cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
REKA KARSA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 382 Documents
Sekolah Tinggi Pendidikan Syariat Islam di Kabupaten Bandung Barat Siregar, Irwahnsyah Syazali; Brunner, I Putu W. Thomas
REKA KARSA Vol 1, No 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (644.272 KB) | DOI: 10.26760/rekakarsa.v1i3.303

Abstract

ABSTRAK Sekolah Tinggi Pendidikan Syariat Islam bertujuan untuk memandirikan ummat di dalam penerapan ilmu Agama yang mengacu pada referensi utama Al-Qur’an dan Hadist. Keilmuan Agama yang sempurna tak luput dari masalah ilmu lainnya, seperti Mualamalah (perdagangan), Fiqh (Hukum), dan Khilafah (Sistem Pemerintahan). Keilmuan ini didapatkan langsung dari Firman ALLAH SWT secara mutlak, bukan dari manusia dalam berbagai pendapat. Hal inilah yang terangkum dalam tema “Arsitektur Islam yang terbentuk oleh Sunnah Rasulullah SAW”. Sunnah yang ditransformasikan ke dalam arsitektur dengan nuansa Sekolah Tinggi yang Islami dan pendidikan sesuai dengan dengan tema dan fungsi ilmu pengetahuan dapat terbentuk pada bagian luar bangunan dengan unsur kaligrafi, ornamen Islami, gubahan massa yang membentuk sejarah Islami, transmisi ruang luar kedalam ruang dalam (pola – pola), dan unsur ilmu pengetahuan secara teknologi yang diterapkan kedalam desain fungsi bangunan. Sedangkan pada bagian dalam bangunan diterapkan pola ruang yang membentuk adab – adab Rasul (Sunnah). Kata Kunci: Syariat Islam, Sekolah Tinggi, Transformasi Arsitektur   ABSTRACT Islamic Higher Education aims to create ummat independency in applicating theology that based on Al-Qur’an and Hadist as the two main references. A perfect knowledge of theology is always connected  to other knowledge, such as: Muamalah (trading), Fiqh (law), and Khilafah (governance system). This knowledge is gained directly and absolute from Allah SWT, not from other people in many opinions. Those are things concluded in theme “Islamic Architecture Based on Rasulullah SAW Sunnah”. Sunnah which are transformed into architecture with Islamic Higher education nuance of and education which is in accordance with theme and function of knowledge can be seen outside the building in forms of calligraphy, Islamic ornaments, mass creation reflecting Islam history, outer to inside transmssion (patterns), and knowledge element technologically applied into building function design. While room system following Rasul manner (Sunnah) is applied inside building. Keyword: Islamic Syariat, Higher Education, Architectural Transformation
Perbandingan Nilai Ekonomi Material B-PANEL dan Bata Ringan LEIBEL pada Bangunan Komersial Subekti, Bambang; Senjaya, Erlandi; Andika, Andika; A, Yura; Denden, Denden
REKA KARSA Vol 2, No 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.561 KB) | DOI: 10.26760/rekakarsa.v2i3.590

Abstract

Perbandingan Nilai Ekonomi Material B-PANEL dan Bata Ringan LEIBEL pada Bangunan Komersial
Perancangan eksterior dan interior bangunan dengan menggunakan material pengganti kayu ditinjau dari aspek estetika dan ekspresi ruang Imaduddin, Muhammad; Nirlen, Halcyon; Telehala, Valian; Hidajat, Achsien
REKA KARSA Vol 3, No 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1887.7 KB) | DOI: 10.26760/rekakarsa.v3i1.629

Abstract

ABSTRAK Material alternatif pengganti kayu atau yang dikenal juga dengan material Conwood merupakan salah satu material pengganti kayu yang mempunyai ke/ebihan dalam beberapa aspek tertentu dibandingkan kayu pada umumnya.Sushi Tel merupakan sa/ah satu restoran jepang yang terkenal dikalangan semua orang, konsep desain dan bangunan ins menerapkan konsep japang moderen, dimana banyak terdapat unsur-unsur kayu didalam bangunan. Penerapan material Conwood sebagai solusi pengganti kayu pada interior dan exterior bangunan menjadi alasan pemilihan studi kasus pada pembahasan seminar arsitektur. Seminar ins bertujuan untuk mengetahui dan memahami estetika dan ekspresi ruang yang dihasilkan oleh penerapan material Conwood pada exterior dan interior bangunan. Yang didasari oleh proses penerapan warna, tekstur, maupun pencahayaan yang mendukung estetika dari material.   Kata kunci: Material alternatif, interior, exterior, estetika, ekspresi. ABSTRACT Alternative Wood subtitute material or known as conwood material Is kind of subtitute wood meterial that has benefits in some aspects just than wood generally Sushi tei Is kind of famous Japanese restaurant. The building concept of this restaurant applied modern Japan concept. Which Is there are a lot of wood elements to be used in the building. Conwood material application as the solution to replace wood for the interior and exterior of the building Is the reason of choosing this case to be explained in architecture seminar explanation. The purpose of this seminar Is to know and understand the aesthetic and expression of room that produced by material application of conwood on the building interior and exterior. Based on application process of colour, texture, as well as exposure to support the aesthetic of the material Keywords: alternatife material, interior, exterior, estetic, exppeession.
Evaluasi Kualitas Pencahayaan Alami Pada Rumah Susun Sebelum dan Setelah Mengalami Perubahan Denah Ruang Dalam Rahadian, Erwin Yuniar; Stephanie, Bella; Rindy, Annisa Puspa; Febriyandini, Mentari
REKA KARSA Vol 4, No 4
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.522 KB) | DOI: 10.26760/rekakarsa.v4i4.1386

Abstract

Evaluasi Kualitas Pencahayan Alami Pada Rumah Susun Sebelum dan Setelah Mengalami Perubahan Denah Ruang Dalam   ERWIN YUNIAR RAHADIAN, BELLA STEPHANIE, ANNISA PUSPA RINDY, MENTARI FEBRIYANDINI Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Nasional   Email: erwinyuniar@gmail.com   Abstrak Peningkatan jumlah penduduk yang semakin melonjak membuat hunian vertikal menjadi solusi dari pemerintah untuk mengurangi adanya hunian-hunian ilegal. Salah satunya adalah Rumah Susun Sarijadi yang merupakan hunian vertikal yang telah berdiri di Bandung sejak tahun 1975. Setelah sekian lama beroperasi dan mengalami pergantian penghuni, maka kuat dugaan bahwa denah ruang dalam rumah susun ini telah mengalami berbagai perubahan dan penambahan sekat. Salah satu akibat dari perubahan denah ruang dalam tersebut adalah tidak optimalnya cahaya alami yang masuk ke dalam ruangan. Pendekatan terhadap pencahayaan alami dapat menggunakan peraturan standar SNI dari Departemen Pekerjaan Umum tentang Tata Cara Perancangan Penerangan Alami Siang Hari untuk Rumah dan Gedung. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan evaluasi kualitas pencahayaan alami pada rumah susun sebelum dan setelah mengalami perubahan denah ruang dalam. Adapun metode penelitian pengukuran di lapangan yang dilakukan menggunakan metoda simulasi dengan alat bantu software ecotect dan luxmeter. Maka dapat disimpulkan bahwa dari semua denah ruang dalam rusun Sarijadi Flat H telah mengalami perubahan mengalami penurunan kualitas pencahayaan alami dengan rata-rata 31%. Kata kunci: pencahayaan alami, perubahan denah ruang dalam Abstract The increasing amount of inhabitant establish vertical housing to be a solution from the goverment to substract the illegal housing.One of them is Sarijadi Flat which is a vertical housing that has been established in Bandung since 1975. After a long time of operation and having different occupant, the assumption is the flat plan is having various changes and addition into the inside plan. One of the result of the changes of the inside plan is not having an optimum quality of natural illumination iside the flat. Approachment  towards natural illumination obtained by the standard regulation of SNI Tata Cara Perancangan Penerangan Alami Siang Hari untuk Rumah dan Gedung. This research’s purpose is to produce an evaluation of natural illumination quality before and after the changes in the inside plan. The method of this research is by using ecotect simulation and luxmeter. The result of this research is that from all of the changed inside plan unit of the housing, the natural illumination has reduced to 31%. Keywords: natural illumination, inside plan changes
Correlation between Gunung Padang and Sundanese Traditional Roof Idris, Nadia Absharina; Maharani, Adinda Putri; Fauzi, Miftah Tri Nur; Brunner, I Putu Wijaya THomas
REKA KARSA Vol 1, No 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (598.959 KB) | DOI: 10.26760/rekakarsa.v1i3.292

Abstract

Abstract Gunung Padang is the oldest prehistoric megaliths in Indonesia which has a function as a place of worship for the people who settled there about 2000BC according to its orientation and philosophy. Meanwhile after dark ages, people knowledge on building shelter arises therefore many traditional houses are build and had their philosophy implemented such as the vertical and horizontal beliefs in relation of human, nature, and divinity. This study concerns architecture identity correlation of place in the two eras because of cultural transition which can be observed until now. Gunung Padang has a similar vertical concept identity compare to Sundanese traditional roof according to both philosophy if the highest place is the most sacred place and describes the relationship between human, nature and divinity. The purpose of this study is to examine the correlation between Gunung Padang and the Sundanese traditional roof concept in religion and cultural aspect. Qualitative methods that leverages vernacular theory is used of the analysis methods.     Key Words: Gunung Padang, identity, Sundanese traditional roof.
Sustainability Pada Bangunan Kolonial Bersejarah Museum Negeri Mulawarman Tenggarong, Kalimantan Timur Hakim, Bhanu Rizfa; Hakim, Yudha Buana; Rosadi, Imam; Firdausy, Ilham; Soewarno, Nurtati
REKA KARSA Vol 2, No 2
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1543.854 KB) | DOI: 10.26760/rekakarsa.v2i2.459

Abstract

ABSTRAK Sejalan dengan meningkatnya pembangunan maka meningkat pula luas lahan terbangun. Salah satu solusi untuk meminimalkan luas lahan terbangun adalah dengan memanfaatkan bangunan yang telah ada (reuse). Adaptive reuse kerap diberlakukan pada bangunan bersejarah yang dilestarikan. Bangunan ini telah melalui rentan waktu lebih dari 50 tahun sehingga telah terbukti tahan terhadap berbagai hal, salah satunya adalah terhadap iklim. Dengan pendekatan sustainable building dan grounded research penelitian ini melihat langsung ke lokasi bangunan eks-Kedaton Kutai Kartanegara di kota Tenggarong Kalimantan Timur yang kini telah beralih fungsi menjadi Museum Negeri Mulawarman. Bangunan ini termasuk ke dalam bangunan konservasi yang didirikan pada masa penjajahan Kolonial dengan mengadopsi gaya arsitektur Eropa yang disesuaikan dengan iklim tropis. Penelitian ini akan menguji keberlangsungan bangunan eks Kedaton setelah dialih fungsikan menjadi museum. Selain itu dengan pendekatan greenship penelitian ini juga akan mengkaji kondisi tapaknya. Diperlukan persyaratan khusus untuk benda-benda pamer tertentu sehingga diperlukan campur tangan Pemerintah Daerah untuk mengkaji ulang alih fungsi bangunan tersebut.   Kata kunci: bangunan konservasi, sustainable building, greenship ABSTRACT In line with the increasing development also gives effect to the land use area. There is a one of solution to minimize the land use area is utilize existing buildings (reuse). The concept of adaptive reuse is often imposed on the preserved historic buildings. This building has been through a vulnerable period of more than 50 years that have proven resistant to a variety of things, one of which climate responds. With the approach of adaptive reuse and grounded research, this study aim to the site of the former building Kedaton Tenggarong Kutai in East Kalimantan which now has been converted to Museum Negeri Mulawarman. This building is one of conservation buildings, builded in colonialism that adobted Europe architecture style and adapted to local climate. With sustainable building approach, this research will examine the sustainability of the building after converted into a museum building. In addition to the approach greenship this study will also assess the site conditions of Museum Negeri Mulawarman. Necessary special requirements for certain objects and also the Local Government intervention is required to review the transfer functions of the building. Keywords: building conservation, sustainable building, greenship
KAJIAN ARSITEKTUR VERNAKULAR PADA BANGUNAN DI KAMPUNG MAHMUD Septianto, Eggi; Hakim, Arif Rahman; Sudrajat, Riza Septian; Nurzaman, Sofwan; Suparman, Yogi
REKA KARSA Vol 2, No 4
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.67 KB) | DOI: 10.26760/rekakarsa.v2i4.605

Abstract

Abstrak Kampung Mahmud adalah salah satu kampung adat di Indonesia. Lazimnya sebuah Kampung adat umumnya memiliki ciri khas dan aturan tersendiri, salah satunya adalah bangunannya. Bangunan didirikan mengikuti iklim, budaya, lingkungan dan bahan, religi/kepercayaan, hukum adat serta Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Berdasarkan hal tersebut maka Kampung Mahmud dapat dikatakan sebagai kampung vernakular. Kesederhanaan yang ditonjolkan pada bangunan menjadi ciri khas tipologi bangunan di Kampung Mahmud. Saat ini tipologi bangunan di Kampung Mahmud sudah banyak yang mengalami perubahan mulai mengikuti perkembangan jaman. Dengan menggunakan metoda penelitian secara kualitatif, melalui survey ke lapangan, pengamatan dan wawancara dengan pihak terkait didapatkan aspek-aspek yang mempengaruhi perubahan tipologi bangunan di Kampung Mahmud Kata kunci: Arsitektur Vernakular, Tipologi bangunan, Transformasi bentuk. ABSTRACT Kampung Mahmud is one of the villages in Indonesia.  Normally an indigenous village generally have distinctive features and special rules one of them is building. The building was established following the climate, culture, environment and materials, religion/beliefs, tradition law, science and technology at the time. Based on these, so Kampung Mahmud can be regarded as a vernacular village. Simplicity that highlighted of building be a characterize of building typology which existing in Kampung Mahmud. Nowadays building typologi in Kampung Mahmud has changes a lot started with the times. By qualitative research methods, survey, observations and interviews with relevant parties, obtained aspects that influence the development of the alteration building typology in Kampung Mahmud.   Keywords : Architecture Vernacullar, Building Typology, Form Transformation.
Penghawaan Alami Terkait Sistem Ventilasi Terhadap Kenyamanan Termal Rumah Susun Industri Dalam Rahmawati, Rahmawati; Akbar, Arif Kamaludin Firdaus; Agustin, Fathia Khairunnisa
REKA KARSA Vol 4, No 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (835.982 KB) | DOI: 10.26760/rekakarsa.v4i1.1377

Abstract

PENGHAWAAN ALAMI TERKAIT SISTEM VENTILASI TERHADAP KENYAMANAN TERMAL RUMAH SUSUN INDUSTRI DALAM   rahmawati, arif kamaludin firdaus akbar, fathia khairunnisa agustin Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Nasional   Email: rahmawatimuslan@gmail.com   Abstrak Rumah Susun Industri Dalam merupakan hunian bertingkat yang memiliki beragam aktifitas di dalamnya. Rumah susun untuk masyarakat menengah ke bawah dituntut tetap dapat memenuhi kenyamanan termal penghuninya. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami penghawaan alami terkait sistem ventilasi terhadap kenyamanan termal pada bangunan yang memiliki permasalahan dan keunikan. Permasalahan ini timbul akibat desain bukaan udara masuk (inlet), bukaan udara keluar (outlet), dan jalur sirkulasi udara antara inlet dan outlet mengakibatkan laju udara (air flow), kecepatan gerak udara, dan pergantian udara (air changes) yang terjadi di dalam ruangan tidak memenuhi syarat. Keunikan bangunan ini berupa keragaman tipe kamar dan desain bukaan pada fasad. Metoda penelitian yang digunakan adalah deskriptif baik kualitatif dan kuantitatif. Pada akhirnya hasil analisis kualitatif yang dikuantitatifkan dilakukan pembobotan secara kuantitatif. Hasil kajian diharapkan  menjadi acuan pembaca dalam mendesain sistem ventilasi rumah susun agar tercapai kenyamanan termal di dalam ruangan.  Kata kunci : penghawaan alami, sistem ventilasi, kenyamanan termal Abstract Rumah Susun Industri Dalam is a vertical residential building that accomodate many activities of the occupants. The flats is destinied for lower and middle class residents and have to fulfil the thermal comfort for the occupants. The purpose of this research is to find out and comprehend the natural ventilation related to ventilation system for thermal comfort in the building which has it own problems and uniqueness. The problem is emerge because of the inlet’s opening design, outlet’s opening, and sirculation lane between inlet and outlet’s opening causes air flow, air speed movement, and air changes in the room are not comply the requirements. The uniqueness of this building it is variety types of room and the opening’s design on building facade. The method that is used for this study is descriptive method that is qualitative and quantitative. In the end of qualitative analysis it will converted to quantitative method for quantitative result. Hopefuly this research could be reference to the readers for making flat’s ventilation system that comply the requirements of thermal comfort.Keyword: natural ventitlation, ventilation system, thermal comfort
Penerapan Konsep Islam Pada Perancangan Masjid Salman ITB Bandung Utami, Utami; Thonthowi, Ilmam; Wahyuni, Sri; Nulhakim, Luqman
REKA KARSA Vol 1, No 2
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.367 KB) | DOI: 10.26760/rekakarsa.v1i2.269

Abstract

ABSTRAK Sebuah desain selalu mengalami perubahan dari zaman ke zaman, ini disebabkan oleh kemajuan teknologi maupun daya imajinasi dan kreatifitas arsitek. Kemajuan suatu peradaban dapat ditandai oleh suatu inovasi ditengah suatu kebiasaan umum. Masjid Salman ITB memiliki sudut pandang berbeda dalam perancangannya, sang arsitek mencoba membantah hal-hal umum di masyarakat yang sebenarnya tidak pernah ada dalam ajaran islam, bahwa sebuah masjid identik dengan atap kubah, ornamen, dan kaligrafi. Masjid Salman sendiri memiliki desain bentuk dan ruang yang memunculkan persepsi tersendiri, baik yang dikonsepkan melalui konsep Islam maupun hasil pengamatan subjektif. Menarik untuk mengkaji keterkaitan antara konsep perancangan bentuk dan ruang dalam bangunan Masjid Salman terhadap konsep Islam. Melalui analisis diperoleh kesimpulan bahwa penerapan konsep Islam pada perancangan Masjid Salman diterjemahkan secara bijak dan cerdas oleh sang arsitek. Temuan-temuan baru dalam rancangan Masjid Salman yang tidak berkubah, desain fasade dan bentuk merupakan hasil inovasi dari pemikiran konsep islam. Kata kunci: masjid, konsep Islam, konsep perancangan ABSTRACT A design always changes over time, is due to the advances in technology and the power of imagination and creativity of architects. Progress of a civilization can be characterized by an innovation amid a general habit. Salman Mosque ITB have a different perspective in its design, the architect tried to disprove the common things in the community that does not really exist in the teachings of Islam, that is identical to the roof of a mosque dome, ornaments, and calligraphy. Salman mosque itself has a shape and a design that gave rise to the perception of its own, whether conceived through the concept of Islam as well as the results of subjective observation. It is interesting to examine the relationship between form and space design concepts in buildings Salman mosque against Islamic concept. Through analysis obtainable concluded that the application of the concept of Islamic mosque design Salman wisely and intelligently translated by the architect. New findings in salman mosque design, like doesn't use a dome , facade design and shape is the result of inovation from concept islam thoughts. Keywords: mosque, the Islamic concept, the concept of design
Kajian Tradisi Membangun Bangunan Rumah Tinggal di Kawasan Kampung Naga, Tasikmalaya Ditinjau Dari Konsep Sustainable. STUDI KASUS : Bangunan RumahTinggal di Kawasan Kampung Naga Riany, Meta; Karila, Yorry Yuliana; Destianti, Shinta; Prayoga, Mochamad Ardi; Piqhi, Zati
REKA KARSA Vol 2, No 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1790.362 KB) | DOI: 10.26760/rekakarsa.v2i1.450

Abstract

ABSTRAK Suatu karya arsitektur dapat menjadi bukti utuh kebudayaan hingga saat ini, dengan meningkatkan  kualitas budaya dan arsitektur agar menjadi bukti untuk masa mendatang. Saat ini kondisi bumi semakin memprihatinkan karena adanya global warming, bangunan menjadi salah satu penyebab rusaknya lingkungan. Kajian ini berkaitan dengan keberlanjutan pada bangunan rumah tinggal di suatu kawasan, bertujuan untuk mengetahui dan memahami apakah bangunan rumah tinggal di kawasan Kampung Naga merupakan bangunan berkelanjutan serta bagaimana tradisi membangun bangunan rumah tinggal di kawasan Kampung Naga yang ditinjau dari aspek bangunan yang berkelanjutan. Metode penelitian ini digunakandengan metode penelitian field research. Berdasarkan aspek sosial tradisi membangun rumah tinggal mempunyai interaksi sosial yang baik, dari aspek ekonomi tradisi membangun rumah tinggal sangat ekonomis, serta dari aspek lingkungan tradisi membangun rumah tinggal dapat menjaga keseimbangan lingkungan. Dengan demikian bangunan rumah tinggal di Kawasan Kampung Naga adalah bangunan berkelanjutan. Kata kunci: Bangunan Rumah Tinggal, Bangunan yang berkelanjutan, Tradisi Membangun, Kampung Naga, Tasikmalaya. ABSTRACT An architecture work can be an intact proof of the old to today cultures with improving the quality of the existing cultures and architectures, preserving the old culture and architecture to be the proof for the future time.Now earth condition that has been increasingly damaged because of the global warming, buildings become one of the causes of the environment damages.The study related with the sustainability of a residential building in a region aims to find out and understand whether the residential buildings in the area of Kampung Naga are sustainable buildings as well as how the tradition of building the residential buildings in Kampung Naga as viewed from sustainable building aspect.The research method used in this study is field research method. Based on the social aspect from the tradition of building the residential buildings has a good social interaction, from the economical aspect, the tradition of building the residential buildings is very economic; and from the environmental aspect, the tradition of building the residential buildings can preserve the environmental balance. Therefore, it can be concluded that the residential buildings in Kampung Naga are sustainable buildings. Keywords :Residential building, sustainable building, building tradition, Kampung Naga, Tasikmalaya

Page 8 of 39 | Total Record : 382