Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi
Jurnal Edutik merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Manado. Jurnal ini hadir sebagai wadah bagi para akademisi, peneliti, dan praktisi untuk mempublikasikan hasil penelitian yang berkontribusi dalam pengembangan keilmuan di bidang Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi, Teknik Informatika, Teknologi Komunikasi, serta Ilmu Komunikasi. Dengan semangat untuk mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, Jurnal Edutik memberikan ruang bagi berbagai kajian yang berfokus pada inovasi dan penerapan teknologi dalam dunia pendidikan, perkembangan di bidang teknik informatika, serta dinamika komunikasi berbasis teknologi, termasuk isu-isu terkini yang berkaitan dengan kebijakan pendidikan berbasis digital, kecerdasan buatan dalam pembelajaran, keamanan data dalam sistem pendidikan modern, dan transformasi komunikasi digital di era informasi. Ruang lingkup Jurnal Edutik mencakup berbagai aspek dalam ranah Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi, termasuk pengembangan kurikulum berbasis teknologi, model pembelajaran digital, strategi implementasi e-learning yang efektif, serta teknologi pendidikan adaptif. Selain itu, jurnal ini juga mengakomodasi penelitian dalam bidang Teknik Informatika, yang meliputi Rekayasa Perangkat Lunak dengan fokus pada metode pengembangan agile, kecerdasan buatan dalam rekayasa perangkat lunak, serta integrasi cloud computing; Sistem Informasi, yang mencakup pengelolaan big data, keamanan sistem informasi, serta optimalisasi sistem berbasis blockchain; Jaringan dan Keamanan Komputer, yang menyoroti keamanan siber, deteksi ancaman siber berbasis AI, serta optimasi infrastruktur jaringan; serta Sistem Pendukung Keputusan, yang berfokus pada penerapan machine learning dalam pengambilan keputusan, sistem rekomendasi berbasis data, serta penerapan Internet of Things (IoT) dalam otomatisasi keputusan. Dalam ranah Teknologi Komunikasi, jurnal ini mencakup topik-topik seperti pengembangan infrastruktur komunikasi digital, teknologi 5G dan evolusi jaringan masa depan, integrasi media sosial dalam pengelolaan informasi, serta pemanfaatan platform komunikasi berbasis AI dalam interaksi sosial dan pendidikan. Sedangkan dalam bidang Ilmu Komunikasi, ruang lingkup meliputi kajian komunikasi digital, strategi komunikasi di era media baru, komunikasi antar budaya berbasis teknologi, penggunaan media digital dalam kampanye sosial dan pendidikan, serta dinamika perilaku komunikasi dalam masyarakat berbasis teknologi. Sebagai jurnal yang berorientasi pada perkembangan teknologi dan inovasi, Jurnal Edutik juga membuka peluang publikasi bagi penelitian terkait e-Government, termasuk transformasi digital dalam pelayanan publik, kebijakan keamanan data pemerintahan, serta pengelolaan administrasi berbasis AI; Aplikasi Mobile, dengan cakupan pengembangan aplikasi berbasis UI/UX, implementasi augmented reality dan virtual reality, serta aplikasi berbasis kesehatan dan pendidikan. Dengan cakupan yang luas dan multidisipliner, jurnal ini diharapkan menjadi referensi utama bagi para akademisi dan praktisi yang ingin menggali lebih dalam tentang peran teknologi dalam meningkatkan efektivitas pendidikan, pengembangan sistem berbasis digital, serta transformasi komunikasi modern. Melalui publikasi yang berkualitas, Jurnal Edutik berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam penguatan keilmuan dan kemajuan teknologi di era digital.
Articles
302 Documents
Analisis Literatur: Transformasi Mutu Pembelajaran melalui Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence [AI]) di Era Digital
Kebri Kein Mopudy Pajung;
Trudi Komansilan;
Aril Jdungguti;
Chrystani Sumolang;
Ilarius Sasaka;
Cian Anggraini Salote;
Oni Pinim;
Nataniel Christian Kapoh;
Futriyani Supu
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 2 (2026): EduTIK : April 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.67142/edutik.v6i2.433
ABSTRAK Akselerasi teknologi digital telah mendorong transformasi masif di sektor pendidikan, salah satunya melalui integrasi Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI). Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas, ragam implementasi, serta tantangan adopsi AI dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di era digital di Indonesia. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan kualitatif analitis, melalui penelusuran literatur pada basis data Google Scholar dengan kata kunci kombinasi seperti “Kecerdasan Buatan dalam Pendidikan”, “Kualitas Pembelajaran AI”, dan “Etika AI di Era Digital”. Kriteria inklusi meliputi artikel jurnal nasional terakreditasi yang membahas AI dalam konteks pendidikan, diterbitkan pada tahun 2023-2026, sedangkan kriteria eksklusi mencakup artikel opini, prosiding yang tidak bereputasi, dan artikel duplikasi. Dari proses seleksi, diperoleh 14 artikel yang memenuhi kriteria dan disintesis ke dalam 4 klaster tematik. Hasil menunjukkan bahwa penerapan AI seperti adaptive learning, chatbot, big data, dan generative AI secara signifikan meningkatkan motivasi, keterlibatan, dan pemahaman konsep siswa. Secara kuantitatif, ditemukan koefisien regresi yang sangat kuat (r = 0,953) antara pemanfaatan AI dan efektivitas belajar di perguruan tinggi. AI juga terbukti meningkatkan efisiensi kerja guru dalam menyusun bahan ajar dan penilaian otomatis. Namun implementasi AI di Indonesia masih menghadapi tantangan serius: kesenjangan infrastruktur digital antardaerah, rendahnya kompetensi literasi digital guru, serta urgensi regulasi etika AI. Kesimpulannya, AI berpotensi transformasional dalam meningkatkan mutu pendidikan nasional, dengan syarat dukungan kebijakan regulasi, pemerataan fasilitas teknis, dan pelatihan literasi digital berkelanjutan. ABSTRACT The acceleration of digital technology has driven a massive transformation in the education sector, notably through the integration of Artificial Intelligence (AI). This study aims to analyze the effectiveness, implementation variety, and adoption challenges of AI in enhancing learning quality within the digital era in Indonesia. This study employed a Systematic Literature Review (SLR) methodology with a qualitative-analytical approach, searching the Google Scholar database using combined keywords such as “Artificial Intelligence in Education,” “AI Learning Quality,” and “AI Ethics in the Digital Era.” Inclusion criteria encompassed nationally accredited journal articles discussing AI in educational contexts published between 2023 and 2026, while exclusion criteria covered opinion articles, non-reputable conference proceedings, and duplicate publications. Through a structured selection process, 14 articles met the criteria and were synthesized into 4 thematic clusters. The results indicate that AI applications including adaptive learning systems, chatbots, big data analytics, and generative AI significantly improve student motivation, engagement, and conceptual understanding. Quantitatively, a very strong regression coefficient (r = 0.953) was found between AI utilization and learning effectiveness at the higher education level. AI is also proven to increase teachers’ efficiency in instructional material development and automated assessment. Nevertheless, AI implementation in Indonesia continues to face serious challenges: regional digital infrastructure disparities, insufficient digital literacy competence among teachers, and the urgency of AI ethics regulation. In conclusion, AI holds transformational potential to elevate national education quality, provided it is supported by robust policy regulations, equitable technical facilities, and continuous digital literacy training for educators.
Pengembangan Aplikasi Media Pembelajaran Bahasa Banggai–Indonesia Berbasis Web untuk Mendukung Pembelajaran Muatan Lokal di SMA Negeri 1 Banggai
Hervandi A. Sipada;
Christine Takarina Meitty Manoppo;
Merriam Modeong
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 2 (2026): EduTIK : April 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.67142/edutik.v6i2.440
ABSTRAK Bahasa Banggai merupakan bahasa daerah yang tergolong terancam punah dengan tingkat pemertahanan di ranah pendidikan yang hanya mencapai 6,11%, yang turut dipengaruhi oleh keterbatasan media pembelajaran interaktif dan alat bantu referensi yang memadai di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan aplikasi media pembelajaran Bahasa Banggai–Indonesia berbasis web sebagai sarana pendukung pembelajaran muatan lokal di SMA Negeri 1 Banggai. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model Prototyping yang bersifat iteratif dan berpusat pada pengguna, yang dilaksanakan melalui tiga siklus iterasi meliputi analisis kebutuhan, desain cepat, pembangunan purwarupa, evaluasi pengguna, dan penyempurnaan. Produk yang dihasilkan adalah aplikasi bernama Pandoi Banggai yang mengintegrasikan fitur kamus digital dua arah, modul materi, kuis interaktif berbasis gamifikasi, penerjemah kalimat, pelafalan audio (Text-to-Speech), papan peringkat, sistem kontribusi kosakata, serta panel manajemen multi-peran. Pengujian fungsionalitas menggunakan Black Box Testing terhadap 49 skenario menunjukkan tingkat keberhasilan 100%. Sebagai data pendukung kelayakan, validasi ahli bahasa memperoleh persentase sebesar 80% (Layak), validasi ahli media sebesar 93,8% (Sangat Layak), dan uji kepraktisan oleh 23 pengguna akhir memperoleh persentase 85,7% (Sangat Layak). Berdasarkan hasil tersebut, disimpulkan bahwa aplikasi Pandoi Banggai layak, fungsional, dan sangat praktis untuk digunakan sebagai media pembelajaran dalam upaya pelestarian Bahasa Banggai di lingkungan sekolah. ABSTRACT The Banggai language is classified as an endangered regional language, with a retention rate in the educational sphere of only 6.11%, which is influenced by the lack of interactive learning media and adequate reference tools in schools. This research aims to develop a web-based Banggai-Indonesian language learning media application as a supporting tool for local content learning at SMA Negeri 1 Banggai. This study employs Research and Development (R&D) using an iterative and user-centric Prototyping model, implemented through three iteration cycles including needs analysis, quick design, prototype construction, user evaluation, and refinement. The resulting product is an application named Pandoi Banggai, which integrates a two-way digital dictionary, learning modules, gamified interactive quizzes, sentence translator, audio pronunciation (Text-to-Speech), leaderboard, vocabulary crowdsourcing system, and a multi-role management panel. Functionality testing using Black Box Testing on 49 scenarios showed a 100% success rate. As supporting feasibility data, language expert validation obtained a percentage of 80% (Feasible), media expert validation of 93.8% (Highly Feasible), and the practicality test by 23 end-users yielded 85.7% (Highly Feasible). Based on these results, it is concluded that the Pandoi Banggai application is feasible, functional, and highly practical to be used as a learning medium for the preservation of the Banggai language in the school environment.
Pengembangan Sistem Presensi Siswa Berbasis Web di SMK Bina Karya Tobelo
Remon Pangkalangi;
Christine Takarina Meitty Manoppo;
Kebri Kein Mopudy Pajung
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 2 (2026): EduTIK : April 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.67142/edutik.v6i2.443
ABSTRAK Proses presensi siswa di SMK Bina Karya Tobelo masih dilakukan secara manual sehingga menyebabkan proses pencatatan kehadiran memerlukan waktu yang lama, rentan kesalahan, dan sulit dipantau oleh pihak sekolah maupun orang tua. Selain itu, penyampaian informasi ketidakhadiran siswa kepada orang tua belum dilakukan secara cepat dan terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem presensi siswa berbasis web menggunakan QR Code dinamis, validasi lokasi GPS, validasi perangkat, dan notifikasi WhatsApp kepada orang tua agar proses presensi menjadi lebih efektif dan terpantau. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model Prototyping yang meliputi pengumpulan kebutuhan, perancangan prototipe, pengkodean, pengujian, evaluasi, dan implementasi sistem. Sistem dikembangkan menggunakan framework Laravel dengan fitur QR Code dinamis, validasi lokasi GPS, validasi perangkat, dan notifikasi WhatsApp kepada orang tua. Pengujian sistem dilakukan menggunakan Black Box Testing dan menunjukkan seluruh fungsi sistem berjalan dengan baik. Evaluasi ahli sistem memperoleh persentase 100,00% dengan kategori sangat layak, ahli media memperoleh 100,00% dengan kategori sangat layak, dan evaluasi pengguna memperoleh 96,49% dengan kategori sangat layak. Hasil wawancara orang tua/wali menunjukkan bahwa notifikasi WhatsApp mudah dipahami, tepat waktu, dan membantu memantau kehadiran siswa. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa sistem presensi siswa berbasis web yang dikembangkan dinyatakan sangat layak dan dapat digunakan untuk mendukung proses presensi siswa di SMK Bina Karya Tobelo. ABSTRACT The student attendance process at SMK Bina Karya Tobelo is still conducted manually, causing the attendance recording process to require a long time, be prone to errors, and be difficult to monitor by the school and parents. In addition, the delivery of information regarding student absences to parents has not been carried out quickly and systematically. This study aims to develop a web-based student attendance system using dynamic QR Codes, GPS location validation, device validation, and WhatsApp notifications to parents so that the attendance process becomes more effective and monitored. The research uses the Research and Development (R&D) method with the Prototyping model, which includes requirements gathering, prototype design, coding, testing, evaluation, and system implementation. The system was developed using the Laravel framework with dynamic QR Code features, GPS location validation, device validation, and WhatsApp notifications to parents. System testing was carried out using Black Box Testing and showed that all system functions ran well. The system expert evaluation obtained a percentage of 100.00% with a very feasible category, the media expert evaluation obtained 100.00% with a very feasible category, and the user evaluation obtained 96.49% with a very feasible category. The results of interviews with parents/guardians showed that WhatsApp notifications were easy to understand, timely, and helped monitor student attendance. Thus, it can be concluded that the developed web-based student attendance system is declared very feasible and can be used to support the student attendance process at SMK Bina Karya Tobelo.
Analisis Kesiapan Laboratorium Jaringan di Sulawesi Utara Menggunakan Machine Learning
Glenn D. P. Maramis;
Kristofel Santa;
Amran Panjaitan
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 3 (2026): EduTIK : Juni 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.67142/edutik.v6i3.446
ABSTRAK Ketimpangan kualitas laboratorium jaringan pada SMK Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) di Sulawesi Utara menghambat upaya pemerataan kualitas pendidikan vokasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan mengelompokkan tingkat kesiapan laboratorium jaringan pada 37 SMK di wilayah Manado, Tomohon, Minahasa, dan Minahasa Utara menggunakan metode K-Means Clustering. Data dikumpulkan melalui kuesioner terhadap 228 responden (kepala program, guru produktif, pengelola laboratorium, dan siswa) serta observasi lapangan. Tahapan penelitian mengikuti kerangka Knowledge Discovery in Database (KDD): seleksi data, data cleaning, transformasi, data mining, hingga interpretasi hasil. Penentuan jumlah cluster optimal dilakukan menggunakan Elbow Method, sedangkan kualitas clustering dievaluasi menggunakan Silhouette Coefficient. Hasil analisis mengidentifikasi tiga cluster kesiapan: Cluster 2 (Sangat Siap) sebanyak 22 sekolah (59,5%), Cluster 1 (Siap) sebanyak 12 sekolah (32,4%), dan Cluster 0 (Kurang Siap) sebanyak 3 sekolah (8,1%). Evaluasi dengan Silhouette Score menghasilkan nilai 0,1804 yang menunjukkan cluster terbentuk secara positif dan dapat membedakan karakteristik antar kelompok. Temuan ini memberikan dasar yang objektif bagi Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Utara untuk menetapkan prioritas pengembangan fasilitas laboratorium secara lebih tepat sasaran. ABSTRACT The disparity in the quality of network laboratories in Computer and Network Engineering (TKJ) vocational high schools (SMK) in North Sulawesi hinders efforts to equalize vocational education quality. This study aims to analyze and classify the network laboratory readiness levels of 37 SMKs in Manado, Tomohon, Minahasa, and North Minahasa using K-Means Clustering. Data were collected via questionnaires from 228 respondents (program heads, productive teachers, laboratory managers, and students) alongside direct field observations. The research followed the Knowledge Discovery in Database (KDD) framework: data selection, data cleaning, transformation, data mining, and result interpretation. The optimal number of clusters was determined using the Elbow Method, while clustering quality was evaluated using the Silhouette Coefficient. The analysis identified three readiness clusters: Cluster 2 (Very Ready) with 22 schools (59.5%), Cluster 1 (Ready) with 12 schools (32.4%), and Cluster 0 (Not Ready) with 3 schools (8.1%). The Silhouette Score of 0.1804 indicates that the clusters were formed positively and can distinguish inter-group characteristics. These findings provide an objective basis for the North Sulawesi Provincial Education Office to prioritize laboratory facility development more effectively.
Analisis Strategi Komunikasi Affiliator Dalam Konten Promo Tanggal Kembar (Studi Pada Akun TikTok Eddena Store)
Shekina Naomi Sherafim Mesah;
Helen Diana Vida
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 3 (2026): EduTIK : Juni 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.67142/edutik.v6i3.447
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi marketing affiliate dalam memanfaatkan momentum promo tanggal kembar di tahun 2025 pada akun TikTok @Eddena_Store. Fokus penelitian ini menyoroti bagaimana bisnis produk alat kesehatan yang kaku dan formal dikomunikasikan secara persuasif di platform media sosial TikTok. Menggunakan metode kualitatif studi pada akun TikTok, data dikumpulkan melalui observasi digital serta wawancara mendalam bersama pihak internal (afiliator dan admin) dan empat penonton. Hasil penelitian yang dianalisis menggunakan konsep The Circular Model of SoMe menunjukkan bahwa pada pilar Share, Optimize, dan Manage, Eddena Sore berhasil membangun kepercayaan publik lewat kombinasi validitas data dan storytelling personal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun teknik simplifikasi pesan dan promosi efektif mendongkrak minat beli, hambatan komunikasi saat promo besar tetap memaksa konsumen bergerak mandiri demi mendapatkan kejelasan informasi produk yang dibutuhkan. ABSTRACT This study aims to analyze the affiliate marketing communication strategies used to capitalize on the promotional momentum of double-digit dates in 2025 on the TikTok account @Eddena_Store. The focus of this study highlights how a business selling rigid and formal health products is communicated persuasively on the TikTok social media platform. Using a qualitative study method on the TikTok account, data was collected through digital observation as well as in-depth interviews with internal parties (affiliates and admins) and four viewers. The research findings, analyzed using the Circular Model of Social Media, indicate that within the Share, Optimize, and Manage pillars, Eddena Store successfully built public trust through a combination of data validity and personal storytelling. This study concludes that while message simplification and promotional techniques effectively boost purchase interest, communication barriers during major promotions still force consumers to take matters into their own hands to obtain the product information they need.
Strategi Personal Branding di Akun Instagram @aliciaeva9 dalam Pembentukan Identitas Profesional
Amalia Syahrani Henry;
Amiruddin Saleh;
Harvia Atika Zahira
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 3 (2026): EduTIK : Juni 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.67142/edutik.v6i3.448
ABSTRAK Penelitian ini mengkaji strategi personal branding akun Instagram @aliciaeva9 dalam pembentukan identitas profesional di ruang digital. Di tengah dominasi media sosial dalam kehidupan Generasi Z, Instagram berkembang menjadi platform utama untuk mengkonstruksi citra diri secara strategis. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi personal branding yang digunakan, representasi identitas profesional, respons audiens, dan kontribusinya terhadap pembentukan identitas profesional. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi nonpartisipan terhadap 14 konten yang diunggah selama April 2026 dan wawancara semi-terstruktur dengan lima informan mahasiswi berusia 19-22 tahun yang dipilih secara purposif. Analisis data menggunakan model interaktif Miles et al. (2014), serta keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber dan teknik. Kerangka analisis berlandaskan pada teori Dramaturgi Goffman (1959) dan delapan elemen personal branding Montoya (2002). Hasil penelitian menunjukkan bahwa @aliciaeva9 membangun identitas profesional melalui empat strategi utama: konsistensi konten berbasis self-development (71% dari total unggahan), pemanfaatan gaya bahasa relatable yang autentik, kolaborasi strategis figur profesional dan brand relevan, serta ekspansi platform melalui podcast dan entrepreneurship. Konten bertema overthinking dan confidence menghasilkan engagement tertinggi, mencapai 173 ribu dan 80 ribu likes. Audiens merespons positif dengan merasa termotivasi dan terinspirasi, yang secara langsung memperkuat identitas profesional pemilik akun sebagai figur self-empowerment bagi Generasi Z. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi analisis konten nyata dengan perspektif audiens dalam satu kerangka teoritis yang komprehensif untuk konteks kreator digital Indonesia. ABSTRACT This study examines the personal branding strategies of the Instagram account @aliciaeva9 in shaping professional identity in the digital space. Amid the dominance of social media in the lives of Generation Z, Instagram has emerged as a primary platform for strategically constructing one’s self-image. This study aims to analyze the personal branding strategies employed, the representation of professional identity, audience responses, and their contribution to the formation of professional identity. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through non-participant observation of 14 posts uploaded during April 2026 and semi-structured interviews with five female college students aged 19–22 who were purposively selected. Data analysis employed the interactive model by Miles et al. (2014), and data validity was ensured through triangulation of sources and techniques. The analytical framework was grounded in Goffman’s (1959) Dramaturgy theory and Montoya’s (2002) eight elements of personal branding. The research findings indicate that @aliciaeva9 builds her professional identity through four key strategies: consistent self-development-focused content (71% of total posts), the use of an authentic and relatable writing style, strategic collaborations with relevant professionals and brands, and platform expansion through podcasts and entrepreneurship. Content centered on overthinking and confidence generated the highest engagement, reaching 173,000 and 80,000 likes, respectively. The audience responded positively, feeling motivated and inspired, which directly reinforces the account owner’s professional identity as a figure of self-empowerment for Generation Z. The novelty of this research lies in the integration of real-world content analysis with audience perspectives within a comprehensive theoretical framework for the context of Indonesian digital creators.
Perilaku Komunikasi Siswa dalam Peristiwa Perundungan (Studi Kasus di Sekolah Dasar Negeri 2 Jati Mulyo, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan)
Alya Ulfa Dwi Asri;
Wawan Hernawan;
Budhi Waskito
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 3 (2026): EduTIK : Juni 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.67142/edutik.v6i3.449
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara mendalam perilaku komunikasi siswa dalam peristiwa perundungan yang terjadi di lingkungan Sekolah Dasar Negeri 2 Jati Mulyo. Perundungan pada jenjang sekolah dasar muncul dalam bentuk verbal, fisik, maupun sosial dan berkaitan erat dengan interaksi siswa yang berlangsung secara berulang serta ketidakseimbangan kekuasaan antara pelaku dan korban. Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif dengan metode studi kasus dan menggunakan teori komunikasi interpersonal yang menekankan lima indikator utama: keterbukaan, empati, dukungan, sikap positif, dan kesetaraan. Informan penelitian terdiri dari guru kelas sebagai pengamat langsung, siswa pelaku, siswa korban, dan siswa saksi yang mengetahui peristiwa perundungan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku komunikasi pelaku perundungan ditandai dengan penggunaan bahasa kasar, ejekan, intimidasi nonverbal, dan kecenderungan mendominasi teman sebaya. Perilaku tersebut diketahui karena lingkungan pertemanan, kurangnya pengawasan guru, dan minimnya pemahaman siswa mengenai batasan komunikasi. Sementara itu, korban menunjukkan perilaku komunikasi yang tertutup, pasif, dan menghindar akibat tekanan psikologis seperti rasa takut, cemas, dan rendah diri. Faktor lingkungan sekolah terutama karena belum adanya program pencegahan yang terstruktur serta ketiadaan guru bimbingan dan konseling. Oleh karena itu, peran guru sebagai komunikator interpersonal sangat penting untuk memberikan dukungan, membangun komunikasi positif, serta menanamkan nilai empati dan keterbukaan. ABSTRACT This research aims to gain in-depth understanding of student communication behavior during bullying incidents at Jati Mulyo 2 Public Elementary School. Bullying at the elementary school level occurs in verbal, physical, and social forms and is closely related to repeated student interactions and an imbalance of power between the perpetrator and the victim. The research approach uses a qualitative method with a case study method and utilizes interpersonal communication theory that emphasizes five main indicators: openness, empathy, support, positive attitudes, and equality. Research informants consisted of classroom teachers as direct observers, student perpetrators, student victims, and student witnesses who witnessed the bullying incidents. Data were collected through in-depth interviews, participant observation, and documentation. The results showed that the communication behavior of bullies was characterized by the use of harsh language, teasing, nonverbal intimidation, and a tendency to dominate peers. This behavior was known to be due to the environment of friends, lack of teacher supervision, and students' minimal understanding of communication boundaries. Meanwhile, victims exhibited closed, passive, and avoidant communication behavior due to psychological pressures such as fear, anxiety, and low self-esteem. School environmental factors were primarily due to the lack of a structured prevention program and the absence of guidance and counseling teachers. Therefore, the role of teachers as interpersonal communicators is very important to provide support, build positive communication, and instill the values of empathy and openness.
Strategi Komunikasi dalam Pembentukan Perilaku Disiplin Siswa (Studi Kasus pada Sekolah Menengah Atas Fransiskus Bandar Lampung)
Dhollinca Cornikova SA;
Wawan Hernawan;
Budhi Waskito
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 3 (2026): EduTIK : Juni 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.67142/edutik.v6i3.450
ABSTRAK Penelitian ini membahas strategi komunikasi yang diterapkan oleh pihak sekolah dalam pembentukan perilaku disiplin siswa di SMA Fransiskus Bandar Lampung. Pembentukan disiplin siswa merupakan bagian penting dalam proses pendidikan karena berkaitan dengan pembentukan karakter, tanggung jawab, dan kepatuhan terhadap tata tertib sekolah. Strategi komunikasi yang diterapkan sekolah berperan dalam menyampaikan nilai, norma, serta aturan yang berlaku agar dapat dipahami dan diinternalisasi oleh siswa secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi yang digunakan dalam pembinaan disiplin siswa, mengidentifikasi bentuk-bentuk komunikasi yang diterapkan, serta mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan strategi tersebut. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah, guru, wali kelas, serta siswa. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi komunikasi yang diterapkan mencakup komunikasi verbal, tertulis, dan nonverbal yang dilaksanakan secara terencana dan berkelanjutan. Komunikasi tersebut tidak hanya berfungsi sebagai penyampaian aturan, tetapi juga sebagai proses pembinaan dan internalisasi nilai disiplin. Efektivitas strategi komunikasi dipengaruhi oleh konsistensi pendidik, keteladanan, kerja sama antar warga sekolah, serta lingkungan sekolah yang kondusif. Namun demikian, masih terdapat hambatan berupa perbedaan karakter siswa, pengaruh lingkungan luar, serta tingkat kesadaran disiplin yang belum merata. ABSTRACT This study discusses the communication strategies implemented by the school in fostering student discipline at Fransiskus High School in Bandar Lampung. Fostering student discipline is an important part of the educational process because it is related to character building, responsibility, and compliance with school regulations. The communication strategies implemented by the school play a role in conveying values, norms, and applicable rules so that they can be effectively understood and internalized by students. This study aims to analyze the communication strategies used in fostering student discipline, identify the forms of communication implemented, and identify supporting and inhibiting factors in the implementation of these strategies. The approach used in this study is a qualitative approach with a case study method. Data were obtained through in-depth interviews, observation, and documentation involving the principal, teachers, homeroom teachers, and students. The results of the study indicate that the communication strategies implemented include verbal, written, and nonverbal communication that is implemented in a planned and continuous manner. This communication not only functions as a means of conveying rules but also as a process of fostering and internalizing disciplinary values. The effectiveness of communication strategies is influenced by the consistency of educators, role models, cooperation among school members, and a conducive school environment. However, there are still obstacles in the form of differences in student character, external environmental influences, and uneven levels of disciplinary awareness.
Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif pada Mata Pelajaran Informatika Kelas X di SMK Negeri 8 Manado
Fransosco Z. Frans;
Olivia Eunike Selvie Liando;
Indra Rianto
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 2 (2026): EduTIK : April 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.67142/edutik.v6i2.451
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran interaktif pada mata pelajaran Informatika kelas X di SMK Negeri 8 Manado guna meningkatkan efektivitas proses pembelajaran, keterlibatan peserta didik, serta mempermudah pemahaman materi. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kebutuhan akan media pembelajaran yang lebih menarik, interaktif, dan sesuai dengan perkembangan teknologi digital di lingkungan pendidikan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Research and Development (R&D) dengan menggunakan model pengembangan yang meliputi tahap analisis kebutuhan, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Media pembelajaran dikembangkan dengan memanfaatkan teknologi multimedia yang mengintegrasikan teks, gambar, animasi, audio, dan interaksi pengguna sehingga menciptakan pengalaman belajar yang lebih aktif dan menarik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran interaktif yang dikembangkan telah memenuhi aspek kelayakan berdasarkan penilaian ahli materi dan ahli media serta memperoleh respons positif dari peserta didik. Penggunaan media pembelajaran ini membantu meningkatkan minat belajar, mempermudah pemahaman konsep Informatika, serta mendukung proses pembelajaran yang lebih efektif dan efisien. Dengan demikian, media pembelajaran interaktif pada mata pelajaran Informatika kelas X di SMK Negeri 8 Manado layak digunakan sebagai salah satu media pendukung pembelajaran di sekolah ABSTRACT This research aims to develop interactive learning media for Informatics, grade 10 students at SMK Negeri 8 Manado, to improve the effectiveness of the learning process, enhance student engagement, and facilitate understanding of the material. The background of this research is based on the need for more engaging, interactive learning media, and in line with the development of digital technology in educational environments. The research method used is Research and Development (R&D), employing a development model that includes needs analysis, design, development, implementation, and evaluation. The learning media was developed utilizing multimedia technology that integrates text, images, animation, audio, and user interaction, creating a more active and engaging learning experience. The results indicate that the developed interactive learning media met the feasibility criteria based on assessments by material and media experts and received positive feedback from students. The use of this learning media helps increase learning interest, facilitates understanding of Informatics concepts, and supports a more effective and efficient learning process. Therefore, interactive learning media for Informatics, grade 10 students at SMK Negeri 8 Manado, is suitable for use as a learning support tool in schools.
Pemanfaatan Artificial Intelligence dalam Mendukung Analisis Konten oleh Mahasiswa Program Studi Komunikasi Digital dan Media
Olive Geraldine Christianinggrum;
Leonard Dharmawan;
Athaullah Sikumbang
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 3 (2026): EduTIK : Juni 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.67142/edutik.v6i3.454
ABSTRAK Perkembangan teknologi digital mendorong pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam aktivitas akademik, termasuk analisis konten komunikasi. Penelitian ini bertujuan mengkaji pemanfaatan AI serta mengeksplorasi persepsi mahasiswa terhadap perannya dalam proses analisis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap mahasiswa Program Studi Komunikasi Digital dan Media IPB University. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI mendukung proses eksplorasi ide, pengolahan data, interpretasi konten, dan penulisan akademik. Mahasiswa menilai AI mampu meningkatkan efisiensi, memperluas perspektif, dan meningkatkan kualitas analisis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa AI berfungsi sebagai alat pendukung yang perlu diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis, literasi digital, dan keterlibatan aktif mahasiswa. ABSTRACT The rapid development of digital technology has encouraged the use of Artificial Intelligence (AI) in academic activities, including communication content analysis. This study aims to examine the utilization of AI and explore students’ perceptions of its role in the analysis process. Using a qualitative case study approach, data were collected through in-depth interviews with Digital Communication and Media students at IPB University. The findings show that AI supports idea generation, data processing, content interpretation, and academic writing. Students perceive AI as improving efficiency, expanding perspectives, and enhancing analysis quality. The study concludes that AI functions as a supporting tool and should be complemented by critical thinking, digital literacy, and active student involvement.