cover
Contact Name
Indriyani Puluhulawa
Contact Email
indriyani_p@polbeng.ac.id
Phone
+6285241111108
Journal Mail Official
tekla@polbeng.ac.id
Editorial Address
Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Negeri Bengkalis Jl. Bathin Alam, Sungai Alam Bengkalis Riau – 28711
Location
Kab. bengkalis,
Riau
INDONESIA
Jurnal TekLA
ISSN : -     EISSN : 2715842X     DOI : https://doi.org/10.35314/tekla.v6.i2.80
Core Subject : Engineering,
Jurnal Inovtek Seri Teknik Sipil dan Aplikasi (TeKLA) adalah jurnal yang di jadwalkan terbit dua kali setahun. memuat artikel terkait dengan ilmu rekayasa struktur dan material, ilmu pondasi dan tanah pendukung, rekayasa hydro dan bangunan air, rekayasa transportasi dan perkerasan jalan, manajemen konstruksi serta ilmu pengukuran dan pemetaan. Jurnal Inovtek Seri Teknik Sipil dan Aplikasi (TeKLA) disuport oleh dewan redaksi nasional dan internasional yang merupakan peneliti handal dibidangnya. Selain itu TeKLA menerima paper yang berasal dari peneliti, civitas akademik, dan praktisi yang berhubungan dengan bidang Teknik Sipil. Ruang lingkup jurnal TeKLA: Teknik Struktural Beton pracetak untuk konstruksi laut Bahan Konstruksi Rekayasa Geoteknik Teknik Lingkungan Teknik Sumber Daya Air Perencanaan dan Manajemen Transportasi Desain dan Perkerasan Jalan Struktur Jembatan Manajemen Konstruksi Gempa Bumi dan Tsunami Topik studi lain yang relevan
Articles 13 Documents
EVALUASI KERUSAKAN JEMBATAN MENGGUNAKAN METODE BRIDGE MANAGEMENT SYSTEM (BMS)( Studi Kasus: Jembatan Bengkalis) M. Gala Garcya; Galih Sandi Tias; Simanjuntak, Benget Rio Sanses
Jurnal TeKLA: Jurnal Inovtek Seri Teknik Sipil dan Aplikasi Vol 6 No 2 (2024): Inovtek seri TekLA
Publisher : P3M Politeknik Negeri Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/tekla.v6.i2.46

Abstract

Bridges play a significant position in the route network system because of the significant consequences if the bridge is damaged or does not play a role properly. Bridges also play a vital role in infrastructure, supporting economic, social, and cultural activities to achieve balanced and equitable development. However, a bridge can be at risk if it is not designed in accordance with the use of the class of path it follows, so that it can affect traffic safety, so it is necessary to try the name of bridge condition monitoring. Bridge condition monitoring is attempted using the Bridge Management System (BMS) procedure, which is designed to control, conduct, and monitor bridges. Bridge checks are tried carefully, listed evaluating the detailed state of each damaged element, so that a state value is obtained. State evaluation using the BMS procedure, each damage is categorized into 5 levels, with level 1 being the lowest and level 5 being the highest. In this research, the author conducted an evaluation of the condition of the Bengkalis Bridge. Based on the results of the research, it was found that the NK of the bridge is 3, so it requires immediate attention because it is likely to become serious within the next 12 months. It is hoped that the results of this study can share guidelines for improving the expertise and performance of the Bengkalis Bridge. Based on the evaluation results, the Bengkalis Bridge is categorized as severely damaged with a value of 3 and has an age of 42 years.
PENILAIAN KONDISI STRUKTUR JEMBATAN SUNGAI BENGKALIS MENGGUNAKAN METODE BRIDGE MANAJEMEN SYSTEM JALAN ANTARA KABUPATEN BENGKALIS PROVINSI  RIAU M. Gala Garcya; Benget Rio Sanses S; Sandi Tias, Galih
Jurnal TeKLA: Jurnal Inovtek Seri Teknik Sipil dan Aplikasi Vol 6 No 2 (2024): Inovtek seri TekLA
Publisher : P3M Politeknik Negeri Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/tekla.v6.i2.47

Abstract

Bridge condition assessment is a bridge maintenance task that protects the life of the bridge and prevents permanent damage to bridge elements. The increasing number of vehicles increases the risk of reducing the strength and life of bridges. Due to the large number of bridge elements requiring maintenance and the different risk of damage from bridges, a ranking of bridges requiring maintenance was determined. This ranking is made by evaluating the condition of bridges in a system called the Bridge Management System (BMS). The purpose of this research is to evaluate the condition of the bengkalis river concrete bridge on Jalan Antara Bengkalis Regency Riau and take appropriate repair or maintenance measures. The visual inspection carried out on the structural elements of the bridge at the site as a whole obtained a condition value of 3. From the test results, the residual compressive strength value of concrete determined through the hammer test is 190 kg/cm2 for the pillars, 476 kg/cm2 for the deck slab, and 374 kg/cm2 for the bridge girder. Compressive strength values of 19 MPa for concrete columns, 45 MPa for deck slabs, and 37 MPa for beams were obtained. The upper and lower structures were found to comply with the General Specifications for Bridges 2018 Revision 2 chapter on Concrete Quality and Use, and were categorized as “medium concrete quality”. Coverage requirements 20-45 MPa.
ANALISA KEBUTUHAN RUANG PARKIR PADA KAMPUS STAIN BENGKALIS Guswandi; Yusri, Muhammad
Jurnal TeKLA: Jurnal Inovtek Seri Teknik Sipil dan Aplikasi Vol 6 No 2 (2024): Inovtek seri TekLA
Publisher : P3M Politeknik Negeri Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/tekla.v6.i2.74

Abstract

STAIN Bengkalis merupakan salah satu kampus yang ada di Provinsi Riau. Seiring dengan perkembangan wilayah kampus STAIN Bengkalis pastinya dihadapkan dengan berbagai tuntutan sekaligus implikasi berkembangnya intensitas kegiatan di dalam kampus. Hal ini merupakan faktor dari penyebab pembangunan yang menuntut adanya sarana prasarana maupun insfrasruktur yang cukup memadai. Salah satu fasilitas infrastruktur yang terkait erat dengan sistem transportasi adalah tempat parkir. Parkir merupakan komponen penting dalam meningkatkan mobilitas masyarakat.Berdasarkan pengamatan di area kampus utama STAIN Bengkalis, parkir yang tersedia masih belum dapat menampung seluruh kendaraan yang masuk ke kampus STAIN Bengkalis, dikarenakan setiap tahun mahasiswa dan warga kampus semakin meningkat. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya kendaraan yang terparkir disembarangan tempat dan badan-badan jalan sekitaran kampus STAIN Bengkalis. Tujuan utama dari analisis ini adalah untuk menemukan dan memenuhi kebutuhan tempat parkir untuk mencegah over capacity dan kekurangan tempat parkir.Jadi satuan ruang parkir (SRP) untuk kampus STAIN Bengkalis adalah 678 SRP dan luas kebutuhan ruang parkir (KRP) pada kampus STAIN Bengkalis adalah 586 m²Hasil dari pengolahan data dapat diketahui total kebutuhan parkir sebanyak 217 (SRP) dengan kapasitas ruang parkir yang tersedia 678 (SRP), terkecuali di gedung Bengsabli karna kapasitas ruang parkir (SRP) tidak ada sedangkan kebutuhan ruang parkir 11 (SRP) maka bisa dilakukan dengan pengaturan atau pemindahan pemakir ke gedung Rahman Jalil atau Dakwah. Luasan kebutuhan ruang parkir pada kampus STAIN Bengkalis adalah sebanyak 217 SRP dengan luasan 586 m².
ANALISA PEMBEBANAN JEMBATAN MENGGUNAKAN SOFTWARE SAP2000(Studi Kasus: Jembatan Panglima Sampul. Kec. Tebing Tinggi. Kab. Kepulauan Meranti ) Basir, Noerdin; Hamzah
Jurnal TeKLA: Jurnal Inovtek Seri Teknik Sipil dan Aplikasi Vol 6 No 2 (2024): Inovtek seri TekLA
Publisher : P3M Politeknik Negeri Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/tekla.v6.i2.76

Abstract

Transportation infrastructure is essential tomake human activities faster and easier. Bridge buildings are a very important component of transportation infrastructure. Bridges have main function to connect two areas that are blocked by obstacles,such as rivers, valleys, straits or seas, channels, highways, and railways.railroad. Panglima Sampul Bridge is one of them, because it connects the road between areas that are cut off by the river.between areas that are cut off by the river. In this study aims to determine how much load occurs on the panglima sampul bridge using SAP2000 software.using SAP2000 oftware. From the results of the analysis carried out, the value of the dead load itself was obtained (MS) 375.82 kN, additional dead load (MA) for asphalt + overlay layers 6.6 kN / m², sidewalks13.75 kN, raling pipe 0.803 kN, pedestrian 12.5 kN, and truck load 6.75 kN/m².evenly divided 6.75 kN/m², centered line load 67.62 kN/m and Brake force 146.5kN. for the results of the SAP2000 analysis, the largest compressive force is obtained in strong conditions, namely 3874.88 kN.strong condition, namely 3874.88 kN / m in the service condition of 2142.92. For the largest tensile forcein strong condition 1763.5 kN / m in service condition 1111.29 kN / m. For the moment  is 619.56 kN and for the largest shear is 497.73 kN/m.
ANALISIS KINERJA RUAS JALAN YOS SUDARSO KOTA PEKANBARU Lisya, Mutia; Mulyani, Fefi
Jurnal TeKLA: Jurnal Inovtek Seri Teknik Sipil dan Aplikasi Vol 7 No 1 (2025): Juli 2025
Publisher : P3M Politeknik Negeri Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/tekla.v7.i1.79

Abstract

Jalan Yos Sudarso di Kota Pekanbaru merupakan area dengan kepadatan penduduk tinggi, penghubung antar kota, jalur Lintas Sumatra, serta merupakan daerah wisata dan industri, sehingga rawan kemacetan akibat truk besar yang menyempitkan badan jalan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kapasitas dan kinerja jalan raya berdasarkan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia 2023 (PKJI 2023), pengumpulan data melalui observasi trafik untuk beberapa tahun mendatang. Hasil penelitian pada hari Kamis menunjukkan kondisi eksisting berada pada level D, sementara untuk 5 hingga 10 tahun ke depan, level of service diperkirakan mencapai E dan F. Solusi yang ditemukan untuk meningkatkan kinerja ruas jalan adalah dengan mengubah jenis jalan yang berubah dari 2/2-TT menjadi 4/2-T. Dengan usulan solusi tersebut, tingkat pelayanan untuk 5 tahun dan 10 tahun mendatang diperkirakan  level C dan B.
OPTIMASI KINERJA PELABUHAN RORO BANDAR SRI JUNJUNGAN KOTA DUMAI Sastra, Marhadi; Hendra Yuda, Rio
Jurnal TeKLA: Jurnal Inovtek Seri Teknik Sipil dan Aplikasi Vol 6 No 2 (2024): Inovtek seri TekLA
Publisher : P3M Politeknik Negeri Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/tekla.v6.i2.80

Abstract

Pelabuhan RoRo Bandar Sri Junjungan di Dumai menghubungkan daerah Dumai dengan Pulau Rupat. Pelabuhan ini memiliki aktivitas penyeberangan yang tinggi. Ini dapat dilihat dari lalu lintas kendaraan di akhir pekan dan hari libur dari pelabuhan penyeberangan Dumai ke Tanjung Kapal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari sistem antrian, menemukan solusi untuk antrian kendaraan, dan mendapatkan hasil dari analisis tingkat kebutuhan layanan produktivitas untuk kendaraan dan penumpang RoRo yang dimuat ke kapal RoRo di Pelabuhan Sri Junjungan Kota Dumai. Untuk memprediksi produktivitas selama lima tahun ke depan, survei lapangan, substitusi steady state, dan regresi linear kuadrat digunakan dalam penelitian ini. Karena kondisi ρ<1 tidak terpenuhi, sistem antrian belum berada pada kondisi steady state, menurut data survei. Metode substitusi steady state dengan penambahan satu kapal mengurangi kepadatan antrian dan menghasilkan waktu antrian tersibuk. Analisis data prakiraan lima tahun ke depan (2024–2028) menunjukkan peningkatan jumlah penumpang sebesar 12,66%, jumlah kendaraan roda 2 sebesar 9%, jumlah kendaraan roda 4 sebesar 9%, dan jumlah kendaraan roda 6 sebesar 6%. Dari analisis ini, dapat disimpulkan bahwa dengan penambahan satu kapal, tingkat pelayanan kapal akan optimal dalam mengelola antrian kendaraan, dan produktivitas penumpang dan kendaraan akan meningkat setiap tahun di Pelabuhan Bandar Sri RoRo Junjungan Kota Dumai.
PENERAPAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) BATCHING PLANT DI PT DUMAI JAYA BETON Anugrah Saputra, Muhammad; Sastra, Marhadi; Garcya, M. Gala; Anugrah Saputra, demastio
Jurnal TeKLA: Jurnal Inovtek Seri Teknik Sipil dan Aplikasi Vol 7 No 1 (2025): Juli 2025
Publisher : P3M Politeknik Negeri Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/tekla.v7.i1.104

Abstract

Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) adalah program yang dirancang oleh pekerja dan pengusaha untuk mencegah kecelakaan dan penyakit akibat kerja dengan mengidentifikasi potensi bahaya serta mengambil tindakan antisipatif. Penelitian ini mengukur penerapan K3 di batching plant PT. Dumai Jaya Beton dan menilai apakah ada perbedaan signifikan dalam penerapannya pada berbagai aspek, seperti Pelatihan dan Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), Pengawasan dan Perawatan Alat, serta Prosedur Operasi dan Keamanan. Survei dilakukan terhadap karyawan dan pekerja untuk mengumpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan K3 secara keseluruhan berada pada kategori baik, dengan tingkat kepatuhan antara 71% hingga 88%. Uji ANOVA menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan dalam penerapan K3 di berbagai aspek, menandakan bahwa standar keselamatan diterapkan secara konsisten di seluruh area kerja. Namun, beberapa aspek seperti penggunaan jalur transfer yang aman dan pemeliharaan alat rutin masih memerlukan peningkatan. Oleh karena itu, disarankan agar perusahaan mengoptimalkan program pelatihan, meningkatkan pengawasan dan pemeliharaan alat, serta memperbarui prosedur operasi dan keamanan untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan efisien.
ANALISIS PERBANDINGAN PONDASI TIANG BORE PILE DAN PONDASI TIANG PANCANG PADA GEDUNG 5 LANTAI MENGGUNAKAN DATA N-SPT Don, Margaretha Eltris; Cempang, Geraldus Supryadi Carry; Haza, Zainul Faizien; Darmawan, Angga; don, eltris
Jurnal TeKLA: Jurnal Inovtek Seri Teknik Sipil dan Aplikasi Vol 6 No 2 (2024): Inovtek seri TekLA
Publisher : P3M Politeknik Negeri Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/tekla.v6.i2.250

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pondasi tiang borepile dan tiang pancang pada gedung lima lantai dengan menggunakan data N-SPT. Hasil analisis menunjukkan bahwa pondasi tiang borepile memiliki kinerja yang lebih baik dalam hal stabilitas dan kapasitas dukung di tanah lempung. Di sisi lain, pondasi tiang pancang menawarkan keuntungan dari segi biaya pelaksanaan yang lebih rendah dan waktu pemasangan yang lebih singkat. Analisis beban vertikal dilakukan untuk menentukan beban maksimum yang harus ditahan oleh pondasi. Kapasitas daya dukung tiang bor dihitung dengan menggunakan metode Resse & Wright, O’Neil dan Reese  untuk Borepile, serta metode Mayerhoff dan US Army Corps untuk tiang pancang. Analisis dengan menggunakan software Robot Structural Analysis Professional menunjukkan gaya vertikal maksimum sebesar 217,457ton. Dari perhitungan daya dukung yang dilakukan berdasarkan data N-SPT pada titik BH-1 pada kedalaman 10m dan 14m, diperoleh nilai kapasitas dukung ultimit: untuk pondasi borepile, kedalaman 10m (diameter 0,5m: 88,09ton; 0,6m: 109,95ton; 0,8m: 157,89ton) dan kedalaman 14m (0,5m: 125,364ton; 0,6m: 154,69ton; 0,8m: 217,63ton). Sementara itu, untuk pondasi tiang pancang, kapasitas dukung ultimit pada kedalaman 10m (0,5m: 190,671ton; 0,6m: 263,193ton; 0,8m: 442,625ton) dan pada kedalaman 14m (0,5m: 293,476ton; 0,6m: 403,314ton; 0,8m: 662,134ton), menunjukkan bahwa daya dukung ultimit tiang pancang lebih tinggi dibandingkan tiang bore pile.
PENGUJIAN TARIK BAJA PROFIL C PADA STRUKTUR RANGKA ATAP Galuh, Dimas Langga Chandra; Sutrisno, Widarto; Dodok, Yohanes Yoan; Adolf, Mikael Irvan; Patiung, Juannito
Jurnal TeKLA: Jurnal Inovtek Seri Teknik Sipil dan Aplikasi Vol 6 No 2 (2024): Inovtek seri TekLA
Publisher : P3M Politeknik Negeri Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/tekla.v6.i2.269

Abstract

Dalam pembangunan infrastruktur, pemilihan material yang tepat sangat penting untuk kekuatan dan daya tahan suatu struktur. Baja profil C adalah material konstruksi yang sudah banyak digunakan karena memiliki sifat mekanik yang unggul dan sering diaplikasikan pada struktur rangka atap. Meskipun demikian, kualitas baja profil C dapat berbeda-beda tergantung pada merk serta proses produksinya. Penelitian ini fokus pada tiga merk baja profil C dengan ketebalan berbeda, yaitu FS 0,7 mm, B 0,8 mm, dan GS 0,99 mm. Sebanyak sembilan sampel yang diuji dengan standar ASTM A370 menggunakan Universal Testing Machine (UTM) untuk mengevaluasi kekuatan tarik maksimum dan tegangan leleh setiap merk. Hasil menunjukkan bahwa merk FS memiliki kekuatan tarik maksimum rata-rata tertinggi, yaitu 833,63 N/mm², diikuti oleh merk B dengan 805,74 N/mm², dan merk GS dengan 624,48 N/mm² dan hasil nilai rata-rata regangan FS memperoleh nilai yang lebih tinggi dibandingkan B dan GS. Perbedaan dalam kekuatan tarik dan regangan ini menunjukkan adanya variasi kualitas di antara merk yang diuji. Berdasarkan hasil tersebut, merk FS menunjukkan performa terbaik dalam aplikasi pada struktur rangka atap. Temuan ini diharapkan dapat memberikan acuan dalam pemilihan material baja ringan yang lebih tepat dalam konstruksi.
ANALISIS HASIL DELINIASI BATAS DESA LUBUK MUDA KECAMATAN SIAK KECIL-BENGKALIS RIAU Enda, Dedi; Yuhaini; Afizan, Nur; Maulana S, Muhammad Zikri; mubarokah, lailatim
Jurnal TeKLA: Jurnal Inovtek Seri Teknik Sipil dan Aplikasi Vol 7 No 1 (2025): Juli 2025
Publisher : P3M Politeknik Negeri Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/tekla.v7.i1.380

Abstract

Penetapan batas wilayah desa merupakan langkah fundamental dalam memastikan tata kelola pemerintahan yang baik, pengelolaan sumber daya alam yang optimal, dan pelaksanaan pembangunan yang berkelanjutan. Batas desa berpengaruh terhadap luas wilayah desa yang berimplikasi terhadap pembagian dana desa. Batas Desa Lubuk Muda didelineasi ulang pada tahun 2024 melalui kegiatan yang difasilitasi oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bengkalis. Penelitian ini menganalisis perbedaan batas dalam hal karaksteristik segmen batas, pergeseran segmen batas, dan perbedaan luas wilayah. Terdapat perubahan karakteristik segmen batas yang berupa titik temu, segmen berbatasan dan segmen tidak berbatasan. Pergeseran batas Desa Lubuk Muda dengan Desa Sungai Siput menyebabkan panjang batas pantai desa Lubuk muda bertambah cukup signifikan yaitu 3402,99 meter dari sebelumnya 1302,69 meter, hal yang sama juga terjadi pada segmen batas Desa Lubuk Muda – Desa Tanjung Belit (5) terjadi penambahan panjang batas 2043,88 meter. Berdasarkan perhitungan, luas wilayah Desa Lubuk Muda hasil kesepakatan mengalami penambahan luas wilayah 38,83% jika dibandingkan dengan data Sebelum Penetapan (Batas Indikatif BIG 2023) atau terjadi penambahan sebesar 111,45% jika dibandingkan dengan data Bagian Tata Pemerintahan, Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkalis

Page 1 of 2 | Total Record : 13