cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
REKA KARSA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 384 Documents
Penghawaan Alami pada Unit dan koridor Rusunami The Jarrdin Utami, Mamiek Nur; Ibrahim, Muhammad; Aziz, Nurzaman
REKA KARSA Vol 4, No 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1281.307 KB) | DOI: 10.26760/rekakarsa.v4i3.1396

Abstract

Penghawaan Alami Pada Unit dan Koridor Rusunami The Jarrdin Mamiek Nur Utami,  Muhammad Ibrahim,  Nurzaman Azis Jurusan Arsitektur – Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Nasional Email:  mamiekn@yahoo.com   Rumah susun merupakan salah satu alternatif solusi dalam pemecahan masalah permukiman. Rumah susun diperuntukan bagi masyarakat golongan ekonomi menengah kebawah, maka biaya operasional bangunan harus murah tanpa mengabaikan faktor kenyamanan penghuninya yaitu dengan cara mengoptimalkan penghawaan alami pada bangunan. Hunian vertikal yang dijadikan studi kasus adalah Rusunami The Jarrdin pada bagian unit hunian dan koridornya. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui tingkat kenyamanan thermal dengan cara menganalisis sistem penghawaan alami pada unit dan koridor rusunami The Jarrdin. Metoda yang digunakan adalah metoda kuantitatif dengan cara pengukuran laju aliran udara menggunakan alat anemometer di 2 lokasi unit hunian dan koridor yang berbeda. Unit A2033 (ketinggian 55 m) memiliki orientasi ke arah luar bangunan sedangkan unit A1129 (ketinggian 35 m) memiliki orientasi ke muka bangunan sisi lainnya yang terdapat kolam renang di  bawahnya. Sedangkan dibagian koridor dilakukan di 2 titik yaitu di bagian yang dekat dengan bukaan dan bagian antara 2 unit hunian . Setiap pengukuran di satu titik area studi dilakukan 2 kali pengukuran pada waktu yang berbeda. Hasil analisis menunjukan bahwa penghawaan alami pada rusunami The Jarrdin belum terlalu optimal. Penghawaan alami tersebut akan optimal jika persyaratan sistem cross ventilation yang ideal disesuaikan dengan desain bukaan bangunan Rusunami The Jarrdin. Kata kunci : penghawaan alami, Rusunami, The Jarrdin Abstract Vertical housing is one alternative solutions in solving the problem of settlements. Flats intended for middle class people down, then the operating costs of the building should cost without ignoring occupant comfort factor that is by optimizing natural air flow on the building. Vertical housing is used as a case study is Rusunami The Jarrdin on the part of the dwelling units and corridors. The purpose of this research is to know the level of thermal comfort by analyzing natural air flow system on the unit and the corridor rusunami The Jarrdin. The method used is quantitative method by measuring the air flow rate using the tool anemometer at 2 locations dwelling units and different corridors. Unit A2033 (+ 55 m) oriented towards the outside of the building while the unit A1129 (+ 35 m) oriented to face the other side of the building that contained the pool below. While the corridor section is done in two points in the section near the openings and the section between the two residential units. Every measurement at one point two times the area of ​​the study conducted measurements at different times. Results of the analysis showed that the natural penghawaan on rusunami The Jarrdin not very optimal. The natural air flow would be optimal if the requirements of an ideal system of cross ventilation openings adapted to the design of the building Rusunami The Jarrdin. Keywords: natural air flow, Rusunami, The Jarrdin
Kajian Pola Penataan Massa Dan Tipologi Bentuk Bangunan Kampung Adat Dukuh Di Garut , Jawa Barat Kustianingrum, Dwi; Sonjaya, Okdytia; Ginanjar, Yogi
REKA KARSA Vol 1, No 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1390.826 KB) | DOI: 10.26760/rekakarsa.v1i3.304

Abstract

ABSTRAK Bumi Indonesia merupakan negara kepulauan dengan batas wilayah yang sangat luas dan banyak memiliki kekayaan. Dengan fenomena tersebut negeri ini pun sangat kaya akan suku bangsa,adat istiadat,bahasa,budaya dan sumber daya alam, begitu pula dengan pemukiman tradisional masing-masing daerah.Pemukiman tradisional di Indonesia hingga kini masih mempertahankan dan memegang teguh filosofi serta konsep bentuk tradisional.Sebagai salah satu contohnya wilayah Jawa Barat masih sangat kaya akan kebudayan dan kebiasaan-kebiasaan leluhurnya.Kondisi geologi yang berkontur mempengaruhi pola massa dan bentuk pemukiman tradisional Sunda.Penelitian  mengenai kampung tradisonal Dukuh di garut akan mengunakan metoda studi deskripsi analisis, yaitu memaparkan dan menganalisa filsofi, pola penataan masaa, dan bentuk bangunan tradisional Sunda. Kampung Dukuh yang terletak di Kabupaten Cikelet Garut, merupakan kampung adat tradisional Sunda yang tidak mengalami perubahanbaik dari segi bentuk bangunan maupun bahan bangunan yang dipakai. Kampung ini masih memegang teguh filosofi arsitektur tradisonal sunda seperti Luhur-Handap,Wadah Eusi dan Kaca-Kaca.Kampung Dukuh merupakan kesatuan pemukiman dengan tatanan massa yang mengelompok, terdiri atas puluhan rumah yang berjajar pada kemiringan tanah yang bertingkatterdiri atas 42 rumah dengan bentuk, tatanan massa dan bahan bangunan yang sama dengan jumlah yang tetap.Kampung Dukuh terikat oleh suatu aturan untuk bentuk bangunan dan bahan bangunan yang digunakan. Rumah yang terdapat di Kampung Dukuh berupa rumah panggung yang berbentuk persegi dengan atap suhunan panjang,berdiri pada tatapakan yang didasari oleh batu. Kajian ini akan menelaah konsep arsitektur Sunda, penataan massa, dan tipologi bangunan di kampung tradisional Sunda. Kata kunci : Filosofi Arsitektur Sunda,Pola Penataan Massa,Tipologi Bentuk Bangunan. ABSTRACT Indonesiais an archipelago witha very wideborderswith everythingthe wealthinside.Withthe phenomenonof this countryis veryrich inethnicity, culture, language, culture andnatural resources, as well as thetraditionalsettlementof each region.TraditionalsettlementsinIndonesiais stillmaintainedanduphold thethe philosophyand the concept ofthe traditional forms.As oneexample,West Javaitself isvery rich incultureand customsof their ancestors.Contoured geological conditions affecting the pattern of the mass and shape of traditional Sundanesesettlement.Research on traditional village of Hamlet in arrowroot will use analytical description of the study methods, which describe and analyze filsofi, Masaa arrangement pattern, and Sundanese traditional building forms.Dukuh VillageCikeletGarutdistrict, where thevillageis atraditional Sundanesetraditionalvillagesthathave not changedin terms of bothforms ofthe building andbuilding materials used. In Dukuh Villageconsists of42houseswith the form, structureand materialsof massequal toa fixed amount. Dukuh Villageis boundby aruleforbuilding formsandmaterials used.The house islocatedina stagyDukuh Villagesquareshapedwithlongroof, stoodbased on therock.This study will examine the architectural concept of Sunda, mass structuring, and building typologies in traditional Sundanese village. Keywords: SundaArchitecturePhilosophy, MassOrder, BuildingTypology.
Implementasi tema Earth Space Pada Perancangan Sarana Rekreasi dan Edukasi Botani di Jakarta Pusat Handa, Oki
REKA KARSA Vol 2, No 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (867.914 KB) | DOI: 10.26760/rekakarsa.v2i3.591

Abstract

Abstrak Jakarta merupakan kota megapolitan yang mempunyai tingkat stress paling tinggi di Indonesia karena masalah kepadatan penduduk, urbanisasi dan ekonomi. Dibalik permasalahan yang ada itu, Jakarta sangat minim akan sarana yang dapat menurunkan tingkat stress masyarakatnya.Sarana yang adapun tidak dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat, selain itu sarana yang ada tidak dapat memberikan nilai inspiratif dan edukatif tentang solusi menciptakan kota dan lingkungan yang baik bagi masyarakat untuk menjalani rutinitas. Indonesia merupakan negara yang memiliki kekayaan alam melimpah, terutama dalam dunia flora Indonesia menduduki peringkat kelima atas kekayaan flora yang dimilikinya. Untuk itu Sarana rekreasi dan edukasi botani dengan penerapan tema Earth Space ini hadir untuk memberikan nilai rekreatif dan juga edukatif dengan mengajak masyarakat memperoleh wawasan mengenai dunia botanika Indonesia yang sangat kaya raya. Tema Earth Space yang diangkat pada perancangan sarana rekreasi dan edukasi botani ini adalah dengan menciptakan ruang-ruang yang rekreatif dan edukatif bagi pengunjung dengan pendekatan unsur alam dan bumi yang kemudian diimplementasikan melalui segi fungsi, sirkulasi, dan bentuk bangunan, sehingga dapat menciptakan oase di tengah permasalahan kota Jakarta dan memberikan edukasi yang menginspirasi masyarakat untuk dapat melestarikan kekayaan alam Indonesia dimulai dari lingkungan terdekatnya. Kata Kunci          : Sarana Rekreasi dan Edukasi Botani, Earth Space Abstract Jakarta is a megapolitan city with the highest utban stress level in Indonesia because of the population density, urbanization and economic problems. Behind all that problems, Jakarta has a very minimum public facilities which  can reduce the society stress level while the existing facilities can’t being used particulary by all society levels class. Furthermore, it can not provide solution with an inspirational dan educational value to create good city and environment for people to live their routines. Indonesia is a country with abundant natural resourches, especially on botanical diversity world and was ranked fifth in it. So that, botanical recreation and education facility with Earth Space theme was present to provide recreational and educational value with purpose to invited people gain their knowledge about Indonesian botanical diversity. Earth Space themes applied in this facility design to create recreational and educational space for public which used the elements of nature and earth approach. Then it implemented through terms of function, circulation, and building shape concept,so it can create an oasis in the middle of the city problems and provide education value which can inspirepeople to be able to preserve the Indonesian abundant natural diversity starting from the closest environment. Keywords            : Botanical Recreation and Education Facility, Earth Space
Pola Spasial Permukiman Kampoeng Batik Laweyan, Surakarta Kustianingrum, Dwi; Embunpagi, Bening; Azizah, Riska Nur; Indraswari, Dyah
REKA KARSA Vol 3, No 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1263.3 KB) | DOI: 10.26760/rekakarsa.v3i1.630

Abstract

Abstrak Permukiman merupakan wujud dari kebudayaan manusia untuk hidup, berkembang, dan bertahan hidup. Manusia menciptakan tempat tinggal sesuai kepentingannya dalam suatu lingkungan. Proses pembentukan permukiman dipengaruhi oleh faktor fisik dan non fisik berupa sistem sosial budaya, ekonomi, pemerintahan, pedidikan maupun teknologi. Kelurahan Laweyan, Surakarta, merupakan salah satu permukiman yang dalam proses pembentukannya dipengaruhi oleh faktor-faktor tersebut. Masyarakat Kampoeng Batik Laweyan RW 02 yang sudah menjadi pedagang batik sejak abad ke-15 sehingga membentuk pola spasial permukiman khusus dan membentuk karakteristik yang menarik untuk diteliti dengan metoda deskriptif kualitatif. Area permukiman terbangun dan tidak terbangun membentuk pola permukiman grid-linear. Area permukiman tidak terbangun berfungsi sebagai sirkulasi dan ruang terbuka. Sirkulasi yang terbentuk berupa jalan sempit dan ruang terbuka yang terbentuk berupa ruang terbuka publik pada simpul permukiman dan ruang terbuka privat berada di dalam kavling rumah tinggal. Terdapat pula elemen pembentuk citra kawasan yaitu simpul dan tetenger. Simpul sebagai perpotongan aktivitas masyarakat dan tengaran berupa tugu batik dan Langgar Al-Makmoer. Kata kunci: permukiman, pola spasial, Kampoeng Batik Laweyan Abstract Settlement is an entity from culture and existence of human to live, grow and survive. Man creates house in an environment as they need. Forming process of the settlement affected by physical and non-physical thing, such as social culture system, economy, government, education, or technology. Laweyan Village, Surakarta, is one of settlement which in its forming process affected by these factors. The society that has became batik workers and seller since 15th century form a special spatial pattern and settlement characteristic make it interesting to be researched with qualitative-descriptive method. The built and unbuilt areas of the settlement formed grid-linear settlement pattern. The un built areas are used for circulation as narrow streets or public squares. Public squares in settlement‟s nodes and private squares inside the dwellings kavling. The city image elements are nodes and landmarks. Settlement node as activity intersection. Batik statue and Al-Makmoer mosque as landmarks. Keyword: Settlement, spatial pattern, Kampoeng Batik Laweyan
Desain Ruang Perawatan Tuberkulosis Paru Ditinjau dari Sirkulasi dan Kenyamanan Pengguna Bangunan BBKPM Bandung Pynkyawati, Theresia; Suhardianto, Mas Akbar; Reza, Harry Rachmad; Syifa, Regita Nur
REKA KARSA Vol 4, No 4
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1281.333 KB) | DOI: 10.26760/rekakarsa.v4i4.1387

Abstract

Desain Ruang Perawatan Tuberkulosis Paru Ditinjau dari Sirkulasi  dan  Kenyamanan Pengguna Bangunan BBKPM Bandung   THERESIA PYNKYAWATI, MAS AKBAR SUHARDIANTO, HARRY RACHMAD REZA, REGITHA NUR SYIFA   Email : thres@itenas.ac.id   ABSTRAK   Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat Bandung atau BBKPM Bandung merupakan salah satu fasilitas kesehatan masyarakat yang mendalami permasalahan kesehatan paru khususnya penyakit Tuberkulosis (Tbc atau TB) menular yang terletak di kawasan Jl Cibadak, kota Bandung, Jawa Barat. Akibat lingkungan yang kurang terawat serta polusi udara kotor, pemerintah merencanakan fasilitas kesehatan paru yang baik pada kawasan tersebut. Perencanaan bangunan ini ditinjau dari pola sirkulasi pengguna yang menggunakan koridor double loaded, penempatan zona ruang penyakit menular dan tidak menular baik vertikal maupun horizontal tetap memperhatikan kenyamanan pengguna dengan memanfaatkan sinar matahari berdasarkan orientasi massa bangunan. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui desain ruang perawatan TB yang didasari oleh teori pengertian rumah sakit, zona vertikal horizontal ruang, dan orientasi massa bangunan yang dikemukakan oleh G.D Kunders, dan teori zona rumah sakit menurut Isadore Rosenfield, serta persyaratan ruang dan standar kebutuhan ruang fasilitas kesehatan paru. Hasil analisis dapat diketahui bahwa BBKPM Bandung memiliki perencanaan desain ruang Tbc yang baik karena memisahkan zona menular dan tidak menular, namun tetap memperhatikan kenyamanan pengguna yang sesuai dengan standar fasilitas kesehatan paru.   Kata Kunci : Desain ruang, Kenyamanan, Sirkulasi, Zona, Orientasi massa bangunan, Tuberkulosis   ABSTRACT The Center of Lung Health Society also knowing as  BBKPM Bandung is one of public healthcare facilities located on Jl Cibadak, Bandung, West Java which has concern on health problems, especially  a Lung disease such as Contagious Tuberculosis (Tbc or TB). The surroundings were poorly maintained and dirty air pollution, the government wants to plan the best lung health facilities in the region. Building planning studies has some focuses, which are; user’s  circulation pattern through a double loaded corridors and an infectious and noninfectious disease’s zone placement both vertically and horizontally due regard to the user’s comfort by utilizing the sunlight based on the building mass orientation. This study aims to determine a proper design of TB treatment space based on the theoretical understanding of the hospital, the vertical zone of horizontal space, the building mass orientation proposed by G.D Kunders and hospital zone theory by Isadore Rosenfeld. As well as the requirements of the standard room and space for lung healthcare facilities. The Results of the analysis showed that BBKPM Bandung has accomplished a proper Tbc’s design plan by separating both an infectious and noninfectous disease, but still considered user’s camfort according the lung healthcare’s standard facilities. Keywords: Design space, Comfort, Circulation, Zone, Building Orientation, Tuberculosis
Kajian Desain Pola Sirkulasi Sebagai Sarana Evakuasi Kebakaran Pada Bangunan Igd Dan Cot Di Rshs Bandung Hamzah, Raisilva; Nugraha, Saiga Syukron; Ramdhani, Riffan Wahyu
REKA KARSA Vol 1, No 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (874.284 KB) | DOI: 10.26760/rekakarsa.v1i3.293

Abstract

ABSTRAK Sarana publik yang dibutuhkan masyarakat sebagai penunjang kebutuhan kesehatan salah satunya adalah Rumah Sakit. Rumah Sakit merupakan bangunan dengan  zona dan alur aktifitas yang beragam. Bangunan yang menjadi studi kasus dalam penelitian ini adalah Central Operating Theater (COT) dan Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, mengingat aktifitas dari bangunan IGD dan COT cukup tinggi, sebagian pengguna bangunannya ialah pasien yang tidak memiliki kemampuan untuk mengevakuasi dirinya sendiri ketika terjadi kebakaran, sehingga berpengaruh penting dalam mendesain pola sirkulasi yang baik serta dapat menjadi jalur evakusi kebakaran bagi pasien juga petugas medis yang aman pada saat terjadi kebakaran, dan tetap menempatkan peralatan pendukung evakuasi kebakaran di sepanjang jalur evakuasi. Metoda kajian ini dilakukan dengan cara analisis desktiptif untuk mengetahui zona bangunan dan  desain pola sirkulasi yang baik, aman pada saat evakuasi kebakaran dalam bangunan Central Operating Theater (COT) dan Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSHS. Kata kunci : zona bangunan, alur aktifitas, desain pola sirkulasi, jalur evakuasi, peralatan pendukung evakuasi kebakaran. ABSTRACT Public facilities needed to support the health needs of the community as one of them is the Hospital. Hospital is building the groove zone and diverse activities. Building a case study in this research is the Central Operating Theater (COT) and ER (ER) Hasan Sadikin Hospital (RSHS) Bandung, given the activity of the ER and the COT structure is quite high, some users of the building are patients who do not have the ability to evacuate itself when there is a fire, so that the effect is important in designing a good circulation patterns and can be a fire evacuation pathways for patients medics also safe in the event of a fire, and keep a fire evacuation support equipment placed along the evacuation route. Method This study was done by descriptive analysis to determine the building zone and circulation pattern design good, safe evacuation during a fire in a building Central Operating Theater (COT) and ER (ER) RSHS. Keywords: construction zone, the flow activity, the circulation pattern design, evacuation routes, fire evacuation support equipment.
Kajian Ekspresi Ruang Luar dan Ruang Dalam pada Bangunan Masjid Al – Irsyad Kota Baru Parahyangan Ditinjau Dari Sustainable Design Pawitro, Udjianto; Nitya, Annisa; Septiandi, Tamdy; Hernomo, Arief
REKA KARSA Vol 2, No 2
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1429.858 KB) | DOI: 10.26760/rekakarsa.v2i2.460

Abstract

Abstrak Pada saat ini, perkembangan dan persyaratan dalam desain arsitektur mengarah pada konsep sustainable yang tanggap terhadap lingkungan. Penerapan sustainable design di Masjid Al - Irsyad dapat dicermati pada ekspresi ruang luar dan ruang dalam bangunan, hal tersebut memberikan dampak-dampak terhadap ekologi, sosial dan ekonomi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah mix method, yaitu penggabungan antara analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Analisis dilakukan mengacu pada data-data hasil observasi lapangan berdasarkan aspek tampilan arsitektural berupa ruang luar dan ruang dalam. Hasil penelitian pun menunjukan bahwa penerapan sustainable design pada bangunan tersebut dengan pendekatan konsep arsitektur bioklimatik dan diterapkan dengan baik. Salah satu hal yang berpengaruh pada aspek sustainable design adalah desain fasad yang menggunakan konsep arsitektur bioklimatik dan disusun dalam bentuk kaligrafi melalu pola supergrafik yang menjadi ciri khas dari Masjid Al – Irsyad. Kata kunci: Sustainable design, Ekspresi ruang luar dan ruang dalam. Abstract Nowadays, developments and requirements in architectural design leads to the sustainable design concept that are responsive to its environment. The application of sustainable design at the Al-Irsyad Mosque can be observed on the building's exterior and interior expressions, where the building design principles provide impacts on ecological, social and economic. The methods used in this research is a mix method, namely the merger between qualitative and quantitative descriptive analysis. The analysis refers to field observations data of the architectural expression include exterior and interior. Research results also showed that the application of sustainable design in the building is a bioclimatic architecture concept and well-applied. One things that influential aspects of sustainable design is the façade treatment that uses passive bioclimatic architecture concepts, and the façade are arranged in the form of calligraphy through the supergraphic pattern becomes characteristic of Al-Irsyad Mosque. Keywords: Sustainable design, Expression of exterior and Interior
Kajian Tradisi Teknologi Membangun Bangunan Masyarakat Baduy di Kampung Ciboleger Jambak, Irvan; Robyana, Hadi; Budiman, Ari; Ahmad, Awaludin; Subekti, Bambang
REKA KARSA Vol 2, No 4
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.906 KB) | DOI: 10.26760/rekakarsa.v2i4.606

Abstract

Abstrak Latar belakang Negara Indonesia yang memiliki banyak budaya dari sabang sampai merauke, memunculkan beraneka ragam arsitektur vernakular, dimana budaya membentuk kepribadian atau jati diri. Arsitektur merupakan salah satu parameter kebudayaan yang ada di Indonesia, karena arsitektur terkait dengan sistem sosial, keluarga, sampai sistem keagamaan. Baduy adalah suatu komunitas adat yang terdapat di wilayah Kabupaten Lebak, Banten. Masyarakat adat Baduy khususnya Kampung Ciboleger dalam kesahariannya tidak dapat terlepas dari tradisi hidup yang selalu mereka jalankan. Tradisi mempengaruhi prinsip dan karakteristik bentuk fisik  bangunan yang syarat memiliki nilai-nilai kebudayaan. Untuk memahami dan menjelaskan kajian tradisi teknologi membangun yang terkait dengan bangunan adat Sunda yang terdapat di Baduy, dilakukan penelitian pada bangunan Kampung Ciboleger.   Kampung Ciboleger merupakan bagian terluar Baduy yang mengalami perubahan dalam tradisi membangun, namun perubahan tersebut tidak merubah tradisi dan filosofi yang sudah ada. Abstrak Background State of Indonesia which has a lot of culture from Sabang to Merauke, bring diverse vernacular architecture, which form the personality or cultural identity. Architecture is one of the parameters of the culture in Indonesia, because the architecture associated with the social system, the family, to the religious system. Bedouin are an indigenous community located in Lebak regency, Banten. Indigenous peoples in particular Bedouin village in kesahariannya Ciboleger can not be separated from the living tradition that they always run. Tradition affect the principle and characteristics of the physical form of the condition of the building has cultural values. To understand and explain the study traditions associated with the technology to build custom buildings contained in Baduy Sundanese, conducted research on the building Ciboleger village. Ciboleger village is the outermost part of Baduy who experienced a change in the tradition of building, but the changes do not change the tradition and philosophy that already exist
Evaluasi Desain Jalur Evakuasi Pengguna Bangunan Dalam Kondisi Darurat Pada Bangunan Apartemen X Rahadian, Erwin Yuniar; Astrini, Zahra Fitra; Rizkyatama, Banyuresa; Arafah, M.
REKA KARSA Vol 4, No 4
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (987.788 KB) | DOI: 10.26760/rekakarsa.v4i4.1378

Abstract

EVALUASI DESAIN JALUR EVAKUASI PENGGUNA BANGUNAN DALAM KONDISI DARURAT PADA BANGUNAN APARTEMEN X Erwin Yuniar Rahadian, Zahra Fitra Astrini, Banyuresa Rikyatama, M. Arafah Jurusan Teknik Arsitektur FTSP – Institut Teknologi Nasional (ITENAS) Bandung Email : ears@itenas.ac.id   ABSTRAK Dalam sebuah bangunan tinggi, penanganan keselamatan dalam kondisi darurat berupa jalur evakuasi harus diutamakan. Hal ini juga sudah diatur dalam peraturan bangunan gedung dan secara teknis diatur dalam Standar Nasional Indonesia. Apartemen X merupakan sebuah bangunan hunian vertikal, sudah seharusnya memperhatikan aspek aksesbilitas jalur evakuasi bagi pengguna sesuai dengan standar tersebut. Lingkup kajian terhadap Apartemen X ini meliputi : pola sirkulasi yang terbentuk, keberadaan sarana dan prasarana aksesbilitas jalur evakuasi, dengan metoda kajian deskriptif analitis secara kuantitatif dan kualitatif, serta metode simulasi menggunakan Software IES-VE Simulex. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi bahwa Apartemen X sudah memiliki aksesbilitas jalur evakuasi darurat yang memenuhi persyaratan dan standar keamanan dan kenyamanan pengguna bangunan. Dari hasil kajian  dapat disimpulkan, bahwa Apartemen X ditinjau dari aspek jalur evakuasi telah memenuhi syarat untuk mendukung proses evakuasi darurat. Kata kunci : Apartemen, Jalur Evakuasi, Aksesibilitas.   ABSTRACT   In a tall building, handling safety in an emergency such as evacuation routes should be prioritized. It has also been stipulated in the regulations of the building and technically set in the Indonesian National Standard. The X Apartment is a residential building vertically, therefore, should more attention to aspects of accessibility for the evacuation path for the user in accordance with these standards. The scope of the study on the X Apartment includes: circulation patterns are formed, the presence of infrastructure accessibility evacuation routes, with descriptive analytic study method, quantitatively and qualitatively, as well as the method of simulated using IES-VE Simulex Software. The purpose in doing this research is to find out that the X Apartment own accessibility for emergency evacuation route that meets the requirements and standards of safety and comfort of building users. The results of the study explained that the X Apartment is in terms of aspects evacuation path has been qualified to support the emergency evacuation process. Keywords : Apartment, Evacuation, Accessibility
Kajian Ekspresi Bangunan Eiger Adventure Store Jl. Sumatera Bandung Ditinjau Dari Eksterior Dan Interior Bangunan Afriandi, Irfan; Hafiz, Hafiz; Gharizi, Faliq
REKA KARSA Vol 1, No 2
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (804.551 KB) | DOI: 10.26760/rekakarsa.v1i2.271

Abstract

ABSTRAK Dalam mendesain sebuah bangunan, desain eksterior dan interior bangunan tersebut memiliki peranan yang sangat penting. Desain eksterior dan interior dari sebuah bangunan dapat memperlihatkan suatu ekspresi yang ingin disampaikan oleh bangunan tersebut. Yang tidak terlepas dari tampilannya. Sehingga sebuah bangunan yang didalamnya berfungsi sebagai bangunan perbelanjaan, misalnya seharusnya dapat mengekspresikan suatu hal yang berhubungan dengan barang yang akan dijual. Bangunan yang dijadikan bahan kajian dalam penulisan karya tulis ini adalah bangunan Eiger Adventure Store yang terletak di Jl. Sumatera, Bandung. Bangunan ini dipilih karena ekspresi yang ingin dimunculkan bangunan ini sesuai dengan produk yang mereka jual yang merupakan barang atau benda-benda yang berhubungan dengan petualangan. Dengan kata lain ekspresi yang ingin dimunculkan bangunan ini adalah berkaitan dengan adventure (petualangan). Hal tersebut dapat dilihat dari penggunaan atap tenda yang memberi arti  sebuah gunung yaitu gunung Eiger Swiss, serta penggunaan material alam seperti kayu dan batu yang sangat dominan pada fasade bangunan ini. Kata Kunci: Perancangan Arsitektur, Desain Eksterior, Desain Interior, Ekspresi Bangunan ABSTRACT In designing a building, exterior and interior design have a very important role. Exterior and interior design of a building can show an expression to be conveyed by the building. Expression of the building design which is conveyed cannot be separated from the exterior and interior of the building itself. A building, such as mall building, should be able to express the things associated with the items to be sold. The building used as study material in this paper is “Eiger Adventure Store” building which is located at Jl Sumatra, Bandung. This building was chosen by considering the fact that the expression of this building appears to match the products they are selling which are every objects associated with adventure. In other words, an expression that is tried to deliver by this building is related to an adventure. It can be seen from the use of the tent roof that gives the sense of a mountain, which depicts Mount Eiger in Switzerland. And also, the use of natural materials such as wood and stone is very dominant in this building façade. Keywords: Architectural Design, Exterior Design, Interior Design, Building Expression

Page 11 of 39 | Total Record : 384