cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
REKA KARSA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 382 Documents
Perbandingan Nilai Biaya Pekerjaan antara Material Kayu Kamper dan Wood Plastic Composite pada Aplikasi Kusen Bangunan Hunian Subekti, Bambang; Julicia, Suzan; Firmansyah, Muhammad Taufik; Saputra, Herdi Nugraha
REKA KARSA Vol 1, No 2
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (750.417 KB) | DOI: 10.26760/rekakarsa.v1i2.287

Abstract

ABSTRAK Kayu merupakan material yang memiliki banyak peranan dalam kehidupan manusia. Keberadaan kayu saat ini sangat memprihatinkan. Pengeksploitasian kayu yang berlebihan membuat material kayu menjadi sulit dicari. Dengan berkembangnya teknologi di bidang material bangunan, memberikan banyak pilihan bagi setiap orang untuk mencari material alternatif selain kayu. Salah satunya ialah wood plastic composite (WPC). WPC merupakan material yang dibuat dari campuran kayu, plastik, serta zat aditif. Dalam memilih material baru, di samping mengenai kualitas, aspek biaya pekerjaan menjadi sebuah pertimbangan. Dengan metoda analisis komparasi yang bersifat kuantitatif, peneliti menganalisis tentang perbandingan biaya pekerjaan antara material kayu kamper dengan WPC pada aplikasi kusen bangunan hunian dengan mengambil kasus studi bangunan berdasarkan pada volume kusen yang berbeda, yaitu hunian t-45, t-70 dan t-160. Perhitungan biaya pekerjaan mengacu pada buku standar harga yang dikeluarkan oleh Diskimrum Kota Bandung, yang berisi harga  satuan bahan dan upah pekerjaan.   Kata kunci : Kayu Kamper Samarinda Oven, Wood Plastic Composite, harga pekerjaan.   ABSTRACT Wood is a material that has a lot of role in human life. Lately, the existence of wood is very apprehensive. Excessive exploitation of wood made the material of wood hard to be found. Developing of technology in the field of building material, providing plenty of options for everyone to look for alternative materials other than wood. One is wood plastic composite (WPC). WPC is a material which made from a mixture of wood, plastic and additives.   Choosing a new material, beside to the quality, aspect of working cost have to be a consideration. Using comparative analysis methods characteristically quantitative, the researchers analyzing the comparison of working cost between the camphor wood materials with WPC frame, for the residential building frame aplication, taking a case study of the building based on the volume of different frames, such as dwelling t-45, t-70 and t-160. Calculating the cost of work refers to the price standard book published by the Diskimrum Bandung, which contains material unit prices and employment’s wages.     Key Words : Kamper Samarinda Oven Wood, Wood Plastic Composite, price of work
Kajian Pencahayaan Alami pada Bangunan Villa Isola Bandung Rahadian, Erwin Yuniar; Dwicahyo, Setiohadi; Harmanda, Sandy J; Putra, Daddy K; Wijaya, Firdaus R
REKA KARSA Vol 2, No 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.629 KB) | DOI: 10.26760/rekakarsa.v2i1.454

Abstract

Abstrak Villa Isola merupakan salah satu bangunan peninggalan masa kolonial yang fungsinya telah berubah dari bangunan peristirahatan menjadi kantor Rektorat UPI Bandung. Dengan berubahnya fungsi menjadi kantor Rektorat, maka kualitas pencahayaan alami pada Villa Isola dituntut untuk dapat memenuhi aktifitas yang terjadi di dalam bangunan tersebut. Kajian pencahayaan alami pada bangunan Villa Isola bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh bukaan terhadap kualitas pencahayaan alami. Pemilihan objek kajian ini didasari karena desain Villa Isola memiliki banyak bukaan pada bagian fasadenya sehingga menarik untuk dikaji sejauh mana bangunan tersebut memanfaatkan cahaya alami ke dalam ruangan. Pencahayaan alami dipengaruhi oleh beberapa variabel yaitu desain bukaan jendela, bentuk dan kedalaman ruang, kenyamanan visual, dan faktor eksternal. Metode penelitian yang digunakan dalam kajian ini adalah metode penelitian deskriptif baik kualitatif maupun kuantitatif. Dari hasil analisa, kesimpulan yang didapat adalah bentuk desain serta orientasi bukaan jendela pada Villa Isola kurang memenuhi standar kualitas pencahayaan alami. Kata kunci: Villa Isola Bandung, pencahayaan alami. Abstract Villa Isola is one of the relics of the colonial era buildings that function has changed from a resting into an office building Rektorat UPI Bandung. By changing the function of the office of Rector, the quality of natural lighting in the Villa Isola required to meet the activity going on inside the building. Studies of natural lighting in buildings Villa Isola aims to determine how much influence the openings on the quality of natural lighting. The selection is based on the object of study for the design of Villa Isola has a lot of openings in the facade so interesting to study the extent to which the building utilizes natural light into the room. Natural lighting is influenced by several variables: the design window openings, the shape and depth of space, visual comfort, and external factors. The method used in this study is the descriptive research method both qualitatively and quantitatively. From the analysis, the conclusion is obtained form the design and orientation of the window openings in the Villa Isola does not meet the quality standards of natural lighting. Keywords: Villa Isola Bandung, natural lighting
Kajian Pengaruh Aspek Mitologi Pada Pola Tatanan Tapak Di Kampung Naga Utami, Utami; Nugraha, Dian; Nugraha, Eka; Mardia, Amalia; Supriatna, Eddy
REKA KARSA Vol 2, No 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.646 KB) | DOI: 10.26760/rekakarsa.v2i3.599

Abstract

Abstrak Saat ini isu vernakular sedang menjadi bahan perbincangan diseluruh dunia. Vernakular terbentuk karena adanya komunitas yang mempunyai latar belakang budaya dan kepercayaan yang sama. Bangunan vernakular dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti faktor ekologi, budaya, sosial, politik. Kajian ini akan membahas perkampungan adat di Garut yaitu Kampung Naga. Aspek yang diutamakan adalah aspek mitologi setempat yang mempengaruhi terhadap pola tatanan tapak di Kampung Naga. Kajian ini diharapkan kita mendapatkan manfaat, prinsip atau dasar-dasar yang menjadi rujukan saat mendesain pola massa. Secara khususnya dapat digunakan sebagai rujukan untuk mendesain pola tatanan massa yang dilihat dari aspek mitologi. Metoda penelitian yang digunakan dalam kajian ini adalah metoda penelitian survey, literature, dan wawancara. Faktor budaya dan kepercayaan yang ada di Kampung Naga sangat kuat hingga adanya mitos-mitos setempat yang mepengaruhi dan mengatur kehidupan sosial masyarakat yang ada didalamnya. Pengaruh aspek mitologi yang ada di Kampung Naga sangat erat dan kental disamping kehidupan sosial yang dipengaruhi bahkan pengaruh aspek mitologi ini masuk dalam pembentukan pola tatanan tapak yang ada di Kampung Naga. Kata kunci: Vernakualar, Mitologi, Pola Tatanan Tapak. ABSTRACT Nowadays the issue about vernacular is being talked all around the world. Vernacular formed because of the community exixtence that has culture background and the same belief. Vernacular building reviewed by various factors like economic factor, culture, social, and politic. This study will discuss about adat village in Garut named Kampung Naga. Aspect that is prefered is local mythology aspect that is affecting to the pattern of mass order at Kampung Naga. This study is ecpected to be benefit, principle or fundamentals as the reference when designing the pattern of mass order. Particularry it can be used as a reference ro design patterns masses order viewed from the aspect of mythology. The reaserch method that used in this study are survey reasearch method, literature, and interview. Culture factor and belief in Kampung Naga is really strong so the existence of local myths affecting and controling the social life of the people inside. The impact of mithology aspect in Kampung Naga is really close and viscous besides the social life that is effected, even the influence of this mithology aspect is affecting the pattern of mass order at Kampung Naga.   Keywords : Vernacular, Mythology, Mass Order Patterns
Perencanaan dan Desain Healthy Living di Ruang Publik Apartemen Sudirman Suites, Bandung Anita, Juarni; Pahlefi, Mochamad Marga; Putri, Dea Puspita; Sobari, Mochamad Heri; Aryanti, Desy Noor
REKA KARSA Vol 4, No 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v4i3.1351

Abstract

Perencanaan dan Desain Healthy Living di Ruang Publik,   Apartemen Sudirman Suites, Bandung   Anita, J. Pahlefi, M. M., Putri, D. P., Sobari, M. H., Aryanti, D. N.   Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Nasional   Email : radendea90@gmail.com   ABSTRAK   Apartemen merupakan salah satu hunian vertikal yang sedang berkembang pesat di kota-kota besar. Pertumbuhan dan pertambahan penduduk serta semakin sedikit dan mahalnya harga tanah meyebabkan kebutuhan akan hunian ikut meningkat. Apartemen merupakan salah satu solusi untuk permasalahan tersebut. Perencanan apartemen harus memperhatikan kebutuhan pengguna, terutama tersedianya ruang-ruang publik untuk mendukung aktivitas dan kesehatan penghuni.   Dengan bentuk seperti huruf “U” dan mengusung konsep healthy living, apartemen Sudirman Suites di Bandung tidak hanya memberikan hunian pada bangunannya, sebagai penunjang konsep healthy living ruang publik ruang publik berupa inner court untuk tempat sosialisasi penghuni. Ruang publik pada apartemen ini merupakan salah satu penunjang konsep healthy living pada bangunan.   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui klasifikasi, letak, layout, dan pola arsitektur ruang publik pada bangunan Apartemen Sudriman dan penerapan konsep healthy living pada ruang publik tersebut. Metode penelitian dilakukan melalui wawancara dengan pengelola dan pengamatan langsung di lapangan. Kajian ini diharapkan bisa menjadi bahan referensi bagi perancang untuk merancang ruang publik atau mengaplikasikan konsep healthy living pada hunian vertikal.   Kata Kunci : apartemen, healthy living, ruang publik       ABSTRACT   Apartment is one of the vertical housing that is growing rapidly in large cities . Population growth as well as the less and high prices led to the need for residential land has increased. The apartment is one solution to these problems . Planning the apartment must be attentive to the needs of users, particularly the availability of public spaces to support the activity and health of occupants.   Shaped like the letter " U " and promote the concept of healthy living , the apartment Sudirman Hotel in Bandung not only provide shelter in the building , but also supporting the concept of healthy living. It provide inner court design as a place for the occupants to socialize with one another. The public rooms in this apartment are support facilities for concept of healthy living.   This study aims to determine the classification, location, layout and architectural patterns of public space in the Sudriman Apartment building and application of the concept of healthy living in public spaces . Methods of research conducted through interviews with employees and direct observations in the field. This study is expected to be a reference for designers to design public space or to apply the concept of healthy living in the vertical housing   Keywords : apartment, healthy living, public space
Fungsi dan Aktifitas Taman Ganesha Sebagai Ruang Publik di Kota Bandung Kustianingrum, Dwi; Sukarya, Angga Kusumah; Nugraha, Rifan Athariq; Rachadi, Franderdi
REKA KARSA Vol 1, No 2
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1740.632 KB) | DOI: 10.26760/rekakarsa.v1i2.260

Abstract

AbstrakPerkembangan konsep Taman Kota di Bandung telah dilupakan, karena kurangnya ketersediaan ruang hijau yang menaungi masyarakat untuk melakukan aktifitas sosial. Ruang Terbuka Publik sangat penting keberadaannya sebagai elemen pelengkap suatu kota yang berfungsi sebagai paru-paru kota. Pada zaman kolonial Belanda Pemerintah Kota Bandung menerapkan konsep Garden City dimaksudkan untuk mengantisipasi perkembangan pesat Kota Bandung di masa depan, salah satunya Taman Ganesha. Taman Ganesha dibangun untuk mengenang jasa seorang tokoh pendiri ITB, Dr. Ir. J . W . Ijzerman, sehingga dahulu dinamai “Ijzerman Park”. Taman yang dirancang secara estetis fungsinya tidak hanya menyerap polusi kota saja tetapi juga untuk memberi kesegaran di antara rutinitas keseharian. Fungsi Taman Ganesha saat ini adalah sebagai ruang terbuka publik dimana keindahan dan kenyamanan membuat banyak pengunjung berdatangan ke taman ini untuk melakukan berbagai kegiatan. Kajian ini akan meneliti fungsi dan aktifitas yang terjadi di taman ganesha yang dapat menunjang kegiatan masyarakat disekitarnya. Ruang terbuka publik ini memiliki peran penting bagi masyarakat Kota Bandung pada khususnya, mengingat ruang terbuka publik ini berfungsi sebagai tempat yang dapat diakses secara fisik maupun visual oleh masyarakat umum, sehingga berbagai kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat dapat dilakukan pada taman tersebut.Kata Kunci : Taman Kota, Fungsi dan Aktifitas Taman Ganesha, Ruang Terbuka PublikAbstractThe development concept of City Parks in Bandung has been forgotten, due to the lack of green space avaibility that houses the citizen to do social activities. The existence of Public Open Space is important as complementary elements of a city that serves as the lungs of the city. In the Dutch colonial era Bandung City’s Government applies Garden City concept that intended to anticipate the rapid development of Bandung city in the future, one of which is Ganesha Park. Ganesha Park was built to commemorate the services of a prominent founder of ITB, Dr. Ir. A. W. Ijzerman, so the formerly name was "Ijzerman Park". The park was designed aesthetically not only to absorb pollution but also as the beauty of the city to give freshness in daily routine. Ganesha Park currently function as Public Open Space in which the beauty and comfort makes many visitors come to the park to do various activities. This study will observes functions and activities that happen in Ganesha Park that can support activities of people around. This Public Open Space has important role for the citizen of Bandung in particular, because this POS serves as a place that can be physically and visually accessible by people, so people’s various activities can be done at the Park.Keywords: City Parks, Function and Activity of Ganesha Park, Public Open Space
Kaitan Antara Bentuk dan Fungsi pada Bangunan Rektorat Unpad Jatinangor Utami, Utami; Praverdianto, Ady; Nurrohman, Maulana; Maulana, Arif
REKA KARSA Vol 4, No 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (914.129 KB) | DOI: 10.26760/rekakarsa.v4i1.1404

Abstract

Kaitan Antara Bentuk dan Fungsi pada Bangunan Rektorat Unpad Jatinangor   Utami, Aldy Praverdianto, Maulana Nurrohman, Arif Maulana Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Nasional   Email: utami_heryadin@yahoo.com   Abstrak Bentuk dan fungsi tidak dapat dihilangkan dari suatu produk arsitektur dan merupakan bagian terpenting dari suatu karya arsitektur. Bentuk pada sebuah bangunan dapat mencerminkan fungsi bangunannya dan dapat mempengaruhi aktifitas di dalam bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat dan menganalisa kembali apakah bangunan dengan bentuk tertentu dapat mewadahi aktivitas penggunanya di dalam bangunan dengan baik atau tidak. Penelitian ini mengambil kasus bangunan Rektorat Unpad Jatinangor yang berbentuk silinder dengan fungsi sebagian besar sebagai kantor pusat administrasi. Metode yang dilakukan melalui metode normatif dengan membandingkan bagaimana seharusnya bangunan tersebut berfungsi secara ideal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk bangunan berpengaruh terhadap aktivitas di dalamnya. Kata kunci: Kaitan; bentuk bangunan; fungsi bangunan Abstract Form and function can not be removed from a product architecture and the most important part of a work of architecture. The shape of a building can reflect the function of the building and can affect activity within the building. This study aims to look back and analyze whether the building with a certain shape can accommodate the users within the building properly or not. This research takes the case of the Rector Building Jatinangor cylindrical with functions mostly as administrative headquarters. The method is performed through normative method by comparing how the building should ideally function. The results showed that the shape of the building affect the activity therein. Keywords : connection; shape of the building; function building
Kajian Fungsi Ruang Luar pada Pusat Dakwah Islam di Kota Bandung Parliana, Dewi; Akbarsyah, Rizqya; Yuliansyah, Gun Gun; Putra, Septian Adi
REKA KARSA Vol 1, No 4
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1293.931 KB) | DOI: 10.26760/rekakarsa.v1i4.443

Abstract

Abstrak Pada awalnya lokasi ini berfungsi sebagai pemukiman, dan mulai dimanfaatkan menjadi ruang publik pada tahun 1980-an. Namun pada saat ini, kawasan ini telah diubah menjadi wadah untuk kegiatan islami di kota Bandung. Hal ini akhirnya memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk bersosialisasi, berdiskusi, rekreasi, belajar, dan melakukan hal-hal positif lainya. Meskipun konsep tapak pusat dakwah islam kota bandung sudah terencana, namun pada akhirnya beberapa ruang pada kawasan pusat dakwah islam mengalami peralihan fungsi ruang, dari ruang dengan fungsi tunggal menjadi ruang dengan fungsi yang fleksibel, seperti ruang parkir dan taman. Sehingga perubahan tersebut berpengaruh pada pola aksesibilitas kawasan, dan pola sirkulasi dalam kawasan tersebut. Dan peranan Arsitektur sangat penting dalam proses pembentukan kawasan Pusat Dakwah Islam atau islamic center baik secara fungsi maupun visual. Bagaimana terhubungnya fungsi satu dengan lainnya sehingga terbentuk sebuah linkage, dimana linkage / hubungan antar fungsi tersebut sangat mempengaruhi kenyamanan pengguna. Kata kunci: Konsep Perencanaan Tapak, Fungsi Ruang Luar, Aksessibilitas dan Sirkulasi Tapak Abstract This area initially serves as a settlement , and began to be utilized as a public space in 1980. But in this time, this area has been changed into the area of Islamic activities in Bandung. This thing finally provides an opportunity for people to socialize, discuss, recreation, learning, and doing other things. Although Site planning of PUSDAI has planned, but in the end some space in PUSDAI experiencing transition function space, from space with a single function into a space with flexible functions, such as parking spaces and parks. So that these changes have an impact on the accessibility of the area , and circulation patterns in this area. And architecture has an important role in the process of formation of PUSDAI or islamic center in function and visual. How to connecting function with each other to form a linkage, where in the linkage / relationship between these functions greatly affect the users become comfortable. Keywords : Site Planning Concepts, Functions of Open Space, Accessibility and Circulation in Site
Foam Concrete Sebagai Alternatif Material Dinding Terkait Perencanaan Kenyamanan Termal Pada Rumah Hunian Thomas Brunner, I Putu Wijaya; Mutiatussyadiah, Nita; Lestari, Puji; Fama Lubis, Euis Fadillah
REKA KARSA Vol 3, No 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1949.895 KB) | DOI: 10.26760/rekakarsa.v3i3.697

Abstract

Abstrak Berdasarkan data BMKG tahun 2014, temperatur udara di Kota Bandung semakin meningkat. Hal ini mempengaruhi kenyamanan termal pada ruang di dalam hunian. Untuk mengatasi hal tersebut masyarakat Bandung cenderung menggunakan alat pengkondisian udara (AC) sebagai alternatif instan, padahal penggunaan AC cenderung meningkatkan biaya operasional harian rumah. Pemilihan material kulit bangunan merupakan salah satu teknik pasif untuk mereduksi suhu udara luar. Pada penelitian ini, teknik pasif yang dilakukan adalah menggunakan material pengisi dinding luar yang mampu mereduksi suhu udara luar. Material foam concrete dipilih sebagai material pengisi dinding isolator termal pada hunian untuk dibandingkan dengan material batu bata. Pada objek uji akan diukur suhu, kelembaban dan kecepatan angin, kemudian dilakukan analisis dengan tujuan memahami sifat material tersebut sebagai insulasi termal. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai alternatif untuk meminimalisir penggunaan alat mekanik seperti AC yang berdampak pada efisiensi biaya operasional. Kata kunci: Hunian, Kenyamanan Termal, Foam Concrete, Efisiensi Energi Listrik. ABSTRACT Air temperature in Bandung increases every year according BMKG’s 2014 data. It affects to thermal comfort inside houses. To overcome this situation, people tend to use air conditioning as an instant alternative, wheares the air conditioning will increase the daily operating cost it’s user. In this research, passive technique as an alternative method is used by choosing wall material which is capable in reducing the outside temperature. Foam concrete is selected as a wall material and will be compare to brick. Temperature, humidity, and wind speed are researched and analized to value the effectiveness as each wall materials of a thermal insulation. out comes of the research can be an alternative in minimalizing the operational cost of electricity while using AC. Keywords: Housing, Thermal Insulation, Foam Concrete, Electrical Energy Efficiency
KAJIAN KENYAMANAN TERMAL PADA BANGUNAN STUDENT CENTER ITENAS BANDUNG Latifah, Nur Laela; Perdana, Harry; Prasetya, Agung; Siahaan, Oswald P. M
REKA KARSA Vol 1, No 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.599 KB) | DOI: 10.26760/rekakarsa.v1i1.43

Abstract

ABSTRAKStudent center merupakan suatu bangunan pusat aktifitas kemahasiswaan dimana terjadi berbagai aktifitas.Dengan banyaknya aktifitas yang terjadi di dalamnya maka bangunan dituntut memenuhi kenyamanan termal agarpengguna dapat beraktifitas dengan baik. Kajian student center ini bertujuan untuk mengetahui dan memahamibagaimana kenyamanan termal pada Student Center Itenas Bandung. Pemilihan obyek kajian ini didasari olehadanya keunikan desain yang tidak dimiliki bangunan lainnya di kampus Itenas khususnya dan kota Bandung padaumunnya. Kenyamanan termal dipengaruhi oleh beberapa variabel yaitu desain bangunan, desain bukaan udara,faktor internal, dan faktor eksternal.Metode penelitian yang digunakan dalam kajian ini adalah metode penelitian deskriptif baik kualitatif maupunkuantitatif. Pada akhirnya dari hasil analisis kuantitatif dan kualitatif tersebut dilakukan pembobotan secarakuantitatif. Diperoleh kesimpulan bahwa, desain bangunan dan desain bukaan udara Student Center Itenasmempengaruhi aliran udara yang dapat mendukung kenyamanan termal. Kajian ini diharapkan dapat menjadirujukan saat mendesain student center yang menunjang kenyamanan termal.Kata kunci: kenyamanan termal, student center
Pola Tatanan Unit Terhadap Perletakan Sirkulasi Vertikal Penghuni Pada Apartemen Casa Grande Residence Utami, Utami; Nurhermaya, Asterina; Adriansyah, Ikhsan; Trisia, Riri Ayuni
REKA KARSA Vol 4, No 4
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (997.75 KB) | DOI: 10.26760/rekakarsa.v4i4.1395

Abstract

Pola Tatanan Unit Terhadap Perletakan Sirkulasi Vertikal Penghuni Pada Apartemen Casa Grande Residence UTAMI, ASTERINA NURHERMAYA, IKHSAN ADRIANSYAH, RIRI AYUNI T. Jurusan Teknik Arsitektur – Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Nasional   Email : sterinoo@gmail.com ABSTRAK Di kota – kota besar seperti di Jakarta, masyarakat cenderung memiliki aktivitas kerja yang padat dan apartemen menjadi salah satu solusi untuk kebutuhan papan. Pengolahan unit apartemen dapat disesuaikan dengan kebutuhan golongan menengah ke atas. Akibatnya ada pengaruh terhadap perletakan sirkulasi vertikal pada bangunan apartemen untuk menunjang aksesibilitas privasi penghuni. Tujuan penulisan karya ilmiah ini yaitu untuk mengidentifikasi pengaruh pola tatanan unit terhadap perletakan sirkulasi vertikal berupa lift privat pada perancangan apartemen yang memiliki tingkat privasi tinggi. Studi kasus yang diangkat dalam pembahasan ini yaitu Tower Avalon Apartemen Casa Grande Residence. Metode yang digunakan untuk menganalisa yaitu dengan pendekatan analisis deskriptif secara kualitatif. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa aktivitas penghuni yang memiliki tingkat privasi tinggi ditentukan oleh pola tatanan unit apartemen yang terpusat dengan perletakan sirkulasi vertikal berupa lift privat untuk masing - masing unitnya. Sehingga privasi penghuni dapat terjaga tanpa bertemu langsung dengan penghunit apartemen lainnya. Kajian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi mahasiswa arsitektur dan arsitek dalam mendesain pola tatanan unit apartemen dan perletakan sirkulasi vertikal berupa lift privat akibat dari pola tatanan unit yang terbentuk. Kata kunci: pola tatanan, sirkulasi vertikal, privasi ABSTRACT In a big city like Jakarta, people tend to have high work activites and apartment is the solution for the primary needs. Apartment unit is created by the middle to upward group needs. As a result is the effect on placing vertical circulation in a apartment building which supports private accessibility of the building occupants.The purpose of this writing is to identify the infulences of a unit pattern ordering to placing vertical circulation of the private elevator on designing apartment which has high privacy with case study in Tower Avalon Apartment Casa Grande Residences. Methods of the study is conducted by descriptive analysis qualitatively. This research produces the occupants activites which has high privacy is supported by centralized apartment unit pattern with placing vertical circulation of the private lift for each unit and the result is the occupants of the apartment are still having their privacy activites wtihout directly meet with the other apartment occupants. This study encouraged architecture student and architect for designing unit pattern of apartment and placing vertical circulation such as private lift which is effected by unit pattern. Keywords: unit pattern, vertical circulation, privacy

Page 7 of 39 | Total Record : 382