cover
Contact Name
Stralen Pratasik
Contact Email
stralente@unima.ac.id
Phone
+6285124006074
Journal Mail Official
edutik@unima.ac.id
Editorial Address
Jl. Kampus Unima, Tonsaru, Tondano Sel., Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara 95618
Location
Kab. minahasa,
Sulawesi utara
INDONESIA
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi
ISSN : 2798141X     EISSN : 2798141X     DOI : -
Jurnal Edutik merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Manado. Jurnal ini hadir sebagai wadah bagi para akademisi, peneliti, dan praktisi untuk mempublikasikan hasil penelitian yang berkontribusi dalam pengembangan keilmuan di bidang Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi, Teknik Informatika, Teknologi Komunikasi, serta Ilmu Komunikasi. Dengan semangat untuk mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, Jurnal Edutik memberikan ruang bagi berbagai kajian yang berfokus pada inovasi dan penerapan teknologi dalam dunia pendidikan, perkembangan di bidang teknik informatika, serta dinamika komunikasi berbasis teknologi, termasuk isu-isu terkini yang berkaitan dengan kebijakan pendidikan berbasis digital, kecerdasan buatan dalam pembelajaran, keamanan data dalam sistem pendidikan modern, dan transformasi komunikasi digital di era informasi. Ruang lingkup Jurnal Edutik mencakup berbagai aspek dalam ranah Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi, termasuk pengembangan kurikulum berbasis teknologi, model pembelajaran digital, strategi implementasi e-learning yang efektif, serta teknologi pendidikan adaptif. Selain itu, jurnal ini juga mengakomodasi penelitian dalam bidang Teknik Informatika, yang meliputi Rekayasa Perangkat Lunak dengan fokus pada metode pengembangan agile, kecerdasan buatan dalam rekayasa perangkat lunak, serta integrasi cloud computing; Sistem Informasi, yang mencakup pengelolaan big data, keamanan sistem informasi, serta optimalisasi sistem berbasis blockchain; Jaringan dan Keamanan Komputer, yang menyoroti keamanan siber, deteksi ancaman siber berbasis AI, serta optimasi infrastruktur jaringan; serta Sistem Pendukung Keputusan, yang berfokus pada penerapan machine learning dalam pengambilan keputusan, sistem rekomendasi berbasis data, serta penerapan Internet of Things (IoT) dalam otomatisasi keputusan. Dalam ranah Teknologi Komunikasi, jurnal ini mencakup topik-topik seperti pengembangan infrastruktur komunikasi digital, teknologi 5G dan evolusi jaringan masa depan, integrasi media sosial dalam pengelolaan informasi, serta pemanfaatan platform komunikasi berbasis AI dalam interaksi sosial dan pendidikan. Sedangkan dalam bidang Ilmu Komunikasi, ruang lingkup meliputi kajian komunikasi digital, strategi komunikasi di era media baru, komunikasi antar budaya berbasis teknologi, penggunaan media digital dalam kampanye sosial dan pendidikan, serta dinamika perilaku komunikasi dalam masyarakat berbasis teknologi. Sebagai jurnal yang berorientasi pada perkembangan teknologi dan inovasi, Jurnal Edutik juga membuka peluang publikasi bagi penelitian terkait e-Government, termasuk transformasi digital dalam pelayanan publik, kebijakan keamanan data pemerintahan, serta pengelolaan administrasi berbasis AI; Aplikasi Mobile, dengan cakupan pengembangan aplikasi berbasis UI/UX, implementasi augmented reality dan virtual reality, serta aplikasi berbasis kesehatan dan pendidikan. Dengan cakupan yang luas dan multidisipliner, jurnal ini diharapkan menjadi referensi utama bagi para akademisi dan praktisi yang ingin menggali lebih dalam tentang peran teknologi dalam meningkatkan efektivitas pendidikan, pengembangan sistem berbasis digital, serta transformasi komunikasi modern. Melalui publikasi yang berkualitas, Jurnal Edutik berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam penguatan keilmuan dan kemajuan teknologi di era digital.
Articles 356 Documents
Engagement Rate (Tingkat Keterlibatan) @enayfaradiba pada Reels dalam Mendukung Keberhasilan Komunikasi Bisnis Risya Audila; Noning Verawati; Wawan Hernawan
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 4 (2026): EduTIK : Agustus 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i4.535

Abstract

ABSTRAK  Penelitian ini dilakukan karena adanya fenomena perubahan oleh kemajuan teknologi dan pergeseran perilaku masyarakat, yang kini lebih banyak memakai media sosial instagram daripada media konvensional. Instagram kini menjadi media utama bagi individu untuk menjalankan komunikasi bisnis secara personal melalui profesi yang disebut dengan selebgram (selebriti di instagram). Media sosial instagram menjadi platform bagi para selebgram (selebriti di instagram) dalam menjalankan komunikasi bisnis serta membangun interaksi dengan audiens. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis engagement rate (tingkat keterlibatan) @enayfaradiba pada reels dalam mendukung keberhasilan komunikasi bisnis. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perhitungan tingkat keterlibatan pada periode Maret 2026–Juni 2026 secara signifikan memengaruhi keberhasilan komunikasi bisnisnya. Konten perawatan kulit (skincare) mencatat rata-rata tingkat keterlibatan tertinggi sebesar 126,08%, diikuti oleh riasan (makeup) sebesar 81,46% dan pakaian sehari-hari (outfit of the day) sebesar 77,15%, membuktikan bahwa konten yang didasarkan pada kebutuhan nyata audiens mampu menimbulkan keterlibatan yang lebih dalam. Kesimpulan utama dari penelitian ini menegaskan bahwa penggunaan Instagram berfungsi sebagai instrumen komunikasi bisnis yang efektif. Oleh karena itu, evaluasi keterlibatan audiens (engagement rate) secara teratur sangat penting untuk mengoptimalkan performa konten, guna mempertahankan keberlanjutan komunikasi bisnis pada platform digital khususnya instagram. ABSTRACT  This research was conducted due to the phenomenon of changes due to technological advances and shifts in people's behavior, who now use instagram more than conventional media. Instagram has now become the main medium for individuals to conduct personal business communications through a profession called celebgrams (celebrities on instagram). Instagram social media has become a platform for celebgrams (celebrities on instagram) in conducting business communications and building interactions with audiences. This study aims to analyze the engagement rate (level of involvement) of @enayfaradiba on reels in supporting the success of business communications. The research method used in this study is a qualitative descriptive approach with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The results show that the calculation of the engagement rate in the period March 2026–June 2026 significantly influences the success of its business communications. Skincare content recorded the highest average engagement rate of 126.08%, followed by makeup at 81.46% and everyday clothing (outfit of the day) at 77.15%, proving that content based on the real needs of the audience can generate deeper engagement. The main conclusion of this study confirms that instagram serves as an effective business communication tool. Therefore, regularly evaluating audience engagement rates is crucial for optimizing content performance and maintaining the sustainability of business communications on digital platforms, particularly instagram.
Makna Komunikasi Nonverbal pada Tari Sekar Wawai Dwi Ayu Saraswati; Hanindyalaila Pienrasmi; M. Denu Poyo
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 4 (2026): EduTIK : Agustus 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i4.536

Abstract

ABSTRAK Tari Sekar Wawai merupakan seni tari yang menggambarkan akulturasi budaya Bali dan Lampung sekaligus bertindak sebagai media komunikasi nonverbal melalui ragam gerak, busana, ekspresi, dan musik. Namun, makna yang terkandung dalam gerak tarian tersebut belum sepenuhnya dipahami oleh masyarakat sehingga memunculkan perbedaan pemaknaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna komunikasi nonverbal yang terdapat dalam ragam gerak Tari Sekar Wawai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif yang dilandasi oleh Teori Interaksi Simbolik dan konsep komunikasi nonverbal. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara bersama informan yang dipilih secara purposive serta dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna komunikasi nonverbal pada ragam gerak Tari Sekar Wawai merupakan wujud nyata dari akulturasi, kerukunan, keharmonisan, dan toleransi antarbudaya Bali dan Lampung. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tarian ini mampu menjadi jembatan perdamaian yang membuktikan bahwa keberagaman etnis di Lampung dapat bersatu dan hidup berdampingan secara rukun melalui inovasi seni. ABSTRACT The Sekar Wawai dance reflects the cultural acculturation of Bali and Lampung while serving as a medium of nonverbal communication. However, the meanings conveyed through its dance movements are not yet fully understood by the community. This study aims to uncover the nonverbal communication meanings embedded in the movement variety of the Sekar Wawai dance. A qualitative approach with a descriptive method was employed, using purposive sampling to select informants including the choreographer, music arranger, dancers, cultural figures, and audience members. Data were collected through interviews and documentation, then analyzed using qualitative descriptive techniques. The results show that the nonverbal communication in the dance movements is a tangible manifestation of acculturation, harmony, and tolerance between Balinese and Lampung cultures. This study concludes that art possesses the innovative power to maintain harmony by turning cultural differences into a shared wealth to be preserved together.
Pemanfaatan Media Sosial Instagram dalam Membangun Brand Awareness UMKM Kuliner: Studi Kasus SAR Pizza Bandar Lampung Regita Cahya Devanto; Wawan Hernawan; M. Denu Poyo
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 4 (2026): EduTIK : Agustus 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i4.537

Abstract

ABSTRAK              Penelitian ini bertujuan menganalisis upaya pemanfaatan media sosial Instagram dalam membangun brand awareness Sar Pizza Bandar Lampung serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam prosesnya. Latar belakang penelitian didasari oleh semakin pentingnya brand awareness bagi UMKM kuliner yang memiliki keterbatasan sumber daya di tengah persaingan yang ketat, serta masih terbatasnya kajian yang secara khusus mengkaji proses pemanfaatan konten Instagram sebagai sarana komunikasi brand pada UMKM kuliner dari perspektif tingkatan brand awareness Aaker. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui observasi non-partisipan digital terhadap akun Instagram Sar Pizza, wawancara semi terstruktur dengan 10 informan (pemilik, admin Instagram, 4 followers, dan 4 non-followers), serta dokumentasi. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sar Pizza telah memanfaatkan Instagram sebagai media komunikasi pemasaran melalui penyajian konten visual produk, penyampaian informasi produk dan promosi, serta interaksi dengan konsumen melalui fitur feed, stories, reels, highlights, caption, dan direct message. Berdasarkan tingkatan brand awareness Aaker, Sar Pizza berhasil mengurangi kondisi Unaware of Brand dan mencapai tahap Brand Recognition melalui identitas visual merek dan konten Instagram yang konsisten. Namun, Brand Recall belum optimal karena konsumen belum mampu mengingat Sar Pizza secara spontan, dan Top of Mind belum tercapai karena brand pizza mapan seperti Pizza Hut masih lebih dominan di benak konsumen. Kendala utama yang diidentifikasi meliputi intensitas unggahan yang belum konsisten, keterbatasan pengelolaan akun Instagram, dan persaingan dengan brand pizza yang lebih dikenal. Implikasi penelitian ini memberikan kerangka evaluatif berbasis piramida Aaker bagi UMKM kuliner dalam mengukur dan meningkatkan efektivitas pemanfaatan Instagram untuk pembentukan brand awareness. ABSTRACT              This study aims to analyze the efforts of using Instagram social media to build brand awareness of Sar Pizza Bandar Lampung and identify the obstacles faced in the process. The study is motivated by the growing importance of brand awareness for culinary SMEs with limited resources amid intense competition, and the limited research specifically examining the use of Instagram content as a brand communication tool for culinary SMEs through the lens of Aaker's brand awareness levels. A descriptive qualitative approach with a case study method was employed. Data were collected through digital non-participant observation of Sar Pizza's Instagram account, semi-structured interviews with 10 informants (owner, Instagram admin, 4 followers, and 4 non-followers), and documentation. Data validity was maintained through source and technique triangulation. Results show that Sar Pizza has utilized Instagram as a marketing communication medium through visual product content, product and promotional information, and consumer interaction via feed, stories, reels, highlights, caption, and direct message. Based on Aaker's brand awareness levels, Sar Pizza successfully reduced the Unaware of Brand condition and reached the Brand Recognition stage through brand visual identity and consistent Instagram content. However, Brand Recall has not been optimal as consumers cannot spontaneously recall Sar Pizza, and Top of Mind has not been achieved as established pizza brands such as Pizza Hut remain more dominant in consumer memory. Key obstacles include inconsistent upload intensity, limited Instagram account management, and competition from more well-known pizza brands. The implications of this research provide an Aaker pyramid-based evaluative framework for culinary SMEs to measure and improve the effectiveness of Instagram use for brand awareness building.
Analisis Personal Branding Mahasiswa Generasi Z Universitas Bina Sarana Informatika Cengkareng Jakarta Barat melalui Media Sosial Instagram dalam Membangun Citra Diri Silvi Julia Rachmawati; Salman
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 4 (2026): EduTIK : Agustus 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i4.538

Abstract

 ABSTRAK Instagram adalah media sosial yang sangat sering dipakai oleh mereka yang ingin membangun dan menampilkan personal branding. Namun penelitian yang melibatkan personal branding dari mahasiswa, yaitu pengguna media sosial yang bukan selebritas masih sedikit. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa bagaimana mahasiswa Generasi Z dari Universitas Bina Sarana Informatika Kampus Cengkareng Jakarta Barat membangun personal branding mereka melalui Instagram demi membentuk citra diri. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif fenomenologi yang dilakukan kepada 4 informan dengan sampel yang ditentukan secara purposive. Data dikumpulkan melalui teknik wawancara mendalam, observasi akun Instagram, dan dokumentasi. Selanjutnya data dianalisa menggunakan analisis Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa personal branding dari mahasiswa terbentuk berdasarkan pengelolaan visual Instagram, penggunaan caption, dan konsisten pada isi konten yang merespons peran representasi identitas dan citra diri mereka di ruang digital. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa personal branding dari mahasiswa Generasi Z terbentuk secara otentik melalui pengalaman, nilai pribadi, dan kebiasaan  sosial, sehingga Instagram menjadi sarana penting dalam pembentukan citra diri.  ABSTRACT  Instagram is a social network that is commonly utilized for the purpose of creating and exhibiting self-identity. Nevertheless, there has been little research conducted on personal branding in college students as the non-famous users of social networks. This research is intended to study the process of creating personal branding through Instagram by Generation Z students at Bina Sarana Informatika University on Cengkareng campus, West Jakarta. The qualitative method with phenomenology approach was utilized in this research and four informants were selected using purposive sampling. The data were collected using an in-depth interviews technique, by observing the Instagram accounts of the selected respondents and documentation followed by data analysis using Miles and Huberman framework. The findings reveal that personal branding formation is done through Instagram visual management, selection of captions, and constant content updating, which leads to identity manifestation and self-image strengthening in the digital environment. Overall, this research brings conclusion that personal branding can be authentically conveyed by Generation Z people via their personal experiences, values, and behaviors in social networks like Instagram.
Teknik Komunikasi dalam Mengelola Hubungan dengan Klien pada Proses Desain (Studi Kasus pada Bara Creative Studio) Ezra Valentya Immanuel; Noning Verawati; M. Denu Poyo
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 4 (2026): EduTIK : Agustus 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i4.543

Abstract

ABSTRAK  Komunikasi menjadi faktor penting dalam membangun dan mempertahankan hubungan antara agensi kreatif dan klien selama proses desain. Perbedaan kebutuhan, karakteristik, dan ekspektasi klien menuntut penerapan teknik komunikasi yang tepat agar tercipta kesamaan pemahaman serta hubungan kerja sama yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis teknik komunikasi yang diterapkan Bara Creative Studio dalam mengelola hubungan dengan klien pada proses desain. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan Account Executive, Creative Director, Desainer Grafis, dan klien Bara Creative Studio. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan uji keabsahan menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bara Creative Studio menerapkan empat teknik komunikasi, yaitu teknik hubungan manusiawi, teknik informatif, teknik persuasif, dan teknik instruktif. Teknik komunikasi informatif merupakan teknik yang paling dominan karena diterapkan hampir pada seluruh tahapan proses desain, mulai dari penggalian kebutuhan klien, penyusunan creative brief, penyampaian konsep desain, presentasi hasil desain, hingga proses revisi, sehingga mampu membangun kesamaan pemahaman antara klien dan tim internal. Teknik hubungan manusiawi menjadi dasar dalam membangun kepercayaan dan hubungan profesional dengan klien, sedangkan teknik persuasif digunakan secara kondisional ketika terjadi perbedaan pandangan terhadap konsep desain. Adapun teknik instruktif merupakan teknik yang paling jarang digunakan karena hanya diterapkan sebagai arahan teknis pada kondisi tertentu setelah tercapai kesepakatan bersama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan teknik komunikasi secara situasional sesuai dengan kebutuhan setiap tahapan proses desain mampu mendukung pengelolaan hubungan dengan klien secara kolaboratif, dan berkelanjutan. ABSTRACT  Communication plays a crucial role in establishing and maintaining relationships between creative agencies and clients throughout the design process. Differences in clients needs, characteristics, and expectations require the implementation of appropriate communication techniques to achieve mutual understanding and sustain long-term professional relationships. This study aims to analyze the communication techniques employed by Bara Creative Studio in managing client relationships during the design process. The research adopted a qualitative approach using a case study method. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation involving the Account Executive, Creative Director, Graphic Designer, and clients of Bara Creative Studio. Data were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing, while source triangulation was employed to ensure data validity. The findings reveal that Bara Creative Studio applies four communication techniques: human relations, informative, persuasive, and instructive communication. Among these, informative communication is the most dominant technique, as it is implemented throughout almost every stage of the design process, including identifying client needs, preparing the creative brief, presenting design concepts, delivering design outcomes, and managing revisions, thereby fostering shared understanding between clients and the internal team. Human relations communication serves as the foundation for building trust and maintaining professional relationships with clients, while persuasive communication is applied when differences in design perspectives arise. Meanwhile, instructive communication is the least frequently used technique, as it is limited to providing technical direction in specific situations after mutual agreement has been reached. This study concludes that the situational application of communication techniques according to the requirements of each stage of the design process supports dialogic, collaborative, and sustainable client relationship management.
Analisis Umpan Balik Pesan Promosi pada Media Sosial (Studi Kasus di Pringsewu Ranch and Resto (PRINCHSTO)) Liniya Jihan Azzahra; Hanindyalaila Pienrasmi; Budhi Waskito
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 4 (2026): EduTIK : Agustus 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i4.544

Abstract

ABSTRAK               Penelitian ini mengkaji umpan balik audiens terhadap pesan promosi yang di sampaikan melalui media social Pringsewu Ranch and Resto (Princhsto). Media sosial telah menjadi media promosi yang penting karena memungkinkan pelaku usaha pariwisata tidak hanya menyebarkan informasi, tetapi juga menerima umpan balik secara langsung dari audiens. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respon audiens terhadap pesan promosi yang disampaikan melalui Instagram, TikTok, dan Facebook. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi yang melibatkan satu informan utama, satu informan kunci, dan enam informan pendukung yang merupakan pengikut akun media sosial Princhsto. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umpan balik audiens terhadap pesan promosi Princhsto cenderung positif. Pesan informatif mengenai fasilitas, aktivitas, event, dan promo dinilai mudah dipahami, sedangkan pesan visual yang menampilkan aktivitas berkuda, memanah, pengalaman pengunjung, serta suasana lokasi menjadi bentuk pesan yang paling menarik perhatian audiens. Konten promosi aktivitas berkuda menjadi pesan yang paling dominan memperoleh umpan balik karena dianggap unik dan menjadi daya tarik utama Princhsto. Secara keseluruhan, media sosial memiliki peran penting dalam menyampaikan pesan promosi dan membangun umpan balik positif dari audiens terhadap Princhsto. ABSTRACT               This study examines audience feedback on promotional messages delivered through the social media platforms of Pringsewu Ranch and Resto (Princhsto). Social media has become an important promotional medium that enables tourism businesses not only to disseminate information but also to receive direct feedback from audiences. This research aims to analyze audience responses to promotional messages conveyed through Instagram, TikTok, and Facebook. The study employed a qualitative descriptive approach. Data were collected through interviews, observation, and documentation involving one key informant, one main informant, and six supporting informants who follow Princhsto’s social media accounts. The findings indicate that audience feedback toward Princhsto’s promotional messages was generally positive. Horse-riding promotional content emerged as the most dominant message receiving audience feedback because it was perceived as unique and represented the main attraction of Princhsto. Overall, social media plays a significant role in delivering promotional messages and fostering positive audience feedback toward Princhsto.