cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
REKA KARSA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 382 Documents
Bentuk Fasade Masjid Al – Ukhuwwah Bandung Ditinjau dari Aspek Penghawaan Alami Joko Susilo; Ari Prasetyo; Dimas Piter Setiadji; Achsien Hidajat
Reka Karsa: Jurnal Arsitektur Vol 7, No 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional (ITENAS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v7i1.3668

Abstract

AbstrakMasjid adalah merupakan bangunan yang penting bagi umat islam karena di sanalah tempat segala kegiatan keislaman berlangsung. Kegiatan yang sering dilakukan di dalam masjid seperti sholat berjamaah, pengajian rutin, ceramah agama, pengumpulan dana, dan kegiatan sosial lainnya. Kegiatan tersebut bisa dilakukan dengan baik bila sebuah masjid dibangun dengan konsep yang benar. Pelaksanaan kegiatan peribadahan di dalam bangunan masjid harus memenuhi kondisi kenyamanan yang diperkenankan kenyamanan dalam beraktifitas umat muslim di dalam bangunan berhubungan dengan kenyamanan fisik dan psikologis. Manusia membutuhkan kondisi yang nyaman secara spatial, visual, audial, dan juga termal yang tetap perlu memenuhi aspek psikologis setiap individu. Banyaknya bangunan masjid di kota Bandung yang menunjang setiap kegiatan umat muslim, baik digunakan secara umum oleh masyarakat dalam melakukan peribadahan atau pun sebagai tempat diselenggarakannya suatu acara keagamaan seperti tausiyah, tabligh akbar, kajian-kajian islami, dll. Sebagai bangunan masjid fasilitas penunjang bukan hanya ditujukan untuk memberikan kenyamanan pengguna (beribadah), akan tetapi memberikan kenyaman bagi pengunjung atau wisatawan yang hendak melihat atau melalui sekitar area masjid. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bentuk fasade pada masjid Al-Ukhuwwah Bandung ditinjau dari penghawaan alami yang mempengaruhi kenyamanan pengguna yang ada. Penelitian ini menggunakan metode penelitian mix kualitatif dan kuantitatif, di mana data didapat dari observasi langsung di lapangan. Data di analisis dengan metoda field research dengan cara survey, penelitian studi kasus, dan studi literatur yang nantinya dianalisis data kuantitatif dan analisis perbandingannya, yang digunakan untuk mengetahui bentuk fasade masjid Al-Ukhuwwah yang ditinjau dari penghawaan alami. Kata kunci: Masjid, Kenyamanan Termal, Penghawaan Alami.
Dampak Eksternalitas Rumah Susun Sederhana Sewa Cingised Terhadap Zoning Dan Prasarana Sarana Lingkungan Sekitar Widji Indahing Tyas; Fika Rusfika Lianty; Irine Nur Sabrina; Nabilla Siti Syawalia
Reka Karsa: Jurnal Arsitektur Vol 8, No 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional (ITENAS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v8i1.3685

Abstract

Abstrak Tingkat urbanisasi yang terjadi di Indonesia khususnya di Kota Bandung cukup tinggi, hal ini mengakibatkan tingginya pertumbuhan perumahan kumuh. Kawasan Cingised, Cisaranten Bandung direncanakan oleh pemerintah sebagai Kawasan perumahan kepadatan sedang. Rumah Susun Sederhana Cingised memiliki peran dalam pengembangan kota Bandung Kawasan Cingised. Studi ini bertujuan untuk mengetahui dampak eksternalitas Rumah Susun Sederhana Sewa Cingised terhadap zoning dan prasarana sarana lingkungan sekitarnya. Dengan adanya rusun ini, Kawasan Cingised yang tadinya kurang dikenal masyarakat luar jadi mengenal Kawasan Cingised. Perubahan zoning pada Kawasan Cingised sebelum dan sesudah adanya Rumah Susun Sewa Cingised terlihat paling besar pada perubahan jumlah permukiman, dan perniagaan. Selain itu zona ruang terbuka hijau juga banyak berkurang seiring waktu dari tahun 2007 ke tahun 2018. Pada beberapa aspek fasilitas prasarana, Kawasan Cingised sudah memenuhi persyaratan sebagai Kawasan permukiman, seperti kebutuhan listrik, telepon, dan air bersih kecuali pada aspek sirkulasi dan pembuangan limbah yang masih kurang memadai. Sistem drainase lingkungan pada Kawasan Cingised masih kurang tepat, karena dengan beradanya sungai pada permukaan yang lebih tinggi dari Kawasan Cingised kerap terjadi luapan sungai sehingga mengakibatkan banjir. Pada beberapa aspek fasilitas sarana, Kawasan Cingised sudah memenuhi persyaratan sebagai kawasan permukiman, dalam jangkauan radius 1km dari Rusunawa Cingised, seperti kebutuhan tempat peribadatan, perniagaan, pendidikan dan kesehatan. Kekurangannya terdapat pada kurangnya sarana pendidikan, hiburan, dan ruang terbuka hijau. Kata kunci: Dampak Eksternalitas, Kawasan Cingised
Upaya Pelestarian Bangunan Cagar Budaya pada Gedung Negara-Cirebon Hasbi Ady Pradipta
Reka Karsa: Jurnal Arsitektur Vol 7, No 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional (ITENAS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v7i3.7934

Abstract

AbstrakKota Cirebon merupakan kota yang memegang peran penting dalam bidang perdagangan di masa kerajaan maupun era kolonial Belanda, sehingga menjadi pertimbangan Belanda untuk mendirikan keresidenan. Kawasan Kejaksan dipilih sebagai pusat aktivitas masyarakat Belanda, oleh karenanya hingga saat ini banyak ditemukan bangunan dengan gaya kolonial. Sejalan dengan berkembangnya teknologi, ekonomi dan pengetahuan maka banyak bangunan bersejarah terlupakan, salah satunya adalah Gedung Negara yang telah dinyatakan sebagai bangunan cagar budaya. Penelitan ini bertujuan untuk mengobservasi bagaimana adaptasi Gedung Negara terhadap fungsi baru terkait beberapa kali mengalami perubahan fungsi sejak diserahkan kepada Pemerintah Indonesia hingga saat ini. Penelitian ini dimulai dengan membaca berbagai buku mengenai sejarah Gedung Negara dan melakukan observasi ke lapangan untuk memperoleh data yang kemudian dianalisis secara kualitatif dengan metoda deskriptif komparatif yang membandingkan antar teori adaptive reuse dan alih fungsi pada Gedung Negara. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa penambahan dan perubahan terjadi hanya pada ruang dalam sedangkan keaslian facade dan bentuk tetap terjaga sesuai dengan ketentuan bangunan cagar budaya kelas B. Diharapkan alih fungsi yang telah dilakukan pada Gedung Negara dapat ditiru oleh gedung-gedung cagar budaya lainnya baik di kota Cirebon maupun di kota-kota lain sehingga dengan alih fungsi bangunan cagar budaya sebagai warisan budaya bangsa dapat dilestarikan.Kata kunci: Bangunan Cagar Budaya, Adaptive re-use, Bangunan Warisan Kolonial, Gedung Negara
Pemanfaatan Barang Bekas Sebagai Pertimbangan Utama dalam Proses Perancangan Bambang Subekti; Ariyan Noerrochman; Raden Mochammad Rully Ryandhani; Saipul Anwar
Reka Karsa: Jurnal Arsitektur Vol 7, No 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional (ITENAS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v7i1.3682

Abstract

AbstrakProfesi adalah suatu pekerjaan yang memerlukan pelatihan maupun penguasaan terhadap ilmu pengetahuan tertentu dan keahlian khusus. Misalnya arsitek yang memiliki keahlian yang berkualitas dalam perancangan. Secara umum ber-Arsitektur adalah kegiatan yang dilakukan seorang arsitek sebagai seorang perancang, sehingga di dalamnya termasuk proses yang dilakukan oleh arsitek tersebut dalam menghasilkan sebuah desain. Banyak arsitek muda berbakat di Bandung yang telah menjadi inspirasi dalam menghasilkan sebuah karya. Ke-khas-an dalam membuat karya menjadi daya tarik tersendiri. Isu ramah lingkungan sedang menjadi tag line dalam dunia arsitektur. Isu tersebut diangkat oleh seorang arsitek muda yaitu Yu Sing. Yu Sing adalah arsitek muda yang sangat peduli pada isu kemanusiaan dan ramah lingkungan. Karyanya mempertimbangkan nilai lokal, lingkungan, sosiokultur dan memprioritaskan kaum marjinal. Rancangan selalu mengedepankan desain yang atraktif inovatif dan menggunakan material bekas atau pemilihan material ramah lingkunan. Yu Sing dinaungi oleh Studio Akanoma yang memiliki 4 pilar filosofi dalam karya-karyanya, yaitu : (1) Arsitektur untuk semua, (2) Mengedepankan Arsitektur Tradisional, (3) Membangun saling ketergantungan antara alam, budaya, ekonomi dan arsitektur, (4) Mempromosikan ekowisata local. Filosofi tersebut menjadi akar dan komitmen Yu Sing dan Studio Akanoma dalam kegiatan aktif memberikan solusi pada permasalahan masyarakat terpinggirkan dalam proyek sosial dan komunitas sosial. Penelitian ini mencoba untuk menggambarkan bagaimana proses perancangan Yu Sing di studio Akanoma secara umum dan melihat secara detail proses perancangan dalam studi kasus khusus. Studi kasus dalam penelitian ini dipilih ARUNA Dine and Coffee yang dianggap relevan sebagai objek kajian, karena Kafe tersebut memiliki bentuk sederhana yang menarik untuk dikaji dan menggunakan material tidak umum pada struktur dan fasad. Kata kunci: yu sing, 4 filosofi studio akanoma, aruna dine and coffee. 
Penggunaan Pemilihan Warna Pencahayaan Interior Kamar Terhadap Kenyamanan Pengguna Pada Hotel Kapsul Bobobox Tecky Hendrarto; Dudu Badrurahman; Puguh Prasetyo B. I.; Irfan Fajar Hidayatullah
Reka Karsa: Jurnal Arsitektur Vol 7, No 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional (ITENAS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v7i1.3664

Abstract

AbstrakHotel merupakan salah satu factor pendukung pariwisata. Dalam pengelolaannya hotel harus ressponsive dan tanggap terhadap lingkungan. Hotel Kapsul Bobobox Bandung merupakan salah satu hotel kapsul yang terletak di kawasan kota yaitu Pasir Kaliki Bandung yang menerapkan strategi unik dalam memenangkan persaingan dan meningkatkan volume penjualan, dimana terdapat pilihan 15 warna lampu pada kamarnya, untuk menentukan mood atau kenyamanan pengguna. Peneliti melakukan survey penelitian di Hotel Kapsul Bobobox dan menjelaskan kenyamanan di dalam kama hotel. Analisa data menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif sederhana berdasarkan korelasi person, hasil penelitian menunjukan hubungan antara material pembentuk ruang kamar dengan warna pencahayaan yang di sukai pengguna, dengan penggunaan ekspresi interior yang baik dan penggunaan software – software di dalamnya.Kata kunci: Hotel, Hotel kapsul, Bobobox,Hotel Kapsul Bandung. AbstractHotels are one of the supporting factors of tourism. In its management, hotels must be responsive and responsive to the environment. Bobobox Bandung Capsule Hotel is one of the capsule hotels located in the city area, namely Pasir Kaliki Bandung, which applies a unique strategy to win thecompetition and increase sales volume, where there are 15 colors of lights in the room, to determine the mood or comfort of the user . Researchers conducted a research survey at Bobobox Capsule Hotel and explained the comfort in a hotel room. Data analysis uses a simple descriptive qualitative approach based on people's correlation, the results of the study show the relationship between room-forming materials and the color of lighting that users like, with the use of good interior expressions and the use of software.Keywords: Hotels, Capsule Hotels, Bobobox, Bandung Capsule Hotels.
Langgam Art Deco Pada Fasad Gedung Cipta Niaga Cirebon Fitriyah Fitriyah; Farhatul Mutiah
Reka Karsa: Jurnal Arsitektur Vol 7, No 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional (ITENAS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v7i3.7935

Abstract

Abstrak Langgam Art Deco mulai populer di bagian Eropa, diantara perang dunia I dan perang dunia II. Langgam yang pernah diterapkan dalam bangunan di Indonesia sebagai pengaruh gaya arsitektur terhadap pemerintahan Belanda. Salah satu bangunanyang pernah dipakai pada masa Pemerintahan bangsa Eropa berada di Kawasan Kota Tua Cirebon yaitu Gereja pasundan, Gedung Cipta Niaga, SMPN 14 Cirebon dan SMPN 16 kota Cirebon yang lokasinya berada dalam satu kawasan koridor Jalan Kebumen. Elemen art deco dapat terlihat pada fasad Gedung Cipta Niaga dengan unsur menara pada jalan masuk gedung. Oleh karena itu, untuk megetahui elemen lain yang dikategorikan sebagai langgam art deco maka perlu dilakukan penelitian mendalam. Berdasarkan studi kasus, dibutuhkannya beberapa data dengan metode penelitian berupa data primer dengan cara observasi lapangan dan data sekunder terkait sumber literature, hal ini dijadikan sebagai pedoman penyelesaian analisa. Kemudian hasil analisa disajikan dalam bentuk deskriptif kualitatif dengan format yang sistematis, analisa elemen fasad art deco pada Gedung Cipta Niaga dapat dijadikan sebagai pengetahuan langgam art deco, serta mengetahui evolusi dari elemen fasad bangunan lama ke bangunan sekarang. Dari hasil penelitian tersebut diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan pemahaman terkait gaya arsitektur bangunan pada Pemerintahan Eropa yang berada di Kota Cirebon. Serta bisa menjaga benda cagar budaya agar dapat dilestarikan sebagai bangunan bersejarah. Dan dapat melakukan penelitian yang lebih lanjut apabila terdapat perubahan pada bangunan terhadap perkembanagan gaya arsitektur.Kata kunci : art deco. gedung cipta niaga cirebon, fasad. 
Pengaruh Lahan Berkontur Terhadap Bangunan Perumahan M. Tareeq Alfarizzi Leksman; Made Dhamma Varo; Ivan Nurachman
Reka Karsa: Jurnal Arsitektur Vol 9, No 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional (ITENAS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v9i1.7955

Abstract

Abstrak Lahan berkontur adalah lahan yang memiliki ketidaksetaraan tinggi lahan. Kondisi lahan seperti ini biasanya dapat kita jumpai di daerah dataran tinggi seperti pegunungan atau perbukitan. Sebagian masyarakat yang ingin merancang sebuah hunian cenderung akan meratakan kondisi lahan dengan menggali atau mengurug tanah untuk memudahkan pembangunan. Perancangan pada lahan berkontur memiliki keuntungan dan kendala pada banyak aspek, seperti pengaruh bentuk lahan terhadap bentuk bangunan hunian yang akan dirancang. Tujuan penelitian ini adalah agar perancang dan pelaksana mampu memahami tentang karakteristik lahan berkontur, penggunaan sistem struktur yang cocok pada lahan berkontur, dan mampu merancang bentuk bangunan yang sesuai pada lahan berkontur. Penelititan ini dilakukan pada bangunan perumahan Sharia Islamic Island yang berlokasi di Jl. Masjid Nagrak No.611 Sukajaya, Lembang, Bandung barat. Penelitian ini menganalisa bangunan dari sistem struktur dan bentuk yang digunakan untuk bangunan pada lahan berkontur. Hasil penelitian menunjukan perbedaan spesifikasi pada bangunan yang memiliki lahan kontur yang berbeda pada kawasan yang sama. Kata kunci: Lahan berkontur, Bangunan, prosiding
Analisis dan Evaluasi Sistem Saluran Pembuangan Air Hujan dan Drainase pada Masjid Al-Furqan UPI Alam Maulana Muhammad; Nitih Indra Komala Dewi; Tjahyani Busono; Kinana Alya Amani; Shila Tri Andini; Wieke Oksi Puspita
Reka Karsa: Jurnal Arsitektur Vol 9, No 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional (ITENAS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v9i3.8437

Abstract

AbstrakDrainase merupakan saluran untuk mengalirkan, menguras, dan membuang limpasan air limbah maupun air hujan. Drainase memiliki peran dalam mencegah genangan yang dapat menyebabkan banjir dan menjadi sarang jentik nyamuk yang dapat mengganggu kesehatan. Pada laporan ini bertujuan menganalisis saluran drainase pada masjid Al-Furqan Universitas Pendidikan Indonesia. Sebagai salah satu sarana prioritas utama bagi pengguna masjid ketika melaksanakan ibadah di daerah kampus, sudah seharusnya bangunan ini dirancang dengan baik dan nyaman. Penelitian ini berfokus pada saluran drainase dan saluran pembuangan air hujan pada masjid Al-furqan. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif serta dengan teknik pengumpulan data melalui observasi secara langsung. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sistem drainase pada masjid Al-Furqan sudah baik karena tidak menimbulkan genangan saat hujan sehingga dapat dikatakan bahwa bangunan ini sudah sangat sesuai dan nyaman untuk dapat melakukan kegiatan ibadah di dalamnya.Kata kunci: Drainase, Air Hujan, Masjid AbstractDrainage is a channel for draining, draining, and disposing of runoff of waste water and rainwater. Drainage has a role in preventing stagnation which can cause flooding and become a breeding ground for mosquito larvae which can be detrimental to health. This report aims to analyze the drainage channels at the Al-Furqan mosque of the Indonesian University of Education. As one of the top priority facilities for mosque users when carrying out worship in the campus area, this building should have been well designed and comfortable. This research focuses on drainage and rainwater drainage channels at the Al-furqan mosque. This study used a descriptive analysis method with a qualitative approach and data collection techniques through direct observation. The results of this study indicate that the drainage system at the Al-Furqan mosque is good because it does not cause puddles when it rains so that it can be said that this building is very suitable and comfortable to be able to carry out worship activities in it. Keywords: Drainage, Rainwater, Mosque
Penerapan Arsitektur Neo Vernakular pada Rancangan Sambas Islamic Centre di Kabupaten Sambas Amalia Saliha Saliha
Reka Karsa: Jurnal Arsitektur Vol 10, No 2
Publisher : Institut Teknologi Nasional (ITENAS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v%vi%i.7405

Abstract

Indonesia adalah negara yang mempunyai budaya dengan keanekaragaman. Salah satu budaya yang dimiliki Indonesia, yaitu rumah adat. Di Kalimantan Barat terdapat rumah adat Suku Dayak yang bernama Rumah Radakng. Namun, di zaman sekarang, rumah adat yang memiliki gaya arsitektur vernakular mulai tenggelam dikarenakan masyarakat yang lebih tertarik oleh bentuk yang lebih modern. Maka dari itu, bangunan Sambas Islamic Centre ini akan menerapkan tema Neo Vernakular pada bangunan. Arsitektur Neo Vernakular sendiri adalah penggabungan gaya arsitektur vernakular dan arsitektur modern. Bentuk bangunan ini nantinya akan mengadopsi bentuk rumah adat Kalimantan Barat, yaitu Rumah Radakng yang akan dimodifikasi menjadi bentuk vernakular yang lebih modern dengan material modern. Dengan material yang mencerminkan Arsitektur Neo Vernakular akan diterapkan pada bagian eksterior bangunan, interior bangunan, dan ornamen-ornamen. Penggunaan tema ini dapat menghasilkan sebuah desain bangunan yang memiliki ciri khas budaya setempat dengan unsur vernakular yang dapat bersaing di zaman ini dengan adanya unsur modern pada desain bangunan.
Penerapan Tema Arsitektur Biomimikri pada Rancangan Museum Arkeologi Kawasan Goa Pawon Bandung Barat Bagaskara, M; Kustianingrum, Dwi
Reka Karsa: Jurnal Arsitektur Vol 10, No 2
Publisher : Institut Teknologi Nasional (ITENAS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v10i2.7473

Abstract

ABSTRAKMuseum sebagai alat yang ampuh untuk mendukung proses penelitian atau pembelajaran, karena memberikan bukti nyata yang dapat kita saksikan secara langsung untuk memajukan pemahaman kita tentang bentuk-bentuk gambar kuno untuk melengkapi pemahaman kita. Bandung Barat saat ini sedang berada di tahap pengembangan kawasan salah satunya kawasan Goa Pawon yang penuh dengan sejarah arkeolog. Saat ini, sedang dilakukan pengembangan terhadap Cagar Budaya guna meningkatkan kualitas perkembangan Kawasan Goa Pawon dan juga Bandung Barat. Kegiatan ini yang menjadi dasar pemilihan lokasi perancangan Museum Arkeolog. Perancangan Museum di Kawasan Cagar Budaya dapat mempengaruhi aspek perkembangan sarana prasaran dalam informasi, edukasi, dan komunikasi, yang dapat bermanfaat bagi generasi yang akan datang. Pada kawasan ini dilengkapi fasilitas lain sebagai penunjang museum seperti, visitor center, amphitheater, dan guest house. Bangunan mengusung tema Arsitektur Biomimikri yang merupakan sebuah konsep arsitektur yang meniru bentuk, proses, dan sistem yang terinspirasi dari makhluk hidup. Desain bangunan Museum meniru bentuk dari kura-kura dan diterapkan pada bentuk massa, fasad, penataan ruang dalam, skylight pada atap, dan juga pada tatanan ruang luarnya.Kata kunci: Eco Haritage, Goa Pawon, Biomimikri, Edukasi, Arsitektur  ABSTRACTMuseums as a powerful tool to support the research or learning process, because they provide tangible evidence that we can see firsthand to advance our understanding of ancient image forms to complement our understanding. West Bandung is currently in the development stage of the area, one of which is the Pawon Cave area which is full of archeological history. Currently, the development of the Cultural Conservation is being carried out to improve the quality of the development of the Goa Pawon area and also West Bandung. This activity is the basis for choosing the location for the design of the Archaeological Museum. The design of the Museum in the Cultural Conservation Area can affect aspects of the development of infrastructure facilities in information, education, and communication, which can be useful for future generations. This area is equipped with other facilities to support the museum, such as a visitor center, amphitheater, and guest house. The building carries the theme of Biomimicry Architecture which is an architectural concept that imitates forms, processes, and systems inspired by living things. The design of the Museum building imitates the shape of a turtle and is applied to the shape of the mass, the facade, the arrangement of the interior space, the skylights on the roof, and also to the layout of the outer space. Keywords: Eco Haritage, Goa Pawon, Biomimikri, Education, Architecture