cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
REKA KARSA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 382 Documents
Pola Perilaku Anak Pada Jalur Sirkulasi Horisontal & Vertikal di Rusunawa Cibeureum Cimahi Riany, Meta; Rahmawati, Dewi; Rochendi, Yuehni M; Zabitha, Yalqa
REKA KARSA Vol 4, No 2
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1546.474 KB) | DOI: 10.26760/rekakarsa.v4i2.1382

Abstract

POLA PERILAKU ANAK PADA JALUR SIRKULASI HORISONTAL & VERTIKAL DI RUSUNAWA CIBEUREUM CIMAHI Meta Riany, Dewi Pahmawati, Yughni M.Rochendi, Yalqa Zabitha Jurusan Teknik Arsitektur – Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Nasional rianymeta@gmail.com Abstrak Penyalah-gunaan Ruang Publik dalam bangunan adalah salah satu permasalahan yang perlu dipertimbangkan pada Rumah Susun. Sirkulasi Horisontal dan Vertikal sebagai akses utama di dalam unit hunian sering kali digunakan anak sebagai area bermain. Area bermain seharusnya menjadi aspek penting untuk dipertimbangkan dalam sebuah rancangan bangunan termasuk rancangan rumah susun. Perilaku anak yang kerap menggunakan koridor dan tangga sebagai tempat bermain, perlu pengamanan khusus. Studi ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana area koridor dan tangga dapat dijadikan sebagai tempat melakukan kegiatan yang aman, terutama untuk anak. Pendekatan deskriptif, pengumpulan data dengan cara wawancara terhadap anak juga pengamatan di lapangan, adalah salah satu metoda studi yang dilakukan. Rusunawa Cibeureum menjadi obyek studi yang menarik untuk dikaji karena telah terjadinya kasus kecerobohan anak di koridor. Sehingga harus adanya pengamanan koridor dan tangga pada rumah susun yang memenuhi standar keamanan, keselamatan dan kenyamanan anak dalam bermain Kata kunci : Rumah Susun, Koridor, Tangga, Perilaku Anak   Abstract Misappropration of public space in the building is one of problems that needs to be considered in the Social Housing. Horizontal and Vertical circulation as main access to the units is often use by childrens as play area. The childern play area are important aspect to be considered in designing a building including in designing social housing. Special security is needed because of childern behavior that often use corridors and stair as their playground. This study is aimed to determine how corridors and stairs area can be used as a place to do activities that are safe, especially for children. Descriptive approach, gathering data by interviewing childern, and also observations in the field, is some method that used to study. Rusunawa Cibeureum is an interesting object to be studied because it has been one case of carelessness child in the corridor. So it must have corridor and stair security at the social housing that meets security, safety, and comfort standard to the childern to play. Keywords : Housing , Corridor , Stairs , Child Behavior
Kajian Penerapan Material Ekspos pada Rumah Tinggal Ditinjau dari Segi Estetika Hidajat, Achsien; Hardiyanti, Putri; Anggraini, Ayu; Yuliana, Dewi
REKA KARSA Vol 1, No 2
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.506 KB) | DOI: 10.26760/rekakarsa.v1i2.288

Abstract

Abstrak Rumah tinggal merupakan bangunan yang dijadikan tempat tinggal selama jangkawaktu tertentu, biasanya disesuaikan dengan suatu konsep tertentu agar mendapatkan kesan berbeda pada hasil yang ditampilkannya. salah satu konsep yang dapat diterapkan adalah konsep material ekspos. material ekspos merupakan desain pada bangunan yang dipandang sebagai bagian dari pekerjaan bangunan yang belum selesai atau tanpa proses finishing. kajian ini bertujuan untuk memahami penerapan konsep ekspos pada rumah tinggal agar memiliki nilai estetika yang baik. rumah tinggal setraduta k8/8 dipilih sebagai bahan studi kasus karena mengaplikasikan banyak variasi material pada konsep eksposnya. kajian material dibatasi pada material yang terdapat pada studi kasus saja karena material tersebut umum digunakan sebagai material ekspos. kajian estetika pun dibatasi dari segi warna dan tekstur saja karena merupakan pembeda antara bangunan ekspos dengan bangunan biasa. kajian ini diharapkan dapat menjadi bahan rujukan untuk mendesain bangunan rumah tinggal dengan konsep material ekspos agar memiliki nilai estetika yang baik. metoda penelitian yang digunakan adalah metoda analisis kualitatif yang terdiri dari proses pengamatan, pengumpulan data, penyaringan data, dan pengembangan teori tentang konsep material ekspos, jenis material ekspos, dan estetika. Kata Kunci: material ekspos, estetika tekstur dan warna, rumah tinggal. Abstract Residential building used as a residence for a certain period, usually tailored to a particular concept in order to get a different impression of the results of the display. One of the concepts that can be applied is the concept of material exposed. Exposed material is the design of the building is seen as part of an unfinished building work or without a finishing process. This study aims to understand the application of the concept of exposure in residences that have good aesthetic value. Setraduta residential k8 / 8 is selected as a case study for applying the many variations on the exposed material concept. The study material is limited to the material contained in the case studies just because the material is commonly used as a exposed material. Aesthetic study is limited in terms of color and texture only because it is the difference between building exposure to regular building. This study is expected to be a reference material for designing residential buildings with exposed material concepts that have good aesthetic value. The method used in this study is a qualitative analysis method which consists of a process of observation, data collection, data filtering, and material development of the theory of the concept of exposure, type of material exposure, and aesthetics. Keywords: exposed material, colors and textures aesthetic, residential building.
Kajian Tatanan Massa dan Desain Bangunan Hotel Padma Bandung Kustianingrum, Dwi; Perdana, Radita Rahman; Suwandi Putri, Gesti Septia; Nugraha, Wildan; Prasetya, Denny Putra
REKA KARSA Vol 2, No 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (819.698 KB) | DOI: 10.26760/rekakarsa.v2i1.455

Abstract

Abstrak Hotel adalah bangunan komersial dan merupakan investasi yang sangat berkembang di Kota Bandung. Konsep berkelanjutan pada bangunan hotel dapat diterapkan pada desain dan operasional bangunan. Hotel Padma adalah hotel yang memperhatikan lingkungan dan memanfaatkan sumber daya alam ke dalam desain bangunannya. Adapun kajian mengenai Hotel Padma Bandung ini bertujuan untuk menganalisis tatanan massa bangunan, desain bangunan, dan pemanfaatan sumber daya alamnya. Metode yang digunakan adalah deskriptif yang menghasilkan kesimpulan bahwa tatanan massa, desain bangunan, dan pemanfaatan sumber daya alam dapat membantu terciptanya desain bangunan yang berkelanjutan. Hotel Padma Bandung sudah menerapkan sebagian besar aspek ekologi, namun aspek sosial dan ekonomi belum terpenuhi secara maksimal. Kata kunci: desain berkelanjutan, tatanan masa, desain bangunan, sumber daya alam Abstract Hotel is a commercial buildings and is an investment that is growing in Bandung. The concept of sustainable hotel building can be applied to the design of buildings and building operations. Padma Hotel is a hotel that respect the environment and use natural resources into the building design. Study of Padma Hotel aims to analyze the order of the mass of the building, building design, and the utilization of natural resources. The method used is descriptive that concluded that the order of the mass of the building, building design, and utilization of natural resources  impact to create a sustainable building design. Padma Hotel Bandung has already implemented most aspects of the ecology but social and economic aspects have not been entirely fulfilled. Keywords: sustainable design, order of mass, building design, natural resources
Kajian Aspek Kosmologi-Simbolisme Pada Arsitektur Rumah Tinggal Vernakular di Kampung Naga Riany, Meta; Rachmadi, Yovi; Sambira, Indra Yunus; Muharam, Acep Tomi; Taufik, Rizky Muhammad
REKA KARSA Vol 2, No 4
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.37 KB) | DOI: 10.26760/rekakarsa.v2i4.600

Abstract

ABSTRAK Arsitektur rakyat diartikan sebagai arsitektur yang menyimbolkan budaya suatu suku bangsa dengan beberapa atribut yang melekat dengannya. Arsitektur lokal atau kontekstual adalah arsitektur yang beradaptasi dengan kondisi sosial-budaya, bahasa, religi, geografis, iklim dan lingkungan dan arsitektur alamiah, yang di bangun oleh suatu masyarakat berdasarkan alamiah seperti kebutuhan dasar manusia. Vernakular arsitektur berasal dari lingkungan setempat atau komunitas lingkungan yang membentuk  peraturan dan faham membangun bangunan bersumber dari kosmologi alam semesta dan lingkungan menjadi simbol-simbol yang dibentuk dari pengetahuan yang didapat dari alam semesta. Simbol-simbol yang ada di bangunan rumah adat Kampung Naga diterapkan ke dalam bentuk-bentuk yang diterapkan di rumah tinggal adat Kampung Naga. Diharapkan kajian ini dapat menjadi rujukan saat mendesain bangunan untuk memperhatikan penggunaan simbol-simbol dari kosmologi alam semesta, lingkungan, agama, dan sosial budaya, serta menunjang pembangunan yang memperhatikan lingkungan sekitar. Kata kunci : Vernakular, Kosmologi-Simbolisme, Rumah Tinggal,  Kampung Naga. ABSTRACT Folk architecture refers to the architecture that symbolises the culture of a nation with some of the attributes that are attached to it. Local or contextual architecture is the architecture that adapt to the conditions of the socio-cultural, linguistic, religious, geographic, climatic and environmental and natural architecture, built by a society based on such a natural basic human needs. Vernacular architecture comes from the local environment or community environment that understands the rules and to build a compound derived from the cosmology of the universe and the environment become symbols formed from the knowledge gained from the universe. Symbols that exist in the traditional house building kampung naga applied to in the applied forms in custom home Kampung Naga. This study can be expected to reference when designing buildings to pay attention to the use of the symbols of the cosmology of the universe, envirinment, religion, and social and culture, as well as support the development of the surrounding environment. Keywords: Vernacular, Cosmology-symbolism, home living, Kampung Naga.
Kualitas dan Pola Pemakaian Ruang Terbuka Luar Rumah Susun Sewa Sederhana Cingised Parliana, Dewi; Dwinindita, Risma; Abdullah, Muhammad Ridhwan; Ariyani, Esther Linda
REKA KARSA Vol 4, No 2
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1311.601 KB) | DOI: 10.26760/rekakarsa.v4i2.1373

Abstract

Kualitas dan Pola Pemakaian Ruang Terbuka Luar Rumah Susun Sewa Sederhana Cingised Studi Kasus : Rumah Susun Sederhana Sewa Cingised – Jalan Cingised No. 125, Arcamanik, Bandung, Jawa Barat. DEWI PARLIANA, RISMA DWININDITIA, MUHAMMAD RIDHWAN ABDULLAH, ESTHER LINDA ARIYANI. Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan – Institut Teknologi Nasional Bandung dewipar@gmail.com   ABSTRAK Peningkatan jumlah penduduk yang pesat menjadikan kebutuhan tempat tinggal semakin meningkat namun kesediaan lahan yang terbatas menyebabkan urbanisasi dari luar kawasan perkotaan, Oleh sebab itu bentuk hunian vertikal merupakan salah satu solusi untuk melakukan efisiensi lahan pemukiman di kawasan perkotaan. Selain dalam bentuk penyediaan bentuk fisik bangunan rumah susun, diperlukan penyediaan ruang yang dapat menjadi tempat untuk menghubungkan penghuni dalam berinteraksi berupa ruang terbuka yang terbentuk karena adanya kebutuhan tempat untuk bertemu, berkomonikasi, dan bermain. Dimana peraturan mengenai Ruang terbuka ini tercantum dalam  Undang-Undang RI no.26 tahun 2007 mengenai Penataan Ruang serta SNI 03-7013-2004 mengenai kualitas ruang. Sebagai wahana interaksi sosial, ruang terbuka diharapkan dapat menghubungkan seluruh anggota masyarakat tanpa membedakan latar belakang sosial, ekonomi, dan budaya. Aktivitas yang terjadi pada ruang terbuka dapat menjelaskan seberapa pesat dinamika kehidupan sosial masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk mengamati kualitas,kuantitas dan pola pemakaian penghuni terhadap ruang terbuka di rumah susun. Untuk mendapatkan tujuan tersebut Metodologi yang digunakan adalah metode deskriptif, analitif, komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan ruang terbuka cenderung digunakan oleh orang tua dan anak – anak pada pagi dan sore hari, dengan aktivitas yang dilakukan adalah bercengkrama dan bermain. Kata Kunci: rumah susun, ruang terbuka, aktifitas ABSTRACT The rapid increase in population makes ever increasing needs a place to stay but the willingness of a limited land led to urbanization from outside the urban areas, therefore forms a vertical residential is one solution to perform efficiency of land settlements in urban areas. Other than in the form of the provision of the physical form of the building rises, required the provision of a room can be a place to connect residents in interacting in the form of open space that is formed due to the need for a place to meet, to communication and play. Which the rules on this are contained in the open space Undang Undang RI No. 26 of 2007 concerning Spatial and SNI 03-7013-2004 regarding the quality of the space. As a vehicle of social interaction, open space is expected to connect all members of the community without differentiating the background of social, economic, and cultural. Activities that occur on the open space could explain how rapidly the dynamics of the social life of the community. The purpose of this research was to observe the quality, quantity and usage patterns of residents towards the open spaces in the flats. To obtain these objectives methodology used is the method descriptive, comparative, analitive. The results showed that the utilization of open spaces tend to be used by parents and children in the morning and afternoon, with activity that is for gather and play. Keywords: flats, open spaces, activities
Kajian Pola Ruang Terbuka Di Kawasan Taman Balai Kota Bandung Astri, Zulfina; Wiguna, Muhammad Hardian; Rismunanda, Davi; Brahmana, Rio Bravo
REKA KARSA Vol 1, No 2
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1571.183 KB) | DOI: 10.26760/rekakarsa.v1i2.261

Abstract

Abstrak Ruang publik adalah suatu tempat umum dimana masyarakat melakukan aktivitas rutinitas normal dari kehidupan sehari-hari.Karakteristik dan pemanfaatan ruang publik perlu diketahui agar tercipta ruang luar yang responsif terhadap kebutuhan masyarakatnya. Dengan memperhatikan pola ruang terbuka dan elemen-elemen landscape yang ada pada ruang terbuka dengan terkait fungsi dan aktifitasnya,maka dapat diketahui pengaruh keberadaan ruang terbuka tersebut terhadap kawasan sekitarnya. Seperti di Taman Balai Kota Bandung dengan keterkaitan antara dua fungsi publik dan privat yang berfungsi sebagai perkantoran dan taman.Taman Balai Kota Bandung memiliki karakteristik pola dan zoning yang berbeda dengan penerapan pola linear,radial dan terpusat.serta terbagi atas dua zona dalam satu tapak yaitu publik dan privat. Dengan pola demikian,maka perencanaan tata guna lahan lebih dioptimalkan agar mampu menciptakan keseimbangan ruang antara fungsi bangunan dan fungsi ruang terbuka yang dipadukan dengan elemen-elemen lansekapnya. Kata Kunci : Pola Ruang Terbuka, Elemen Lansekap, Taman Balai Kota Bandung Abstract Public space is a public place where people do normal routine activities of daily life. Characteristics and utilization of public spaces need to know in order to create the outdoor space that is responsive to community needs. Having regard to the pattern of open spaces and landscape elements that exist in the open space with associated functions and activities, it can be seen that the influence of the presence of open space to the surrounding area. Like the Bandung City Hall Park with the relationship between the two public and private functions that serve as offices and parks. Bandung City Hall park has a characteristic pattern and by applying different zoning patterns of linear, radial and centralized. And divided into two zones within a footprint that is public and private. With such a pattern, the land use planning is more optimized in order to be able make balance between function space structure and function of open space combined with elements of the landscape. Keywords: Pattern Open Space, Landscape Element, Bandung City Hall Park
AKSESIBILITAS DAN SIRKULASI PADA HUNIAN VERTIKAL APARTEMEN BRAGA CITY WALK BANDUNG Mulyono, Striyo Hadi; Permana, Nanda Yudhi; Sakinah, Riesta; Soewarno, Nurtati
REKA KARSA Vol 4, No 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (882.233 KB) | DOI: 10.26760/rekakarsa.v4i3.1405

Abstract

AKSESIBILITAS DAN SIRKULASI PADA  HUNIAN VERTIKAL APARTEMEN BRAGA CITY WALK BANDUNG   satriyo hadi mulyono, nanda yudhi permana, riesta sakinah, NURTATI SOEWARNO Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Nasional   Email : satriyohadim@gmail.com   Abstrak Meningkatnya kebutuhan tempat tinggal di kota, tidak selaras dengan tersedianya lahan. Kondisi ini terlihat dari fenomena pembangunan hunian vertikal. Hunian vertikal tersebut umumnya dibangun di kawasan eks kampung kota, yang lebih mudah “dikuasai” seperti yang terjadi di beberapa kota besar di Indonesia. Melalui pendekatan observasi, penelitian ini mengambil kasus apartemen Braga City Walk. Lokasinya yang hanya dapat dilalui dari sebuah pintu masuk di jalan Braga yang tidak begitu luas, karena lahan yang dimiliki cukup terbatas. Pengaturan arah masuk dan sirkulasi kendaraan tidak ditemukan kendala dalam mencapai unit hunian, meskipun dengan pencapaian tidak langsung. Desain yang kreatif diperlukan dalam mewujudkan suatu perancangan hunian vertikal,sehingga dapat mengatasi masalah pencapaian pada hunian vertikal. Sebagai fenomena tinggal di hunian vertikal dapat teratasi, dan bukan menjadikan hal tersebut permasalahan dalam pencapaian menuju hunian vertikal.Diharapkan permasalahan dalam pencapaian dan sirkulasi tidak menjadi kendala bagi masyarakat, sehingga tinggal di hunian vertikal dapat menjadi solusi bagi masyarakat yang akan tinggal di pusat kota. Kata kunci: aksesibilitas, hunian vertikal, sirkulasi , Braga City Walk Abstract The growing need for a place to stay in town, not in tune with the availability of land. This condition is seen from the phenomenon of vertical housing development. The vertical housing generally built in the hometown of the former, which is more easily "controlled" as has happened in several major cities in Indonesia. Through observation approach, this study takes the case of apartments Braga City Walk. Its location only accessible from an entrance on the street Braga is not so wide, because the land is owned quite limited. The setting direction of entry and circulation of vehicles not found obstacles in achieving residential units, although the indirect attainment. Creative design needed in realizing a vertical housing design, so as to overcome the problem of the achievement of the vertical housing. As the phenomenon of living in the vertical housing can be resolved, and not make it a problem in reaching toward vertikal.Diharapkan occupancy and circulation problems in achievement is not an obstacle for the community, so it stayed in vertical housing can be a solution for people who will be staying in the city center. Keywords: accessibility, vertical housing, circulation,Braga City Walk.
Penerapan Konsep Transformasi Pada Fasad Bangunan Kampus Itenas 2030 Chaerwansyah, Bany; Riany, Meta
REKA KARSA Vol 1, No 4
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1771.79 KB) | DOI: 10.26760/rekakarsa.v1i4.444

Abstract

ABSTRAK Dalam upaya menjalankan dan merencanakan pengembangan kampus ITENAS sesuai dengan potensi, dibutuhkan penyediaan sarana dan prasarana yang menunjang kehidupan dalam bermasyarakat, antara lain berupa sarana dan prasarana pendidikan, dan kesehatan. Sarana pendidikan menjadi salah satu prioritas utama untuk dilaksanakan dalam waktu dekat.Adapun tujuan dari proyek pengembangan kampus ITENAS ini adalah memberikan fasilitas kepada para masyarakat, khususnya penyediaan sebuah institut yang dapat menjadi lembaga pendidikan yang berkualitas serta turut mewujudkan visi misi dari ITENAS  dengan merancang bangunan yang Hemat energy, aman dan nyaman, juga sebagai ikon institut teknologi. Tema dan Konsep desain perencanaan kampus ITENAS ini adalah “Transformasi Pada Fasad Bangunan” yang secara utuh bertujuan untuk mencapai fungsi yang hemat energi dan ikonik pada sebuah kampus yang berbasis teknologi. Menciptakan bangunan Kampus yang berwawasan kedepan, tanggap terhadap lingkungan dan juga bisa mewadahi semua kegiatan penggunanya secara eksklusif dan secara nyaman untuk menjalankan perkuliahan dan kegiatan-kegiatan kemahasiswaan.   Kata kunci: pendidikan ,Pengembangan desain kampus ITENAS, Transformasi pada fasad.   ABSTRACT In an effort to run and ITENAS campus development plan in accordance with the potential , required the provision of facilities and infrastructure that support life in society , which include educational facilities , and health . Means of education to be one of the main priorities to be implemented within dekat.Adapun goal of this project is to provide a facility to the community , particularly the provision of an institute that can be qualified educational institutions and also realize the vision and mission of ITENAS by designing buildings that save energy , safe and comfortable , as well as the icon institute of technology . Theme campus planning and design concept is ITENAS Transformation In The facade of the building as a whole aims to achieve energy -saving function and iconic in a campus -based technology . Creating a vision of the future campus buildings , responsive to the environment and can also accommodate all of its activities are exclusively and conveniently to carry out lectures and student activities .   Keywords: education, campus design ITENAS Development, Transformation on the facade.
Material Bambu sebagai Konstruksi pada Great Hall Eco Campus Outward Bound Indonesia Muhsin, Ardhiana; Febriany, Lendya Maria; Hidayati, Hesty Noor; Purwanti, Yuliana Dwi
REKA KARSA Vol 3, No 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1857.561 KB) | DOI: 10.26760/rekakarsa.v3i3.719

Abstract

Abstrak Dalam dunia arsitektur dikenal istilah arsitektur hemat energi yang tidak hanya berbicara tentang penghematan energi pada saat pemakaian namun juga tentang material yang digunakan apakah memerlukan energi yang besar saat pembuatannya atau saat pengangkutannya.  Salah satu kriteria hal tersebut adalah pemilihan material yang ramah lingkungan dan bambu merupakan salah satu contoh materialnya. Eco Campus Outward Bound Indonesia adalah kampus pengembangan karakter pertama di Indonesia yang menciptakan lingkungan yang berkelanjutan dengan salah satu bangunannya yaituGreat Hall Eco Campus OBI yang menggunakan material bambu sebagai konstruksi utamanya dan akan dijadikanobjek pada penulisan ini. Tinjauan material bambu bertujuan untuk mengetahui dan mempelajari material bambu serta sambungan bambu sebagai konstruksi pada bangunan. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan material bambu sebagai konstruksi perlu diperhatikan dari mulai pengadaan sampai dengan perawatan bambu setelah pengaplikasian pada bangunan. Hal tersebut akan mempengaruhi ketahanan dan umur bambu pada bangunan. Kata kunci: ramah lingkungan, material bambu, great hall Abstract In architecture the term of passive or low energy architecture is already known, which is not only talking about energy efficeincy in daily use but also talking about the material whether it was need lot of energy to produce it or even in transporting that material. One of the criteria is selecting an environmental friendly material and bamboo is a material that can fit to that. Eco Campus Outward Bound Indonesia is the first character development campus in Indonesia which develop a sustainable environment with Great Hall Eco Campus OBI, whereas the bamboo material is use as the main construction and will bethe object of this paper. The purpose of this observation on bamboo material is to understand and study this material and its coupling as a construction in a building. Based on the analysis result, the application of bamboo material as a construction starts from procurement until the maintenance afterward. These are the factors that affect the durability and the longevity of bamboos in building. Keywords: environmental friendly, bamboo material, great hall
Kajian Karakteristik Bangunan Ikonik Pada Gedung Puspa Iptek Kota Baru Parahyangan Rahadian, Erwin Yuniar; Wahab, Fadli; Syaputra, Hendrik; Setiawan, Asep
REKA KARSA Vol 1, No 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (759.208 KB) | DOI: 10.26760/rekakarsa.v1i1.45

Abstract

ABSTRAK Perkembangan dunia arsitektur kian pesat ditandai dengan banyak bermunculan bangunan-bangunan arsitektur ikonik di berbagai kota besar dunia. Arsitektur Ikonik merupakan karya arsitektur yang dapat dijadikan sebagai tanda tempat di lingkungan sekitar ataupun karya arsitektur yang menjadi tanda dari era waktu tertentu. Penelitian ini diawali dengan mengkaji bangunan-bangunan ikonik untuk mendapatkan karakteristik umum arsitektur ikonik. karakteristik umum yang didapatkan. Selanjurnya dijadikan dasar dalam melakukan kajian arsitektur ikonik. Bangunan utama yang dikaji adalah bangunan Puspa IPTEK di Kota Baru Parahyangan yang merupakan bangunan jam matahari pertama dan terbesar di Indonesia dan berfungsi sebagai museum ilmu pengetahuan dan teknologi. Teknis pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah mengumpulkan data berupa studi literatur, survey lapangan dan wawancara. Dari hasil studi didapatkan bahwa sebuah bangunan disebut sebagai bangunan ikon apabila bangunan tersebut merupakan sesuatu yang baru pada zamannya, berbentuk atraktif, simetris, memiliki proporsi dan skala yang sempurna, ritme pada facade dan membentuk vista secara visual sehingga bangunan Puspa IPTEK Kota Baru Parahyangan dinilai memiliki kriteria sebagai bangunan ikonik dan ikon kawasan Kota Baru Parahyangan Kata Kunci: Arsitektur Ikonik, Karakteristik, Penanda Kawasan

Page 10 of 39 | Total Record : 382