cover
Contact Name
Karisdha Pradityana
Contact Email
karisdhapradityana@ecampus.ut.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalpenanda@ecampus.ut.ac.id
Editorial Address
Gedung LPPM, Universitas Terbuka, Jalan Pondok Cabe Raya, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, 15437, Indonesia
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Pena Anda
Published by Universitas Terbuka
ISSN : 30258391     EISSN : 3025065X     DOI : https://doi.org/10.33830/penaanda.v3i1
Core Subject : Education,
Jurnal Pena Anda bertujuan untuk menjadi sarana atau wadah publikasi artikel ilmiah, baik yang berbasis pada hasil penelitian maupun hasil kajian literasi di bidang pendidikan sekolah dasar yang bermutu sehingga diharapkan mampu menjadi rujukan inovasi dalam pendidikan guru sekolah dasar.
Articles 30 Documents
ASESMEN DIAGNOSTIK SEBAGAI PENILAIAN PEMBELAJARAN DALAM KURIKULUM MERDEKA DI SEKOLAH DASAR Adek Cerah Kurnia Azis; Siti Khodijah Lubis
Pena Anda: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Vol. 1 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/penaanda.v1i2.6202

Abstract

Asesmen diagnostik merupakan penilaian pembelajaran pada Kurikulum Merdeka, yang dilakukan guru terhadap peserta didik sebelum guru merancang pembelajaran. Namun pemahaman guru tentang asesmen diagnostik masih kurang, sehingga kesulitan dalam menyusun asesmen diagnostik. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan asesmen diagnostik sebagai penilaian pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar. Metode penelitian menggunakan studi literatur, dengan cara mengumpulkan data bersumber dari hasil eksplorasi berbagai literatur pada buku dan artikel ilmiah dari jurnal nasional terakreditasi dan internasional bereputasi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan content analysis. Hasil yang diperoleh dalam penelitian menunjukkan bahwa asesmen diagnostik terdapat dua bagian yaitu asesmen diagnostik non-kognitif dan kognitif. Asesmen diagnostik non-kognitif memiliki tujuan untuk memperoleh informasi terkait kondisi keluarga, gaya belajar, karakteristik, dan minat belajar peserta didik. Sedangkan asesmen diagnostik kognitif bertujuan untuk memberikan gambaran terkait kemampuan awal yang dimiliki oleh peserta didik dalam sebuah topik mata pelajaran. Guru perlu melaksanakan asesmen diagnostik kepada peserta didik untuk mengidentifikasi kemampuan, kelebihan dan kekurangan peserta didik, supaya guru bisa merancang pembelajaran yang disesuaikan dengan kemampuan serta karakteristik peserta didik.
Pengaruh Kehadiran Orang Tua terhadap Motivasi Belajar Siswa SD Al-Munawarah Kelas IV Afuin Neily Rhohmah; Luluk Wahyu Nengsih; Didik Efendi; Najwa, Wulida Arina
Pena Anda: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Vol. 2 No. 1 (2024): April
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/penaanda.v2i1.6346

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman tentang dampak kehadiran orang tua pada motivasi belajar siswa kelas IV SD Al-Munawarah. Adapun jenis penelitian ini yaitu kuantitatif dengan sampel 30 siswa. Data dikumpulkan melalui teknik pengumpulan data berupa teknik non tes dengan instrumen berupa kuesioner. Selanjutnya dilakukan analisis terhadap data yang diperoleh secara deskriptif. Selain itu, data juga dianalisis melalui analisis inferensial. Hasil dari penelitian ini menunjukkan nilai t hitung yaitu 4,178 > dari nilai t tabel 2,048407. Dengan demikian maka kehadiran orang tua mempunyai pengaruh dalam memberikan motivasi belajar siswa kelas IV SD Al-Munawarah Kabupaten Jayapura. Selain itu, nilai r sebesar 0,620 menunjukkan bahwa ada hubungan yang “kuat” antara kehadiran orang tua terhadap motivasi belajar
RESILIENSI PADA SISWA-SISWI PRA-REMAJA Melani Aprianti; Dina Syakina; Heni Nur Fataya; Utari Rahmawati
Pena Anda: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Vol. 1 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/penaanda.v1i2.6377

Abstract

Resiliensi didefinisikan sebagai suatu proses dinamis dimana seseorang mampu menunjukkan fungsi adaptif dalam menghadapi kesukaran atau kemalangan (adversiti), tidak hanya perubahan secara fisiologis tetapi psikososial harus dilewati pada masa pra remaja. Perubahan tersebut tak ayal menjadi sebuah tantangan yang dihadapi oleh anak pra remaja dan menuntut mereka mengembangkan kemampuan resiliensi. Penelitian ini bertujuan melihat bagaimana kondisi resiliensi pada anak pra remaja dengan metode kuantitatif deskriptif dan menggunakan teknik convenience sampling. Sebanyak 668 responden berusia pra remaja berpartisipasi dalam penelitian ini. Hasil menunjukkan bahwa resiliensi anak pra remaja di Jakarta tergolong sedang (47.3 %) yang artinya cukup baik dalam beradaptasi dan bangkit serta mampu menyelesaikan suatu masalah. Sebanyak 26.7 persen terkategori rendah dan sebanyak 25.7 persen terkategori tinggi, dimana perempuan menunjukkan kemampuan resiliensi lebih tinggi dibandingkan laki-laki. Tingkat vulnerabiliti juga didominasi oleh kategori sedang (45.7 %) yang mengindikasikan bahwa anak pra remaja sudah cukup mampu mengolah reaksi emosi negatif dalam dirinya. Implikasi penelitian menunjukkan bahwa masa pra remaja penting untuk memiliki kemampuan resilien, oleh karena itu saran dalam penelitian ini adalah baik sekolah dan orang tua harus terlibat dan berperan signifikan untuk dapat meningkatkan kemampuan resiliensi anak pra remaja.
CIRC DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN PELAFALAN ALPHABET BAHASA INGGRIS PESERTA DIDIK SEKOLAH DASAR Nuresa, Sinta Ayu; Febriani Sya, Mega; Muhdiyati, Iyon
Pena Anda: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Vol. 1 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/penaanda.v1i2.6404

Abstract

Model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) merupakan model pembelajaran yang menunjang peserta didik dalam meningkatkan kemampuan pelafalan alphabet bahasa Inggris secara komprehenshif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menggali lebih lanjut pengaruh model pembelajaran CIRC terhadap pelafalan alphabet bahasa Inggris peserta didik kelas 1 Sekolah Dasar. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif eksperimen murni dengan menggunakan bentuk desain posttest only control design. Sampel pada penelitian ini adalah 50 peserta didik kelas 1 Sekolah Dasar di Kabupaten Bogor. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan probability sampling dengan teknik sampel acak sistematis (systematic random sampling). Instrumen yang digunakan yaitu observasi dan tes. Cara analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan analisis inferensial melalui uji prasyarat (uji normalitas, uji homogenitas dan uji hipotesis statistik). Data yang diambil merupakan hasil tes lisan dengan jumlah soal 10 pertanyaan isian singkat. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh signifikan dalam penggunaan model CIRC terhadap pelafalan alphabet. Implikasinya CIRC dapat meningkatkan kemampuan pelafalan alphabet pada peserta didik dalam proses pembelajaran bahasa Inggris di kelas rendah Sekolah Dasar.
Analisis Kesulitan Belajar pada Operasi Hitung Perkalian Siswa Kelas VI Sekolah Dasar Tsamara Khansa Yustria Yasmine
Pena Anda: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Vol. 2 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/penaanda.v2i2.6882

Abstract

Pembelajaran matematika di sekolah bertujuan untuk membantu siswa mengembangkan kemampuan matematis agar dapat mengatasi berbagai masalah. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kesulitan belajar pada operasi hitung perkalian dan faktor penyebab kesulitan belajar operasi hitung perkalian pada siswa kelas VI SD Negeri 2 Birit. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian ini terdiri dari wali kelas VI SD Negeri 2 Birit . Metode pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Kesulitan belajar operasi hitung perkalian yang dialami subjek yaitu kesulitan memahami konsep pada materi perkalian, kesulitan keterampilan berhitung pada materi perkalian, serta kesulitan pemahaman masalah pada soal cerita. 2) Faktor penyebab kesulitan belajar operasi hitung perkalian yang dialami subjek terdiri dari faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internalnya adalah kecerdasan, minat dalam matematika rendah, dan kurangnya motivasi dalam pembelajaran matematika. Sedangkan faktor eksternalnya adalah kurangnya perhatian orang tua, penggunaan media pembelajaran yang kurang menarik, serta pengaruh media massa
Pengenalan Virtual Manipulative sebagai Variasi Pengajaran Guru SD pada Pembelajaran Matematika Deswara Varen Ramadhani; Cahyaningsih, Dewi; Indrianti, Titik
Pena Anda: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Vol. 2 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/penaanda.v2i2.6999

Abstract

Pembelajaran matematika sering dianggap sulit oleh siswa Sekolah Dasar (SD) karena pendekatan pengajaran yang kurang menarik sehingga perlu adanya variasi dalam mengajarkan matematika. Hal ini memperkuat alasan diperlukannya penggunaan alat peraga dalam megajarkan matematika. Artikel ini pengenalan alat peraga Virtual Manipulative sebagai variasi dalam pengajaran matematika untuk guru sekolah dasar. Penelitian ini melibatkan 30 orang Guru SD di Kulonprogo, Yogyakarta. Temuan awal menunjukkan bahwa guru cenderung mengajar matematika melalui ceramah dan rumus pintas, tetapi mereka menyadari peran alat peraga dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih interaktif dan inklusif. Namun, wawasan guru yang masih awam dalam alat peraga manipulatif dan guru menghadapi kesulitan dalam menggunakan alat peraga virtual karena keterbatasan teknologi dan sumber daya menjadi kendala utama. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dimana pengambilan data melalui wawancara. Hasil wawancara menunjukkan bahwa pengenalan alat peraga virtual dapat membantu siswa untuk lebih memahami konsep matematika, tetapi efektivitasnya dapat bervariasi tergantung pada jenis aplikasi, metode penggunaan, dan kondisi pembelajaran. Selain itu, ada kebutuhan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam mengintegrasikan teknologi ini ke dalam kurikulum matematika. Capaian penelitian ini adalah wawasan awal guru yang bertambah dan peminatan mereka dalam memvariasikan alat peraga matematika.
Implementasi Computational Thinking dalam Mata Pelajaran PPKn SD dengan Menggunakan Media Puzzle Khasyanah Jamillah
Pena Anda: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Vol. 3 No. 1 (2025): April
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/penaanda.v3i1.7029

Abstract

This research aims to determine students' skills related to computational thinking skills, especially on the foundations of pattern recognition and abstraction in PPKn Pancasila subject material at SD Negeri Kwarasan. This study used qualitative research methods. Data collection techniques are carried out by means of observation and documentation. The data analysis used in this research is quantitative analysis. The subjects of this research were 18 class II students at SD Negeri Kwarasan. The results of the research show that students' skills in computational thinking are based on the foundations of pattern recognition and abstraction, indicating that there are still many students who have not yet completed computational thinking-based activities. This can be seen from the percentage achieved by no more than 80% of the activities carried out. In the activity of assembling the Garuda Pancasila puzzle, the percentage obtained by students was only 60%, while in the activity of telling pictures of the application of the Pancasila principles it was only 73%. However, class II students at SD Negeri Kwarasan like activities that integrate computational thinking skills, namely the activity of putting together puzzles.
Analysis of Threaded-Type Integrated Learning Model in Developing Creativity and Critical Thinking Rahmah, Zaza Bella Ummi; Kamaliyah, Ratu Bulkis
Pena Anda: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Vol. 2 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/penaanda.v2i2.7355

Abstract

Teaching and learning activities in elementary schools prioritize mastery of material or theory-based. This research aims to evaluate the effectiveness of the Threaded-type integrated learning model in developing the creative thinking skills of elementary school students, which is one of the essential skills in the 21st century. This study is intended to identify the extent to which the application of the Threaded-type integrated learning model supports the development of students' thinking creativity. This type of research is a literature study that collects secondary data by exploring various literature from articles from nationally accredited and reputable international scientific journals. The results of the study show that the Threaded-type integrated learning model can be applied in elementary schools and is effective in encouraging students to think creatively. This model facilitates students in connecting various learning concepts thoroughly, thereby enriching their thinking process and creativity   Keywords: integrated learning, threaded, creative thinking
Aplikasi Diffit sebagai Alternatif Media Pembelajaran Bahasa Indonesia Etikasari, Dian; Andayani, Ruli
Pena Anda: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Vol. 2 No. 1 (2024): April
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/penaanda.v2i1.7498

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aplikasi Diffit dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, termasuk spesifikasi, prosedur pengoperasian, penerapan, kelebihan, dan kekurangannya. Pengumpulan data dilakukan dengan mencermati menu-menu dan deskripsi pada Diffit kemudian dituliskan pada lembar catatan yang telah disiapkan. Teknis analisis data dilakukan dengan 1) mengorganisasi dan menyiapkan data-data yang dianalisis; 2) mengamati seluruh data ; 3) menghubungkan data dengan tujuan penelitian, dan 4) menginterprestasikan dan memaknai data sesuai dengan tujuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan Diffit menyediakan teks bervariasi yang dapat disesuaikan dengan jenjang usia dan bahasa dari pengguna. Aplikasi dilengkapi dengan ringkasan, kosakata pilihan, tes pilihan ganda, soal terbuka, dan pertanyaan jawaban singkat sesuai dengan teks yang telah dipilih. Aplikasi juga menyediakan menu edit untuk mengubah atau menambah isi teks, soal-soal yang disajikan untuk disesuaikan dengan kebutuhan yang dapat diunduh dengan seperti pdf, dokumen, kuis google form, dan sebagainya dalam waktu yang cepat. Bahan pembelajaran pada Diffit cocok digunakan dalam pengembangan elemen menyimak dan membaca/memirsa. Untuk peneliti selanjutnya diharapkan dapat melaksanakan kajian lebih mendalam terhadap Diffit untuk menganalisis tingkat keterbacaan teks yang disediakan. Penelitian dilaksanakan untuk memberikan wawasan serta kemudahan pada guru Bahasa Indonesia untuk menemukan teks-teks yang bervariatif untuk pembelajaran dengan aplikasi Diffit.  
Implementation of Mathematics through Problem-Based Learning Models Assisted by Numbers Media Miqwati; Hanafi
Pena Anda: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Vol. 2 No. 1 (2024): April
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/penaanda.v2i1.7535

Abstract

Mathematics is a basic science that has a role in shaping students' thinking patterns. In mathematics, students are equipped with various abilities to use logic, systematic, analytical, and critical thinking, as well as to use mathematics in problem-solving. The number bag median makes it easier for students to learn Mathematics. This number bag median is expected to eliminate students' boredom, attention, concentration, and enthusiasm for learning. They are learning research to improve the learning process and student learning outcomes in Mathematics by using the problem beast learning model classroom action research with 2 cycles starting with planning, implementation, observation, and reflection. The results of the first cycle improvement research compared to the initial study experienced an increase of 35.29%. The results of the improvement research in cycle II compared to cycle I experienced an increase of 17.85%. The learning media used is the primary key to the success of the learning process. This is proven based on research results that improving learning can improve student learning outcomes in mathematics learning.

Page 2 of 3 | Total Record : 30