cover
Contact Name
Stralen Pratasik
Contact Email
stralente@unima.ac.id
Phone
+6285124006074
Journal Mail Official
edutik@unima.ac.id
Editorial Address
Jl. Kampus Unima, Tonsaru, Tondano Sel., Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara 95618
Location
Kab. minahasa,
Sulawesi utara
INDONESIA
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi
ISSN : 2798141X     EISSN : 2798141X     DOI : -
Jurnal Edutik merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Manado. Jurnal ini hadir sebagai wadah bagi para akademisi, peneliti, dan praktisi untuk mempublikasikan hasil penelitian yang berkontribusi dalam pengembangan keilmuan di bidang Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi, Teknik Informatika, Teknologi Komunikasi, serta Ilmu Komunikasi. Dengan semangat untuk mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, Jurnal Edutik memberikan ruang bagi berbagai kajian yang berfokus pada inovasi dan penerapan teknologi dalam dunia pendidikan, perkembangan di bidang teknik informatika, serta dinamika komunikasi berbasis teknologi, termasuk isu-isu terkini yang berkaitan dengan kebijakan pendidikan berbasis digital, kecerdasan buatan dalam pembelajaran, keamanan data dalam sistem pendidikan modern, dan transformasi komunikasi digital di era informasi. Ruang lingkup Jurnal Edutik mencakup berbagai aspek dalam ranah Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi, termasuk pengembangan kurikulum berbasis teknologi, model pembelajaran digital, strategi implementasi e-learning yang efektif, serta teknologi pendidikan adaptif. Selain itu, jurnal ini juga mengakomodasi penelitian dalam bidang Teknik Informatika, yang meliputi Rekayasa Perangkat Lunak dengan fokus pada metode pengembangan agile, kecerdasan buatan dalam rekayasa perangkat lunak, serta integrasi cloud computing; Sistem Informasi, yang mencakup pengelolaan big data, keamanan sistem informasi, serta optimalisasi sistem berbasis blockchain; Jaringan dan Keamanan Komputer, yang menyoroti keamanan siber, deteksi ancaman siber berbasis AI, serta optimasi infrastruktur jaringan; serta Sistem Pendukung Keputusan, yang berfokus pada penerapan machine learning dalam pengambilan keputusan, sistem rekomendasi berbasis data, serta penerapan Internet of Things (IoT) dalam otomatisasi keputusan. Dalam ranah Teknologi Komunikasi, jurnal ini mencakup topik-topik seperti pengembangan infrastruktur komunikasi digital, teknologi 5G dan evolusi jaringan masa depan, integrasi media sosial dalam pengelolaan informasi, serta pemanfaatan platform komunikasi berbasis AI dalam interaksi sosial dan pendidikan. Sedangkan dalam bidang Ilmu Komunikasi, ruang lingkup meliputi kajian komunikasi digital, strategi komunikasi di era media baru, komunikasi antar budaya berbasis teknologi, penggunaan media digital dalam kampanye sosial dan pendidikan, serta dinamika perilaku komunikasi dalam masyarakat berbasis teknologi. Sebagai jurnal yang berorientasi pada perkembangan teknologi dan inovasi, Jurnal Edutik juga membuka peluang publikasi bagi penelitian terkait e-Government, termasuk transformasi digital dalam pelayanan publik, kebijakan keamanan data pemerintahan, serta pengelolaan administrasi berbasis AI; Aplikasi Mobile, dengan cakupan pengembangan aplikasi berbasis UI/UX, implementasi augmented reality dan virtual reality, serta aplikasi berbasis kesehatan dan pendidikan. Dengan cakupan yang luas dan multidisipliner, jurnal ini diharapkan menjadi referensi utama bagi para akademisi dan praktisi yang ingin menggali lebih dalam tentang peran teknologi dalam meningkatkan efektivitas pendidikan, pengembangan sistem berbasis digital, serta transformasi komunikasi modern. Melalui publikasi yang berkualitas, Jurnal Edutik berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam penguatan keilmuan dan kemajuan teknologi di era digital.
Articles 378 Documents
Adaptasi Budaya dalam Pernikahan Antar Etnis (Studi Kasus Komunikasi Antarbudaya pada Perempuan Lampung Pepadun di Kecamatan Natar, Lampung Selatan) Famela Putri; Noning Verawati; Wawan Hernawan
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 4 (2026): EduTIK : Agustus 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i4.547

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis proses adaptasi budaya perempuan Lampung Pepadun dalam pernikahan antar etnis di Kecamatan Natar, Lampung Selatan. Penelitian difokuskan pada fase-fase adaptasi budaya yang dialami perempuan Lampung Pepadun yang menikah dengan laki-laki dari etnis Jawa dan Palembang. Latar belakang penelitian didasari oleh fenomena tingginya pernikahan antar etnis di Kecamatan Natar, terutama di RT 03 Desa Merak Batin dengan 24 pasangan antar etnis, serta kesenjangan penelitian yang belum mengkaji secara mendalam proses adaptasi budaya berbasis tahapan Kim Young Yun pada konteks masyarakat desa di Lampung Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi non-partisipan (7 kali), wawancara semi terstruktur dengan 22 informan (1 informan kunci, 10 informan utama, dan 11 informan pendukung), serta dokumentasi. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber dan teknik. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh informan mengalami lima fase adaptasi budaya Kim Young Yun: perencanaan, ketertarikan, kesulitan, penyesuaian, dan penerimaan, meskipun intensitas fase kesulitan bervariasi antar individu. Tiga dari sepuluh pasangan (AK, NB, YL) tidak menunjukkan fase kesulitan yang menonjol, mengindikasikan bahwa karakteristik pasangan dan keterbukaan keluarga memengaruhi kemudahan adaptasi. Hambatan komunikasi mencakup perbedaan gaya penyampaian pesan (rinci vs. singkat), perbedaan kebiasaan keluarga, rasa canggung dengan keluarga suami, dan kesulitan memahami proses adat angkon. Temuan penting penelitian ini menunjukkan bahwa adaptasi budaya tidak hanya bergantung pada istri, tetapi juga membutuhkan keterbukaan suami dan penerimaan aktif dari keluarga besar. Implikasi penelitian ini memberikan kerangka pemahaman bagi pasangan antar etnis tentang pentingnya komunikasi terbuka, musyawarah keluarga, dan sikap saling menghargai sebagai kunci adaptasi yang berhasil.  ABSTRACT This study aims to identify and analyze the process of cultural adaptation of Lampung Pepadun women in interethnic marriages in Natar District, South Lampung. The research focuses on the phases of cultural adaptation experienced by Lampung Pepadun women who marry men from Javanese and Palembang ethnic backgrounds. The study is motivated by the high prevalence of interethnic marriages in Natar District, particularly in RT 03 of Merak Batin Village with 24 interethnic couples, and a research gap in examining cultural adaptation processes based on Kim Young Yun's phases in the context of rural communities in South Lampung. A descriptive qualitative approach with a case study design was employed. Data were collected through non-participant observation (7 times), semi-structured interviews with 22 informants (1 key informant, 10 main informants, and 11 supporting informants), and documentation. Data validity was ensured through source and technique triangulation. Data analysis used the Miles and Huberman interactive model. Results show that all informants experienced Kim Young Yun's five phases of cultural adaptation: planning, attraction, difficulty, adjustment, and acceptance, although the intensity of the difficulty phase varied among individuals. Three out of ten couples (AK, NB, YL) did not exhibit a prominent difficulty phase, indicating that partner characteristics and family openness influence ease of adaptation. Communication barriers included differences in message delivery styles (detailed vs. concise), differences in family habits, awkwardness with the husband's family, and difficulty understanding the angkon customary process. An important finding is that cultural adaptation does not rest solely on the wife but also requires openness from the husband and active acceptance from the extended family. The implications of this research provide an understanding framework for interethnic couples regarding the importance of open communication, family deliberation, and mutual respect as keys to successful adaptation.
Pembentukan Relasi Sosial pada Siswa Tunagrahita (Studi Kasus pada Siswa Sekolah Menengah Atas Luar Biasa Negeri Pembinaan Kesejahteraan Keluarga Provinsi Lampung) Nazla Nurul Clarisya; Noning Verawati; Wawan Hernawan
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 4 (2026): EduTIK : Agustus 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i4.548

Abstract

ABSTRAK  Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam pembentukan relasi sosial pada siswa tunagrahita di SMA Luar Biasa Negeri Pembinaan Kesejahteraan Keluarga Provinsi Lampung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari kepala sekolah, guru, dan siswa dengan disabilitas intelektual yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data dipastikan melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan relasi sosial di kalangan siswa dengan disabilitas intelektual terjadi melalui interaksi berulang dalam kegiatan pembelajaran maupun kegiatan sekolah lainnya. Relasi sosial terbentuk melalui interaksi antara siswa dengan teman sebaya, guru, dan lingkungan sekolah. Dalam proses ini, komunikasi interpersonal dan penggunaan simbol nonverbal, seperti gestur, ekspresi wajah, dan tindakan fisik—berperan penting dalam membangun pemahaman dan kedekatan sosial. Pengembangan karakter dan kepercayaan diri siswa dilakukan melalui keteladanan guru, pemberian motivasi, dan pelibatan siswa dalam berbagai kegiatan sekolah. Faktor pendukung dalam pembentukan relasi sosial meliputi peran guru, lingkungan sekolah yang inklusif, serta kesempatan berinteraksi yang diberikan secara berkelanjutan kepada siswa. Sementara itu, hambatan yang teridentifikasi meliputi keterbatasan kemampuan komunikasi verbal, rasa malu, dan kurangnya kepercayaan diri siswa untuk memulai interaksi sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembentukan relasi sosial, karakter, sikap, dan kepercayaan diri pada siswa dengan disabilitas intelektual merupakan hasil dari proses interaksi simbolik yang berkelanjutan, yang didukung oleh lingkungan sekolah dan bimbingan guru yang konsisten.  ABSTRACT  This study aims to examine in depth the formation of social relations as well as the development of character, attitudes, and self-confidence among students with intellectual disabilities at the State Special Senior High School for the Development of Family Welfare, Lampung Province. This research employs a qualitative approach with  a  case  study method. Data  collection  was  conducted through observation, in-depth interviews, and documentation. The research informants consisted of the principal, teachers, and students with intellectual disabilities selected using purposive sampling techniques. Data analysis was carried out through data reduction, data display, and conclusion drawing, while data validity was ensured through source triangulation, technique triangulation, and member checking. The results of the study indicate that the formation of social relations among students with intellectual disabilities occurs through repeated interactions in learning activities as well as other school activities. Social relations are formed through interactions between students and peers, teachers, and the school environment. In this process, interpersonal communication and the use of nonverbal symbols such as gestures, facial expressions, and physical actions serve as important means in building understanding and social closeness. The development of students’ character, attitudes, and self-confidence is carried out through habituation, teacher role modeling, motivation, and student involvement in various school activities. Supporting factors in the formation of social relations include the role of teachers, an inclusive school environment, and continuous opportunities for interaction provided to students. Meanwhile, the obstacles identified include limited verbal communication skills, feelings of shyness, and students’ lack of confidence in initiating social interactions. This study concludes that the formation of social relations, character, attitudes, and self-confidence among students with intellectual disabilities is the result of an ongoing symbolic interaction process supported by the school environment and consistent teacher guidance.
Makna Budaya Tradisi Kuda Lumping (Studi Komunikasi Antarbudaya di Kabupaten Lampung Timur) Agisti Pratiwi; Wawan Hernawan; Noning Verawati
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 4 (2026): EduTIK : Agustus 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i4.550

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam bahwa indonesia memiliki kekayaan keragaman budaya yang tercermin dalam berbagai bentuk seni tradisional, salah satunya adalah tradisi Kuda Lumping. Di tengah modernisasi dan globalisasi, seni tradisional menghadapi tantangan dalam mempertahankan eksistensi dan nilai-nilai budayanya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memahami makna budaya yang terkandung dalam tradisi Kuda Lumping di Kabupaten Lampung Timur dan untuk meneliti perannya sebagai media komunikasi antarbudaya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan paradigma interpretatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan ketua masyarakat, penari, musisi, dukun, dan informan pendukung dari Komunitas Singgo Ludoyo di Desa Karang Anyar, Kabupaten Lampung Timur. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Kuda Lumping mengandung berbagai makna budaya, termasuk makna kebersamaan dan solidaritas, pelestarian budaya, spiritualitas dan ritual, makna simbolis dalam pertunjukan, dan identitas budaya masyarakat Jawa. Studi ini juga menemukan pergeseran makna budaya di era modern, di mana Kuda Lumping tidak lagi dipandang hanya sebagai pertunjukan mistis tetapi juga sebagai bentuk hiburan dan pelestarian budaya yang dipromosikan melalui media digital. Studi ini berkontribusi pada studi komunikasi dengan menunjukkan bahwa seni tradisional berfungsi sebagai media komunikasi antarbudaya dan sarana pelestarian identitas budaya dalam masyarakat multikultural. ABSTRACT This study aims to examine in depth the Indonesia has a rich cultural diversity reflected in various forms of traditional arts, one of which is the Kuda Lumping tradition. In the midst of modernization and globalization, traditional arts face challenges in maintaining their existence and cultural values. Therefore, this study aims to identify and understand the cultural meanings contained in the Kuda Lumping tradition in East Lampung Regency and to examine its role as a medium of intercultural communication. This study employed a qualitative research method with an interpretive paradigm. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation involving the chairman of the community, dancers, musicians, shamans, and supporting informants from the Singgo Ludoyo Community in Karang Anyar Village, East Lampung Regency. The data were analyzed using the interactive model of Miles and Huberman. The findings revealed that the Kuda Lumping tradition contains various cultural meanings, including the meanings of togetherness and solidarity, cultural preservation, spirituality and ritual, symbolic meanings in performances, and the cultural identity of the Javanese community. The study also found a shift in cultural meaning in the modern era, where Kuda Lumping is no longer viewed merely as a mystical performance but also as a form of entertainment and cultural preservation promoted through digital media. This study contributes to communication studies by demonstrating that traditional arts function as a medium of intercultural communication and a means of preserving cultural identity in a multicultural society.
Penerapan Metode Think-Pair-Share (TPS) Berbantuan Media Emaze untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Informatika Shalsa Nabila Anggraeni; Ahmad Fajri Lutfi
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 4 (2026): EduTIK : Agustus 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i4.551

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode pembelajaran Think, Pair, Share (TPS) berbantuan media Emaze terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Informatika di SMPN 1 Japara. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi eksperimen yang melibatkan kelas VIII D sebagai kelas eksperimen dan VIII E sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes pretest dan posttest serta angket respon siswa. Analisis data menggunakan uji normalitas, homogenitas, dan Independent Samples T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai posttest kelas eksperimen sebesar 74,00 lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 65,38. Hasil uji hipotesis diperoleh nilai signifikansi 0,022 < 0,05 yang menunjukkan adanya pengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa. Selain itu, respon siswa terhadap penerapan metode TPS berbantuan media Emaze menunjukkan kategori positif dengan persentase rata-rata sebesar 73,65%. Dengan demikian, metode pembelajaran Think, Pair, Share (TPS) berbantuan media Emaze efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran Informatika. ABSTRACT This study aims to determine the effect of the Think, Pair, Share (TPS) learning method assisted by Emaze media on students’ learning outcomes in Informatics subjects at SMPN 1 Japara. This study employed a quantitative approach with a quasi-experimental design involving class VIII D as the experimental class and class VIII E as the control class. Data collection techniques were conducted through pretest and posttest as well as student response questionnaires. Data analysis used normality, homogeneity, and Independent Samples T-Test. The results showed that the average posttest score of the experimental class was 74.00, which was higher than the control class score of 65.38. The hypothesis test result obtained a significance value of 0.022 < 0.05, indicating a significant effect on students’ learning outcomes. In addition, students’ responses toward the implementation of the TPS learning method assisted by Emaze media showed positive results with an average percentage of 73.65%. Therefore, the Think, Pair, Share (TPS) learning method assisted by Emaze media is effective in improving students’ learning outcomes in Informatics learning.
Analisis Stabilitas Lereng dengan Perkuatan Bronjong Menggunakan Metode Bishop dan Software GeoSlope/W di Cluster 37 Pertamina Geothermal Energy Area Lahendong Veby Adinda Kapantow; Nova. A.R.A Mamarimbing; Nicky W. Rampengan
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 4 (2026): EduTIK : Agustus 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i4.552

Abstract

ABSTRAK Kestabilan lereng merupakan aspek krusial dalam perencanaan infrastruktur untuk mengantisipasi risiko bencana tanah longsor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai faktor keamanan (FK) pada lereng dalam kondisi alami (tanpa perkuatan) serta mengevaluasi efektivitas pemasangan struktur perkuatan. Analisis kestabilan lereng dilakukan menggunakan dua pendekatan, yaitu perhitungan manual dengan Metode Bishop dan simulasi numerik berbasis perangkat lunak GeoSlope/W. Berdasarkan hasil analisis, kondisi lereng tanpa perkuatan menunjukkan nilai faktor keamanan yang kritis dan tidak aman, yaitu sebesar 1,054 (Metode Bishop) dan 1,059 (GeoSlope/W). Setelah diberikan struktur perkuatan, stabilitas lereng mengalami peningkatan yang signifikan dengan nilai faktor keamanan mencapai 1,707 pada Metode Bishop dan 1,706 pada GeoSlope/W. Hasil ini mengindikasikan bahwa desain perkuatan yang direncanakan telah memenuhi standar keamanan (> 1,5) dan efektif dalam menjaga kestabilan lereng. Selain itu, hasil analisis menunjukkan tingkat konsistensi dan akurasi yang sangat tinggi antara perhitungan manual Metode Bishop dan pemodelan digital menggunakan GeoSlope/W dengan selisih nilai yang sangat tipis.  ABSTRAK Slope stability is a crucial aspect of infrastructure planning for mitigating landslide risks. This study aims to analyze the Factor of Safety (FS) for a slope in its natural state (unreinforced) and to evaluate the effectiveness of installing reinforcement structures. Slope stability analysis was conducted using two approaches: manual calculation via the Bishop Method and numerical simulation using GeoSlope/W software. The analysis results indicate that the unreinforced slope exhibited critical and unsafe Factor of Safety values—specifically 1.054 (Bishop Method) and 1.059 (GeoSlope/W). Following the installation of reinforcement structures, slope stability improved significantly, with FS values ​​reaching 1.707 (Bishop Method) and 1.706 (GeoSlope/W). These results demonstrate that the proposed reinforcement design meets safety standards (> 1.5) and effectively ensures slope stability. Furthermore, the analysis reveals a high level of consistency and accuracy between the manual Bishop Method calculations and the digital modeling using GeoSlope/W, with only a negligible difference in values.
Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis E-Booklet pada Mata Pelajaran Desain Grafis di SMKN 1 Japara Riki Muhammad Rizki; Hifni Fitriah Nur Janah
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 4 (2026): EduTIK : Agustus 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i4.554

Abstract

ABSTRAK Keterbatasan penggunaan media pembelajaran interaktif pada mata pelajaran Desain Grafis mendorong perlunya pengembangan media yang mampu mendukung proses pembelajaran secara lebih efektif dan menarik. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran interaktif berbasis e-booklet, mengetahui tingkat kelayakannya, serta mengetahui respons peserta didik terhadap media yang dikembangkan. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4D yang meliputi tahap define, design, develop, dan disseminate. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa validasi ahli materi memperoleh persentase sebesar 84% dan validasi ahli media sebesar 85,33% dengan kategori Sangat Layak. Uji coba kelompok kecil memperoleh persentase sebesar 79,78% dengan kategori Layak, sedangkan uji coba kelompok besar memperoleh persentase sebesar 83,61% dengan kategori Sangat Layak. Respons peserta didik memperoleh persentase rata-rata sebesar 84,33% dengan kategori Sangat Baik. Dengan demikian, media pembelajaran interaktif berbasis e-booklet menggunakan Heyzine Flipbook layak digunakan sebagai alternatif media pembelajaran pada mata pelajaran Desain Grafis kelas X di SMKN 1 Japara. ABSTRACT The limited use of interactive learning media in the Graphic Design subject highlights the need for the development of learning media that can support the teaching and learning process more effectively and engagingly. This study aims to develop an interactive learning medium based on an e-booklet, determine its feasibility, and identify students' responses to the developed media. This research employed the Research and Development (R&D) method using the 4D development model, which consists of four stages: Define, Design, Develop, and Disseminate. Data were collected through observations, interviews, questionnaires, and documentation. The results showed that the material expert validation achieved a score of 84%, while the media expert validation reached 85.33%, both categorized as Highly Feasible. The small-group trial obtained a score of 79.78%, categorized as Feasible, whereas the large-group trial achieved 83.61%, categorized as Highly Feasible. Students' responses yielded an average score of 84.33%, which falls into the Very Good category. Therefore, the interactive e-booklet-based learning media developed using Heyzine Flipbook considered suitable for use as an alternative learning medium for the Grade X Graphic Design subject at SMKN 1 Japara
Komunikasi Pemberdayaan Mahasiswa Vokasi dalam Mempersiapkan Transisi ke Dunia Kerja (Studi Kualitatif di Politeknik APP Jakarta) Siti Hilda Ariffah; Rizalina Yuni Riyanti
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 4 (2026): EduTIK : Agustus 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i4.555

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan menganalisis proses komunikasi pemberdayaan dalam mempersiapkan mahasiswa vokasi menghadapi transisi ke dunia kerja melalui kegiatan pelatihan kesiapan kerja di Politeknik APP Jakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, refleksi tertulis peserta, dokumentasi kegiatan, serta data survei sebagai pendukung. Analisis data dilakukan menggunakan analisis tematik dengan kerangka teori pemberdayaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi pemberdayaan berlangsung melalui praktik komunikasi dialogis, pembelajaran berbasis pengalaman, serta refleksi kritis yang secara simultan membentuk efikasi diri, meningkatkan kesadaran kritis, dan memperkuat intensi perilaku mahasiswa vokasi. Temuan ini menegaskan bahwa komunikasi yang bersifat partisipatif dan berbasis praktik merupakan instrumen utama dalam membangun kesiapan kerja mahasiswa vokasi dalam menghadapi dunia kerja yang semakin kompleks. ABSTRACT This study aims to analyze the process of empowerment communication in preparing vocational students for the transition to the world of work. The research employs a qualitative approach with a case study design conducted within a work-readiness training program at Politeknik APP Jakarta. The study focuses on how communication practices in public speaking training for job interviews, professional appearance, and awareness of fraudulent job vacancies are interpreted by students as empowerment processes. Data were collected through participant observation, written reflections, activity documentation, and limited use of quantitative survey data as supporting evidence. The data were analyzed using thematic analysis within the framework of empowerment theory. The findings indicate that empowerment communication plays a significant role in strengthening self-efficacy, enhancing critical awareness, and encouraging proactive behavioral intentions among vocational students. These findings underscore that dialogic and practice-based communication constitutes a crucial instrument in improving vocational students’ work readiness.
Rancang Bangun Sistem Presensi Guru dan Staf Berbasis Mobile dengan Model Waterfall Muhammad Gibran Hizbullah; Sofhian Fazrin Nasrulloh
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 4 (2026): EduTIK : Agustus 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i4.578

Abstract

ABSTRAK               Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tantangan administratif yang ada di MTs Yaspika Karangtawang, di mana sistem presensi guru dan staff masih dilakukan secara manual melalui web oleh guru piket. Kondisi tersebut memunculkan berbagai kesalahan seperti kesalahan input, risiko manipulasi data, serta kesulitan untuk melakukan proses rekapitulasi data. Untuk itu, peneliti menawarkan alternatif berupa sistem presensi berbasis mobile yang bertujuan untuk menciptakan presensi yang lebih sistematis, akurat dan efisien. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development ( R&D) dengan model waterfall. Sistem dikembangkan menggunakan flutter sebagai kerangka kerja, bahasa pemrograman dart dan firebase sebagai backend as a service. Perancangan sistem divisualisasikan dengan Unified Modeling Language (UML) dan Entity Relationship Diagram (ERD). Sistem memiliki berbagai fitur, diantaranya login aman dengan firebase authentication, dashboard admin dan user serta Fitur utama sistem yaitu presensi berbasis lokasi menggunakan teknologi geolocation  yang memastikan presensi dilakukan secara real-time di sekolah. Kelayakan sistem diuji melalui dua tahap utama: Functionality Test menggunakan metode Blackbox dengan analisis Skala Guttman untuk memvalidasi keberhasilan setiap fitur, serta Usability Test menggunakan USE Questionnaire dengan analisis Skala Likert untuk menilai aspek kemudahan penggunaan dan kepuasan pengguna. Pengujian functionality memperoleh tingkat keberhasilan 96% serta pengujian usability memperoleh nilai 93,58% dengan kategori Sangat Baik.  Berdasarkan hasil pengujian, sistem yang dikembangkan memenuhi kebutuhan pengguna dan memiliki tingkat kemudahan penggunaan yang tinggi.  ABSTRACT               This study was motivated by the administrative challenges at MTs Yaspika Karangtawang, where the attendance system for teachers and staff is still managed manually via a web-based platform by the teacher on duty. This situation has led to various issues, such as data entry errors, the risk of data manipulation, and difficulties in compiling data. Therefore, the researcher proposes an alternative in the form of a mobile-based attendance system aimed at creating a more systematic, accurate, and efficient attendance process. The research method used is Research and Development (R&D) with the waterfall model. The system was developed using Flutter as the framework, the Dart programming language, and Firebase as the backend-as-a-service. The system design was visualized using the Unified Modeling Language (UML) and Entity-Relationship Diagram (ERD). The system features secure login via Firebase Authentication, admin and user dashboards, and its core feature location-based attendance using geolocation technology which ensures real-time attendance tracking at the school. The system’s feasibility was tested through two main stages: a Functionality Test using the Blackbox method with Guttman Scale analysis to validate the success of each feature, and a Usability Test using the USE Questionnaire with Likert Scale analysis to assess ease of use and user satisfaction. The functionality test achieved a 96% success rate, while the usability test scored 93.58%, earning a “Very Good” rating. Based on the test results, the developed system meets user needs and offers a high level of usability.
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Adobe Flash CS6 untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa Kelas VIII SMP Mila Mailani Hasanah; Hifni Fitriah Nurjanah
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 4 (2026): EduTIK : Agustus 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i4.580

Abstract

ABSTRAK  Pemahaman Siswa terhadap materi Informatika masih menjadi permasalahan yang sering dijumpai pada proses pembelajaran di sekolah. Berdasarkan hasil observasi di SMPN 1 Darma, proses pembelajaran masih didominasi metode ceramah dengan penggunaan media pembelajaran yang kurang interaktif sehingga siswa cenderung pasif, mudah bosan, dan mengalami kesulitan dalam memahami materi sistem bilangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis Adobe Flash CS6, mengetahui tingkat kelayakan media berdasarkan penilaian ahli dan pengguna, serta mengetahui peningkatan pemahaman siswa setelah menggunakan media pembelajaran yang dikembangkan. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan Four D (4D) yang meliputi tahap Define, Design, Develop, dan Disseminate. Pengumpulan data dilakukan melalui tahap observasi, wawancara, angket validasi ahli materi dan ahli media, angket respon pengguna, serta tes pretest dan posttest. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif, uji validitas, realibilitas, tingkat kesukaran, daya pembeda, dan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran yang dikembangkan memenuhi kriteria “Sangat Layak” berdasarkan penilaian ahli yang memperoleh persentase sebesar 84% dari ahli media dan 84% dari ahli materi. Sedangkan uji coba pengguna memperoleh persentase sebesar 88% pada kelompok kecil dan 89% pada kelompok besar dengan kategori “Sangat Layak”. Selain itu, hasil analisis N-Gain menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa setelah menggunakan media pembelajaran berbasis Adobe Flash CS6. Dengan demikian, media pembelajaran yang dikembangkan layak digunakan sebagai alternatif media pembelajaran pada mata pelajaran informatika kelas VIII SMP. ABSTRACT  Student’s understanding of informatics learning materials remains a common challenge in classroom instruction. Based on observations conducted at SMPN 1 Darma, the learning process was still dominated by lecture based teaching with limited use of interactive learning media, causing students to become passive, easily bored, and experience difficulties in understanding number system concept. This study aims to develop an Adobe Flash CS6 based learning media, determine its feasibilitiy based on expert and user assesments, and identify the improvment in student understanding after using the developed learning media. This study employed a Research and Development (R&D) method using the Four D (4D) development model, consisting of the Define, Design, Develop, and Disseminate stages. Data were collected through obsevation, interviews, material expert and media expert validation questionnaires, user response questionnaires, and pretest posttest. The data were analyzed using quantitative descriptive analysis, validity, reliability, item difficulty, discrimination index, and N-Gain test. The result showed that the developed learning media met the “Very Feasible” criteria, with a feasibility percentage of 84% form the media expert and 84% form the material expert. Meanwhile user trials obtained percentages of 88% in the small group trial and 89% in the large group trial, both categorized as “Very Feasible”. Futhermore, the N-Gain analysis indicated an improvment in student understanding after using the Adobe Flash CS6 based learning media. Therefore, the developed learning media is feasible to be used as an alternative learning medium for Informatics subjects for eight grade junior high school student.
Rancang Bangun Sistem Portal Pondok Pesantren Raudlatul Mubtadiin Desa Pinara Berbasis Web Febri Yudila; Sofhian Fazrin Nasrulloh
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 4 (2026): EduTIK : Agustus 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i4.581

Abstract

ABSTRAK  Perkembangan teknologi informasi mendorong lembaga pendidikan untuk memanfaatkan sistem berbasis web dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan data dan penyampaian informasi. Pondok Pesantren Raudlatul Mubtadiin Desa Pinara masih menerapkan sistem manual dalam pengelolaan data santri dan penyampaian informasi, sehingga proses administrasi menjadi kurang efektif dan berpotensi menimbulkan kesalahan pencatatan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem portal web sebagai media pengelolaan data dan penyampaian informasi serta mengetahui tingkat functionality dan usability sistem yang dikembangkan. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang terdiri atas lima tahapan, yaitu Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Sistem dikembangkan menggunakan bahasa pemrograman PHP dengan basis data MySQL. Pengujian functionality dilakukan menggunakan metode Blackbox Testing, sedangkan pengujian usability menggunakan kuesioner skala Likert. Pengujian melibatkan satu orang penguji functionality dan empat orang pengguna yang terdiri atas dua ustadz dan dua ustadzah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem portal web berhasil dikembangkan sesuai dengan kebutuhan Pondok Pesantren Raudlatul Mubtadiin Desa Pinara. Pengujian functionality memperoleh persentase 100% dengan kategori berhasil, sedangkan pengujian usability memperoleh persentase 95% dengan kategori sangat setuju. Berdasarkan hasil tersebut, sistem portal web yang dikembangkan telah memenuhi aspek functionality dan usability sehingga layak digunakan sebagai media pengelolaan data serta penyampaian informasi di Pondok Pesantren Raudlatul Mubtadiin Desa Pinara. ABSTRACT  The development of information technology has encouraged educational institutions to adopt web-based systems to improve the effectiveness of data management and information dissemination. Raudlatul Mubtadiin Islamic Boarding School in Pinara Village still manages student data and information manually, resulting in inefficient administrative processes and a higher risk of data recording errors. This study aims to design and develop a web-based portal system as a medium for data management and information dissemination while evaluating its functionality and usability. The research employed the Research and Development (R&D) method using the ADDIE model, which consists of five stages: Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The system was developed using PHP as the programming language and MySQL as the database management system. Functionality testing was conducted using the Blackbox Testing method, while usability testing employed a Likert-scale questionnaire. The evaluation involved one functionality tester and four users consisting of two male teachers (ustadz) and two female teachers (ustadzah). The results indicate that the developed web portal successfully meets the needs of Raudlatul Mubtadiin Islamic Boarding School. The functionality test achieved a 100% success rate, categorized as successful, while the usability test obtained a 95% score, categorized as strongly agree. These findings demonstrate that the developed web portal satisfies both functionality and usability requirements and is suitable for supporting data management and information dissemination within the Islamic boarding school.