cover
Contact Name
Stralen Pratasik
Contact Email
stralente@unima.ac.id
Phone
+6285124006074
Journal Mail Official
edutik@unima.ac.id
Editorial Address
Jl. Kampus Unima, Tonsaru, Tondano Sel., Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara 95618
Location
Kab. minahasa,
Sulawesi utara
INDONESIA
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi
ISSN : 2798141X     EISSN : 2798141X     DOI : -
Jurnal Edutik merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Manado. Jurnal ini hadir sebagai wadah bagi para akademisi, peneliti, dan praktisi untuk mempublikasikan hasil penelitian yang berkontribusi dalam pengembangan keilmuan di bidang Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi, Teknik Informatika, Teknologi Komunikasi, serta Ilmu Komunikasi. Dengan semangat untuk mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, Jurnal Edutik memberikan ruang bagi berbagai kajian yang berfokus pada inovasi dan penerapan teknologi dalam dunia pendidikan, perkembangan di bidang teknik informatika, serta dinamika komunikasi berbasis teknologi, termasuk isu-isu terkini yang berkaitan dengan kebijakan pendidikan berbasis digital, kecerdasan buatan dalam pembelajaran, keamanan data dalam sistem pendidikan modern, dan transformasi komunikasi digital di era informasi. Ruang lingkup Jurnal Edutik mencakup berbagai aspek dalam ranah Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi, termasuk pengembangan kurikulum berbasis teknologi, model pembelajaran digital, strategi implementasi e-learning yang efektif, serta teknologi pendidikan adaptif. Selain itu, jurnal ini juga mengakomodasi penelitian dalam bidang Teknik Informatika, yang meliputi Rekayasa Perangkat Lunak dengan fokus pada metode pengembangan agile, kecerdasan buatan dalam rekayasa perangkat lunak, serta integrasi cloud computing; Sistem Informasi, yang mencakup pengelolaan big data, keamanan sistem informasi, serta optimalisasi sistem berbasis blockchain; Jaringan dan Keamanan Komputer, yang menyoroti keamanan siber, deteksi ancaman siber berbasis AI, serta optimasi infrastruktur jaringan; serta Sistem Pendukung Keputusan, yang berfokus pada penerapan machine learning dalam pengambilan keputusan, sistem rekomendasi berbasis data, serta penerapan Internet of Things (IoT) dalam otomatisasi keputusan. Dalam ranah Teknologi Komunikasi, jurnal ini mencakup topik-topik seperti pengembangan infrastruktur komunikasi digital, teknologi 5G dan evolusi jaringan masa depan, integrasi media sosial dalam pengelolaan informasi, serta pemanfaatan platform komunikasi berbasis AI dalam interaksi sosial dan pendidikan. Sedangkan dalam bidang Ilmu Komunikasi, ruang lingkup meliputi kajian komunikasi digital, strategi komunikasi di era media baru, komunikasi antar budaya berbasis teknologi, penggunaan media digital dalam kampanye sosial dan pendidikan, serta dinamika perilaku komunikasi dalam masyarakat berbasis teknologi. Sebagai jurnal yang berorientasi pada perkembangan teknologi dan inovasi, Jurnal Edutik juga membuka peluang publikasi bagi penelitian terkait e-Government, termasuk transformasi digital dalam pelayanan publik, kebijakan keamanan data pemerintahan, serta pengelolaan administrasi berbasis AI; Aplikasi Mobile, dengan cakupan pengembangan aplikasi berbasis UI/UX, implementasi augmented reality dan virtual reality, serta aplikasi berbasis kesehatan dan pendidikan. Dengan cakupan yang luas dan multidisipliner, jurnal ini diharapkan menjadi referensi utama bagi para akademisi dan praktisi yang ingin menggali lebih dalam tentang peran teknologi dalam meningkatkan efektivitas pendidikan, pengembangan sistem berbasis digital, serta transformasi komunikasi modern. Melalui publikasi yang berkualitas, Jurnal Edutik berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam penguatan keilmuan dan kemajuan teknologi di era digital.
Articles 356 Documents
Strategi Komunikasi Pengemasan Konten Bermuatan Budaya Lokal Lampung di Platform Instagram (Studi pada @lampuung) Jepri; Noning Verawati; Wawan Hernawan
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 4 (2026): EduTIK : Agustus 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i4.525

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh paradoks pada akun Instagram @Lampuung milik Lampung Geh: meski minat generasi muda terhadap budaya lokal Lampung masih rendah, konten budaya yang diproduksi justru meraih 5,25 juta views dari 26 reels sepanjang 2025 dengan 686 ribu followers. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan teknik pengemasan konten bermuatan budaya lokal Lampung pada akun @Lampuung melalui proses pra-produksi, produksi, dan distribusi, serta menganalisis strategi komunikasi yang diterapkan Lampung Geh agar konten tersebut menarik bagi audiens digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-eksploratif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur dengan informan kunci, informan utama, dan informan pendukung, dilengkapi observasi non-partisipan dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman dengan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik pengemasan konten Lampung Geh terbangun melalui tiga proses yang berkesinambungan: brainstorming kolektif dan konsultasi tokoh adat pada pra-produksi; sinematografi dokumenter, identitas visual baku, dan struktur storytelling hook-isi-penutup pada produksi; serta penjadwalan rutin, sapaan khas “Sekelik”, dan tagar berlapis pada distribusi. Dianalisis melalui lima elemen Lasswell, strategi komunikasi Lampung Geh memadukan kredibilitas media berbadan hukum dengan pendekatan kreator digital untuk menjangkau audiens muda usia 18–35 tahun secara inklusif, menghasilkan peningkatan kesadaran budaya yang melampaui platform digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi pengemasan konten budaya lokal yang efektif adalah yang mampu menyelaraskan keaslian unsur budaya dengan karakteristik media baru. ABSTRACT This research is motivated by a paradox on the Instagram account @Lampuung, managed by Lampung Geh: although youth interest in local Lampung culture remains low, the cultural content produced has generated 5.25 million views from 26 reels throughout 2025, with 686,000 followers. This research aims to describe the content packaging techniques applied on the @Lampuung account through the pre-production, production, and distribution processes, and to analyze the communication strategy applied by Lampung Geh to make the content attractive to digital audiences. This research uses a qualitative descriptive-exploratory approach with a case study design. Data were collected through in-depth semi-structured interviews with key, main, and supporting informants, complemented by non-participant observation and documentation studies, then analyzed using the Miles and Huberman interactive model with triangulation. The results show that Lampung Geh's content packaging technique is built through three interconnected processes: collective brainstorming and consultation with traditional leaders in pre-production; documentary cinematography, a standardized visual identity, and a hook-content-closing storytelling structure in production; and a regular posting schedule, the distinctive “Sekelik” greeting, and layered hashtags in distribution. Analyzed through Lasswell's five communication elements, Lampung Geh's communication strategy combines the credibility of a legally registered media outlet with a digital content creator approach to inclusively reach young audiences aged 18–35, resulting in increased cultural awareness that extends beyond the digital platform. This research concludes that an effective local cultural content packaging strategy is one that aligns the authenticity of cultural elements with the characteristics of new media.
Pengaruh Konten Promosi di Instagram terhadap Minat Menonton Festival Musik Bogoria 2025 Gusti Alif Ramadhan; Yusalina
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 4 (2026): EduTIK : Agustus 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i4.526

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konten promosi di Instagram terhadap minat menonton Festival Musik Bogoria 2025. Instagram merupakan salah satu media sosial yang efektif sebagai sarana pemasaran digital dalam membangun ketertarikan masyarakat terhadap suatu acara melalui penyampaian informasi yang menarik, informatif, dan interaktif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 50 responden yang merupakan pengguna aktif Instagram dan termasuk dalam target audiens Festival Musik Bogoria 2025. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linier sederhana, uji F, dan koefisien determinasi dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konten promosi di Instagram berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat menonton Festival Musik Bogoria 2025. Nilai koefisien regresi sebesar 0,772 dengan tingkat signifikansi 0,000 (<0,05) menunjukkan bahwa hipotesis penelitian diterima. Nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,545 mengindikasikan bahwa konten promosi di Instagram mampu menjelaskan 54,5% variasi minat menonton Festival Musik Bogoria 2025, sedangkan 45,5% sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar penelitian. Peningkatan kualitas konten promosi yang menarik, informatif, dan relevan berkontribusi terhadap meningkatnya minat masyarakat untuk menghadiri Festival Musik Bogoria 2025. Instagram berperan sebagai media promosi yang efektif dalam membangun ketertarikan calon penonton dan meningkatkan minat masyarakat untuk menghadiri festival musik. ABSTRACT This study aims to analyse the influence of promotional content on Instagram on interest in attending the 2025 Bogoria Music Festival. Instagram is an effective social media platform for digital marketing, serving to build public interest in an event through the dissemination of engaging, informative and interactive content. This study employs a quantitative approach using a survey method involving 50 respondents who are active Instagram users and form part of the target audience for the 2025 Bogoria Music Festival. The sampling technique utilised was purposive sampling. Data analysis was carried out using validity tests, reliability tests, classical assumption tests, simple linear regression analysis, the F-test, and the coefficient of determination, with the aid of SPSS software. The results of the study indicate that promotional content on Instagram has a positive and significant effect on interest in attending the 2025 Bogoria Music Festival. A regression coefficient of 0.772 with a significance level of 0.000 (<0.05) indicates that the research hypothesis is accepted. The coefficient of determination (R-squared) of 0.545 indicates that promotional content on Instagram explains 54.5 per cent of the variation in interest in attending the 2025 Bogoria Music Festival, whilst the remaining 45.5 per cent is influenced by other factors outside the scope of this study. Improving the quality of promotional content to make it more engaging, informative and relevant contributes to an increase in public interest in attending the Music Festival.
Efektivitas Strategi Komunikasi Pemasaran Word of Mouth terhadap Peningkatan Keputusan Konsumen dalam Pembelian Stik Biliar di Billiard Consignment Inzagie Angsana; Budhi Waskito; M Denu Poyo
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 4 (2026): EduTIK : Agustus 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i4.527

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh strategi komunikasi pemasaran melalui Word of Mouth (WOM), Instagram, dan Live TikTok terhadap keputusan pembelian stik billiard di Billiard Consignment, Kota Tangerang. Latar belakang penelitian didasari oleh ketatnya persaingan penjualan stik billiard antar toko di Kota Tangerang, serta terbatasnya kajian kuantitatif mengenai efektivitas integrasi WOM dan media sosial digital secara bersamaan dalam mendorong keputusan pembelian pada segmen olahraga rekreasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui kuesioner skala Likert 1–4 kepada 62 responden member Billiard Consignment yang pernah membeli stik billiard, menggunakan teknik purposive sampling dari populasi 73 orang. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji asumsi klasik, serta regresi linear sederhana dan berganda dengan SPSS 29. Hasil analisis deskriptif menunjukkan seluruh variabel berada pada kategori tinggi: WOM (3,17), Instagram (3,16), Live TikTok (3,15), dan keputusan pembelian (3,20). Secara parsial, ketiga variabel berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian dengan nilai t hitung masing-masing: WOM (5,498), Instagram (4,721), dan Live TikTok (3,475), seluruhnya signifikan pada p<0,001. Secara simultan, ketiga variabel mampu menjelaskan 58,9% variasi keputusan pembelian (R²=0,589; F=27,662; p<0,001). Word of Mouth merupakan variabel paling dominan dengan Standardized Beta tertinggi (β=0,477), diikuti Instagram (β=0,403) dan Live TikTok (β=0,305). Temuan ini mengimplikasikan bahwa strategi komunikasi pemasaran terpadu yang menempatkan WOM sebagai tulang punggung, didukung Instagram untuk informasi produk dan Live TikTok untuk interaksi real-time, merupakan pendekatan paling efektif dalam meningkatkan keputusan pembelian di industri perlengkapan olahraga billiard. ABSTRACT This study aims to analyze the influence of Word of Mouth (WOM), Instagram, and Live TikTok marketing communication strategies on consumer purchasing decisions for billiard cues at Billiard Consignment, Tangerang City. The study is motivated by intense competition among billiard cue retailers in Tangerang and the limited quantitative research examining the integrated effectiveness of WOM and digital social media simultaneously in driving purchasing decisions in the recreational sports segment. A quantitative survey approach was employed using Likert 1–4 scale questionnaires distributed to 62 respondents who are Billiard Consignment members and have purchased billiard cues, selected through purposive sampling from a population of 73 people. Data were analyzed using descriptive statistics, classical assumption tests, and simple and multiple linear regression with SPSS 29. Descriptive analysis results show all variables at a high category: WOM (3.17), Instagram (3.16), Live TikTok (3.15), and purchasing decision (3.20). Partially, all three variables have a positive and significant effect on purchasing decisions with t-values of: WOM (5.498), Instagram (4.721), and Live TikTok (3.475), all significant at p<0.001. Simultaneously, the three variables explain 58.9% of the variance in purchasing decisions (R²=0.589; F=27.662; p<0.001). Word of Mouth is the most dominant variable with the highest Standardized Beta (β=0.477), followed by Instagram (β=0.403) and Live TikTok (β=0.305). These findings imply that an integrated marketing communication strategy positioning WOM as the backbone, supported by Instagram for product information and Live TikTok for real-time interaction, is the most effective approach for increasing purchasing decisions in the billiard sports equipment industry.
Penerapan Siklus Plan–Do–Check–Act (PDCA) untuk Manajemen Mutu Adaptif pada Proyek Renovasi Bangunan Komersial Ricky Bonifasius Sumendap; Frits Ontang Poedjianto Siregar; Jermias Tjakra
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 4 (2026): EduTIK : Agustus 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i4.528

Abstract

ABSTRAK              Proyek renovasi bangunan komersial skala kecil-menengah di daerah menghadapi ketidakpastian yang tinggi karena kondisi eksisting yang baru terungkap sepenuhnya selama pelaksanaan, keterbatasan pasokan material lokal, kebutuhan mempertahankan operasi bisnis selama konstruksi, serta perubahan lingkup pekerjaan. Metode pengendalian mutu yang kompleks dan berbasis data intensif seringkali tidak proporsional bagi kontraktor perseorangan berskala kecil. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan mengevaluasi penerapan siklus Plan-Do-Check-Act (PDCA) sebagai pendekatan pengendalian mutu yang ringan dan adaptif pada studi kasus renovasi ruko menjadi kafe (Rumah Kopi Tanjung Batu, Tomohon) yang tetap beroperasi selama masa konstruksi sekitar empat bulan. Metode penelitian bersifat studi kasus kualitatif-deskriptif, memanfaatkan dokumentasi proyek, catatan pelaksanaan pekerjaan interior dan fasad, serta perbandingan konseptual PDCA dengan empat metode alternatif (Root Cause Analysis, Six Sigma/DMAIC, Total Quality Management, dan Failure Mode and Effects Analysis) berdasarkan kriteria kebutuhan sumber daya, keahlian, biaya, integrasi keselamatan dan kesehatan kerja (K3), serta kesesuaian skala proyek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PDCA dipilih karena kesederhanaan penerapan, biaya rendah, sifat iteratif yang sesuai dengan dinamika lapangan, serta kemampuannya mengintegrasikan pertimbangan K3 pada tahap perencanaan dan pemeriksaan. Pemanfaatan pemodelan tiga dimensi sederhana turut mendukung koordinasi dan mengurangi ambiguitas desain. Penelitian ini menyimpulkan bahwa PDCA dapat diposisikan sebagai mekanisme pembelajaran organisasi yang ringan bagi kontraktor kecil dalam mengelola ketidakpastian renovasi, meskipun klaim efektivitasnya masih bersifat deskriptif dan memerlukan indikator terukur pada penelitian lanjutan. ABSTRACT              Small-to-medium-scale commercial renovation projects in regional areas face substantial uncertainty arising from existing building conditions that are only fully revealed during construction, limited availability of local materials, the need to sustain business operations throughout construction, and mid-project scope changes. Complex, data-intensive quality management methods are often disproportionate to the resource capacity of small, individually owned contracting firms. This study aims to describe and evaluate the application of the Plan-Do-Check-Act (PDCA) cycle as a lightweight and adaptive quality-control approach in a case study of a shophouse-to-cafe renovation (Rumah Kopi Tanjung Batu, Tomohon) that remained operational throughout an approximately four-month construction period. A qualitative descriptive case-study method was employed, drawing on project documentation and interior and facade work records, and comparing PDCA conceptually against four alternative methods, Root Cause Analysis, Six Sigma/DMAIC, Total Quality Management, and Failure Mode and Effects Analysis, using criteria of resource requirements, expertise, cost, integration of occupational health and safety (OHS), and suitability for project scale. The results show that PDCA was selected for its ease of implementation, low cost, iterative nature suited to dynamic site conditions, and its capacity to integrate OHS considerations within the Plan and Check phases. The use of simple three-dimensional modelling further supported coordination and reduced design ambiguity. The study concludes that PDCA can be positioned as a lightweight organizational-learning mechanism for small contractors managing renovation uncertainty, although claims of effectiveness remain descriptive and require measurable indicators in future research.
Perilaku Komunikasi Anak Single Parent (Studi Kasus di Kelurahan Labuhan Dalam, Bandar Lampung) Mutmainah Mutmainah; Wawan Hernawan; Noning Verawati
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 4 (2026): EduTIK : Agustus 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i4.553

Abstract

ABSTRAK              Meningkatnya jumlah keluarga single parent di Kelurahan Labuhan Dalam Bandar Lampung, menjadi fenomena sosial yang penting dikaji. Orang tua tunggal menjalankan peran ganda sebagai pencari nafkah dan pengasuh utama. Kondisi ini berkaitan perilaku komunikasi anak dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan mengetahui perilaku komunikasi anak single parent di Kelurahan Labuhan Dalam Bandar Lampung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Informan dipilih secara purposif dan snowball sampling, meliputi anak, orang tua tunggal, serta informan pendukung. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian menemukan bahwa komunikasi yang terbuka, hangat, dan mendukung membuat anak lebih percaya diri serta mampu menjalin hubungan sosial yang baik. Sebaliknya, keterbatasan waktu orang tua akibat tuntutan ekonomi mengurangi intensitas komunikasi sehingga sebagian anak cenderung tertutup dan sulit mengekspresikan perasaan. Meskipun demikian, orang tua tunggal tetap berupaya membangun kedekatan emosional melalui komunikasi interpersonal yang positif sehingga hubungan orang tua dan anak tetap terjalin baik. ABSTRACT              The increasing number of single-parent families in Labuhan Dalam, Bandar Lampung, has become an important social issue. Single parents perform dual roles as breadwinners and primary caregivers, which is closely related to children's communication behavior. This study aims to examine the communication behavior of children from single-parent families in Labuhan Dalam, Bandar Lampung. This study employed a qualitative case study approach. Informants were selected through purposive and snowball sampling. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, then analyzed using data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings show that open, warm, and supportive communication helps children become more confident and build positive social relationships. However, parents' limited time due to economic demands reduces communication, making some children more reserved. Despite this, single parents continue to foster emotional closeness through positive interpersonal communication, maintaining good parent–child relationships.
Pengaruh Identitas Digital dan Kehidupan Nyata terhadap Pembentukan Opini Publik (Studi Kasus pada Media Sosial Komunitas Putri Hijabfluencer Lampung) Della Natalia; Wawan Hernawan; Hanindyalaila Pienrasmi
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 4 (2026): EduTIK : Agustus 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i4.529

Abstract

ABSTRAK  Pertumbuhan pesat media sosial telah mengubah cara individu berinteraksi dan bertukar informasi, yang pada gilirannya memengaruhi proses pembentukan opini publik. Dalam lingkungan digital ini, influencer telah muncul sebagai figur penting yang mampu membentuk persepsi audiens melalui konten yang mereka bagikan. Studi ini bertujuan untuk meneliti pengaruh identitas digital dan identitas kehidupan nyata terhadap pembentukan opini publik berdasarkan persepsi audiens terhadap akun media sosial komunitas Putri HijabFluencer Lampung. Identitas digital mengacu pada cara influencer menampilkan diri, berkomunikasi dengan audiens mereka, dan membangun citra mereka melalui platform media sosial. Sementara itu, identitas kehidupan nyata mengacu pada konsistensi antara citra yang ditampilkan secara online dan perilaku yang ditunjukkan dalam kehidupan sehari-hari. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang melibatkan 398 responden yang dipilih menggunakan teknik Proportionate Stratified Random Sampling (PRS). Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas digital memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pembentukan opini publik. Identitas kehidupan nyata juga memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pembentukan opini publik. Secara simultan, identitas digital dan identitas kehidupan nyata ditemukan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pembentukan opini publik. Nilai koefisien determinasi (R Kuadrat) sebesar 0,642 menunjukkan bahwa 64,2% variasi dalam pembentukan opini publik dapat dijelaskan oleh identitas digital dan identitas kehidupan nyata, sedangkan sisanya 35,8% dipengaruhi oleh faktor lain di luar cakupan penelitian ini. Selain itu, identitas digital ditemukan memiliki pengaruh yang lebih dominan daripada identitas kehidupan nyata dalam membentuk opini publik di kalangan pengikut komunitas Putri HijabFluencer Lampung. ABSTRACT  The rapid growth of social media has transformed the way individuals interact and exchange information, which in turn influences the process of public opinion formation. In this digital environment, influencers have emerged as important figures capable of shaping audience perceptions through the content they share. This study aimed to examine the influence of digital identity and real-life identity on public opinion formation based on audience perceptions of the social media accounts of the Putri HijabFluencer Lampung community. Digital identity refers to the way influencers present themselves, communicate with their audiences, and construct their image through social media platforms. Meanwhile, real-life identity refers to the consistency between the image displayed online and the behavior demonstrated in everyday life. This study employed a quantitative approach involving 398 respondents selected using the Proportionate Stratified Random Sampling technique. Data were collected through questionnaires and analyzed using multiple linear regression analysis. The results showed that digital identity had a positive and significant effect on public opinion formation. Real-life identity also had a positive and significant effect on public opinion formation. Simultaneously, digital identity and real-life identity were found to have a positive and significant effect on public opinion formation. The coefficient of determination (R Square) value of 0.642 indicated that 64.2% of the variation in public opinion formation could be explained by digital identity and real-life identity, while the remaining 35.8% was influenced by other factors outside the scope of this study. In addition, digital identity was found to have a more dominant influence than real-life identity in shaping public opinion among followers of the Putri HijabFluencer Lampung community.
Makna Banten Pejati sebagai Sarana Ritual Ibadah Umat Hindu (Studi pada Masyarakat Hindu di Kelurahan Labuhan Dalam) Niluh Shinta Arda Naresuari; M. Denu Poyo; Budhi Waskito
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 4 (2026): EduTIK : Agustus 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i4.530

Abstract

ABSTRAK  Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tantangan modernisasi dan kehidupan perkotaan di Desa Labuhan Dalam, Bandar Lampung, yang memengaruhi pemaknaan Banten Pejati di kalangan umat Hindu Bali. Studi ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam makna simbolis, fungsi, dan dinamika pewarisan Banten Pejati sebagai sarana peribadatan ritual. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologis serta menggunakan alat analisis teori interaksionisme simbolik Herbert Mead. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Banten Pejati merupakan sarana komunikasi spiritual yang sarat dengan simbol-simbol kosmologis Hindu. Meskipun terjadi pergeseran praktis dari pembuatan mandiri ke pembelian banten siap pakai akibat tuntutan ritme kehidupan kota, komodifikasi ini tidak mengurangi kesakralannya. Umat Hindu perkotaan melakukan negosiasi terhadap kesucian banten tersebut melalui ritual penyucian diri menggunakan air suci. Sebagai simpulan, esensi spiritual Banten Pejati sebagai simbol ketulusan (jati) tetap lestari dan adaptif di tengah arus modernitas perkotaan.  ABSTRACT  This research is motivated by the challenges of modernization and urban life in Labuhan Dalam Village, Bandar Lampung, which influence the interpretation of Banten Pejati among Balinese Hindus. This study aims to analyze in-depth the symbolic meaning, function, and dynamics of the inheritance of Banten Pejati as a means of ritual worship. The method used is qualitative, with a phenomenological approach and the analytical tools of Herbert Mead's symbolic interactionism theory. The research findings indicate that Banten Pejati is a medium of spiritual communication imbued with Hindu cosmological symbols. Despite a practical shift from self-production to the purchase of ready-made banten due to the demands of urban rhythms, this commodification does not degrade its sacredness. Urban Hindus negotiate the sanctity of the banten through self-purification rituals using holy water. In conclusion, the spiritual essence of Banten Pejati as a symbol of sincerity (jati) remains sustainable and adaptive amidst the currents of urban modernity.
Makna Budaya Motif Sulam Jelujur Lampung (Studi Kasus pada Sekura Art Lampung) Vanesa Amanda; Wawan Hernawan; Budhi Waskito
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 4 (2026): EduTIK : Agustus 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i4.531

Abstract

ABSTRAK  Penelitian ini bertujuan menganalisis makna budaya yang terkandung dalam motif Sulam Jelujur Lampung melalui studi kasus pada Sekura Art Lampung. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pelestarian nilai – nilai budaya yang tercermin dalam motif kain tradisional di tengah perkembangan industri kreatif yang mendorong lahirnya berbagai inovasi produk. Pendekatan yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap pemilik Sekura Art serta para pengrajin yang dipilih menggunakan teknik purposive dan snowball sampling. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan menggunakan Teori Interaksi Simbolik Herbert Mead yang meliputi konsep mind, self, dan society. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif Sulam Jelujur Lampung mengandung makna budaya yang berkaitan dengan sejarah transmigrasi masyarakat Jawa di Kabupaten Pesawaran, proses adaptasi budaya, solidaritas sosial, ketekunan, serta identitas daerah. Setiap motif tidak hanya berfungsi sebagai unsur dekoratif, tetapi juga sebagai simbol yang merepresentasikan pengalaman sejarah dan nilai – nilai budaya masyarakat. Makna tersebut terus dipertahankan melalui interaksi sosial antara pemilik Sekura Art dan para pengrajin sehingga tetap terjaga meskipun Sulam Jelujur berkembang menjadi berbagai produk industri kreatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa makna budaya motif Sulam Jelujur dibentuk dan dilestarikan melalui proses interaksi simbolik yang melibatkan aspek kognitif, kesadaran individu, dan hubungan sosial dalam masyarakat. ABSTRACT  This study aims to analyze the cultural meanings embedded in the motifs of Sulam Jelujur Lampung through a case study at Sekura Art Lampung. The study is motivated by the importance of preserving the cultural values reflected in traditional textile motifs amidst the rapid development of the creative industry, which has encouraged various product innovations. A qualitative approach with a case study method was employed. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation involving the owner of Sekura Art and artisans selected using purposive and snowball sampling techniques. Data were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing using Herbert Mead’s Symbolic Interaction Theory, focusing on the concepts of mind, self, and society. The findings reveal that the motifs of Sulam Jelujur Lampung embody cultural meanings related to the history of Javanese transmigration in Pesawaran Regency, cultural adaption, social solidarity, perseverance, and regional identity. Each motif functions not only as a decorative element but also as a cultural symbol representing the historical experiences and values of the community. These meanings continue to be preserved through social interactions between the owner of Sekura Art and the artisans, despite the development of Sulam Jelujur into various creative industry products. The study concludes that the cultural meanings of Sulam Jelujur motifs are constructed and maintained through symbolic interaction involving cognitive interpretation, individual awareness, and continuous social interaction within the community.
Rancangan Pesan Komunikasi Publik dalam Penanganan Keluhan Pelanggan Pemadaman Listrik pada Instagram @PLNDisLampung Desy Anggraini; Noning Verawati; Budhi Waskito
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 4 (2026): EduTIK : Agustus 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i4.532

Abstract

ABSTRAK  Komunikasi publik memiliki peran penting dalam membangun hubungan antara organisasi dengan masyarakat, terutama ketika terjadi gangguan pelayanan publik seperti pemadaman listrik. Akun instagram @plndislampung dimanfaatkan sebagai media komunikasi publik untuk menyampaikan informasi  sekaligus merespons keluhan pelanggan. Namun, hasil observasi menunjukkan bahwa respons yang diberikan masih menggunakan bentuk pesan yang relatif seragam, sementara karakteristik keluhan pelanggan yang disampaikan beragam. Penelitian ini bertujuan  menyusun rancangan pesan komunikasi publik dalam penanganan keluhan pelanggan terkait pemadaman listrik melalui akun instagram @plndislampung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui observasi terhadap komentar pelanggan selama Januari-Desember 2025, wawancara dengan pihak PLN Unit Induk Distribusi Lampung dan pelanggan, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelanggan PLN memiliki karakteristik yang heterogen serta menghasilkan enam klasifikasi jenis keluhan, yaitu keluhan pemadaman listrik, pertanyaan pelanggan, keluhan kurangnya informasi, keluhan penanganan, keluhan dampak pemadaman, dan gangguan teknis kelistrikan. Berdasarkan temuan tersebut disusun rancangan pesan komunikasi publik berupa pengembangan template respons sesuai karakteristik setiap jenis keluhan serta rancangan flyer informasi pemadaman listrik. Rancangan yang diusulkan diharapkan dapat menjadi alternative penyempurnaan komunikasi publik PLN dalam penyampaian informasi penanganan keluhan pemadaman listrik melalui instagram. ABSTRACT  Public communication plays an important role in maintaning relationships between organization and the public, particularly during public service disruptions such as power outages. The instagram account @plndislampung is utilized as a public communication platform to disseminate information while responding to customer complaints. However, the observation results indicate that the responses provided still employ relatively uniform message formats, despite the diverse characteristics of customer complaints. This study aims to develop a public communication message design for handling customer complaints related to power outages through the instagram account @plndislampung. The research employed a qualitative approach using a case study method. Data were collected through observations of customer comments posted from January to December 2025, in-depth interviews with PLN Lampung Distribution Main Unit personnel and customers, as well as documentation. Data were analyzed using the interactive model of Miles and Huberman, which consists of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that PLN customers have heterogeneous characteristics and can be classified into six categories of complaints, namely power outage complaints, customer inquiries, lack of information complaints, complaint handling issues, outage impact complaints, and technical electrical problems. Based on these findings, the study proposes a public communication message design consisting of response templates tailored to the characteristics of each type of complaint, as well as an informational flyer regarding power outages. The proposed communication message design is expected to serve as an alternative for improving PLN's public communication in delivering information related to handling power outage complaints through instagram.
Perubahan Perilaku Ibu Rumah Tangga melalui Pemberdayaan Membatik Tulis di Deandra Batik Lampung Dini Ocktavia; Noning Verawati; Budhi Waskito
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 4 (2026): EduTIK : Agustus 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i4.533

Abstract

ABSTRAK  Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya program pemberdayaan perempuan melalui pengembangan keterampilan berbasis budaya lokal sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup ibu rumah tangga. Salah satu bentuk pemberdayaan tersebut dilakukan oleh Deandra Batik Lampung melalui pelatihan membatik tulis. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perubahan perilaku ibu rumah tangga setelah mengikuti pemberdayaan membatik tulis di Deandra Batik Lampung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma post-positivisme. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap pemilik usaha, para pembatik, serta informan pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan membatik tulis mampu menghasilkan perubahan perilaku pada ibu rumah tangga yang ditandai dengan meningkatnya pengetahuan dan keterampilan membatik, tumbuhnya rasa percaya diri, meluasnya hubungan sosial, serta perubahan cara pandang terhadap kemampuan diri. Perubahan tersebut terjadi melalui proses pelatihan, pendampingan, dan interaksi yang dilakukan secara berkelanjutan sehingga mendorong peserta menjadi lebih mandiri dan produktif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemberdayaan berbasis keterampilan membatik tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis, tetapi juga membentuk perubahan perilaku positif pada aspek pengetahuan, sikap, dan tindakan ibu rumah tangga. ABSTRACT  This study is motivated by the importance of women's empowerment through local culture-based skill development to improve the quality of life of housewives. One of these empowerment programs is implemented by Deandra Batik Lampung through hand-drawn batik training. This study aims to describe the behavioral changes experienced by housewives after participating in the empowerment program. The research employed a qualitative approach with a post-positivist paradigm. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation involving the business owner, batik artisans, and supporting informants. The findings indicate that the empowerment program has led to significant behavioral changes among participants, including improved knowledge and batik-making skills, increased self-confidence, broader social relationships, and a more positive self-perception. These changes occurred through continuous training, mentoring, and interaction, encouraging participants to become more independent and productive. The study concludes that empowerment through hand-drawn batik training not only improves technical skills but also promotes positive behavioral changes in the cognitive, affective, and behavioral aspects of housewives.