cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
REKA KARSA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 382 Documents
IDENTIFIKASI LANGGAM DAN TIPOLOGI PADA BANGUNAN DI KAWASAN BRAGA BANDUNG Eka Virdianti; Sri Utami Andini; Ratu Sonya Mentari Haerdy; Rizki Rivaldho Putra
REKA KARSA Vol 6, No 4
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v6i4.3679

Abstract

ABSTRAK Era kolonialisme meninggalkan sejumlah sejarah, seni budaya, dan arsitektur di Indonesia yang hingga kini dikenal dengan gaya Art Deco. Namun selain kebudayaan yang berasal dari Belanda tersebut, pada era kolonialisme telah terdapat berbagai kebudayaan di Indonesia, yaitu budaya Tiongkok dan budaya lokal. Berbagai kebudayaan tersebut tentunya sedikit banyak akan mempengaruhi bentuk arsitektur khususnya pada kawasan Jalan Braga Bandung. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi langgam dan tipologi bangunan pada kawasan Jalan Braga. Metodologi penelitian yang dipakai adalah pendekatan kualitatif dengan dasar deskriptif. Kriteria pemilihan sampel berdasarkan aspek keaslian fasad bangunan dan tatanan ruang dalam bangunan yang tidak mengalami perubahan. Maka bangunan yang dijadikan objek studi adalah bangunan Toko 1 lantai. Melalui analisis hasil observasi objek studi dan dikomparasikan dengan sejumlah teori mengenai langgam dan tipologi bangunan Belanda, Tiongkok, dan lokal, maka dapat diketahui fitur dominan yang terdapat pada bangunan tersebut yaitu Art Deco. Kata Kunci: Langgam dan Tipologi, Art Deco, Belanda, Tiongkok, Lokal ABSTRACT The era of colonialism in Indonesia had abandoned some histories, culture, and architecture style which it’s known as Art Deco. On that era, Indonesia had various cultures, which are Chinese and local culture beside Dutch’s. Those various cultures certainly will affect to architectural form especially many buildings in Jalan Braga. This study aims to identify style and typologies of buildings in Jalan Braga. The research methodology used is qualitative approach with descriptive methods. Building’s sample choosen by some criteria which based on authenticity aspect of facades and interior. Sample objects that are choosen is a one floor shop. Through an analysis of the sample object and compared with some theories about styles and typologies of Chinese, Dutch, and Local buildings, in conclusion dominant feature on those samples is Art Deco. Key Words: Style and Typologies, Art Deco, Dutch, Chinese, Local
TRANSFORMASI BANGUNAN CAGAR BUDAYA DI SEPANJANG JALAN BRAGA SEGMEN PERSIMPANGAN JALAN NARIPAN-PERSIMPANGAN JALAN ASIA AFRIKA Zaky Irfan Iskandar; Sony Pebrianto; Feri Rizki Setiawan; Roy Indrajati
REKA KARSA Vol 6, No 4
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v6i4.3674

Abstract

ABSTRAK Jalan Braga cukup dikenal sejak masa pemerintahan Hindia-Belanda. Di sisi kanan kiri Jalan Braga terdapat komplek pertokoan yang memiliki arsitektur yang tetap mempertahankan ciri arsitektur lama pada masa Hindia Belanda. Seiring dengan berjalannya waktu perubahan pada bangunan tidak dapat dihindarkan sehingga saat ini terdapat beberapa bangunan yang mengalami perubahan fungsi dan bentuk massa. Dengan adanya bangunan-bangunan baru dan perubahan bentuk massa bangunan yang terjadi di sana, Kawasan Jalan Braga masih memiliki identitasnya sebagai satu kawasan ikonik di kota Bandung meski fungsi bangunan yang telah berubah. Metode yang dilakukan dalam penyelesaian masalah adalah secara deskriptif analitis meliputi metode kualitatif dan kuantitatif serta observasi secara langsung. Kata Kunci : Transformasi, Kawasan Braga, Peralihan Fungsi, Bentuk Fisik, Bangunan Cagar Budaya ABSTRACT Braga street is well known since the reign of the Dutch East Indies. On side of Braga street there is a complex of shops that have an architecture that retains the old architectural features of the Dutch East Indies. Along with the passage of time changes in buildings can not be avoided so that now there are some buildings that have changed the function and form of mass. With the new buildings and changes in the mass of buildings that occur there, Braga Road Area still has its identity as an iconic area in the city of Bandung despite the building's function has changed. The method used in solving the problem is descriptive analytical methods include qualitative and quantitative as well as direct observation. Keywords: Transformation, Braga Area, Functional Transition, Physical Form, Heritage Building
ASPEK PELESTARIAN CAGAR BUDAYA PADA PROYEK RENOVASI BANGUNAN CAGAR BUDAYA STADION UTAMA GELORA BUNG KARNO Aini Rahmani Nayadilaga; Rizal Wahyu Permana; Deyu Nursyifa Afiati; Widya Permatasari; Marinda Yashinta
REKA KARSA Vol 6, No 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v6i3.3637

Abstract

Lingkup penelitian mencangkup segala item cagar budaya yang berada di bangunan Stadion Utama Gelora Bung Karno dengan menggunakan metoda observasi, literatur, dan wawancara. Penelitian dengan metoda observasi akan dilakukan penulis dengan melakukan kajian secara langsung terhadap objek observasi yang dikaitkan dengan teori literature yang berkaitan dengan cagar budaya dan juga stadion. Data-data pelengkap akan didapatkan dari wawancara dengan narasumber yang terkait dengan proyek renovasi Stadion Utama Gelora Bung Karno. Lingkup dari analisa ini yang secara keseluruhan ditekankan pada perubahan-perubahan yang terjadi pada renovasi bangunan Stadion Utama Gelora Bung Karno dan di sangkutpautkan pada peraturan UU tentang Bangunan Cagar Budaya. Dari hasil pengamatan dari 80 item cagar budaya, terdapat 20 item cagar budaya (25%) mengalami pemugaran tanpa adanya perubahan, terdapat 17 item cagar budaya (21,25%) yang mengalami perubahan secara signifikan atas persetujuan Tim Sidang Pemugaran (TSP), dan terdapat 3 item cagar budaya (3,75%) yang masih dalam status bersyarat sampai peresmian tanggal 14 Januari 2018. Kata kunci: Stadion, Stadion Gelora Bung Karno, Pemugaran, Cagar Budaya ABSTRACT The scope of the research includes all cultural heritage items located in the building of Bung Karno Main Stadium using observation method literature, and interview. Research with observation method will be conducted by the author using directly study to object of observation related to literature theory with cultural heritage and also the stadium. Supporting data will be obtained from interviewing with resource persons related to renovation project of Gelora Bung Karno Stadium. The Scope of this analyisis is overall emphasized on the changes that occur in the renovation of the building of SUGBK and in conjunction with the Law about Heritage Buildings. The result from this 80 items of cultural heritage observation, there’s 20 items of cultural heritage (25%) experiencing refurbishment without additions, 17 items of cultural heritage (21,25%) which changed significantly by permission from Team Restoration Session (TRS), and 3 items of cultural heritage (3,75) which still in a conditional status until the inauguration of January, 14 2018. Kata kunci: Haritage Building, Renovation, Internasional Stadium, Gelora Bung Karno Main Stadium.
Perubahan Pola Sirkulasi Pedestrian Terhadap Fungsi Ruang Luar Area Balai Kota Bandung Riantiza Avesta; Gilang Ramadhan Ridwan; Agung Arief
REKA KARSA Vol 6, No 4
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v6i4.3677

Abstract

ABSTRAK Balai Kota merupakan bangunan administratif utama bagi pemerintahan kota dan biasanya memuat dewan kota, departemen terkait dan para pegawainya. Balai Kota kini bukan lagi hanya sebagai kantor administrasi kota, tapi juga menjadi tempat wisata keluarga. Dengan adanya perubahan yang terjadi pada Balai Kota mengakibatkan adanya perubahan pola sirkulasi ruang luar Balai Kota. Adapun metoda yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian kualitatif karena pada penelitian ini dimulai dari mencari data dan fakta di lapangan lalu menganalisis dan menafsirkan pengaruh perubahan fungsi bangunan terhadap sirkulasi pendestrian di area Balai Kota Bandung .Dan Pendekatan Induktif mendorong kami untuk melakukan pengamatan secara langsung dengan kasus yang akan dijadikan studi, dalam kasus ini pengaruh perubahan fungsi bangunan terhadap sirkulasi pendestrian di area Balai Kota Bandung , Jawa Barat. Dapat disimpulkan bahwa adanya area perubahan yang terjadi dari kawasan bangunan pemerintahan yang dominan private kini setelah dilakukan renovasi kawasan Balai Kota Bandung menjadi lebih terbuka dan sifatnya menjadi dominan area publik, namun masih terdapat batasan area yang jelas bagi area publik dan private. Kata kunci: Balai Kota, Sirkulasi, Ruang Luar, Perubahan. ABSTRACT City Hall is main of administrative buildings for city government and ordinarily accomodate City council, relevant departement and employees. Now City Hall not anymore as city administration office, but also make family attractions. As is changes that occur at City Hall rusulting in a change circulation patterns of City Hall open space. As for the method used in this research is qualitative because in this research starting from looking for data and facts in the area then analyze and interpreting of building function change effects to pedestrian circulation in Bandung City Hall area. And study, inductive approach encourage us to make directly observations with case to be made, In the case building function change effects in Bandung City Hall area, West Java. Can be said that zone arrangement as a result function changes very important in Government area because it affects flow of circulation that goes on to society as well government employees. Keywords: City Hall, Circulation, Open Space, Chamge
Faktor Kenyamanan Sirkulasi Pengunjung Pada Forest Walk Babakan Siliwangi Ditinjau Dari Segi Desain Ramp Reza Phalevi Sihombing; Widia Shofa Utami; Ferdio Ariatama Purwanto; Ilham Nurhadi
Reka Karsa: Jurnal Arsitektur Vol 7, No 2
Publisher : Institut Teknologi Nasional (ITENAS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v7i2.3670

Abstract

Abstrak  Perkembangan sebuah kota terjadi dengan sangat pesat terutama di kawasan-kawasan strategis. Perkembangan ini ditunjang dengan adanya tuntutan dari kebutuhan masyarakat kota yang semakin beranekaragam macamnya terutama dalam hal kenyamanan dan pelayanan serta fasilitas infrastruktur yang ada di kota. Perubahan ini mempengaruhi semua komponen tatanan yang ada di dalamnya seperti ruang publik, pengaruh keberadaan ruang publik dan bangunan disekitarnya. Kebutuhan akan ruang publik untuk mewadahi suatu minat dan aktivitas pun sangat di perlukan. Kondisi Kota Bandung saat ini sudah memiliki banyak ruang publik yang terdapat di berbagai area. Babakan Siliwangi merupakan salah satu ruang publik yang berada di tengah Kota Bandung. Adanya suatu objek berupa jembatan (Forest Walk) pada area tersebut memberikan dampak yang signifikan, dimana pada mulanya berupa area passif kemudian berubah menjadi area aktif. Babakan Siliwangi (Forest Walk) yang kini menjadi ruang publik memerlukan standarisasi desain dalam segi keamanan dan kenyamanan bagi para pengunjungnya, dikarenakan pengunjung tempat tersebut tidak hanya para remaja melainkan semua kalangan baik dari anak kecil sampai orang dewasa bahkan orang-orang penyandang disabilitas dapat bermain dan menikmati ruang publik ini. Forest Walk ini terdiri dari beberapa titik ramp yang memiliki elevasi berbeda – beda di tiap titiknya sehingga memiliki kemiringan dan tingkat kecuraman yang berbeda – beda pula, sehingga perlu ditinjau kembali mengenai standarisasi desain ramp yang berpengaruh terhadap kenyamanan para pengunjung. Kajian ini bertujuan untuk menganalisa desain ramp pada Forest Walk yang berpengaruh terhadap kenyamanan pengunjung serta mendapatkan perbandingan antara ramp yang sudah memiliki ukuran sesuai dengan standar dan yang kurang sesuai. Metoda penelitian yang digunakan pada kasus studi ini menggunakan metode kuantitatif. Metoda kuantitatif dengan cara mengukur ramp yang terdapat di Forest Walk lalu membandingkannya dengan standar ukuran ramp yang sudah ada. Kata kunci: ramp, standar ukuran ramp, Forest Walk, kenyamanan sirkulasi.
Kritik Deskriptif - Rumah Dome Hunian Pasca Bencana Aathira Farah Salsabilla Permana
Reka Karsa: Jurnal Arsitektur Vol 9, No 2
Publisher : Institut Teknologi Nasional (ITENAS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v9i2.7962

Abstract

AbstrakHunian pasca bencana yang berada di D.I. Yogyakarta ini sering disebut dengan Rumah Dome. Rumah Dome dibangun atas bantuan LSM non-pemerintah yaitu WANGO yang bekerjasama dengan DFTW setelah terjadinya bencana alam yaitu gempa bumi pada 27 Mei 2006. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui lebih dalam mengenai hunian unik pasca bencana yang berbentuk igloo, serta menganalisis faktor kenyamanan yanga ada pada bangunan, tipologi penambahan ruang serta perbandingan kondisi dulu dengan kondisi yang sekarang. Metodologi yang digunakan adalah metode deskriptif. Dimana data-data yang digunakan adalah data sekunder.Data yang didapatkan lalu dianalisis dan diolah kembali serta dijabarkan sehingga menghasilkan sebuah jurnal penelitian. Hasil yang diperoleh yaitu penambahan fungsi bangunan yang terjadi pada Rumah Dome didasari oleh kebutuhan penghuni yang semakin lama semakin banyak dan harus berkembang, hanya saja menjadikannya kurang teratur seperti sedia kala. Diharapkan pengelolaan Rumah Dome akan terus ditingkatkan, dimana sekarang juga termasuk kedalam desa wisata dengan banyak pengunjung. Kata kunci: rumah dome, pasca bencana, hunian, penambahan ruang.
Desain Golf Clubhouse Ditinjau Dari Ruang Dan Fasilitasnya, Studi Kasus: Mountain View Golf Club Juarni Anita; Aristami Fitrihana; Moch. Farhan Fadilah; Moch. Irfan Taufik
Reka Karsa: Jurnal Arsitektur Vol 7, No 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional (ITENAS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v7i3.3704

Abstract

Abstrak Mountain View Golf Club merupakan bangunan golf clubhouse yang terletak di Jl. Dago Pakar Raya, Bandung. Bangunan tersebut dirancang dan didesain menyesuaikan dengan fungsinya sebagai golf clubhouse sehingga dapat memenuhi kebutuhan para pemain golf. Kota Bandung memiliki jumlah lapangan golf yang terus bertambah karena peminatnya yang kian meningkat. Meski olahraga golf meningkat di kota besar termasuk Bandung, publikasi atau penelitian tentang golf clubhouse di Bandung ditinjau dari arsitekturnya belum banyak, sehingga topik ini perlu diteliti. Bangunan golf club memiliki standar dan kriteria khusus untuk desain bangunan serta fasilitas-fasilitas didalamnya. Mountain View Golf Club merupakan bangunan golf clubhouse dengan 18 holes dan memiliki berbagai fasilitas yang cukup lengkap. Perancangnya adalah Peter Thompson, 5 kali menjuarai turnamen golf dunia dan arsitek golf terkenal Ross Perrett, sehingga bangunan ini cukup representatif untuk menjadi objek studi kasus penelitian. Tujuan kajian ini adalah memahami desain bangunan Mountain View Golf Club ditinjau dari desain ruang luar (tapak), desain ruang dalam dan fasilitasnya, serta kesesuaiannya menurut standar golf clubhouse berdasarkan studi pustaka. Metoda analisis yang digunakan merupakan metode kualitatif, yaitu berupa deskripsi yang menjelaskan studi kasus dan menjelaskan data-data yang dianalisis untuk memperoleh tujuan penelitian. Data dikumpulkan melalui wawancara terbuka dengan pengelola clubhouse, survey, dokumentasi, serta studi literatur untuk mengumpulkan data tentang clubhouse. Hasil penelitian menunjukan bahwa Mountain View Golf Club sesuai dengan standar bangunan golf clubhouse, pengolahan desain ruang luar dan ruang dalamnya cukup baik, serta fasilitasnya yang cukup lengkap sehingga dapat memenuhi kebutuhan pemain golf. Kata kunci: Ruang luar, ruang dalam, fasilitas
Langgam Art Deco Pada Desain Eksterior Dan Interior Tower Merdeka Hotel Prama Grand Preanger Bandung Meta Riany; Argyandithka Adzani; Rippy Maya Andini; Dhina Siti Nuraini
Reka Karsa: Jurnal Arsitektur Vol 8, No 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional (ITENAS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v8i1.3695

Abstract

Abstrak Paris Van Java merupakan julukan bagi kota Bandung karena suasana kota yang sangat menarik wisatawan, serta gaya arsitektural Belanda yang masih di pertahankan dari masa kolonial hingga saat ini. Salah satunya adalah Hotel Prama Grand Preanger yang terletak di Jalan Asia Afrika. Bangunan inidulunya adalah sebuah toko dan mengalami kebangkrutan, sehingga pada tahun 1897 oleh seorang Belanda bernama W.H.C Van Deteerkom toko ini diubah menjadi sebuah hotel dan diberi nama Hotel Preanger. Hotel ini menjadi salah satu hotel primadona dan memiliki citra yang baik pada jamannya dan menjadi landmark kota Bandung sampai saat ini, terutama karena masih mempertahankan gaya Art Deco baik pada eksterior maupun interior bangunan. Meskipun sarat dengan kesan bangunan kuno, Hotel Prama Grand Preanger masih tetap memikat para wisatawan untuk datang menginap. Sementara fungsi asli bangunan tetap dipertahankan, seiring dengan perkembangan zaman, Hotel Prama Grand Preanger telah sedikit banyak mengalami perubahan, terutama dalam wujud dan bentuk fisik bangunan. Oleh karenanya, dalam jurnal ini akan ditelusuri lebih jauh tentang prosentase langgam Art Deco pada tower baru bangunan hotel ini. Kata Kunci : Art Deco, Sejarah, Eksterior Interior, Bandung
Arsitektur Ramah Gempa Pada Bangunan Institut Teknologi Nasional Bandung Aflah Fernanda; Alexcander Pintu Batu; Andrian Permana
Reka Karsa: Jurnal Arsitektur Vol 9, No 2
Publisher : Institut Teknologi Nasional (ITENAS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v9i2.7957

Abstract

Abstrak Mengantisipasi gempa dibutuhkan teknologi struktur yang dapat mengatasi kerentanan gempa terutama pada bangunan yang bersifat public dan multi lantai, seperti perkantoran, mall dan salah satunya adalah kampus ITENAS (Institut Teknologi Nasional) Bandung. ITENAS merupakan salah satu bangunan kampus yang evaluasi terhadap bencananya harus dikaji untuk memberi rekomendasi mitigasi bencana yang diperlukan. Urgensinya dikarenakan Bandung merupakan wilayah Ring Of Fire, yang mana potensi gempa merupakan salah satu potensi bencana yang pergerakanya akan selalu diawasi oleh BMKG agar dapat diantisipasi. Maka dari itu tujuan jurnal ini ialah untuk mengevaluasi komponen arsitektur ramah gempa yang dapat diterapkan pada bangunan gedung ITENAS. Metode pendekatan jurnal ini menggunakan metode kuantitatif yang mana pendekatanya ialah mendata aspek aspek ramah gempa yang ada pada ITENAS lalu di korelasikan dengan arsitektur ramah gempa pada standar arsitektur ramah gempa yang sesuai. Dalam proses peneletian ini dilakukan dalam empat tahap yaitu tahap pengambilan data, tahap pengumpulan data, tahap analisis data, dan tahap penarikan kesimpulan. hasil penelitian menunjukan bahwa gedung ITENAS menggunakan sistem rangka kaku pada strukturnya sehingga secara prinsip ketahanan, maka yang dibutuhkan adalah kekakuan, namun bentuk dan penerapan strukturnya dapat dikatakan bahwa gedung ITENAS dapat mengantisipasi gempa skala sedang dan kecil sedangkan untuk skala besar kemungkinan akan terjadi beberapa kerusakan.  Kata kunci: Gedung Institut Teknologi Nasional, Gempa bumi, Mitigasi Bencana, Ring Of Fire
Adaptasi Desain Pada Tritisan Perumahan Minimalis Sesuai Iklim Tropis di Indonesia Muhammad Elfan Akbariansyah; Nikko Arvian; Lisbet Lisbet; Riantiza Avesta
Reka Karsa: Jurnal Arsitektur Vol 7, No 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional (ITENAS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v7i1.3665

Abstract

AbstrakIndonesia terletak pada daerah hutan hujan tropis dengan kondisi bangunan iklim berkarakter hutan hujan di sekitar pantai dan di dataran rendah khatulistiwa. Salah satu cara dasar untuk mengatasi permasalahan iklim di Indonesia dalam pengaruhnya terhadap bangunan, yaitu pemasangan tritisan pada bangunan. Tritisan ini dapat mengurangi radiasi sinar matahari yang masuk kedalam ruangan rumah dengan memperhitungkan skala dan ukuran pada pembuatan tritisan. Di Indonesia, rata rata rumah penduduk yang menempati perumahan minimalis memperhatikan tritisan, dikarenakan kondisi iklim tropis yang dimiliki Negara Indonesia, seperti musim kemarau dan musim hujan. Sinar Matahari yang jatuh pada bangunan akan menjadi kendala apabila sinar yang masuk merupakan energi panas yang akan menyebabkan suhu ruangan bertambah karena adanya radiasi panas terutama pada fasade barat. Oleh karena itu fasade barat sangat krusial dalam perolehan kenyamanan termal. Dengan demikian, fasade barat perlu tindakan arsitektural untuk menghindari radiasi panas masuk ke dalam ruangan. Lalu, penelitian diselenggarakan dengan menggunakan Metode Normatif Kuantitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara pengamatan terhadap elemen-elemen pembentuk arsitektur dan wawancara terhadap penghuni rumah dan penghuni perumahan, kemudian akan di hitung dalam bentuk kalkulasi secara matematis. Kata kunci: Tritisan pada Bangunan, Rumah Minimalis