reaching up to 61,842 views, while the Skit/Drama format recorded the highest engagement rate at 0.63%, surpassing the Talking Head format which averaged an engagement rate of only 0.07%. These findings suggest that the effectiveness of trend-based content strategy is not solely determined by the use of trending audio, but also by the brand's ability to integrate audience motivations - particularly empathy and pain point approaches - into the adapted trend narratives. This study contributes to the field of digital marketing communication in Indonesia, particularly in the management of short-form video content for local haircare product brands.
Konsistensi Produksi dan Publikasi Konten Instagram dalam Meningkatkan Performa Media Sosial Kantor Pertanahan Jakarta Timur Putri Nabila; Vivien Febri Astuti
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 3 (2026): EduTIK : Juni 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i3.468

Abstract

ABSTRAK Perkembangan media sosial mendorong instansi pemerintah untuk memanfaatkannya sebagai sarana komunikasi publik yang efektif. Salah satu platform yang banyak digunakan adalah Instagram karena mampu menyampaikan informasi secara cepat, luas, dan interaktif kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses produksi dan publikasi konten Instagram serta mengkaji peran konsistensi konten dalam meningkatkan performa media sosial Kantor Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Timur. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa partisipasi aktif, observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi literatur selama pelaksanaan magang. Data performa media sosial diperoleh melalui Instagram Insight periode 22 Februari hingga 22 Mei 2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsistensi produksi dan publikasi konten berkontribusi terhadap peningkatan performa akun Instagram. Selama periode pengamatan, akun memperoleh 201,7 ribu tayangan (views), 6,8 ribu interaksi, serta pertumbuhan pengikut bersih sebanyak 577 akun. Interaksi pengguna didominasi oleh konten feed dengan persentase 73%, diikuti reels sebesar 25,3% dan stories sebesar 1,8%. Tingginya jumlah likes, saves, dan shares menunjukkan bahwa konten yang dipublikasikan mampu menarik perhatian serta memberikan manfaat bagi audiens. Dengan demikian, konsistensi produksi dan publikasi konten dapat menjadi strategi yang efektif dalam meningkatkan performa media sosial serta mendukung penyebaran informasi publik pada instansi pemerintah.  ABSTRACT  The development of social media has encouraged government institutions to utilize digital platforms as an effective medium for public communication. Instagram is one of the most widely used platforms because it enables information dissemination in a fast, broad, and interactive manner. This study aims to analyze the process of Instagram content production and publication and to examine the role of content consistency in improving the social media performance of the East Jakarta Land Office. This research employed a descriptive qualitative method using active participation, observation, interviews, documentation, and literature review during the internship program. Social media performance data were obtained from Instagram Insight for the period of February 22 to May 22, 2026. The results indicate that consistency in content production and publication contributes positively to Instagram account performance. During the observation period, the account generated 201.7 thousand views, 6.8 thousand interactions, and a net increase of 577 followers. User interactions were dominated by feed content, accounting for 73% of total interactions, followed by reels at 25.3% and stories at 1.8%. The high number of likes, saves, and shares demonstrates that the published content successfully attracted audience attention and provided useful information. Therefore, consistency in content production and publication can be considered an effective strategy for improving social media performance and supporting public information dissemination within government institutions.
Analisis Penerapan Confusion Matrix untuk Pengujian Model Certainty Factor dalam Sistem Rekomendasi Jurusan SMK Kebri Kein Mopudy Pajung; Trudi Komansilan; Alfian Mokodongan; Danil R Gopay; Joel Gabriel Doga; Marselia Rambing; Sevan A Rumondor; Thomas Liando; Yemima M Dalita
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 2 (2026): EduTIK : April 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i2.469

Abstract

ABSTRAK Pemilihan kompetensi keahlian yang tidak tepat di SMK seringkali memicu kendala akademik dan ketidaksesuaian minat bagi siswa baru. Penelitian ini bertujuan untuk menguji tingkat akurasi model Certainty Factor (CF) pada sistem pakar rekomendasi jurusan SMK guna mengatasi ketidakpastian dalam penilaian minat dan bakat. Mengingat keterbatasan akses data lapangan, penelitian ini menerapkan pendekatan studi literatur dengan basis pengetahuan sistem yang diakuisisi dari regulasi kurikulum resmi Kemendikbudristek dan pedoman bimbingan konseling. Evaluasi performa klasifikasi model diuji secara ketat menggunakan metode Confusion Matrix terhadap 30 skenario data uji sintetis yang dirancang secara sistematis dari berbagai variasi nilai akademik serta indikator minat. Hasil pengujian menunjukkan bahwa model Certainty Factor mampu mengimplementasikan logika penjurusan dari literatur dengan sangat baik, menghasilkan tingkat Akurasi 93.3%, rata-rata presisi 93.3%, dan rata-rata recall 93.3%. Kesimpulan dari penelitian ini membuktikan bahwa pengujian menggunakan Confusion Matrix berhasil memvalidasi konsistensi kode program dan rumus matematika CF dalam meniru aturan penjurusan normatif secara presisi. Sistem pakar ini dinyatakan valid dan layak dikembangkan lebih lanjut sebagai instrumen bantu (decision support tool) bagi guru bimbingan konseling maupun calon siswa baru, meskipun proses evaluasinya berbasis pada skenario sintetis.  ABSTRACT  Inappropriate selection of vocational competencies in vocational high schools (SMK) often triggers academic difficulties and interest mismatches among new students. This study aims to evaluate the accuracy level of the Certainty Factor (CF) model within an expert system for recommending SMK majors to address uncertainty in interest and talent assessment. Due to limited access to field data, this research employs a literature review approach, where the system's knowledge base is acquired from the official curriculum regulations of the Ministry of Education, Culture, Research, and Technology (Kemendikbudristek) and guidance counseling manuals. The classification performance of the model is rigorously evaluated using the Confusion Matrix method against 30 synthetic test data scenarios systematically designed from various academic grades and interest indicators. The evaluation results indicate that the Certainty Factor model successfully implements the majoring logic derived from the literature, yielding an accuracy rate of 93.3%, a macro average precision of 93.3%, and a macro average recall of 93.3%. In conclusion, this study demonstrates that the Confusion Matrix evaluation successfully validates the consistency of the program code and the CF mathematical formula in precisely replicating normative majoring rules. This expert system is deemed valid and viable for further development as a decision support tool for guidance counseling teachers and prospective students, despite the evaluation process being reliant on synthetic scenarios.
Analisis Penerapan Konseptual Kawasan Transit Oriented Development (TOD) di Jalan Pierre Tendean Kecamatan Sario Kota Manado Cut Meutia Corphylia Frianvonsa Ratag; Lucia Inggrid Regina Lefrandt; Semuel Yacob Recky Rompis
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 3 (2026): EduTIK : Juni 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i3.473

Abstract

ABSTRAK              Kawasan Jalan Pierre Tendean, Kecamatan Sario, Kota Manado memiliki fungsi campuran dan intensitas aktivitas tinggi sehingga berpotensi dikembangkan sebagai kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD). Sesuai RTRW Kota Manado Tahun 2023-2042, kawasan ini direncanakan memiliki stasiun Light Rail Transit (LRT) di Kecamatan Sario sebagai simpul TOD guna mendukung integrasi transportasi dan tata guna lahan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kondisi eksisting kawasan berdasarkan indikator TOD, menilai tingkat kesesuaiannya, menentukan prioritas pengembangan, dan menyusun arahan pengembangan kawasan. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif-spasial dengan bantuan Sistem Informasi Geografis (SIG), metode Delphi untuk konsensus ahli, dan Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk pembobotan prioritas. Hasil penelitian menunjukkan kawasan Jalan Pierre Tendean telah memenuhi sebagian karakteristik TOD, antara lain nilai KLB sebesar 2,13, ketersediaan jalur pejalan kaki, fasilitas penyeberangan, konektivitas antarblok, dan akses menuju simpul transit. Namun, kawasan ini belum memenuhi kriteria KDB, kepadatan bangunan, jalur sepeda, peneduh pedestrian, dan stasiun transit. Hasil AHP menunjukkan bahwa Design merupakan kriteria prioritas tertinggi (bobot 0,423), diikuti Transit Support (0,186), Connectivity (0,146), Diversity (0,133), dan Density (0,112). Pada tingkat variabel, stasiun transit memiliki bobot tertinggi (0,2012). Arahan pengembangan difokuskan pada perancangan stasiun LRT elevated sebagai simpul TOD terintegrasi, didukung peningkatan kualitas pedestrian, jalur sepeda, peneduh, fasilitas penyeberangan, dan ruang publik. Kawasan Jalan Pierre Tendean memiliki potensi berkembang menjadi kawasan TOD yang mendukung sistem transportasi perkotaan terintegrasi dan berkelanjutan. ABSTRACT              The Pierre Tendean Street area, Sario District, Manado City, has mixed functions and high activity intensity, making it potential to be developed as a Transit Oriented Development (TOD) area. According to the Manado City Spatial Plan (RTRW) 2023-2042, this area is planned to have a Light Rail Transit (LRT) station in Sario District as a TOD node to support transportation and land use integration. This study aims to identify the existing conditions of the area based on TOD indicators, assess the level of compliance with TOD principles, determine development priorities, and formulate development directions for the area. The methodology employs a descriptive-spatial approach using Geographic Information Systems (GIS), the Delphi method for expert consensus, and the Analytical Hierarchy Process (AHP) for priority weighting. Results show that the Pierre Tendean Street area partially meets TOD characteristics, including a Floor Area Ratio (FAR) of 2.13, pedestrian path availability, crossing facilities, inter-block connectivity, and accessible transit nodes. However, the area does not yet meet TOD criteria for Building Coverage Ratio (BCR), building density, bicycle lanes, pedestrian shading, and transit station availability. AHP results indicate that Design is the highest-priority criterion (weight 0.423), followed by Transit Support (0.186), Connectivity (0.146), Diversity (0.133), and Density (0.112). At the variable level, transit station has the highest weight (0.2012). Development directions focus on designing an elevated LRT station as an integrated TOD node, supported by improved pedestrian quality, bicycle lanes, shading, safe crossing facilities, and public spaces. The Pierre Tendean Street area has the potential to develop into a TOD area supporting an integrated and sustainable urban transportation system.
Etika Digital Guru: Systematic Literature Review tentang Profesionalisme, Tantangan, dan Strategi Penguatan Erline Tsara PutriWibowo; Sindi Auliya Sifa’urrohmah; Prandiska Ardani Nurrahman; Muhamad Arya Fadhilah
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 3 (2026): EduTIK : Juni 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i3.478

Abstract

ABSTRAK               Perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) dalam pendidikan memunculkan berbagai persoalan etika yang perlu dipahami secara komprehensif oleh guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji praktik dan tantangan etika digital guru dalam pemanfaatan teknologi pembelajaran melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Proses SLR dilakukan melalui penelusuran, seleksi, dan sintesis artikel-artikel ilmiah yang relevan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Hasil kajian menunjukkan bahwa tantangan etika digital guru dapat dikelompokkan ke dalam empat isu utama. Pertama, privasi dan keamanan data, yang mencakup persoalan informed consent, validitas data, serta akuntabilitas tata kelola. Kedua, pemanfaatan AI generatif dalam pembelajaran, yang memunculkan kekhawatiran terkait perubahan peran guru, bias algoritma, dan kebutuhan penguatan literasi AI. Ketiga, integritas akademik, termasuk meningkatnya toleransi terhadap plagiarisme berbasis AI (AI-Human Unethicality Gap) di tengah minimnya regulasi institusi terkait penggunaan AI. Keempat, dampak terhadap profesionalisme dan kesejahteraan guru, yang tercermin dari korelasi antara frekuensi dilema etis dengan tingkat burnout. Temuan ini mengindikasikan bahwa penguatan etika digital guru tidak cukup hanya melalui peningkatan kompetensi teknis, tetapi juga memerlukan kebijakan institusi, pedoman etika, dan pengembangan budaya akademik yang mendukung penggunaan teknologi secara bertanggung jawab. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pengembangan kebijakan pendidikan dan program peningkatan literasi etika digital guru.  ABSTRACT               The rapid development of digital technology and artificial intelligence (AI) in education has raised a range of ethical issues that teachers need to understand comprehensively. This study aims to examine the practices and challenges of teachers' digital ethics in the use of learning technology through a Systematic Literature Review (SLR) approach. The SLR process was conducted by searching, screening, and synthesizing relevant scientific articles based on predetermined inclusion and exclusion criteria. The findings show that teachers' digital ethics challenges can be grouped into four main issues. First, data privacy and security, which include concerns about informed consent, data validity, and governance accountability. Second, the use of generative AI in learning, which raises concerns about the changing role of teachers, algorithmic bias, and the need to strengthen AI literacy. Third, academic integrity, including the increasing tolerance of AI-based plagiarism, referred to as the AI-Human Unethicality Gap, amid the lack of institutional regulations on AI use. Fourth, the impact on teacher professionalism and well-being, reflected in the correlation between the frequency of ethical dilemmas and burnout levels. These findings indicate that strengthening teachers' digital ethics requires more than improving technical competence; it also requires institutional policies, ethical guidelines, and the development of an academic culture that supports the responsible use of technology. This study is expected to serve as a reference for the development of education policies and programs to enhance teachers' digital ethics literacy.
Pengembangan Prototipe Wind Tunnel Open Return Berbasis FDM untuk Praktikum Mekanika Fluida Kariso Christian; Parabelem Tinno Dolf Rompas; Angmalisang Harrychoon
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 2 (2026): EduTIK : April 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i2.507

Abstract

ABSTRAK              Keterbatasan fasilitas laboratorium aerodinamika menyebabkan empat topik Rencana Pembelajaran Semester mata kuliah Mekanika Fluida di Program Studi Teknik Mesin Universitas Negeri Manado—pengukuran Bernoulli-pitot, verifikasi persamaan kontinuitas, penentuan bilangan Reynolds, dan distribusi tekanan—selama ini hanya diajarkan secara teoritis. Penelitian Research and Development dengan model ADDIE ini mengembangkan prototipe wind tunnel model open return menggunakan teknologi Fused Deposition Modelling (FDM) berfilamen PETG sebagai solusi. Wind tunnel dirancang mengikuti kaidah Barlow, Rae, dan Pope (1999) serta Mehta dan Bradshaw (1979): rasio kontraksi 6:1, sudut diffuser 7°, dan honeycomb heksagonal berporositas ≥0,8, menghasilkan 30 komponen cetak yang dirakit menggunakan sealant silikon. Pengujian pada empat presets motor (45, 57, 68, 80) mengukur kecepatan di tiga titik, RPM, kebisingan, arus, dan tegangan. Hasil menunjukkan kecepatan test section 2,6–5,0 m/s (rasio v_Ts/v_fan 1,22–1,90), bilangan Reynolds 17.568–33.784, daya 36,82–82,30 W, dan kebisingan 57–64 dB (21–28 dB di bawah ambang NIOSH). Presets 68 memberikan stabilitas RPM terbaik (fluktuasi 19,3%) sementara presets 57 memberikan efisiensi energi tertinggi (0,00726 (m/s)/W), sehingga rentang 57–68 ditetapkan sebagai kondisi operasi optimal. Biaya produksi Rp3.588.100 atau 82,9% lebih rendah dari produk komersial (Rp20.954.880). Uji coba pada 25 mahasiswa menunjukkan rerata pretest 51,64 meningkat menjadi posttest 81,4 dengan N-gain kategori sedang pada 96% mahasiswa, dikonfirmasi signifikan melalui uji Wilcoxon (Z=-4,372; p<0,001). Penelitian ini menyimpulkan bahwa teknologi FDM merupakan solusi yang layak, terjangkau, dan efektif secara pedagogis untuk pengembangan peralatan laboratorium pendidikan teknik. ABSTRACT              Limited aerodynamic laboratory facilities have caused four Semester Learning Plan topics in the Fluid Mechanics course at the Department of Mechanical Engineering, Universitas Negeri Manado—Bernoulli-pitot measurement, continuity equation verification, Reynolds number determination, and pressure distribution—to be taught purely theoretically. This Research and Development study using the ADDIE model develops an open return wind tunnel prototype using Fused Deposition Modelling (FDM) technology with PETG filament as a solution. The wind tunnel was designed following Barlow, Rae, and Pope (1999) and Mehta and Bradshaw (1979) principles: a 6:1 contraction ratio, 7° diffuser angle, and hexagonal honeycomb with porosity ≥0.8, yielding 30 printed components assembled with silicone sealant. Testing across four motor presets (45, 57, 68, 80) measured velocity at three points, RPM, noise, current, and voltage. Results show test section velocities of 2.6–5.0 m/s (v_Ts/v_fan ratio of 1.22–1.90), Reynolds numbers of 17,568–33,784, power of 36.82–82.30 W, and noise of 57–64 dB (21–28 dB below the NIOSH threshold). Preset 68 provided the best RPM stability (19.3% fluctuation) while preset 57 gave the highest energy efficiency (0.00726 (m/s)/W), establishing the 57–68 range as the optimal operating condition. Production cost of IDR 3,588,100 was 82.9% lower than the commercial equivalent (IDR 20,954,880). A trial with 25 students showed mean pretest scores of 51.64 rising to a posttest mean of 81.4, with 96% of students achieving medium-category N-gain, confirmed significant by the Wilcoxon test (Z=-4.372; p<0.001). This study concludes that FDM technology is a viable, affordable, and pedagogically effective solution for developing engineering education laboratory equipment.