cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
REKA KARSA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 382 Documents
Kenyamanan Visual Ditinjau Dari Orientasi Massa Bangunan dan Pengolahan Fasad Kustianingrum, Dwi; Muhamad, Yudha Ariep; Rahma, M. Rizqika; Wijaya, Ardi Nasrul; Pramana, Arifin Dwi
REKA KARSA Vol 4, No 4
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1047.15 KB) | DOI: 10.26760/rekakarsa.v4i4.1347

Abstract

Kenyamanan Visual ditinjau dari Orientasi Massa Bangunan dan Pengolahan Fasad Apartemen Gateway, Bandung   DWI KUSTIANINGRUM, YUDHA ARIEP MUHAMAD, MUHAMMAD RIZQIKA RAHMA, ARDI NASRUL WIJAYA, ARIFIN DWI PRAMANA Jurusan Teknik Arsitektur – Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Nasional   E-mail : kustianingrumdwie@yahoo.co.id ABSTRAK Bangunan adalah tempat berlindung bagi manusia, selain itu bangunan juga sebagai tempat beraktifitas manusianya. Untuk itu bangunan harus memiliki faktor yang menimbulkan kenyamanan terhadap manusia. Kenyamanan suatu bangunan dapat dikategorikan dalam kenyamanan termal (suhu, penghawaan), visual (penglihatan) dan akustik (kenyamanan suara). Namun kenyamanan itu sendiri lebih bersifat subjektif karena tingkat kenyamanan setiap individu berbeda, tergantung dengan kondisi fisik dan kondisi tempat tinggal atau lingkungan. Adapun untuk faktor kenyamanan visualnya, dapat dilihat dari orientasi bangunan yang terbentuk akibat gubahan massa dan penerapan desain fasad bangunan. Pada kajian ini akan dibahas mengenai kenyamanan visual di Apartemen Gateway Cicadas dengan meneliti orientasi massa bangunan dan pengolahan fasadnya dengan menggunakan metode deskriptif-analitis. Hasildari kajian terkait orientasi massa Apartemen Gatewayadalah cukup baik karena bangunan memanfaatkan orientasi matahari dan sirkulasi angin,tetapipengolahan fasadnya belum memenuhi kebutuhan standar pencahayaan alami. Kata Kunci : Kenyamanan visual, orientasi bangunan, desain fasad.  ABSTRACTA Building is a shelter place for human, except that a building is place for human activity. Therefore a building has a factor who create for human comfort. A comfortable of building can be categorized in the thermal comfort (temperature, air), visualization and acoustic (sound comfort). But a words of comfortable is subjective because an individual comfort levels is different, depending on the physical conditions and dwelling a conditions or an environment. Therefore, factor of visualization comfort in terms from building orientation  which that establish a mass composition and an application of the building façade design. In this study will be discussing about visual comfort in Cicadas Gateway Apartment by an examine the building mass orientation and its facade processing using a descriptive-analytic method. The result of Gateway Apartement is good enough because the building abuse a sun orientation and wind circulation, but the façade processing is not satisfy standard needed of natural lightning. Keywords : a visualization comfort, building orientation, facade design.
Kajian Terhadap Ruang Publik Sebagai Sarana Interaksi Warga di Kampung Muararajeun Lama, Bandung Anita, Juarni; Gustya, Fendy; Erawati, Lucy Rahayu; Sukma, Mega Dewi
REKA KARSA Vol 1, No 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v1i1.61

Abstract

ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi permasalahan-permasalah yang berkaitan dengan interaksi sosial masyarakat di ruang publik pada kampung tersebut. Pengumpulan data-data dari penelitian ini dilakukan dengan survei lokasi, wawancara, dan mendokumentasikan kegiatan masyarakat kampung tersebut untuk kemudian dianalisis dengan metoda deskriptif kualitatif. Setelah dilakukan analisis dari data-data lokasi dan dikaitkan dengan teori-teori terkait, maka didapatkan kesimpulan umum bahwa pada kampung kota terjadi hubungan masyarakat yang masih memiliki sifat kekerabatan yang erat dan saling mempengaruhi satu sama lain baik dalam hubungan antar individu, antar kelompok maupun atar individu dan kelompok, pada ruang umum yang pada dasarnya merupakan suatu wadah yang dapat menampung aktivitas tertentu dari masyarakatnya. Secara khusus disimpulkan bahwa keterbatasan lahan yang ada tidak dijadikan masalah yang dapat menghambat warga Kampung Muararajeun Lama untuk berinteraksi sosial. Kegiatan berkumpul tetap dapat dilakukan baik pada halaman rumah, gang, dan warung. Sedangkan kegiatan yang memerlukan tempat yang lebih luas untuk menampung banyak warga dilakukan di Sekolah Taman Kanak-Kanak pada Kampung. Meskipun ruang berkumpul tersebut tidak responsive, tetapi dapat memenuhi aktifitas masyarakat sehingga menimbulkan kesan democratic, comfort, dan meaningful.Kata Kunci: Interaksi Sosial, Ruang Publik, Responsive, Democratic, Comfort, Meaningful.
Cara Pemeliharaan dan Perawatan Material Fasad Vertikal Non Struktural Pada Bangunan Rumah Susun Hendarto, Tecky; Kahfi, Muhammad; Danudja, Aditya; Khairana, Nadhifa; Pramudiani, Arini
REKA KARSA Vol 4, No 4
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.475 KB) | DOI: 10.26760/rekakarsa.v4i4.1400

Abstract

CARA PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN MATERIAL FASAD VERTIKAL NON STRUKTURAL PADA BANGUNAN RUMAH SUSUN   muhammad kahfi, aditya danudja, nadhifa khairana, arini pramudiani, tecky hendrarto Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Nasional Email : muhammadkahfi2552@gmail.com   Abstrak Rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) semakin berkembang di Bandung tetapi ada beberapa hal yang terabaikan, salah satunya adalah dari segi pemeliharaan dan perawatan bangunan, khususnya pemeliharaan dan perawatan fasad vertikal pada bangunan, yang dapat mempengaruhi faktor kenyamanan, kelayakan, dan kesehatan bagi penghuninya. Guna mengetahui aspek kelayakan dari pemeliharaan dan perawatan fasad vertikal pada bangunan rumah susun sederhana sewa yang berada di Cingised, Arcamanik, Bandung, dilakukan kajian tentang cara pemeliharaan dan perawatan fasad vertikal dengan menggunakan metode analisis deskriptif, yaitu membandingkan kasus desain, terhadap teori dan peraturan yang berlaku. Kajian ini bertujuan untuk rumah susun yang layak huni oleh masyarakat kalangan menengah ke bawah, baik secara visual, kesehatan, dan kenyamanan yang salah satunya dapat dipengaruhi oleh cara pemeliharaan dan perawatan fasad vertikal pada bangunan hunian vertikal. Kata Kunci : Rusunawa, pemeliharaan dan perawatan, material. Abstract The vertical residences such as mansions seem to be expanding in Bandung City, but there are some aspects overlooked; one of them is building maintenance, particularly the facade maintenance of inside and outside of the buildings that could affect on the convenience, feasibility, and the health factors of its residents. In order to know the feasibility aspect of the material maintenance of inside and outside of the buildings, we conduct a study by using descriptive analysis method which compares the design case to the theories and regulations about how to conduct a facade maintenance for inside and outside of the mansion. A study about the mansion which located in Cingised, Bandung aims to build a feasible residence for the lower middle society based on visual, health, and convenience aspects in which one of them could be affected by the method of facade maintenance for inside and outside vertical residence. Keywords : vertical residence, maintenance, material
Evaluasi Restorasi Gedung Indonesia Menggugat Terhadap Peraturan Daerah Tentang Bangunan Cagar Budaya Pirmansyah, Pirmansyah; Ramadhan, Dianto; Putra, Fadli Febriana
REKA KARSA Vol 1, No 4
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (679.238 KB) | DOI: 10.26760/rekakarsa.v1i4.360

Abstract

ABSTRAKUsaha konservasi bangunan cagar budaya seringkali menjadi permasalahan, mengingat begitu banyak bangunan cagar budaya di Kota Bandung.Gedung Indonesia Menggugat merupakan salah satu bangunan yang dianggap penting karena merupakan bagian dari sejarah Indonesia Menuju Kemerdekaan. Rencana usaha restorasi dimulai pada tahun 1999 dan proses restorasi berlangsung pada tahun 2004 sampai 2005, dengan mengacu kepada peraturan Undang-Undang Republik Indonesia nomor 5 tahun 1992. Pada tahun 2009 Pemerintah Kota Bandung mengeluarkan Peraturan Daerah Kota Bandung nomor 19 tahun 2009 tentang kawasan dan bangunan cagar budaya. Peraturan ini mengatur secara lebih mendetil hal-hal yang berhubungan dengan benda cagar budaya yang berada di Kota Bandung.Dengan metoda kualitatif, deskriptif, dan argumentatif penulis mengevaluasi usaha restorasi yang telah dilakukan pada Gedung Indonesia Menggugat dan dibandingkan dengan peraturan daerah yang terbaru. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa pada restorasi yang telah dilakukan, terdapat ketidak sesuaian dengan Peraturan Daerah Kota Bandung yang baru. Oleh karenanya disarankan untuk melakukan restorasi ulang untuk mengembalikan bangunan tersebut, sesuai dengan Peraturan Daerah Kota Bandung yang terbaru.Kata kunci: restorasi, Undang-undang Republik Indonesia, Peraturan Daerah Kota Bandung ABSTRACTConservation of a heritage building is often become a problem, referring to the amount of heritage building in Bandung.Gedung Indonesia Menggugat is one of the most important heritage building through it’s history of being a part of Indonesian independence. The conservation planned in 1999 and the restoration occured in 2004 to 2005, referring to Undang-Undang Republik Indonesia number 5 year 1992. In 2009, the city goverment state Peraturan Daerah Kota Bandung number 19 year 2009 about heritage building and culture. The regulation regulate everything about heritage building in Bandung in a more detailed way.Through qualitative, descriptive, and argumentative methods the observer evaluate the last conservation labor of Gedung Indonesia Menggugat to be compared to the newest regulation. The observation conclude that the restoration labor has an inappropriate detail according to the newest regulation. So, the oberver recommend to re-restorate the heritage building to return the building to be as it is, which is in compliance with the newest Peraturan Daerah Kota Bandung.Keywords: restoration, Undang-undang Republik Indonesia, Peraturan Daerah Kota Bandung.
Kontekstual Iconik Pada Pengembangan Kampus Institut Teknologi Nasional 2030 Safarina, Irma Tri; Utami, Utami
REKA KARSA Vol 2, No 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1947.378 KB) | DOI: 10.26760/rekakarsa.v2i3.595

Abstract

ABSTRAK Semakin pentingnya pendidikan tinggi di masa sekarang maka semakin banyak pula orang yang mengikuti jenjang pendidikan tinggi. Semakin meningkatnya populasi yang berminat untuk mengikuti jenjang pendidikan di perguruan tinggi, maka dibutuhkan juga sarana untuk menampung populasi tersebut. Melalui sarana tersebut diharapkan dapat menampung populasi yang ingin mengikuti pendidikan di perguruan tinggi, maka proses pembelajaran pun akan berjalan dengan baik. Namun karena keterbatasan sarana yang ada sekarang dan dengan bertambahnya minat populasi yang ingin mengikuti pendidikan di perguruan tinggi ITENAS maka dilakukanlah Revitalisasi dan Pengembangan Gedung Baru. Konstektual Iconik dipilih sebagai tema dalam perancangan tersebut. Konsep Perancangan pada pengembangan kampus Institut Teknologi Nasional 2030 ini mengacu pada tema “Kontekstual Iconik”. Kontekstul sendiri mempunyai arti segala sesuatu yang berkaitan dengan kondisi keterkaitan. Dengan kata lain konstektual bisa diartikan adanya keterkaitan antara sesuatu dengan sesuatu yang lain. Di bidang arsitektur, dalam sebuah proses perencanaan dan perancangan, perlu diperhatikan hal-hal yang berkaitan dengan karya baru yang direncanakan. Hal-hal yang mempunyai keterkaitan tersebut antara lain adalah lingkungan, budaya, gaya regional, karakter masyarakat, sejarah, dll. Sedangkan istilah Iconik disini diharap bangunan yang didesain menjadi icon dari kampus Institut Teknologi Nasional yang dapat menjadi kebanggan dari seluruh civitas kampus Institut Teknologi Nasional. Kata Kunci: Perguruan tinggi, Pengembangan kampus ITENAS 2030, Kontekstual Iconik   ABSTRACT With the growing importance of higher education in the present, the more are those who follow high education levels. With the increasing population who are interested to participate in a college education, it is also the means needed to accommodate the population.  With the existence of these facilities that can accomodate the population who want to follow a college education, then the learning process will go well. However, due to the limitations of the existing facilities and the increasing interest in the population who wants to enroll in higher education ITENAS we perform the revitalization and development of new building.  Contextual iconik chosen as a theme in the design of the.  The design concept of the development of the National Institute of Technology campus in 2030 refers to the theme of "Contextual Iconik". Kontekstul itself has meaning everything to do with the condition of the relationship. In other words could be interpreted contextual link between something with something else. In the field of architecture, in a process of planning and designing, to consider matters relating to the planned new works. The things that have such linkages include environmental, cultural, regional style, the character of society, history, etc.. While the term Iconik designed buildings here are expected to be the icon of the National Institute of Technology campus that can be the pride of the entire community of National Institute of Technology campus. Keywords: College, Campus development ITENAS 2030, Contextual Iconic
Bangunan Baru Pada Kawasan Cagar Budaya Braga Bandung Permata, Dian Duhita; Pahlawan, Arief Yudha; Putranto, Audri; Sepdakuswara, Yandi
REKA KARSA Vol 3, No 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1235.74 KB) | DOI: 10.26760/rekakarsa.v3i3.693

Abstract

ABSTRAKJalan Braga merupakan salah satu kawasan cagar budaya di kota Bandung. Bangunan bersejarah di kawasan ini masih dapat dikenali dari langgam arsitektur pada fasad bangunannya. Kehadiran bangunan baru pada kawasan ini dapat dengan mudah dikenali dari perbedaan langgam arsitektur bangunannya. Dengan menggunakan metoda kualitatif dan deskriptif, studi ini akan meninjau langsung beberapa bangunan baru di kawasan Jalan Braga. Studi literatur dilakukan untuk membandingkan antara teori kontekstual, komposisi dan karakteristik elemen fasad bangunan baru. Hasil studi memperlihatkan bagaimana adaptasi bangunan baru di kawasan cagar budaya yang berada di kawasan Jalan Braga. Diperlukan campur tangan Pemerintah Daerah agar kehadiran kawasan Jalan Braga sebagai kawasan konservasi yang dapat dipertahankan.Kata kunci: Kawasan Cagar Budaya Braga, Langgam Arsitektur Bangunan, Arsitektur KontekstualABSTRACT Jalan Braga is one of the area heritage in Bandung. Historical buildings in this area can still be recognized from style architecture in fasade buildings. New buildings presence at this area is easily identifiable of differences style architecture of the building. By using methods qualitative and descriptive, the study will directly visited several new buildings in the area of Jalan Braga. Study literate done to compare between contextual theory, composition and characteristic façade element new buildings. Result of the study shows how adaptation new buildings in the region heritage which is in the area of Jalan Braga. It needs local government's intervention so the presence the area of Jalan Braga to as the area conservation that can be maintained.Keywords: Braga Conservation Area, Style Building Architecture, Architecture Contextual
Standar Ukuran dan Fungsi Ruang Bersama Pada Rusunawa Cimindi Duhita, Dian; Fauzi Sujana, Arfan; Prasetia, Teguh; Ayituri Primadi, Imam; Nazira Alkhairi, Luthfan
REKA KARSA Vol 4, No 2
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (933.644 KB) | DOI: 10.26760/rekakarsa.v4i2.1391

Abstract

STANDAR UKURAN DAN FUNGSI RUANG BERSAMA PADA RUSUNAWA CIMINDI   ARFAN FAUZI SUJANA, TEGUH PRASETIA, IMAM AYITURI PRIMADI, LUTHFAN NAZIRA ALKHAIRI, dian duhita Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Nasional Email : uziapank@gmail.com ABSTRAK Konsep hunian vertikal seperti apartemen, kondominium dan rumah susun terbentuk akibat meningkatnya kebutuhan tempat tinggal di kota, namun lahan yang tersedia semakin terbatas. Pada konsep hunian vertikal sering sekali ditemukan permasalahan akibat perubahan pola hunian dari bentuk horisontal menjadi bentuk vertikal, salah satunya adalah penggunaan ruang bersama. Ruang bersama  adalah ruang yang dipergunakan bersama, dapat berupa koridor, tangga, ruang terbuka hijau, parkir, dan jalan. Metoda observasi digunakan pada penelitian ini untuk membandingkan ukuran dan fungsi ruang bersama pada Rumah Susun Sederhana Sewa Cimindi dengan standar yang ditetapkan. Ruang bersama sering kali mengalami ketidak sesuaian, baik standar maupun fungsinya yang diakibatkan oleh perbedaan karakter sosial dan budaya penghuni yang berbeda-beda. Hal tersebut mengakibatkan perbedaan cara pandang terhadap penggunaan ruang bersama yang direncanakan untuk memenuhi kebutuhan penghuni rumah susun. Pada kenyataannya ruang bersama memiliki lebih dari satu fungsi tidak hanya untuk kepentingan publik tapi juga digunakan untuk kepentingan pribadi. Peran seorang Arsitek sangat diperlukan untuk dapat membuat solusi bagaimana ruang bersama dapat digunakan sesuai dengan fungsinya. Kata Kunci : Ruang Bersama, Rumah Susun, Standar dan Fungsi Abstract The concept of vertical housing such as apartments, condominiums, and flats are formed due to the housing needs in the city that is growing but with limited land available. Problems that often found on the concept of vertical housing arising from changes in the occupancy pattern of horizontal formed into a flat shape, one of them is shared space. The shared space is a public space that is used together, in the vertical housing its may include corridors, staircases, open green spaces, parking and roads. Observation method used in this study to compare the shared space at Rusunawa Cimindi with established standards. The shared space often experience a discrepancy, both standard and function caused by social and cultural character different. This resulted in differences in the perception of the use of the shared space planned to meet the needs of residents in the end have more than one function. In fact, the shared space have many function not only for the public interest, but also used for private purposes. The role of an architect is needed to be able to offer a solution how the shared space can be functional according to its function. Keywords: Shared Space, Flats, Standard and Function
Kajian Desain Apartemen Buah Batu Park Terhadap Kesiapan Pengelolaan Kebakaran Pasca Huni Wahadamaputera, Shirley; Hajar, Ibnu; Sudrajat, Reski; Yusuf, Muhammad
REKA KARSA Vol 1, No 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v1i3.297

Abstract

AbstrakWalaupun kehadiran apartemen lebih mendukung kota bandung sebagai tujuan wisata belanja, namun pembangunannya menunjukan kenaikan yang cukup signifikan akhir-akhir ini.Bangunan Apartemen Buah Batu Park Bandung yang diklasifikasi sebagai tipe B berdasarkan KEPMEN PU No. 02/KPTS/1985 tentang ketentuan pencegahan dan penangulangan kebakaran pada bangunan gedung, dilengkapi ruang dapur disetiap unitnya, selain dapur shaft dan ruang pendukung peralatan utilitas berpotensi sebagai zona rawan penyalaan titik api.Keputusan Menteri Pekerjaan Umum no 11 tahun 2000 menentukan bahwa setiap bangunan wajib menyusun manajemen kebakaran pasca huni.Melalui kajian yang menggunakan metoda deskriptif analisis ini dipahami bahwa desain zona rawan api baik secara horizontal dan vertikal perlu dipertimbangkan, ditinjau dari kemudahan penjalaran api dan usaha penghuni untuk melalukan evakuasi.Desain sirkulasi, proteksi kesiapan sarana dan prasarana kebakaran adalah aspek yang perlu disiapkan untuk mendukung keberhasilan manajemen pengelolaan kebakaran pasca huni pada desain Apartmen Buah Batu Park Bandung.Kesiapan bangunan dalam menghadapi bahaya kebakaran tidak hanya dilakukan pada awal desain dan pelaksanaan saja, namun juga pada tahap pasca huni.Dengan demikian sekalipun masih terdapat kekurangan dalam aspek desain, bangunan masih dapat dihuni serta memberi keamanan pada peghuni melalui manajemen kebakaran.Kata kunci : Desain Sirkulasi, Ruang Dalam, Sarana Evakuasi, Alat Pengamanan AbstractEven though apartement buildings in Bandung proved to be beneficial to Bandung’s status as a shopping destination haven, the number is still growing significantly. Buah Batu park apartment building is classified as a type b apartment based on KEPMEN PU No. 02/KPTS/1985 a regulations on fire prevention and countermeasures in tall buildings. Apaetement design is fully furnished with kitchen appliances in each units, mean while the kitchen, shaft room and other utility rooms are all fire hazard potential. KEPMEN PU No. 11 2000 states that every building must have a post occupancy fire management.Through the descriptive analysis method it was proved that fire hazard zones design, both horizontally and vertically needs to be considered to prevent fire spread and in order to facilitate inhabitant egress.Circulation design inside the building as means of egress, fire protection system including infrastructure system are important aspecs to support post occupancy fire management of the building.The building’s readiness to fire hazards needs to be considered at design process, construction and post occupancy stage, that even though there are still some minor flaws in terms of design, the building would still saved to be occupied.Key Word : Design Circulation, Protection System, Fire Management
Kajian Sustainable Material Bambu, Batu, Ijuk dan Kayu pada Bangunan Rumah Adat Kampung Naga Utami, Mamiek Nur; Ardi, Fadli; Wildan, Muhammad; Saputro, Aditya Dwi; Utari, R. Roro Astrid
REKA KARSA Vol 2, No 2
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (788.409 KB) | DOI: 10.26760/rekakarsa.v2i2.464

Abstract

Abstrak Bangunan yang baik adalah bangunan yang dapat memanfaatkan potensi alam dan memakai bahan bangunan yang ada di lingkungannya. Bangunan yang sustainable adalah bangunan yang dapat menyeimbangkan 3 faktor, yaitu lingkungan, sosial dan ekonomi, dalam hal ini sustainable dari segi material bangunannya yang menjadi topik utama dalam penelitian ini. Khusus untuk material ada beberapa faktor lagi yang perlu diperhatikan yaitu faktor umur, produksi dan energi dari pengolahan material tersebut. Kampung Naga merupakan kampung yang mendapatkan sertifikasi desain arsitektur bangunan hijau dan hemat energi Indonesia dari Green Building Council of Indonesia (GBCI) di Jawa Barat, Kampung Naga masih memelihara budaya asli nenek moyangnya serta sudah menerapkan sistem 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dalam kehidupannya hingga saat ini. Masyarakat Kampung Naga memiliki falsafah taat kepada Tuhan YME, menghormati leluhur serta hidup bersama alam. Dari falsafah tersebut membuat masyarakatnya dapat menjaga budaya dan lingkungnya dari dulu hingga sekarang, sehingga dari beberapa material bangunan yang dipakai adalah sustainable. Kata kunci : Sustainable material, rumah adat Kampung Naga, bambu, batu, ijuk, kayu.   Abstract A good building is a building that can harness the potential of nature and use of building materials that exist in the environment . Sustainable building is a building that can balance the three factors , namely environmental , social and economic , in this case in terms of sustainable building materials is a major topic in this study . Especially for materials there are some more factors to note are the factors of age , and the production of energy from the material processing . Kampung Naga is a village which get certified green building architectural design and energy saving Indonesia from the Green Building Council of Indonesia ( GBCI ) in West Java , Kampung Naga still maintain the original culture and their ancestors have implemented the system 3R ( Reduce, Reuse , Recycle ) in the life until now . Kampung Naga society has a philosophy of obedience to God Almighty , honoring ancestors and living with nature . The philosophy of the community can create and maintain a culture lingkungnya from the past until now , so from some of the building materials used are sustainable . Keywords : Sustainable materials , Kampung Naga traditional house , bamboo , stone , fibers, wood
Keterkaitan Fungsi Rusunami Dengan Koordinasi Modul Dan Material Panel Beton Precast Pada Kulit Bangunan – Grand Asia Afrika (Rusunami) Virdianti, Eka; Fahlevi, Tommy Reza; Dumyati, Riksa Hakiki; Rizkiawan, Eki
REKA KARSA Vol 3, No 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1408.338 KB) | DOI: 10.26760/rekakarsa.v3i1.625

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak fungsi terhadap penentuan koordinasi modul rusunami GAA dan menganalisis dampak fungsi terhadap pemilihan material panel beton precast pada kulit bangunan rusunami GAA. Pendekatan penelitian secara kualitatif menggunakan studi kasus melalui metoda menguji bentuk rumusan masalah keterkaitan (asosiatif). Untuk aspek koordinasi modul mempertimbangkan elemen-elemen pembentuk  modul. Sedangkan dari aspek material mempertimbangkan kriteria bahan bangunan untuk rusunami terhadap precast. Hasil analisis menyimpulkan pemakaian koordinasi modul telah mempertimbangkan unit rusunami dan fungsi parkiran. Dari aspek dampak fungsi bangunan terhadap pemilihan material panel beton (precast) disimpulkan bahwa perencana sudah mempertimbangkan kriteria bahan yang sesuai dengan fungsi rusunami sebagai standar fungsi hunian. Kata kunci: Fungsi Rusunami, Koordinasi Modul, Panel Beton Precast Abstract This research mean to find the links between rusunami function and building module coordination with the building skin material selection with analyzing impact on purpose the determination of function module coordination Rusunami GAA and analyze impact of election concrete precast panel on Rusunami GAA building skins. Research approach did qualitatively with study case with test connection problem formulation fomrs (associative) method. The scope of the research is the function restricted to the unit rusunami residential and a parking area. For the coordination aspect to consider module -forming elements. While considering the criteria of the material aspects building to rusunami to see these criteria in material precast concrete panels. Results of the analysis concluded the use of coordination considering rusunami units and parking functions .. From the aspect of the impact on the function of the building material selection concrete panels ( precast ) that planners have considered material in accordance with the criteria rusunami function as a function of occupancy. Keywords: Rusunami Function, Module Coordination, Panels Concrete Precast

Page 9 of 39 | Total Record : 382