Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi
Jurnal Edutik merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Manado. Jurnal ini hadir sebagai wadah bagi para akademisi, peneliti, dan praktisi untuk mempublikasikan hasil penelitian yang berkontribusi dalam pengembangan keilmuan di bidang Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi, Teknik Informatika, Teknologi Komunikasi, serta Ilmu Komunikasi. Dengan semangat untuk mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, Jurnal Edutik memberikan ruang bagi berbagai kajian yang berfokus pada inovasi dan penerapan teknologi dalam dunia pendidikan, perkembangan di bidang teknik informatika, serta dinamika komunikasi berbasis teknologi, termasuk isu-isu terkini yang berkaitan dengan kebijakan pendidikan berbasis digital, kecerdasan buatan dalam pembelajaran, keamanan data dalam sistem pendidikan modern, dan transformasi komunikasi digital di era informasi. Ruang lingkup Jurnal Edutik mencakup berbagai aspek dalam ranah Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi, termasuk pengembangan kurikulum berbasis teknologi, model pembelajaran digital, strategi implementasi e-learning yang efektif, serta teknologi pendidikan adaptif. Selain itu, jurnal ini juga mengakomodasi penelitian dalam bidang Teknik Informatika, yang meliputi Rekayasa Perangkat Lunak dengan fokus pada metode pengembangan agile, kecerdasan buatan dalam rekayasa perangkat lunak, serta integrasi cloud computing; Sistem Informasi, yang mencakup pengelolaan big data, keamanan sistem informasi, serta optimalisasi sistem berbasis blockchain; Jaringan dan Keamanan Komputer, yang menyoroti keamanan siber, deteksi ancaman siber berbasis AI, serta optimasi infrastruktur jaringan; serta Sistem Pendukung Keputusan, yang berfokus pada penerapan machine learning dalam pengambilan keputusan, sistem rekomendasi berbasis data, serta penerapan Internet of Things (IoT) dalam otomatisasi keputusan. Dalam ranah Teknologi Komunikasi, jurnal ini mencakup topik-topik seperti pengembangan infrastruktur komunikasi digital, teknologi 5G dan evolusi jaringan masa depan, integrasi media sosial dalam pengelolaan informasi, serta pemanfaatan platform komunikasi berbasis AI dalam interaksi sosial dan pendidikan. Sedangkan dalam bidang Ilmu Komunikasi, ruang lingkup meliputi kajian komunikasi digital, strategi komunikasi di era media baru, komunikasi antar budaya berbasis teknologi, penggunaan media digital dalam kampanye sosial dan pendidikan, serta dinamika perilaku komunikasi dalam masyarakat berbasis teknologi. Sebagai jurnal yang berorientasi pada perkembangan teknologi dan inovasi, Jurnal Edutik juga membuka peluang publikasi bagi penelitian terkait e-Government, termasuk transformasi digital dalam pelayanan publik, kebijakan keamanan data pemerintahan, serta pengelolaan administrasi berbasis AI; Aplikasi Mobile, dengan cakupan pengembangan aplikasi berbasis UI/UX, implementasi augmented reality dan virtual reality, serta aplikasi berbasis kesehatan dan pendidikan. Dengan cakupan yang luas dan multidisipliner, jurnal ini diharapkan menjadi referensi utama bagi para akademisi dan praktisi yang ingin menggali lebih dalam tentang peran teknologi dalam meningkatkan efektivitas pendidikan, pengembangan sistem berbasis digital, serta transformasi komunikasi modern. Melalui publikasi yang berkualitas, Jurnal Edutik berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam penguatan keilmuan dan kemajuan teknologi di era digital.
Articles
378 Documents
Engagement Rate (Tingkat Keterlibatan) @enayfaradiba pada Reels dalam Mendukung Keberhasilan Komunikasi Bisnis
Risya Audila;
Noning Verawati;
Wawan Hernawan
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 4 (2026): EduTIK : Agustus 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.67142/edutik.v6i4.535
ABSTRAK Penelitian ini dilakukan karena adanya fenomena perubahan oleh kemajuan teknologi dan pergeseran perilaku masyarakat, yang kini lebih banyak memakai media sosial instagram daripada media konvensional. Instagram kini menjadi media utama bagi individu untuk menjalankan komunikasi bisnis secara personal melalui profesi yang disebut dengan selebgram (selebriti di instagram). Media sosial instagram menjadi platform bagi para selebgram (selebriti di instagram) dalam menjalankan komunikasi bisnis serta membangun interaksi dengan audiens. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis engagement rate (tingkat keterlibatan) @enayfaradiba pada reels dalam mendukung keberhasilan komunikasi bisnis. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perhitungan tingkat keterlibatan pada periode Maret 2026–Juni 2026 secara signifikan memengaruhi keberhasilan komunikasi bisnisnya. Konten perawatan kulit (skincare) mencatat rata-rata tingkat keterlibatan tertinggi sebesar 126,08%, diikuti oleh riasan (makeup) sebesar 81,46% dan pakaian sehari-hari (outfit of the day) sebesar 77,15%, membuktikan bahwa konten yang didasarkan pada kebutuhan nyata audiens mampu menimbulkan keterlibatan yang lebih dalam. Kesimpulan utama dari penelitian ini menegaskan bahwa penggunaan Instagram berfungsi sebagai instrumen komunikasi bisnis yang efektif. Oleh karena itu, evaluasi keterlibatan audiens (engagement rate) secara teratur sangat penting untuk mengoptimalkan performa konten, guna mempertahankan keberlanjutan komunikasi bisnis pada platform digital khususnya instagram. ABSTRACT This research was conducted due to the phenomenon of changes due to technological advances and shifts in people's behavior, who now use instagram more than conventional media. Instagram has now become the main medium for individuals to conduct personal business communications through a profession called celebgrams (celebrities on instagram). Instagram social media has become a platform for celebgrams (celebrities on instagram) in conducting business communications and building interactions with audiences. This study aims to analyze the engagement rate (level of involvement) of @enayfaradiba on reels in supporting the success of business communications. The research method used in this study is a qualitative descriptive approach with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The results show that the calculation of the engagement rate in the period March 2026–June 2026 significantly influences the success of its business communications. Skincare content recorded the highest average engagement rate of 126.08%, followed by makeup at 81.46% and everyday clothing (outfit of the day) at 77.15%, proving that content based on the real needs of the audience can generate deeper engagement. The main conclusion of this study confirms that instagram serves as an effective business communication tool. Therefore, regularly evaluating audience engagement rates is crucial for optimizing content performance and maintaining the sustainability of business communications on digital platforms, particularly instagram.
Makna Komunikasi Nonverbal pada Tari Sekar Wawai
Dwi Ayu Saraswati;
Hanindyalaila Pienrasmi;
M. Denu Poyo
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 4 (2026): EduTIK : Agustus 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.67142/edutik.v6i4.536
ABSTRAK Tari Sekar Wawai merupakan seni tari yang menggambarkan akulturasi budaya Bali dan Lampung sekaligus bertindak sebagai media komunikasi nonverbal melalui ragam gerak, busana, ekspresi, dan musik. Namun, makna yang terkandung dalam gerak tarian tersebut belum sepenuhnya dipahami oleh masyarakat sehingga memunculkan perbedaan pemaknaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna komunikasi nonverbal yang terdapat dalam ragam gerak Tari Sekar Wawai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif yang dilandasi oleh Teori Interaksi Simbolik dan konsep komunikasi nonverbal. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara bersama informan yang dipilih secara purposive serta dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna komunikasi nonverbal pada ragam gerak Tari Sekar Wawai merupakan wujud nyata dari akulturasi, kerukunan, keharmonisan, dan toleransi antarbudaya Bali dan Lampung. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tarian ini mampu menjadi jembatan perdamaian yang membuktikan bahwa keberagaman etnis di Lampung dapat bersatu dan hidup berdampingan secara rukun melalui inovasi seni. ABSTRACT The Sekar Wawai dance reflects the cultural acculturation of Bali and Lampung while serving as a medium of nonverbal communication. However, the meanings conveyed through its dance movements are not yet fully understood by the community. This study aims to uncover the nonverbal communication meanings embedded in the movement variety of the Sekar Wawai dance. A qualitative approach with a descriptive method was employed, using purposive sampling to select informants including the choreographer, music arranger, dancers, cultural figures, and audience members. Data were collected through interviews and documentation, then analyzed using qualitative descriptive techniques. The results show that the nonverbal communication in the dance movements is a tangible manifestation of acculturation, harmony, and tolerance between Balinese and Lampung cultures. This study concludes that art possesses the innovative power to maintain harmony by turning cultural differences into a shared wealth to be preserved together.
Pemanfaatan Media Sosial Instagram dalam Membangun Brand Awareness UMKM Kuliner: Studi Kasus SAR Pizza Bandar Lampung
Regita Cahya Devanto;
Wawan Hernawan;
M. Denu Poyo
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 4 (2026): EduTIK : Agustus 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.67142/edutik.v6i4.537
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan menganalisis upaya pemanfaatan media sosial Instagram dalam membangun brand awareness Sar Pizza Bandar Lampung serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam prosesnya. Latar belakang penelitian didasari oleh semakin pentingnya brand awareness bagi UMKM kuliner yang memiliki keterbatasan sumber daya di tengah persaingan yang ketat, serta masih terbatasnya kajian yang secara khusus mengkaji proses pemanfaatan konten Instagram sebagai sarana komunikasi brand pada UMKM kuliner dari perspektif tingkatan brand awareness Aaker. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui observasi non-partisipan digital terhadap akun Instagram Sar Pizza, wawancara semi terstruktur dengan 10 informan (pemilik, admin Instagram, 4 followers, dan 4 non-followers), serta dokumentasi. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sar Pizza telah memanfaatkan Instagram sebagai media komunikasi pemasaran melalui penyajian konten visual produk, penyampaian informasi produk dan promosi, serta interaksi dengan konsumen melalui fitur feed, stories, reels, highlights, caption, dan direct message. Berdasarkan tingkatan brand awareness Aaker, Sar Pizza berhasil mengurangi kondisi Unaware of Brand dan mencapai tahap Brand Recognition melalui identitas visual merek dan konten Instagram yang konsisten. Namun, Brand Recall belum optimal karena konsumen belum mampu mengingat Sar Pizza secara spontan, dan Top of Mind belum tercapai karena brand pizza mapan seperti Pizza Hut masih lebih dominan di benak konsumen. Kendala utama yang diidentifikasi meliputi intensitas unggahan yang belum konsisten, keterbatasan pengelolaan akun Instagram, dan persaingan dengan brand pizza yang lebih dikenal. Implikasi penelitian ini memberikan kerangka evaluatif berbasis piramida Aaker bagi UMKM kuliner dalam mengukur dan meningkatkan efektivitas pemanfaatan Instagram untuk pembentukan brand awareness. ABSTRACT This study aims to analyze the efforts of using Instagram social media to build brand awareness of Sar Pizza Bandar Lampung and identify the obstacles faced in the process. The study is motivated by the growing importance of brand awareness for culinary SMEs with limited resources amid intense competition, and the limited research specifically examining the use of Instagram content as a brand communication tool for culinary SMEs through the lens of Aaker's brand awareness levels. A descriptive qualitative approach with a case study method was employed. Data were collected through digital non-participant observation of Sar Pizza's Instagram account, semi-structured interviews with 10 informants (owner, Instagram admin, 4 followers, and 4 non-followers), and documentation. Data validity was maintained through source and technique triangulation. Results show that Sar Pizza has utilized Instagram as a marketing communication medium through visual product content, product and promotional information, and consumer interaction via feed, stories, reels, highlights, caption, and direct message. Based on Aaker's brand awareness levels, Sar Pizza successfully reduced the Unaware of Brand condition and reached the Brand Recognition stage through brand visual identity and consistent Instagram content. However, Brand Recall has not been optimal as consumers cannot spontaneously recall Sar Pizza, and Top of Mind has not been achieved as established pizza brands such as Pizza Hut remain more dominant in consumer memory. Key obstacles include inconsistent upload intensity, limited Instagram account management, and competition from more well-known pizza brands. The implications of this research provide an Aaker pyramid-based evaluative framework for culinary SMEs to measure and improve the effectiveness of Instagram use for brand awareness building.
Analisis Personal Branding Mahasiswa Generasi Z Universitas Bina Sarana Informatika Cengkareng Jakarta Barat melalui Media Sosial Instagram dalam Membangun Citra Diri
Silvi Julia Rachmawati;
Salman
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 4 (2026): EduTIK : Agustus 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.67142/edutik.v6i4.538
ABSTRAK Instagram adalah media sosial yang sangat sering dipakai oleh mereka yang ingin membangun dan menampilkan personal branding. Namun penelitian yang melibatkan personal branding dari mahasiswa, yaitu pengguna media sosial yang bukan selebritas masih sedikit. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa bagaimana mahasiswa Generasi Z dari Universitas Bina Sarana Informatika Kampus Cengkareng Jakarta Barat membangun personal branding mereka melalui Instagram demi membentuk citra diri. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif fenomenologi yang dilakukan kepada 4 informan dengan sampel yang ditentukan secara purposive. Data dikumpulkan melalui teknik wawancara mendalam, observasi akun Instagram, dan dokumentasi. Selanjutnya data dianalisa menggunakan analisis Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa personal branding dari mahasiswa terbentuk berdasarkan pengelolaan visual Instagram, penggunaan caption, dan konsisten pada isi konten yang merespons peran representasi identitas dan citra diri mereka di ruang digital. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa personal branding dari mahasiswa Generasi Z terbentuk secara otentik melalui pengalaman, nilai pribadi, dan kebiasaan sosial, sehingga Instagram menjadi sarana penting dalam pembentukan citra diri. ABSTRACT Instagram is a social network that is commonly utilized for the purpose of creating and exhibiting self-identity. Nevertheless, there has been little research conducted on personal branding in college students as the non-famous users of social networks. This research is intended to study the process of creating personal branding through Instagram by Generation Z students at Bina Sarana Informatika University on Cengkareng campus, West Jakarta. The qualitative method with phenomenology approach was utilized in this research and four informants were selected using purposive sampling. The data were collected using an in-depth interviews technique, by observing the Instagram accounts of the selected respondents and documentation followed by data analysis using Miles and Huberman framework. The findings reveal that personal branding formation is done through Instagram visual management, selection of captions, and constant content updating, which leads to identity manifestation and self-image strengthening in the digital environment. Overall, this research brings conclusion that personal branding can be authentically conveyed by Generation Z people via their personal experiences, values, and behaviors in social networks like Instagram.
Teknik Komunikasi dalam Mengelola Hubungan dengan Klien pada Proses Desain (Studi Kasus pada Bara Creative Studio)
Ezra Valentya Immanuel;
Noning Verawati;
M. Denu Poyo
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 4 (2026): EduTIK : Agustus 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.67142/edutik.v6i4.543
ABSTRAK Komunikasi menjadi faktor penting dalam membangun dan mempertahankan hubungan antara agensi kreatif dan klien selama proses desain. Perbedaan kebutuhan, karakteristik, dan ekspektasi klien menuntut penerapan teknik komunikasi yang tepat agar tercipta kesamaan pemahaman serta hubungan kerja sama yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis teknik komunikasi yang diterapkan Bara Creative Studio dalam mengelola hubungan dengan klien pada proses desain. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan Account Executive, Creative Director, Desainer Grafis, dan klien Bara Creative Studio. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan uji keabsahan menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bara Creative Studio menerapkan empat teknik komunikasi, yaitu teknik hubungan manusiawi, teknik informatif, teknik persuasif, dan teknik instruktif. Teknik komunikasi informatif merupakan teknik yang paling dominan karena diterapkan hampir pada seluruh tahapan proses desain, mulai dari penggalian kebutuhan klien, penyusunan creative brief, penyampaian konsep desain, presentasi hasil desain, hingga proses revisi, sehingga mampu membangun kesamaan pemahaman antara klien dan tim internal. Teknik hubungan manusiawi menjadi dasar dalam membangun kepercayaan dan hubungan profesional dengan klien, sedangkan teknik persuasif digunakan secara kondisional ketika terjadi perbedaan pandangan terhadap konsep desain. Adapun teknik instruktif merupakan teknik yang paling jarang digunakan karena hanya diterapkan sebagai arahan teknis pada kondisi tertentu setelah tercapai kesepakatan bersama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan teknik komunikasi secara situasional sesuai dengan kebutuhan setiap tahapan proses desain mampu mendukung pengelolaan hubungan dengan klien secara kolaboratif, dan berkelanjutan. ABSTRACT Communication plays a crucial role in establishing and maintaining relationships between creative agencies and clients throughout the design process. Differences in clients needs, characteristics, and expectations require the implementation of appropriate communication techniques to achieve mutual understanding and sustain long-term professional relationships. This study aims to analyze the communication techniques employed by Bara Creative Studio in managing client relationships during the design process. The research adopted a qualitative approach using a case study method. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation involving the Account Executive, Creative Director, Graphic Designer, and clients of Bara Creative Studio. Data were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing, while source triangulation was employed to ensure data validity. The findings reveal that Bara Creative Studio applies four communication techniques: human relations, informative, persuasive, and instructive communication. Among these, informative communication is the most dominant technique, as it is implemented throughout almost every stage of the design process, including identifying client needs, preparing the creative brief, presenting design concepts, delivering design outcomes, and managing revisions, thereby fostering shared understanding between clients and the internal team. Human relations communication serves as the foundation for building trust and maintaining professional relationships with clients, while persuasive communication is applied when differences in design perspectives arise. Meanwhile, instructive communication is the least frequently used technique, as it is limited to providing technical direction in specific situations after mutual agreement has been reached. This study concludes that the situational application of communication techniques according to the requirements of each stage of the design process supports dialogic, collaborative, and sustainable client relationship management.
Analisis Umpan Balik Pesan Promosi pada Media Sosial (Studi Kasus di Pringsewu Ranch and Resto (PRINCHSTO))
Liniya Jihan Azzahra;
Hanindyalaila Pienrasmi;
Budhi Waskito
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 4 (2026): EduTIK : Agustus 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.67142/edutik.v6i4.544
ABSTRAK Penelitian ini mengkaji umpan balik audiens terhadap pesan promosi yang di sampaikan melalui media social Pringsewu Ranch and Resto (Princhsto). Media sosial telah menjadi media promosi yang penting karena memungkinkan pelaku usaha pariwisata tidak hanya menyebarkan informasi, tetapi juga menerima umpan balik secara langsung dari audiens. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respon audiens terhadap pesan promosi yang disampaikan melalui Instagram, TikTok, dan Facebook. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi yang melibatkan satu informan utama, satu informan kunci, dan enam informan pendukung yang merupakan pengikut akun media sosial Princhsto. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umpan balik audiens terhadap pesan promosi Princhsto cenderung positif. Pesan informatif mengenai fasilitas, aktivitas, event, dan promo dinilai mudah dipahami, sedangkan pesan visual yang menampilkan aktivitas berkuda, memanah, pengalaman pengunjung, serta suasana lokasi menjadi bentuk pesan yang paling menarik perhatian audiens. Konten promosi aktivitas berkuda menjadi pesan yang paling dominan memperoleh umpan balik karena dianggap unik dan menjadi daya tarik utama Princhsto. Secara keseluruhan, media sosial memiliki peran penting dalam menyampaikan pesan promosi dan membangun umpan balik positif dari audiens terhadap Princhsto. ABSTRACT This study examines audience feedback on promotional messages delivered through the social media platforms of Pringsewu Ranch and Resto (Princhsto). Social media has become an important promotional medium that enables tourism businesses not only to disseminate information but also to receive direct feedback from audiences. This research aims to analyze audience responses to promotional messages conveyed through Instagram, TikTok, and Facebook. The study employed a qualitative descriptive approach. Data were collected through interviews, observation, and documentation involving one key informant, one main informant, and six supporting informants who follow Princhsto’s social media accounts. The findings indicate that audience feedback toward Princhsto’s promotional messages was generally positive. Horse-riding promotional content emerged as the most dominant message receiving audience feedback because it was perceived as unique and represented the main attraction of Princhsto. Overall, social media plays a significant role in delivering promotional messages and fostering positive audience feedback toward Princhsto.
Pengaruh Kredibilitas Influencer dan Content Marketing pada Akun TikTok @fujiian terhadap Minat Beli Produk SEA Makeup Stayput Prime & Set Continuous Setting Spray di Kalangan Followers
Shafwah Khairunnisa Latuconsina;
Ballian Siregar
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 4 (2026): EduTIK : Agustus 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.67142/edutik.v6i4.540
ABSTRAK Riset ini menelusuri keterkaitan antara kredibilitas influencer dan content marketing dengan minat beli konsumen pada produk Sea Makeup Stayput Prime & Set Continuous Setting Spray, dengan fokus khusus di kalangan Followers. Riset ini bermula dari lonjakan penjualan yang terjadi begitu sang influencer mengunggah kontennya. Peneliti memakai pendekatan kuantitatif ekplanatori lewat metode survey terhadap 100 responden, mayoritas berusia 21 sampai 25 tahun, aktif bermain Tiktok, dan berstatus followers akun @Fujiiian yang pernah menonton konten produk itu. Sampel dipilih memakai purposive sampling, sementara pengolahan datanya memakai regresi linear berganda ditambah uji asumsi klasik. Hasilnya cukup gamblang, kedua variabel terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli, dengan Content Marketing menjadi variabel yang paling menonjol pengaruhnya. Angka R2 sebesar 0,614 memperlihatkan bahwa 61,4% minat beli mampu dijelaskan oleh model ini. Uji T serta uji F juga menegaskan signifikansi model tanpa ditemukan masalah multikolinearitas maupun heteroskedastisitas. Temuan ini menegaskan betapa pentingnya konten pemasaran yang menarik, kreatif, informatif, dan tentu saja kehadiran influencer yang kredibel. Atas dasar itu, perusahaan disarankan lebih cermat memilih influencer yang cocok dengan nilai mereknya sembari terus memperkaya konten pemasaran agar hasilnya makin optimal. ABSTRACT This study investigates how influencer credibility and content marketing relate to the purchase intention of Sea Makeup Stayput Prime & Set Continuous Setting Spray among its followers. It was prompted by a sales spike observed right after influencers posted their content. An explanatory quantitative survey design was applied to 100 respondents, most aged 21 to 25, all active TikTok users who follow the account @Fujiiian and had already seen content about the product. Purposive sampling determined the sample, while multiple linear regression together with classical assumption testing handled the data analysis. Both variables turned out to have a positive and significant effect on purchase intention, with content marketing carrying the strongest influence. The resulting R2 of 0.614 indicates that 61.4 percent of purchase interest can be accounted for by this model. Both the T-test and F-test confirmed the model's significance, and no multicollinearity or heteroscedasticity issues were found. These findings point to the importance of content marketing that is engaging, creative, and informative, paired with influencers who are genuinely credible. Companies are therefore encouraged to be more selective in choosing influencers who match their brand values while continuing to enrich their marketing content for better results.
Pengaruh Brand Image Kopi Kenangan terhadap Loyalitas Konsumen Generasi Z: Studi Kuantitatif pada Pengguna Instagram
Efrida Arum Ardelia;
Euis Heryati
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 4 (2026): EduTIK : Agustus 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.67142/edutik.v6i4.541
ABSTRAK Penelitian akademis ini mengangkat tema Brand Image Kopi Kenangan terhadap Loyalitas Konsumen Gen Z. Target ukurnya mencakup brand image Kopi Kenangan di mata konsumen Gen Z beserta tingkat loyalitas konsumen Gen Z terhadap Kopi Kenangan. Analisisnya juga mengkaji pengaruh antara brand image terhadap loyalitas konsumen Gen Z. Peneliti menerapkan metode kuantitatif berlandaskan paradigma positivistik. Kriteria populasi menyasar konsumen Gen Z yang berusia 17-29 tahun. Syarat tambahannya wajib berpengalaman membeli produk Kopi Kenangan dan aktif mengikuti akun Instagram Kopi Kenangan. Pengambilan sampel menetapkan kuota 100 responden. Proses seleksinya mengandalkan pendekatan non-probability sampling dengan purposive sampling. Penggalian data sepenuhnya memanfaatkan kuesioner. Rangkaian pengolahan angka melibatkan statistik deskriptif, uji keabsahan data, dan uji asumsi klasik. Evaluasi lanjutannya menerapkan analisis regresi linear sederhana, uji parsial (t), hingga uji koefisien determinasi (R²) berbantuan aplikasi SPSS. Keluaran hitungan mencetak nilai signifikansi sebesar 0,001<0,05 didampingi nilai t hitung sebesar 6,241. Fakta ini memastikan hipotesis penelitian dapat diterima. Rincian nilai koefisien determinasi (R²) menunjuk angka 0,284. Bukti ukur menegaskan brand image memberikan kontribusi sebesar 28,4% terhadap loyalitas konsumen. Porsi sisa 71,6% berasal dari intervensi variabel lain di luar batas riset. Pembuktian akhir menetapkan brand image berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas konsumen Gen Z. ABSTRACT This academic study examines the relationship between Kopi Kenangan’s brand image and Gen Z consumer loyalty. The research objectives include assessing Kopi Kenangan’s brand image as perceived by Gen Z consumers and measuring the level of Gen Z consumer loyalty toward Kopi Kenangan. The analysis also explores the influence of brand image on Gen Z consumer loyalty. The researcher employed a quantitative method grounded in the positivist paradigm. The population criteria targeted Gen Z consumers aged 17–29 years. Additional requirements included having purchased Kopi Kenangan products and actively following Kopi Kenangan’s Instagram account. The sample size was set at 100 respondents. The selection process relied on a non-probability sampling approach using purposive sampling. Data collection was conducted entirely through questionnaires. The data analysis process involved descriptive statistics, data validity tests, and classical assumption tests. Further evaluation utilized simple linear regression analysis, the t-test, and the coefficient of determination (R²) test using SPSS software. The results yielded a significance value of 0.001 < 0.05, accompanied by a calculated t-value of 6.241. This confirms that the research hypothesis is accepted. The coefficient of determination (R²) was found to be 0.284. The findings confirm that brand image contributes 28.4% to consumer loyalty. The remaining 71.6% is attributed to other variables outside the scope of this study. The final findings confirm that brand image has a positive and significant effect on Gen Z consumer loyalty.
Konstruksi Pesan dalam Promosi Music Box (Studi Kasus pada Honnebox di Bandar Lampung)
Nofinda Keisha;
Wawan Hernawan
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 4 (2026): EduTIK : Agustus 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.67142/edutik.v6i4.545
ABSTRAK Music Box merupakan produk yang memiliki nilai emosional dan simbolik sehingga keberhasilan promosinya tidak hanya bergantung pada penyampaian informasi produk, tetapi juga pada kemampuan membangun makna melalui pesan yang disampaikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis konstruksi pesan promosi yang dilakukan Honnebox pada konten TikTok Music Box, mengidentifikasi unsur-unsur pesan yang ditonjolkan, serta mendeskripsikan bentuk penyajian pesan dalam media sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus pada Honnebox di Bandar Lampung. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap pemilik, pengelola media sosial, serta konsumen yang dipilih menggunakan teknik purposive dan snowball sampling. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstruksi pesan promosi Honnebox dibangun melalui proses eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi yang menghadirkan Music Box sebagai simbol perhatian dan hadiah bermakna. Unsur pesan yang dominan meliputi daya tarik emosional, informasional, personal, serta simbolik yang dikemas melalui visual, narasi, dan penyajian konten TikTok. Penyajian pesan tersebut mampu membangun persepsi bahwa Music Box bukan sekadar produk, tetapi media untuk menyampaikan makna pada berbagai momen seperti ulang tahun, wisuda, dan anniversary. Penelitian ini menunjukkan bahwa konstruksi pesan yang terencana menjadi faktor penting dalam memperkuat identitas produk kreatif melalui media sosial. ABSTRACT Music Box is a product with emotional and symbolic value; therefore, the success of its promotion depends not only on delivering product information but also on constructing meaningful messages. This study aims to analyze how Honnebox constructs promotional messages for its Music Box products through TikTok content, identify the dominant message appeals, and describe how these messages are presented on social media. This research employed a qualitative approach using a case study method at Honnebox in Bandar Lampung. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation involving the business owner, social media administrator, and consumers selected using purposive and snowball sampling techniques. The data were analyzed using the Miles and Huberman interactive model, including data reduction, data display, and conclusion drawing, while data validity was ensured through source triangulation, technique triangulation, and member checking. The findings indicate that Honnebox constructs its promotional messages through the processes of externalization, objectivation, and internalization, positioning the Music Box as a symbol of affection and meaningful gifts. The promotional content emphasizes emotional, informational, personal, and symbolic message appeals, which are presented through visual storytelling, narration, and TikTok-based content. These message construction strategies encourage audiences to perceive the Music Box not merely as a product but as a medium for expressing emotions and commemorating special moments. The study concludes that well-structured message construction plays a significant role in strengthening the brand identity of creative products through social media.
Perubahan Perilaku Pelaku UMKM dalam Komunikasi Pemberdayaan di Pasar Yosomulyo Pelangi Kota Metro
Gencia Agna Setra;
Noning Verawati;
M. Denu Poyo
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 4 (2026): EduTIK : Agustus 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.67142/edutik.v6i4.546
ABSTRAK Pasar Yosomulyo Pelangi (Payungi) di Kota Metro Lampung merupakan ruang ekonomi kreatif berbasis komunitas yang menaungi 78 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Sejak berdiri pada tahun 2018, pengelola Payungi menerapkan strategi komunikasi pemberdayaan melalui pertemuan rutin mingguan, budaya belajar, dan kegiatan gotong royong. Namun demikian, sejauh mana strategi tersebut mengubah perilaku pelaku UMKM belum banyak dikaji secara mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perubahan perilaku pada komunikasi pemberdayaan UMKM di Pasar Yosomulyo Pelangi (Payungi) Kota Metro. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam terhadap informan kunci, utama, dan pendukung, serta dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman dan diuji keabsahannya melalui triangulasi, member check, dan audit trail. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi pemberdayaan yang berlangsung di Payungi mendorong perubahan perilaku pelaku UMKM pada tiga aspek. Perubahan kognitif terlihat dari meningkatnya pengetahuan mengenai pemasaran digital, penggunaan media sosial dan aplikasi Canva, serta pelayanan pelanggan. Perubahan afektif ditunjukkan melalui meningkatnya rasa percaya diri, motivasi, keterbukaan terhadap kritik, dan rasa memiliki terhadap komunitas. Perubahan behavioral tampak dari pemanfaatan media sosial untuk promosi, peningkatan kualitas pelayanan, kepedulian terhadap kebersihan lingkungan pasar, serta partisipasi aktif dalam kegiatan komunitas. Ketiga aspek tersebut saling berkaitan dan berkembang secara bertahap menjadi kebiasaan, bahkan budaya kolektif komunitas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi pemberdayaan yang dilakukan secara konsisten dan partisipatif mampu menghasilkan perubahan perilaku yang berkelanjutan pada pelaku UMKM. ABSTRACT Pasar Yosomulyo Pelangi (Payungi) in Metro City, Lampung, is a community-based creative economic space that houses 78 Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs). Since its establishment in 2018, the Payungi management has implemented an empowerment communication strategy through weekly routine meetings, a learning culture, and mutual cooperation (gotong royong) activities. However, the extent to which this strategy changes the behavior of MSME actors has not been widely examined. This study aims to identify behavior change in empowerment communication among MSMEs at Pasar Yosomulyo Pelangi (Payungi), Metro City. The research employs a descriptive qualitative approach with a case study method. Data were obtained through observation, in-depth interviews with key, main, and supporting informants, and documentation, then analyzed using the Miles and Huberman interactive model, with validity tested through triangulation, member checking, and audit trail. The results show that empowerment communication at Payungi encourages behavior change among MSME actors in three aspects. Cognitive change is seen in increased knowledge of digital marketing, the use of social media and the Canva application, and customer service. Affective change is shown through increased self-confidence, motivation, openness to criticism, and a sense of belonging to the community. Behavioral change is reflected in the use of social media for promotion, improved service quality, concern for market cleanliness, and active participation in community activities. These three aspects are interrelated and gradually develop into habits, and even into the community's collective culture. The study concludes that consistent and participatory empowerment communication is able to produce sustainable behavior change among MSME actors.